The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by YAYASAN SETARA SEMARANG, 2023-11-15 03:23:42

Buku SAFE4C Kab Sragen

Buku SAFE4C Kab Sragen

L A P O R A N HASIL CAPAIAN PROGRAM MEMBANGUN LINGKUNGAN YANG AMAN DAN RAMAH ANAK DI KABUPATEN SRAGEN SAFE4C Safe and Friendly Environtmen for Children 2022-2023


LAPORAN HASIL CAPAIAN PROGRAM MEMBANGUN LINGKUNGAN YANG AMAN DAN RAMAH ANAK DI KABUPATEN SRAGEN Safe & Friendly Environment for Children 2022-2023 SAFE4C


PENGANTAR PROGRAM SAFE4C UNICEF bekerjasama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) dan Kementerian Desa (Kemendes) memberikan dukungan kepada pemerintah daerah dalam memperkuat layanan perlindungan anak yang beradaptasi dengan pandemi COVID-19 melalui program Safe and Friendly Environment for Children (SAFE4C) yang pertama kali diperkenalkan di Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. Di Provinsi Jawa Tengah, Yayasan Setara menjadi mitra UNICEF dan bekerjasama dengan Dinas Perempuan dan Anak melaksanakan SAFE4C di 10 kabupaten/kota (Kota Semarang, Kota Pekalongan, Kota Surakarta, Sragen, Blora, Klaten, Wonosobo, Pemalang, Brebes, dan Rembang) antara bulan Maret sampai Desember 2021. SAFE4C bertujuan untuk mengembangkan model layanan perlindungan anak berbasis masyarakat di tingkat desa yang menghubungkan anak-anak yang teridentifikasi ke pusat layanan yang terletak di tingkat kabupaten dan kota. SAFE4C juga bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan orang tua dan pengasuh dalam pendidikan pengasuhan yang positif dan keterlibatan anak-anak dan remaja sebagai fasilitator sebaya untuk Pendidikan Kecakapan Hidup guna meningkatkan pengetahuan mereka tentang praktik perilaku protektif.[1] [1]Referensi: Pola asuh dan pengasuhan yang positif - UNICEF EAPR.pdf SAFE4C dilanjutkan di tahun 2022 dengan memperkuat 8 kab/kota (Brebes, Kota Pekalongan, Pemalang, Sragen, Rembang, Blora, Klaten, Wonosobo) dan mengembangkan di 11 kabupaten baru di Jawa Tengah (Cilacap, Purbalingga, Banyumas, Grobogan, Banjarnegara, Magelang, Tegal Kebumen, Jepara, Kota Magelang) dengan sasaran 5 desa/kab/kota (Total 90 desa). Di Jawa Tengah, Rapidpro mencatat 6.066 anak (3.020 perempuan; 3.046 laki-laki) kehilangan salah satu atau orang tua/pengasuhnya karena COVID-19 dan Aplikasi Pemetaan Kelompok Rentan (APEMKETAN) mencatat 7.967 anak (4.184 perempuan; 3.783 laki-laki), yang pengasuhannya dilakukan oleh salah satu orang tua, kerabat, dan panti asuhan. Sedangkan Data Simfoni (Data Kekerasan) di Jawa Tengah mencatat 1.224 (L=245, P=979) kasus anak di tahun 2022. Hal tersebut sebagai bukti bahwa menciptakan lingkungan yang aman dan melindungi anak masih menjadi tugas yang belum terselesaikan. Menyikapi Tingginya kasus kekerasan anak di Provinsi Jawa Tengah, perlu ada lembaga untuk penanganan kasus kekerasan anak yang cepat, komprehensif, terintegrasi, sesuai dengan Permen PPA No.4 tahun 2018 tentang Pedoman pembentukan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak. Sesuai dengan UU No.12 tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual,


Pemerintah Daerah provinsi dan kabupaten/kota wajib membentuk UPTD PPA yang menyelenggarakan Penanganan, Pelindungan, dan Pemulihan Korban, Keluarga Korban, dan/atau Saksi. Selain itu ada SE MENDAGRI Nomor 463/5318/SJ Tanggal 7 September 2022 tentang mendorong Pembentukan UPTD PPA bagi daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota yang belum membentuk. Tingginya kasus kekerasan anak, serta permasalahan pengasuhan anak di Jawa Tengah, diperlukan pula peningkatan kapasitas dan edukasi tentang pengasuhan positif bagi seluruh pengasuh dan orang tua dan penguatan layanan di Desa/Kelurahan agar masyarakat memahami alur untuk mencegah dan menangani kasus kasus anak yang terjadi. Pelaksanaan SAFE4C di Jawa Tengah, dilihat dalam 4 Komponen program sejalan dengan visi misi Kabupaten/Kota Layak anak, beberapa komponen SAFE4C mendukung capaian Indikator Kota/Kabupaten Layak anak, yang di dalamnya memuat potret lingkungan yang aman dan ramah anak, termasuk regulasi, kompetensi dan struktur, dan penyelenggaraan layanan . Oleh karena itu Yayasan SETARA bekerjasama dengan Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Provinsi Jawa Tengah melalui program SAFE4C didukung UNICEF Indonesia berupaya membangun lingkungan yang aman dan ramah anak di 19 Kabupaten Kota di Jawa Tengah.


Rancangan Strategi yang dimiliki oleh Provinsi dalam replikasi SAFE4C , Peningkatan Kapasitas layanan Perlindungan Anak di Provinsi dan Kabupaten Kota Penguatan kapasitas Lembaga masyarakat dan Edukasi Pengasuhan berbasis Hak anak kepada Orang tua/ pengasuh Kelompok anak-anak dan remaja memiliki kapasitas sebagai Pelopor maupun Pelapor Program SAFE4C terdiri dari 4 Komponen yaitu ; 1. 2. 3. 4. PROGRAM SAFE4C Tujuan SAFE4C (Safe and Friendly Environment for Children/Lingkungan Aman dan Ramah Bagi Anak) tahap 2 adalah memperkuat 8 kabupaten/kota serta memperluas wilayah dari 11 kabupaten-kota lainnya di Jawa Tengah dengan memastikan peningkatan dukungan dari pemerintah dan stakeholders terkait di Jawa Tengah untuk keberlanjutan program. Hasil-hasil yang ingin dicapai 1. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memiliki rancangan strategi pengembangan kapasitas untuk memperkuat, mempertahankan dan meningkatkan intervensi SAFE4C di 19 kabupaten/kota (8 sudah ada, 11 lokasi baru), termasuk rancangan replikasi pada 35 kabupaten/kota di luar sasaran SAFE4C. 2. Peningkatan Kapasitas Layanan Perlindungan Anak Terpadu di Provinsi Jawa Tengah dan 19 kabupaten/kota sesuai dengan standar layanan perlindungan anak yang baru diadopsi oleh Kementerian PPPA. 3. Masing-masing kabupaten/kota wilayah sasaran Program SAFE4C terdapat 5 desa percontohan, yang memiliki mekanisme berbasis masyarakat untuk pencegahan, deteksi dini, respon dini terhadap kerentanan, risiko yang mempengaruhi anak-anak laki-laki, dan perempuan dengan jalur rujukan yang tepat ke layanan di tingkat kabupaten/kota 4. Kelompok anak-anak dan remaja memiliki kapasitas untuk tampil sebagai reporter dan pionir (atau 2P: Pelopor dan Pelapor) menggunakan alat dan pedoman 2P untuk mempromosikan praktik perilaku protektif, memberikan dukungan sebaya pada Kesehatan Mental dan Dukungan Psikososial (MHPSS) dan mendukung pencegahan kekerasan terhadap anak, termasuk perundungan dan pernikahan anak serta keamanan anak secara online 5. Produk manajemen pengetahuan tentang praktik yang baik dan pembelajaran yang digunakan untuk advokasi dan penggalangan dana


Strategi Program SAFE4C Tahap 2 1. Memperkuat kemitraan dan jejaring lintas sektor di Pemerintah dan Non Pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang ramah dan aman bagi anak (laki-laki dan perempuan), melalui koordinasi bersama Lembaga Perlindungan Anak (LPA) daerah atau pembentukan LPA bagi daerah sasaran yang belum ada LPA-nya, melakukan advokasi kebijakan agar terdapat payung hukum baik di tingkat kabupaten maupun desa untuk memastikan keberlanjutan penciptaan lingkungan yang ramah dan aman bagi anak, 2. Memperkuat Gugus Tugas (Provinsi, Kab/Kota dan Desa) melalui Pelatihan Sistem Perlindungan Anak, Lokakarya Penyusunan Rencana Aksi Perlindungan Anak yang di dalamnya mengintegrasikan capaian indikator KLA di provinsi dan kabupaten/kota, melaksanakan pertemuan-pertemuan rutin untuk refleksi dan evaluasi implementasi Rencana Aksi Perlindungan Anak capaian indikator Kabupaten/Kota Layak Anak, 3. Meningkatkan peran Forum Anak Provinsi – Kabupaten Kota sampai Desa melalui fasilitasi pembentukan Forum Anak Desa (FAD) bagi desa sasaran yang belum ternetuk Forum Anak, pelatihan-pelatihan, koordinasi online dan offline, studi banding dll, agar peran sebagai Pelopor dan Pelapor betul-betul dapat diimplementasikan. 4. Memperkuat Layanan UPTD untuk rujukan dalam penanganan korban secara terpadu dan berkelanjutan, melalui peningkatan kapasitas dan fasilitasi penyusunan SOP. 5. Membangun pemahaman dan penguatan kelompok-kolompok di masyarakat agar mengembangkan layanan di Komunitas, sehingga dapat menangani korban dan atau merujukkan korban sampai ke layanan UPTD Kab / Kota jika diperlukan serta memperkuat DRPPA (PATBM+DEKELA) atau lembagalembaga lokal yang potensial dalam memberikan perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak. serta penguatan kelembagaan di tingkat masyarakat sehingga tidak hanya partisipasi namun ikut serta dalam perubahan menuju lingkungan yang ramah dan layak anak 7. Sinergi dan Integrasi Program SAFE4C dengan KLA, implementasi program mendorong capaian KLA dan DEKELA 6. Mobilisasi Sosial dengan upaya penguatan kapasitas untuk memberdayakan masyarakat melalui pengembangan kesadaran kritis 8. Melibatkan forum anak/anak di semua tingkatan dan kegiatan, mengintegrasikan dan menyelaraskan dengan kegiatan forum anak di tingkat provinsi dan kabupaten/kota termasuk anak penyandang disabilitas, anak di panti asuhan dan anak dalam situasi perlindungan khusus.


11. Komunikasi berbasis bukti untuk pembangunan dan perubahan perilaku sosial melalui semua kanal media komunikasi: FB, Twiter, dan media sosial lainnya untuk mendokumentasi dan mempublikasikan seluruh kegiatan SAFE4C, termasuk memastikan Kabupaten/Kota menerapkan system informasi data manajemen kasus (SIMPONI PPA). Gambar login awal aplikasi APEMKETAN https://apemketan.dp3akb.jatengprov.go.id/login 9. Kabupaten/Kota memanfaatkan aplikasi APEMKETAN; memanfaatkan data di aplikasi yang sudah dikembangkan di SAFE4C 2021 (mendata anak dan perempuan kelompok rentan) untuk layanan intervensi bagi kelompok rentan. 10. Strategi pemilihan desa dan pengembangan program sesuai dengan indikator desa sebagai berikut; tersedia lembaga berbasis masyarakat (perlindungan anak berbasis masyarakat,gugus tugas desa ramah anak, dll); Fasilitator Komunitas tersedia; Memiliki program kegiatan; dan Desa yang aktif melakukan pendidikan pengasuhan positif, dan memiliki mekanisme perlindungan anak.


1) BAPPEDA 2) Dinas Perempuan dan anak 3) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan 4) Dinas Kesehatan 5) Dinas Sosial 6) Dispermasdesdukcapil Target Sasaran yang Harus dicapai Lokasi Sasaran Program SAFE4C 2022 Lokasi program sasaran SAFE4C tahap 2 (2022) di 19 Kab/Kota Jawa Tengah, Sebagai berikut : KEBERLANJUTAN (Wilayah Lama): Blora, Sragen, Rembang, Klaten, Wonosobo, Brebes, Pemalang, Kota Pekalongan, Kota Semarang, dan PENINGKATAN (Wilayah Baru): Cilacap, Purbalingga, Tegal, Banyumas, Kebumen, Jepara, Grobogan, Banjarnegara, Kabupaten Magelang, Kota Salatiga, Kota Magelang Dengan total = 95 Desa/Kelurahan (5 desa/kelurahan tiap kabupaten/kota). Sasaran Program SAFE4C Tahap 2 1. Tingkat Provinsi Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) tingkat Provinsi dan stakeholders terkait yang tergabung dalam anggota Gugus Tugas KLA Provinsi Jawa Tengah terdiri dari: Desa Krebet, Kecamatan Masaran Desa Puro, Kecamatan Karangmalang Desa Sambirejo, Kecamatan Plumpuh Desa Srawung, Kecamatan Gesi Desa Bedoro, Kecamatan Sambung Macan Sasaran Kelurahan di Kabupaten Sragen 2022-2023 1. 2. 3. 4. 5.


7) DisKominfo 8) Dinas Kearsipan dan Perpustakaan 9) BPBD 10) DisnakerTrans 11) Badan KesBangPol 12) Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata 13) Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman 14) Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya 15) Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang 16) Biro Hukum Setda 17) Biro Kesejahteraan Rakyat Setda 18) Dinas Perhubungan 29) Forum Anak Provinsi (50 Anak) 1) Bappeda Kabupaten/Kota 2) Dinas yang membidangi Perlindungan Anak (DP3A) 3) Dinas yang membidangi Ketenagakerjaan 4) Dinas yang membidangi Pemberdayaan Masyarakat (Bapermasdes) 5) Dinas yang membidangi Pemberdayaan Masyarakat (Bapermasdes) 1) Desa/Kelurahan yang didampingi sebagai percontohan: 5 desa 2) Masing-masing desa minimal ada 10 Fasilitator Desa/Kader (berimbang laki-laki dan perempuan). Jadi setiap kab/kota ada 50 fasilitator desa. 3) Masing-masing desa minimal ada 10 anak menjadi fasilitator sebaya 2P. Jadi setiap kab/kota ada 50 fasilitator sebaya. 4) Masing-masing desa ada 200 orang tua yang akan mendapat edukasi Pengasuhan positif dari Fasilitator desa. Jadi akan ada 1.000 orang tua di tiap kab/kota. 2. Tingkat Kabupaten/Kota 3. Target setiap Kabupaten/Kota


Berdasarkan data diatas , jelas terlihat bahwa persoalan kekerasan dan perkawinan anak masih menjadi keprihatinan di Kabupaten Sragen, ini menunjukkan upaya-upaya pencegahan dan penguatan layanan dari tingkat desa maupun kota masih menjadi tugas yang harus diselesaikan. Layanan yang tersedia masih sebatas layanan pencegahan dan penanganan ketika terjadi kasus, sedangkan deteksi dini kerentanan anak dan keluarga belum menjadi perhatian, hal tersebut sesuai dengan amanah Undang-Undang Pasal 5 ayat (3) Undang-Undang No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia “setiap orang yang termasuk kelompok masyarakat yang rentan berhak memperoleh perlakuan dan perlindungan lebih berkenaan dengan kekhususannya”. Jumlah penduduk di Kabupaten Sragen (BPS Sragen, 2022) sebanyak 992.243 (L= 494.252, P= 497.991), sedangkan jumlah penduduk anak (DisDukCapil Sragen , 2022) sebanyak 250.318 (L=129.108, P= 121.210). yang artinya penduduk anak di Kabupaten Sragen sebesar 25,2% dari total penduduk keseluruhan. Jumlah anak tidak sekolah di Kabupaten Sragen adalah 2.643 (data PusDatin) Angka kekerasan anak tahun 2022 (triwulan III) di Kabupaten Sragen mencapai 22 kasus anak,[2] ABH (anak Berhadapan Hukum) di Sragen mencapai 21 anak di tahun 2021 Angka perkawinan anak (di bawah 19 tahun) di Kabupaten Sragen sebanyak 159 Persentase pencapaian akte kelahiran anak di Sragen tahun 2021 adalah 93,90 %3 Kasus kematian Bayi di Kabupaten Sragen sebanyak 87 kasus, sedangkan kasus kematian balita sebanyak 99 kasus pada tahun 2022, triwulan 3[2] PELAKSANAAN DAN HASIL SAFE4C KABUPATEN SRAGEN Situasi Kabupaten Sragen Pelaksanaan Program SAFE4C dilakukan selama 12 bulan, dari 4 Komponen Program SAFE4C jumlah penerima manfaat Program SAFE4C di Kabupaten Sragen sebesar 258 ( L= 53 dan P= 205) terdiri dari Dewasa 232 (L : 48 P : 184 ) dan anak anak 26 (L=5, P=21) [2]Sumber: Buku Saku Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Provinsi Jawa Tengah Tahun 2022 (Triwulan III) [3]Sumber: DinsosKbppa Kabupaten Sragen


Pelaksanaan Program SAFE4C Pelaksanaan SAFE4C di Kabupaten Sragen dilihat berdasarkan capaian 4 Komponen Program; Komponen 1 Dukungan Pemerintah untuk penguatan dan keberlanjutan Program SAFE4C di 19 Kabupaten/Kota Salah satu strategi SAFE4C adalah Sinergi dan Integrasi Program SAFE4C dengan Kota/ Kabupaten Layak anak (KLA). Pelaksanaan program SAFE4C mendorong pelaksanaan Indikator indikator kunci yaitu Komponen 1 sesuai dengan Kluster Kelembagaan, Komponen 2 sesuai Kluster V Perlindungan Khusus, dengan Penguatan kapasitas layanan, Komponen 3 sesuai dengan kluster kelembagaan, dan semua kluster khususnya di Klaster II dan V, Komponen 4 Peningkatan kapasitas anak dan remaja sebagai Pelopor dan Pelapor sesuai dengan Klaster I dan IV , Komponen 5 adanya produk manajemen pengetahuan yang digunakan untuk advokasi dan dukungan pendanaan, mendukung dokumentasi dan penilaian KLA. Selain itu dukungan asistensi dan pendampingan dalam proses persiapan verifikasi lapangan penilaian KLA di Kabupaten Sragen. Dan pada tahun 2023 Kabupaten Sragen meraih gelar Kota layak anak kategori UTAMA, naik peringkat dari sebelumnya pada kategori NINDYA. dan Perencanaan Penganggaran Perlindungan Anak, diikuti sebanyak 8 orang (L=3, P=5) SDM Pengada Layanan Kabupaten Sragen. UPTD PPA memiliki tugas untuk melaksanakan kegiatan teknis operasional di wilayah kerjanya dalam memberikan layanan bagi perempuan dan anak yang mengalami masalah kekerasan, diskriminasi, perlindungan khusus, dan masalah lainnya. UPTD PPA berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di tingkat daerah provinsi dan daerah kabupaten/kota. Fungsi UPTD PPA adalah menyelenggarakan layanan : Komponen 2 Penguatan layanan Perlindungan anak yang sesuai dengan standar nasional (Cepat, Akurat, Komprehensif dan Integrasi – CEKATAN/ UPTD PPA) a. Pengaduan masyarakat; b. Penjangkauan korban; c. Pengelolaan kasus; d. Penampungan sementara e. Media; dan f. Pendampingan Korban Kabupaten Sragen mendapatkan penguatan Kapasitas SDM berbentuk Bimtek tentang pembentukan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak ( UPTD PPA) UPTD PPA merupakan UPTD generik yang dalam prinsip pembentukannya berdasar pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pedoman Pembentukan dan Klasifikasi Cabang Dinas dan Unit Pelaksana Teknis Daerah.


Kebijakan pembentukan UPTD PPA sebagai penyedia layanan perlindungan bagi perempuan dan anak telah ditetapkan melalui Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nomor 4 Tahun 2018 tentang Pedoman Pembentukan UPTD PPA. Setelah bimtek dengan Yayasan Setara, Kabupaten Sragen sudah menyusun draft SOP standar CEKATAN. Saat ini Kabupaten Sragen masih dalam proses penyusunan Kajian Akademis pembentukan UPTD PPA. Komponen 3 Penguatan mekanisme layanan berbasis masyarakat untuk pencegahan, deteksi dini kerentanan anak dan jalur rujukan layanan ke layanan tingkat kota serta keterlibatan masyarakat dalam melakukan edukasi Pengasuhan Positif Gambar Toolkit Pelatihan Fasilitator Masyarakat Mekanisme layanan berbasis masyarakat meliputi mekanisme pencegahan kekerasan anak, deteksi dini kerentanan anak, dan jalur rujukan yang cepat dan tepat ke layanan tingkat Kota, sehingga terwujud lingkungan aman dan ramah anak di tingkat desa/kelurahan. Selain itu fasilitator masyarakat dilibatkan melakukan edukasi pengasuhan positif ke masyarakat di Desa Kabupaten Sragen melalui berbagai kegiatan meliputi: Toolkit yang digunakan dalam pelatihan ini adalah Paket Toolkit Pelatihan Fasilitator masyarakat Pengembangan Lingkungan Aman dan Ramah anak (SAFE4C) di tingkat Desa/Kelurahan yang terdiri dari: Pelatihan bagi fasilitator masyarakat untuk membangun lingkungan yang aman dan ramah anak, dengan pengasuhan positif, deteksi dini kerentanan anak, serta mekanisme layanan perlindungan anak di tingkat desa, total 54 (L= 24, P= 30) Fasilitator masyarakat dari 5 desa. Fasilitator masyarakat terdiri dari perangkat kelurahan (sekretaris kelurahan/ staff kelurahan), BPD, anggota PKK, karang taruna, dan kader aktif dari lembaga lainnya yang ada di kelurahan. 1.


Gambar 3. Series Booklet Pengasuhan Positif Buku panduan pengggunaan toolkit. Pedoman Fasilitator Masyarakat membangun lingkungan yang aman dan ramah bagi anak. Lembar Pre Test, Post Test untuk mengevaluasi kualitas pelatihan, dengan mengukur kemampuan peserta sebelum (pre test) dan setelah pelatihan (post test). Form Pemetaan Situasi dan Kondisi Desa, merupakan alat bantu untuk mengetahui situasi dan kondisi desa/kelurahan khususnya terkait perlindungan anak Banner pohon harapan, pohon kekhawatiran, dan suasana hati, digunakan di sesi pradaya pelatihan Gambar 3 banner pohon harapan, pohon kekhawatiran dan suasana hati ATK dan peraga yang digunakan dalam sesi pelatihan, meliputi bodymapping anak, boneka karet dan gelang, paket gambar profesi, paket gambar jenis-jenis kekerasan seksual online Selain itu, ada sesi webinar online bagi fasilitator masyarakat dari 2 kelurahan (Banyurip dan Podosugih) tentang pengasuhan positif di era digital dan kesehatan imunisasi anak. 2. Fasilitator masyarakat yang sudah dilatih melakukan edukasi pengasuhan positif ke orangtua/pengasuh/ masyarakat di masing-masing kelurahan, dengan sasaran mencapai 170 (L=21, P=149) orangtua. Materi Edukasi pengasuhan positif yang disampaikan ke masyarakat menggunakan materi 3 series booklet Pengasuhan Positif, materi Pengasuhan Positif di Era digital dan kesehatan imunisasi anak. Selain itu fasilitator masyarakat mengembangkan sendiri materi KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi) seperti leaflet, banner edukasi yang dibagikan ke masyarakat.


Gambar Sosialisasi Fasilitator Masyarakat Desa di Kabupaten Sragen Fasilitator masyarakat melakukan edukasi pengasuhan positif pada pertemuan-pertemuan yang ada di kelurahan seperti pertemuan RT/RW, pertemuan PKK, pengajian. Penguatan untuk penyusunan kebijakan desa/kelurahan terkait Perlindungan anak melibatkan 12 (L=11, P= 6)-orang dari perangkat desa dan fasilitator masyarakat. Kebijakan Kelurahan yang disusun berbentuk Peraturan Desa tentang Perlindungan Anak serta SOP Mekanisme Layanan Perlindungan Anak berbasis Masyarakat. 3.


Komponen 4 Keterlibatan Kelompok anak dan remaja sebagai 2P (Pelopor dan Pelapor) di tingkat kota dan kelurahan Forum Anak dan remaja dilibatkan dan mempunyai kapasitas untuk bertindak sebagai pelapor dan pelopor atau 2P untuk mempromosikan praktik perilaku protektif, memberikan dukungan sebaya terhadap kesehatan mental, pencegahan kekerasan terhadap anak, termasuk perundungan. dan pernikahan anak serta keamanan anak online. Gambar pelatihan 2P Kabupaten Sragen Modul yang digunakan dalam pelatihan bagi forum anak dan remaja adalah Modul 2P (Pelapor dan Pelopor) dengan menggunakan pendekatan Lingkar Remaja. Hasil dari pelatihan ini adalah: peserta memahami peran dan fungsi 2P menggunakan pendekatan lingkar remaja peserta mengetahui fakta dan sudut pandang sebagai fasilitator saat melihat potensi remaja peserta bisa mengikuti praktik kartu aktivitas mengenal diri luar dalam peserta membuat RTL untuk langkah kongkrit kegiatan selanjutnya di kelurahan/desa masing-masing Pelatihan 2P dengan pendekatan lingkar remaja di tingkat Provinsi bagi fasilitator, diikuti 2 anak perwakilan anggota forum anak Kabupaten Sragen. Setelah itu anak dan remaja perwakilan dari 5 desa dan forum anak Kabupaten sebanyak 24 (L=4, P=20) anak mendapat pelatihan 2P dengan Lingkar Remaja oleh fasilitator yang dilatih sebelumnya bersama dengan fasilitator Yayasan Setara. Gambar pelatihan 2P Kab. Sragen


Gambar Sampul Buku Panduan 2P


Indikator Kinerja Target Proses untuk Mencapai Target Hasil Lembaga layanan perlindungan anak terpadu telah menerapkan standar layanan perlindungan anak terpadu CEKATAN Daerah membentuk UPTD PPA Webinar pembentukan UPTD PPA dan Sosialisasi UU TPKS Bimtek layanan CEKATAN bagi Lembaga Penyedia Layanan PPA di 10 Daerah Program SAFE4C di Jawa Tengah Perwakilan OPD dan Pengada layanan terkapasitasi SPA, perencanaan dan penganggaran perlindungan anak, serta proses percepatan pembentukan UPTD PPA Asistensi percepatan pembentukan UPTD PPA 8 orang (L=3, P=5) SDM Pengada Layanan Kabupaten Sragen mendapatkan penguatan tentang pembentukan UPTD PPA, SPA, dan perencanaan Penganggaran Perlindungan Anak Kabupaten Sragen mengembangkan SOP Layanan sesuai standar KPPPA (CEKATAN) Proses Penyusunan Kajian akademik UPTD PPA (DPPKBP3A) dan Bagian Organisasi Kabupaten Sragen Fasilitator masyarakat terlatih mengenai child safeguarding dan penerapan mekanisme berbasis masyarakat untuk mendukung identifikasi dan rujukan kasus ke layanan terpadu kesejahteraan dan perlindungan anak 950 orang fasilitator masyarakat atau 10 orang / kelurahan artinya, 50 orang/ Kab-Kota Pelatihan fasilitator masyarakat membangun lingkungan aman dan ramah Anak Webinar Pengasuhan Positif di Era Digital dan Kesehatan Imnunasi Anak bagi fasilitator masyarakat 54 (L= 24, P= 30) Fasilitator masyarakat 5 Desa yang terkapasitasi dan mendapat pelatihan. Lebih dari 100 % dari target Analisa Hasil Capaian SAFE4C di Kabupaten Sragen Berikut analisa hasil capaian berdasarkan target program SAFE4C di Kabupaten Sragen ANALISA DAN REKOMENDASI


Desa sasaran telah mengalokasikan dana desa untuk pelaksanaan peraturan desa tentang layanan perlindungan anak berbasis masyarakat 95 Desa/ Kelurahan 5 Desa/ Kelurahan untuk tiap Kab/ Kota Rakor Penyusunan Kebijakan Kelurahan dan advokasi anggaran untuk Perlindungan Anak 5 Desa menyusun peraturan desa tentang perlindungan anak dan SOP mekanisme layanan perlindungan anak 5 Desa mempunyai draft Peraturan Desa Perlindungan Anak dan SOP Mekanisme Layanan fasilitator masyarakat yang dilatih melakukan edukasi dan disemininasi ‘pengasuhan positif’ yang berisi pesan-pesan utama tentang: (i) pengasuhan anak yang baik; (ii) pencegahan kekerasan terhadap anak; (iii) praktik hidup sehat dan bersih; (iv) memastikan kesehatan mental selama pandemi dan (v) mengasuh anak di era digital 19.000 orang tua/peng asuh (75% perempua n, 25% laki-laki) artinya 1000 orang tua/peng asuh tiap Kab-Kota Edukasi/Sosialisai pengasuhan positif pada pertemuanpertemuan yang ada di Desa/Kelurahan pembagian flyer dan leaflet kepada masyarakat 170 (L=21, P=149) orangtua mendapatkan Edukasi Parenting Positif oleh Fasilitator Masyarakat yang sudah dilatih. Indirect: 540 orang tua terinformasi pesan pengasuhan positif oleh %4 fasilitator yang dilatih Total: 710 orang tua 71% dari target Fasilitator anak/remaja 2P terlatih yang terlibat dalam dukungan sebaya untuk mempromosikan kesehatan mental anak-anak dan praktik perilaku protektif 1400 anak/ remaja (60% girls and 40 % boys) Pelatihan 2P dengan Pendekatan Lingkar Remaja 26 (L=5, P=21) anak dan remaja terkapasitasi 2P dengan pendekatan lingkar remaja 50 % dari target Laki-laki = 20%, Perempuan 80%


Forum Anak yang telah mengadopsi pedoman mengenai 2P dan mekanisme pelaporan kasus perlindungan anak ke layanan terpadu kesejahteraan dan perlindungan anak Forum anak Kabupate n mengado psi pedoman Forum Anak yang terlatih melakukan pelatihan 2P dengan pendekatan lingkar remaja kepada 5 desa Forum Anak Jawa tengah bersama Dinas Perempuan dan Anak menyusun dan mensosialisasikan buku saku website Jogo Konco sebagai wadah pelapor dan pelopor anak Jawa Tengah. Forum Anak yang terlatih melakukan pelatihan 2P ke forum anak Kabupaten Forum anak Kabupaten mensosialisasikan website Jogo Konco Terlatihnya Fasilitator Masyarakat dari 5 desa yang mempunyai pengetahuan untuk mengedukasi pengasuhan positif Fasilitator masyarakat yang sudah dilatih melakukan edukasi/diseminasi Pengasuhan Positif ke masyarakat, orang tua/pengasuh Forum Anak di 5 Desa/Kelurahan terbentuk 5 Desa sudah mempunyai draft peraturan desa tentang perlindungan anak dan SOP Mekanisme Layanan Perlindungan Anak Capaian KLA (Kab/Kota Layak Anak) Kabupaten Sragen meningkat dari NINDYA menjadi UTAMA Proses program SAFE4C di Kabupaten Sragen selama tahun 2022-2023 berjalan lancar dan mencapai sesuai yang ditargetkan seperti 1. 2. 3. 4. 5. Total capaian orang tua yang teredukasi pengasuhan positif masih jauh dari target yaitu sekitar 710 orang tua. Hal ini dikarenakan fasilitator masyarakat tidak mengupdate dan melaporkan setelah melakukan kegiatan sosialisasi yang sudah direncanakan di rencana tindak lanjut pelatihan. Selain itu UPTD PPA masih dalam proses penyusunan kajian akademik UPTD PPA, perlu percepatan proses pembentukan UPTD PPA.


Dokumentasi Pelatihan SAFE4C di Kabupaten Sragen


Rekomendasi Memperkuat SDM layanan perlindungan anak sesuai dengan standar layanan KPPPA (CEKATAN) Memperkuat 5 Desa yang sudah dilatih untuk memberikan layanan berbasis masyarakat dan dapat dicontoh oleh desa/kelurahan lainnya Mengimplementasikan dan mengembangkan mekanisme layanan perlindungan anak berbasis masyarakat di Desalainnya menggunakan paket toolkit fasilitator masyarakat membangun lingkungan yang aman dan ramah anak untuk instansi/lembaga/ fasilitator masyarakat kelurahan, serta mengedukasi pengasuhan positif kepada masyarakat/orang tua/pengasuh Mengadvokasi kebijakan dan anggaran dana Desa untuk layanan perlindungan anak di tingkat masyarakat Mengembangkan 2P (pelapor dan pelopor) anak dan remaja baik di tingkat kota maupun di tingkat desa/kelurahan Memfasilitasi Forum anak Kabupaten dan juga Forum anak desa agar aktif dan terlibat di dalam perumusan pembangunan (Musrembang tingkat Kabupaten, dan MusrembangDes) Memanfaatkan dan mengkampanyekan website Jogo Konco sebagai wadah partisipasi serta 2P bagi anak/remaja Setelah program SAFE4C di Kabupaten Sragen berjalan di tahun 2021- 2023, beberapa rekomendasi yang dapat dilakukan Pemerintah Kabupaten Sragen adalah: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. PENUTUP Demikian laporan progress dan capaian hasil program SAFE4C (Safe and Friendly Environment for Childreen) di Kabupaten Sragen Periode 2022-2023. Semoga dapat bermanfaat dan digunakan sebagai bahan advokasi untuk memperkuat lingkungan yang aman dan ramah anak.


Berikut beberapa bahan dan produk Hasil SAFE4C yang dapat diakses dan didownload 1.Bahan Penguatan Sistem Perlindungan anak dan Perencanaan Penganggaran Pelindungan Anak http://tinyurl.com/BahanPenguatanLayananUPTDPPA LAMPIRAN 2.Bahan Penguatan Lembaga Layanan Perlindungan anak sesuai standar KPPA (UPTD PPA CEKATAN) http://tinyurl.com/BahanPenguatanPenganggaranPA 3.Paket Toolkit fasilitator Masyarakat Membangun Lingkungan yang aman dan ramah anak http://tinyurl.com/PaketToolkitFasmasSAFE4C 4.Bahan penguatan Anak dan Remaja sebagai 2P http://tinyurl.com/BahanPenguatanAnak2P 5. Buku dan Infografis Kabupaten Sragen https://tinyurl.com/SragenE-Book


SAFE4C 2022-2023 Kabupaten Sragen Safe & Friendly Environment for Children


Click to View FlipBook Version