The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ari wibowo, 2021-02-04 14:32:09

Rangkuman IPS

Tema 7 Subtema 1

RANGKUMAN
IPS Kelas V
(lima) Semester
Genap

Tema 7: Peristiwa dalam
Kehidupan

Subtema 1: Peristiwa Kebangsaan
Masa Penjajah

KD:
3.4 Mengidentifikasi faktor-faktor penting penyebab
penjajahan bangsa Indonesia dan upaya bangsa
Indonesia dalam mempertahankan kedaulatannya.
4.4 Menyajikan hasil identifikasi mengenai faktor-faktor
penting penyebab-penyebab penjajahan bangsa
Indonesia dan upaya bangsa Indonesia dalam
mempertahankan kedaulatannya.

Oleh: S. Tri Ariwibowo, S.Pd.
Februari 2021

1. Latar Belakang kedatangan Bangsa-bangsa Eropa di Indonesia
1) Apa hubungan rempah-rempah dan penjajahan di Indonesia?
Jatuhnya Konstantinopel ke tangan bangsa Turki pada tahun 1453 menyebabkan bangsa Eropa
mengalami kesulitan mendapatkan rempah-rempah. Oleh karena itu, mereka mencari sendiri daerah
penghasil tempah-rempah dengan melakukan penjelajahan-penjelajahan samudra dan penjajahan
terhadap negara-negara yang kaya rempah-rempah.
2) Indonesia merupakan penghasil rempah-rempah yang sangat melimpah.
3) Melimpahnya rempah-rempah dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia,. Namun,
melimpahnya rempah-rempah di Indonesia juga membuat bangsa-bangsa di Eropa berusaha untuk
menguasasi perdagangannya.
4) Bangsa Eropa berniat untuk memonopoli perdagangan rempah-rempah karena harga jual rempah-
rempah di Eropa pada waktu itu sangat mahal (setara degan harga emas).
5) Manfaat rempah-rempah  untuk industri, bumbu masak, penghangat badan, dan obat-obatan.

2. Hubungan antara Cengkih dan Penjajahan yang dialami oleh Bangsa Indonesia
1) Cengkih memiliki banyak manfaat  sebagai bumbu masak.
2) Bangsa Tiongkok dan Jepang, memanfaatkan cengkih  sebagai dupa.
3) Minyak cengkih digunakan sebagai aroma terapi dan obat sakit gigi.
4) Pohon cengkih banyak manfaat sehingga menjadikannya bernilai ekonomi tinggi.
5) Cengkih merupakan salah satu bahan rempah-rempah yang menjadi buruan bangsa-bangsa Eropa.
6) Indonesia mengalami penjajahan bangsa Eropa sehingga mengalami penderitaan dan penindasan.
7) Pada masa pemerintahan kerajaan-kerajan Islam di Indonesia, datanglah orang-orang Eropa yang
mengadakan pelayaran samudra.
8) Kedatangan bangsa Eropa di nusantara mula-mula disambut baik oleh bangsa Indonesia, namun
ketika orang-orang Eropa di berusaha menguasai Nusantara mereka mendapatkan reaksi keras berupa
perlawanan-perlawanan di berbagai daerah.

3. Peristiwa Kedatangan Bangsa Barat
1) Mulai abad XV bansga Eropa berusaha melakukan penjelajahan samudra.
2) Bangsa Eropa yang pernah melakukan penjelajahan dan penjajahan di Indonesia adalah:
a. Bangsa Portugis
Kapal-kapal pelayaran Portugis pertama kali mendarat di Malaka tahun 1511.

b. Bangsa Spanyol mendarat di Tidore Maluku tahun 1521.

Rangkuman IPS Kelas V Tema 7: Peristiwa dalam Kehidupan – Subtema 1 | 1

c. Bangsa Inggris dan Belanda

d. Bangsa Belanda pertama kali mendarat di Pelabuhan Banten tahun 1596.

3) Faktor-faktor pendorong penjelajahan samudra, antara lain:
a. Adanya keinginan mencari kekayaan (gold).
 Kekayaan yang mereka cari terutama rempah-rempah,
 Sekitar abad XV di Eropa harga rempah-rempah sangat mahal.
 Harga rempah-rempah semahal emas (gold).
 Manfaat rempah-rempah  untuk industri obat-obatan, penghangat badan, dan bumbu
masak.
b. Adanya keinginan menyebarkan agama (gospel).
 Tugas menyebarkan agama ini merupakan tugas suci yang harus dilaksanakan ke seluruh
dunia dan dipelopori oleh bangsa Portugis.
c. Adanya keinginan mencari kejayaan (glory).
 Di Eropa ada suatu anggapan bahwa apabila suatu negara mempunyai banyak tanah jajahan,
maka negara itu termasuk negara yang jaya (glory).
 Dengan adanya anggapan itu, negara-negara Eropa berlomba-lomba untuk mencari tanah
jajahan sebanyak-banyaknya.
d. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang pesat, yaitu:
 Dikembangkannya teknik pembuatan kapal yang dapat digunakan untuk mengarungi samudra
luas.
 Ditemukannya mesiu untuk persenjataan senjata dapat digunakan untuk melindungi pelayaran
dari ancaman bajak laut.
 Ditemukannya kompas.
 Kompas digunakan sebagai penunjuk arah sehingga para penjelajah tidak lagi bergantung
pada kebiasaan alam (petunjuk bintang), dll.

Rangkuman IPS Kelas V Tema 7: Peristiwa dalam Kehidupan – Subtema 1 | 2

4) Arti Gold, Gospel, dan Glory, adalah:
a. Gold  adanya keinginan mencari kekayaan
b. Gospel  adanya keinginan menyebarkan agama
c. Glory  adanya keinginan mencari kejayaan

4. Sistem Tanam Paksa Pemerintah Kolonial Belanda
1) Pada masa kepemimpinan Johanes Van Den Bosch  Belanda memperkenalkan sistem tanam paksa.
2) Sistem tanam paksa pertama kali diperkenalkan di Jawa dan dikembangkan di daerah-daerah lain di
luar Pulau Jawa.
3) Di Sumatra Barat  sistem tanam paksa dimulai sejak tahun 1748.
Selain di tempat tersebut, juga dilaksanakan di Minahasa, Lampung, dan Palembang.
4) Penduduk yang telah lama menanam kopi secara bebas dipaksa menanam kopi untuk diserahkan
kepada pemerintah kolonial.
5) Kopi  merupakan tanaman utama di Sumatra barat dan Minahasa.
6) Di Minahasa, kopi juga ada tanaman kelapa.
7) Lada  merupakan tanaman utama di Lampung dan Palembang.
8) Pelaksanaan tanam paksa banyak terjadi penyimpangan di antaranya:
a. Jatah tanah untuk tanaman ekspor melebihi seperlima tanah garapan, apalagi jika tanahnya
subur.
b. Rakyat lebih banyak mencurahkan perhatian, tenaga, dan waktunya untuk tanaman ekspor
sehingga banyak yang tidak sempat mengerjakan sawah dan ladang sendiri.
c. Rakyat yang tidak memiliki tanah harus bekerja melebihi 1/5 tahun.
d. Waktu pelaksanaan tanam paksa ternyata melebihi waktu tanam tanaman padi (3 bulan) sebab
tanaman-tanaman perkebunan memerlukan perawatan secara terus menerus.
e. Setiap kelebihan hasil panen dari jumlah pajak yang harus dibayarkan kembali kepada rakyat
ternyata tidak dikembalikan kepada rakyat.
f. Kegagalan panen tanaman wajib menjadi tanggung jawab rakyat atau petani.

9) Adanya penyimpangan-penyimpangan pelaksanaan tanam paksa membawa akibat yang
memberatkan rakyat Indonesia.

10) Akibat penyimpangan pelaksanaan tanam paksa, antara lain:
a. Banyak tanah terbengkelai sehingga gagal panen.
b. Rakyat semakin menderita, wabah penyakit merajalela, dan bahaya kelaparan melanda.

Contoh;
 di Cirebon  yang memaksa rakyatnya mengungsi ke daerah lain untuk menyelamatkan diri,
 di Gerobogan  terjadi kelaparan yang mengakibatkan banyak kematian sehingga jumlah
penduduk menurun tajam.

11) Tanam paksa yang diterapkan Belanda di Indonesia ternyata mengakibatkan aksi penentangan.
12) Berkat adanya kecaman dari berbagai pihak, akhirnya pemerintah Belanda menghapus tanam paksa

secara bertahap.
13) Salah satu tokoh Belanda yang menentang sistem tanam paksa adalah Douwes Dekker dengan nama

samaran Multatuli.
14) Dia menentang tanam paksa dengan mengarang buku berjudul “Max Havelaar”.
15) Edward Douwe Dekker mengajukan tuntutan kepada pemerintah kolonial Belanda untuk lebih

memerhatikan kehidupan bangsa Indonesia karena kejayaan negeri Belanda itu merupakan hasil
tetesan keringat rakyat Indonesia.
16) Dia mengusulkan langkah-langkah untuk membalas budi baik bangsa Indonesia, langkah-langkah
tersebut adalah :
a. Pendidikan (edukasi)
b. Membangun saluran pengairan (irigasi)
c. Memindahkan penduduk dari daerah yang padat ke daerah yang jarang penduduknya

(transmigrasi)

Rangkuman IPS Kelas V Tema 7: Peristiwa dalam Kehidupan – Subtema 1 | 3

5. Peristiwa Perlawanan terhadap Portugis.
1) Setelah Malaka dapat dikuasai oleh Portugis tahun 1511  terjadilah persaingan dagang antara
pedagang pedagang Portugis dan pedagang di Nusantara.
2) Portugis ingin selalu menguasai perdagangan.
3) Maka terjadilah perlawanan-perlawanan terhadap Portugis.
4) Perlawanan itu antara lain:
a. Sultan Ali Mughayat Syah (1514 – 1528)  Membebaskan Aceh dari upaya penguasaan bangsa
Portugis.
b. Sultan Alaudin Riayat Syah (1537 – 1568)  berani menentang dan mengusir Portugis yang
bersekutu dengan Johor.
c. Sultan Iskandar Muda (1607 – 1636)  Raja Kerajaan Aceh yang terkenal gigih dan berani
melawan Portugis di Malaka.

5) Pada awalnya, Portugis diterima dengan baik oleh para raja setempat dan diizinkan mendirikan
benteng, namun lama-kelamaan, rakyat Ternate mengadakan perlawanan.
= Hal itu dikarenakan Portugis:
a. serakah,
b. ikut campur dalam pemerintahan ,
c. membenci agama rakyat Aceh, dan
d. besikap seweang-wenang.

6) Rakyat Ternate dipimpin oleh Sultan Hairun bersatu dengan Tidore melawan Portugis sehingga
Portugis terdesak .

7) Portugis tidak tinggal diam, akhirnya mendatangkan bantuan dari Malaka yang dipiumpin oleh
Antoni Galvo sehingga Portugis mampu bertahan di Maluku.

8) Pada tahun 1565  rakyat Ternate bangkit kembali dibawah pimpinan Sultan Hairun.
9) Portugis berusaha menangkap Sultan Hairun, tetapi rakyat bangkit untukmelawan Portugis da

berhasil membebaskan Sultan Hairun dan tawana lainnya.
10) Portugis melakuka tindakan licik  Mengajak Sultan Hairun berunding, dan saat itu terjadi

penangkapan dan pembunuhan terhadap Sultan Hairun.
11) Perlawanan rakyat Ternate dilanjutkan di bawah pimpinan Sultan Baabullah (putra Sultan Hairun).
12) Pada tahun 1574  benteng Portugis dapat direbut, kemudian Portugis menyingkir ke Hitu dan

akhirnya menguasai dan menetap di Timor-Timu sampai tahun 1975.

6. Peristiwa Perlawanan terhadap Belanda
Berikut beberapa tokoh pemimpin perlawanan terhadap Belanda:
1) Sultan Hasanuddin  dari Makassar
2) Pengeran Antasari  dari Banjarmasin (Kalimantan Selatan)
3) Pattimura  dari Maluku
4) Sisingamangaraja  dari Sumatra Utara
5) Sultan Ageng Tirtayasa  dari Banten
6) Pangeran Diponegoro  dari Yogyakarta
7) Silas Papare  dari Papua

7. Peristiwa-peristiwa Sejarah pada Masa Awal Pergerakan Nasional
1) Bangsa Indonesia mengalami penderitaan akibat penjajahan mulai abad ke-17 sampai abad ke-20.
2) Pada masa penjajahan, bangasa Indonesia telah berusaha sekuat tenaga untuk mengusir penjajah dan
bercita-cita menjadi bangsa yang merdeka, bebas, dari penjajahan.
3) Berbagai bentuk perlawanan terhadap penjajahan yang dilakukan oleh para raja, bansgawan, tokoh
masyarakat dan tokoh agama dilakukan dengan cara mengangkat senjata.
4) Pada umumnya, bentuk perlawanan dengan cara mengangkat senjata saat itu mengalami kegagalan.
5) Faktor-faktor penyebab gagalnya perjuangan bansga Indonesia dalam mengusir penjajah, adalah:
a. Perjuangan bersifar kedaerahan
b. Perlawanan tidak dilakukan secara serentak
c. Masih bergantung pada pemimpin (jika pemimpin tertangkap, perlawanan terhenti)
d. Kalah dalam persenjataan
e. Belanda menerapkan politik adu domba (devide et impera)

Rangkuman IPS Kelas V Tema 7: Peristiwa dalam Kehidupan – Subtema 1 | 4

6) Kemudian, lahir sistem perjuangan baru yang dikenal dengan kebangkitan nasional
7) Berdasarkan pengalaman kegagalan perjuangan dengan cara mengangkat senjata, kaum terpelajar

dengan cara yang lebih modern, yaitu menggunakan kekuatan organisasi itu menandai lahirnya masa
pergerakan nasional.
8) Masa pergerakan kebangsaan dibedakan menjadi 3 (tiga) masa, yaitu:
a. Masa awal (perkembangan) pergerakan nasional,
b. Masa pergerakan radikal,
c. Masa moderat

8. Masa Awal Pergerakan Nasional (Thaun 1900-an)
1) Pada masa ini, lahir banyak organisasi pergerakan.
Seperti: Budi Utomo, Sarekat Islam, Muhammadiyah, dan Indische Partij (IP)
2) Salah satu organisasi yang besar pengaruhnya terhadap pergerakan nasional adalah Budi Utomo.
3) Pada hari Minggu tanggal 20 Mei 1908  Sutomo beserta kawan-kawannya berkumpul di Jakarta
untuk mendirikan organisasi Budi Utomo  yang berarti Usaha Mulia.
4) Sebagai organisasi modern yang pertama kali muncul di Indonesia, pemerintah RI menetapkan
tanggal berdirinya Budi Utomo diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

9. Masa Awal Radikal (Tahun 1920 – 1927-an)
1) Perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah pada abad ke-20 disebut  Masa Radikal.
= karena pergerakan-pergerakan nasioanl pada masa ini bersifat radikal atau keras terhadap
pemerintah Hindia Belanda.
2) Mereka menggunakan asas nonkooperatif atau tidak mau bekerja sama.
3) Organisasi-organisasi yang bersifat radikal adalah:
= Perhimpunan Indonesia (PI), Partai Komunis Indonesia (PKI), Nahdlathul Ulama (NU),
Partai Nasional Indonesia (PNI).

10. Masa Moderat (Tahun 1930-an)
1) Sejak tahun 1930, organisasi-organisasi pergerakan Indonesia mengubah taktik perjuangannya.
2) Mereka menggunakan taktik kooperatif (bersedia bekerja sama), dengan pemerintah Hindia
Belanda.
3) Organisasi-organisasi yang berhaluan moderat antara lain:
= Partindo 1930, PNI Baru, Partai Indonesia Raya (Perindra),
= Gerakan Rakyat Indonesia (Gerindo), dan gabungan Politik Indonesia (Gapi).
4) Selain itu, banyak organisasi kepemudaan dan keagamaan lainnya yang ada dan berkembang pada
masa itu, antara lain:
= Pergerakan Tarbiyah Islamiyah (Perti), Majelis Islam A’la Indonesia (MIAI),
= Jong Islamieten Bond, Sumatra Thawalib yang lahir di Minangkabau,
= Persatuan Pemuda Kristen, dan Persatuan Pemuda Katolik.

11. Faktor-faktor yang Memicu Munculnya Rasa Kebangsaan Indonesia

No. Faktor Internal Faktor Eksternal
Perkembangan nasionalisme di berbagai
1 Kenangan kejayaan masa lalu pada masa negara, seperti: pergerakan kebangsaan India.
kerajaan.
Adanya politik etis dari Belanda
Perilaku Belanda yang menyengsarakan
Peristiwa Perang Dunia I menyadarkan kaum
2 rakyat Indonesia sehingga menimbulkan terpelajar mengenal penentuan nasib bangsanya
rasa senasib sepenanggungan rakyat sendiri.
Munculnya dorongan untk melawan penjajahan
Indonesia. karena perbedaan ideologi.

3 Lahirnya kaum terpelajar Kemenangan Jepang atas Rusia.

4 Lahirnya kelompok terpelajar Islam

Lahir dan munculnya semangat
5 persamaan derajat pada masyarakat

Indonesia.

Rangkuman IPS Kelas V Tema 7: Peristiwa dalam Kehidupan – Subtema 1 | 5

12. Peristiwa Sumpah Pemuda 1928
1. Selama zaman penjajahan Belanda, Kongres Pemuda Indonesia diselenggarakan 2 (dua) kali.
2. Kongres Pemuda Indonesia I berlangsung di Jakarta  pada tanggal 30 April – 2 Mei 1926.
= yang diikuti oleh semua organisasi pemuda.
3. Kongres Pemuda Indonesia I merupakan persiapan Kongres Pemuda Indonesia II.
4. Kongres Pemuda Indonesia II diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 27 – 28 Oktober 1928.
= Pusat penyelenggaraan kongres itu di Gedung Indonesische Club di Jl. Kramat Raya 106.
5. Kongres Pemuda Indonesia II mengambil keputusan sebagai berikut:
a. Menerima lagu “Indonesia Raya” ciptaan W.R. Supratman sebagai lagu kebangsaan Indonesia.
b. Menerima sang “Merah Putih” sebagai bendera Indonesia.
c. Semua organisasi pemuda dilebur menjdai satu dengan nama Indonesia Muda (berwatak nasional
dalam arti luas)
6. Isi Ikrar Sumpah Pemuda, yaitu:
a. Kami putra dan putri Indonesia, mengakui bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
b. Kami putra dan putri Indonesia, mengakui berbangsa satu, bangsa Indonesia.
c. Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
7. Sejak J.R. Logan menggunakan kata “Indonesia” untuk menyebut penduduk dan Kepulauan
Nusantara (1850).
=Istilah Indonesia mulai dikenal, bahkan beberapa tokoh banyak menulis artikel tentang keberadaan
Nusantara dengan istilah Indonesia, dan tidak lagi dengan istilah Hindia-Belanda.
8. Dalam perkembangan selanjutnya, Istilah Indonesia dijadikan sebagai nama organisasi para
mahasiswa Indonesia di negeri Belanda, yaitu Perhimpunan Indonesia (Indonesische
Vereeniging).
9. Istilah Indonesia semakin populer dan dikenal setelah ditetapkannya Ikrar Sumpah Pemuda.

== Selamat Belajar ==

Rangkuman IPS Kelas V Tema 7: Peristiwa dalam Kehidupan – Subtema 1 | 6


Click to View FlipBook Version