The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by YAYASAN SETARA SEMARANG, 2023-11-26 07:28:44

Buku SAFE4C Kab. Kebumen

Buku SAFE4C Kab. Kebumen

LAPORAN Ha s i l Ca p a i a n P r o g r a m M e m b a n g u n L i n g k u n g a n Y a n g A m a n d a n R a m a h u n t u k An a k d i K a b u p a t e n k e b u m e n SAFE4C Safe and Friendly Environtmen for Children 2022-2023


LAPORAN HASIL CAPAIAN PROGRAM MEMBANGUN LINGKUNGAN YANG AMAN DAN RAMAH ANAK DI KABUPATEN KEBUMEN Safe & Friendly Environment for Children 2022-2023 SAFE4C


PENGANTAR PROGRAM SAFE4C UNICEF bekerjasama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) dan Kementerian Desa (Kemendes) memberikan dukungan kepada pemerintah daerah dalam memperkuat layanan perlindungan anak yang beradaptasi dengan pandemi COVID-19 melalui program Safe and Friendly Environment for Children (SAFE4C) yang pertama kali diperkenalkan di Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. Di Provinsi Jawa Tengah, Yayasan Setara menjadi mitra UNICEF dan bekerjasama dengan Dinas Perempuan dan Anak melaksanakan SAFE4C di 10 kabupaten/kota (Kota Semarang, Kota Pekalongan, Kota Surakarta, Sragen, Blora, Klaten, Wonosobo, Pemalang, Brebes, dan Rembang) antara bulan Maret sampai Desember 2021. SAFE4C bertujuan untuk mengembangkan model layanan perlindungan anak berbasis masyarakat di tingkat desa yang menghubungkan anak-anak yang teridentifikasi ke pusat layanan yang terletak di tingkat kabupaten dan kota. SAFE4C juga bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan orang tua dan pengasuh dalam pendidikan pengasuhan yang positif dan keterlibatan anak-anak dan remaja sebagai fasilitator sebaya untuk Pendidikan Kecakapan Hidup guna meningkatkan pengetahuan mereka tentang praktik perilaku protektif.[1] [1]Referensi: Pola asuh dan pengasuhan yang positif - UNICEF EAPR.pdf SAFE4C dilanjutkan di tahun 2022 dengan memperkuat 8 kab/kota (Brebes, Kota Pekalongan, Pemalang, Sragen, Rembang, Blora, Klaten, Wonosobo) dan mengembangkan di 11 kabupaten baru di Jawa Tengah (Cilacap, Purbalingga, Banyumas, Grobogan, Banjarnegara, Magelang, Tegal Kebumen, Jepara, Kota Magelang) dengan sasaran 5 desa/kab/kota (Total 90 desa). Di Jawa Tengah, Rapidpro mencatat 6.066 anak (3.020 perempuan; 3.046 laki-laki) kehilangan salah satu atau orang tua/pengasuhnya karena COVID-19 dan Aplikasi Pemetaan Kelompok Rentan (APEMKETAN) mencatat 7.967 anak (4.184 perempuan; 3.783 laki-laki), yang pengasuhannya dilakukan oleh salah satu orang tua, kerabat, dan panti asuhan. Sedangkan Data Simfoni (Data Kekerasan) di Jawa Tengah mencatat 1.224 (L=245, P=979) kasus anak di tahun 2022. Hal tersebut sebagai bukti bahwa menciptakan lingkungan yang aman dan melindungi anak masih menjadi tugas yang belum terselesaikan. Menyikapi Tingginya kasus kekerasan anak di Provinsi Jawa Tengah, perlu ada lembaga untuk penanganan kasus kekerasan anak yang cepat, komprehensif, terintegrasi, sesuai dengan Permen PPA No.4 tahun 2018 tentang Pedoman pembentukan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak. Sesuai dengan UU No.12 tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual,


Pemerintah Daerah provinsi dan kabupaten/kota wajib membentuk UPTD PPA yang menyelenggarakan Penanganan, Pelindungan, dan Pemulihan Korban, Keluarga Korban, dan/atau Saksi. Selain itu ada SE MENDAGRI Nomor 463/5318/SJ Tanggal 7 September 2022 tentang mendorong Pembentukan UPTD PPA bagi daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota yang belum membentuk. Tingginya kasus kekerasan anak, serta permasalahan pengasuhan anak di Jawa Tengah, diperlukan pula peningkatan kapasitas dan edukasi tentang pengasuhan positif bagi seluruh pengasuh dan orang tua dan penguatan layanan di Desa/Kelurahan agar masyarakat memahami alur untuk mencegah dan menangani kasus kasus anak yang terjadi. Pelaksanaan SAFE4C di Jawa Tengah, dilihat dalam 4 Komponen program sejalan dengan visi misi Kabupaten/Kota Layak anak, beberapa komponen SAFE4C mendukung capaian Indikator Kota/Kabupaten Layak anak, yang di dalamnya memuat potret lingkungan yang aman dan ramah anak, termasuk regulasi, kompetensi dan struktur, dan penyelenggaraan layanan . Oleh karena itu Yayasan SETARA bekerjasama dengan Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Provinsi Jawa Tengah melalui program SAFE4C didukung UNICEF Indonesia berupaya membangun lingkungan yang aman dan ramah anak di 19 Kabupaten Kota di Jawa Tengah.


Rancangan Strategi yang dimiliki oleh Provinsi dalam replikasi SAFE4C , Peningkatan Kapasitas layanan Perlindungan Anak di Provinsi dan Kabupaten Kota Penguatan kapasitas Lembaga masyarakat dan Edukasi Pengasuhan berbasis Hak anak kepada Orang tua/ pengasuh Kelompok anak-anak dan remaja memiliki kapasitas sebagai Pelopor maupun Pelapor Program SAFE4C terdiri dari 4 Komponen yaitu ; 1. 2. 3. 4. PROGRAM SAFE4C Tujuan SAFE4C (Safe and Friendly Environment for Children/Lingkungan Aman dan Ramah Bagi Anak) tahap 2 adalah memperkuat 8 kabupaten/kota serta memperluas wilayah dari 11 kabupaten-kota lainnya di Jawa Tengah dengan memastikan peningkatan dukungan dari pemerintah dan stakeholders terkait di Jawa Tengah untuk keberlanjutan program. Hasil-hasil yang ingin dicapai 1. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memiliki rancangan strategi pengembangan kapasitas untuk memperkuat, mempertahankan dan meningkatkan intervensi SAFE4C di 19 kabupaten/kota (8 sudah ada, 11 lokasi baru), termasuk rancangan replikasi pada 35 kabupaten/kota di luar sasaran SAFE4C. 2. Peningkatan Kapasitas Layanan Perlindungan Anak Terpadu di Provinsi Jawa Tengah dan 19 kabupaten/kota sesuai dengan standar layanan perlindungan anak yang baru diadopsi oleh Kementerian PPPA. 3. Masing-masing kabupaten/kota wilayah sasaran Program SAFE4C terdapat 5 desa percontohan, yang memiliki mekanisme berbasis masyarakat untuk pencegahan, deteksi dini, respon dini terhadap kerentanan, risiko yang mempengaruhi anak-anak laki-laki, dan perempuan dengan jalur rujukan yang tepat ke layanan di tingkat kabupaten/kota 4. Kelompok anak-anak dan remaja memiliki kapasitas untuk tampil sebagai reporter dan pionir (atau 2P: Pelopor dan Pelapor) menggunakan alat dan pedoman 2P untuk mempromosikan praktik perilaku protektif, memberikan dukungan sebaya pada Kesehatan Mental dan Dukungan Psikososial (MHPSS) dan mendukung pencegahan kekerasan terhadap anak, termasuk perundungan dan pernikahan anak serta keamanan anak secara online 5. Produk manajemen pengetahuan tentang praktik yang baik dan pembelajaran yang digunakan untuk advokasi dan penggalangan dana


Strategi Program SAFE4C Tahap 2 1. Memperkuat kemitraan dan jejaring lintas sektor di Pemerintah dan Non Pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang ramah dan aman bagi anak (laki-laki dan perempuan), melalui koordinasi bersama Lembaga Perlindungan Anak (LPA) daerah atau pembentukan LPA bagi daerah sasaran yang belum ada LPA-nya, melakukan advokasi kebijakan agar terdapat payung hukum baik di tingkat kabupaten maupun desa untuk memastikan keberlanjutan penciptaan lingkungan yang ramah dan aman bagi anak, 2. Memperkuat Gugus Tugas (Provinsi, Kab/Kota dan Desa) melalui Pelatihan Sistem Perlindungan Anak, Lokakarya Penyusunan Rencana Aksi Perlindungan Anak yang di dalamnya mengintegrasikan capaian indikator KLA di provinsi dan kabupaten/kota, melaksanakan pertemuan-pertemuan rutin untuk refleksi dan evaluasi implementasi Rencana Aksi Perlindungan Anak capaian indikator Kabupaten/Kota Layak Anak, 3. Meningkatkan peran Forum Anak Provinsi – Kabupaten Kota sampai Desa melalui fasilitasi pembentukan Forum Anak Desa (FAD) bagi desa sasaran yang belum ternetuk Forum Anak, pelatihan-pelatihan, koordinasi online dan offline, studi banding dll, agar peran sebagai Pelopor dan Pelapor betul-betul dapat diimplementasikan. 4. Memperkuat Layanan UPTD untuk rujukan dalam penanganan korban secara terpadu dan berkelanjutan, melalui peningkatan kapasitas dan fasilitasi penyusunan SOP. 5. Membangun pemahaman dan penguatan kelompok-kolompok di masyarakat agar mengembangkan layanan di Komunitas, sehingga dapat menangani korban dan atau merujukkan korban sampai ke layanan UPTD Kab / Kota jika diperlukan serta memperkuat DRPPA (PATBM+DEKELA) atau lembagalembaga lokal yang potensial dalam memberikan perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak. serta penguatan kelembagaan di tingkat masyarakat sehingga tidak hanya partisipasi namun ikut serta dalam perubahan menuju lingkungan yang ramah dan layak anak 7. Sinergi dan Integrasi Program SAFE4C dengan KLA, implementasi program mendorong capaian KLA dan DEKALA 6. Mobilisasi Sosial dengan upaya penguatan kapasitas untuk memberdayakan masyarakat melalui pengembangan kesadaran kritis 8. Melibatkan forum anak/anak di semua tingkatan dan kegiatan, mengintegrasikan dan menyelaraskan dengan kegiatan forum anak di tingkat provinsi dan kabupaten/kota termasuk anak penyandang disabilitas, anak di panti asuhan dan anak dalam situasi perlindungan khusus.


11. Komunikasi berbasis bukti untuk pembangunan dan perubahan perilaku sosial melalui semua kanal media komunikasi: FB, Twiter, dan media sosial lainnya untuk mendokumentasi dan mempublikasikan seluruh kegiatan SAFE4C, termasuk memastikan Kabupaten/Kota menerapkan system informasi data manajemen kasus (SIMPONI PPA). Gambar login awal aplikasi APEMKETAN https://apemketan.dp3akb.jatengprov.go.id/login 9. Kabupaten/Kota memanfaatkan aplikasi APEMKETAN; memanfaatkan data di aplikasi yang sudah dikembangkan di SAFE4C 2021 (mendata anak dan perempuan kelompok rentan) untuk layanan intervensi bagi kelompok rentan. 10. Strategi pemilihan desa dan pengembangan program sesuai dengan indikator desa sebagai berikut; tersedia lembaga berbasis masyarakat (perlindungan anak berbasis masyarakat,gugus tugas desa ramah anak, dll); Fasilitator Komunitas tersedia; Memiliki program kegiatan; dan Desa yang aktif melakukan pendidikan pengasuhan positif, dan memiliki mekanisme perlindungan anak.


1) BAPPEDA 2) Dinas Perempuan dan anak 3) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan 4) Dinas Kesehatan 5) Dinas Sosial 6) Dispermasdesdukcapil Target Sasaran yang Harus dicapai Lokasi Sasaran Program SAFE4C 2022 Lokasi program sasaran SAFE4C tahap 2 (2022) di 19 Kab/Kota Jawa Tengah, Sebagai berikut : KEBERLANJUTAN (Wilayah Lama): Blora, Sragen, Rembang, Klaten, Wonosobo, Brebes, Pemalang, Kota Pekalongan, PENINGKATAN (Wilayah Baru): Cilacap, Purbalingga, Tegal, Banyumas, Kebumen, Jepara, Grobogan, Banjarnegara, Kabupaten Magelang, Kota Salatiga, Kota Magelang Dengan total = 95 Desa/Kelurahan (5desa/kelurahan tiap kabupaten/kota). Sasaran Program SAFE4C Tahap 2 1. Tingkat Provinsi Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) tingkat Provinsi dan stakeholders terkait yang tergabung dalam anggota Gugus Tugas KLA Provinsi Jawa Tengah terdiri dari: Desa Kalibeji, Kecamatan Sempor Desa Logede, Kecamatan Pejagoan Desa Patukgawemulyo, Kecamatan Mirit Desa Pejengkolan, Kecamatan Padureso Desa Kawedusan, Kecamatan Kebumen Sasaran 5 Desa, di Kabupaten Kebumen 1. 2. 3. 4. 5.


7) DisKominfo 8) Dinas Kearsipan dan Perpustakaan 9) BPBD 10) DisnakerTrans 11) Badan KesBangPol 12) Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata 13) Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman 14) Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya 15) Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang 16) Biro Hukum Setda 17) Biro Kesejahteraan Rakyat Setda 18) Dinas Perhubungan 29) Forum Anak Provinsi (50 Anak) 1) Bappeda Kabupaten/Kota 2) Dinas yang membidangi Perlindungan Anak (DP3A) 3) Dinas yang membidangi Ketenagakerjaan 4) Dinas yang membidangi Pemberdayaan Masyarakat (Bapermasdes) 5) Dinas yang membidangi Pemberdayaan Masyarakat (Bapermasdes) 1) Desa/Kelurahan yang didampingi sebagai percontohan: 5 desa 2) Masing-masing desa minimal ada 10 Fasilitator Desa/Kader (berimbang laki-laki dan perempuan). Jadi setiap kab/kota ada 50 fasilitator desa. 3) Masing-masing desa minimal ada 10 anak menjadi fasilitator sebaya 2P. Jadi setiap kab/kota ada 50 fasilitator sebaya. 4) Masing-masing desa ada 200 orang tua yang akan mendapat edukasi Pengasuhan positif dari Fasilitator desa. Jadi akan ada 1.000 orang tua di tiap kab/kota. 2. Tingkat Kabupaten/Kota 3. Target setiap Kabupaten/Kota


Jumlah penduduk di Kabupaten Kebumen 1.406.606 (L= 713.746, P= 692.860) [3], sedangkan jumlah penduduk anak 279.432 [4] Yang artinya penduduk anak di Kabupaten Kebumen sebesar 27% dari total penduduk keseluruhan [4] Jumlah anak tidak sekolah di Kabupaten Kebumen sejumlah 5.887 anak menurut data Pusdatin Kemendikbud, [4] Angka kekerasan anak tahun 2022 (triwulan III) di Kabupaten Kebumen mencapai 23 kasus anak [2] ABH (Anak Berhadapan Hukum) di Kabupaten Kebumen mencapai 20 anak di tahun 2021 Angka perkawinan anak (di bawah 19 tahun) di Kota Salatiga tahun 2022 sebanyak 11 kasus pada tahun 2022, [3] Persentase pencapaian kepemilikan akta kelahiran tahun 2021 adalah 96.93% [5] Kasus kematian Bayi di Kabupaten Kebumen sebanyak 132 kasus, sedangkan kasus kematian balita sebanyak 151 kasus pada tahun 2022, triwulan 3 [2] Berdasarkan data diatas , jelas terlihat bahwa persoalan kekerasan dan perkawinan anak masih menjadi keprihatinan di Kabupaten Kebumen, ini menunjukkan upaya upaya pencegahan dan penguatan layanan dari tingkat Desa maupun Kota masih menjadi tugas yang harus di selesaikan. Layanan yang tersedia masih sebatas layanan pencegahan dan penanganan ketika terjadi kasus, sedangkan deteksi dini kerentanan anak dan keluarga belum menjadi perhatian, hal tersebut sesuai dengan amanah Undang Undang Pasal 5 ayat (3) Undang-Undang No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia “setiap orang yang termasuk kelompok masyarakat yang rentan berhak memperoleh perlakuan dan perlindungan lebih berkenaan dengan kekhususannya”. PELAKSANAAN DAN HASIL SAFE4C KABUPATEN KEBUMEN Situasi Kabupaten Kebumen Pelaksanaan Program SAFE4C dilakukan selama 12 bulan, dari 4 Komponen Program SAFE4C jumlah penerima manfaat Program SAFE4C di Kabupaten Kebumen sebesar 807 (L= 106, P= 701) terdiri dari Dewasa 780 (L= 95, P= 685) dan anak-anak 27 (L= 11, P= 16). [2] Sumber: Buku Saku Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Provinsi Jawa Tengah Tahun 2022 (Triwulan III) [3] Sumber: DP3A Kabupaten Kebumen [4] sumber : https://pd.data.kemdikbud.go.id/ATS/index.php/IndividuWilayah/Wilayah/030000?tabulasi=wilayah


Total : 807 Desa Kalibeji,Desa Pejengkolan, Kec.Sempor Kec.Padureso Desa Logede,Desa Kawedusan, Kec.Pejagoan Kec.Kebumen Desa Patukgawemulyo, Kec.Mirit Capaian Program Tingkat Kabupaten Dukungan Kebijakan Capaian Program Tingkat Desa mendukung kebijakan desa tentang perlindungan anak mendukung pelaksanaan evaluasi KLA asistensi teknis dan advokasi proses pembentukan UPTD PPA 2 orang (L=1, P=1) mengikuti rakor SPA, penganggaran dan perencanaan PA Kabupaten Kebumen mendapatkan Asistensi Teknis dan Advokasi Pembentukan UPTD PPA UPTD PPA dalam Proses Penyempurnaan Kajian Akademik di Tingkat Kabupaten 2 (L=1, P=1) perwakilan Forum Anak Kabupaten/Kota mendapatkan pelatihan sebagai 2P (Pelapor dan Pelopor) melalui pendekatan lingkar remaja. Asistensi teknis pelaksanaan pelatihan 2P tingkat Kabupaten dan Desa Perwakilan Pengada Layanan di Kab.Kebumen mengikuti Webinar pembentukan UPTD PPA dan Sosialisasi UU TPKS 4 Desa sudah mempunyai Peraturan Desa Perlindungan Anak dan SOP Mekanisme Layanan Perlindungan Anak berbasis masyarakat, 1 Desa lainya masih berbentuk draf 25 (L=10, P=15) remaja perwakilan 5 kelurahan mendapat pelatihan 2P dengan Lingkar Remaja 5 Desa telah membentuk Forum Anak Desa 51 (L= 25 , P=26) Fasilitator masyarakat 5 Desa mendapatkan pelatihan peningkatan kapasitas edukasi pengasuhan positif dan deteksi dini terhadap kerentanan anak 704 (L=66, P=638) orangtua mendapatkan Edukasi Parenting Positif oleh Fasilitator masyarakat yang sudah dilatih. 20 (L=13, P=7) perangkat kelurahan, fasilitator masyarakat terlibat dalam penyusunan peraturan desa dan SOP Mekanisme layanan Perlindungan Anak Jumlah Penerima Manfaat Program SAFE4C di Kab.Kebumen Sasaran Desa 2022 -2023 PELAKSANAAN DAN CAPAIAN SAFE4C ( SAFE & fRIENDLY ENVIRONMENT FOR CHILDREN ) di Kabupaten Kebumen 2022-2023 701 Dewasa 780 Remaja dan Anak Anak 27 106 L = 11 P = 16 L = 95 P = 685


Pelaksanaan Program SAFE4C Pelaksanaan SAFE4C di Kabupaten Kebumen dilihat berdasarkan capaian 4 Komponen Program; Komponen 1 Dukungan Pemerintah untuk Penguatan dan Keberlanjutan Program SAFE4C di 19 Kabupaten/Kota Salah satu strategi SAFE4C adalah Sinergi dan Integrasi Program SAFE4C dengan Kota/ Kabupaten Layak anak (KLA). Pelaksanaan program SAFE4C mendorong pelaksanaan Indikator indikator kunci yaitu Komponen 1 sesuai dengan Kluster Kelembagaan, Komponen 2 sesuai Kluster V Perlindungan Khusus, dengan Penguatan kapasitas layanan , Komponen 3 sesuai dengan kluster kelembagaan , dan semua kluster khususnya di Klaster II dan V, Komponen 4 Peningkatan kapasitas anak dan remaja sebagai Pelopor dan Pelapor sesuai dengan Klaster I dan IV , Komponen 5 adanya produk manajemen pengetahuan yang digunakan untuk advokasi dan dukungan pendanaan, mendukung dokumentasi dan penilaian KLA, dan pada tahun 2023 Kabupaten Kebumen masih tetap mempertahankan predikat Kota Layak Anak kategori MADYA. melaksanakan kegiatan teknis operasional di wilayah kerjanya dalam memberikan layanan bagi perempuan dan anak yang mengalami masalah kekerasan, diskriminasi, perlindungan khusus, dan masalah lainnya. UPTD PPA berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di tingkat daerah provinsi dan derah kabupaten/kota Fungsi UPTD PPA adalah menyelenggarakan layanan : Komponen 2 Penguatan layanan Perlindungan anak yang sesuai dengan standar nasional (Cepat, Akurat, Komprehensif dan Integrasi – CEKATAN/ UPTD PPA) a. Pengaduan masyarakat; b. Penjangkauan korban; c. Pengelolaan kasus; d. Penampungan sementara e. Media; dan f. Pendampingan Korban Kabupaten Kebumen mendapatkan penguatan Kapasitas SDM berbentuk Bimtek tentang pembentukan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak ( UPTD PPA) memiliki tugas untuk UPTD PPA merupakan UPTD generik yang dalam prinsip pembentukannya berdasar pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pedoman Pembentukan dan Klasifikasi Cabang Dinas dan Unit Pelaksana Teknis Daerah. Kebijakan pembentukan UPTD PPA sebagai penyedia layanan perlindungan bagi perempuan dan anak telah ditetapkan melalui Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nomor 4 Tahun 2018 tentang Pedoman Pembentukan UPTD PPA.


Setelah mendapatkan penguatan kapasitas, Yayasan Setara dan Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Provinsi Jawa tengah serta Organisasi Provinsi Jawa Tengah, mengadakan Asistensi di Kabupaten Kebumen yang sebelumnya di lakukan maping kebutuhan UPTD PPA, kegiatan diikuti oleh DinsosP3A Kabupaten Kebumen, Bappeda, Bagian Organisasi dan kepegawaian, Bagian Hukum, Inspektorat, BKD, Puspaga dan P2TP2A. Dalam agenda ini dilakukan identifikasi kesiapan Kabupaten Kebumen. Saat ini Kabupaten Kebumen dalam proses finaslisasi kajian akademis UPTD PPA Komponen 3 Penguatan mekanisme layanan berbasis masyarakat untuk pencegahan, deteksi dini kerentanan anak dan jalur rujukan layanan ke layanan tingkat kota serta keterlibatan masyarakat dalam melakukan edukasi Pengasuhan Positif Mekanisme layanan berbasis masyarakat meliputi mekanisme pencegahan kekerasan anak, deteksi dini kerentanan anak, dan jalur rujukan yang cepat dan tepat ke layanan tingkat Kota, sehingga terwujud lingkungan aman dan ramah anak di tingkat desa/kelurahan. Selain itu fasilitator masyarakat dilibatkan melakukan edukasi pengasuhan positif ke masyarakat Desa di Kabupaten Kebumen melalui berbagai kegiatan meliputi: Pelatihan bagi fasilitator masyarakat untuk membangun lingkungan yang aman dan ramah anak, dengan pengasuhan positif, deteksi dini kerentanan anak, serta mekanisme layanan perlindungan anak di tingkat desa/ kelurahan, total 51 (L= 25, P= 26) Fasilitator masyarakat berasal dari 5 Desa. Fasilitator masyarakat terdiri dari perangkat kelurahan (sekretaris kelurahan/ staff kelurahan), BPD, anggota PKK, karang taruna, dan kader aktif dari lembaga lainnya yang ada di kelurahan. 1. Toolkit yang digunakan dalam pelatihan ini adalah Paket Toolkit Pelatihan Fasilitator masyarakat Pengembangan Lingkungan Aman dan Ramah anak (SAFE4C) di tingkat Desa/Kelurahan yang terdiri dari: Gambar Toolkit Pelatihan Fasilitator Masyarakat 3 series booklet pengasuhan positif produk dari SAFE4C tahap 1, merupakan bagian materi dan alat bantu menyampaikan ke peserta ataupun masyarakat. 3 series ini berisi Pengasuhan Positif, Deteksi Dini Kekerasan Anak, dan Pengasuhan Kesehatan Mental


Gambar 3. Series Booklet Pengasuhan Positif Buku panduan pengggunaan toolkit. Pedoman Fasilitator Masyarakat membangun lingkungan yang aman dan ramah bagi anak. Lembar Pre Test, Post Test untuk mengevaluasi kualitas pelatihan, dengan mengukur kemampuan peserta sebelum (pre test) dan setelah pelatihan (post test). Form Pemetaan Situasi dan Kondisi Desa, merupakan alat bantu untuk mengetahui situasi dan kondisi desa/kelurahan khususnya terkait perlindungan anak Banner pohon harapan, pohon kekhawatiran, dan suasana hati, digunakan di sesi pradaya pelatihan Gambar 3 banner pohon harapan, pohon kekhawatiran dan suasana hati ATK dan peraga yang digunakan dalam sesi pelatihan, meliputi bodymapping anak, boneka karet dan gelang, paket gambar profesi, paket gambar jenis-jenis kekerasan seksual online 2. Fasilitator masyarakat yang sudah dilatih melakukan edukasi pengasuhan positif ke orangtua / pengasuh / masyarakat di masing-masing kelurahan, dengan sasaran mencapai 704 (L=66, P=638) orangtua. Materi Edukasi Pengasuhan Positif yang disampaikan ke masyarakat menggunakan materi 3 series booklet Pengasuhan Positif, Materi Pengasuhan Positif di Era Digital dan Kesehatan Imunisasi Anak. Selain itu fasilitator masyarakat mengembang-kan sendiri materi KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi) seperti leaflet, banner edukasi yang dibagikan ke masyarakat.


Gambar Sosialisasi Fasilitator Masyarakat Desa di Kabupaten Kebumen Fasilitator masyarakat melakukan edukasi Pengasuhan positif pada pertemuan-pertemuan yang ada di kelurahan seperti pertemuan RT/RW, pertemuan PKK, pengajian. Penguatan untuk penyusunan kebijakan desa/kelurahan terkait Perlindungan Anak melibatkan 20 (L=13, P= 7) orang dari perangkat desa dan fasilitator masyarakat. Kebijakan yang disusun berbentuk Peraturan Desa tentang Perlindungan Anak dan SOP Mekanisme Layanan Perlindungan Anak berbasis Masyarakat. 3.


Komponen 4 Keterlibatan Kelompok anak dan remaja sebagai 2P (Pelopor dan Pelapor) di tingkat kota dan kelurahan Forum Anak dan remaja dilibatkan dan mempunyai kapasitas untuk bertindak sebagai pelapor dan pelopor atau 2P untuk mempromosikan praktik perilaku protektif, memberikan dukungan sebaya terhadap kesehatan mental, pencegahan kekerasan terhadap anak, termasuk perundungan. dan pernikahan anak serta keamanan anak online. Gambar Pelatihan 2P Kabupaten Kebumen Modul yang digunakan dalam pelatihan bagi forum anak dan remaja adalah Modul 2P (Pelapor dan Pelopor) dengan menggunakan pendekatan Lingkar Remaja. Hasil dari pelatihan ini adalah: peserta memahami peran dan fungsi 2P menggunakan pendekatan lingkar remaja peserta mengetahui fakta dan sudut pandang sebagai fasilitator saat melihat potensi remaja peserta bisa mengikuti praktik kartu aktivitas mengenal diri luar dalam peserta membuat RTL untuk langkah kongkrit kegiatan selanjutnya di kelurahan/desa masing-masing Pelatihan 2P dengan pendekatan lingkar remaja di tingkat Provinsi bagi fasilitator, diikuti perwakilan anggota forum anak Kota Salatiga. Setelah itu anak dan remaja perwakilan dari 5 desa/kelurahan dan forum anak sebanyak 25 (L= 10, P= 15) anak mendapat pelatihan 2P dengan Lingkar Remaja oleh fasilitator yang dilatih sebelumnya bersama dengan fasilitator Yayasan Setara. Gambar Pelatihan 2P Kabupaten Kebumen


Gambar Sampul Buku Panduan 2P


Indikator Kinerja Target Proses untuk Mencapai Target Hasil Lembaga layanan perlindungan anak terpadu telah menerapkan standar layanan perlindungan anak terpadu CEKATAN Daerah membentuk UPTD PPA Webinar pembentukan UPTD PPA dan Sosialisasi UU TPKS Bimtek layanan CEKATAN bagi Lembaga Penyedia Layanan PPA di 10 Daerah Program SAFE4C di Jawa Tengah Perwakilan OPD dan Pengada layanan terkapasitasi SPA, perencanaan dan penganggaran perlindungan anak, serta proses percepatan pembentukan UPTD PPA Asistensi percepatan pembentukan UPTD PPA Kabupaten Kebumen mengembangkan SOP Layanan sesuai standar KPPPA (CEKATAN) Saat ini, Kabupaten Kebumen dalam proses finalisasi Kajian Akademis UPTD PPA Fasilitator masyarakat terlatih mengenai child safeguarding dan penerapan mekanisme berbasis masyarakat untuk mendukung identifikasi dan rujukan kasus ke layanan terpadu kesejahteraan dan perlindungan anak 950 orang fasilitator masyarakat atau 10 orang / kelurahan artinya, 50 orang/ Kab-Kota Pelatihan fasilitator masyarakat membangun lingkungan aman dan ramah Anak Webinar Pengasuhan Positif di Era Digital dan Kesehatan Imnunasi Anak bagi fasilitator masyarakat 51 (L= 25, P= 26) Fasilitator masyarakat 5 Desa/Kelurahan yang terkapasitasi dan mendapat pelatihan. lebih dari target 100% Analisa Hasil Capaian SAFE4C di Kabupaten Kebumen Berikut analisa hasil capaian berdasarkan target program SAFE4C di Kabupaten Kebumen ANALISA DAN REKOMENDASI


Desa sasaran telah mengalokasikan dana desa untuk pelaksanaan peraturan desa tentang layanan perlindungan anak berbasis masyarakat 95 Desa/ Kelurahan 5 Desa/Kel urahan untuk tiap Kab/Kot a Rakor Penyusunan Kebijakan Kelurahan dan advokasi anggaran untuk Perlindungan Anak 5 Desa mempunyai draft peraturan desa tentang perlindungan anak dan SOP mekanisme layanan perlindungan anak fasilitator masyarakat yang dilatih melakukan edukasi dan disemininasi ‘pengasuhan positif’ yang berisi pesan-pesan utama tentang: (i) pengasuhan anak yang baik; (ii) pencegahan kekerasan terhadap anak; (iii) praktik hidup sehat dan bersih; (iv) memastikan kesehatan mental selama pandemi dan (v) mengasuh anak di era digital 19.000 orang tua/peng asuh (75% perempua n, 25% laki-laki) artinya 1000 orang tua/peng asuh tiap Kab-Kota Edukasi/Sosialisai pengasuhan positif pada pertemuanpertemuan yang ada di Desa/Kelurahan pembagian flyer dan leaflet kepada masyarakat 704 (L=66, P=638) orangtua mendapatkan Edukasi Parenting Positif oleh Fasilitator masyarakat yang sudah dilatih. Indirect: 500 orang tua/pengasuh Total= 1204 orang tua/pengasuh (Perempuan= 91%; Laki-laki = 9%) Fasilitator anak/remaja 2P terlatih yang terlibat dalam dukungan sebaya untuk mempromosikan kesehatan mental anak-anak dan praktik perilaku protektif 1400 anak/ remaja (60% girls and 40 % boys) Pelatihan 2P dengan Pendekatan Lingkar Remaja 25 (L=10, P=15) anak dan remaja terkapasitasi 2P dengan pendekatan lingkar remaja Lebih dari 100% target Laki-laki = 40%, Perempuan = 60%


Forum Anak yang telah mengadopsi pedoman mengenai 2P dan mekanisme pelaporan kasus perlindungan anak ke layanan terpadu kesejahteraan dan perlindungan anak Forum Anak Kabupaten mengadopsi pedoman Forum Anak yang terlatih melakukan pelatihan 2P dengan pendekatan lingkar remaja kepada 5 desa Forum Anak Jawa tengah bersama Dinas Perempuan dan Anak menyusun dan mensosialisasikan buku saku website Jogo Konco sebagai wadah pelapor dan pelopor anak Jawa Tengah. Forum Anak yang terlatih melakukan pelatihan 2P menggunakan modul 2P dengan pendekatan lingkar remaja Forum anak mensosialisasikan website Jogo Konco Fasilitator Masyarakat yang sudah dilatih aktif melakukan edukasi/diseminasi Pengasuhan Positif ke masyarakat, orang tua/pengasuh; Kelurahan dalam proses membentuk PATBM (Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat) dan dilegalkan Forum Anak di 5 Desa/Kelurahan terbentuk Kabupaten Kebumen dalam proses pembentukan UPTD PPA, dalam proses penyusunan Perwali UPTD PPA dan kajian kademis sedang dikaji Biro Organisasi Provinsi. Proses program SAFE4C di Kota Salatiga selama tahun 2022-2023 berjalan lancar dan mencapai sesuai yang ditargetkan seperti: 1. 2. 3. 4. Total capaian orang tua yang teredukasi pengasuhan positif sudah memenuhi target. Namun, persentase orang tua yang teredukasi pengasuhan positif gender laki-laki jauh dari target yang mana perempuan= 91% dan laki-laki= 9%. Untuk itu perlu adanya upaya peningkatan target terkait orang tua yang diedukasi. Dan banyak fasilitator masyarakat yang tidak melapor saat melakukan edukasi pengasuhan positif. Selain itu capaian peserta laki-laki juga masih perlu ditingkatkan mengingat presentase yang ada masih jauh dari target yang telah ditentukan. .


Dokumentasi Pelatihan SAFE4C di Kabupaten Kebumen


Rekomendasi Setelah program SAFE4C di Kota Salatiga berjalan di tahun 2021- 2023, beberapa rekomendasi yang dapat dilakukan Pemerintah Kota Salatiga adalah: Memperkuat SDM layanan perlindungan anak sesuai dengan standar layanan KPPPA (CEKATAN) Memperkuat 5 Desa/kelurahan yang sudah dilatih untuk memberikan layanna berbasis masyarakat dan dapat dicontoh oleh desa/kelurahan lainnya Mengimplementasikan dan mengembangkan mekanisme layanan perlindungan anak berbasis masyarakat di Desa/Kelurahan lainnya menggunakan paket toolkit fasilitator masyarakat membangun lingkungan yang aman dan ramah anak untuk instansi/lembaga/ fasilitator masyarakat kelurahan, serta mengedukasi pengasuhan positif kepada masyarakat/orang tua/pengasuh Mengembangkan 2P (pelapor dan pelopor) anak dan remaja baik di tingkat kota maupun di tingkat desa Memfasilitasi Forum Anak Kabupaten Kebumen dan juga Forum Anak Desa agar aktif dan terlibat di dalam perumusan pembangunan (Musrembang tingkat Kabupaten, dan MusrembangDes) Mengadvokasi kebijakan layanan perlindungan anak di tingkat kelurahan, sehingga dapat terbentuk PATBM (Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat) di semua Kelurahan Memanfaatkan dan mengkampanyekan website Jogo Konco sebagai wadah partisipasi serta 2P bagi anak/remaja 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. PENUTUP Demikian laporan progress dan capaian hasil program SAFE4C (Safe and Friendly Environment for Childreen) di Kabupaten Kebumen Periode 2022-2023. Semoga dapat bermanfaat dan digunakan sebagai bahan advokasi untuk memperkuat lingkungan yang aman dan ramah anak.


Berikut beberapa bahan dan produk Hasil SAFE4C yang dapat diakses dan didownload 1.Bahan Penguatan Sistem Perlindungan anak dan Perencanaan Penganggaran Pelindungan Anak http://tinyurl.com/BahanPenguatanLayananUPTDPPA LAMPIRAN 2.Bahan Penguatan Lembaga Layanan Perlindungan anak sesuai standar KPPA (UPTD PPA CEKATAN) http://tinyurl.com/BahanPenguatanPenganggaranPA 3.Paket Toolkit Fasilitator Masyarakat Membangun Lingkungan yang Aman dan Ramah Anak http://tinyurl.com/PaketToolkitFasmasSAFE4C 4.Bahan Penguatan Anak dan Remaja sebagai 2P http://tinyurl.com/BahanPenguatanAnak2P 5. Buku dan Infografis Kabupaten Kebumen https://tinyurl.com/KebumenE-Book


SAFE4C 2022-2023 Kabupaten Kebumen Safe & Friendly Environment for Children


Click to View FlipBook Version