Kelas
V
RANGKUMAN PPKN TEMA 8
LINGKUNGAN
SABAHAT KITA
1.3. Mensyukuri keragaman sosial masyarakat sebagai
anugerah Tuhan Yang Maha Esa dalam konteks
Bhinneka Tunggal Ika
2.3. Bersikap toleran dalam keragaman sosial budaya
masyarakat dalam konteks Bhinneka Tunggal Ika.
3.3. Menelaah keragaman sosial budaya masyarakat.
SDK SANTO ALOYSIUS
Jl. Gatotan 26 (031) 3550920,
www.sdkstaloysius.sch.id.
Surabaya
untuk kalangan sendiri
@S. Tri Ariwibowo, S.Pd.
Maret 2021
RANGKUMAN PPKN TEMA 8
SUBTEMA 1: Manusia dan Lingkungan
Halaman 18
1. Keragaman Budaya Bangsa di Wilayah Indonesia
Kekayaan budaya Indonesia beragam bentunya.
Beberapa di antaranya berbentuk bahasa daerah, rumah tradisional, pakaian adat, dan kesenian
daerah berupa tari-tarian, alat musik, lagu-lagu, dan upacara adat.
Semua budaya tersebut menjadi ciri khas tiap-tiap daerah.
Berikut contoh budaya daerah di Indonesia:
1) Rumah Adat
Hampir setiap suku bangsa mempunyai bentuk rumah sebagai tempat tinggal yang berbeda-beda.
Bangunan rumah setiap suku bangsa disesuaikan dengan kondisi alam.
Nama rumah adat setiap daerah berbeda dari daerah satu dengan daerah lain.
Berikut ini nama beberapa rumah adat dari berbagai daerah di Indonesia.
1) Rumah Aceh, Rumah Krong Bade – Aceh.
2) Rumah Balai Batak Toba, Rumah Bolon – Sumatra Utara
3) Rumah Gadang – Sumatra Barat
4) Balai Salaso Jatuh atau Rumah Adat Selaso – Riau
5) Rumah Melayu Atap Limas Potong – Kepulauan Riau
6) Rumah Panggung – Jambi
7) Rumah Bubungan Lima – Bengkulu
8) Rumah Limas – Sumatra Selatan
9) Rumah Rakit dan Rumah Limas – Bangka Belitung
10) Rumah Nuwou Sesat – Lampung
11) Rumah Kasepuhan – Jawa Barat
12) Rumah Adat Badui – Banten
13) Rumah Kebaya dan Rumah Gadang – DKI Jakarta
14) Rumah Joglo – Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur
15) Rumah Panjang – Kalimantan Barat
16) Rumah Betang – Kalimantan Tengah
17) Rumah Baloy – Kalimantan Utara
18) Rumah Lamin – Kalimantan Timur
19) Rumah Banjar – Kalimantan Selatan
20) Gapura Candi Bentar – Bali
21) Laikas – Sulawesi Utara
22) Rumah Adat Doloupa – Gorontalo
23) Rumah Tambi – Selawesi Tengah
24) Rumah Adat Mandar – Sulawesi Barat
25) Rumah Adat Tongkonan – Sulawesi Selatan
26) Rumah Adat Buton – Sulawesi Tenggara
27) Dalam Loka Samawa – Nusa Tenggara Barat
28) Sao Ata Mosa Lakitana – Nusa Tenggara Timur
29) Rumah Baileo – Maluku, Maluku Utara
30) Honai – Papua, Papua Barat
2) Pakaian Adat
Pakaian adat tradisional Indonesia merupakan salah satu kekayaan budaya yang dimiliki negara
Indonesia.
Banyaknya suku-suku dan provinsi yang ada di wilayah negara Indonesia maka banyak pula baju
adat yang dimiliki oelh setiap suku di seluruh provinsi Indonesia.
Pakaian adat di Indonesia memiliki ciri-ciri khusus dalam pembuatan atau dalam mengenakannya.
Berikut beberapa nama pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia
1) Elee Balang – Aceh
2) Ulos – Sumatra Utara
3) Bundo Kanduang – Sumatra Barat
4) Pakaian Tradisional Melayu – Riau
5) Teluk Belangan Kepulauan – Riau
6) Aesan Gede – Sumatra Selatan
Rangkuman PPKN Kelas V Tema 8 Subtema 1 s.d 3_SDK St Aloysius_2021 | 1
7) Paksian – Bangka Belitung
8) Kebaya – Jawa Tengah
9) Kebaya Ksatrian – DI Yogyakarta
10) Pesa’an – Jawa Timur
11) Perang – Kalimantan Barat
12) Pengantian Bagajah Gamuling Baular Lulut – Kalimantan Selatan
13) Kulavi (Donggala) – Sulawesi Utara
14) Baju Nggembe – Sulawesi Tengah
15) Baju Bodo – Sulawesi Selatan
16) Baju Cele – Maluku
17) Pakaian Manteren Lamo – Maluku Utara
3) Kesenian Daerah (halaman 88)
Kesenian daerah di wilayah Indonesia sangat beragam. Setiap suku bangsa memiliki kesenian khas
terdiri dari: tari-tarian dan lagu daerah.
Berikut beberapa nama tarian dari berbagai daerah di Indonesia:
1) Tari Seudati , Tari Saman Meusekat – Aceh
2) Tari Serampang Dua Belas, Tari Tortor – Sumatra Utara
3) Tari Piring, Tari Payung – Sumatra Barat
4) Tari Tandak, tari Makan Sirih – Riau
5) Tari Joget Lambak – Kepulauan Riau
6) Tari Sekapur Sirih, Tari Selampir Delapan – Jambi
7) Tari Andun, Tari Bidadari Anak – Bengkulu
8) Tari Tanggai, Tari Putri Bekhusek – Sumatra Selatan
9) Tari Campak – Bangka Belitung
10) Tari Jangget, Tari Melinting, Tari Badana – Lampung
11) Tari Jaipong, Tari Topeng Kuncaran, Tari Merak – Jawa Barat
12) Tari Merak, Tari Cokek – Banten
13) Tari Topeng, Tari Yapong – DKI Jakarta
14) Tari Serimpi, Tari Blambang Cakil, Tari Gambyong – Jawa Tengah
15) Tari Golek Menak, Tari Bedhaya – DI Yogyakarta
16) Tari Remong, Tari Reog Ponorogo, Tari Padang Wulan – Jawa Timur
17) Tari Monong, Tari Zapin Tembung – Kalimantan Barat
18) Tari Tambun dan Bungai, Tari Balean Dadas – Kalimantan Tengah
19) Tarian Kancet Ledo – Kalimantan Utara
20) Tari Gong, Tari Perang – Kalimantan Timur
21) Tari Baksa Kembang, Tari Radab Rahayu – Kalimantan Selatan
22) Tarian Kancet Ledo – Kalimantan Utara
23) Tari Gong, Tari Perang – Kalimantan Timur
24) Tari Baksa Kembang, Tari Radab Rahayu – Kalimantan Selatan
25) Tari Legog, Tari Kecak, Tari Pendet – Bali
26) Tari Maengket, Tari Polo – Sulawesi Utara
27) Tari Saronde – Gorontalo
28) Tari Lumense, Tari Moduai, Tari Peule Cinde – Sulawesi Tengah
29) Tari Toerang Batu – Sulawesi Barat
30) Tari Kipas, Tari Bosara – Sulawesi Selatan
31) Tari Balumpa, Tari Dinggu – Sulawesi Tenggara
32) Tari Mpa Lenggogo, Tari Gandrung – Nusa Tenggara Barat
33) Tari Perang, Tari Caci, Tari Gawi – Nusa Tenggara Timur
34) Tari Lenso, Tari Cakalele – Maluku
35) Tari Perang, Tari Nahar Ilaa – Maluku Utara
36) Tari Suanggi, Tari Perang Papua – Papua Barat
37) Tari Selamat Datang, Tari Musyoh – Papua.
2. Sikap Toleransi yang Dapat Dilakukan dalam Keragaman Sosial Budaya di Indoensia.
1) Sikap toleran berarti menahan diri, bersikap sabar, membiarkan orang berpendapat lain dan berhati
lapang terhadap orang-orang yang memiliki pendapat berbeda.
Rangkuman PPKN Kelas V Tema 8 Subtema 1 s.d 3_SDK St Aloysius_2021 | 2
2) Toleransi sejati didasarkan sikap hormat terhadap martabat manusia, hati nurani, dan keyakinan
serta keikhlasan apa pun agama, suku, golongan, ideologi atau pandangannya.
3) Tuhan menciptakan manusia berbeda dan beragam. Perbedaan itu adalah anugerah yang harus kita
syukuri karena dengan keragaman kita menjadi bangsa yang besar dan arif dalam bertindak.
4) Negara menjamin warga negaranya untuk menganut dan mengamalkan ajaran agamanya masing-
masing. Jaminan negara terhadap warga negara untuk memeluk dan beribadah diatur dalam UUD
1945 Pasal 29 ayat (2) yang berbunyi “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap
penduduk untuk memeluk agamanya masnig-masing dan untuk beribadat menurut
agamanya dan kepercayaannya itu”.
5) Bentuk perilaku kehidupan dalam keberagaman agama diantaranya diwujudkan dalam bentuk:
a) Melaksanakan ajaran agama yang dianutnya dengan baik dan benar.
b) Menghormati agama yang diyakini orang lain
c) Tidak memaksakan keyakinan agama yang dianutnya kepada orang lain.
d) Toleran terhadap pelaksanaan ibadah yang dianut pemeluk agama lain.
6) Perbedaan suku dan ras antara manusia yang satu dengan yang lain hendaknya tidak menjadikan
kendala dalam membangun persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia maupun dalam pergaulan
dunia.
Kita harus menghormati harkat dan martabat manusia yang lain. Bentuk perilaku kehidupan dalam
keberagaman suku diantaranya diwujudkan dalam bentuk:
a) Tidak memandang rendah suku atau budaya yang lain
b) Tidak menganggap suku atau budayanya paling tinggi dan paling baik
c) Menerima keragaman suku bangsa dan budaya sebagai kekayaan bangsa yang tak ternilai
harganya.
d) Lebih mengutamakan negara negara dari pada kepentingan daerah atau suku masing-masing.
7) Kehidupan sosial dan keberagaman kebudayaan yang dimiliki bangsa Indonesia menjadi kekayaan
bangsa Indonesia.
Kita sebagai warga negara harus bersemangat untuk memelihara dan menjaga kebudayaan bangsa
Indonesia.
Perilaku dan semangat kebangsaan dalam mempertahankan keberagaman budaya bangsa dapat
dilaksanakan dengan:
a) Mengetahui keanekaragaman budaya yang dimiliki bangsa Indonesia
b) Mempelajari dan menguasai salah satu seni budaya sesuai denga minat dan kesenangannya
c) Merasa bangga terhadap budaya bangsa sendiri
d) Menyaring budaya asing yang masuk ke dalam bangsa Indonesia.
Contoh perwujudan sikap toleransi dalam berbagai lingkungan, antara lain:
a) Sekolah:
menghormati tema sekelas yang berbeda agama
tidak menjelek-jelekkan agama teman
b) Masyarakat:
membiarkan orang lain beribadah sesuai agama masing-masing
tidak memaksakan agama kepada orang lain
tidak mengganggu orang lain yang sedang beribadah
c) Bangsa dan Negara:
menjaga persatuan dan kesatuan bangsa meskipun memiliki banyak perbedaan
saling menghargai perbedaan agar kesatuan dapat terwujud.
Rangkuman PPKN Kelas V Tema 8 Subtema 1 s.d 3_SDK St Aloysius_2021 | 3
Subtema 2: Perubahan Lingkungan
1. Menghargai Keanekaragaman Mata Pencaharaian Masyarakat
1) Kekayaan alam melimpah dan budaya yang beraneka ragam, memengaruhi mata pencaharaian
masyarakat Indonesia.
2) Berikut cara-cara menghargai keanekaragaman mata pencaharian masyarakat di lingkungan sekitar,
antara lain:
a) Tidak mencela dan merendahkan mata pencaharian orang lain.
Mata pencaharian masyarakat yang beragam, mulai dari asongan, pengamen, pewagai, karyawan
swasta, hingga pengusaha.
Adapun pekerjaan orang lain, kita tidak boleh merendahkan kita harus tetap menghormati dan
tidak boleh mencela bahkan merendahkan.
b) Menghormati orang lain yang sedang bekerja
c) Menghargai pekerjaan orang lain
tidak membeda-bedakan orang hanya berdasarkan pekerjaannya saja.
d) Membiasakan membeli produk-produk lokal.
e) Membiasakan mengonsumsi makanan dan buah-buahan dalam negeri.
Membantu mensejahterakan petani Indonesia.
3) Keragaman sosial akibat berbagai jenis usaha menimbulkan keuntungan, yaitu:
a) Tersedianya semua keperluan manusia baik barang maupun jasa
b) Meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat
c) Semakin eratnya rasa persatuan dan kesatuan warga
d) Tumbuhnya sikap saling menghargai sesama warga
e) Tumbuhnya rasa kebersamaan dalam mendukung keragaman
4) Cara menghargai kegiatan usaha ekonomi dapat dilakukan dengan cara:
a) Menumbuhkan persaingan usaha yang sehat dalam kegiatan perekonomian.
b) Menghormati usaha ekonomi orang lain dengan tidak iri atas keberhasilannya
c) Menjunjung tinggi setiap jenis pekerjaan yang dilakukan orang lain
d) Meneladani keberhasilan orang lain dengan meniru sikap positif orang lain.
5) Sikap pelaku usaha ekonomi dalam menjalin hubungan dengan persaingannya yaitu dalam
menjalankan kegiatan usaha ekonomi, setiap orang harus melakukan dengan penuh tanggung
jawab.
Penerapan tanggung jawab juga dapat menciptakan ketertiban, keamanan, dan ketenangan dalam
masyarakat.
2. Keunikan Adat istiadat dalam Keragaman Sosial Budaya Masyarakat Indonesia
1) Bhinneka Tunggal Ika
= merupakan semboyan bangsa Indonesia yang mengungkapkan persatuan dan kesatuan yang
berasal dari keanekaragaman.
= memiliki bahasa Indonesia dan bendera kebangsaan merah putih sebagai lambang identitas
bangsa dan kita bersatu padu di bawah falsafah dan dasar negara Pancasila.
2) Kebiasaan yang mengikat masyarakat dan berlangsung dalam jangka waktu cukup lama dikenal
dengan adat istiadat.
Adat istiadat merupakan kebiasaan sosial yang sejak lama ada di dalam masyarakat dan
bertujuan mengatur tata tertib dalam masyarakat.
Adat istiadat setiap kelompok masyarakat dapat sama atau berbeda satu dengan yang lain.
= contohnya: adat istiadat masyarakat Osing di Banyuwangi yang merupakan perpaduan antara
budaya Jawa , Madura, dan Bali.
Adat istiadat masayarakat di desa Jawa Timur dan Jawa Tengah memiliki kesamaan, salah satunya
bawah mereka memiliki ikatan yang berdasarkan pada persahabatan.
Rangkuman PPKN Kelas V Tema 8 Subtema 1 s.d 3_SDK St Aloysius_2021 | 4
3) Beberapa adat istiadat di wilayah Indonesia, antara lain:
1) Aceh
Peusijuk Merupakan salah satu tradisi leluhur masyarakat Aceh sebagai bentuk rasa syukur atas
anugerah Tuhan.(Pada saat pernikahan, kelahiran, naik haji, ataupun menempati rumah baru)
2) Sumatra Utara
Tradisi Mangkokkal Holi berarti mengambil tulang belulang dari leluhur dari kuburan.
Tulang ditempatkan dalam peti dan diletakkan dalam sebuah bangunan tugu khusus untuk
menyimpan tulang belulang leluhur.
3) Sumatra Barat
Perayaan Tabuik tradisi masyarakat Pariaman, Sumatra Barat untuk memperingati meninggalnya
cucu Nabi Muhammad SAW, Hasan dan Husein.
4) Riau
Balimau Kasai upacara tradisional bagi masayarakat Kampar di Provinsi Riau untuk menyambut
bulan Suci Ramadhan.
Balimau bermakna mandi dengan menggunakan air dicampur jeruk yang oleh masyarakat
setempat disebut limau.
5) Kepulauan Riau
Bertepuk Tangan Tawar merupakan prosesi adat dengan tujuan memberikan berkah untuk
mencapai keselamatan dan kesejahteraan, menghapus sial, majal, dan duka nestapa.
6) Kepulauan Bangka Belitung
Perang Ketupat Acara adat yang biasanya dighelar di pulau Bangka. Diselenggarakan setiap
masuk Thaun Baru Islam (1 Muharam) di Pantai Tempilang, Kabupaten Bangka Barat.
7) Jambi
Upacara Besale Suku Anak Dalam Merupakan kegiatan pengobatan tradisional yang bertujuan
untuk membersihkan/ mengusir roh jahat yang dianggap sebagai sumber penyakit dari jiwa si sakit.
8) Sumatra Selatan
Sedekah Rame salah satu upacara tradisional suku Lahat yang diselenggarakan oleh para petani
dalam rangka kegiatan pertanian, mulai dari penyiangan, pembibitan, dan penanaman sampai
panen.
9) Bengkulu
Bakar Gunung Api merupakan upacara adat yang dilakukan dengan menyusun batok kelapa
sehingga membentuk gunungan lalu dibakar.
Tradisi ini dilakukan oleh suku Serawak sebagi ucapaan syukur kepda Tuhan YME dan juga doa bagi
arwah keluarga agar hidup tenteram di akhirat.
10) Lampung
Ngebabali Upacara adat dilaksanakan saat membuka huma atau perladangan baru, saat
membersihkan lahan untuk ditanami, saat mendidrikan rumah dan kediaman yang baru, atau juga
untuk membersihkan tempat angker yang mempunyai aura gaib jahat.
11) DKI Jakarta
Mapas Upacara di Betawi yang dilakukan apabila ada seseorang ibu yang baru saja melahirkan.
Pada upacara ini, si ibu yang baru melahirkan diharuskan memakan “sayur papasan” yang isinya
terdiri dari berbagai macam sayur mayur agar si ibu tetap sehat, demikian juga bayi yang baru saja
dilahirkanya.
12) Jawa Barat
Sisingan Tradisi mengarak anak sehari sebelum dikhitan dengan menggunakan tandu berbentuk
singa (di daerah Subang).
13) Banten
Seren taun merupakan wahana untuk bersyukur kepada Tuhan YME atas segala hasil pertanian
yang dilaksanakan pada tahun ini, seraya berharap hasil pertanian mereka akan meningkat pada
tahun yang akan datang.
14) Jawa Tengah
Ruwatan upacara adat Jawa yang dilakukan dengan tujuan meruwat atau menyucikan seseorang
dari segala kesialan, nasib buruk, danmemebrikan keselamatan dalam menjalani hidup. (biasanya
upacara ini dilakukan di dataran Tinggi Dieng.
15) DI Yogyakarta
Sekaten Acara ulang tahun Nabi Muhammad SAW, yang diadakan pada setiap tanggal 5 bulan
Jawa Mulud (Rabiul Awal Tahun Hijriah) di alun-alun utara Surakarta dan Yogyakarta. Upacara ini
dahulu digunakan oleh Sultan Hamengkubuwono I, pendiri Keraton Yogyakarta, untuk mengundang
masyarakat mengikuti dan memeluk agama Islam.
Rangkuman PPKN Kelas V Tema 8 Subtema 1 s.d 3_SDK St Aloysius_2021 | 5
16) Jawa Timur
Kasada hari raya adat Suku Tengger di Jawa Timur yang digelar setiap hari ke-14 di bulan
Kasada dalam penanggalan Jawa. Dalam Upacara Kasada, Suku Tengger melempar aneka sesajen
berupa sayuran, bauh-buahan, hasil ternak bahkan uang ke kawah Gunung Bromo.
17) Bali
Ngaben merupakan upacara kremasi atau pembakaran jenazah di Bali
Upacara Ngaben merupakan sebuah ritual yang dilakukan untuk mengirim jenazah pada kehidupan
mendatang (dalam upacara ini, jenazah diletakkan dengan posisi seperti orang tidur)
18) Nusa Tenggara Barat
U’a Pua Merupakan upacara yang berkaitan dengan pelaksanaan peringatan Maulid Nabi Besar
Muhammad SAW (diadakan selama tujuh hari berturut-turut, menampilkan atraksi-atraksi yang
dibawakan oleh para masyarakat mbojo dari Bima yang diawali dengan pawai dari istana Bima yang
diikuti oelh semua masyarakat istana, penari, dan group kesenian).
19) Nusa Tenggara Timur
Pesta Adat Reba sebuah kegiatan kebudayaan masyarakat di NTT diselenggarakan dalam rangka
menyambut pergantian tahun.
Salah satu ciri khas festival ini adalah memakan ubi bersama-sama dengan diirigi tarian adat suku
Bena bersama Besa Uwi.
20) Kalimantan Barat
Naik Dango merupakan upacara rutin tahunan yang diadakan masyarakat Dayak di Kalimantan
Barat sebagai ungkapan rasa syukur kepada Nek Jubata (Sang Pencipta) atas panen padi yang
melimpah.
Selain untuk bersyukur, juga untuk memohon kepada Jubata agar hasil panen tahun depan bisa
lebih baik serta masyarakat dihindarkan dari bencana dan malapetaka.
21) Kalimantan Tengah
Uluh Matei upacara sakral terbesar untuk mengantarkan jiwa atau roh manusia yang telah
meninggal dunia menuju tempat yag dituju, yaitu Lewu Tatua Dia Rumpang Tulang, Rundung Raja
Dia Kamalesu Uhate, Lewu Tatua Harabas Bulau, Habusung Hintan, Hakarangan Lamiang atau Lewu
Liau yang letaknya di langit ke tujuh.
22) Kalimantan Selatan
Aruh Baharin Upacara adat yang digelar oelh masyarakat suku Dayak Dusun Halong yang
berdomisili di Desa Kapul, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan setelah
musim panen padi ladang usai.
23) Kalimantan Timur
Upacara Dahau atau pemberian nama anak merupakan upacara yang dilaksanakan keturunan
bangsawan, orang terpandang di kampung. Upacara ini berlangsung selama sebulan penuh.
24) Kalimantan Utara
Nyadar adalah kekayaan tradisi masyarakat petani garam Desa Pinggir Papas, Nyadar dilakukan
di sekitar kompleks makam leluhur, disebut juga astra (lebih dikenal dengan nama Bujuk Gubang).
25) Sulawesi Utara
Upacara Mekikuwa Upacara adat suku Minahasa di Manado, yang merupakan ungkapan rasa
syukur atas pemeliharan Tuhan di sepanjang tahun yang telah dilewati dan permohonan kepda
Tuhan agar dibukakan jalan untuk memperoleh banyak berkat dalam menjalankan tahun yang baru.
26) Gorontalo
Upacara Momondo (pengesahan bahwa kedua mempelai siap untuk menikah). Digelar 40 hari
sebelum hari pernikahan. Calon pengantin akan menerima petuah-petuah sebagai bekal berumah
tangga.
27) Sulawesi Tengah
Ritual Mora’akeke bertujuan memohon kepada Tuhan untuk meredupkan sinar matahari yang
menyebabkan kemarau panjang sekaligus menambah deras air Sungai Vuno yang mengering.
28) Sulawesi Tenggara
Upacara Adat Posuo Upacara adat yang dilakukan oleh masyarakat Buton. Upacara ini
dilaksanakan ketika seorang perempuan telah beralih statusnya dari labuabua atau gadis remaja
dalam bahasa Buton menuju kalambe atau gadis dewasa. Posuo diselenggarakan untuk menguji
kesucian seorang gadis.
29) Sulawesi Selatan
Mappalili Upacara mengawali musim tanam padi di sawah. Dijalankan oleh para pendeta Bugis
Kuno yang dikenal dengan sbutan bissu. Selain diPangkep, komunitas bissu ada di Bone, Soppeng,
dan Wajo.
Rangkuman PPKN Kelas V Tema 8 Subtema 1 s.d 3_SDK St Aloysius_2021 | 6
30) Sulawesi Barat
Tradisi Sayyang Pattu’du atau kuda menari tradisi syukuran terhadap anak-anak yang berhasil
mengkhatamkan Al-Qur’an sebanyak 30 juz. Suyukuran ini dilakukan dalam bentuk arakan keliling
kampung dengan menggunakan seekor kuda yang menari di bawah lantunan irama para pengiring.
31) Maluku
Pukul Sapu tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Desa Mamala sebuah desa yang berada di
Pulau Ambon.
Tradisi ini dilakukan setiap syawal atau sepekan setelah hari raya Idulfitri.
Tradisi ini dilakukan oleh para laki-laki bertelanjang dadad dengan menggunakan celana pendek dan
ikat kepala.
32) Maluku Utara
Abdau Tradisi menyambut hari raya IdulAdha.
Upacara adat ini masyarakat mengantarkan hewan kurban untuk dibagkan ke masyarakat yang
memerlukan. Salah satu tujuan kegiatan ini adalah sebagai perekat antar warga Maluku yang pernah
terjadi konflik.
33) Papua
Pesta Bakar Batu di Papua biasanya terdiri dari 3 tahap, yaitu: tahap persiapan, bakar babi, dan
makan bersama.
34) Papua Barat
Tanam Sasi Upacara adat di Suku Marin, Kabupaten Merauke sebagai rangkaian upacara
kematian.
Sasi ditanam 40 hari setelah kematian seseorang dan akan dicabut kembali setelah 1.000 hari.
Subtema 3: Usaha Pelestarian Lingkungan
Arti Penting Memahami Keragaman Sosial Budaya
1. Persatuan dalam keragaman harus dipahami oleh setiap warga masyarakat agar dapat mewujudkan:
a) Kehidupan yang serasi, selaras, dan seimbang
b) Pergaulan antarsesama yang lebih akrab
c) Perbedaanyang ada tidak menjadi sumber masalah
d) Pembangunan berjalalan lancar
2. Bhinneka Tunggal Ika merupakan semboyan bangsa kita yang mengungkapkan persatuan dan kesatuan
yang berasal dari keanekaragaman.
Walaupun kita terdiri dari berbagai suku dengan beraneka ragam budaya daerah,, namun kita tetap
satu Indonesia serta memiliki bahasa dan tanah air yang sama, yaitu bahasa Indonesia dan tanah
air Indonesia.
Kita juga memiliki bendera kebangsaan Merah Putih sebagai lambang identitas bangsa dan kita
bersatu padu di bawah falsafah dan dasar negara Pancasila.
3. Sikap menghormati terhadap keragaman suku bangsa dapat terlihar dari sifat dan sikap dalam kehidupan
sehari-hari, antara lain:
a) Dalam kehidupan bermasyarakat tercipta kerkunan seperti halnya dalam keluarga.
b) Antara warga masyarakat terdapat semangat tolong menolong, kerja sama untukmenyelesaikan
suatu masalah dan kerja sama dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
c) Dalam menyelesaikan urusan bersama selalu diusahakan dengan melalui musyawarah.
d) Terdapat kesadaran dan sikap yang mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan
pribadi atau golongan.
4. Sikap menghormati keanekaragaman budaya dapat kita tunjukkan dengan sikap:
a) Menghormati kelompok lain yang menjalankan kebiasaan dan adat istiadatnya.
b) Tidak menghina hasil kebudayaan suku bangsa lain
c) Mau belajar dan mengembangkan berbagai jenis seni tradisional seperti sei tari, seni musik, seni
pertnjukan.
d) Bangga dengan hasil kebudayaan dalam negeri.
Rangkuman PPKN Kelas V Tema 8 Subtema 1 s.d 3_SDK St Aloysius_2021 | 7
Dalam rangka pembinaan kebudayaan nasional, kebudayaan daerah perlu juga kita kembangkan karena
kebudyaan daerah mempunyai kedudukan yangsangat penting. Pembinaan kebudayaan daerah dapat
dilakukan dengan cara:
a) Pertukaran kesenian daerah
b) Pembentukan organisasi kesenian daerah
c) Penyebarluasan seni budaya (melalui radio, TV, surat kabar, majalah dll).
d) Penyelenggaraan seminar mengenai seni budaya daerah.
e) Membentuk sanggar tari daerah
f) Mengadakan pesta kebudayaan
5. Menghormati ras yang ada di Indonesia dapat dilakukan dengan cara:
a) Menerima ras orang lain dalam pergaulan sehari-hari
b) Tidak membeda-bedakan antara ras sayng satu dengan ras yang lain
c) Tidak menjelek-jelekkan, menghina, merendahkan ras orang lain
6. Beberapa sikap yang dikembangkan dalam menghormati kelompok atau golongan lain yang ada di
Indonesia, antara lain:
a) Menerima golongan atau orang lain dalam pergaulan sehari-hari.
b) Tidak membeda-bedakan atara golongan satu dengan golongan yang lain.
c) Tidakmenjelek-jelekkan, menghina, dan merendahkan golongan atau kelompok yang lain.
7. Alat pemersatu bangsa dan negara bangsa Indonesia adalah:
a) Bhinneka Tunggal Ika
b) Dasar negara Pancasila
c) Bendera Merah Putih sebagai bendera kebangsaan
d) Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa pemersatu
e) Lambang negara burung Garuda
f) Lagu kebangsaan “Indonesia Raya”
g) Lagu-lagu perjuangan.
== Selamat Membaca dan Selamat Belajar ==
Rangkuman PPKN Kelas V Tema 8 Subtema 1 s.d 3_SDK St Aloysius_2021 | 8