The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by KEYSHA AFIYAH SHAFADHINA, 2024-03-03 08:29:30

Midnight Aurorae’s_clone

Midnight Aurorae’s

Midnight Aurorae’s KEYSHA AFIYAH


EDITOR: KEYSHA AFIYAH DESAIN CREATOR: KEYSHA AFIYAH DISTRIBUTOR: SMPN 3 BATAM Midnight Aurorae’s


Kehidupan Yang Mulai Gugur 1


“AYACAAAAAA!!!!” Terdengar suara melengking dari arah dapur dan ternyata seorang pria dengan memakai piyama tengah membuka isi kulkas dan sedang mencari sesuatu. DUKKK Kulkas dengan 2 pintu itu di tutup dengan keras sehingga kucing yang tertidur di sebelah kulkas tersebut melompat, kaget. “SIAPA YANG MEMAKAN KUE AKU DI DALAM KULKAS INI.” Pria berumur 17 tahun yang ternyata adalah Aanya bernama Axel Gavileo Arkatama itu terlihat sangat marah, giginya bergemelutuk dengan matanya yang menatap tajam persis seperti serigala yang siap untuk menikam mangsanya. Tidak ada tanggapan, yang terdengar hanya bunyi jam dinding. “oohhh macam-macam kamu ya, ayaca. Awas aja!.” 2 Seorang gadis kecil cantik berumur 15 tahun yang sedang menikmati, dan menghirup sejuknya malam hari di jendela kamar nya, hanya ada sinar rembulan dan rintikkan hujan yang menemani gadis kecil cantik itu. AYASHA FAZENAMEERA AURORA. Nama gadis kecil cantik itu. Namun, ia lebih sering dipanggil “Ayaca” Ayasha tinggal di kota Bandung yang penuh kehangatan, kenangan manis. Ayasha juga adalah anak bungsu dari 3 bersaudara, dan ayasha juga tumbuh di keluarga yang penuh keegoisan, dan pilih kasih. Ketika ayasha masih berumur 5 tahun ia sudah merasakan keributan dalam hidupnya, sehingga ia merasa tertekan dan penuh kekecewaan terhadap Orangtua, dan Kehidupannya, karena setiap hari ayasha selalu di banding-bandingkan pada Teteh, dan Aanya. Bukan hanya di banding-bandingkan saja, ayasha juga mendapatkan kekerasan di keluarganya jika kemauan mereka tidak di penuhi oleh ayasha. Ketika Ayasha sedang menikmati malamnya dengan kesunyian di jendela kamarnya, dan hanya suara rintik kan hujan, dan juga sinar rembulan yang menemaninya, tibatiba terdengar suara yang memanggil namanya.


3 Sebenarnya ayasha sudah tahu bahwa yang memanggil namanya adalah Aanya, Axel. Tetapi, karena ayasha masih terfokus menikmati malam nya di jendela kamarnya, dan menghiraukan panggilan Aa nya, Tiba-tiba terdenger ada suara hentakkan kaki mengarah ke arah kamar nya ayasha. TOKK TOKK TOKKK “AYACA AYACAAA KEMANA KAMUU?! KELUAR KAMAR KAMU SEKARANGG!!!!.” Axel datang ke kamar ayasha, berdiri di depan pintunya, Kemudian ayasha keluar dari kamar nya. “Kamu yang makan kue Aa kan ?! siapa yang suruh kamu makan kue Aa, ha !!!”. Axel bertanya sambil menyubiti badan ayasha, padahal ayasha belum ada menjawab pertanyaan apapun dari Aanya. “Ya, kenapa Aa? kok teriak malam-malam sih?!.” Ucap ayasha bertanya ke Axel “ALAH KAMU GAUSAH SOK PURA-PURA GATAU GITU.” Teriak Axel lantang ke ayasha. “ ALAH MALAH DIAM AJAA SIH. NGAKU KAMU, KAMU KAN YANG MAKAN KUE AA?!?! KALAU KAMU GA NGAKU JUGA, AA BAKAL PUKUL KAMU PAKAI HANGER KAYAK KEMARIN LAGIII !!.” Axel yang selalu menuduh ayasha membuat kesalahan tanpa ia bertanya dahulu dengan pasti ke ayasha sehingga tiap hari ayasha selalu di marahin hingga mendapat kekerasan seperti di cubit, pukul hingga dicambuk, tetapi jika ayasha menjawab "bukan ayaca pelaku nya Aa" pasti ia akan di paksa menjawab sesuai kemauan Aanya. “Bukan ayaca yang makan kue, Aa. Ayaca daritadi di kamar dan ayaca belum ada ke dapur. Bukan ayaca pelaku nya, Aa nanya dulu ke Teteh, Ayah atau Mamah. Jangan langsung menghakimi ayaca terus-terus an!.” Ucap ayaca sambil melirih kesakitan akibat di cubit dengan keras oleh Aanya. “ALAH PEMBOHONG KAMU AYACA, AA TETAP GA PERCAYA SAMA OMONGAN KAMU SELAMA INI !!. KAMU SELALU TIDAK MAU MENGAKUI APA YANG KAMU PERBUAT!!!.” Ucap Axel secara lantang sambil memukul Ayasha menggunakan hanger secara keras ke tubuh ayasha yang mungil.


4 Karena keributan itu, semua anggota keluarganya yang ada di dalam kamarnya masing-masing langsung keluar mencari titik keributan yang ada di dalam rumah. Ketika semua keluarganya mencari titik suara keributan tersebut dan mendapatkan bahwa suara keributan itu berasal dari arah kamarnya ayasha, Mereka langsung bergegas ke kamarnya ayasha dan tiba-tiba melihat bahwa ayasha sedang di pukuli memakai hanger dengan pria memakai piyama itu. “ HEHH STOOPPP!!!! APA-APAAN INII RIBUT MALAM-MALAM ?! SIAPA KAMU ? KENAPA KAMU MEMUKULI TUBUH ANAK SAYA, AYASHA ?!?!!!.” Ucap mamah ayasha secara lantang dan shock melihat ayasha sedang dipukuli, yang bernama Ayana Elfara Awinta. Pria memakai piyama tersebut langsung menoleh ke belakang arah yang bertanya kepada nya. “LOHH NGAPAIN KALIAN SEMUA KESINI??, INI SI AYASHA MEMAKAN KUE AA YANG DIBERIKAN OLEH CEWEK AA YANG DISIMPEN DI DALAM KULKAS, MAHH”. Ucap Axel yang terkejut melihat kedatangan semua keluarga nya di arah belakang. “Lalu mengapa kamu memukul Ayasha memakai hanger dengan keras seperti itu, emangnya Aa sudah bertanya terlebih dahulu dengan pasti ke Adek kamu?!?.“ Ucap sang Mama yang terlihat marah saat melihat kejadian tersebut. “Kamu jangan sembarangan memfitnah adek kamu begitu, yang makan kue kamu itu ayah kamu, tadi mamah yang melihat sendiri dengan mata mamah sendiri.” “Bukan Ayah yang makan, Ayasha itu yang makan”. Ucap Sang Ayah terlihat panik dan langsung menuduh ayasha, yang bernama Ronald Andreas Arkatama. “Lohh, Yah. Ayasha daritadi gaada ke dapur dan belum ada buka kulkas hari ini Yah, ayasha daritadi belajar di kamar, Yah.” Pengakuan ayasha ke Ayah Ronald. “Yah, Axel. Bisa gak tiap hari gausah bikin keributan dan jangan menuduh ayasha seperti itu.” Ucap teteh yang merasa kesel ke ayah dan Aanya. Teteh yang bernama Neyaxa Hayyirah Aurea.


5 “Udalah Yah, ngaku aja gausah menutupi. Mamah sendiri katanya yang liat Ayah makan kue Axel, dan buat Axel jangan terlalu menuduh dan langsung menghakimi adek, kasian adek di giniin terus-terusan sama kamu.” Lanjutan ucapan Teteh ke Ayah dan Aa Axel. “ UDAH SEKARANG AA, TETEH, AYASHA, DAN JUGA AYAH GAUSAH DI PERMASALAHIN LAGI, CUMAN GARA- GARA KUE ITU JADI RIBUT. UDA MALAM JUGA INI, MENGGANGGU TETANGGA SEBELAH.” Ucap mamah Ayana berbicara secara lantang di hadapan mereka semua. “Tapi maah, itu kue dari cewek Aa, Aa belum ada makan sama sekali...” Ucap Aa axel yang kecewa berat. “Uda lah a’, sekarang kamu minta maaf ke ayaca setelah itu langsung masuk ke kamar kamu..” Ucap mamah berkata ke axel agar axel langsung meminta maaf ke ayaca atas penuduhan dan pukulan nya, tetapi axel enggan meminta maaf ke ayaca dan langsung meninggalkan mereka. “Ayaca, maafin lagi ya Ayah dan Aa kamu atas perbuatannya, sekarang kamu masuk kamar. Fokus belajar lagi ya buat besok biar nilai ujian kamu makin bagus dan mendapat juara 1 seperti Teteh dan Aa, kamu. Kamu jangan malu-malui in keluaga lagi ya!.” Ucap mamah berkata ke ayasha agar masuk kamar dan melanjutkan belajar. “Iya mah, Ayaca masuk kamar dulu ya..” Ucap ayasha ke mamahnya. Ketika Ayasha memasuki kamarnya kembali dan melihat bahwa hujan mereda dan bintang-bintang rembulan bersinar terang. Ia selalu bertanya kepada Tuhan mengapa hidupnya seperti ini penuh dengan tekanan, penuh kesakitan, dan penuh pilih kasih. Ayasha juga iri dengan kehidupan Teteh, Aa dan teman-temannya bahwa hidup mereka jauh lebih bahagia dan sempurna tidak seperti hidupnya yang ia alami. Selain Ayasha mengadu kepada tuhan tentang hidupnya, Ia juga selalu mengadu dan selalu berdoa tentang Wishlistnya melihat aurora borealis yang ingin ia wujudkan walaupun menurutnya itu tidak mungkin terjadi. Di suatu hari datanglah anak baru dikelas Ayasha, yang bernama Ardian Tridwansyah Hariza. Anak pindahan dari Yogyakarta yang memiliki tampan menawan dan memiliki sifat yang rendah hati serta pendiam. Kehadirannya juga menjadi pusat perhatian dan banyak cewek yang menganggumi nya di sekolah Ayasha.


6 Kebetulan Ardian duduk sebelahan dengan Ayasha sehingga setiap hari mereka berbincang mengenai “mengapa Ardian pindah sekolah”, tugas, serta kehidupannya masing-masing. Sehingga berjalannya waktu, Ayasha dan Ardian memiliki perasaan saling suka dan akhirnya Ardian memutuskan untuk menjalin hubungan bersama Ayasha. Namun, banyak cewek yang tidak menyukai Ayasha karena mengetahui bahwa Ayasha menjalin hubungan dengan Ardian. Hal itu yang bikin Ayasha merasa dibicarakan yang aneh-aneh di belakang oleh teman-temannya sehingga ia overthinking akibat gosipan tersebut. Tetapi, Ardian selalu menguatkan Ayasha agar tidak mempedulikan omongan orang-orang di luar sana. Karena terlalu banyak omongan tentang diri Ayasha dan Ardian menjalin hubungan sehingga keluarganya ayasha mengetahui bahwa Ayasha memiliki pasangan di sekolah. Hal tersebut mengakibatkan Ayasha di panggil ke kamar orangtua nya.. “AYACA AYACAAA, SINI KAMU KE KAMAR SEKARANG!!!!.” Terdengar suara melengking dari arah kamar dan ternyata seorang Ayah sedang memanggil Ayasha untuk ke kamarnya sekarang. Ayasha langsung terburu-buru menuju ke arah kamar yang memanggilnya dan langsung tertuju ke arah pintu yang terbuka lebar yakni, kamar Ayah. Ayasha langsung memasuki kamarnya dan mendapatkan Ayah yang sedang menahan amarahnya. Wajah ayah Terlihat sangat marah, giginya bergemelutuk dengan matanya yang menatap tajam ke arah Ayasha persis seperti serigala yang siap untuk menikam mangsanya. “Ya, kenapa yah memanggil ayaca ??!?,” Tanya Ayasha kepada Ayah secara spontan dan bingung. “AYAH TAU YA KALAU AYACA LAGI PACARAN SAMA COWOK DI KELAS AYACA TANPA SEPENGETAHUAN AYAH DI TAMBAH LAGI KAMU PACARANNYA TERLALU BERLEBIHAN BANGET, KAMU ITU SANGAT BERBEDA DENGAN TETEH DAN AA KAMU. AYAH CUMAN MINTA KAMU TIDAK MALU-MALU KAN KELUARGA DAN KAMU MENDAPATKAN NILAI BAGUS JUARA 1 SEPERTI TETEH DAN AA KAMU. TERNYATA GARA-GARA PACARAN INI KAMU DAPAT NILAI JELEK DAN TIDAK SEPERTI TETEH AA KAMU CA!! AYAH MALU PUNYA ANAK SEPERTI KAMU INI CA!!!!.” Ucap sang ayah berkata secara lantang ke Ayasha.


7 “ Yah, ayah sadar gak omongan ayah bikin ayaca makin sakit. Hidup ayaca sudah penuh dengan tekanan, omongan yang menyakitkan, kekerasan dari ayah.. Ayah selalu menuntut ayaca tetapi setalah ayaca berhasil mendapatkan juara 1 sesuai keinginan ayah, ayah tidak ada apresiasi maupun reward apapun untuk ayaca. Kalau Aa dan teteh yang mendapatkan penghargaan dan juara ayah selalu mengapresiasikan dan ayah selalu memberi hadiah. Sedangkan ayaca ?? tidak pernah merasakan itu di hidup ayaca. Kalau soal pacaran yang aneh-aneh itu fitnah yah, Ayaca emang pacaran tapi ga seburuk apa yang ayah pikirkan. Ayaca pacaran untuk saling curhat dan tugas doang yah..” Ungkapan perasaan Ayasha selama ini yang ia pendem dari ayah nya. “ALAH UDAHLAH AYACA INTINYA SEKARANG AYAH MINTA KAMU PUTUSIN PACAR KAMU SEKARANG JUGA GAADA PENOLAKAN APAPUN ITU DAN KAMU PERGI DARI KAMAR AYAH SEKARANGGG!!!.” Ucap ayah berkata ke ayaca secara lantang. “Tapi yahh... yauda yah oke..” Ucap Ayasha berkata ke ayah nya secara ketakutan. Ayasha langsung kembali ke kamarnya menghubungi Ardian untuk memustukan hubungan nya secara telfonan dan Ardian pun langsung menyutujui nya. Sejak saat itu Ayasha langsung berfokus pada masa depan nya.


8 Kehidupan Yang Mulai Bertumbuh


9 6 Tahun Kemudian... Ketika Ayasha sudah kuliah di Universitas Padjadjaran Bandung jurusan Psikologi memasuki semester 2, ia bertemu kembali di pertemuan kampus dengan pria yang tidak asing bagi nya. Pria tersebut ternyata bernama Ardian Tridwansyah Hariza. Pria yang dulu pernah menjalin hubungan dengan Ayasha di masa SMP dan bertemu kembali setelah 6 tahunan tidak pernah berkomunikasi. Ayasha merasa bahagia ketika tahu bahwa dia satu universitas dengan lelaki yang pernah ia cintai dulu. Selama 6 tahun setelah putus dengan Ardian, Ayasha tidak pernah menjalin hubungan dengan lelaki lain, bahkan ia masih setia dan berharap balik dengan Ardian seperti dahulu di masa SMP. Suatu ketika Ayasha menjadi ketua organisasi perwakilan jurusan psikologi dan ternyata Ardian menjadi ketua organisasi perwakilan jurusan nya juga, jurusan Teknologi Industri Pertanian. Karena mereka berdua menjadi ketua organisasi perwakilan jurusannya masing-masing, mereka berdua lebih sering bertemu dan berkomunikasi kembali. Setelah pertemuan itu mereka sering pulang bareng dan menghabiskan waktu berdua di sela-sela waktu, hingga mereka berdua membahas tentang setelah perpisahan di masa SMP dan menanyakan wishlist masing-masing. Ketika Ayasha menjawab pertanyaan Ardian yaitu menanyakan wishlist Ayasha, Ayasha menjawab bahwa wishlist dia adalah “melihat secara langsung aurora borealis bersama orang yang ia inginkan yaitu Ardian”. Kemudian Ardian merasa shock karena ternyata wishlist Ayasha sama seperti wishlisnya Ardian, setelah tahu bahwa wishlist mereka sama dan Ardian merasa bahwa inilah saatnya waktu untuk ia balikan menjalin hubungan dengan Ayasha.


10 “Ayasha, kita sudah lama tidak berkomunikasi dan tidak bertemu selama 6 tahun. Aku ingin kita kayak dulu lagi, aku masi berharap kita seperti dulu lagi, mau kan kamu menerima ini, Ayasha ??.” Ucap Ardian menanya ke Ayasha dengan gugup. “Aku juga masih ingin kita seperti dulu lagi, aku menerima nya, Ardian.” Ucap jawaban Ayasha dengan salah tingkah ke Ardian. Selama 5 bulan mereka menjalin hubungan dimasa kuliah dengan harmonis dan romantis. Tiba-tiba Ardian berkata sesuatu kepada Ayasha saat Ayasha sedang ber ulang tahun. “Ayasha aku ingin berkata sesuatu dengan kamu, kita juga udah menjalani hubungan selama 5 bulan ini, aku merasa ini lah waktu yang tepat untuk kita lebih serius. Do you want to marry me and be my wife? Ayasha ?.” Ucap Ardian berkata ke Ayasha dengan gugup karena di tonton oleh teman-teman Ayasha. “YESSS, I WANT ITTTT, ADRIAANNN !!!!!!.” Ucap Ayasha berkata ke Ardian bahwa ia menerima lamaran Ardian dengan Salah tingkah yang brutal. Setalah 2 minggu berlalu akhirnya mereka merried dan setelah itu mereka berdua memutuskan mewujudkan wishlist Ayasha dan Ardian ke Findland untuk melihat aurora borealis secara langsung bersama-sama dan mewujudkan wishlist Ayasha selanjutnya.. AND HAPPY ENDING Pesan Moral: Terdapat dari kisah tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa seorang gadis yang mempunyai wishlist dari kecil ingin merasa keharmonisan dan kehangatan dalam keluarga nya namun ia rasakan pada keluarga kecil nya dan ia ingin melihat Aurora Borealis bersama keluarga nya namun diwujudkan oleh sosok pria yaitu suami nya sendiri. Walaupun dari kecil dalam kehidupannya mengalami kerintangan yang cukup membuat diri nya tertekan, hilang harapan, perasaan iri hingga pasrah terhadap semua nya yang ia lalui selama ini, Tetapi waktu demi waktu gadis tersebut berusaha mengikhlaskan dan mengikuti skenario yang dibuat oleh tuhan untuk hidup nya.


Profil Penulis Nama: Keysha Afiyah Shafadhina Kelas: 9.4 / IX 4 Tempat, Tanggal Lahir: Batam, 16 September 2008 Hobby:rebahan, scroll tiktok, baca au sambil dengerin podcasts atau musik (tergantung mood), jailin anak tetangga, buat cake tengah malam, mabar game sama abuy, main sama mpus kubel&kucel tersayank, nangis gaada sebab sampai begadang, ovt tiba-tiba tanpa sebab sebelumnya, maaf buat semuanya kalau cerita nya kurang nyambung karena ide gwe uda buntu bangett jujurrrr apalagii kalau ada typo mohon di maafkan yaaahhh dan maaf banget kepada Bu Tutut kalau ngirim nya telat banget, dan juga makasih banget buat Bu Tutut karena sudah sabar dan baik banget. makasiiiiieehh banget juga buat Tian sudah membantu dan menemani aquh buat tugas ini sampai ikut begadang juga walaupun dia sedikit sombong karena sudah siap duluan hmzzz. makasiehh juga buat Sri, Hayyu sudah membantu dan menilai apakah tema nya cocok apa nggak. very very lofyuuu n thank u so much buat yang membaca buku digital sayaa smpe selesai walaupun ga jelas dan typo-typo gituu yhhhh.. <3<3


Click to View FlipBook Version