The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by cevia.82, 2021-08-31 04:14:12

Persilangan Monohibrid

PERSILANGAN MONOHIBRID

PEWARISAN SIFAT
Hukum Mendel – Persilangan Monohibrid
Oleh: Neneng Olivia Solihah, S. Pd.
SMP Negeri 10 Cimahi

• Istilah-istilah Genetika

Genotif: Sifat yang di bawa oleh gen, tidak tampak dari luar.

• Fenotif: Sifat yang tampak dari luar, hasil perpaduan antara sifat genotif dengan

lingkungan.

• Dominan: Sifat yang lebih kuat/banyak muncul pada keturunan.
• Resesif: Sifat yang lebih sedikit/lemah muncul pada keturunan.
• Intermedier: Sifat yang sama-sama kuat muncul pada keturunan.
• Parental : Induk
• Filial (f) : Keturunan, (F-1: Keturunan pertama; F-2: Keturunan kedua)
• Homozigot: Pasangan gen yang sama kuat. Homozigot dominan AA/KK/MM. Homozigot

resesif aa/kk/mm.

• Heterozigot: Pasangan gen yang tidak sama kuat, Aa/Kk/Mm.
• Alel: pasangan gen yang terletak di lokus yang sama pada kromosom homolog

Hukum Mendel

• Seorang pendeta dari kota Brunn, Austria yaitu Gregor Johann Mendel (tahun 1822-1884)

telah menemukan cara penurunan sifat-sifat dari induk ke anaknya.

• Mendel diakui sebagai peletak prinsip dasar penurunan sifat yang dikenal dengan Hukum

Mendel, sehingga disebut sebagai Bapak Genetika.

• Mendel melakukan percobaan pada tanaman kacang ercis/kapri (Pisum sativum) yang

mempunyai sifat beda.

• Alasannya tanaman tersebut mudah melakukan penyerbukan silang, mudah didapat,

mudah hidup atau mudah dipelihara, berumur pendek atau cepat berbuah, dapat terjadi

penyerbukan sendiri, dan terdapat jenis-jenis yang memiliki sifat yang mencolok.



Penelitian Mendel menghasilkan suatu teori tentang penurunan
sifat yang dikenal dengan Hukum Mendel.

Hukum ini dihasilkan dari penelitiannya berdasarkan dua jenis
persilangan, yaitu persilangan monohibrid atau persilangan
dengan satu sifat beda dan persilangan dihibrid atau persilangan

dengan dua sifat beda.

Hukum I Mendel Hukum II Mendel

Pada waktu pembentukan gamet Pada saat pembentukan gamet, alel
terjadi pemisahan alternatif gen atau atau variasi gen yang menentukan
karakter-karakter berbeda dapat
variasi gen yang disebut juga alel bergabung secara bebas satu sama
secara bebas. lain.
Hukum ini dikenal juga dengan Hukum
Hukum ini dikenal juga dengan Hukum Penggabungan Bebas
Pemisahan Bebas (segregasi)

Persilangan
Monohibrid

• Merupakan persilangan 2 individu dengan satu sifat beda.
• Dominasi dapat terjadi secara penuh atau tidak penuh (kodominan).
• Masing-masing dominasi ini menghasilkan bentuk keturunan pertama (F1) yang

berbeda.
• Persilangan monohibrid akan menghasilkan individu F1 yang seragam, apabila

salah satu induk mempunyai sifat dominan penuh dan induk yang lain bersifat
resesif.
• Apabila dilanjutkan dengan menyilangkan individu sesama F1, akan menghasilkan

keturunan (individu F2) dengan tiga macam genotipe dan dua macam fenotipe.

• Sebaliknya, apabila salah satu induknya mempunyai sifat dominan tak penuh

(intermediate), maka persilangan individu sesama F1 akan menghasilkan tiga
macam genotipe dan tiga macam fenotipe.

Pada penelitian pertama, Mendel

menyilangkan ercis berbunga ungu
dengan ercis berbunga putih.

P1 : MM x mm
Fenotipe : (merah) (putih)

Gamet : M m

F1 : Mm
Fenotipe : (merah)

Dari persilangan filial (F1) didapatkan:

P2 : Mm x Mm

Fenotipe : (merah) (merah)

Gamet : M mM m

MM Mm Mm mm

Perbandingan genotif nya adalah: mm
25%
MM : Mm :
25% : 50% : 1

1:2:

Perbandingan fenotifnya adalah:
Merah : Putih
75% : 25%
3:1

♂ M m Untuk memudahkan
♀ MM Mm menentukan kombinasi gen
Mm mm
M dari suatu persilangan,
maka kita dapat
m
menggunakan Tabel Punnet

(Punnet Square).

Persilangan Monohibrid
Intermediet

• Merupakan persilangan satu sifat beda, dimana sifat resesif dan
sifat dominan saling mempengaruhi pada keturunan.

• Sifat keturunan merupakan antara/perpaduan dari sifat kedua gen
induknya

• Contoh, tanaman mawar berbunga merah (MM) disilangkan dengan
tanaman mawar berbunga putih (mm). Bila dalam perkawinan itu
terjadi sifat intermediet, bagaimanakah perbandingan keturunannya
sampai dengan F2?

Parental (P) : Merah (MM) x putih (mm)
Gamet
Keturunan 1 (F1) : M xm

P2 : Mm
Gamet
(Merah muda / Ros)
F2
: Mm x Mm

:M M

mm

= ……..

Dengan menggunakan Tabel Punnet, kita ♂ M m
peroleh hasil F2 = ♀
MM Mm
Perbandingan genotif nya adalah: M Mm mm
MM : Mm : mm
25% : 50% : 25% m
1:2:1
Perbandingan fenotifnya adalah:

Merah : Merah : putih
muda

25% : 50% : 25%

1:2:1

Terima kasih…

Sampai jumpa di
Persilangan Dihibrid

CREDITS: This presentation template was created by Slidesgo,
including icons by Flaticon, infographics & images by Freepik


Click to View FlipBook Version