RANGKUMAN SBdP
KELAS V (LIMA)
TEMA 7 SUBTEMA 3
“SENI RUPA DAERAH
INDONESIA”
Oleh: S. Tri Ariwibowo, S.Pd.
@Januari 2021
SBdP
Buku Tema halaman 169
KD. 3.4 Memahami Karya Seni Rupa Daerah
Pengertian Seni Rupa Daerah
1. Seni rupa daerah adalah cabang seni rupa yang memiliki suatu ciri khas dari latar belakang sejarah
suatu wilayah sehingga memiliki spesialisasi dibandingkan dengan karya seni di daerah lainnya.
2. Seni rupa daerah disebut juga seni rupa tradisional karena dikerjakan secara turun-temurun di suatu
daerah.
3. Macam-macam seni rupa daerah:
a. Seni kerajinan
b. Seni lukis
c. Seni patung
4. Seni Kerajinan meliputi seni tekstil : Batik, tenun, dan songket.
= Seni ayaman, seni ukir, seni keramik.
5. Hasil karya seni tekstil dan seni lukis berbentuk dua dimensi (karya seni yang memiliki ukuran panjang
dan lebar).
6. Hasil karya seni ayaman, seni keramik, dan seni patung berbentuk tiga dimensi (karya seni yang
memiliki ukuran panjang, lebar, dan tinggi atau memiliki volume).
7. Karya seni rupa daerah dipengaruhi oleh corak seni tradisional, dan sedikit corak seni modern,
tergantung dari seniman di setiap daerahnya.
Contohnya, seni ukir perabotan kayu dari Jepara, seni batik dari daerah Jawa, seni tenun dari
Sumatera, dan sebagainya.
8. Karya seni daerah bercorak tradisional biasanya menggunakan motif yang selalu sama dari keturunan
sebelumnya.
= Namun pada corak modern, biasanya karya seni diwarnai dengan banyak sesuatu yang baru dari
sang seniman sehingga menciptakan orisinalitas yang tidak dimiliki daerah lainnya.
9. Daerah masyarakat pesisir pantai akan lebih didominasi dengan bentuk seni rupa berpola ikan,
gelombang laut, karang, dan kapal.
10. Sementara daerah masyarakat pegunungan akan lebih didominasi dengan bentuk seni rupa berpola
buah, pepohonan, bunga, dan hewan-hewan.
Jenis dan Fungsi Seni Rupa Daerah
1. Seni rupa daerah adalah cabang seni rupa.
2. Seni rupa daerah memiliki suatu ciri khas dari latar belakang sejarah suatu wilayah. Oleh karena itu,
seni rupa daerah memiliki perbedaan dengan karya seni daerah lain.
3. Karya seni rupa daerah dipengaruhi oleh corak seni tradisional.
4. Corak seni tradisional terdiri atas karya seni rupa dua dimensi dan karya seni rupa tiga dimensi.
5. Karya seni rupa dua dimensi berupa karya tekstil, misalnya kain batik, kain tenun, dan kain songket.
6. Karya seni rupa tiga dimensi, contohnya ukiran kayu, keramik, dan patung.
7. Karya seni daerah bercorak tradisional, biasanya menggunakan motif yang bersifat turun-temurun atau
selalu sama dengan sebelumnya.
8. Daerah masyarakat pesisir pantai, biasanya akan lebih didominasi dengan bentuk seni rupa bermotif
ikan, gelombang laut, karang, dan kapal.
9. Daerah masyarakat pegunungan, akan lebih didominasi dengan bentuk karya seni rupa bermotif buah,
pepohonan, bunga, dan hewan-hewan.
1. Seni Lukis Daerah
1) Seni lukis adalah seni menggambarkan objek-objek
berupa pemandangan alam, tumbuhan, binatang,
manusia, benda di alam, untuk menimbulkan perasaan
keindahan.
2) Seni lukis daerah mengandung nilai-nilai budaya yang
berkembang di suatu daerah.
3) Salah satu seni lukis daerah yang terkenal adalah seni
lukis Kamasan dari Bali.
4) Kamasan adalah sebuah desa di Kabupaten Klungkung
yang sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai
pelukis.
Rangkuman SBdP Kelas V (lima) Tema 7 Subtema 3 “Seni Rupa Daerah Indonesia” | 1
5) Seni lukis Kamasan merupakan seni lukis klasik yang biasanya bertema kisah pewayangan,
kehidupan bangsawan, dan dongeng binatang.
6) Para pelukis menggunakan warna alam dicampur dengan perekat
yang menempel pada kanvas.
7) Kanvas adalah kain kasar yang digunakan sebagai media melukis.
8) Kanvas yang digunakan berup kain kasar yang dicelupkan dengan
bubur beras lalu dijemur di bawah sinar matahari.
9) Setelah dijemur, kain digosok agar permukaannya halus dan siap
untuk dibuat sketsa.
10) Selain seni lukis daerah dari Kamasan, seni lukis kaca Cirebon juga
merupakan seni lukis klasik yang menggunakan bahan dan teknik
yang berbeda.
11) Seni lukis Cirebon dibuat dengan cara terbalik menggunakan media
kaca.
12) Sketsa dibuat pada kertas yang kemudian ditempel pada kaca, lalu
dilukis pada bagian sebaliknya dengan menggunakan kuas.
13) Salah satu tema khas lukis kaca Cirebon adalah wayang dan batik
Cirebon dengan motif mega mendung yang terkenal.
2. Seni Patung Daerah
1) Seni patung adalah seni membuat bentuk manusia atau binatang
dengan bahan yang lunak atau bahan keras.
2) Patung dari bahan lunak dibuat dengan teknik membentuk,
sedangkan patung dari bahan keras dibuat dengan teknik meraut
atau memahat.
3) Salah satu contoh patung tradisional adalah patung Asmat yang
dibuat oleh suku Asmat Papua.
4) Masyarakat suku Asmat biasanya menggunakan kayu bakau untuk
membuat patung yang menjadi bentuk hubungan mereka dengan
nenek moyang.
5) Tema pemahatan pada umumnya tentang penghargaan kepada
nenek moyang mereka.
6) Walaupun hanya menggunakan peralatan sederhana seperti kapak batu, pisau dari tulang dan
paku yang dipipihkan, patung yang dihasilkan bernilaiestetika dan religius yang sangat tinggi.
3. Seni Kriya
1) Seni kriya merupakan seni kerajinan dalam membuat benda-benda pakai berdasarkan kegunaan
dan keindahannya dalam kehidupan sehari-hari.
2) Berbagai jenis seni kriya seperti seni tekstil, berupa: batik, songket, tenun.
3) Selain itu, terdapat pula seni anyaman dan seni ukir.
4) Karya seni kriya seperti: batik, songket, dan tenun telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari
masyarakat.
5) Karya seni tekstil biasanya digunakan pada acara-acara penting dalam masyarakat adat, mulai dari
acara kelahiran, pernikahan, hingga kematian.
6) Seni tekstil selalu menjadi bagian penting suatu daerah.
Rangkuman SBdP Kelas V (lima) Tema 7 Subtema 3 “Seni Rupa Daerah Indonesia” | 2
7) Seni anyaman merupakan seni menjalin bahan berbentuk bilah atau batang dengan
menggunakan pola tertentu sehingga berbentuk sebuah benda.
8) Seni anyam dibuat untuk memenuhi kebutuhan untuk wadah-wadah dengan menggunakan bahan
alam yang tersedia.
9) Bahan-bahan yang digunakan untuk seni anyam, yaitu:
a) bilah bambu,
b) rotan,
c) lidi,
d) akar-akaran,
e) pelepah pisang, dan
f) daun pandan
10) Seni anyam digunakan untuk membuat karya berupa:
a) tikar
b) keranjang
c) bakul
d) alat rumah tangga lainnya
11) Seni ukir telah lama menjadi bagian kehidupan masyarakat di berbagai daerah di Indonesia.
12) Seni ukir menggunakan motif tertentu yang memiliki makna dan keunikan tersendiri sesuai dengan
budaya masyarakat.
13) Seni ukir Bali berhubungan dengan agama Hindu yang menggunakan motif-motif tumbuhan,
manusia, dan binatang.
14) Ukiran Jepara (Jawa Tengah) berhubungan dengan agama Islam dan banyak menggunakan
motof tumbuhan.
15) Salah satu jenis kayu yang digunakan sebagai bahan untuk seni ukir adalah kayu jati.
Ciri-ciri Karya Seni Rupa Daerah
Seni rupa daerah memiliki ciri-ciri yang membedakannya dengan kesenian lain.
Secara umum, karya seni rupa daerah memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
1. Bersifat kedaerahan.
2. Dipengaruhi oleh budaya dan latar belakang sejarah suatu wilayah.
Misalnya karya seni rupa daerah mengandung simbol-simbol dan bermakna.
Seni rupa daerah seringkali digunakan untuk upacara adat, agama, atau kebu tuhan sehari-
hari.
Seni rupa daerah dibuat dari bahan alam yang berasal dari lingkungan.
3. Corak dan motifnya dipengaruhi oleh kondisi fisik atau geografi suatu daerah, dipengaruhi juga
oleh corak seni tradisional masyarakat setempat
Rangkuman SBdP Kelas V (lima) Tema 7 Subtema 3 “Seni Rupa Daerah Indonesia” | 3
Fungsi Karya Seni Rupa Daerah
Fungsi karya seni rupa daerah dibedakan menjadi 2 (dua), yaitu:
1. Fungsi individual
Sebagai media untuk mengekspresikan jiwa, emosi dan mencerminkan segala sesuatu, baik suka,
duka, dan marah.
Selain itu, karya seni juga sebagai media mengekspresikan cita-cita, pandangan hidup, watak,
bentuk, corak bahan, dan juga teknik.
2. Fungsi Sosial
Manusia sepanjang hidupnya tidak bisa dipisahkan dengan seni sebab seni adalah bagian dari
kehidupan manusia yang sama pentingnya dengan kebutuhan primer lainnya.
Suatu karya seni dapat berfungsi baik secara individual bagi penciptanya dan penikmatnya,
maupun secara sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Karya seni rupa daerah memiliki beberapa fungsi sosial, sebagai berikut.
a. Sebagai media pendidikan
Peranan seni dalam bidang pendidikan yaitu sebagai alat peraga untuk memperlancar proses
belajar supaya anak didik lebih mudah dan mengerti menerimanya.
b. Sebagai media hiburan (refreshing)
Karya seni rupa daerah yang sengaja disajikan sebagai sarana hiburan untuk memberikan
kesenangan atau kebahagiaan kepada masyarakat luas.
c. Sebagai media komunikasi
Karya seni rupa dapat digunakan sebagai media untuk menyampaikan informasi kepada
masyarakat luas. Maka karya seni tersebut memiliki fungsi sosial dalam bidang komunikasi.
d. Sebagai media keagamaan
Manusia percaya terhadap adanya kekuatan-kekuatan gaib dilakukan dengan seni.
Kemudian turunnya agama-agama pun menjadi seni sebagai kegiatan yang tak terpisahkan dari
kegiatan keagamaan.
Misalnya memuja roh-roh nenek moyang atau para Dewa diwujudkan dengan patung.
Jenis Karya Seni Rupa Daerah
Berdasarkan jenisnya, seni rupa daerah terbagi menjadi 2 (dua), yaitu:
1. Seni rupa murni
Seni rupa murni adalah karya seni rupa yang mengutamakan segi keindahan tanpa memperhatikan
fungsi. Contoh lukisan dan patung.
2. Seni rupa terapan
Seni rupa terapan adalah karya seni rupa yang mengutamakan fungsi, namun tetap
memperhatikan segi keindahan.
Contoh batik, ukiran kayu, gerabah, dan lain-lain.
Rangkuman SBdP Kelas V (lima) Tema 7 Subtema 3 “Seni Rupa Daerah Indonesia” | 4
Pada zaman dahulu sebelum seni rupa murni muncul orang mengungkapkan perasaan dalam
bentuk coretan dan gambar yang tidak terarah pada din ding gua, batu, dan batang pohon.
Seni rupa murni mengarahkan manusia untuk mengungkapkan perasaan dalam bentuk karya seni
yang indah dan artistik.
Apresiasi yaitu Kegiatan menilai atau menghargai karya seni.
Ada banyak hal yang dapat dijadikan dasar penilaian, di antaranya bentuk, objek, tema, teknik,
dan makna simbolnya.
1. Apresiasi Terhadap Karya Lukisan
1) Lukisan adalah karya seni yang proses pembuatannya dilakukan dengan memulaskan cat dengan
alat kuas lukis, pisau palet atau peralatan lain, yaitu memulaskan berbagai warna dan nuansa
gradasi warna, dengan kedalaman warna tertentu juga komposisi warna tertentu dari bahan warna
pigmen warna dalam pelarut (atau medium).
2) Tiap-tiap pelukis memiliki gaya dan teknik melukis yang berbeda satu sama lain.
3) Demikian pula objek dan makna simbolis yang dituangkan dalam lukisannya berbeda antara lukisan
satu dengan yang lain.
Sebagai contoh lukisan karya Affandi.
1) Affandi memiliki lambang khusus untuk lukisannya.
2) Misalnya matahari mengandung makna sumber
penghidupan, tangan bermakna aku bekerja dengan
tanganku bukan pikiranku, dan kaki bermakna aku
berjalan maju dengan kakiku.
3) Affandi memiliki gaya atau teknik melukis yang unik.
4) Dia melukis tidak menggunakan kuas tetapi langsung
mengoleskan cat dari tube ke kanvas dan terkadang hanya
menggunakan jarinya sebagai alat bantu.
5) Pelukis Affandi sangat menyukai bentuk matahari, tangan, dan kaki sebagai perlambang.
6) Oleh karena rasa cintanya yang terlalu besar terhadap bentuk-bentuk perlambang tersebut, Affandi
menciptakan tanda tangan dirinya terdiri dari ketiga bentuk perlambang tersebut.
7) Ia selalu membubuhkan tanda tangannya yang unik tersebut dalam setiap karyanya.
2. Apresiasi Terhadap Karya Patung
1) Patung adalah benda tiga dimensi karya manusia yang diakui secara khusus sebagai suatu karya seni.
2) Orang yang menciptakan patung disebut pematung.
3) Patung dapat dibuat dari berbagai bahan dan dengan berbagai teknik.
4) Ada patung tanah liat, patung kayu, patung batu, patung tembaga, dan patung baja.
5) Tiap bahan memerlukan teknik atau cara pengerjaan yang berbeda.
6) Ada yang dikerjakan dengan tatah, dipahat, dicor, dilas, atau cukup dibentuk dengan tangan karena
bahannya bersifat lunak.
7) Patung yang dibuat oleh seniman patung ada yang bentuknya sederhana dan mudah dimengerti.
Namun, ada juga bentuk patung yang aneh dan sulit dimengerti.
8) Pada gambar di atas merupakan patung karya Edhi Sunarso yang menjadi monumen atau tanda
peringatan pembebasan Irian Barat.
9) Lambang dari objek seorang pria yang terbebas dari rantainya mudah dimengerti maknanya yaitu
pembebasan.
10) Patung ”Persatuan” karya But Mochtar lebih sulit dimengerti
bentuk dan maknanya.
But Mochtar memang sengaja menciptakan bentuk abstrak
sehingga orang tidak mudah menangkap maksudnya.
Patung persatuan merupakan perlambang penjelmaan
manusia Indonesia yang hakiki, kehendak maupun harapan-
harapannya yang disampaikan lewat lembaga perwakilan
rakyat.
Rangkuman SBdP Kelas V (lima) Tema 7 Subtema 3 “Seni Rupa Daerah Indonesia” | 5
Patung ini juga merupakan perlambang dimensi
waktu yang telah ditempuh rakyat Indonesia dari
perjalanan masa lalu, masa kini dan masa
mendatang.
Patung yang tampak pada gambar A bentuknya
jelas, yaitu figur seorang wanita yang sedang
menghadapi sebuah jambangan berisi bunga.
Patung tersebut dibuat dari batu pualam yang
dipahat sedemikian rupa sehingga diperoleh bentuk seperti tampak di depan.
Patung gambar B bersifat abstrak, objeknya tidak jelas dan sulit dimengerti.
Patung tersebut terbuat dari bahan kayu dengan teknik tatah dan ukir.
ukir.
=== Selamat Belajar ===
Rangkuman SBdP Kelas V (lima) Tema 7 Subtema 3 “Seni Rupa Daerah Indonesia” | 6