The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by abs.gkia, 2022-11-04 12:29:42

Warta & Buletin Mingguan GKI Anugerah - Vox Gratia (Vol. 45 - 06 November 2022)

BULETIN & WARTA JEMAAT MINGGUAN GKI ANUGERAH EDISI 45
6 November 2022



















































Tema GKIA 2022-2023




Bertumbuh dan Membangun Dalam Kasih
Grow and Build in Love
增长和在爱中建立







Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, yang rapi tersusun dan diikat menjadi
satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan
tiap-tiap anggota menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya
dalam kasih. [Efesus 4:16 TB]

PRAKATA & SAPA GEMBALA




Salam sejahtera bagi kita sekalian!
Senang sekali saya dapat kembali menjumpai anggota jemaat serta simpatisan GKI Anugerah
melalui “Sapa Gembala” bulan November ini. Tak terasa kita sudah hampir memasuki
penghujung tahun 2022. Meskipun negara kita masih dibayang-bayangi oleh situasi pandemi
belum juga berakhir, kita patut terus bersyukur sebab penyertaan Tuhan selalu bersama
dengan kita. Rasa syukur itu lah yang menjadi jangkar iman kita di tengah kondisi yang
belum sepenuhnya normal ini.
Pada bulan ke-11 ini, kita masih melanjutkan gerakan 40 Days of Community atau 40 hari di
dalam komunitas. Melalui khotbah, renungan harian dan Komit di bulan Oktober lalu, kita
semua telah belajar mengenai komunitas yang mempraktikkan kasih yang saling merangkul
dan membangun relasi. Selanjutnya kita akan bersama mempelajari topik-topik lainnya
seperti menjadi komunitas yang saling menumbuhkan, saling melayani serta komunitas yang
melakukan tindakan memberi.
Sebagai penutup saya ingin mengajak setiap jemaat sekalian bahwa sebagai bagian dari
gereja yang memuridkan, marilah kita bersama-sama bertumbuh menjadi komunitas yang
saling membangun satu dengan lainnya.

Tuhan memberkati.



“Karena itu nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu
seperti yang memang kamu lakukan.”
(1 Tesalonika 5:11)






Pdt. Cenglyson Tjajadi - Ketua Umum Majelis Jemaat GKIA






SEKRETARIAT

SELAMAT DATANG Tata Usaha GKI

DI GKI ANUGERAH Anugerah
______________________

Jika saudara baru pertama kali beribadah di GKI
Anugerah dan belum memiliki tempat ibadah yang Gg. Irsad No. 5
tetap, maka kami menyambut anda menjadi bagian dari Bandung – 40241
keluarga besar GKI Anugerah untuk bersekutu dan (022) 601-1818
bertumbuh bersama dalam iman kepada Yesus Kristus 0821-1895-9030
[email protected]
Jika saudara membutuhkan informasi lebih lanjut ________________________
silahkan hubungi Kantor Tata Usaha pada saat Jam
Kerja
JAM KERJA:
Senin – Jumat : 08:00 – 17:00
Sabtu : 08:00 – 13:00
Minggu : 09:00 – 12:00



2

DAFTAR ISI











Info Ibadah 4



Bidang Persekutuan 11



Bidang Pembinaan 14


Bidang Kesaksian & Pelayanan 17



Info Korporat 21



Info Pelayanan Jemaat 24


Renungan Harian GKIA 27




































Quotes Corner

“tidak ada pertumbuhan rohani tanpa disiplin rohani

SETIAP HARI dan komunitas ROHANI YANG MENDAMPINGI”
- Pnt. Hendrikus T. -





3

INFO IBADAH GKI ANUGERAH








Shalom, Jemaat GKIA Terkasih,
marilah kita mempersiapkan hati untuk mengikuti
rangkaian ibadah Minggu, 6 November 2022




JADWAL IBADAH UMUM


Ibadah & Pola KU 1- Blended KU 2 - Kontemporer KU 3 - Klasik Dwibahasa
(Bahasa Indonesia) (LIFT Community) (Mandarin - Indonesia)
Growing Together Growing Together
Tema (Komunitas yang Saling Growing Together (Komunitas yang Saling
Menumbuhkan) Menumbuhkan)
Waktu 08:00 WIB 10:30 WIB 10:00 WIB

Aula Lantai 3. Aula Lantai 4. Aula Lantai 3.
Tempat
GKI Anugerah Gedung Sekolah Gamaliel GKI Anugerah
Pengkhotbah Ev. Hellen C. Pratama Ev. Hellen C. Pratama Pdt. Em. Henry Efferin

Penerjemah Sdri. Rita Widyati
WL Sdr. Budi Gunawan Sdr. Gerry Kislewi Ev. Alvin Wullur
Sdr. Hoga Pranajaya,
Pelayan Singer Sdr. Krisdiarto & Sdri. Vina Sdri. Paulina, Sdri. Felicia Sdri. Chew Pao Chen,
Ibadah Sdri. Vivian Wullur
Sdri. Josephine, Sdr. Crisman, Sdr. Berry, Sdr. Gunawan,
Pemusik Sdri. Selvi Indrani, Sdri. Sufa
Sdr. Enrico, Sdr. Alfi, Sdr. Melvin Sdr. Richard




JADWAL IBADAH YOUTH & ANAK


Ibadah YOUTH Sekolah Minggu
(Wave Youth Ministry) (G-Kids Ministry)
Tema Better Together GOD CHOSE TO SHOW HIS LOVE FOR US
Waktu 08:00 WIB 08:00 WIB 10:30 WIB
Usia R. Baduta Lt.2 Usia Function Room
Baduta Baduta Wave
Usia GSG Lt. 2 Usia R. Kelas 2B -
PG - 1 SD GKIA PG - TK A Gamaliel Lt. G
Aula Lantai 4.
Tempat Gedung Sekolah Aula Lt.4 GKIA
Gamaliel Usia Roof-Garden Usia R. Kelas 1B -
2 SD - 6 SD R. 205 TK B - 2 SD Gamaliel Lt. G
R. 210
Usia R. Kelas 1A -
3 SD - 6 SD Gamaliel Lt. G
Pengkhotbah Ev. Gabriela Adriani Bersama Laoshi G-Kids Bersama Laoshi G-Kids

Ibadah Youth diperuntukan bagi pelajar usia Sekolah Minggu diperuntukan bagi anak-anak usia baduta s.d usia 6
SMP/SMA SD






4

INFO IBADAH GKI ANUGERAH





JADWAL IBADAH BAJEM

BAJEM TAMAN KOPO INDAH SUTAMI

Metode Hybrid (Onsite & Livestreaming) Hybrid (Onsite & Zoom Meeting)
Tema Komunitas yang Saling Membangun Hati yang Bersyukur
Menumbuhkan
Waktu 08:00 WIB 09:30 WIB

Pengkhotbah Ev. Abe F. Loupatty Ev. Grace Emilia

WL Dkn. Ishak Kristanto Liturgi Vonny Wijaya
Sdr. Gunawan Hanjaya,
Singer Sdr. Ii Iswanto, Singer Neneng & Sonata
Sdr. Nathan, Sdr. Arny
Sdri. Sylvia, Dkn. Tommy, Franky A, Lewi,
Pemusik Pemusik
Sdr. Jimmy, Sdr. Hery Ching-ching, Denny
Pelayan Ibadah
Multimedia Ria Hayati

Sound system Bahar Kartawiria /
Denny
Layanan Ibadah Livestreaming Host Zoom Ev. Dicky Y. Siregar
Youtube GKI Anugerah Bajem TKI
Lighting Joshua










Media Sosial GKI Anugerah


GKI Anugerah
gkianugerah

gkianugerah

liftcommunity.gkia
G-Kids Ministry GKI Anugerah

gkids_gkianugerah

Wave Youth Ministry
Bagi Jemaat yang tidak bisa menghadiri ibadah
waveyouthministry secara onsite di gedung GKI Anugerah, silahkan mengikuti ibadah
melalui layanan livestreaming Youtube channel
GKI Anugerah Bajem TKI









5

INFO IBADAH GKI ANUGERAH




Ibadah Onsite GKIA




Jemaat GKI Anugerah terkasih.

Kita patut bersyukur ibadah onsite bisa dilakukan lagi dengan bebas, bahkan tanpa
jarak pada saat beribadah, jemaat bebas memilih tempat duduk sebagaimana kita
lakukan sebelum masa pandemi, namun dengan catatan penting sebagai berikut :
1. Prokes tetap kita jalankan dan patuhi seperti yang kita lakukan selama ini, yaitu:
pengukuran suhu dan memakai masker.
2. Kami tetap menghargai jemaat yang mungkin merasa belum nyaman dengan
perubahan aturan tempat duduk ini. Apabila ada jemaat yang merasa demikian,
maka jemaat yang bersangkutan dipersilahkan untuk menaruh sesuatu barang
miliknya di samping kiri dan kanan tempat duduknya agar supaya jemaat lain
dapat menempati tempat duduk yang lainnya atau alternatif yang lain, yaitu
jemaat yang bersangkutan pindah dan menempati tempat duduk yang masih
kosong.

Demikian agar menjadi perhatian jemaat dan kita dapat menjalankannya dengan
penuh sukacita.

Majelis Jemaat GKIAnugerah.














PERSYARATAN UNTUK MENGIKUTI IBADAH ONSITE DI GKI ANUGERAH

Jemaat datang/hadir dalam keadaan SEHAT dan SUDAH DI VAKSINASI lengkap
(dibuktikan dengan check-in Aplikasi Peduli Lindungi)


Wajib memakai MASKER selama berada di area Gereja : Masker KN95 atau
memakai Masker Lapis Double yaitu Masker Medis + Masker Kain sebagai
layer ke-2








Bagi jemaat yang dalam kondisi kurang sehat, batuk/pilek dll atau yang belum
divaksin disarankan untuk mengikuti ibadah online secara livestreaming yang
masih terus disediakan setiap minggunya.

Kiranya Tuhan Yesus Kristus, Sang Kepala gereja memberkati setiap ibadah dan
pelayanan yang kita lakukan untuk membawa kepada kemuliaan bagi nama-
Nya, serta menghadirkan damai sejahtera bagi seluruh jemaat.



6

INFO IBADAH GKI ANUGERAH




























































































7

INFO IBADAH GKI ANUGERAH
















































SEKOLAH MINGGU


Ibadah Anak/Sekolah Minggu dapat dihadiri secara Onsite tanpa
pendaftaran, silahkan memilih jadwal dan jenjang kelas yang
sesuai dengan usia anak saudara


































8

INFO IBADAH GKI ANUGERAH








































Seluruh Ibadah KU
(Kebaktian Umum)
tersedia dalam
layanan livestreaming
setiap minggunya di
Youtube Channel GKI
Anugerah



bit.ly/gkianugerah



































9

INFO IBADAH GKI ANUGERAH





















Ibadah Pelajar
SMP/SMA (Youth)
tersedia dalam
layanan livestreaming
setiap minggunya di
Youtube Channel Wave
Youth Ministry



youtube.com/waveyouthministry











Ibadah Anak (G-Kids) tersedia
dalam layanan livestreaming
setiap minggunya di Youtube
Channel G-Kids Ministry GKI
Anugerah

(Khusus Kelas yang
dilangsungkan Pk. 08:00 WIB)
https://youtu.be/pQpu7JzTEQA



























10

BIDANG PERSEKUTUAN



PERSEMBAHAN RUTIN


Jenis Persembahan Ibadah Rekening BCA
GKIA Pusat 008 389 0077 (a.n GKI Jabar Anugerah)
(KU 1 / KU 3)
GKIA Pusat 810 051 2221 (a.n GKI Jabar Anugerah)
(KU 2/LIFT Community)
Rutin, Perpuluhan,
Syukur, Bulanan Pelajar SMP/SMA (Wave 810 051 2000 (a.n. GKIA Youth)
Youth)
Bajem Sutami 233 304 0808 (a.n GKI Jabar Anugerah)

Bajem Taman Kopo Indah 810-087-0003 (a.n GKI Jabar Anugerah)


Minggu ini ada 2 persembahan yang akan kita kumpulkan, amplop hijau untuk biaya
rutin Gereja dan amplop kuning untuk Diakonia

Jemaat dapat memberikannya dengan cara:
❑ Tunai melalui amplop persembahan yang ada di gereja dan memasukkannya ke kotak persembahan
❑ Non-Tunai dengan Transfer Rekening yang telah diinformasikan
❑ Non-Tunai menggunakan pemindaian (scan) fasilitas QR Code yang tersedia


PERSEMBAHAN LAINNYA


Jenis Persembahan Rekening BCA
Pembangunan Pastori 008 303 9717 (Yayasan Gereja Kristen Anugerah)

Misi (PMP Ke-42 ) 777 125 4750 (GKI Jabar Anugerah)
Diakonia 810 050 0303 (GKI Jabar Anugerah)

Bukti transfer/ATM harap disampaikan melalui email ke [email protected] atau wa ke 0812-2056-388, dengan
mencantumkan : nama atau initial, no anggota (bila ada), jenis persembahan, untuk bulan apa.


PERSEMBAHAN ELEKTRONIK


Sebagai adaptasi perkembangan teknologi digitalisasi keuangan saat ini, GKI Anugerah
menyediakan fasilitas QR Code bagi jemaat untuk menyampaikan persembahan secara
elektronik. Saudara dapat menggunakan aplikasi e-wallet di perangkat smartphone android/ios
(seperti: OVO, GoPay, DANA, dsb) atau dengan aplikasi Mobile Banking yang memiliki Fitur QR
Payment untuk melakukan pemindaian (scan) QR code berikut sesuai tujuan persembahan
yang akan diberikan:

GKIA LIFT Community GKIA Youth











Persembahan Rutin



11

BIDANG PERSEKUTUAN





WARTA BAPTISAN KUDUS


GKI Anugerah akan melaksanakan Baptisan Kudus



Tanggal Ibadah Dipimpin Oleh

4 Desember 2022 Kebaktian Umum 1 & 3 Pdt. Cenglyson Tjajadi


11 Desember 2022 Kebaktian Youth Pdt. Cenglyson Tjajadi




Baptisan Kudus diperuntukkan bagi simpatisan GKI Anugerah yang sudah mengikuti
kelas MMK Umum / Youth

Persyaratan yang harus dilengkapi, sbb :
1. Fotocopy KTP : 1 lembar
2. Pasfoto 3x4 cm : 4 lembar
3. Bagi yang Sidi / Atestasi diminta fotocopy surat baptis atau surat keterangan
atestasi dari Gereja asal. : 1 lembar
4. Mengisi formulir baptisan yang disediakan melalui pembimbing MMK/kantor TU







BAPTISAN ANAK




GKI Anugerah akan melaksanakan Baptisan Anak pada Minggu, 4 Desember 2022.
Orangtua/wali yang akan membaptiskan putra/i nya harus sudah menjadi anggota
jemaat GKI Anugerah dan memahami tanggung jawabnya untuk membimbing
iman anak tersebut.


Bagi jemaat yang hendak mengikutsertakan putra-putrinya untuk menerima
baptisan, beberapa hal yang diperlukan adalah sbb:
• Mengisi Formulir Baptisan Anak (tersedia di TU)
• 1 (satu) lembar fotocopy akte lahir anak
• 1 (satu) lembar fotocopy piagam baptis / keanggotaan orang tua
• Wajib mengikuti pengarahan dari gereja melalui zoom sebelum pelaksanaan
baptisan (waktu akan diumumkan kemudian)


Pendaftaran paling lambat tanggal 20 November 2022













12

BIDANG PERSEKUTUAN









































KELAS MMK – MENJADI MURID KRISTUS

Kelas MMK Dewasa/Umum dan MMK Youth diadakan melalui zoom/onsite.


Kelas MMK diwajibkan bagi :
• Simpatisan yang ingin dibaptis dan menjadi anggota Jemaat GKI Anugerah
• Anggota jemaat gereja lain yang ingin pindah keanggotaan ke GKI Anugerah*


JADWAL DEWASA/UMUM YOUTH

Hari/Tanggal Selasa, 8 November 2022 Sabtu, 12 November 2022


Waktu Pk 19.30 WIB Pk 18.30 WIB

Problem Of Evil & Why there is
Tema Bersekutu
Suffering ?
Pembicara Ev. Kurdijanto Harsono Ev. Andrey Thunggal


Tempat Ruang 210 Ruang 210


Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi :
MMK Dewasa/Umum : Ev. Veronika 0812-3515-222 atau Sdr. Eddy 0822-6275-5737
MMK Youth : Sdr. Catur Octowibowo 0831-2269-1422


*Untuk kepindahan anggota Jemaat dari Gereja lain, silahkan hubungi kantor TU untuk mendapatkan
informasi lebih lanjut





13

BIDANG PERSEKUTUAN




JADWAL PERSEKUTUAN DOA MINGGU INI
(zoom meeting)


MALAM PUJI & DOA (MPD) PERSEKUTUAN DOA PAGI

Serving Together: Komunitas yang Doa untuk Komunitas Bunker/& Young
Tema
Saling Melayani Adult GKI Anugerah

Tanggal Selasa, 8 November 2022 Sabtu, 12 November 2022

Waktu 19:00 – 20:00 WIB 06:30 – 07:15 WIB
Dipimpin Oleh Pdt. Susamsuri Sdr. Philip Theodorus Saerang

Link Link Zoom Link Zoom

Meeting ID 81074889917 86283730691

Passcode MPD Doapagi

∑ Partisipan Minggu lalu 12 orang (1 November 2022) 38 orang (29 Oktober 2022)










DIAKONIA



Bidang Diakonia membuka kembali program "Dana Pendidikan" untuk tahun
ajaran 2022-2023 (periode Juli 2022 s/d Juni 2023).


Program ini bertujuan untuk memberikan dukungan dan bantuan kepada
siswa/siswi dari keluarga yang kurang mampu untuk biaya studi mereka mulai
dari jenjang SD sampai S1 (Universitas).


Dukungan Dana Pendidikan tidak dibatasi jumlah/nilainya dan dapat diberikan
sesuai dengan kerelaan jemaat yang terbeban.




Jemaat yang terbeban untuk mendukung adik-adik yang membutuhkan dalam
pendidikan dapat menyalurkannya melalui rekening Diakonia GKI Anugerah :
BCA 810 050 0303
atas nama GKI Jabar Anugerah
dan mencantumkan "Dana Pendidikan" pada berita.













14

BIDANG PEMBINAAN




YOUTH MINISTRY






















































































15

BIDANG PEMBINAAN









Persekutuan Wanita “Ester”
(Komisi Wanita)
Tema Bertumbuh Bersama


Diringkas Oleh Ibu Emilda
Hari & Tanggal Rabu, 9 November 2022


Waktu 15:00 – 16:30 WIB

Zoom Meeting Link Zoom

Zoom Meeting ID 853 2587 4363

Passcode 654321



















Persekutuan Cia Ling


Pembicara dr. Essie Agus


Hari & Tanggal Kamis, 10 November 2022


Waktu 16:00 – 17:00 WIB

Tempat Aula Lt. 4





Pendaftaran kehadiran silakan menghubungi
Sdri. Lim Su Ing 0838-2166-6385 atau TU GKI Anugerah (022-601 1818)













16

BIDANG KESAKSIAN & PELAYANAN




BADAN MISI GKI ANUGERAH





Persembahan Iman Misi 2022 – 2023
(PEKAN MISI PENGINJILAN KE 42)





Kebutuhan Dana Persembahan Janji Iman Pengeluaran rutin PMP
Anggaran Yg diterima s/d tgl 31 Agustus 2022

Rp. 247,573,000 Rp.354,918,100
Rp. 1.080.000.000
23% dari total kebutuhan dana BM 33% dari total budget
PMP ke 42 pengeluaran PMP ke 42

Jemaat yang akan mendukung pelayanan misi, silakan mengisi Kartu Tekad PMP
ke 42 melalui goggle form : https://bit.ly/KartuTekadPMP42

Jemaat yang akan mendukung pelayanan misi, dapat memberikan
persembahan Janji Iman Misi Penginjilan ke 42 ke rekening Badan Misi GKIA :
Bank BCA Juanda Bandung
No Rek. 777.125.4750 (a.n. GKI JABAR ANUGERAH)
Informasi BM GKI Anugerah ( 0812-2122-5821)

Apabila ada yg kesulitan dalam pengisiannya, silakan menghubungi
BM GKI Anugerah ( 0812-2122-5821) atau kantor TU gereja






BPK PENABUR SINGGASANA - BANDUNG









Dalam rangka mengembangkan kemampuan siswa/i SDK BPK Penabur Singgasana, maka
minggu depan, 13 November 2022 akan ada persembahan pujian dari SDK BPK Penabur
Singgasana di Kebaktian Umum 3 Pk 10.00 GKI Anugerah.


Untuk lebih mengenal profil BPK Penabur Singgasana, jemaat dapat menyimaknya dalam
tautan https:bit.ly/BPK_Singgasana













17

BIDANG KESAKSIAN & PELAYANAN







BPK PENABUR - BANDUNG








Dalam rangka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2023-2024, BPK Penabur
Bandung memberikan program khusus pengurangan SSP (Sumbangan Sarana
Pendidikan/Uang Pangkal) bagi anggota jemaat/simpatisan GKI Anugerah yang
mendaftarkan putra/i-nya ke BPK Penabur, dengan mambawa surat keterangan dari
gereja untuk sekolah yang dituju.

Program ini berlaku untuk kriteria :
1. Orang tua atau calon siswa adalah anggota jemaat atau simpatisan GKI
2. Calon siswa adalah anggota jemaat atau simpatisan dan mengambil bagian dalam
aktivitas jemaat atau pelayanan (tanpa memperhatikan status keanggotaan jemaat
dari orang tua calon siswa yang bersangkutan)
*Aktivitas jemaat atau pelayanan adalah calon siswa aktif berperan sebagai anggota
paduan suara, pianis, penyambutan, multimedia, pengurus komisi dll.

Keterangan lebih lanjut, silakan menghubungi
Tata Usaha GKI Anugerah











GKI ANUGERAH & RS UKM

















Dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan kepada jemaat, GKI Anugerah bekerjasama
dengan Rumah Sakit Unggul Karsa Medika (RS UKM) memberikan fasilitas khusus bagi anggota
jemaat GKI Anugerah berupa harga khusus (potongan tarif) untuk pengobatan di RS UKM
seperti: Laboratorium, Farmasi, Radiologi, Perawatan Rawat Inap, Rawat Jalan dsb.

Bagi anggota jemaat GKI Anugerah yang membutuhkan akan dibuatkan kartu anggota
dengan biaya penggantian kartu Rp 50.000 (1 Kartu berlaku untuk 1 keluarga)

Keterangan lebih lanjut silakan menghubungi kantor TU GKI Anugerah 022-6011818 atau wa
0821-1679-0004



18

BIDANG KESAKSIAN & PELAYANAN




























































































19

BIDANG KESAKSIAN & PELAYANAN



UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA





































































Universitas Kristen Maranatha membuka PMB (Penerimaan
Mahasiswa Baru) Tahun Akademik 2023/2024 untuk semua Jurusan

Pendaftaran dilakukan secara online melalui web : join.maranatha.edu

Informasi lengkap & Konsultasi silahkan menghubungi Hotline yang Tertera








20

INFO KORPORAT
















PROMO


Untuk yang
mendaftar

selama bulan
Juli s/d
Desember 2022

bebas biaya
pendaftaran


























PANGGILAN MELAYANI




Bagi jemaat yang memiliki talenta dalam bidang musik/multimedia dan rindu melayani,
Dept. Ibadah GKIA mengajak saudara/i untuk melayani bersama sebagai tim pelayan
Ibadah di bidang :
o worship sebagai : singer/pemusik
o support sebagai : cameraman/livestreaming/multimedia, dsb.


Silahkan mengisi data saudara/i melalui link google form berikut:
❑ https://bit.ly/RekrutmentWorshipGKIA

❑ https://bit.ly/RekrutmentSupportingGKIA






21

INFO KORPORAT






RENUNGAN HARIAN GKI ANUGERAH

LOWONGAN PEKERJAAN

Selain Renungan Harian GKI
Anugerah dalam bentuk text yang
bisa saudara baca via e-Warta,
Renungan tersedia dalam bentuk
audio podcast juga dapat saudara
dengarkan melalui pilihan platform
berikut:
• Aplikasi Spotify
https://sptfy.com/RHGKIA
• Google Podcast
https://s.id/RHGKIA

Silahkan follow/subscribe supaya saudara
mendapatkan notifikasi setiap harinya,
saat renungan harian tersedia.













INFO HOTLINE GKI ANUGERAH





Nomor Hotline GKI Anugerah adalah
0821 1895 9030 melalui whatsapp


Hotline ini merupakan sarana bagi jemaat
untuk keperluan dengan Tata Usaha Gereja,
seperti :
o Informasi Ibadah
o Informasi Kelas Pembinaan/Persekutuan
o Urusan Suka/Duka
o dan sebagainya


Silakan menyimpan nomor ini pada
phonebook handphone jemaat sekalian

















22

INFO KORPORAT







SPEAKER AULA LT. 3 GKI ANUGERAH

LOWONGAN PEKERJAAN




Jemaat GKI Anugerah terkasih,



Dengan ini Majelis Jemaat menyampaikan permohonan maaf atas
ketidaknyamanan yang terjadi saat jemaat beribadah di Aula Utama
Lt.3 karena belakangan ini perangkat speaker seringkali mengalami
kerusakan teknis yang dikarenakan faktor & kondisi komponen sudah
berusia lebih dari 20 tahun.

Saat ini Majelis sedang mengupayakan untuk melakukan perbaikan.


Mohon dukungan jemaat agar Majelis Jemaat dapat mengambil
langkah-langkah yang tepat.Terima kasih.






















































23

INFO PELAYANAN JEMAAT







SIE SUKA SIE DUKA

Koordinator Pdt. Cenglyson Tjajadi Ev. Kurdijanto Harsono

No. Contact 0888 204 9930 0811 223 320

Cakupan Informasi dan pelayanan Informasi dan pelayanan
Pelayanan Pemberkatan Nikah Kedukaan







PROSEDUR PENDAFTARAN PEMBERKATAN NIKAH

Bagi pasangan yang akan melangsungkan Peneguhan Pemberkatan Nikah di GKI
Anugerah, silahkan mengajukan permohonan tertulis kepada Majelis Jemaat dengan
mengisi formulir yang sudah disediakan di Tata Usaha selambat-lambatnya 6 (enam)
bulan sebelum hari pernikahannya dilaksananakan.


Kepada pasangan juga dihimbau untuk tidak memilih waktu Peneguhan dan
Pemberkatan Nikah pada hari Minggu ke-4

Persyaratan umum :
❑Kedua atau salah satu calon mempelai adalah anggota jemaat GKI Anugerah

❑Setiap pasangan diwajibkan untuk mengikuti Kelas Bimbingan Pra-Nikah yang
diadakan pada bulan Januari/Februari atau Juni/Juli (pilih salah satu)








































24

INFO PELAYANAN JEMAAT




BERITA SUKA





Pemberkatan Pernikahan Jemaat

Hari/Tanggal Minggu, 6 November 2022

Waktu/Tempat Pk. 12:00 WIB/ Aula Lt.4 GKIA
Sdr. Robert Ferdian Hermawan
(putra Bpk. Heuw Kwie Seng & Ibu Wong Mei Ching)

Dengan

Sdri. Fella
(putri Bpk. Gin Tin Loe & Ibu. Thung Sian Hoa)

Pemberkatan oleh Pdt. Cenglyson Tjajadi

Pianis Sdri. Setiawati Wijaya
Majelis yang bertugas Pnt. Hendrikus Telaumbanua, Dkn. Joe Sun Cin,
Dkn. Song Yulius Subrata, Dkn. Liem Mei Lie





Pemberkatan Pernikahan Jemaat

Hari/Tanggal Sabtu, 12 November 2022
Waktu/Tempat Pk. 10:30 WIB/ Aula Lt.4 GKIA

Sdr. Frengky Sofian
(putra Bpk. M. Sihaloho & Ibu D. Nadeak)

dengan

Sdri. Wenny Irmayani
(putri Bpk. Suyasin (✝) & Christina T.H)

Pemberkatan oleh Pdt. Susamsuri

Pianis Dkn. Yovina Uthama
Majelis yang bertugas Pnt. Lili Junaedi, Dkn. Keke Prokhorus,
Dkn. Yovina Uthama, Ev. Hellen C. Pratama
















25

INFO PELAYANAN JEMAAT








Permohonan Kebaktian Peneguhan & Pemberkatan Nikah
Sabtu, 19 November 2022 Pk 13:00
Thomas & Grace Melina Lukman


Minggu, 20 November 2022 Pk 12:00
Tommy Limas & Jessica



Apabila ada yang menaruh keberatan berdasarkan Alkitab dan Tata
Gereja GKI dapat menyampaikannya secara tertulis ke majelis jemaat
paling lambat Rabu, 9 November 2022





Permohonan Kebaktian Peneguhan & Pemberkatan Nikah
Sabtu, 3 Desember 2022 Pk 13:00
Jeffry Setiawan & Liana Gunawan




Apabila ada yang menaruh keberatan berdasarkan Alkitab dan Tata
Gereja GKI dapat menyampaikannya secara tertulis ke majelis jemaat
paling lambat Rabu, 23 November 2022











































26

RENUNGAN HARIAN GKIA



DENGAN SALING MELAYANI Senin | 7 November 2022


“Saudara-saudara memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan
kemerdekaanmu itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain
oleh kasih” (Galatia 5:13)
P Kita diselamatkan untuk melayani sesama.
E Banyak orang mempunyai pemahaman yang salah bahwa “dipanggil” Tuhan adalah sesuatu yang hanya berlaku
N untuk para misionaris, pendeta, biarawati dan pemimpin-pemimpin lain di dalam gereja. Tetapi Alkitab
D mengatakan bahwa setiap orang dipanggil untuk melayani Tuhan dengan melayani sesama. Kita tidak diselamatkan
A dengan melayani, tetapi kita diselamatkan untuk melayani.
L Ayat pada hari ini memberikan kita tiga pengertian tentang melayani Tuhan dengan melayani sesama.
A Pertama, dasar melayani sesama adalah keselamatan. Paulus mengatakan, “kamu telah dipanggil untuk merdeka.”
M Kita tidak dapat melayani Tuhan sampai kita telah dibebaskan oleh Yesus. Ini adalah syarat untuk pelayanan.
A Sebelum kita mengalami kuasa karunia Tuhan yang mengubahkan dalam hidup kita, kita masih diperbudak oleh
N
kebiasaan lama, luka-luka batin, dan pengabaian terhadap sesama. Tanpa kemerdekaan dalam pengampunan, kita
hanya akan melayani untuk alasan yang salah: mencoba mendapatkan pengakuan dari orang lain, mencoba
menghindar dari sakit hati, mencoba mengobati rasa bersalah, mencoba menyenangkan Tuhan. Pelayanan yang
dimotivasi oleh alasan-alasan yang tidak benar tersebut pada akhirnya akan menuju kepada kepahitan.
Kedua, hambatan melayani sesama adalah kepentingan diri sendiri. Paulus mengingatkan “jangan kamu
mempergunakan kemerdekaanmu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa.” Alasan utama kita tidak
mempunyai waktu atau tenaga untuk melayani sesama karena kita asyik memikirkan kesibukan-kesibukan, impian-
impian dan kesenangan-kesenangan kita sendiri. Di akhir tahun 1960- an, gerakan “hippie” melanda seluruh San
Fransisco dan kemudian Amerika. Kebanyakan dari mereka adalah generasi muda yang memberontak menentang
otoritas (pemerintah, orangtua, pemimpin, dll.) dan memamerkan hidup bebas mereka dalam seks bebas dan obat
terlarang. Mereka tidur di Golden Gate Park dan mengemis dari pada mencari pekerjaan. Mereka dengan bangga
menyebutkan diri mereka “penantang budaya”, tapi mereka juga melakukan apa yang dilakukan masyarakat
umum: memanjakan diri mereka sendiri. Bahkan saat ini, iklan TV komersial berseru: “Ikuti keinginanmu! Lakukan
menurut caramu! Lakukanlah apa yang terbaik bagimu. Carilah yang terbaik.” Hampir sepanjang waktu, kita lebih
tertarik pad “layani kami” dari pada melayani.
Justru dengan melayani sesamalah kita mengatasi gaya hidup penantang budaya sejati. Adalah lebih radikal
memperhatikan kebutuhan orang lain daripada kebutuhan diri kita sendiri. Hanya sekelompok kecil orang yang
menggunakan kehidupannya untuk melayani sesama. Tetapi Yesus berkata: “Karena siapa yang mau
menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena aku dan
karena Injil, ia akan menyelamatkannya” (Mrk. 8:35).
Ketiga, motivasi untuk melayani adalah kasih. Paulus mengatakan, “Layani sesama dengan kasih.” Ini adalah kunci
terpenting dalam membangun jemaat. Tanpa kasih, pelayanan tidak berkenan di mata Tuhan. 1 Korintus 13:3
mengatakan, “Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan
tubuhku untuk di bakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikit pun tidak ada faedahnya bagiku.” Tuhan
lebih tertarik pada mengapa kita melayani orang lain ketimbang bagaimana cara kita melayani. Dia selalu melihat
hati Anda.
Minggu ini, kita akan saling memperhatikan enam anggota kelompok kita – cara praktis bagaimana kelompok kecil
dapat melayani satu sama lain dan anggota jemaat lainnya. Sekarang adalah saatnya bagi kita mempersiapkan hati
kita untuk masuk pada pelajaran-pelajaran ini. Jangan memandang bahwa melayani sesame merupakan kewajiban
atau tugas. Layani dengan sukacita dan kasih pada Yesus dan sebagai ucapan syukur untuk apa yang telah Dia
lakukan bagi kita.
Kemudian ingatlah bahwa melayani di dunia adalah latihan untuk kekekalan, dan kita harus seperti Yesus ketika
melayani sesama. Sesudah membasuh kaki murid-murid-Nya, Yesus berkata, “Sebab Aku telah memberikan suatu
teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu” (Yoh. 13:14-15).
POKOK PIKIRAN Kita diselamatkan untuk melayani sesama

AYAT HAFALAN “Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk
membangunnya”(Roma 15:2)


PERTANYAAN RENUNGAN Bagaimana kita akan melayani seseorang di gereja kita atau kelompok kecil saat ini?

27

RENUNGAN HARIAN GKIA



DENGAN SALING MENOLONG Selasa | 8 November 2022


“Bertolong-tolonglah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.” (Galatia 6:2)


P Kita harus saling menanggung beban.
E Arti dari ayat ini adalah kita harus menolong saudara-saudara kita menanggung beban hidup yang berat, seperti kehilangan
N orang yang dikasihi, keadaan tertekan, diagnosa penyakit. Semua ini adalah berbagai macam kesulitan yang mengancam dan
D menghancurkan kita, sama dengan beban salib yang dipikul Yesus ke Golgota (Yoh. 19:17)
A Sama seperti Simon dari Kirene yang memikul kayu salib Yesus (Mrk. 15:21), kita harus melangkah ke dalam hidup teman-
L teman kita untuk menangung beban bersama, bahkan jika itu berarti kita memikul beban mereka untuk sementara. Martin
A Luther menunjuk ini sebagai hukum kasih; sebagai komunitas orang percaya, kita harus bekerja sama menghadapi banyak
M tantangan kehidupan (Gal. 6:2).
A Tindakan kasih dan dukungan kita satu sama lain memenuhi “hukum Kristus”. Kita lebih baik bersama sehingga dapat saling
N menolong satu sama lain menghadapi kesulitan di dalam rumah, pekerjaan, perkawinan, dan dengan kesehatan kita. Kita
membangun kehidupan kita di atas janji Bapa yang tidak akan pernah meninggalkan atau membiarkan kita (Ul. 31:6) dan kita
memenuhi janji yang sama terhadap keluarga-keluarga dan teman-teman kita.
Di sini ada beberapa prinsip mendasar dalam menghadapi kesulitan secara bersama-sama:
• Buka hati kita kepada Tuhan. Kita merasakan berbagai macam emosi ketika menghadapi krisis, ketakutan, kemarahan,
kekhawatiran, depresi, kebencian, keputusasaan. Kelompok kecil kita dapat menjadi satu tempat yang menguatkan ketika
kita mencurahkan isi hati kepada Tuhan (Mzm. 62:8) dan sesame. “Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati,
dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya” (Mzm. 34:18). Yesus mengatakan “Berbahagialah orang yang
berdukacita, karena mereka akan dihibur” (Mat. 5:4).
• Menolong orang lain di saat berduka. Jangan biarkan anggota kelompok kecil kita menyendiri pada saat mereka mengalami
kesulitan. Tawarkan bantuan, dorongan dan kehadiran kita (Ams. 18:24).
• Bersyukurlah bersama. Saling mendorong satu sama lain agar bebas dari kepahitan (Ibr. 12:15), mengingatkan untuk
bersyukur dan fokuskan pada apa yang masih ada – bukan apa yang telah hilang.
• Fokus pada nilai sejati. Kesulitan sering membantu kita untuk memperjelas nilai-nilai kita – mengungkapkan apa yang
menjadi masalah sebenarnya. Yesus mengatakan “Hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu” (Luk. 12:15b). •
Bersandar pada Yesus. Biarkan Kristus membawa ketenangan dalam keadaan krisis. Tuhan selalu memperhatikan anak-Nya,
membantu kita untuk menghadapi keadaan yang buruk (Mzm. 112:6-7).
• Dengarkan petunjuk Tuhan. “Sebab Aku ini mengetahui rancanganrancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu,
demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan
kepadamu hari depan yang penuh harapan” (Yer. 29:11).
• Percaya pada kuasa Tuhan. “Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan
sangat terbukti” (Mzm. 46:2).
Tidak dapat dielakkan, bermacam-macam anggota dalam kelompok kecil kita akan menghadapi suatu krisis. Dan pada saat
mereka menghadapinya, kita harus melihat kalau krisis itu sebagai krisis kita juga, menawarkan dukungan yang nyata serta
dorongan yang konsisten. Suatu hari, kita mungkin membutuhkan bantuan yang sama untuk melewati masa-masa sulit.
Bekerja sama, kita dapat dengan percaya diri mengatakan “Beban yang ditanggungkan atas kami adalah begitu besar dan
begitu berat, sehingga kami telah putus asa juga akan hidup kami. bahkan kami merasa, seolah-olah kami telah dijatuhi
hukuman mati. Tetapi hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada
Allah yang membangkitkan orang-orang mati. Dari kematian yang begitu ngeri Ia telah dan akan menyelamatkan kami. Kepada-
Nya kami menaruh pengharapan kami, bahwa Ia akan menyelamatkan kami lagi” (2 Kor. 1:8b–10).

POKOK PIKIRAN Kita saling menanggung beban

AYAT HAFALAN “Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus” (Galatia
6:2)

PERTANYAAN RENUNGAN Siapa yang kita kenal yang membutuhkan bantuan kita untuk menanggung beban mereka
hari ini?













28

RENUNGAN HARIAN GKIA



DENGAN SALING BERMURAH HATI Rabu | 9 November 2022


“Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama”
(Kisah Para Rasul 2:44)

P Kita memiliki banyak hal untuk dibagikan lebih dari yang kita sadari.
E Gereja mula-mula memahami prinsip ini. Kehidupan mereka digambarkan dalam Kisah Para Rasul 2:44. “Dan semua orang yang
N telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan Bersama.” Jika seseorang dalam jemaat
D memiliki kebutuhan, tiap-tiap orang bekerja sama untuk memenuhinya. Beberapa orang percaya dituntun Roh Kudus menjual
A harta miliknya dan hasilnya diberikan kepada yang membutuhkan (Kis. 4:34-35).
L Ini bukan komunisme, tetapi kebersamaan. Ini berarti pengakuan bahwa menyimpan lebih dari pada yang kita butuhkan “bukan
A perbuatan yang benar” (2 Raj. 7:8-9) dan kita seharusnya “Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah
M diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah” (1 Ptr. 4:10). “Setiap pemberian yang baik dan
A setiap anugerah yang sempurna datangnya dari atas” (Yak. 1:17) dari Bapa di surga, yang telah mengaruniakan kepada kita
N “Segala berkat rohani di dalam Surga” karena kita adalah milik Kristus (Ef. 1:3). Kita memberi dengan murah hati karena Tuhan
juga memberikan kepada kita dengan murah hati.
Kita mungkin tidak memiliki banyak uang, tetapi kita dapat memberi waktu dan talenta, ini adalah bagian besar dari memberi
dengan murah hati. Namun kita juga dapat bermurah hati dari kelimpahan milik kita. Sebagai contoh:
• Pakaian bayi yang tersimpan di lemari
• Komputer tua
• Tiket ekstra untuk pertandingan olah raga
• Jumlah bonus penerbangan
• Pembakar roti ekstra hadiah pernikahan kita
Bayangkan berapa banyak berkat yang akan diperoleh orang lain jika kita merapikan barang yang berlimpah dalam gudang –
memberikan barang yang tidak dipakai lagi kepada orang yang membutuhkan. Ketika kita memberikannya, lakukan dengan
kasih yang tulus dan tanpa syarat kepada mereka.
Namun inilah hal yang terpenting: kita tidak harus memberikan sesuatu untuk membagikannya! Kita mungkin kaya, dalam arti
bahwa kita mempunyai banyak barang yang dapat dipinjamkan pada orang lain. Setiap orang dapat berbagi dengan cara
meminjamkan:
• Garasi kita yang penuh dengan peralatan
• Villa yang tidak dipakai waktu libur
• Mobil yang jarang dipakai
Jika kita tidak berbagi, kita menahan komunitas orang percaya untuk mengalami berkat-berkat Allah yang melimpah, dan kita
menjadi penatalayan yang miskin dari semua yang telah Tuhan berikan pada kita. Ini berarti berkat Tuhan tidak digunakan
seluas mungkin. Yang terpenting, kita merampas sukacita dari kehidupan penuh murah hati di antara saudara-saudara seiman
kita.
Ada alasan lain yang harus kita pelajari untuk bermurah hati kepada sesama: hal itu akan membangun iman kita menjadi
bermurah hati bagi dunia. Kira-kira tiga milyar orang, sekitar separuh penduduk dunia hidup kurang dari dua dollar sehari.
Kelompok kecil kita dapat mengubah kehidupan seluruh desa dalam negara “Dunia Ketiga” dengan hidup saling bermurah hati.
Alat pangkas yang kita pinjamkan atau baju bayi yang telah kita berikan pada keluarga lain dapat membantu kelompokmu
menghemat cukup uang untuk membantu desa di “dunia ketiga” lebih dari satu bulan.
Sementara kita belajar saling bermurah hati, di bawah ini ada beberapa prinsip yang perlu direnungkan:
• Ingatlah segala sesuatu milik Tuhan. Panen kita dari Tuhan, yang memberi kita benih untuk tumbuh: “Ia juga yang
menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu” (2 Kor. 9:10).
• Berilah dengan sukacita. Tuhan tidak menginginkan harta kita; Dia ingin hati kita (Mat. 6:21). Apa motivasi kita memberi?
Paulus menulis; “Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita” (2 Kor. 9:7b).
• Janganlah memberi karena terpaksa. Tuhan ingin kita “memutuskan apa yang akan kita berikan.” Paulus mengatakan,
“Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab
Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita” (2 Kor. 9:7). Jika kita merasa terpaksa untuk memberi, jangan
lakukan. Tuhan ingin kita berpikir dengan cermat dan memberi dengan sukarela. Pekalah terhadap kelompok kecil kita
ketika mereka memutuskan apa yang Tuhan inginkan mereka untuk memberi dan berbagi.
Kita sesungguhnya memiliki banyak hal untuk dibagikan lebih dari yang kita sadari. Dan Alkitab berjanji, “Siapa banyak memberi
berkat diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum” (Ams. 11:25). Belajarlah untuk hidup bermurah
hati, kita akan diperkaya pada akhirnya.

POKOK PIKIRAN Kita dapat berbagi lebih dari yang kita sadari

AYAT HAFALAN “Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena
paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita” (2 Korintus 9:7)

PERTANYAAN RENUNGAN Seberapa terikatnya kita pada harta milik kita – apakah kita yang mengatur harta itu atau harta itu
yang mengatur hidup kita?
29

RENUNGAN HARIAN GKIA



DENGAN SALING MEMILIKI KERENDAHAN HATI Kamis | 9 November 2022


“Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab Allah menentang orang yang congkak,
tetapi mengasihani orang yang rendah hati” (1 Petrus 5:5)

P Ingatlah untuk selalu melupakan.
E Kehidupan seorang hamba membutuhkan kemampuan untuk tidak mementingkan diri sendiri “tetapi kepentingan
N orang lain juga” (Flp. 2:4b). Kita perlu meneladani Yesus “yang walaupun dalam rupa Allah, telah mengosongkan
D diriNya sendiri dan mengambil rupa seorang hamba” (Flp. 2:6-7) dan “Setiap orang di antara kita harus mencari
A kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya” (Rm. 15:2).
L Pada suatu malam, Yesus menjawab pertanyaan tentang kerendahan hati ini, “Lalu bangunlah Yesus dan
A menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya, kemudian Ia
M menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-muridNya lalu menyekanya dengan kain
A yang terikat pada pinggang-Nya itu” (Yoh. 13:4-5). Mencuci kaki orang lain adalah tugas yang remeh, tetapi Yesus
N
tanpa berbicara sedikitpun menunjukkan tindakan pelayanan yang penuh kasih. Dia menempatkan kebutuhan
murid-murid- Nya di atas kepentingan diri-Nya sendiri, bahkan ketika kematian membayangi-Nya.
Kunci kerendahan hati adalah mengetahui siapa diri kita sebenarnya; ketika kita memahami diri kita sendiri kita
akan merasa nyaman mengambil “kain” ketimbang “lampu sorot.” Yesus tidak peduli jika ada orang yang mengira
Dia sebagai seorang hamba karena Ia tahu itulah misi Dia dalam hidup. Dia lebih tertarik melayani daripada
mencari pujian dari orang lain.
Perwira yang dicatat di Lukas 7 adalah seorang yang rendah hati. Ketika Yesus berada di perjalanan, perwira ini
menyuruh sahabat-sahabatnya menyampaikan pesan: “Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak
menerima Tuan di dalam rumahku; sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu.
Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di
bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada
seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya” (Luk.
7:6-8)
Dia dapat saja meminta Yesus agar datang ke rumahnya. Dan bukankah dia akan menjadi sorotan di komunitasnya?
Tetapi kebutuhan sebenarnya adalah agar hambanya disembuhkan, bukan untuk menarik perhatian masyarakat
sekitar.
Bahkan lebih luar biasa lagi adalah cara perwira tersebut menggambarkan dirinya. Daripada menggambarkan
kedudukannya yang tinggi, dia menempatkan diri sebagai seorang hamba yang tunduk pada otoritas. Dia
memahami bahwa otoritasnya dalam memberi perintah berhubungan dengan kemampuannya dalam menerima
perintah, nilai dan penghargaan terhadapnya tidak berhubungan dengan posisinya dalam struktur ketentaraan.
Kerendahan hati secara sederhana berarti kita memegang suatu penilaian yang tepat dan tanpa bias dalam
memandang kekuatan dan kelemahan-kelemahan kita. Kita memahami keadaan dan karunia-karunia kita tetapi
tidak menjadi resah pada keterbatasan kita. Kita menyadari semua yang kita miliki adalah pemberian dari Tuhan,
dan kita mengetahui tanpa Dia kita tidak memiliki apa-apa.
Langkah pertama yang penting untuk membangun rasa rendah hati seperti Yesus adalah memahami kasih Tuhan
yang sangat besar kepada kita. Ketika kita merasakan betapa panjang, lebar, dalam dan tingginya kasih-Nya
meresap ke dalam diri kita yang paling dalam (Ef. 3:18), perasaan tidak aman dalam diri kita akan lenyap, dan kita
akan diberi kuasa untuk melayani sesama dalam kerendahan hati yang sejati.
Langkah kedua adalah menyerahkan kehidupan kita kepada Tuhan. Kita berdoa, “Tuhan, saya akan mengikuti
rencana-Mu untuk kehidupan saya, bukan mengikuti rencanaku. Saya mempunyai rencana, impian, tujuan, ambisi,
tetapi saya tahu bahwa Tuhan mempunyai alasan untuk menempatkan saya di dunia ini untuk suatu tujuan, dan
saya bertekad memilih rencana-Mu untuk kehidupan saya daripada rencana saya sendiri. Saya tahu Engkau tidak
akan menyingkapkan hal itu dalam waktu singkat, itu akan muncul sedikit demi sedikit. Tetapi, saya akan maju
selangkah demi selangkah, karena mengetahui rencana-Mu lebih baik dari rencanaku.”
Yesus tidak peduli jika seseorang menganggap Dia seorang hamba – bagaimana dengan kita?
POKOK PIKIRAN Kerendahan hati merupakan hasil dari mengenal siapakah diri kita


AYAT HAFALAN “Rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain” (1 Petrus 5:5a)


PERTANYAAN RENUNGAN Bagaimana perasaan kita ketika kita diperlakukan seperti seorang hamba?

30

RENUNGAN HARIAN GKIA



DENGAN SALING MEMBERKATI SESUAI DENGAN KARUNIA KITA Jumat | 11 November 2022


“Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang
baik dari kasih karunia Allah” (1 Petrus 4:10)

P Carilah titik temu di antara kehendak Tuhan dan karuniakarunia kita
E “Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita,” tulis Paulus
N di Roma 12:6a. Walaupun ia berbicara mengenai karunia- karunia rohani secara spesifik, tetapi pokok pikirannya bersifat
D universal yaitu apapun yang Tuhan karuniakan kepada kita, harus menjadi berkat bagi orang lain.
A Alkitab penuh dengan contoh umat Tuhan yang menggunakan karunia yang telah Dia berikan kepada mereka untuk menjadi
L berkat bagi sesama demi kemuliaan- Nya. Daftar karunia-karunia ini termasuk, tetapi tidak terbatas pada: kesenian, arsitektur,
A administrasi, membuat kue, membuat kapal, berdebat, mendesain, mengawetkan, menyulam, memahat, bertani, nelayan,
M berkebun, memimpin, manajer, tukang bangunan, pencipta lagu, membuat alat musik, membuat senjata, melukis, berlayar,
A berdagang, menjadi tentara, penjahit, mengajar, menulis dan penyair.
N Tuhan ingin kita menggunakan karunia kita “dalam pekerjaan baik” (Ibr. 10:24), keluar dari konsep pelayanan Kristiani yang
mengambil peran-peran tradisional. Dia ingin kita bekerja dengan perspektif, apapun karunia-karunia yang kita miliki dapat kita
pakai “untuk kemuliaan Tuhan” (1 Kor. 10:31). Dia memberi kita kemampuan, ketertarikan, talenta, karunia, kepribadian dan
pengalaman hidup untuk alasan ini. Namun kebanyakan dari karuniakarunia ini belum dimanfaatkan, tidak diketahui dan tidak
digunakan.
Mungkin kita akan terkejut mengetahui bahwa dari beberapa penelitian menunjukkan rata- rata orang memiliki antara 500–700
keterampilan dan kemampuan yang berbeda yang seharusnya dipakai untuk memperlengkapi tubuh Kristus? Kita tidak perlu
khawatir bila karunia kita terlihat biasa-biasa saja, karena hal itu tetap penting bagi Tuhan. Yesus berkata “Dan barangsiapa
memberi air sejuk secangkir saja pun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia muridKu, Aku berkata kepadamu:
Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya” (Mat. 10:42).
Seperti kaca berwarna, perbedaan karakter-karakter kita merupakan refleksi dari cahaya Tuhan dalam beragam pola dan
warna. Dia membentuk kita sehingga tidak ada duanya – tidak satupun dari kita mempunyai kombinasi berbagai faktor yang
sama persis karena kita diciptakan unik dan berbeda. Ini berarti tak seorangpun di dunia akan dapat mengerjakan sesuatu bagi
orang lain sama seperti yang dapat kita lakukan. “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan
pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamNya” (Ef. 2:10).
Salah satu cara mengetahui karunia dan kemampuan kita adalah dengan melihat S.H.A.P.E., sebuah akronim untuk menolong
memahami rencana Tuhan dalam kehidupan kita.
• Spritual Gifts – Karunia-karunia rohani. Tuhan memberi kita karunia rohani untuk digunakan dalam pelayanan (1 Kor. 12,
Rm. 12, Ef. 4).
• Heart – Hati. Hati kita menentukan mengapa kita mengatakan apa yang kita katakan, mengapa kita merasakan apa yang kita
rasakan, dan mengapa kita melakukan apa yang kita lakukan (Ams. 4:23, Mat. 12:34).
• Abilities – Kemampuan-kemampuan. Ini adalah bakat-bakat alamiah yang Tuhan berikan kepada kita untuk mencapai
tujuanNya. Keluaran 31:3 mengatakan Tuhan memberi “keahlian dan pengertian dan pengetahuan, dalam segala macam
pekerjaan”
• Personality – Kepribadian. Kepribadian kita memengaruhi penggunaan karunia yang kita miliki. Misalnya, dua orang
mungkin mendapat karunia menginjili, tetapi yang seorang lebih tertutup dan yang seorang lagi terbuka, maka karunia itu
akan diekspresikan dengan cara yang berbeda.
• Experiences – Pengalaman. Lima jenis pengalaman ini akan memengaruhi pelayanan kita pada sesama: pendidikan,
panggilan, pengalaman rohani, pelayanan, dan pengalaman buruk yang menyakitkan.
Adalah indah mengerjakan apa yang Tuhan rencanakan untuk kita dan menggunakan talenta kita untuk memberkati sesama.
Phil Vischer, pencipta Veggie Tales dan pengisi suara Bob the Tomato, mengatakan “tak ada yang lebih membahagiakan
daripada menemukan rencana Tuhan dan karunia-karunia kita.”
Ada beberapa pertanyaan untuk membantu kita:
• Apa hal baik yang ada pada diri saya, yang mana dapat dipakai untuk melayani orang lain?
• Apa hal yang saya ketahui, yang mana dapat saya ajarkan pada orang lain?
• Apa hal yang dapat saya lakukan dan berikan, yang mana dapat menjadi berkat bagi orang lain?
Tanyakan pada anggota kelompok kecil kita untuk membantu kita menemukan hal-hal baik apa yang ada pada kita dan yang
dapat dipakai dalam pelayanan.
POKOK PIKIRAN Carilah titik temu di antara kehendak Tuhan dan karunia-karunia kita

AYAT HAFALAN “Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan
baik” (Ibrani 10:24)

PERTANYAAN RENUNGAN Bagaimana kita dapat menggunakan karunia-karunia kita untuk melayani Tuhan dengan
melayani sesama?


31

RENUNGAN HARIAN GKIA



DENGAN SALING BERKORBAN Sabtu | 12 November 2022


“Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawaNya untuk kita, jadi kita pun wajib
menyerahkan nyawa kita untuk saudarasaudara kita.” (1 Yohones 3:16)

P Pelayanan yang sungguh-sungguh membutuhkan pengorbanan yang sungguh- sungguh.
E Beberapa orang percaya hidup dengan gaya hidup yang sedikit atau tidak berkorban sama sekali. Mereka sudat
N tahu ayat dalam Yohanes 3:16, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini...,” tetapi mereka perlu
D mengimbanginya dengan 1 Yohanes 3:16 “Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah
A menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kita pun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita.”
L Rasul Paulus mengatakan bahwa pekerjaan kita sebagai hamba-hamba Tuhan memperoleh pengesahan ketika
A pelayanan itu kita lakukan pada masa “penderitaan, kesesakan dan kesukaran, dalam menanggung dera, dalam
M penjara dan kerusuhan, dalam berjerih payah, dalam berjaga- jaga, dan berpuasa; dalam kemurnian hati,
A pengetahuan, kesabaran dan kemurahan hati; dalam Roh Kudus dan kasih yang tidak munafik; dalam pemberitaan
N
kebenaran dan kekuasaan Allah; dengan menggunakan senjata-senjata keadilan untuk menyerang ataupun untuk
membela ketika dihormati dan ketika dihina; ketika diumpat atau ketika dipuji; ketika dianggap sebagai penipu,
namun dipercayai, sebagai orang yang tidak dikenal, namun terkenal; sebagai orang yang nyaris mati, dan sungguh
kami hidup; sebagai orang yang dihajar, namun tidak mati; sebagai orang berdukacita, namun senantiasa
bersukacita; sebagai orang miskin, namun memperkaya banyak orang; sebagai orang tak bermilik, sekalipun kami
memiliki segala sesuatu” (2 Kor. 6:4-10).
Paulus pun berani bayar harga untuk apapun demi Kristus (Flp. 3:7). Dia berlari-lari kepada tujuan untuk
memperoleh hadiah (Flp. 3:14). Dia mengikuti Yesus, yang “tekun memikul salib” (Ibr. 12:2). Yesus
mengesampingkan diri-Nya sendiri dan “mengambil rupa seorang hamba” (Flp. 2:7) sehingga siapapun yang
percaya pada-Nya dapat “dimeteraikan dengan Roh Kudus” (Ef. 1:13).
Kita semua memperoleh manfaat dari pengorbanan orang percaya yang lain setiap hari. Salah satu ilustrasi
sederhana adalah gedung di mana kita bertemu setiap minggu untuk beribadah. Pernahkan kita berpikir berapa
banyak orang berkorban agar kita dapat beribadah?
Generasi sebelum kita telah berkorban untuk kepentingan kita, dan sekarang giliran kita untuk melayani tujuan
Tuhan bagi generasi kita (Kis. 13:36). Allah tidak meminta kita lebih dari yang telah Yesus lakukan, “Inilah kasih itu:
Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya
sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita. Saudara- saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita,
maka haruslah kita juga saling mengasihi” (1 Yoh. 4:10-11).
Seperti Kristus, pengorbanan kita harus:
• Sukarela. Yesus berkata hidup-Nya tidak diambil dari-Nya, melainkan diberikan dengan sukarela (Yoh. 10:18).
Juga martir pertama, Stefanus, menawarkan hidupnya dengan sukarela (Kis. 7:59-60). Kita mungkin tidak
diminta mati bagi iman kita, tetapi Yesus mengharapkan kita menyangkal diri, memikul salib setiap hari demi
kepentingan orang lain (Luk. 9:23).
• Berharga. Daud, raja Israel mengatakan dia tidak akan berkorban untuk Tuhan tanpa membayar apa-apa (2 Sam.
24:24). Ada harga yang harus dibayar untuk melayani Tuhan dan harga yang harus dibayar lebih dari sekedar
uang. Kita mungkin diminta untuk mengorbankan impian kita, harapan kita, reputasi kita, pensiun kita – apapun
yang Tuhan inginkan agar kita memperkaya orang lain.
• Konsisten. Kita hendaknya “saling membantu” (Ef. 4:2), membantu mereka yang perlu bantuan; Kita harus
melakukannya dengan konsisten. Apa saja cara kita berkorban setiap hari?
• Berikan waktu untuk memperhatikan orang-orang di sekitar kita.
• Berikan reputasi kita dengan bersaksi bagi Yesus
• Berani mengambi risiko untuk membela saudara seiman yang lain
• Dukung orang-orang dalam kelompok kita yang ingin melakukan pekabaran injil
• Pakai masa libur kita untuk pelayanan.
Ketika kita bertekad untuk mengikuti perintah Kitab Suci dengan “mempersembahkan tubuhmu sebagai
persembahan yang hidup” (Rm. 12:1), kita menemukan bahwa saling melayani adalah aspek utama kehendak
Allah: “apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang yang sempurna” bagi kehidupan kita (Rm. 12:2).

POKOK PIKIRAN Pelayanan yang sungguh-sungguh membutuhkan pengorbanan yang sungguhsungguh
AYAT HAFALAN “Kita pun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita” (1 Yohanes 3:16b)


PERTANYAAN RENUNGAN Pengorbanan apa yang dapat kita lakukan untuk memperkaya kehidupan banyak orang?
32

RENUNGAN HARIAN GKIA



DENGAN SALING BEKERJASAMA Minggu | 13 November 2022


“Karena kami adalah kawan sekerja Allah.” (1 Korintus 3:9a)

P Kebersamaan bekerja itu lebih baik.
E Rencana Tuhan untuk kita adalah menjadi rekan sekerja-Nya dan rekan sesama kita untuk memenuhi tujuan-Nya.
N Tetapi masalahnya sebagaimana yang telah kita pelajari dalam bab 15, “demikian juga kita, walaupun banyak,
D adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing- masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain”
A (Rm. 12:5).
L Kita juga sudah belajar bahwa Tuhan menginginkan kesatuan dalam komunitas – satu kesatuan semangat di mana
A kita menyetujui, bahwa “hendaknya kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan” (Flp. 2:2).
M Perbedaan di antara kita adalah aspek penting dalam “cetak biru” Tuhan untuk menciptakan kesatuan ini.
A Kita semua adalah tubuh Kristus dan kita masing-masing adalah anggotanya (1 Kor. 12:27). Kita melihat contoh ini
N
setiap minggu di Gereja Saddleback, orang-orang dengan perbedaan talenta-talenta dan kemampuankemampuan
bersama-sama berkumpul menyiapkan tempat untuk berbakti. Beberapa orang membersihkan, yang lain
mengatur; beberapa menyiapkan untuk mengajar, yang lainnya menyambut tamu – semua orang bersatu menjadi
satu tubuh untuk menceritakan pada orang lain tentang Yesus. Kita adalah satu jemaat – bagian tubuh yang lain
juga mengerjakan pekerjaan yang sama di seluruh dunia.
Ini adalah paradoks iman kita, bahwa kita menemukan tujuan hidup kita yang unik dan spesifik sesudah kita
meleburkan individualisme kita untuk kebaikan orang banyak. Kita menjadi satu hati dan pikiran dengan Tuhan dan
dengan sesama orang percaya (Yoh. 17:21-22), dan dalam keamanan komunitas ini, nilai sejati kita sebagai individu
kita akan timbul.
Bersama-sama kita masuk dalam hubungan kerjasama, dengan tugas yang besar – menceritakan kepada dunia
bahwa Tuhan telah mengutus Yesus (Yoh. 17:21) - kita tidak mungkin melakukannya sendiri tanpa Tuhan. “Kristus
yang adalah kepala, daripada-Nyalah seluruh tubuh yang rapi tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan
semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota menerima pertumbuhannya dan membangun
dirinya dalam kasih” (Ef. 4:15b-16).
Kita saling bergantung, dan pelajaran “40 DoC” ini akan membantu kita untuk mengamati relasi kita, dan
mendorong kita agar mulai bekerja bersama sebagai komunitas yang saling bergantung satu dengan yang lain.
Orang-orang di kelompok kecil kita tidak berkumpul dengan sengaja; tentu tangan Tuhan mengumpulkan kita
untuk “saat yang seperti ini” (Est. 4:14), dan yang penting bagi kita untuk bersama-sama mempelajari kasih,
persekutuan, pertumbuhan, melayani dalam misi dan beribadah bersama.
Minggu ini dalam kelompok kecil kita, identifikasikan di mana kekuatan tiap anggota. Ini adalah suatu langkah yang
penting untuk bekerja bersama dalam suatu proyek pelayanan.
Sebagai catatan harian kita, pikirkan tentang tempatmu di dalam tubuh Kristus – dalam kelompok kecil dan jemaat.
Satu catatan untuk aplikasi: rencanakan satu hari, di mana kelompok kecil kita bekerja sama dengan kelompok kecil
lain untuk membersihkan gereja. Berjalanlah ke dalam gereja layaknya seorang pengunjung, dan lakukan perbaikan
jika perlu.













POKOK PIKIRAN Bersama-sama kita lebih baik

AYAT HAFALAN “Kami adalah kawan sekerja Allah.” (1 Korintus 3:9a)

PERTANYAAN RENUNGAN Bagaimana karunia-karunia dan kemampuan-kemampuan kita dapat memperlengkapi orang
lain dalam kelompok kita?





33

GKI ANUGERAH


Jl. Jend. Sudirman No.193-197

Kel. Cibadak - Kec. Astanaanyar
Kota Bandung - 40241
Jawa Barat - Indonesia


Bajem Sutami



Jl. Prof. Dr. Ir. Sutami No. 52
RT 005/ RW 005 Kel. Sukarasa - Kec.
Sukasari
Kota Bandung - 40152
Jawa Barat - Indonesia

Bajem Taman Kopo Indah


Taman Kopo Indah 2 Blok IC No.4
Kel. Rahayu, Kec. Margaasih,
Kabupaten Bandung - 40218
Jawa Barat - Indonesia



Posjem Sumedang



Gg. Lesmana No. 2
Kel. Kotakaler, Kec. Sumedang Utara,
Kabupaten Sumedang - 45621
Jawa Barat - Indonesia


Click to View FlipBook Version