BULETIN & WARTA JEMAAT MINGGUAN GKI ANUGERAH EDISI 41
9 Oktober 2022
Tema GKIA 2022-2023
Bertumbuh dan Membangun Dalam Kasih
Grow and Build in Love
增长和在爱中建立
Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, yang rapi tersusun dan diikat menjadi
satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan
tiap-tiap anggota menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya
dalam kasih. [Efesus 4:16 TB]
PRAKATA & SAPA GEMBALA
Shalom Jemaat sekalian!
Senang sekali saya dapat menyapa kembali saudara-saudari sekalian di bulan Oktober ini.
Pada bulan ini kita akan memulai gerakan 40 Days of Community (40 hari di dalam
komunitas). Tentunya sebagai murid-murid Kristus kita perlu bertumbuh di dalam
komunitas. Karena itu kita akan belajar bagaimana menjadi komunitas yang mempraktikkan
kasih, saling merangkul dan membangun relasi.
Kita bersyukur semakin banyak jemaat yang menghadiri kebaktian onsite. Mengingat ibadah
sesungguhnya bersifat partisipasif, Majelis dan Hamba Tuhan GKI Anugerah terus
mendorong jemaat yang dalam kondisi sehat, sudah divaksin dosis ketiga dan sedang tidak
keluar kota untuk datang beribadah secara onsite di gedung gereja. Karena sesungguhnya
ibadah kita merupakan perayaan syukur sebagai umat Allah secara korporat.
Tuhan berserta kita
“Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi;
sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.
Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku,
yaitu jikalau kamu saling mengasihi.”
(Yohanes 13:34-35)
Pdt. Cenglyson Tjajadi - Ketua Umum Majelis Jemaat GKIA
SEKRETARIAT
SELAMAT DATANG Tata Usaha GKI
DI GKI ANUGERAH Anugerah
______________________
Jika saudara baru pertama kali beribadah di GKI
Anugerah dan belum memiliki tempat ibadah yang Gg. Irsad No. 5
tetap, maka kami menyambut anda menjadi bagian dari Bandung – 40241
keluarga besar GKI Anugerah untuk bersekutu dan (022) 601-1818
bertumbuh bersama dalam iman kepada Yesus Kristus 0821-1895-9030
[email protected]
Jika saudara membutuhkan informasi lebih lanjut ________________________
silahkan hubungi Kantor Tata Usaha pada saat Jam
Kerja
JAM KERJA:
Senin – Jumat : 08:00 – 17:00
Sabtu : 08:00 – 13:00
Minggu : 09:00 – 12:00
2
DAFTAR ISI
Info Ibadah 4
Bidang Persekutuan 11
Bidang Pembinaan 16
Bidang KOMIT 18
Bidang Kesaksian & Pelayanan 19
Info Korporat 23
Info Pelayanan Jemaat 26
Info Bajem dan Posjem 28
Renungan Harian GKIA 29
Quotes Corner
“tidak ada pertumbuhan rohani tanpa disiplin rohani
SETIAP HARI dan komunitas ROHANI YANG MENDAMPINGI”
- Pnt. Hendrikus T. -
3
INFO IBADAH GKI ANUGERAH
Shalom, Jemaat GKIA Terkasih,
marilah kita mempersiapkan hati untuk mengikuti
rangkaian ibadah Minggu, 9 Oktober 2022
JADWAL IBADAH UMUM
Ibadah & Pola KU 1- Blended KU 2 - Kontemporer KU 3 - Klasik Dwibahasa
(Bahasa Indonesia) (LIFT Community) (Mandarin - Indonesia)
The Hat I Wear (Peran Saya Peran Saya di dalam
Tema The Hat I Wear
di dalam Keluarga) Keluarga
Waktu 08:00 WIB 10:30 WIB 10:00 WIB
Aula Lantai 3. Aula Lantai 4. Aula Lantai 3.
Tempat
GKI Anugerah Gedung Sekolah Gamaliel GKI Anugerah
Pengkhotbah Ev. Andry Gunawan Pdt. Silvia Wiguno Ev. Andry Gunawan
Penerjemah Sdri. Nirmalaningsih
WL Sdr. Krisnadi Talar Sdri. Vina Pnt. Lili Junaedi
Sdri. Aylina, Sdri. Ho Ie Lien,
Pelayan Singer Sdri. Vania & Sdri. Sanny urip Sdri. Vidy, Sdr. Henrico Sdri. Lim Mei Ing
Ibadah
Sdri. Elsye, Sdr. Crisman, Sdr. Jeremi, Sdr. Crisman,
Pemusik Dkn. Yovina Uthama, Sdri. Sufa
Sdr. Daniel, Sdr. Hansel Sdr. Kevin G.
JADWAL IBADAH YOUTH & ANAK
Ibadah YOUTH Sekolah Minggu
(Wave Youth Ministry) (G-Kids Ministry)
Tema The Authority OBEY YOUR PARENTS IN THE LORD
Waktu 08:00 WIB 08:00 WIB 10:30 WIB
Usia R. Baduta Lt.2 Usia Function Room
Baduta Baduta Wave
Usia GSG Lt. 2 Usia R. Kelas 2B -
PG - 1 SD GKIA PG - TK A Gamaliel Lt. G
Aula Lantai 4.
Tempat Gedung Sekolah Aula Lt.4 GKIA
Gamaliel Usia Roof-Garden Usia R. Kelas 1B -
2 SD - 6 SD R. 205 TK B - 2 SD Gamaliel Lt. G
R. 210
Usia R. Kelas 1A -
3 SD - 6 SD Gamaliel Lt. G
Pengkhotbah Pdt. Em. Henry Efferin Bersama Laoshi G-Kids Bersama Laoshi G-Kids
Ibadah Youth diperuntukan bagi pelajar usia Sekolah Minggu diperuntukan bagi anak-anak usia baduta s.d usia 6
SMP/SMA SD
4
INFO IBADAH GKI ANUGERAH
JADWAL IBADAH BAJEM
BAJEM TAMAN KOPO INDAH SUTAMI
Metode Hybrid (Onsite & Livestreaming) Hybrid (Onsite & Zoom Meeting)
Tema Peran Saya di dalam Keluarga Melahirkan Generasi Ilahi
Waktu 08:00 WIB 09:30 WIB
Pengkhotbah Pdt. Cenglyson Tjajadi Ev. Kurdijanto Harsono
WL Pnt. Lany Sung Liturgi Sonata Sitompul
Sdri. Suhanah, Sdri. Elvina,
Singer Sdri. Lidya, Sdri. Susana Singer Fenty & Lita Yuliani
Sdri. Sylvia, Dkn. Tommy, Franky A, Lewi,
Pemusik Sdr. Hery Pemusik Ching-ching, Denny
Pelayan Ibadah
Multimedia Ria Hayati
Bahar Kartawiria &
Sound system
Mataswara
Layanan Ibadah Livestreaming Host Zoom Ev. Dicky Y. Siregar
Youtube GKI Anugerah Bajem TKI
Lighting Joshua
Media Sosial GKI Anugerah
GKI Anugerah
gkianugerah
gkianugerah
liftcommunity.gkia
G-Kids Ministry GKI Anugerah
gkids_gkianugerah
Wave Youth Ministry
Bagi Jemaat yang tidak bisa menghadiri ibadah
waveyouthministry secara onsite di gedung GKI Anugerah , silahkan mengikuti
ibadah melalui layanan livestreaming Youtube channel
GKI Anugerah Bajem TKI
5
INFO IBADAH GKI ANUGERAH
Ibadah Onsite GKIA
Jemaat GKI Anugerah terkasih.
Kita patut bersyukur bahwa kasus covid-19 akhir-akhir ini makin hari makin melandai.
Dalam melakukan peribadahan, selama ini gereja kita tetap mengutamakan kehati-hatian bagi
keamanan jemaat semua, walaupun sudah sejak beberapa bulan lalu Pemerintah
memperbolehkan kehadiran 100% tanpa jarak pada saat beribadah.
Melihat situasi yang makin kondusif, maka terhitung mulai hari minggu ini tanggal 9 Oktober
2022, tanda silang pada tempat duduk di aula kebaktian kita dicabut/ditiadakan, artinya jemaat
bebas memilih tempat duduk sebagaimana kita lakukan sebelum masa pandemi, namun dengan
catatan penting sebagai berikut :
1. Prokes tetap kita jalankan dan patuhi seperti yang kita lakukan selama ini, yaitu: pengukuran
suhu dan memakai masker.
2. Kami tetap menghargai jemaat yang mungkin merasa belum nyaman dengan perubahan
aturan tempat duduk ini. Apabila ada jemaat yang merasa demikian, maka jemaat yang
bersangkutan dipersilahkan untuk menaruh sesuatu barang miliknya di samping kiri dan
kanan tempat duduknya agar supaya jemaat lain dapat menempati tempat duduk yang
lainnya atau alternatif yang lain, yaitu jemaat yang bersangkutan pindah dan menempati
tempat duduk yang masih kosong.
Demikian agar menjadi perhatian jemaat dan kita dapat menjalankannya dengan penuh
sukacita.
Majelis Jemaat GKIAnugerah.
PERSYARATAN UNTUK MENGIKUTI IBADAH ONSITE DI GKI ANUGERAH
Jemaat datang/hadir dalam keadaan SEHAT dan SUDAH DI VAKSINASI lengkap
(dibuktikan dengan check-in Aplikasi Peduli Lindungi)
Wajib memakai MASKER selama berada di area Gereja : Masker KN95 atau
memakai Masker Lapis Double yaitu Masker Medis + Masker Kain sebagai
layer ke-2
Bagi jemaat yang dalam kondisi kurang sehat, batuk/pilek dll atau yang belum
divaksin disarankan untuk mengikuti ibadah online secara livestreaming yang
masih terus disediakan setiap minggunya.
Kiranya Tuhan Yesus Kristus, Sang Kepala gereja memberkati setiap ibadah dan
pelayanan yang kita lakukan untuk membawa kepada kemuliaan bagi nama-
Nya, serta menghadirkan damai sejahtera bagi seluruh jemaat.
6
INFO IBADAH GKI ANUGERAH
7
INFO IBADAH GKI ANUGERAH
SEKOLAH MINGGU
Ibadah Anak/Sekolah Minggu dapat dihadiri secara Onsite tanpa
pendaftaran, silahkan memilih jadwal dan jenjang kelas yang
sesuai dengan usia anak saudara
8
INFO IBADAH GKI ANUGERAH
Seluruh Ibadah KU
(Kebaktian Umum)
tersedia dalam
layanan livestreaming
setiap minggunya di
Youtube Channel GKI
Anugerah
bit.ly/gkianugerah
9
INFO IBADAH GKI ANUGERAH
Ibadah Pelajar
SMP/SMA (Youth)
tersedia dalam
layanan livestreaming
setiap minggunya di
Youtube Channel Wave
Youth Ministry
youtube.com/waveyouthministry
Ibadah Anak (G-Kids) tersedia
dalam layanan livestreaming
setiap minggunya di Youtube
Channel G-Kids Ministry GKI
Anugerah
(Khusus Kelas yang
dilangsungkan Pk. 08:00 WIB)
https://youtu.be/XyLYcIbR6nY
10
BIDANG PERSEKUTUAN
PERSEMBAHAN RUTIN
Jenis Persembahan Ibadah Rekening BCA
GKIA Pusat 008 389 0077 (a.n GKI Jabar Anugerah)
(KU 1 / KU 3)
GKIA Pusat 810 051 2221 (a.n GKI Jabar Anugerah)
(KU 2/LIFT Community)
Rutin, Perpuluhan,
Syukur, Bulanan Pelajar SMP/SMA (Wave 810 051 2000 (a.n. GKIA Youth)
Youth)
Bajem Sutami 233 304 0808 (a.n GKI Jabar Anugerah)
Bajem Taman Kopo Indah 810-087-0003 (a.n GKI Jabar Anugerah)
Minggu ini ada 1 persembahan yang akan kita kumpulkan, untuk biaya rutin Gereja
Jemaat dapat memberikannya dengan cara:
❑ Tunai melalui amplop persembahan yang ada di gereja dan memasukkannya ke kotak persembahan
❑ Non-Tunai dengan Transfer Rekening yang telah diinformasikan
❑ Non-Tunai menggunakan pemindaian (scan) fasilitas QR Code yang tersedia
PERSEMBAHAN LAINNYA
Jenis Persembahan Rekening BCA
Pembangunan Pastori 008 303 9717 (Yayasan Gereja Kristen Anugerah)
Misi (PMP Ke-42 ) 777 125 4750 (GKI Jabar Anugerah)
Diakonia 810 050 0303 (GKI Jabar Anugerah)
Bukti transfer/ATM harap disampaikan melalui email ke [email protected] atau wa ke 0812-2056-388, dengan
mencantumkan : nama atau initial, no anggota (bila ada), jenis persembahan, untuk bulan apa.
PERSEMBAHAN ELEKTRONIK
Sebagai adaptasi perkembangan teknologi digitalisasi keuangan saat ini, GKI Anugerah
menyediakan fasilitas QR Code bagi jemaat untuk menyampaikan persembahan secara
elektronik. Saudara dapat menggunakan aplikasi e-wallet di perangkat smartphone android/ios
(seperti: OVO, GoPay, DANA, dsb) atau dengan aplikasi Mobile Banking yang memiliki Fitur QR
Payment untuk melakukan pemindaian (scan) QR code berikut sesuai tujuan persembahan
yang akan diberikan:
GKIA LIFT Community GKIA Youth
Persembahan Rutin
11
BIDANG PERSEKUTUAN
WARTA PERJAMUAN KUDUS
GKI Anugerah akan menyelenggarakan Perjamuan Kudus secara onsite pada Bulan
Oktober 2022 dalam ibadah Minggu
TANGGAL IBADAH DIPIMPIN OLEH
Pelajar SMP/SMA (Youth) Pdt. Em.Henry Efferin
9 Oktober 2022
BAJEM Taman Kopo Indah Pdt. Cenglyson Tjajadi
BAJEM Sutami Pdt. Em. Henry Efferin
16 Oktober 2022
POSJEM Sumedang Pdt. Cenglyson Tjajadi
Perjamuan Kudus hanya diperuntukkan bagi jemaat/simpatisan GKI Anugerah yang
telah dibaptis dewasa / sidi
Perjamuan kudus adalah sakramen yang diperintahkan Tuhan sebagai
peringatan (remembrance) tentang diriNya yang menyerahkan nyawaNya demi
keselamatan manusia. Perjamuan Kudus menyadarkan kita bahwa secara total,
Kristus memberikan tubuhNya dipecah agar kita utuh, mencurahkan darahNya
agar dosa kita diampuni.
Mengambil bagian didalam Perjamuan kudus membuat kita menyaksikan
betapa hebat penderitaanNya bagi kita, dan betapa besar kasihNya,
anugerahNya.
Marilah kita mengikuti Perjamuan kudus dengan khidmat, penuh rasa syukur
setelah terlebih dahulu kita mengakui dosa dan kesalahan kita. Mintalah
pengampunan dosa, harapkanlah belas kasihNya, dan terimalah anugerahNya
yang tak berkesudahan.
Dia akan menyempurnakan Perjamuan kudus sederhana ini, dan tetap
menguatkan iman, pengharapan dan kasih kita.
Mohon jemaat mempersiapkan diri masing-masing untuk mengikuti Perjamuan
Kudus. Tuhan memberkati saudara sekalian.
12
BIDANG PERSEKUTUAN
KELAS MMK – MENJADI MURID KRISTUS
Kelas MMK Dewasa/Umum dan MMK Youth diadakan melalui zoom/onsite.
Kelas MMK diwajibkan bagi :
• Simpatisan yang ingin dibaptis dan menjadi anggota Jemaat GKI Anugerah
• Anggota jemaat gereja lain yang ingin pindah keanggotaan ke GKI Anugerah*
JADWAL DEWASA/UMUM YOUTH
Hari/Tanggal Selasa, 11 Oktober 2022 Sabtu, 15 Oktober 2022
Waktu Pk 19.30 WIB Pk 18.30 WIB
Tema Disiplin Rohani – Waktu Teduh Disiplin Bersaat Teduh
Pembicara Ev. Steffi Likhi Ch. Ev. Gabriela Adriani
Tempat Ruang 210 Ruang 210
Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi :
MMK Dewasa/Umum : Ev. Veronika 0812-3515-222 atau Sdr. Eddy 0822-6275-5737
MMK Youth : Sdr. Catur Octowibowo 0831-2269-1422
*Untuk kepindahan anggota Jemaat dari Gereja lain, silahkan hubungi kantor TU untuk mendapatkan
informasi lebih lanjut
13
BIDANG PERSEKUTUAN
KELAS BIMBINGAN PRANIKAH
Kelas Bimbingan Pranikah (BIMPRA) akan diadakan kembali secara Onsite & Online*
(melalui zoom)
Kelas BIMPRA diwajibkan bagi :
• Anggota Jemaat yang ingin mendapatkan pelayanan pemberkatan Pernikahan di GKI Anugerah
• Diikuti oleh Pasangan yang akan menikah minimal 6 Bulan sebelum tanggal pernikahan
BIMPRA Setiap Rabu Pk 19:00 – Onsite & Online*
JADWAL PERTEMUAN KE – 11
Hari/Tanggal Rabu, 12 Oktober 2022
Waktu Pk 19.00 WIB
Tema Spiritual Parenting
Pembicara Ev. Hellen C. Pratama
Online/Onsite Onsite – di Ruang 301
*Kelas Online dikhususkan bagi peserta yang berada di luar kota atau yang berhalangan karena
pertimbangan tertentu
Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi kantor TU GKI Anugerah / Sdri. Nova 0812-2056-388
DIAKONIA
Bidang Diakonia membuka kembali program "Dana Pendidikan" untuk tahun
ajaran 2022-2023 (periode Juli 2022 s/d Juni 2023).
Program ini bertujuan untuk memberikan dukungan dan bantuan kepada
siswa/siswi dari keluarga yang kurang mampu untuk biaya studi mereka mulai
dari jenjang SD sampai S1 (Universitas).
Dukungan Dana Pendidikan tidak dibatasi jumlah/nilainya dan dapat diberikan
sesuai dengan kerelaan jemaat yang terbeban.
Jemaat yang terbeban untuk mendukung adik-adik yang membutuhkan dalam
pendidikan dapat menyalurkannya melalui rekening Diakonia GKI Anugerah :
BCA 810 050 0303
atas nama GKI Jabar Anugerah
dan mencantumkan "Dana Pendidikan" pada berita.
14
BIDANG PERSEKUTUAN
JADWAL PERSEKUTUAN DOA MINGGU INI
(zoom meeting)
MALAM PUJI & DOA (MPD) PERSEKUTUAN DOA PAGI
Tema Kasih Bukan Omong Kosong Doa untuk 40 Days of Community
Tanggal Selasa, 11 Oktober 2022 Sabtu, 15 Oktober 2022
Waktu 19:00 – 20:00 WIB 06:30 – 07:15 WIB
Dipimpin Oleh Pnt. Henrikus Telaumbanua Sdr. Abe F. Loupatty
Link Link Zoom Link Zoom
Meeting ID 81074889917 86283730691
Passcode MPD doapagi
∑ Partisipan Minggu lalu 23 orang (4 Oktober 2022) 53 Orang (1 Oktober 2022)
15
BIDANG PEMBINAAN
16
BIDANG PEMBINAAN
Persekutuan Wanita “Ester”
(Komisi Wanita)
Tema Peran Saya Dalam keluarga
Pembicara Ev. Sianny L. T.
Hari & Tanggal Rabu, 12 Oktober 2022
Waktu 15:00 – 16:30 WIB
Zoom Meeting Link Zoom
Zoom Meeting ID 853 2587 4363
Passcode 654321
Persekutuan Cia Ling
Pembicara Pdt. Em. Henry Efferin
Hari & Tanggal Kamis, 13 Oktober 2022
Waktu 16:00 – 17:00 WIB
Tempat Aula Lt. 4
Pendaftaran kehadiran silakan menghubungi
Sdri. Lim Su Ing 0838-2166-6385 atau TU GKI Anugerah (022-601 1818)
17
BIDANG KOMIT
40 DAYS OF COMMUNITY
GKIA akan kembali mengadakan kegerakan 40 Hari dalam komunitas (40 Days
of Community) dari tanggal 16 Oktober 2022 s.d 27 November 2022
Bagi jemaat yang rindu bertumbuh dalam komunitas mari bergabung bersama
dalam kegerakan ini:
Silahkan mendaftar melalui Link : bit.ly/40DOC-GKIA atau hubungi whatsapp
Hotline GKIA. (Pendaftaran dibuka dari 03 Oktober - 15 Oktober 2022)
Setelah melakukan pendaftaran, jemaat akan mendapatkan buku Panduan &
Materi Renungan Harian 40 DOC.
❑ Bagi jemaat yang telah tergabung dalam KOMIT
Konfirmasi dan pengambilan buku 40DOC melalui Pikom
masing-masing
❑ Bagi jemaat yang belum tergabung dalam KOMIT
Konfirmasi dan pengambilan buku 40DOC ke Kantor Tata
Usaha GKIA pada tanggal 09 & 16 OKTOBER 2022
Keberadaan Anda bukanlah suatu kebetulan.
Tahukah Anda, jauh di dalam kekekalan, bahkan saat Anda belum
dilahirkan, Allah sudah memilih Anda untuk menjadi seorang yangunik,
berharga dan membawa dampak positif bagi keluarga, komunitas,
masyarakat bahkan dunia ini. Alami kasih Bapa, kasih Agape dalam
Komunitas Otentik Murid Kristus (KOMIT) dan bagikan dalam keluarga
dan dunia sekitarmu
18
BIDANG KESAKSIAN & PELAYANAN
BADAN MISI GKI ANUGERAH
Persembahan Iman Misi 2022 – 2023
(PEKAN MISI PENGINJILAN KE 42)
Kebutuhan Dana Persembahan Janji Iman Pengeluaran rutin PMP
Anggaran Yg diterima s/d tgl 31 Agustus 2022
Rp. 247,573,000 Rp.354,918,100
Rp. 1.080.000.000
23% dari total kebutuhan dana BM 33% dari total budget
PMP ke 42 pengeluaran PMP ke 42
Jemaat yang akan mendukung pelayanan misi, silakan mengisi Kartu Tekad PMP
ke 42 melalui goggle form : https://bit.ly/KartuTekadPMP42
Jemaat yang akan mendukung pelayanan misi, dapat memberikan
persembahan Janji Iman Misi Penginjilan ke 42 ke rekening Badan Misi GKIA :
Bank BCA Juanda Bandung
No Rek. 777.125.4750 (a.n. GKI JABAR ANUGERAH)
Informasi BM GKI Anugerah ( 0812-2122-5821)
Apabila ada yg kesulitan dalam pengisiannya, silakan menghubungi
BM GKI Anugerah ( 0812-2122-5821) atau kantor TU gereja
19
BIDANG KESAKSIAN & PELAYANAN
BPK PENABUR - BANDUNG
Dalam rangka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2023-2024, BPK Penabur
Bandung memberikan program khusus pengurangan SSP (Sumbangan Sarana
Pendidikan/Uang Pangkal) bagi anggota jemaat/simpatisan GKI Anugerah yang
mendaftarkan putra/i-nya ke BPK Penabur, dengan mambawa surat keterangan dari
gereja untuk sekolah yang dituju.
Program ini berlaku untuk kriteria :
1. Orang tua atau calon siswa adalah anggota jemaat atau simpatisan GKI
2. Calon siswa adalah anggota jemaat atau simpatisan dan mengambil bagian dalam
aktivitas jemaat atau pelayanan (tanpa memperhatikan status keanggotaan jemaat
dari orang tua calon siswa yang bersangkutan)
*Aktivitas jemaat atau pelayanan adalah calon siswa aktif berperan sebagai anggota
paduan suara, pianis, penyambutan, multimedia, pengurus komisi dll.
Keterangan lebih lanjut, silakan menghubungi
Tata Usaha GKI Anugerah
GKI ANUGERAH & RS UKM
Dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan kepada jemaat, GKI Anugerah bekerjasama
dengan Rumah Sakit Unggul Karsa Medika (RS UKM) memberikan fasilitas khusus bagi anggota
jemaat GKI Anugerah berupa harga khusus (potongan tarif) untuk pengobatan di RS UKM
seperti: Laboratorium, Farmasi, Radiologi, Perawatan Rawat Inap, Rawat Jalan dsb.
Bagi anggota jemaat GKI Anugerah yang membutuhkan akan dibuatkan kartu anggota
dengan biaya penggantian kartu Rp 50.000 (1 Kartu berlaku untuk 1 keluarga)
Keterangan lebih lanjut silakan menghubungi kantor TU GKI Anugerah 022-6011818 atau wa
0821-1679-0004
20
BIDANG KESAKSIAN & PELAYANAN
21
BIDANG KESAKSIAN & PELAYANAN
Mari jemaat sekalian, untuk turut berpartisapasi bersama bagi kemanusiaan
melalui Donor Darah (Kerjasama dengan Kecamatan Astana Anyar)
Sabtu, 15 Oktober 2022, dimulai pk 08:00 WIB
Bertempat di Jl. Bojongloa No.69 Bandung
Dipersilahkan untuk langsung mendatangi lokasi.
22
INFO KORPORAT
PROMO
Untuk yang
mendaftar
selama bulan
Juli s/d
Desember 2022
bebas biaya
pendaftaran
PANGGILAN MELAYANI
Bagi jemaat yang memiliki talenta dalam bidang musik/multimedia dan rindu melayani,
Dept. Ibadah GKIA mengajak saudara/i untuk melayani bersama sebagai tim pelayan
Ibadah di bidang :
o worship sebagai : singer/pemusik
o support sebagai : cameraman/livestreaming/multimedia, dsb.
Silahkan mengisi data saudara/i melalui link google form berikut:
❑ https://bit.ly/RekrutmentWorshipGKIA
❑ https://bit.ly/RekrutmentSupportingGKIA
23
INFO KORPORAT
RENUNGAN HARIAN GKI ANUGERAH
LOWONGAN PEKERJAAN
Selain Renungan Harian GKI
Anugerah dalam bentuk text yang
bisa saudara baca via e-Warta,
Renungan tersedia dalam bentuk
audio podcast juga dapat saudara
dengarkan melalui pilihan platform
berikut:
• Aplikasi Spotify
https://sptfy.com/RHGKIA
• Google Podcast
https://s.id/RHGKIA
Silahkan follow/subscribe supaya saudara
mendapatkan notifikasi setiap harinya,
saat renungan harian tersedia.
INFO HOTLINE GKI ANUGERAH
Sejak 11 September 2022, nomor Hotline GKI
Anugerah berubah menjadi
0821 1895 9030 melalui whatsapp
Hotline ini merupakan sarana bagi jemaat
untuk keperluan dengan Tata Usaha Gereja,
seperti :
o Informasi Ibadah
o Informasi Kelas Pembinaan
o Urusan Suka/Duka
o dan sebagainya
Silakan menyimpan nomor ini pada
phonebook handphone jemaat sekalian
24
INFO KORPORAT
SPEAKER AULA LT. 3 GKI ANUGERAH
LOWONGAN PEKERJAAN
Jemaat GKI Anugerah terkasih,
Dengan ini Majelis Jemaat menyampaikan permohonan maaf atas
ketidaknyamanan yang terjadi saat jemaat beribadah di Aula Utama
Lt.3 karena belakangan ini perangkat speaker seringkali mengalami
kerusakan teknis yang dikarenakan faktor & kondisi komponen sudah
berusia lebih dari 20 tahun.
Saat ini Majelis sedang mengupayakan untuk melakukan perbaikan.
Mohon dukungan jemaat agar Majelis Jemaat dapat mengambil
langkah-langkah yang tepat.Terima kasih.
25
INFO PELAYANAN JEMAAT
SIE SUKA SIE DUKA
Koordinator Pdt. Cenglyson Tjajadi Ev. Kurdijanto Harsono
No. Contact 0888 204 9930 0811 223 320
Cakupan Informasi dan pelayanan Informasi dan pelayanan
Pelayanan Pemberkatan Nikah Kedukaan
PROSEDUR PENDAFTARAN PEMBERKATAN NIKAH
Bagi pasangan yang akan melangsungkan Peneguhan Pemberkatan Nikah di GKI
Anugerah, silahkan mengajukan permohonan tertulis kepada Majelis Jemaat dengan
mengisi formulir yang sudah disediakan di Tata Usaha selambat-lambatnya 6 (enam)
bulan sebelum hari pernikahannya dilaksananakan.
Kepada pasangan juga dihimbau untuk tidak memilih waktu Peneguhan dan
Pemberkatan Nikah pada hari Minggu ke-4
Persyaratan umum :
❑Kedua atau salah satu calon mempelai adalah anggota jemaat GKI Anugerah
❑Setiap pasangan diwajibkan untuk mengikuti Kelas Bimbingan Pra-Nikah yang
diadakan pada bulan Januari/Februari atau Juni/Juli (pilih salah satu)
BERITA KELAHIRAN
Selamat atas kelahiran
“Glenn Edward Adreeson”
pada tanggal 4 Oktober 2022
Putra Kedua dari :
Sdr. Stefanus Andree & Sdri. Novi Satya Cahyadi
26
INFO PELAYANAN JEMAAT
BERITA SUKA
Pemberkatan Pernikahan Jemaat
Hari/Tanggal Sabtu, 15 Oktober 2022
Waktu/Tempat Pk. 11:00 WIB/ Aula Lt.4 GKIA
Sdr. Stieven Qurrie
(putra Bpk. Hadi Susanto (alm) & Ibu Silviawati Wilarang)
dengan
Sdri. Priscilla Jofani Oetomo
(putri Bpk. Timotius Joshua Oetomo & Ibu. Lili Sinarfati)
Pemberkatan oleh Pdt. Em. Henry Efferin
Pianis Sdr. Teddy Chen
Majelis yang bertugas Pnt. Lany Sung, Dkn. Martin Theniko,
Dkn. Ivan Ferdian Subrata,
Dkn. Mindawati, Ev. Sianny L.T.
Telah dipanggil pulang oleh Bapa di Surga
Permohonan Kebaktian Peneguhan & Pemberkatan Nikah
Sabtu, 22 Oktober 2022 Pk 10:00
Timotius Hanjaya & Janifer Gabriella
Sabtu, 22 Oktober 2022 Pk 12:00
Willy Alvin Senjaya & Kezia Viktoria Krista Gunawan
Apabila ada yang menaruh keberatan berdasarkan Alkitab dan Tata
Gereja GKI dapat menyampaikannya secara tertulis ke majelis jemaat
paling lambat Rabu, 12 Oktober 2022
Permohonan Kebaktian Peneguhan & Pemberkatan Nikah
Sabtu, 5 November 2022 Pk 11:30
Andershen Setyo Prakarsa & Sherly Sukangto
Minggu, 6 November 2022 Pk 12:00
Robert Ferdian Hermawan & Fella
Apabila ada yang menaruh keberatan berdasarkan Alkitab dan Tata
Gereja GKI dapat menyampaikannya secara tertulis ke majelis jemaat
paling lambat Rabu, 26 Oktober 2022
27
INFO BAJEM & POSJEM
BAPTISAN KUDUS BAJEM SUTAMI
Pada tanggal 16 Oktober 2022 akan
diadakan Baptisan Kudus di Bajem Sutami,
dipimpin oleh Pdt. Em. Henry Efferin
BAPTISAN ANAK
1. Nathania Abigail Eleora, putri dari Budi Cahjadi & Rosiana Margaret
2. Divano Mahesa Bonja Peea, putra dari Steven Peea & Christya Asih Lestari
SIDI
1. Eric Tumakaka
2. Gracia Claresta Tumakaka
3. Lita Yuliani
BAPTIS DEWASA
1. Edwin Hirawan
ATESTASI
1. Denny Riki Kurniawan dari GKA City Blessing
2. Franky Andrean dari GBIS Kepunton Surakarta
3. Rahma Kartika Awang Sari dari GPT Manahan Surakarta
4. Ria Hayati dari GKA City Blessing
BAPTISAN KUDUS POSJEM SUMEDANG
Pada tanggal 16 Oktober 2022 akan diadakan Baptisan Kudus di Pos Jemaat
Sumedang, dipimpin oleh Pdt. Cenglyson Tjajadi.
BAPTISAN ANAK
1. Samuel Ryu Gustriawan
2. Vania Agna Benetha
BAPTIS DEWASA
1. Travelicia Lousiana Sumargono
2. Claudia Valencia Wiguna
3. Eti / Lie Po Moy Nio
ATESTASI
1. Andreas Gustriawan dari Gereja Pantekosta Indonesia – Sumedang
2. Denny Setiadi dari Gereja Bethel Indonesia Sukawarna – Bandung
3. Yeni dari Gereja Bethel Indonesia Sukawarna – Bandung
4. Valencia Gabrielle dari Gereja Bethel Indonesia Aruna - Bandung
28
RENUNGAN HARIAN GKIA
KARENA ALLAH MENGASIHI KITA Senin | 10 Oktober 2022
“Jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi” (1 Yohanes 4:11)
P Hidup adalah belajar mengasihi. Hal ini tidak mudah. Kasih sejati membutuhkan pengetahuan,
E Tujuan hidup kita di dunia yang utama bukanlah tentang anugerah Allah dan banyak praktik. Kita harus melatih kembali
N mengumpulkan harta, mencari status, mencapai kesuksesan diri kita untuk berpikir dan bertindak dengan cara yang penuh
kasih. Selama “40 Days of Community’/ “40 Hari Komunitas”,
atau bahkan mengalami kebahagiaan. Semua hal ini adalah
D isu sekunder. Hidup adalah tentang mengasihi dan kita akan mempraktikkan saling mengasihi – dalam 40 cara
A mengembangkan hubungan – dengan Allah, dan dengan yang berbeda. Cara-cara ini disebut “saling” di Alkitab.
L sesama. Kita mungkin berhasil dalam banyak hal, tetapi jika Semuanya adalah petunjuk praktis bagaimana mengasihi
A kita gagal belajar bagaimana mengasihi Allah dan sesama, dalam situasi hidup yang riil.
M kita akan kehilangan alasan mengapa Allah menciptakan Seperti sebuah berlian, kasih memiliki banyak sisi. Setiap
dan menempatkan kita di planet ini. Belajar mengasihi
bacaan harian akan menolong kita mengerti dan
A merupakan pelajaran hidup yang paling penting. Yesus mempraktikkan satu aspek yang berbeda dari kasih. Ambillah
N menyebutnya, “hukum yang terutama” (Mat. 22:38). Tidak ada waktu setiap hari untuk sungguh-sungguh merenungkan
hal lain yang lebih penting lagi. tentang apa yang telah kita baca. Belajar tentang kasih sejati
Mengapa? Karena Allah adalah kasih dan Ia ingin kita memang tidak mudah, tetapi hal ini akan membawa berkat
menjadi semakin serupa dengan-Nya. Allah sangat mengasihi bagi hidup kita melampaui imajinasi yang ada di dunia, dan
kita dengan tanpa syarat. Sekarang Ia ingin kita belajar akan mempersiapkan kita untuk kekekalan.
mengasihi-Nya kembali dan mengasihi sesama, khususnya Tentu saja, kita tidak dapat belajar mengasihi sendirian. Kita
saudara-saudara seiman di dalam keluarga Allah. mesti membangun hubungan dengan berbagai jenis orang
Inilah masalahnya: Kasih bukan merupakah hal yang alami supaya dapat mempraktikkan saling mengasihi. Alkitab
bagi kita manusia berdosa. Sudah menjadi sifat dasar manusia menyebut hal ini sebagai berada dalam suatu ‘komunitas’,
berdosa untuk mengutamakan dan memikirkan diri sendiri. Kita yang merupakan kata lain untuk persekutuan. Untuk
biasanya melakukan apa yang paling kita senangi, seringkali mempraktikkan perintah- perintah ‘saling’ yang telah Allah
tanpa mempedulikan bagaimana akibatnya terhadap orang berikan kepada kita, itu sangat penting bahwa kita
lain. Seharusnya, ketika semakin dewasa, kita semakin banyak menemukan sebuah gereja lokal dan terlibat dalam
memberi dan tidak egois. Namun pada kenyataannya kita pertemuan kelompok kecil secara teratur. Sebuah kelompok
semua menemukan orangorang yang tidak pernah menjadi kecil yang efektif lebih dari sekedar suatu kelompok
dewasa dan mempedulikan hal lain kecuali harapan, Pemahaman Alkitab, meskipun pemahaman Alkitab adalah
keinginan, dan ketamakan mereka sendiri. komponen utamanya. Kelompok ini juga harus menyediakan
Sikap memusatkan perhatian hanya pada diri sendiri menjadi waktu untuk berinteraksi, berbagi, bertanya dan mendoakan
akar dari hampir semua masalah – baik secara pribadi satu sama lain. Komunitas adalah konteks di mana kita belajar
maupun global. mengasihi.
Kasih sejati menempatkan kebutuhan orang lain di atas Jika yang kita lakukan hanyalah membaca renungan harian
kebutuhan diri sendiri. Itu berarti menjadikan masalah orang ini, kita hanya akan mendapatkan sebagian kecil saja dari
lain sebagai masalah saya. Kasih mendorong kita memberi manfaatnya. Namun jika kita bertemu secara teratur dalam
tanpa mengharapkan imbalan. Kasih berarti memberi apa sebuah pertemuan kelompok kecil, dengan enam atau
yang orang lain butuhkan, bukan apa yang mereka layak delapan orang anggotanya, kita akan memiliki sebuah
dapatkan. Meskipun kasih dapat menciptakan perasaan yang laboratorium praktik untuk menerapkan apa yang kita pelajari.
mendalam, kasih itu sendiri bukanlah perasaan. Kasih adalah Inilah ayat hari ini: “Jikalau Allah sedemikian mengasihi kita,
sebuah pilihan, sebuah tindakan, sebuah cara bersikap, maka haruslah juga kita saling mengasihi.” (1 Yoh. 4:11).
sebuah komitmen. Kasih akan rela berkorban bagi orang lain. Inilah titik awal untuk membangun komunitas sejati: menyadari
Dunia secara umum tidak memiliki gambaran yang benar betapa besar Allah mengasihi kita. Ia bukan hanya mengasihi
tentang kasih yang sejati itu. Ada lagu yang mengatakan kita; Ia juga mengasihi orang lain sama besarnya, dan Ia ingin
“Aku membutuhkanmu, Aku menginginkanmu, Aku harus anak- anak-Nya saling mengasihi. Ada tiga fondasi untuk
mendapatkanmu.” Ini bukanlah lagu kasih yang sejati, tetapi menjalani hidup yang penuh kasih:
lagu tentang nafsu birahi. Kasih sejati berfokus pada • Kasih Allah bagi kita memberikan alasan untuk mengasihi
bagaimana saya dapat melayani orang lain, bukan orang lain.
bagaimana orang lain dapat melayani saya. Kasih sejati • Kasih Allah di dalam kita memberikan kita kemampuan
berlawanan dengan kecenderungan kepentingan diri kita untuk mengasihi orang lain.
sendiri. • Kasih Allah melalui kita memberikan kita cara untuk
Itulah sebabnya mengapa kita harus belajar mengasihi. mengasihi orang lain.
POKOK PIKIRAN : Hidup adalah belajar mengasihi
M
4 AYAT HAFALAN : “Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita” (1 Yohanes 4:19)
M
5 PERTANYAAN RENUNGAN : Seberapa nyamankah kita berada dalam kelompok “40 Days of Community” ?
29
RENUNGAN HARIAN GKIA
KARENA ALLAH MEMERINTAHKAN KITA Selasa | 11 Oktober 2022
“Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi
kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi” (Yohanes 13: 34)
P Kasih adalah tindakan berdasarkan kehendak.
E Allah berkata bahwa kita harus mengambil keputusan untuk saling mengasihi. Kita harus mengasihi orang percaya yang
N lain terlepas dari bagaimana perasaan kita terhadap mereka atau bagaimana mereka tampaknya tidak layak dikasihi.
D Tidak peduli seberapa sulitnya, kita harus secara aktif, konsisten dan mendalam mengasihi saudara seiman yang telah
A Allah bawa ke dalam hidup kita, jemaat kita – dan dalam kelompok kecil kita.
L Kasih adalah sebuah perintah. Keputusan kita untuk mengasihi adalah satu tindakan ketaatan. Allah menganggap
A mengasihi sesama manusia begitu penting sehingga Dia memerintahkan kita untuk melakukannya (1 Yoh. 4:21). Ini
M adalah satu pelajaran yang sangat penting sehingga Rasul Yohanes terus menerus menjelaskan bahwa kasih harus
A dibarengi dengan ketaatan: jika kita mengasihi Yesus, kita akan menaati perintah-perintah-Nya (Yoh. 14:15, 23-24; 15:12,
N 14,17; 1 Yoh. 2:3; 5:3; 2 Yoh. 1:6).
Mengapa ketaatan dikaitkan dengan kasih? Karena hal ini menggambarkan kesatuan di antara orang percaya – kesatuan
roh dalam jemaat dan kelompok kecil adalah dasar bagi pekerjaan Kerajaan Allah: “Sebab inilah berita yang telah kamu
dengar dari mulanya, yaitu bahwa kita harus saling mengasihi” (1 Yoh. 3:11). Kristus menghancurkan mitos bahwa kasih
didasarkan pada pikiran yang menyenangkan atau perasaan romantisme. Ia membawa makna kasih ke tingkat yang lebih
tinggi – di mana tingkah laku dan iman terwujud dalam tindakan saleh. Kasih bukanlah sebuah romantika remaja atau
sebuah hubungan yang dibangun oleh kecocokan, tetapi kasih sejati adalah laksana seorang ibu yang terbangun oleh
bayinya selama lima kali dalam satu malam, atau seorang penumpang yang memberikan tempatnya di sekoci
penyelamat untuk menyelamatkan orang lain dari kapal yang sedang tenggelam. Kasih adalah Kristus di atas kayu salib,
mati bagi kita – bahkan ketika kita masih berdosa (Rm. 5:8).
Yesus meminta kita untuk memandang orang lain sebagai anak-anak Allah yang sangat bernilai, layak mendapatkan
waktu, perhatian dan tenaga kita. Sebagai anggota keluarga Allah, kita harus memilih untuk mengasihi, tanpa pilih-pilih
siapa yang harus dikasihi.
Kasih membutuhkan komunitas. Kita tidak bisa menaati perintah Kristus dengan cara mengisolasi diri. Kita harus berelasi
dengan sesama agar dapat ‘saling mengasihi.’ Berada di dalam komunitas mengharuskan kita meninggalkan “mitos”
bahwa setiap orang mudah membangun hubungan dengan siapapun dan setiap konflik mudah diselesaikan dengan
kompromi yang membahagiakan.
Allah membentuk kita masing-masing dengan cara yang berbeda-beda, Dia tahu kita semua membawa perspektif dan
kebutuhan yang berbeda masuk ke dalam komunitas. Luka hati, kebiasaan dan ketakutan yang ada di dalam setiap
kelompok menghasilkan potensi munculnya konflik, tetapi rancangan Allah adalah memakai konflik tersebut untuk
membantu kita bertumbuh dalam Kristus.
Kasih menuntut standar yang tinggi. Yesus mengatakan kita harus memperlakukan sesama seperti Ia memperlakukan
kita. Kasih Kristus adalah kasih yang tidak mementingkan diri sendiri, penuh pengorbanan, dan taat kepada kehendak
Bapa. Standar kasih-Nya bersifat pribadi – menjangkau mereka yang tidak layak, mengabaikan kesalahan mereka di masa
lalu dan mengutamakan kebutuhan yang terpenting dalam hati mereka.
Standarnya begitu menakjubkan sehingga kita hanya dapat mencapainya dengan setia menerapkan Galatia 2:20: “Bukan
lagi aku yang mengasihi, tetapi Kristus yang mengasihi di dalamku”. Dan orang yang tidak layak dikasihi, sekarang dapat
saya kasihi, saya mengasihi oleh iman kepada Kristus Anak Allah, yang lebih dahulu mengasihi orang yang tidak layak
dikasihi dan memberikan diri-Nya bagi orang yang saya nilai tidak layak untuk dikasihi.
Dasar pemikirannya adalah: sebagai sebuah komunitas orang beriman yang didorong oleh suatu tujuan, kasih kita tidak
boleh diukur dari apa yang bisa kita lakukan, juga tidak boleh dibatasi hanya kepada mereka yang kelihatannya layak
menerimanya. Standar kasih sejati kita adalah bahwa Allah “… mengasihi kita dan telah mengutus AnakNya sebagai
pendamaian bagi dosa- dosa kita… jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi” (1
Yoh. 4:10-11).
POKOK PIKIRAN Kasih adalah tindakan berdasarkan kehendak
M AYAT HAFALAN “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku
4 telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.” (Yohanes 13: 34)
M PERTANYAAN RENUNGAN Bagaimana kita dapat menunjukkan kasih Kristus yang tidak mementingkan diri sendiri
5 kepada seseorang yang tidak layak dikasihi dalam hidup kita hari ini ?
30
RENUNGAN HARIAN GKIA
KARENA ITU BUKTI KASIH KITA PADA ALLAH Rabu | 12 Oktober 2022
“Barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya” (1
Yohanes 4:20b)
P Kita mengasihi Allah dengan cara mengasihi sesama.
E Orang percaya di sekeliling kita berharga di mata Allah. Karena itu mereka juga harus diperlakukan sama penting oleh kita.
N Bahkan, jika kita mengatakan bahwa kita mengasihi Allah, tetapi tidak mengasihi orang percaya lainnya, kita seperti
D mengatakan, “Saya menyukai saudara, tetapi saya tidak suka dengan isteri saudara.”
A Alkitab berkata, “Setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak
L mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih” (1 Yoh. 4:7b-8). Jika kita tidak dapat mengasihi orang yang duduk di sebelah kita di
A gereja, bagaimana kita dapat berkata bahwa kita mengasihi Allah yang ada di surga ?
M Esensi kasih bukanlah apa yang kita pikirkan, lakukan atau sediakan bagi orang lain, tetapi seberapa banyak kita memberikan
A diri kita: “dan hiduplah didalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya
N untuk kita sebagai persembahan dan kurban yang harum bagi Allah” (Ef. 5:2). Kasih mendorong kita untuk mengesampingkan
kebutuhan kita agar dapat sepenuh hati memberikan diri untuk memenuhi kebutuhan orang percaya lainnya dalam kelompok
kecil atau jemaat kita. Saling mengasihi berarti kita bersedia melepaskan keinginan, kesenangan, tujuan, keamanan, uang,
tenaga atau waktu untuk kepentingan orang lain.
Kita mengasihi Allah bila kita melihat orang lain sebagaimana Allah melihat kita kita. Ini berarti kita berhenti menghakimi orang
lain menurut apa yang kita lihat dan mulai memandang mereka dari perspektif surgawi (2Kor. 5:16). Cara pandang seperti
Kristus ini memungkinkan kita melihat dari sudut pandang Allah, sebagaimana dikatakan dalam Yohanes 4, ketika Yesus
bertemu dengan seorang perempuan Samaria di tepi sumur. Ia tidak menghakimi berdasarkan penampilannya. Padahal
perempuan ini adalah seorang perempuan dengan sejarah masa lalu yang penuh dosa, ditolak oleh orang sebangsanya dan
orang-orang Yahudi karena ras atau asal-usulnya. Namun Yesus melihat nilai sejati perempuan ini dan kebutuhannya yang
terdalam, dan Ia memenuhinya dengan air hidup.
Kita mengasihi Allah ketika kita menjadi pelaku firman, dan bukan hanya pendengar: “Sebab jika seorang hanya mendengar
firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di
depan cermin. Baru saja ia memandang dirinya, ia sudah pergi atau ia segera lupa bagaimana rupanya” (Yak. 1:23-24). Dalam
kenyataannya mungkin sekali seseorang belajar firman Tuhan dengan sungguhsungguh, tetapi tidak memahami akan kasih
Allah (Yoh. 5:39-40).
Mustahil kita duduk di bangku gereja sambil mendengarkan firman Tuhan selama 30 tahun, tetapi nyaris tidak melakukan apa-
apa bagi mereka yang ada di sekitar kita, dan masih menyatakan bahwa kita mengasihi Allah. Alkitab berkata, “Barangsiapa
berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah- Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada
kebenaran. Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah
kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia. Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia ajib hidup sama seperti
Kristus telah hidup” (1Yoh. 2:4-6).
Alkitab mengatakan bahwa kita harus menunjukkan kasih dalam setiap kesempatan (Gal. 6:10), menggunakan setiap
kesempatan yang kita miliki (Ef. 5:2). Apakah kita sadar Allah senantiasa menempatkan orang-orang yang tepat di hadapan kita
sehingga kita dapat memiliki kesempatan untuk menunjukkan kasih? Hari ini dapat menjadi pertanda awal yang baru dalam
hidup kita, jika kita membuka mata dan mulai memperhatikan kesempatan yang Allah berikan bagi kita.
Alkitab mengajarkan, “Janganlah engkau berkata kepada sesamamu: “Pergilah dan kembalilah, besok akan kuberi,” sedangkan
yang diminta ada padamu” (Ams. 3:28). Mengapa sekarang adalah waktu terbaik untuk menunjukkan kasih? 35 Karena kita
tidak tahu berapa lama kita mempunyai kesempatan untuk mengasihi. Keadaan selalu berubah, manusia akan meninggal, anak-
anak bertumbuh menjadi dewasa. Kita tidak memiliki kepastian akan hari esok. Jika kita ingin menunjukkan kasih, kita harus
melakukannya sekarang.
Menyadari bahwa suatu hari kita akan berdiri di hadapan Allah, berikut ini adalah beberapa pertanyaan yang perlu kita
renungkan:
• Bagaimana kita menjelaskan masa-masa di mana suatu proyek atau hal lainnya lebih penting bagi kita daripada sesama?
• Dengan siapa kita perlu lebih banyak menghabiskan waktu bersama?
• Apa yang perlu kita lakukan dalam menata agenda kita agar hal di atas dapat terlaksana?
• Pengorbanan apa yang perlu kita lakukan?
POKOK PIKIRAN Kita mengasihi Allah dengan mengasihi sesama
M AYAT HAFALAN “Barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak
4 dilihatnya” (1 Yohanes 4:20b)
M PERTANYAAN RENUNGAN Bagaimana cara kita menunjukkan kasih kepada orang lain, yang menyatakan bahwa kita
5 mengasihi Allah ?
31
RENUNGAN HARIAN GKIA
KARENA ALLAH MEMERINTAHKAN KITA Kamis | 13 Oktober 2022
“Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita ...”
(1 Yohanes 3:14)
P Mengasihi saudara seiman yang lain adalah bukti bahwa kita adalah bagian dari keluarga Allah.
E Kasih kita kepada orang lain adalah buah yang berasal dari hubungan kita dengan Allah, tetapi penting dimengerti bahwa
N itu tidaklah menjadi dasar dari hubungan kita dengan Allah: “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman;
D itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri”
A (Ef. 2:8-9).
L Ketika kita menjadi anggota keluarga Allah (Ef. 2:19), kita mengalami transformasi dari kematian menjadi hidup, ini
A mengubah kita dari yang selektif memilih orang yang kita kasihi menjadi mengasihi dengan bebas dan tanpa syarat.
M Pikirkan ini: Jika kita tidak memiliki kasih terhadap sesama, dan hanya memperhatikan kebutuhan diri sendiri, maka kita
A harus refleksi diri apakah Kristus benar-benar ada di dalam hidup kita? Hati yang ditransformasi oleh Allah adalah hati
N yang mengasihi. Jika kita meragukan keselamatan kita, maka pertanyaan mendasar yang perlu kita tanyakan kepada diri
sendiri adalah: Apakah saya memiliki kasih terhadap saudara seiman yang lain? Jika pohon tidak berbuah, kita harus
mempertanyakan akarnya.
Dapatkah kita menunjukkan kapan waktu dalam hidup kita ketika kita berkata ‘Ya’ kepada Allah dan mengizinkan Yesus
mengubah hati kita? Jika jawaban kita adalah ‘tidak’, maka sekaranglah waktunya untuk menyelesaikan hal ini. Untuk
siapa kita hidup – untuk diri sendiri atau Allah?
Kita mungkin ragu dan bertanya-tanya apakah kita memiliki kekuatan untuk hidup bagi Allah dan mengasihi sebagaimana
Dia kehendaki. Namun jangan khawatir – Allah akan memberikan apa yang kita perlukan segera setelah kita membuat
keputusan untuk hidup bagi Dia dan menjadi anggota keluarga-Nya. Alkitab berkata, “Karena kuasa ilahi-Nya telah
menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang
telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib” (2 Ptr. 1:3).
Langkah pertama dalam belajar mengasihi seperti Yesus dimulai dengan komitmen untuk menyerahkan diri kita
seutuhnya kepada Yesus Kristus. Alkitab berjanji, “Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya
menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya” (Yoh.1:12)
Maukah kita menerima tawaran Allah?
Pertama, percayalah. Percayalah bahwa Allah mengasihi dan menciptakan kita bagi tujuan dan rencana-Nya. Percayalah
bahwa kita ada bukan suatu kebetulan. Percayalah bahwa kita diciptakan untuk kekekalan. Percayalah bahwa Allah telah
memilih kita untuk membangun hubungan dengan Yesus Kristus. Percayalah dalam hati bahwa Yesus mati di kayu salib
bagi kita dan bahwa Allah membangkitkan Dia dari antara orang mati (Rm. 10:9). Percayalah bahwa apa pun yang telah
kita lakukan di masa lalu, Allah mau mengampuni kita.
Kedua, terimalah. Terimalah Yesus ke dalam hidup kita sebagai Tuhan dan Juruselamat secara pribadi. Terimalah
pengampunan-Nya atas dosa-dosa kita. Alkitab mengatakan, “Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang
kekal” (Yoh. 3:36a). Di mana pun saudara sedang membaca hal ini, saya mengundang saudara untuk menundukkan
kepala dan dengan perlahan mengucapkan doa ini: “Tuhan Yesus, saya percaya kepadaMu dan saya menerima Engkau”.
Roh- Nya akan menghampiri hidup kita dan memberikan kita kuasa untuk mengasihi orang lain dengan standar ilahi.
Jika kita sungguh-sungguh mendoakannya, selamat! Selamat datang ke dalam keluarga Allah! Kita sekarang siap untuk
menemukan dan hidup sesuai dengan tujuan Allah bagi hidup kita. Untuk itu, kita perlu menceritakan keputusan kita
kepada teman-teman di dalam kelompok kecil kita sehingga mereka dapat merayakannya bersama kita, berdoa bagi kita
dan menolong kita bertumbuh dalam kedewasaan Kristen.
Mungkin ada di antara kita yang membaca ini dan telah mengambil komitmen untuk menerima Yesus, tetapi sekarang
menyadari bahwa kita belum melakukan tugas dengan sangat baik dalam hal mengasihi saudara seiman yang lain.
Baiklah – Allah akan menolong kita bertumbuh dalam kapasitas kita untuk mengasihi. Sesungguhnya inilah salah satu
manfaat utama dari pelajaran 40 hari tentang komunitas. Kita dapat menggunakan bahan renungan ini untuk sepakat
dengan Allah bahwa “Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak
mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih” (Gal. 5:6).
POKOK PIKIRAN Mengasihi saudara seiman adalah bukti bahwa kita adalah bagian dari keluarga Allah
AYAT HAFALAN “Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi
saudara kita ...” (1 Yohanes 3:14)
PERTANYAAN RENUNGAN Jika kita dihadapkan ke persidangan karena iman kita dan ungkapan kasih kita adalah satu-
satunya bukti, apa yang merupakan keputusan kita?
32
RENUNGAN HARIAN GKIA
KARENA KITA ADALAH SATU KELUARGA Jumat | 14 Oktober 2022
“… kasihilah saudara-saudaramu ... “ (1 Petrus 2:17b)
P Kita rindu menjadi bagian dari sesuatu.
E Sebelumnya kita telah belajar bahwa semua orang percaya adalah “… kalian sekeluarga dari orang-orang kudus dan
N anggota-anggota keluarga Allah”(Ef. 2:19). Ini berarti gereja bukanlah suatu tempat tujuan ke mana kita pergi,
D tetapi gereja adalah komunitas di mana kita menjadi bagiannya – keluarga umat Allah. Itu lebih dari sekadar
A sebuah organisasi, lebih dari sebuah institusi, bahkan lebih dari sebuah kelompok orang-orang yang memiliki
L pandangan yang sama.
A Kita adalah satu keluarga yang ditempa oleh api kasih Allah dan kita harus “… saling mengasihi sebagai saudara…“
M (Rm. 12:10a). Kita harus saling mengasihi sebagai saudara. Rasa kebersamaaan sebagai keluarga memungkinkan
A kita menciptakan satu komunitas Kristen sejati – di mana kita diterima, didukung dan ditantang untuk sepenuhnya
N
hidup sesuai dengan tujuan hidup kita. Kita adalah bagian dari keluarga Allah dan ingin menolong saudara seiman
yang lain agar mereka juga merasa menjadi bagian.
Keluarga menggambarkan satu komitmen yang mendalam dan tak tergoyahkan untuk saling mendukung, tidak
peduli betapapun sulitnya keadaan. Kita melakukan hal itu untuk keluarga dan tidak kita lakukan kepada siapa saja,
dan kita juga memberikan sesuatu kepada keluarga di mana tidak kita berikan kepada orang lain.
Bagi kebanyakan kita, gambaran tentang keluarga ini telah rusak karena kita tidak pernah mengalami keluarga yang
utuh, harmonis, dan saling mengasihi. Kita hanya melihat model yang rusak, hubungan yang retak dan hati yang
terluka. Kabar baiknya adalah Allah ingin menyediakan hal yang sangat kita rindukan dalam sebuah keluarga. Ia
dapat melakukannya dalam sebuah komunitas Kristen.
Ketika kita belajar saling mengasihi, kelompok kecil kita dapat menciptakan ‘rasa’ kekeluargaan yang diperlukan
untuk memercayai satu sama lain, saling menerima dan saling melayani. Kita belajar kuasa kasih yang tak bersyarat.
Kelompok kecil kita menjadi laboratorium yang dipimpin Roh Kudus untuk belajar saling mengasihi secara
mendalam dan sungguh-sungguh (1 Tes. 4:9; 1 Ptr. 1:22).
Bagaimana keluarga rohani mengajarkan kita untuk mengasihi?
Pertama, kita belajar membangun hubungan yang sehat. Kita mungkin telah belajar metode tidak sehat dalam cara
berhubungan dengan keluarga jasmani kita, tetapi dalam sebuah komunitas orang percaya, kita dapat melihat
model dan teladan dari hubungan yang baik. Kita akan belajar bahwa diperlukan kejujuran, sifat yang teguh, usaha
maksimal dan banyak pengampunan untuk membuat suatu hubungan berfungsi.
Kedua, kita belajar membangun karakter ilahi. Karakter cenderung lebih mudah dilihat ketimbang dipelajari. Dalam
komunitas Kristen, kita secara pribadi dapat melihat secara dekat bagaimana karakter orang lain. Kita akan melihat
contoh kedewasaan untuk ditiru, atau kita sendiri mungkin akan menjadi contoh dari beberapa model kedewasaan,
sementara kita belajar dan bertumbuh bersama.
Ketiga, kita belajar pentingnya nilai-nilai alkitabiah. Kita semua meniru nilai-nilai dengan sadar maupun tidak.
Beberapa dari nilai-nilai tersebut mungkin benar; beberapa mungkin salah. Dengan membawanya dalam suatu
kelompok kecil Kristen yang bernuansakan keluarga, kita dapat mengevaluasi nilai-nilai yang kita miliki
dibandingkan dengan standar Alkitab dan dalam konteks iman Kristen yang dewasa. “… seorang bapa
memberitahukan kesetiaan-Mu kepada anak- anaknya“ (Yes. 38:19).
Kita cukup beruntung jika dapat mengalami hubungan keluarga yang sehat yang ditunjukkan dalam rumah atau
generasi kita. Namun banyak pula di antara kita yang berasal dari keluarga yang tidak harmonis. Beberapa minggu
ke depan, kita akan mendapatkan kesempatan untuk terbebas dari pengalaman masa lalu.
Inilah kesempatan bagi kita untuk menjadi bagian dari keluarga yang mengasihi, mulai membangun hubungan yang
sehat, memiliki karakter ilahi yang sesuai dengan kehendak Allah dan nilai-nilai alkitabiah. Inilah kesempatan bagi
kita untuk memilih warisan rohani, yang juga akan mengubah warisan jasmani kita. Jangan kehilangan kesempatan.
Bergabunglah bersama dengan saudara-saudara seiman dan belajar mengasihi dengan lebih dalam.
POKOK PIKIRAN Kasih harus dipelajari
M
4 AYAT HAFALAN “…kasihilah saudara-saudaramu…. “ (1 Petrus 2:17b)
M
5 PERTANYAAN RENUNGAN Sejauh mana kesetiaan kita pada sesama anggota gereja?
33
RENUNGAN HARIAN GKIA
KARENA INI LATIHAN UNTUK KEKEKALAN Sabtu | 15 Oktober 2022
“Tetapi kami ingin, supaya kamu masing-masing menunjukkan kesungguhan yang sama untuk menjadikan
pengharapanmu suatu milik yang pasti, sampai pada akhirnya” (Ibrani 6:11)
P Pelajaran terbesar dalam hidup adalah kasih.
E Allah merancang hidup kita untuk belajar saling mengasihi seperti Allah mengasihi kita. Untuk saat ini, kita sedang
N berada dalam pelatihan yang serius dari Allah. Allah menggunakan segala hal – rasa sakit dan penderitaan, sukacita
D dan penghiburan, tantangan dan kerjasama – untuk membentuk kita menjadi orang-orang yang lebih sungguh lagi
A dalam mengasihi.
L Kita harus menggunakan hidup ini untuk belajar mengasihi karena Allah ingin kita serupa dengan-Nya, dan Allah
A adalah kasih: “Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih” (1 Yoh. 4:8). Allah
M merancang hidup ini agar kita memutuskan semua ikatan mementingkan diri sendiri sehingga dia bisa mengajar
A kita untuk melayani orang lain – mengutamakan kebutuhan orang lain di atas kebutuhan kita sendiri.
N
Kasih yang sedang kita pelajari ini tidak akan berakhir: “Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa
roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap”(1 Kor. 13:8), tetapi kasih akan tetap untuk selama-lamanya.
Kehidupan sekarang adalah latihan untuk kekekalan kasih. Itu seperti latihan permainan baseball pada musim semi,
kita sekarang melatih untuk mempraktikkan kasih kita kepada orang lain, memperkuat keterampilan kita,
menyiapkan diri untuk “Pameran kasih Allah” di surga.
Oleh karena itu, kita menggunakan 40 hari memusatkan perhatian pada saling mengasihi dalam komunitas kita;
tantangannya besar tetapi hasilnya bersifat kekal. Inilah tujuan Allah: “sebagai persiapan kegenapan waktu untuk
mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi“ (Ef.
1:10). Tidak diragukan lagi, kita akan terkejut saat berada di surga melihat bagaimana kasih kita telah mengalir ke
dalam kekekalan (Ef. 4:4)
Oleh karena itu, kita harus:
Mengasihi dengan segera karena mendesak. “Tetapi kami ingin, supaya kamu masing-masing menunjukkan
kesungguhan yang sama untuk menjadikan pengharapanmu suatu milik yang pasti, sampai pada akhirnya” (Ibr.
6:11). Ada suatu keharusan untuk belajar mengasihi saat ini juga, karena hidup akan segera berakhir dan hari ini
dapat saja menjadi hari terakhir kita di dunia. Hidup ini begitu singkat, dan kekekalan pasti datang. Kesempatan
bagi kita untuk mengungkapkan kasih berlalu dengan cepat; kita tidak dapat menganggap kesempatan itu selalu
tersedia. Suatu hari pelajaran kita di dunia akan berakhir dan kita akan mengasihi dalam kekekalan di surga.
Mengasihi dengan konsisten. Selama kita hidup, kita harus ‘terus mengasihi’. Kurikulum tentang kasih bukanlah
sesuatu yang dapat dipelajari satu kali, dan kemudian kita lupakan. Kita harus belajar mengasihi seumur hidup,
sampai kita menghayatinya dengan sungguh, menyimpannya ke dalam hati dan jiwa kita. Kita harus tetap tinggal
dalam kehidupan kasih, di mana kita “tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam kita “ (1 Yoh. 4:16).
Mengasihi dengan berpengharapan. Kita harus terus mengasihi sampai kita memperoleh “milik yang pasti” (Ibr.
6:11). Upah/pengharapan paling agung di surga adalah untuk kasih, dan mereka yang mengasihi, akan
dianugerahkan upah yang besar. Di dalam mereka yang kita kasihi kita memperoleh upah yang terbesar.
POKOK PIKIRAN Pelajaran teragung dalam hidup adalah kasih
M AYAT HAFALAN “Tetapi kami ingin, supaya kamu masing-masing menunjukkan kesungguhan yang sama untuk
4 menjadikan pengharapanmu suatu milik yang pasti, sampai pada akhirnya” (Ibrani 6:11)
M PERTANYAAN RENUNGAN Bagaimana caranya kita mempraktikkan kasih dengan lebih segera, lebih konsisten dan lebih
5 berpengharapan?
34
RENUNGAN HARIAN GKIA
KARENA ITU KESAKSIAN KITA BAGI DUNIA Minggu | 16 Oktober 2022
“Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah muridmurid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi”
(Yohanes 13:35)
P Seluruh dunia sedang mengamati bagaimana kita saling mengasihi.
E Yesus memberikan kepada dunia hak untuk menguji kesejatian iman kita melalui seberapa jauh kita saling
N mengasihi. Kita menyatakan iman dalam Kristus, bukan berdasarkan peraturan yang kita pegang, tetapi melalui
D kasih yang kita berikan. Perhatikan bahwa Yesus tidak mengatakan, “Kasihilah Aku” sebagai bukti bahwa kita
A murid-Nya. Ia mengatakan: “Hendaklah kamu saling mengasihi, dengan demikian dunia akan melihat bahwa kamu
L adalah murid-Ku.” Kasih kita kepada sesama adalah gambaran yang nyata dan menular dari kasih Allah – membuat
A dunia menyaksikan kuasa dari hidup yang telah diubahkan.
M Hal terbaik yang dapat kita lakukan untuk menjangkau komunitas kita bagi Kristus adalah dengan saling mengasihi.
A Jika kita mengasihi orang yang ingin dijangkau bagi kerajaan-Nya, kita pertama-tama harus mulai dengan mengasihi
N
saudara seiman. Sebelum dunia melihat kasih Allah sebagai model dalam komunitas Kristen, mereka akan sulit
percaya bahwa kasih Allah itu nyata. Jika kita sungguh-sungguh saling memperhatikan, maka kita menunjukkan
kepada dunia ada kasih yang begitu nyata dan memberi dampak, sehingga mereka akan tertarik kepada kasih itu.
Ketika dunia melihat, mereka akan melihat kita “… sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan … “ (Flp.
2:2), tidak hanya melihat kepentingan sendiri saja, tetapi juga kepentingan orang lain (Flp. 2:3-4). Dunia sangat
merindukan kasih, dan cara kita berkomunitas diharapkan dapat menggarami (Mat. 5:13), yang akan meningkatkan
kehausan mereka akan air yang hidup (Yoh. 4:10). “Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh
Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup “ (Yoh. 7:38).
Kasih kita terhadap sesama akan menunjukkan kepada dunia kesatuan kita dengan Bapa, dan juga menunjukkan
kepada mereka bahwa komunitas membutuhkan kesatuan – kesatuan dalam tujuan hidup. Yesus berkata kepada
Bapa-Nya, “supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam
Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku“ (Yoh.
17:21)
Ini berarti pengaruh jemaat kita bukanlah pada jumlah kehadiran atau gedung atau program. Pengaruh kita
terhadap komunitas yang lebih besar didasarkan pada kasih yang terwujud di antara kita. Kita membuat
pernyataan tentang siapa Allah melalui cara kita saling mengasihi. Ini bisa berupa pernyataan positif atau
pernyataan negatif, tetapi dalam kenyataan, orang seringkali membentuk opini mereka tentang Allah berdasarkan
reputasi pribadi kita: “Saudara mungkin merupakan gambar satu-satunya tentang Yesus yang tidak pernah dilihat
orang lain.” Atau, mereka mungkin akan membentuk pandangan mereka tentang Allah berdasarkan reputasi
jemaat kita – bagaimana kita berhubungan satu sama lain, bagaimana kita mendukung satu sama lain, bagaimana
kita mengkritik, dan bagaimana kita saling mengasihi.
Tidakkah ini menjadi suatu tanda bahaya, ketika berpikir bahwa kita seringkali dikenal berdasarkan apa yang
negative – ketimbang apa yang sesuai dengan kabar baik tentang kasih Kristus yang begitu “lebar dan panjang dan
tinggi dan dalam” sehingga melampaui segala sesuatu yang bisa kita bayangkan (Ef. 3:18). Komunitas Kristen yang
sejati harus merefleksikan iman yang kita miliki dalam kasih Yesus Kristus. Kelompok kecil kita dirancang untuk
menjadi titik- titik kasih dan terang di tengah gelapnya masyarakat kita. Kita harus membiarkan “terang bercahaya
supaya orang lain melihat perbuatan yang baik“ dan memuji Bapa kita di surga (Mat. 5:16).
Dunia ingin tahu apakah “Kabar Baik” tentang Yesus Kristus adalah benar. Ayat hafalan minggu ini, Yohanes 13:35,
mengungkapkan kepada kita bahwa kasih yang sejati kepada sesama adalah bukti yang ingin dilihat oleh dunia.
Orang kurang terkesan dengan kata-kata kita ketimbang dengan tindakan kasih kita terhadap sesama. Kasih kita
terhadap sesama lebih bercerita banyak tentang kasih Allah; seberapa nyaringkah suara kita?
POKOK PIKIRAN Seluruh dunia mengamati bagaimana kita saling mengasihi
AYAT HAFALAN “Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah muridmurid-Ku, yaitu jikalau kamu saling
mengasihi” (Yohanes 13:35)
PERTANYAAN RENUNGAN Seberapa nyaring tindakan kita berbicara tentang kasih Allah? Seberapa nyaring suara
kelompok kecil kita?
35
GKI ANUGERAH
Jl. Jend. Sudirman No.193-197
Kel. Cibadak - Kec. Astanaanyar
Kota Bandung - 40241
Jawa Barat - Indonesia
Bajem Sutami
Jl. Prof. Dr. Ir. Sutami No. 52
RT 005/ RW 005 Kel. Sukarasa - Kec.
Sukasari
Kota Bandung - 40152
Jawa Barat - Indonesia
Bajem Taman Kopo Indah
Taman Kopo Indah 2 Blok IC No.4
Kel. Rahayu, Kec. Margaasih,
Kabupaten Bandung - 40218
Jawa Barat - Indonesia
Posjem Sumedang
Gg. Lesmana No. 2
Kel. Kotakaler, Kec. Sumedang Utara,
Kabupaten Sumedang - 45621
Jawa Barat - Indonesia