The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by cevia.82, 2021-09-16 08:48:33

STRUKTUR DAN FUNGSI JARINGAN TUMBUHAN

STRUKTUR DAN FUNGSI JARINGAN TUMBUHAN

Struktur Dan Fungsi Jaringan
Tumbuhan

Oleh: Neneng Olivia Solihah, S. Pd.
SMP Negeri 10 Cimahi

• Di kelas VII, kamu telah mempelajari bahwa makhluk hidup tersusun atas sel.
• Tumbuhan juga tersusun atas sel-sel yang terorganisasi membentuk jaringan dan

organ.
• Tumbuhan bersifat autotrof yaitu dapat membuat makanan sendiri melalui

fotosintesis.
• Apabila kamu amati, semua tumbuhan tingkat tinggi mempunyai alat tubuh (organ)

berupa akar, batang, dan daun.
• Khusus untuk tumbuhan berbiji, juga terdapat alat tubuh berupa bunga dan biji

sebagai alat perkembangbiakan.
• Semua bagian tumbuhan tersebut tersusun dari sel yang berasal dari pembelahan sel

meristem.
• Sel-sel ini kemudian berkembang menjadi berbagai tipe sel.

Struktur dan Fungsi Akar

• Akar merupakan bagian dari tumbuhan yang ada di dalam tanah atau substrat.
• Pada saat perkecambahan akar selalu tumbuh ke bawah dan batang selalu tumbuh ke

atas.
• Pertumbuhan akar dikontrol oleh aktivitas meristem apikal ujung akar. Meristem ini

dilindungi oleh tudung akar (kaliptra) yang berfungsi sebagai jaringan pelindung.

• Pada tumbuhan tingkat tinggi, sistem perakaran dapat dibedakan menjadi dua, yaitu

sistem perakaran serabut (pada tumbuhan monokotil) dan sistem perakaran tunggang

(pada tumbuhan dikotil).
• Akar berasal dari calon akar (radikula) yang terdapat pada embrio atau lembaga dari

biji.
• Calon akar yang tumbuh menjadi akar disebut akar primer.



Struktur Anatomi Akar

Secara anatomis, akar tersusun oleh tiga lapisan jaringan pokok atau tiga
sistem jaringan, yaitu sistem jaringan dermal (epidermis), sistem jaringan
dasar (korteks), dan silinder pusat (stele).
1. Epidermis

● Sel-sel epidermis akar berbentuk pipih dan berdinding tipis, umumnya
satu lapis.

● Pada daerah dekat ujung akar, sel-sel epidermis ini termodifikasi
menjadi rambut akar.

● Lapisan kutikula pada rambut akar sangat tipis karena berfungsi
sebagai penyerap air.

2. Korteks
● Korteks merupakan daerah antara epidermis dengan silinder pusat.
● Korteks terutama terdiri dari sel-sel parenkim yang tersusun melingkar.

● Pada tumbuhan monokotil biasanya terdapat sklerenkim.

● Pada beberapa tumbuhan air, ruang antar sel parenkimnya memiliki ruang udara.

Parenkim yang seperti ini disebut aerenkim.

● Ruang antar sel berperan dalam pertukaran gas.

● Lapisan luar korteks dapat menjadi eksodermis dan lapisan dalam korteks dapat
menjadi endodermis.

● Korteks berfungsi sebagai tempat menyimpan cadangan makanan.

a. Eksodermis

• Lapisan terluar korteks yang langsung berbatasan dengan epidermis, dapat

menjadi hipodermis yang dinding selnya mengandung suberin atau lignin, yang

disebut eksodermis.

• Eksodermis terdiri dari selapis sel atau lebih, berupa sel panjang dan sel

pendek berselang-seling atau semacam saja.

b. Endodermis

• Endodermis terdiri dari selapis sel yang tebal, yang menandai batas korteks.
• Pada sel endodermis muda, terdapat penebalan dinding sel oleh zat suberin atau

lignin, yang kemudian membentuk rangkaian berbentuk pita yang disebut pita
Caspary.

• Pita Caspary mencegah air masuk melintasi dinding sel.
• Untuk masuk ke silinder pusat, air melalui endodermis yang dindingnya tidak

menebal, yang disebut sel pelalu (sel peresap).

• Endodermis berperan mengatur lalu lintas zat ke dalam pembuluh akar.

3. Silinder Pusat (stele)

• Silinder pusat terletak di sebelah dalam lapisan endodermis.
• Silinder pusat akar tersusun oleh jaringan xilem, floem, dan perisikel.
• Perisikel terdiri dari sel parenkim yang berada di antara endodermis dan jaringan

pembuluh.

• Perisikel berkembang dari prokambium.
• Perisikel akan berkembang membentuk kambium dan jari-jari empulur.
• Pada tumbuhan monokotil, xilem primer terletak berselang seling dengan

floem primer, dengan letak xilem lebih ke dalam dari floem.

• Sedangkan pada tumbuhan dikotil, xilem terletak di pusat akar dan

berbentuk seperti bintang.

• Struktur akar tumbuhan monokotil dan tumbuhan dikotil berbeda.



Berdasarkan strukturnya, secara umum terdapat dua macam akar, yaitu akar tunggang

dan akar serabut.

1. Akar tunggang
• Akar tunggang berasal dari akar lembaga yang tumbuh terus menjadi akar primer

(akar pokok).
• Akar tunggang terdapat pada tumbuhan dikotil dan tumbuhan berbiji terbuka

2. Akar serabut
• Adalah akar yang tumbuh dari pangkal batang setelah akar lembaga (embrio)

mati.
• Akar ini terutama terdapat pada tumbuhan monokotil.

Fungsi Akar

• Merupakan tempat masuknya air dan mineral: rambut akar mengambil air
dan garam-garam mineral dari dalam tanah secara osmosis, air dan garam
mineral kemudian dibawa ke daun oleh xilem untuk fotosintesis.

• Melekatkan dan menopang tubuh tumbuhan agar tegak dan kokoh.
• Pada beberapa tumbuhan, akar juga menjadi tempat menyimpan makanan,

contohnya ketela pohon, bengkuang, dan wortel.
• Membantu pernapasan, oksigen dapat masuk melalui akar secara difusi.

Beberapa tumbuhan memiliki akar napas, seperti pada tumbuhan bakau.

Struktur dan Fungsi Batang

• Batang merupakan bagian tubuh tumbuhan yang amat penting.
• Fungsi batang antara lain sebagai berikut:

➢ Mendukung tubuh tumbuhan.

➢ Sebagai alat transportasi air, mineral, dan bahan-bahan makanan.

➢ Merupakan tempat tumbuhnya cabang, daun, dan bunga.
• Batang dapat disamakan dengan sumbu tubuh tanaman.
• Struktur batang lebih kompleks dibandingkan dengan akar.
• Batang ada yang tumbuh di atas tanah dan ada yang tumbuh di bawah tanah.
• Batang yang tumbuh di dalam tanah berfungsi untuk menyimpan cadangan

makanan, misalnya pada tanaman jahe

Batang tumbuhan tersusun dari
tiga sistem jaringan, yaitu:
a. Epidermis
b. Korteks
c. Endodermis

Perbedaan batang tumbuhan
dikotil dan monokotil

Beberapa spesies tumbuhan memiliki batang yang mengalami modifikasi untuk

fungsi yang beragam. Modifikasi batang antara lain sebagai berikut.

1. Rhizoma
• Rhizoma adalah batang yang tumbuh horizontal di dalam tanah atau dekat

dengan permukaan tanah.
• Rhizoma mempunyai ruas-ruas pendek dan pada bukunya terdapat daun-

daun seperti sisik.
• Di sepanjang rhizoma dapat dijumpai adanya akar adventif, terutama di

permukaan bagian bawah.
• Rhizoma merupakan tempat menyimpan cadangan makanan

• Contoh pada famili Zingiberaceae (jahe-jahean).

2. Stolon

Stolon mirip dengan runner, tetapi biasanya tumbuh tegak di dalam tanah.

3. Runner

Runner adalah batang yang tumbuh horizontal di atas tanah, umumnya di sepanjang

permukaan tanah, dan mempunyai ruas yang panjang, misalnya pada tanaman stroberi.

4. Umbi batang (tuber)

• Modifikasi batang menjadi umbi batang terjadi pada kentang, yaitu berkembangnya

beberapa ruas di ujung stolon.
• Mata tunas pada umbi kentang merupakan kuncup yang terdapat pada buku batang.
• Setiap mata tunas tersebut akan mampu berkembang menjadi individu baru.

5. Umbi lapis (bulb)

• Umbi lapis merupakan kuncup besar yang dikelilingi oleh sejumlah daun

berdaging, dengan satu batang kecil dan pendek pada ujung bawah.
• Daun berdaging mengandung cadangan makanan.
• Pada bawang merah, daun berdaging selalu dikelilingi oleh daun-daun

seperti sisik.
• Umbi lapis juga dijumpai pada tanaman tulip, lili, dan lain-lain.

6. Umbi kormus (corm)

• Kormus mirip dengan umbi lapis tetapi bagian yang membengkak

seluruhnya merupakan jaringan batang.
• Helaian daun berbentuk sisik menutupi seluruh permukaan kormus.

Struktur Dan Fungsi Daun

• Daun terletak pada bagian atas tumbuhan dan melekat pada batang.
• Daun merupakan bagian tumbuhan yang biasanya berwarna hijau dan berbentuk

lembaran pipih, namun ada juga daun yang berbentuk jarum, misalnya daun

pinus, atau seperti sisik seperti pada kaktus.
• Daun lengkap mempunyai bagian-bagian berupa pelepah daun atau upih daun,

tangkai daun (petiolus), dan helaian daun (lamina).

• Bentuk dan ukuran daun pada tumbuhan berbeda menurut umur dan kedudukan

daun.
• Daun pada species tumbuhan biasanya berbentuk khas dan tetap sehingga

dapat dipergunakan sebagai dasar pengenalan suatu species tumbuhan.

• Struktur anatomi daun juga terdiri dari tiga jenis jaringan, yaitu jaringan

epidermis, jaringan dasar/parenkim, dan jaringan pengangkut.
• Pada jaringan epidermis terdapat kutikula untuk mengurangi penguapan berlebihan dari

sel-sel daun.
• Pada beberapa jenis tumbuhan, selain kutikula juga terdapat lapisan lilin.
• Sebagian sel epidermis daun mengalami modifikasi menjadi stomata.
• Pada daun tumbuhan dikotil, letak stomata umumnya tersebar, sedangkan pada daun

tumbuhan monokotil umumnya terletak sejajar.
• Stomata dapat ditemukan pada satu atau kedua sisi daun.
• Pada tanaman yang hidup di darat, umumnya stomata terletak di permukaan bawah.

• Sedangkan pada tanaman air, stomata terletak di permukaan daun sebelah atas.



• Jaringan dasar pada parenkim daun (mesofil) mempunyai banyak

kloroplas dan terdapat ruang antarsel yang luas.
• Berdasarkan bentuknya, jaringan parenkim daun terdiri atas jaringan

tiang (parenkim palisade) dan jaringan bunga karang (parenkim

spons).
• Jaringan tiang merupakan tempat fotosintesis yang utama karena

banyak mengandung klorofil.
• Jaringan pengangkut pada daun berkumpul di tulang daun atau urat

daun.
• Jaringan pengangkut ini merupakan kelanjutan berkas pengangkut

pada batang dan tangkai daun.
• Jaringan pengangkut berupa xylem dan floem

Fungsi Daun

• Tempat fotosintesis pertukaran gas
• Tempat transpirasi (penguapan) tumbuhan
• Alat respirasi (pernapasan), tempat

karbondioksida dan oksigen melalui stomata.
• Alat perkembangbiakan vegetatif, seperti pada tumbuhan cocor

bebek (Kalanchoe pinnata).

Selesai

Sampai jumpa di pertemuan selanjutnya


Click to View FlipBook Version