The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

LKPD Modal Perusahaan (Perorangan, Firma, CV, PT, Koperasi) untuk kelas 12 SMK/MAK Semester 2

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by juwitarahmawati, 2022-03-03 07:20:36

LKPD Modal Perusahaan (Perorangan, Firma, CV, PT, Koperasi)

LKPD Modal Perusahaan (Perorangan, Firma, CV, PT, Koperasi) untuk kelas 12 SMK/MAK Semester 2

LKPD
1
Lembar Kerja Peserta Didik
Modal Perusahaan (Perorangan,Firma,CV,PT,dan Koperasi)

Untuk SMK Juwita Rahmawati

Program Keahlian Akuntansi dan Keuangan Lembaga X1 II

NAMA : ______________________________ Semester 2

NOMOR ABSEN : ______________________________

KELAS : ______________________________

SEKOLAH : ______________________________

Lembar Kerja Peserta Didik

Modal Perusahaan (Perorangan, Firma,CV, PT, dan Koperasi)

Untuk SMK

Program Keahlian Akuntansi dan Keuangan Lembaga
Semester 2

Oleh :

Juwita Rahmawati
[email protected]

Pembimbing : ii

Vivi Pratiwi, S.Pd.,M.Pd.

Modal Perusahaan (Perorangan, Firma, CV, PT, dan Koperasi)

Kata Pengantar

Puji Syukur penulis haturkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat
rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) materi
Modal Perusahaan (Perorangan,Firma,CV,PT,dan Koperasi) yang dimaksudkan untuk
menjadi salah satu sumber belajar peserta didik dalam pembelajaran Akuntansi
Keuangan di Kelas XII Sekolah Menengah Kejuruhan Program Keahlian Akuntansi Dan
Lembaga

Lembar Kerja Peserta didik (LKPD) dengan pendekatan saintifik ini bertujuan
untuk memenuhi bahan ajar yang berdasarkan kurikulum 2013 Revisi. Penyusunan
LKPD ini diharapkan dapat memberi manfaat kepada peserta didik Kelas XI Sekolah
Menengah Kejuruhan Program Keahlian Akuntansi Dan Lembaga dalam mempelajari
mata pelajaran Akuntansi Keuangan terutama pada materi Modal Perusahaan
(Perorangan,Firma,CV,PT,dan Koperasi). Selain itu, LKPD ini dikembangkan sesuai
dengan pendekatan ilmiah (scientific approach) yang mengarah pada kemampuan
High Order Thinking Skill (HOTS).

Penulis menyadari bahwa penyususan Lembar Kerja Peserta didik (LKPD) ini
perlu dilakukan penyempurnaan. Maka,kritik dan saran sangat dibutuhkan dalam
peningkatan sajian dari Lembar Kerja Peserta didik (LKPD) ini.

Akhir kata semoga Lembar Kerja Peserta didik (LKPD) ini bermanfaat dan dapat
digunakan sebagaimana mestinya untuk membantu proses pembelajaran.

Banyuwangi, 27 Februari 2022

Penyusun

iii
Modal Perusahaan (Perorangan, Firma, CV, PT, dan Koperasi)

Petunjuk Penggunaan LKPD

Untuk Peserta Didik

1. Baca dan pahami tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
2. Baca dengan cermat kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi

yang terdapat dalam LKPD.
3. Baca dan pahami informasi pendukung.
4. Baca peta konsep supaya mengerti gambaran materi yang akan dipelajari.
5. Perhatikan dengan seksama setiap materi, kemudian jawablah soal kasus yang

ada.
6. Selesaikan soal pengayaan sesuai dengan waktu yang ditentukan
7. Dalam menyelesaikan praktikum hendaknya melakukan kerjasama yang

kompak dengan anggota sehingga mencapai hasil yang maksimal.
8. Kumpulkan hasil kerja sesuai jadwal yang disepakati.
9. Peserta didik harus aktif selama pembelajaran.
10.Jika ada yang kurang dipahami, silahkan bertanya pada guru.

Untuk Guru

1. Ciptakan kondisi kelas yang nyaman untuk memulai pelajaran
2. Jelaskan petunjuk pembelajaran LKPD
3. Jelaskan kegiata yang harus dilakukan peserta didik
4. Pantau kegiatan dan bantu peserta didik jika menemukan kesulitan
5. Berikan umpan balik kepada siswa berdasarkan hasil penilaian
6. Catat beberapa informasi penting sebagai perbaikan LKPD

iv

Modal Perusahaan (Perorangan, Firma, CV, PT, dan Koperasi)

Daftar Isi

Kata Pengantar................................................................................................................................. iii
Petunjuk Penggunaan LKPD.............................................................................................................. iv
Daftar Isi........................................................................................................................................... iv
Kompetensi Inti ................................................................................................................................. 4
Kompetensi Dasar ............................................................................................................................. 4
Alokasi Waktu ................................................................................................................................... 4
Indikator Pencapaian Kompetensi ..................................................................................................... 4
Tujuan Pembelajaran......................................................................................................................... 4
Peta Konsep ...................................................................................................................................... 4
Uraian Materi.................................................................................................................................... 4
Daftar Pustaka................................................................................................................................... 4

v
Modal Perusahaan (Perorangan, Firma, CV, PT, dan Koperasi)

Modal Perusahaan (Perorangan,Firma,CV,PT,dan
Koperasi)

Kompetensi Inti

KI 3 :Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang
pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai
dengan bidang dan lingkup kerja Akuntansi dan Keuangan Lembaga pada tingkat
teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri
sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional,
regional, dan internasional.
K1 4 : Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan
prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan
bidang Akuntansi dan Keuangan Lembaga. Menampilkan kinerja di bawah
bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar
kompetensi kerja.Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji
secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif
dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di
sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan
langsung.

Kompetensi Dasar

3.11 Menganalisis berbagai jenis modal perusahaan (Perbedaan Modal Perorangan,
Firma, PT, CV, dan Koperasi)
3.12 Melakukan Pencatatan Modal-Modal Perusahaan (Perbedaan Modal Perorangan,
Firma, PT, CV, dan Koperasi

Alokasi Waktu

6 JP (6 x 45 menit)

6

Indikator Pencapaian Kompetensi

3.11.1 Menjelaskan Pencatatan Modal Perusahaan Perorangan
3.11.2 Menjelaskan Pencatatan Modal Perusahaan Firma
3.11.3 Menjelaskan Pencatatan Modal Perusaaan CV
3.11.4 Menjelaskan Pencatatan Modal Perusahaan PT
3.11.5 Menjelaskan Pencatatan Modal Perusahaan Koperasi
3.12.1 Mencatat Modal Perusahaan Perorangan
3.12.2 Mencatat Modal Perusahaan Firma
3.12.3 Mencatat Modal Perusaaan CV
3.12.4 Mencatat Modal Perusahaan PT
3.12.5 Mencatat Modal Perusahaan Koperasi

Tujuan Pembelajaran

Setelah menyimak penjelasan terkait modal perusahaan pada Google Meet/Zoom/Google
Classroom/Whatsapp grup dan berdiskusi mengenai pencatatan modal perusahaan, peserta
didik mampu menganalisis dan melakukan pencatatan modal perusahaan (perbedaan
model perorangan, firma, PT, CV, dan koperasi) dengan baik.

Peta Konsep

Modal Perusahaan
(Perorangan, Firma, CV, PT,

dan Koperasi)

Modal Perorangan Modal Firma Modal CV Modal PT Modal Koperasi

7
Modal Perusahaan (Perorangan, Firma, CV, PT, dan Koperasi)

Uraian Materi

A. Pengertian Modal dan Jenis Modal
Pengertian modal dipandang dari sudut perusahaan adalah jumlah yang harus

dibayar atau dikembalikan kepada pemilik, sedangkan dari sudut pandang pemilik
perusahaan, modal adalah hak atas aset perusahaan setelah dikurangi dengan
utang atau kewajiban.

Artinya secara umum, modal dapat diartikan sebagai besaran hak yang harus
dikeluarkan oleh pemilik usaha terhadap harta yang dimiliki perusahaan. Modal
merupakan harta yang dikeluarkan perusahaan untuk memenuhi operasional
perusahaan yang nantinya harta tersebut mengalami residu atau pengurangan
karena kewajiban yang harus dibayarkan seperti hutang dan beban.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, modal selalu berhubungan dengan aset
dan kewajiban. Aset sendiri adalah merupakan suatu yang dimiliki oleh perusahaan
misalnya saja bisa berupa fresh money, peralatan operasional perusahaan seperti
komputer, atau peralatan pendukung seperti kursi. Sedangkan kewajiban sendiri
merupakan beban yang harus dibayarkan oleh perusahaan di masa depan atau
layanan yang sedang dan harus dilakukan kepada pihak lainnya.

Struktur modal suatu perusahaan tergantung pada bentuk perusahaannya.

No Bentuk Perusahaan Struktur Modal

1 Perusahaan Perorangan Modal .... (nama pemilik)

2 Firma Modal .... (nama pemilik 1)
Modal .... (nama pemilik 2)

3 CV Modal .... (nama sekutu aktif 1)
Modal .... (nama sekutu aktif 2)
Modal .... (nama sekutu diam)

4 PT Modal saham
Laba ditahan

5 Koperasi Simpanan pokok
Simpanan wajib

8

Modal Perusahaan (Perorangan, Firma, CV, PT, dan Koperasi)

PENGAYAAN 1 :

Berkaitan dengan sumber modal perusahaan, Identifikasikanlah ciri-ciri dari

perusahaan di bawah ini...

No Perusahaan Ciri-Ciri
1 Perseorangan

2 Firma

3 CV
4 PT
5 Koperasi

9
Modal Perusahaan (Perorangan, Firma, CV, PT, dan Koperasi)

B. MODAL PERUSAHAAN PERSEORANGAN
Perusahaan perseorangan adalah perusahaan yang dimiliki oleh seorang dan ia
bertanggung jawab penuh terhadap semua resiko yang dihadapi perusahaan.

Transaksi yang berkaitan dengan modal perusahaan adalah sebagai berikut ;

1. Setoran berupa kas dari pemilik akan dicatat dengan jurnal :

Tanggal Keterangan Debit Kredit
Kas xx xx

Modal ........ (nama pemilik)

2. Setoran berupa barang (selain kas) dari pemilik akan dicatat dengan jurnal :

Tanggal Keterangan Debit Kredit
(nama aset) xx xx

Modal ........ (nama pemilik)

3. Pengambilan aset perusahaan untuk kepentingan pribadi akan dicatat dengan

jurnal :

Tanggal Keterangan Debit Kredit
Prive .... (nama pemilik) xx xx

Kas

4. Pada akhir periode, akun prive akan ditutup ke akun modal dengan jurnal :

Tanggal Keterangan Debit Kredit
Modal.....(nama pemilik) xx xx

Prive.....(nama pemilik)

5. Perolehan laba selama periode berjalan akan ditutup dengan jurnal :

Tanggal Keterangan Debit Kredit
Ikhtisar laba rugi xx xx

Modal ........ (nama pemilik)

6. Rugi yang diderita selama periode berjalan akan ditutup dengan jurnal :

Tanggal Keterangan Debit Kredit
Ikhtisar Laba Rugi xx xx

Modal ........ (nama pemilik)

10

Modal Perusahaan (Perorangan, Firma, CV, PT, dan Koperasi)

7. Penyajian Modal di Neraca
Sebelum modal disajikan di neraca, terlebih dahulu harus dibuat laporan
perubahan modal yang menggambarkan perubahan modal selama periode
tertentu.
Nama Perusahaan
LAPORAN PERUBAHAN MODAL
Untuk Periode yang berakhir 31 Desember 20XX

Modal Rp Rp
Laba tahun berjalan Rp
Pemgambilan Pribadi Rp
Kenaikan Modal Rp
Modal per 31 Desember 20XX

Catatan :

11
Modal Perusahaan (Perorangan, Firma, CV, PT, dan Koperasi)

PENGAYAAN 2 :

 Pada tanggal 17 Juli 2022, Nyonya Prili mendirikan perusahaan dengan nama UD
Prili dengan penyetoran berupa uang tunai Rp 26.000.000,00 dan kendaraan yang
dinilai Rp 123.000.000,00.

 Pada tanggal 23 Desember 2022 Ny. Prili mengambil uang tunai Rp 5.000.000,00
untuk keperluan pribadinya.

 Pada akhir tahun 2022, dilaporkan bahwa UD Prili memperoleh laba bersih Rp
7.300.000,00.

Maka UD prili harus membuat Jurnal Beserta Laporan Perubahan Modal sebagai
berikut...

1. Setoran berupa kas dari pemilik akan dicatat dengan jurnal :

Tanggal Keterangan Debit Kredit
Kas
Kendaraan

Modal ........

2. Pengambilan aset perusahaan untuk kepentingan pribadi akan dicatat dengan

jurnal :

Tanggal Keterangan Debit Kredit
Prive ....

Kas

3. Pada akhir periode, akun prive akan ditutup ke akun modal dengan jurnal :

Tanggal Keterangan Debit Kredit
Modal.....(nama pemilik)

Prive.....(nama pemilik)

4. Perolehan laba selama periode berjalan akan ditutup dengan jurnal :

Tanggal Keterangan Debit Kredit
Ikhtisar laba rugi

Modal ........

12

Modal Perusahaan (Perorangan, Firma, CV, PT, dan Koperasi)

5. Laporan Perubahan Modal yang akan dibuat :
UD PRILI

LAPORAN PERUBAHAN MODAL
Untuk Periode yang berakhir 31 Desember

Modal Rp Rp
Laba tahun berjalan Rp
Pemgambilan Pribadi Rp
Kenaikan Modal Rp
Modal per 31 Desember

13
Modal Perusahaan (Perorangan, Firma, CV, PT, dan Koperasi)

C. MODAL PERSEKUTUAN FIRMA
Firma adalah perusahaan yang dimiliki oleh dua orang atau lebih, dimana

mereka bergabung untuk menjalankan perusahaan dengan nama bersama untuk
memperoleh keuntungan. Modal di dalam perusahaan yang berbentuk firma akan
menunjuk nama anggota (sekutu) firma. Jika anggota firma dua orang misalnya
Mawar dan Melati, maka akan ada dua akun modal yaitu Modal Mawar dan Modal
Melati. Pengambilan pribadi anggota akan dicatat pada akun prive masing-masing
anggota, misal Prive Mawar dan Prive Melati.

Firma bisa juga dibentuk oleh dua orang dimana salah satu atau keduanya
sudah mempunyai perusahaan sebelumnya, sehingga firma merupakan
penggabungan satu atau lebih perusahaan perseorangan. Dalam hal ini, tentu dua
perusahaan itu akan menjadi satu nama untuk bersama.

Laba rugi yang diperoleh firma akan dibagi berdasarkan perjanjian para anggota
firma.

Transaksi yang berkaitan dengan modal firma adalah sebagai berikut :
1. Penyertaan Modal Anggota Firma

Semua aset yang diserahkan oleh anggota firma, menjadi milik firma dan
menjadi modal bagi anggota yang bersangkutan. Jika salah satu yang
bergabung dalam firma sudah mepunyai perusahaan, maka nilai aset dan
hutang yang diserahkan harus disetujui lebih dahulu oleh anggota yang lain.
Dengan demikian aset yang akan diserahkan ke dalam firma harus diadakan
penilaian lebih dahulu.

Catatan yang dibuat oleh Fa MM untuk mencatat penyertaan anggota firma
dapat dilaksanakan dengan alternatif catatan pembukuan sebagai berikut :

a. Melanjutkan buku-buku perusahaan lama
Jika firma melanjutkan catatan dari perusahaan yang sudah berjalan, maka
akun-akun untuk harta aset, utang, dan modal perusahaan yang lama sudah
ada, tinggal menyesuaikan sesuai nilai yang disepakati, kemudian mencatat
masuknya anggota yang baru.

b. Menggunakan buku-buku baru

14

Modal Perusahaan (Perorangan, Firma, CV, PT, dan Koperasi)

Jika firma yang baru dibentuk menggunakan buku-buku baru, maka semua
aset yang diterima dari Mawar maupun Melati belum tercatat dalam
pembukuan, Oleh karena itu harus segera dicatat dalam pembukuan firma
yang baru.

2. Pembagian Laba/Rugi Firma
Laba/Rugi yang diperoleh selama tahun berjalan akan dicatat ke akun prive
masing-masing anggota firma. Laba/Rugi yang diperoleh firma akan
dibagi/ditanggung untuk anggota firma berdasarkan ketentuan yang telah
disepakati dalam perjanjian antara anggota firma dan mungkin tertulis dalam
akta pendirian firma, Kesepakatan pembagian laba antara lain :
a. laba dibagi sama rata:
b. laba dibagi sesuai perbandingan modal anggota:
c. lebih dahulu diperhitungkan bunga atas modal dan gaji, baru sisanya dibagi
untuk anggota (sama rata, sebanding dengan modal dan lain-lain).

Jika laba dibagi sesuai perbandingan modal, maka pembagian labanya adalah
sebagai berikut :

a. sesuai perbandingan modal awal periode :
b. sesuai perbandingan modal akhir periode :
c. sesuai perbandingan modal rata-rata :
d. Laba terlebih dahulu digunakan untuk membayar bunga modal anggota,

kemudian sisanya dibagi sama rata, sesuai perbandingan modal atau
menurut perjanjian yang disepakati. Sebelum laba dibagi, terlebih dahulu
digunakan untuk membayar bunga atas modal anggota firma. Sisa laba
setelah bunga baru akan dibagi sesuai perjanjian. Dalam hal seperti ini,
bagian anggota firma terdiri dari bunga modal dan bagian laba.

3. Laporan Perubahan Modal Firma
Laporan perubahan modal yang dibuat oleh firma harus menginformasikan
perubahan modal masing-masing anggota, dimulai dari modal anggota pada
awal periode, penambahan investasi, penarikan invesatasi dan pengambilan
pribadi masing-masing anggota selama periode berjalan. Berikut ini disajikan
bagan laporan perubahan modal firma.

15
Modal Perusahaan (Perorangan, Firma, CV, PT, dan Koperasi)

4. Masuknya Anggota Baru dalam Firma
Masuknya anggota baru ke dalam firma akan menyebabkan persetujuan yang
sudah dibuat oleh anggota firma terdahulu, sehingga harus dibuat persetujuan
yang baru. Masuknya anggota baru ke dalam firma dapat dengan cara membeli
sebagian/seluruhnya hak atas anggota lama, atau melalui penyertaan (investasi)
langsung ke dalam firma.
a. Masuknya anggota baru dengan cara membeli sebagian/seluruhnya hak atas
anggota lama
Transaki pembelian hak atas sekutu lama dilakukan intern antara anggota
baru dan anggota lama yang haknya mau dibeli, sehingga tidak akan
mengakibarkan perubahan terhadap harta dan modal firma. Catatan yang
harus dibuat oleh firma adalah jurnal untuk mencacat pemindahan
hak/modal anggota lama ke akun modal anggota baru.
b. Masuknya anggota baru dengan cara menyerahkan aset sebagai
penyertaannya
Anggota baru bisa saja masuk dengan menyerahkan aset sebagai
penyertaannya dalam sebuah firma. Jika hal ini terjadi biasanya anggota lama
menghendaki agar nilai aset yang diserahkan sebagai penyertaan melebihi
nilai modal yang menjadi bagian anggota baru yang akan dijadikan sebagai
bonus atau goodwill bagi firma. Hal ini saja bisa terjadi karena firma yang
sudah berjalan mempunyai banyak keuntungan atau mempunyai banyak
kelebihan, misalnya nama baik, lecak yang strategis, atau karyawan-karyawan
yang loyal.
1) Masuknya anggota baru dengan memberikan bonus untuk anggota
lama
Aset yang diserahkan oleh anggota baru sebagian dicatat sebagai modal
anggota baru dan sebagian lagi dicatat sebagai bonus untuk anggota
lama. Dengan demikian modal anggota baru akan lebih rendah dari
penyertaannya.
2) Masuknya anggota baru dengan membentuk goodwill untuk firma
Jika masuknya anggota yang baru disetujui dengan membentuk
goodwill, maka modal persekutuan yang baru adalah modal persekutuan

16

Modal Perusahaan (Perorangan, Firma, CV, PT, dan Koperasi)

yang lama ditambah modal anggota baru dan goodwill yang akan
dibentuk.

5. Keluarnya Anggota Firma
Jika anggota firma keluar dari perusahaan, maka penyertaan anggota yang
keluar setelah diperhitungkan dengan kewajibannya, baik barupa uang tunai
maupun aset lain akan dikembalikan. Jumlah yang dibayarkan bisa saja melebihi
jumlah penyertaannya. Kelebihan ini bisa diperlakukan sebagai bonus untuk
anggota yang keluar atau diperlakukan sebagai pembentukan goodwill untuk
firma yang ditinggalkan.
a. Kelebihan pembayaran diperlakukan sebagai bonus
Bonus yang diberikan kepada anggota yang keluar menjadi beban yang akan
ditanggung oleh anggota yang masih ada sesuai dengan ketentuan yang
disepakati.
b. Kelebihan pembayaran diperlakukan sebagai goodwill
Jika kelebihan pembayaran dianggap sebagai goodwill.

6. Pembubaran Firma
Pembubaran/likuidasi firma artinya pemberhentian perusahaan. Proses likuidasi
firma meliputi kegiatan berikut :
a. Menghitung laba/rugi terakhir, kemudian dibagi antara anggota sesuai
ketentuan.
b. Laba-rugi dibebankan ke akun modal masing-masing anggota.
c. Semua akun nominal ditutup
d. Semua aset dijadikan uang tunai, laba rugi yang timbul dalam proses ini
dibebankan ke akun modal masing-masing sesuai ketentuan.
e. semua utang dilunasi, sisa uang tunai dibagi untuk anggowa sesuai saldo
akun modal masing-masing.

Catatan :

17
Modal Perusahaan (Perorangan, Firma, CV, PT, dan Koperasi)

PENGAYAAN 3 :
1. Pada tanggal 5 Januari Mawar dan Melati sepakat mendirikan Firma MM dengan

penyertaan awal dari Mawar berupa uang tunai Rp 15.000,000,00 dan sebuah
sepeda motor bernilai Rp 10.000.000,00. Melati menyetorkan uang tunai sebesar
Rp 23.000.000,00
Jurnal yang dibuat untuk mencatat setoran modal anggota firma adalah :

Tanggal Keterangan Debit Kredit

Kas

Kendaraan

Modal Mawar

Modal Melati

Jika salah satu yang bergabung dalam firma sudah mepunyai perusahaan, maka

nilai aset dan hutang yang diserahkan harus disetujui lebih dahulu oleh anggota

yang lain. Dengan demikian aset yang akan diserahkan ke dalam firma harus

diadakan penilaian lebih dahulu.

2. Pada tanggal 5 Maret Mawar dan Melati sepakat mendirikan sebuah firma dengan

nama Firma MM. Mawar menyerahkan perusahaan miliknya, sedangkan Melati

menyerahkan uang tunai sebesar Rp 15.000.000,00.

Neraca perusahaan Mawar sebagai berikut :

PD Mawar

Neraca

Per 5 Maret 2022

Hutang

Kas Rp …………………. Dagang Rp ………………….

Persediaan Rp ………………….

Kendaraan Rp ………………….

Akumulasi
Penyusutan

Kendaraan Rp …………………. Modal Mawar Rp ………………….

Rp ………………….

Total Utang &

Total Aset Rp …………………. Modal Rp ………………….

Nilai PD Mawar yang disepakati bersama sebagai berikut ; 18
Modal Perusahaan (Perorangan, Firma, CV, PT, dan Koperasi)

Rp Nillai Semula Kesepakatan Penyesuaian
Rp Rp Rp
Kas ……………………….
Persediaan ………………………. ………………………. ………………………. ……………………….
Kendaraan ………………………. ………………………. ……………………….
Akumulasi ………………………. ……………………….
Penyusutan ………………………. ………………………. ……………………….
Kendaraan ……………………….
Total Aset ………………………. ……………………….
Utang ………………………. ……………………….
Modal Mawar ………………………. ……………………….

Catatan yang dibuat oleh Fa MM untuk mencatat penyertaan anggota firma dapat
dilaksanakan dengan alternatif catatan pembukuan sebagai berikut :
a. Melanjutkan buku-buku perusahaan lama

 Menyesuaikan akun-akun di perusahaan PD Mawar sesuai kesepakatan

Tanggal Keterangan Debit Kredit
Modal Mawar

Persediaan
Akumulasi penyusutan kendaraan

 Mencatat masuknya anggota baru

Tanggal Keterangan Debit Kredit
Modal Melati
Kas

b. Menggunakan buku-buku baru
Jurnal yang dibuat untuk mencacat masuknya Mawar dan Melati dalam Firma
MM dengan buku-buku baru sebagai berikut :

Tanggal Keterangan Debit Kredit
Kas
Persediaan
Kendaraan

Akumulasi penyusutan kendaraan
Modal Mawar
Modal Melati

19
Modal Perusahaan (Perorangan, Firma, CV, PT, dan Koperasi)

c. Neraca Firma MM akan tampak sebagai berikut :

Kas FIRMA MM Rp ………………….
Persediaan Neraca
Kendaraan Rp ………………….
Akumulasi Per 5 Maret 2022 Rp ………………….
Penyusutan Hutang Rp ………………….
Kendaraan
Rp …………………. Dagang
Total Aset Rp ………………….

Rp …………………. Modal Mawar
Rp …………………. Modal Melati
Total Utang &
Rp …………………. Modal
Rp ………………….

3. Firma MM yang anggotanya Mawar dan Melati memperoleh laba pada tahun 2022
sebesar Rp Rp 15.250.000,00. Akun modal masing masing anggota sejak firma
berdiri sampai akhir cahun 2022 sebagai berikut :

Tanggal Keterangan Modal Mawar Modal Melati
Rp …………………. Rp ………………….
5 Maret 2022 Setoran Awal Rp …………………. Rp ………………….
Rp …………………. Rp ………………….
31 Agustus 2022 Penambahan Setoran Rp …………………. Rp ………………….

31 Oktober 2022 Penarikan Modal

31 Desember 2022 Saldo

Jika laba dibagi sama rata, maka laba sebesar Rp 15.250.000,00 akan diberikan
untuk Mawar Rp 7.625.000,00 dan untuk Melati Rp 7.625.000,00. Jurnal pembagian
laba pada akhir tahun sebagai berikut :

Tanggal Keterangan Debit Kredit
Ihktisar Laba Rugi

Prive Mawar
Prive Melati

20

Modal Perusahaan (Perorangan, Firma, CV, PT, dan Koperasi)

Jika laba dibagi sesuai perbandingan modal, maka pembagian labanya adalah

sebagai berikut :

a. sesuai perbandingan modal awal periode :

 Bagian laba Mawar

(15.500.000/30.500.000) x Rp 15.250.000,0 = Rp .........................

 Bagian laba Melati

(15.000.000/30.500.000) x Rp 15.250.000,00 = Rp .........................

Jumlah = Rp .........................

Jurnal pembagian laba sebagai berikut :

Tanggal Keterangan Debit Kredit
Ihktisar Laba Rugi

Prive Mawar
Prive Melati

b. sesuai perbandingan modal akhir periode : =Rp .........................
 Bagian laba Mawar
(20.000.000/50.000.000) x Rp 15.250.000,00 =Rp .........................
 Bagian laba Melati =Rp..........................
(30.000.000/50.000.000) x Rp 15.250.000,00
Jumlah

Jurnal pembagian laba sebagai berikut

Tanggal Keterangan Debit Kredit
Ihktisar Laba Rugi

Prive Mawar
Prive Melati

c. Sesuai perbandingan modal rata-rata
Modal Mawar :

 1 Maret —31 Agustus
6 bulan x Rp 15.500.000,00 = Rp …………….

 1 Sept. — 31 Oktober
2 bulan x Rp 80,000.000,00 = Rp …………….

 1 Nop. — 31 Desember

21
Modal Perusahaan (Perorangan, Firma, CV, PT, dan Koperasi)

2 bulan x Rp 20.000.000,00 = Rp …………….

Jumlah = Rp …………….

Modal rata-tata Mawar tiap bulan adalah Rp……………..

Modal Melati : = Rp …………….
 Maret — 31 Agustus
= Rp …………….
6 bulan x Rp 15.000.000,00
 1 Sept. — 31 Oktober = Rp …………….
= Rp …………….
2 bulan x Rp 83.500.000,00
 1 Nop. — 31 Desember

2 bulan x Rp 30.000.000,00
Jumlah

Modal rata-rata Melati tiap bulan adalah Rp …………….

Perbandingan modal rata-rata per bulan :

 Modal Mawar = Rp …………….

 Modal Melati = Rp …………….

Jumlah = Rp …………….

Laba untuk Mawar - 293/610 x Rp …………….= Rp …………….
Laba untuk Melati - 317/610 x Rp …………….= Rp …………….

Jurnal untuk mencatat pembagian laba :

Tanggal Keterangan Debit Kredit
Ihktisar Laba Rugi

Prive Mawar
Prive Melati

4. Melanjutkan soal sebelumnya, Firma MM menetapkan pembagian laba dengan
ketentuan sebagai berikut:

- laba terlebih dahulu digunakan untuk membayar bunga atas modal anggota

sebesar 60 (berdasarkan modal rata-rata perbulan),

22

Modal Perusahaan (Perorangan, Firma, CV, PT, dan Koperasi)

- sisa laba setelah bunga dibagi sama rata antara anggota.

Perhitungan Pembagian Laba

Laba Firma Rp ............................

Bunga Modal Anggota

Mawar 6 x Rp ............................ = Rp ............................
= Rp ............................
Melati 6 x Rp ............................
Sisa Laba
Rp ............................
Rp ............................

Dibagi sama rata

Mawar 0,5 x Rp ............................ = Rp ............................
= Rp ............................
Melati 0,5 x Rp ............................

= Rp ............................
= Rp ............................

Berdasarkan pembagian laba diatas, bagian masing-masing anggota sebagai
berikut;

Jurnal untuk mencatat pembagian laba :

Anggota Firma Bunga Bagian Laba Jumlah
Mawar
Melati Rp .................... Rp .................... Rp ....................

Rp .................... Rp .................... Rp ....................

Rp .................... Rp .................... Rp ....................

Jurnal untuk mencatat pembagian laba :

Tanggal Keterangan Debit Kredit
Ihktisar Laba Rugi

Prive Mawar
Prive Melati

23
Modal Perusahaan (Perorangan, Firma, CV, PT, dan Koperasi)

Laporan perubahan modal pada Firma MM dapat disusun sebagai berikut ;

FIRMA MM
LAPORAN PERUBAHAN MODAL
Untuk Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2022

Keterangan Modal Mawar Modal Melati Jumlah
Setoran awal periode Rp.....................
Penambahan Investasi Rp..................... Rp..................... Rp.....................
Rp.....................
Penarikan Modal Rp(.....................) Rp..................... Rp.....................
Rp.....................
Bagian Laba Rp..................... Rp..................... Rp.....................
Modal Akhir Periode Rp.....................
Rp(.....................) Rp(.....................)

Rp..................... Rp.....................

Rp..................... Rp.....................

Rp..................... Rp.....................

5. Modal Mawar dan Melati dalam Firma MM per 31 Desember 2022 sebagai berikut :

Modal Mawar Rp 27.553.000,00

Modal Melati Rp 37.697.000.00

Jumlah Rp 65.250.000,00

Pada awal tahun 2023, Nyonya Menur masuk sebagai anggota baru Firma MM

dengan membeli 40% dari Modal Mawar dan Modal Melati.

Perhitungan modal anggota lama yang dibeli oleh Ny. Menur sebagai berikut ;

Modal Mawar dibeli 40% = 40% x Rp 27.553.000,00 Rp....................................

Modal Melati dibeli 40% = 40% x Rp 37.697.000,00 Rp....................................

Jumlah Modal Menur Rp....................................

Transaksi masuknya Menur dengan membeli sebagian modal anggota lama ini
dijurnal sebagai berikut :

Tanggal Keterangan Debit Kredit
Modal Mawar
Modal Melati

Modal Menur

24

Modal Perusahaan (Perorangan, Firma, CV, PT, dan Koperasi)

Setelah Menur masuk sebagai anggota, Modal Mawar berkurang Rp.................... dan
Modal Melati berkurang Rp.................... susunan modal Firma MM akan tampak
sebagai berikut ;

Modal Mawar Rp 27.553.000,00 – Rp...........................= Rp...........................
Modal Melati Rp 37.697.000.00 – Rp............................= Rp..........................
Modal Menur
Jumlah Rp..........................
Rp........................... Rp............................= Rp..........................

6. Firma Dewa Dewi yang beranggotakan Dewa dan Dewi mempunyai modal pada

tanggal 31 Desember 2021 sebagai berikut:

Modal Dewa = Rp 15.000.000,00

Modal Desi = Rp 25.000.000,00

Total Modal = Rp 40.000.000,00

Pada tangal 2 Januari 2022, Desi masuk sebagai anggota baru dengan menyerahkan
uang tunai tunai Rp 20.000.000,00 untuk penyertaan sebesar 25% dari modal
persekutuan yang baru. Kelebihan setoran Desi dianggap sebagai bonus untuk
Dewa dan Dewi yang dibagi atas perbandingan modal mereka.

Perhitungan bonus dilakukan sebagai berikut :

- Modal Dewa Rp 15.000.000,00

- Modal Dewi Rp 25.000.000,00
- Jumlah modal
Rp 40.000.000,00

- Setoran Desi Rp 20.000,000,00

- Jumlah modal persekutuan yang baru Rp 60.000.000,00

- Setoran Desi yang diakui = 25% x Rp 60.000.000,00 = Rp............................

- Bonus untuk anggota lama = Rp 20.000.000,00- Rp .......................=Rp......................
- Bonus Rp......................... dibagikan untuk Dewa dan Dewi dengan perbandingan

15:25.

- Bonus untuk Dewa = 15/40 x Rp ............................= Rp.......................
- Bonus untuk Dewi = 25/40 x Rp ............................= Rp.......................

25
Modal Perusahaan (Perorangan, Firma, CV, PT, dan Koperasi)

Jurnal yang dibuat atas masuknya angota baru Desi :

Tanggal Keterangan Debit Kredit

Kas Modal Desi
Modal Dewa
Modal Dewi

7. Firma Dewa Dewi yang beranggotakan Dewa dan Dewi mempunyai modal pada

tanggal 31 Desember 2021 sebagai berikut:

Modal Dewa = Rp 15.000.000,00

Modal Desi = Rp 25.000.000,00

Total Modal = Rp 40.000.000,00

Pada tangal 2 Januari 2022, Desi masuk sebagai anggota baru dengan ketentuan

sebagai berikut ;

- Desi menyerahkan uang tunai tunai Rp 20.000.000,00 dari modal persekutuan

yang baru setelah pembentukan goodwill.

- nilai goodwill yang dibentuk dibagi untuk Dewa dan Dewi berdasar

perbandingan modal mereka.

Dengan masuknya Desi, goodwill dihitung sebagai berikut :

- uang tunai dari Desi Rp 20.000.000,00 adalah 25% dari modal firma setelah ada

goodwill.

- Modal firma setelah ada goodwill = 100/25 x Rp 20.000.000,00 = Rp

80.000.000,00

- Modal yang riil adalah :

Modal Dewa Rp 15.000.000,00

Modal Dewi Rp 25.000.000,00

Modal Desi Rp 20.000.000.00

Jumlah Rp 60.000.000.00

Goodwill yang dibentuk adalah Rp ........................

- goodwill Rp.....................dibagikan untuk Dewa dan Dewi dengan perbandingan

15:25 = 15/40 x Rp...........................= Rp.........................

- Goodwill untuk Dewa

26

Modal Perusahaan (Perorangan, Firma, CV, PT, dan Koperasi)

- Goodwill untuk Dewi = 25/40x Rp...........................= Rp.........................

Masuknya Desi ke dalam firma dijurnal sebagi berikut :

Tanggal Keterangan Debit Kredit
Kas

Modal Desi

Alokasi godwill untuk anggota lama dijurnal sebagai berikut:

Tanggal Keterangan Debit Kredit

Kas Modal Dewa
Modal Dewi

8. Firma 3D beranggotakan Dewa, Dewi dan Desi, dengan modal Dewa Rp
22.500.000,00, modal Dewi Rp 37.500.000,00 dan modal Desi Rp 20.000.000,00.
Pada tanggal 2 Januari 2018 Desi mengundurkan diri dari persekutuan dan anggota
yang lain sepakat mengembalikan penyertaan Desi sebesar Rp 25.000.000.
Kelebihan pengembalian diperlakukan sebagai bonus untuk Desi, dan akan
ditanggung oleh Dewa dan Dewi sesuai perbandingan modal.

Bonus sebesar Rp 5.000.000,00 dibebankan ke akun Modal Dewa dan Dewi sebagai

berikut : = Rp.........................
= Rp ........................
- Modal Dewa = 225/600 x Rp 5.000.000
- Modal Dewi = 375/600 x Rp 5.000.000

Jurnal yang dibuat sehubungan dengan keluarnya anggota Desi sebagai berikut :

Tanggal Keterangan Debit Kredit
Modal Desi

Modal Dewa

Modal Dewi

Kas

Jika kelebihan pembayaran dianggap sebagai goodwill, maka jurnal yang dibuat

atas keluarnya Desi dari persekucuan sebagai berikut :

Tanggal Keterangan Debit Kredit
Modal Desi
Godwill

Kas

27
Modal Perusahaan (Perorangan, Firma, CV, PT, dan Koperasi)

9. Dewa dan Dewi sepakat melikuidasi firma milik mereka. Laba rugi dibagi sesuai
perbandingan modal, Pada saac akan dilikuidasi Neraca Firma Dewa Dewi sebagai
berikut :

Kas FIRMA DEWA DEWI Rp 6.500.000
Piutang Dagang NERACA Rp 2.500.000
Persediaan Barang Rp 20.000.000
Aset Tetap 30 April 2022 Rp 30.000.000
Rp 750.000 Utang Dagang Rp 59.000.000
Rp 13.500.000 Utang Gaji
Rp 14.750.000 Modal Dewa
Rp 30.000.000 Modal Dewi
Rp 59.000.000

Transaksi yang berhubungan denga proses likuidasi sebagai berikut :

1 Mei 2022 :Piutang dagang hanya dapat ditagih Rp 13.000.000,00

2 Mei 2022 :Persediaan barang dagang dijual dengan harga Rp15.000.000,00

: Aser tetap dapat dijual dengan harga 31.000.000,00

3 Mei : utang dagang dan utang gaji dilunasi.

Jurnal yang dibuat atas transaksi di atas :

Tanggal Keterangan Debit Kredit

Kas

Kerugian piutang

Piutang

(penagihan piutang)

Tanggal Keterangan Debit Kredit

Kas

Persediaan barang

Aset tetap

Laba penjualan aset

(Penjualan aset firma)

28

Modal Perusahaan (Perorangan, Firma, CV, PT, dan Koperasi)

Tanggal Keterangan Debit Kredit

Utang dagang

Utang gaji

Kas

(pelunasan utang dagang dan utang gaji)

Tanggal Keterangan Debit Kredit

Modal Dewa

Modal Dewi

Kas

(pengembalian modal anggota)

29
Modal Perusahaan (Perorangan, Firma, CV, PT, dan Koperasi)

D. Modal Persekutuan Komanditer
Persekutuan Komanditer atau sering disebut CV (Commanditaire Vennootschap)

adalah badan usaha persekutuan yang didirikan oleh dua orang atau lebih, dimana
sebagian menjadi sekutu yang memimpin dan sebagian lagi menjadi sekutu yang
mempercayakan modalnya untuk persekutuan (sekutu diam). Anggota yang
memimpin disebut anggota atau sekutu aktif atau sekutu komplementer. Anggota
yang lain hanya sebagai penyetor modal bertanggung jawabnya hanya sebatas
modal yang diserahkan dan tidak ikut mengelola perusahaan. Anggota yang
demikian disebut anggota pasip atau sekutu diam atau sekutu komanditer
(sleeping partner).

CV bisa juga merupakan perluasan dari sebuah firma yang memerlukan modal
tambahan. Dengan masuknya anggota baru ke dalam sebuah firma, firma berubah
menjadi CV. Anggota firma menjadi sekutu komplementer sedangkan anggota
yang baru menjadi sekutu komanditer.

Pencatatan modal pada CV hampir sama dengan pencatatan modal pada
perusahaan yang berbentuk firma, karena pada dasarnya CV ini merupakan
perluasan dari firma, Jika ada anggota baru masuk dalam sebuah firma, maka
ketentuan-ketentuan yang ada pada firma menjadi batal dan harus dibuat
ketentuan-ketentuan yang baru. Pada saar inilah sebenarnya firma berubah menjadi
CV.
1. Penyertaan sekutu kompelenter

a. Seperti halnya dalam firma, setoran dari anggota sekutu akan dicatat di
Deber Kas atau aset yang diserahkan dan di Kredit Modal .... (nama sekutu).

Tanggal Keterangan Debit Kredit

Kas xxx
Modal ........ xxx

b. Bagian laba serta pengambilan prive dicatat dalam akun Prive ..... (nama

sekutu komplementer)

2. Penyertaan sekutu komaditer
a. Penyertaan sekutu komanditer akan dicatat kredit Modal Sekutu Komanditer
...., diikuti nama sekutu komanditer.

30

Modal Perusahaan (Perorangan, Firma, CV, PT, dan Koperasi)

Tanggal Keterangan Debit Kredit
xxx xxx
Kas

Modal Sekutu Komanditer…

b. Bagian laba sekutu komanditer akan dicatat pada akun ―Bagian Laba
Komanditer ..... ‖ diikuti nama sekutu komanditer, karena sekutu
komanditer, karena sekutu komanditer tidak mempunyai akun prive.

Catatan :

31
Modal Perusahaan (Perorangan, Firma, CV, PT, dan Koperasi)

PENGAYAAN 4 :

1. Pada tanggal 1 Januari 2022 Dedy, Rina dan Maya sepakat mendirikan perusahaan
yang berbentuk CV dengan nama CV Dedy & Co. Dedi dan Rina sebagai sekutu
komplementer sedang Maya sebagai sekutu komanditer. Pada saat pendirian,
masing-masing sekutu menyetorkan uang tunai sebagai modal. Dedy menyetor Rp
20.000.000,00, Rina menyetor Rp 25.000.000,00 dan Maya menyetor Rp
30.000.000,00.

Dalam akte pendirian disetujui pembagaian laba sebagai berikut:

- mula-mula laba digunakan untuk membayar bunga para sekutu sebesar 8%

untuk sekutu komplementer dan 12% untuk sekutu komanditer masing-masing
dari modal awal periode.

- sekutu komplementer mendapat gaji Rp 125.000,00 per bulan.
- sisa laba dibagi untuk semua sekutu berdasar perbandingan modal awal

periode.

Selama tahun 2022, sekutu komplementer Dedy mengambil uang tunai untuk
kepentingan pribadi sekutu sebesar Rp 1.000,000,00 dan maya sebesar Rp 1.250.000,00.
Dalam tahun 2022, CV Dedy & Co memperoleh laba sebesar Rp 15.750.000,00.

Berdasarkan data di atas, catarn yang dibuat oleh CV Dedy & Co adalah sebagai berikut

1. Jurnal pendirian CV :

Tanggal Keterangan Debit Kredit

Kas

Modal Dedy

Modal Rina

Modal Sekutu Komanditer

(pencatatan setoran modal oleh para sekutu)

2. Pengambilan prive oleh sekutu

Tanggal Keterangan Debit Kredit

Prive Dedy
Prive Rina

Kas

32

Modal Perusahaan (Perorangan, Firma, CV, PT, dan Koperasi)

(pencatatan pengambilan pribadi oleh sekutu komplementer)

3. Jurnal pembagian laba CV

Tanggal Keterangan Debit Kredit

Ikhtisar Laba Rugi

Prive Dedy

Prive Rina

Bagian Laba Komanditer Maya

(pencatatan pembagian laba )

Perhitungan pembagian laba :

Laba bersih tahun 2022 Rp ………………….

Bunga modal : 8% x Rp …………………. Rp ………………….
Dedy 8% x Rp …………………. Rp ………………….
Rina 12% x Rp …………………. Rp ………………….
Maya

Rp ……………………
Rp ………………….

Gaji sekutu komplementer :

Dedy 12% x Rp …………………. Rp ………………….
Rp ………………….
Rina 12% x Rp ………………….

Rp …………………….

Sisa Laba dibagi untuk :

Dedy 20/75 x Rp………………… Rp ………………….
Rp ………………….
Rina 20/75 x Rp………………… Rp ………………….

Maya 30/75 x Rp…………………

Rp ………………….

Bagian laba masing-masing sekutu sebagai berikut :

Sekutu Bunga Gaji Laba Jumlah
Rp …………… Rp ……………
Dedy Rp …………… Rp …………… Rp …………… Rp ……………
Rina Rp …………… Rp …………… Rp …………… Rp ……………
Maya Rp …………… Rp …………… Rp ……………
Jumlah Rp …………… Rp ……………

33
Modal Perusahaan (Perorangan, Firma, CV, PT, dan Koperasi)

4. Laporan Perubahan Modal CV

CV DEDY & Co

Laporan Perubahan Modal

untuk periode yang berakhir 31 Desember 2022

Keterangan Modal Dedy Modal Rina Modal Maya Jumlah
Rp ……………
Modal Awal Rp …………… Rp …………… Rp …………… Rp ……………
Rp ……………
Laba bersih Rp …………… Rp …………… Rp …………… Rp( ………………)
Rp ……………
Rp …………… Rp …………… Rp ……………

Prive Rp( ………………) Rp( ………………)

Modal Akhir Rp …………… Rp …………… Rp ……………

34

Modal Perusahaan (Perorangan, Firma, CV, PT, dan Koperasi)

E. MODAL PERSEROAN TERBATAS
Perseroan terbatas (sering disingkat PT) adalah perseroan yang modalnya

berupa surat saham. Modal perseroan diperoleh dari penjualan saham, sehingga
pemilik saham adalah pemilik perseroan. Setiap orang yang memiliki saham yang
dikeluarkan oleh suatu perseroan disebut pemegang saham dan berhak atas
keuntungan perseroan yang disebut dengan deviden. Jumlah dan jenis saham yang
dikeluarkan oleh PT ditetapkan dalam akte pendirian perseroan.

PT adalah badan usaha yang berbadan hukum dan berdiri sendiri. Jika perseroan
bangkrut/pailit maka pemegang saham hanya bertanggung jawab sebatas saham
yang dimiliki.

1. Jenis-jenis Saham
Berdasarkan kepemilikan, saham dibedakan menjadi :
a. Saham Atas Nama yaitu saham yang didalamnya tercantum nama pemilik,
sehingga tidak bisa dipindahtangankan.
b. Saham Atas Tunjuk yaitu saham yang didalamnya tidak dicantumkan nama
pemilik, sehingga pemegang saham adalah pemiliknya.

Berdasarkan hak yang terkandung di dalamnya, saham dibedakan menjadi :
a. Saham Biasa yaitu saham yang memiliki hak residu atas laba setiap tahunnya

dan aset pada saat perusahaan dilikuidasi, tidak memiliki hak istimewa.
b. Saham Prioritas/Preferen adalah saham yang mempunyai hak lebih bagi

pemiliknya, misal hak lebih dahulu mendapatkan deviden.

2. Pencatatan Modal Saham
Modal saham adalah akun modal pada perseroan terbatas, sehingga akan di
kredit (sebesar nilai nominal) bila bertambah dan di kredit bila berkurang.
a. Penjualan Saham
Saham dapat dijual dengan harga diatas nilai nominal, di bawah nilai
nominal maupun tepar pada nilai nominal. Apabila saham dijual dengan
harga di atas nilai nominal, maka akun modal saham di kredit sebesar nilai
nominal.Selisih antara harga jual dengan nilai nominalnya diakui sebagai
agio modal saham dan dicatat pada akun Agio Modal Saham sebelah kredit.
Sebaliknya apabila saham dijual dengan harga di bawah nilai nominal, selisih
35
Modal Perusahaan (Perorangan, Firma, CV, PT, dan Koperasi)

hasil penjualan dengan nilai nominal disebur disagio modal saham dan
dicatat pada akun Disagio Modal Saham di sebelah debet. Berikut adalah
jurnal yang dibuat pada saat penjualan saham.
1) Penjualan saham dengan kurs 100%

Tanggal Keterangan Debit Kredit
Modal Saham xxx xxx
Kas

2) Penjualan saham dengan kurs di atas 100%

Tanggal Keterangan Debit Kredit
xxx
Kas Modal Saham xxx
Agio Modal Saham xxx

3) Penjualan saham dengan kurs di bawah 100%

Tanggal Keterangan Debit Kredit
xxx
Kas xxx
xxx
Disagio Modal Saham

Modal Saham

b. Pesanan Saham

Jika saham dijual atas pesanan terlebih dahulu, maka sementara akan dicatat

pada akun modal saham dipesan. Akun ini akan didebet setelah pesanan

dilunasi.

3. Laba Ditahan
Laba yang diperoleh selama periode berjalan akan ditutup ke akun Laba

Ditahan dengan jurnal penutup sebagai berikut :

Tanggal Keterangan Debit Kredit

Ikhtisar Laba Rugi

Laba Ditahan

(Menutup laba yang diperoleh perusahaan)

Tanggal Keterangan Debit Kredit

Laba Ditahan 36

Ikhtisar Laba Rugi

(Menutup rugi yang diperoleh perusahaan)

Modal Perusahaan (Perorangan, Firma, CV, PT, dan Koperasi)

4. Deviden
Deviden adalah bagian laba yang akan diberikan kepada para pemegang

saham. Deviden yang dibagi ini bisa mempunyai beberapa bentuk antara lain
uang tunai (deviden kas), deviden selain kas, atau deviden urang (scrip
devidends). Deviden selain kas (property devidends) bisa berupa surat-surat
berharga perusahaan lain yang dimiliki oleh perseroan. Deviden scrip adalah
janji tertulis untuk membayar sejumlah tertentu di waktu yang akan datang.
Deviden ini bisa terjadi jika kas yang tersedia tidak mencukupi untuk
pembayaran deviden.

Dalam rangka pembagian deviden, terdapat 3 tanggal yang perlu
diperhatikan yaitu tanggal pengumuman, tanggal pendaftaran/pencatatan,
dan tanggal pembayaran. Tanggal pengumuman adalah tanggal PT
mengumumkan adanya pembagian deviden dengan jumlah cercentu, Pada saat
deviden diumumkan, secara yuridis perusahaan mempunyai utang deviden
kepada para pemegang saham. Setiap pengumuman pembayaran deviden akan
diikuti dengan pencatatan pengurangan laba ditahan. Tanggal
pendaftaran/pencatatan adalah saat nama-nama pemegang saham yang akan
menerima deviden didaftar. Pada tanggal ini tidak ada jurnal yang dibuat.
Saham bisa saja dijual setelah pemegangnya dicatat dalam daftar penerima
deviden. Saham ini disebut stock ex devidends. Tanggal pembayaran adalah
tanggal dibayarnya utang deviden.

a. Pengumuman pembayaran deviden

Tanggal Keterangan Debit Kredit
xxx xxx
Laba Ditahan
Utang Deviden Saham Biasa

b. Pembayaran Deviden

Tanggal Keterangan Debit Kredit
xxx xxx
Utang Deviden Saham Biasa xxx
Utang Deviden Saham Prioritas

Kas

5. Penyajian Modal Perseroan Terbatas di Neraca

37
Modal Perusahaan (Perorangan, Firma, CV, PT, dan Koperasi)

Modal Perseroan Terbatas (PT') dalam neraca antara lain terdiri atas :
a. Saham Prioritas
b. Agio (disagio) Saham Prioritas
c. Saham Biasa
d. Agio (Disagio) Saham Biasa
e. Laba Ditahan

Contoh penyajian modal PT di neraca :

Modal Saham Prioritas 6% xxx
Agio (Disagio) Saham Prioritas xxx

Jumlah saham prioritas xxx

Saham Biasa xxx
Agio (Disagio) Saham Biasa xxx

Jumlah saham biasa xxx
Jumlah Modal Saham xxx
Laba Diatahan xxx
Total Modal xxx

Catatan :

38

Modal Perusahaan (Perorangan, Firma, CV, PT, dan Koperasi)

PENGAYAAN 5
1. PT Andika mempunyai transaksi yang berhubungan dengan modal saham sebagai

berikut :

Menjual 500 lembar saham biasa nominal Rp 10.000.00 per lembar
15 Januari 2022

dengan kurs 95%

Menjual 700 lembar saham prioritas 6% nominal Rp10.000,00 per
20 Januari 2022

lembar dengan harga Rp 110%

Menjual 1000 lembar saham biasa nominal Rp 10.000,00 dengan harga
30 Januari 2022

100%

Jurnal yang dibuat PT Andika :

Tanggal Keterangan Debit Kredit

Kas

Disagio Modal Saham

Modal Saham

Kas = 95% x 500 lembar x Rp 10.000,00 = Rp

Disagio Saham = Rp5.000.000,00 - Rp 4.750.000,00 = Rp

Tanggal Keterangan Debit Kredit

Kas

Modal Saham Prioritas 6 %

Agio Saham Prioritas

Kas = 110% x 700 lembar x Rp 10.000,00 = Rp

Agio saham = Rp 7.700.000.00 - Rp 7.000.000.00 = Rp

Tanggal Keterangan Debit Kredit

Kas

Modal Saham Biasa

Kas = 100% x 1000 lembar x Rp 10.000,00 = Rp

2. Pada tanggal 1 Februari 2022 PT Andika menerima pesanan 1000 lembar saham
biasa dengan harga 105% dengan uang muka 30%. Saham akan diserahkan pada
tanggal 1 Maret 2022 pada saat menerima pelunasan sisa pesanan.

39
Modal Perusahaan (Perorangan, Firma, CV, PT, dan Koperasi)

Tanggal Keterangan Debit Kredit

Kas

piutang Pesanan Saham Biasa

Modal Saham Dipesan

Agio Saham Biasa

(Menerima pesanan saham dengan pembayaran uang muka 30% )

Perhitungan :

Harga saham 105% x 1000 x Rp 10.000,00 Rp…………………………..

Uang muka 30% x Rp10.500.000,00 Rp…………………………..

Piutang kepada pemesan Rp…………………………..

Nominal saham 1000 x Rp 10.000,00 Rp…………………………..
Dijual 105% x1000xRp10.000,00 Rp…………………………..
Agio Saham Rp…………………………..

Tanggal Keterangan Debit Kredit

Kas

Modal Saham Dipesan

piutang Pesanan Saham Biasa

Modal saham biasa

(Menerima sisa pesanan saham dan saham diserahkan kepada pemesan)

3. Pada tanggal 15 Januari 2022 PT Bayangkara mengumumkan pembagian deviden
saham biasa sebesar Rp 5,000.000,00. Deviden akan dibayarkan pada tanggal 1
Februari 2022. Jurnal yang dibuat oleh PT Bayangkaran sehubungan dengan
deviden adalah :

Tanggal Keterangan Debit Kredit

Laba Ditahan
Utang Deviden Saham Biasa

Tanggal Keterangan Debit Kredit

Utang Deviden Saham Biasa
Kas

40

Modal Perusahaan (Perorangan, Firma, CV, PT, dan Koperasi)

F. MODAL KOPERASI
Koperasi adalah organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial beranggotakan

orang-orang atau badan-badan hukum Koperasi yang merupakan tata-susunan
ekonomi sebagai usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan. Kekuasaan
tertinggi koperasi ada pada rapat anggota.

Modal koperasi terdiri atas simpanan pokok, simpanan wajib dan simpanan
sukarela. Simpanan pokok adalah simpanan yang harus disetor oleh anggota pada
saat masuk menjadi anggota koperasi, Simpanan wajib ialah suatu jumlah tertentu
yang sama besarnya bagi tiap-tiap anggota, yang wajib diserahkan oleh anggota
kepada koperasi pada waktu-waktu dan kesempatan tertentu. Simpanan pokok dan
simpanan wajib tidak dapat diambil kembali selama yang bersangkutan masih
menjadi anggota. Simpanan sukarela adalah simpanan yang sifatnya sukarela, tidak
ada ketentuan mengenai jumlah dan waktu penyimpanan. Simpanan-simpanan
itulah yang akan menajdi modal koperasi.
1. Pencatatan Modal Koperasi

Tanggal Keterangan Debit Kredit
Kas xxx
xxx
Simpanan Pokok xxx
Simpanan Wajib xxx
Simpanan Sukarela
(menerima simpanan sukarela)

2. Sisa Hasil Usaha Koperasi
Laba/keuntungan pada koperasi disebut dengan Sisa Hasil Usaha (SHU). SHU
yang berasal dari anggota akan dibagi untuk :
a. cadangan koperasi
b. anggota, sebanding dengan jasanya (jasa simpanan dan jasa lain)
c. dana pengurus dan karyawan
d. dana pendidikan koperasi
e. dana sosial
f. dana pembangungan daerah kerja

Pembagian SHU Dicatat dengan jurnal :

Tanggal Keterangan Debit Kredit
Sisa Hasil Usaha

Hutang (SHU untuk anggota)

41
Modal Perusahaan (Perorangan, Firma, CV, PT, dan Koperasi)

Dana Pengurus
Dana Karyawan
Dana Pendidikan
Dana Sosial
Dana Pembangunan
Cadangan

3. Perhitungan Pembagian SHU untuk Anggota

Bagian sisa hasil usaha yang dibagikan kepada anggota terdiri atas ;

a. Jasa Simpanan, yang dihitung sebagai berikut :

Jumlah simpanan anggota yang bersangkutan

Jumlah simpanan seluruh anggota

b. Jasa Anggota, yang tergantung dengan usaha koperasi yang bersangkuran,

misal koperasi simpan pinjam, maka jasa ini diberikan kepada anggota yang

pernah meminjam ke koperasi.

Jumlah jasa pinjaman yang diberikan kepada koperasi

Jumlah jasa pinjaman dari semua anggota

Catatan :

42

Modal Perusahaan (Perorangan, Firma, CV, PT, dan Koperasi)

PENGAYAAN 6

1. Pada tanggal 5 Januari 2022 Koperasi Aseli menerima simpanan dari anggota

baru sebagai berikut:

simpanan pokok Rp 10.000,00

simpanan wajib Rp 540.000,00

simpanan sukarela Rp 250.000.00

Total simpanan Rp 800.000,00

Transaksi di atas dicatat dengan jurnal :

Tanggal Keterangan Debit Kredit
Kas

Simpanan Pokok
Simpanan Wajib
Simpanan Sukarela
(menerima simpanan sukarela)

2. Pada tahun 2021, Koperasi Aseli yang merupakan koperasi simpan pinjam
memperoleh Sisa Hasil Usaha sebesar Rp 7.000.000,00. SHU akan digunakan
untuk :
a. Jasa pinjaman/usaha 30%
b. Jasa simpanan 30%
c. Dana pengurus 10%
d. Dana karyawan 10%
e. Dana pendidikan 10%
f. Dana sosial 5%
g. Dana pembangunan 5%
h. Cadangan 5%

Maka Laporan pembagian SHU dibuat sebagai berikut;

Sisa Hasil Usaha Rp 7000.000,00

a. Jasa pinjaman/usaha 30% X Rp 7000.000,00 = Rp………………….
b. Jasa simpanan 30% X Rp…………………. = Rp………………….
c. Dana pengurus 10% X Rp…………………. = Rp………………….
d. Dana karyawan 10% X Rp…………………. = Rp………………….
e. Dana pendidikan 10% X Rp…………………. = Rp………………….
f. Dana sosial 5% X Rp…………………. = Rp………………….
g. Dana pembangunan 5% X Rp…………………. = Rp………………….

43
Modal Perusahaan (Perorangan, Firma, CV, PT, dan Koperasi)

h. Cadangan 5% X Rp…………………. = Rp………………….
Jumlah
Rp 7000.000,00

Jurnal atas pembagian SHU :

Tanggal Keterangan Debit Kredit
Sisa Hasil Usaha

Hutang (SHU untuk anggota)
Dana Pengurus
Dana Karyawan
Dana Pendidikan
Dana Sosial
Dana Pembangunan
Cadangan

3. Jumlah simpanan anggota Dini pada Koperasi Aseli Rp 12.500.000,00
Jumlah total simpanan anggota di Koperasi Aseli Rp 500.000.000,00
Jasa yang diberikan oleh anggota Dini kepada koperasi Aseli Rp 7.500.000.
Total jasa pinjaman dari semua anggota berjumlah Rp 125.000.000,00.
Hitung SHU yang cerima oleh Dini!
yang diterim oleh Dini adalah jasa simpanan dan jasa pinjaman yang dihitung
sebagai berikut :
a. Jasa simpanan
Jumlah simpanan anggota yang bersangkutan

Jumlah simpanan seluruh anggota

=

b. Jasa pinjaman
Jumlah jasa pinjaman yang diberikan kepada koperasi

Jumlah jasa pinjaman dari semua anggota

=

44

Modal Perusahaan (Perorangan, Firma, CV, PT, dan Koperasi)

Daftar Pustaka

Harti, Dwi. 2018. Akuntansi Keuangan untuk SMK/MAK Kompetensi Keahlian Akuntansi dan
Keuangan Lembaga. Jakarta ; Penerbit Erlangga.

Sumiyati, S. P., & Yatimatun NafiÕah, M. M. (2021). Akuntansi Keuangan SMK/MAK Kelas XI.
Gramedia Widiasarana indonesia.

45
Modal Perusahaan (Perorangan, Firma, CV, PT, dan Koperasi)


Click to View FlipBook Version