BAHAN AJAR KELAS X MATA PELAJARAN
SOSIOLOGI
Pertemuan 1- 2 C.Indikator D. Materi
A. Kompetensi B. Indikator kentrampilan pembelajaran
Dasar
pengetahuan
3.1 Memahami 3.1.1 Menyimpulkan 4.1.1 Mengulangi Materi pokok :
Pengetahuan pengertian pengertian Peran Sosiologi
dasar Sosiologi sosiologi sosiologi untuk mengenali
sebagai ilmu
pengetahuan gejala sosial di
yang berfungsi 3.1.2 Menerangkan 4.1.2 Mendengarkan masyarakat
uraian latar
untuk mengkaji latar belakang
gejala sosial di lahirnya belakang Materi Ajar :
masyarakat. sosiologi sosiologi
1.Pengertian sosiologi
4.1 Menalar suatu 3.1.3 Menerangkan 4.1.3 Membedakan ( menurut arti kata
gejala sosial sejarah dan pendapat para
dilingkungan perkembangan sejarah ahli )
sekitar dengan sosiologi Perkembangan
menggunakan Sosiologi 2. Latar belakang
pengetahuan berdasarkan lahirnya ilmu
Sosiologis. periode Sosiologi
3. Perkembangan
sosiologi
A.masa sebelum
aguste comte
B. masa aguste
Comte
C.masa setelah
aguste comte
4. Perkembangan
sosiologi di
Indonesia
Sosiologi Sebagai suatu Ilmu yang mengkaji
hubungan dalam masyarakat
1.Pengertian Sosiologi
Istilah sosiologi pertamakali dikemukakan oleh August Comte melalui bukunya
Cours de Philisophie positive, Sosiologi berasal dari kata Socius ( teman/sesama) dan
Logos (ilmu/cerita). Jadi sosiologi adalah bercerita tentang teman atau kawan.
Berbicara mengenai konsep dasar sosiologi terdapat dua pengertian dasar yaitu
sosiologi sebagai ilmu pengetahuan dan sebagai metode. Sosiologi sebagai ilmu
berarti sosiologi merupakan kumpulan pengetahuan mengenai kajian masyarakat dan
kebudayaan yang disusun secara sistematis dan logis. Sosiologi sebagai metode
berarti sosiologi merupakan cara-cara berpikir untuk mengungkapkan realitas social
dalam masyarakat dengan prosedur dan teori yang dapat dipertanggungjawabkan
secara ilmiah.
Menurut pendapat Ahli :
1. (menurut Pitirim Sorokin) Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari
- hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala
sosial(misal gejala ekonomi, gejala agama gejala moral)
- hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala sosial dan
non sosial
- ciri-ciri umum semua jenis gejala sosial
2. (menurut Soerjono Soekanto)
Sosiologi adalah : ilmu yang memusatkan perhatian pada segi-segi
kemasyarakatan yang bersifat umum dan berusaha untuk mendapatkan pola-
pola umum kehidupan masyarakat Sosiologi secara umum adalah ilmu yang
membicarakan apa yang sedang terjadi saat ini khususnya pola-pola hubungan
dalam masyarakat serta berusaha mencari pengertian – pengertian umum,
rasional dan empiris tentang masyarakat.
3. Roucek dan warren mengemukakan bahwa sosiologi adalah ilmu yang
mempelajari hubungan manusia dalam kelompok.
4. Selo soermardjan dan Soelaiman Soemardi mengemukakan bahwa sosiologi
adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial, proses sosial, dan perubahan
sosial.
5. Wiliam F. Ogburn dan Meyer F. Nimkoff mengemukakan bahwa sosiologi
adalah penelitian secara ilmiah terhadap interkasi social dan hasilnya yaitu
organisasi sosial.
Sejarah Perkembangan Sosiologi
Perkembangan sosiologi
Abad pencerahan
Abad revolusi
Perubahan masyarakat
Kelahiran sosiologi moder
Pengertian sosiologi Metode Sosiologi
sosiologi
Ilmu dan metode tentang Kedudukan
Ciri dan hakekat Perilaku sosial sosiologi
sosiologi
Objek kajian
sosiologi
● Sejarah Perkembangan Sosiologi
1. Lahirnya sosiologi
Sosiologi sebagai Ilmu tentang Masyarakat. Sejumlah ilmuwan berusaha menjelaskan
adanya hubungan antarmanusia dan perilaku sosial budaya melalui kehidupan
bermasyarakat dan yang sekarang di kenal sebagai ilmu sosiologi.
Di Eithopia pertama kali terjadi pemikiran terhadap konsep masyarakat yang lambat
laun melahirkan ilmu yang dinamai sosiologi tersebut. Hal tersebut didorong oleh
beberapa faktor antaralain karena semakin meningkatnya perhatian terhadap
masyarakat dan adanya perubahan-perubahan yang terjadi dalam masyarakat,
khususnya masyarakat Eropa.
Sosiologi lahir pada abad ke-19 yaitu pada saat transisi menuju lahirnya masyarakat
baru yang di tandai oleh beberapa peristiwa atau berubahan besar pada masa tersebut.
Beberapa peristiwa besar tersebut antara lain sebagai berikut :
A. Revolusi Prancis (Revolusi Politik)
Perubahan masyarakat yang terjadi selama revolusi politik sangat luar biasa baik
bidang ekonomi, politik, dan sosial budaya. Adanya semangat liberalisme muncul di
segala bidang seperti penerapan dalam hukum dan undang-undang. Pembagian
masyarakat perlahan-lahan terhapus dansemua diberikan hak yang sama dalam
hukum.
B. Revolusi Industri (Revolusi Ekonomi)
Abad 18 merupakan saat terjadinya revolusi industri. Berkembangnya kapitalisme
perdagangan, mekanisasi proses dalam pabrik, terciptanya unit-unit produksi yang
luas, terbentuknya kelas buruh, dan terjadinya urbanisasi merupakan manifestasi dari
hiruk-pikuknya perekonomian.
Struktur masyarakat mengalami perubahan dengan munculnya kelas buruh dan kelas
majikan dengan kelas majikan yang menguasai perekonomian semakin melemahkan
kelas buruh sehingga muncul kekuatan-kekuatan buruh yang bersatu membentuk
perserikatan. Menurut Aguste Comte perubahan-perubahan tersebut berdampak
negatif, yatiu terjadinya konflik antar kelas dalam masyarakat. Comte melihat, setelah
pecahnya revolusi Prancis masyarakat prancis dilanda konflik antar kelas. Konflik-
konflik tersebut terjadi karena masyarakat tidak tahu bagaimana mengatasi perubahan
akibat revolusi dan hukum-hukum apa saja yang dapat dipakai untuk mengatur
tatanan sosial masyarakat.
Maka Comte menganjurkan supaya semua penelitian mengenai masyarakat
ditingkatkan sebagai sebuah ilmu yang berdiri sendiri. Comte membayangkan suatu
penemuan hukum-hukum yang dapat mengatur gejala-gejala sosial. Tetapi Auguste
Comte belum dapat mengembangkan hukum-hukum sosial itu sebagai suatu ilmu
tersendiri. Comte hanya memberi istilah untuk ilmu tersebut dengan sebutan
sosiologi. Istilah sosiologi muncul pertama kali pada tahun 1839 pada keterangan
sebuah paragraf dalam pelajaran ke-47 Cours de la Philosophi (KuliahFilsafat) karya
Auguste Comte.
Tetapi sebelumnya Comte sempat menyebut ilmu pengetahuan ini dengan sebutan
fisika sosial tetapi karena istilah ini sudah dipakai oleh Adolphe Quetelet dalam studi
ilmu barunya yaitu tentang statistik kependudukan maka dengan berat hati Comte
harus melepaskan nama fisika sosial dan merumuskan istilah baru yaitu sosiologi
yang berasal dari bahasa Yunani yaitu socius(masyarakat) dan logos (ilmu). Dengan
harapan bahwa tujuan Dinamika Sosial.
2. Perkembangan Sosiologi di Negara-Negara Barat
Perubahan besar di Eropa pada abad pertengahan, tetapi juga terjadi pada abad ke-4
ketika Alexander menaklukan negara-negara Yunani, adapun tokohnya adalah Plato,
Aristoteles, Herodotus, Tucydides, Polybios, dan Cicero.
Pembagian tahap-tahap perkembangan sosiologi dibagi menjadi tiga yaitu,
a. Masa Sebelum Auguste Comte
Ø Socrates
Lahir pd tahun 470 SM dan meninggal tahun 399 SM, Ia adalah anak dari seorang
pematung. Socrates mengajarkan yang penting yaitu mengenai ditekannya logika
sebagai dasar bagi semua ilmu pengetahuan termasuk filsafat.
Ø Plato
Plato adalah murid dari Socrates. Ajaran Plato yaitu tentang masyarakat
menerangkan bahwa pada dasarnya masyarakat itu merupakan bentuk perluasan dari
individu, dan menurutnya individu memiliki 3 sifat yaitu nafsu atau perasaan-
perasaaan , semangat atau kehendak, dan kecerdasan atau akal.
Berdasarkan 3 elemen tersebut, Plato juga membedakan adanya 3 lapisan atau kelas
sosial masyarakat yaitu sebagai berikut :
· Bagi yang mengabdikan akan hidupnya untuk memenuhi nefsu dan perasaannya
seperti halnya memelihara tubuh manusia, maka dengan demikian juga akan
memelihara nafsu dan perasaan masyarakat. Mereke itulah “kelas pekerja tangan”
seperti buruh dan budak.
· Karena semangat atau kehendak berfungsi melindungi tubuh manusia, yang berarti
harus pula melindungi masyarakat, maka yang bisa melaksanakan hal itu adalah
militer.
· Karena mereka mengembangkan akal dan kecerdasan untuk membimbing tubuh
manusia, maka mereka bertugas juga mengembangkan akal guna memerintah dan
memimpin masyarakat. Mereka ini termasuk kelas penguasa.
Ø Aristosteles
Menurutnya kelompok manusia yang dasar dan esensial adalah pengelompokan
(asosiasi) antara pria dan wanita untuk memperoleh keturunan, dan asosiasi antara
penguasa dengan yang dikuasai
Aristosteles juga memberi tiga bentuk pemerintahan yang dilihat dari segi jumlah
pemegang kepemimpinannya.
· Pemerintah oleh seseorang, jika ia memerintah dengan baik disebut monarki
sedangkan bila memerintah dengan buruk disebut tirani.
· Oleh sejumlah kecil orang disebut aristrokasi jika baik, dan oligarki juka buruk.
· Pemerintahan oleh banyak orang disebut demokrasi, dan itu berlaku untuk penguasa
yang memerintah dengan baik maupun buruk.
Ø Jhon locke
Manusia pada dasarnya mempunyai hak-hak asasi yang berupa hak hidup, kebebasan,
dan hak atas harta benda.
Ø J.J. Rousseau
Kontrak antara pemerintah dengan yang di perintah menyebabkan tumbuhnya suatu
kolektivitas yang mempunyai keinginan umum.
Ø Ibnu Khaldun
Faktor yang menyebabkan bersatunya manusia di dalam suku-suku, klan, negara, dan
sebagainya adalah rasa solidaritas.
b. Masa Auguste Comte
Sebagai suatu disiplin akademis yang mandiri, sosiologi masih berumur relatif muda
yaitu kurang dari 200 tahun. Istilah sosiologi untuk pertama kali diciptakan oleh
Auguste Comte dan oleh karenanya Comte sering disebut sebagai bapak sosiologi.
Istilah sosiologi ia tuliskan dalam karya utamanya yang pertama, berjudul The Course
of Positive Philosophy, yang diterbitkan dalam tahun 1838. Karyanya mencerminkan
suatu komitmen yang kuat terhadap metode ilmiah. Menurut Comte ilmu sosiologi
harus didasarkan pada observasi dan klasifikasi yang sistematis bukan pada kekuasaan
dan spekulasi. Hal ini merupakan pandangan baru pada saat itu. Di Inggris Herbert
Spencer menerbitkan bukunya Principle of Sociology dalam tahun 1876. Ia
menerapkan teeori evolusi organik pada masyarakat manusia dan mengembangkan
teori besar tentang “evolusi sosial” yang diterima secara luas beberapa puluh tahun
kemudian.
c. Masa Setelah Auguste Comte
Ø Herbert Spencer (1820-1903)
Herbert spencer pada tahun 1876 mengetengahkan teori tentang evolusisosial, yaitu
keyakinan bahwa masyarakat mengalami evolusidari masyarakat primitif ke
masyarakat industri.
Ø Karl Marx
Ia memperkenalkan pendekatan materialisme dialektis yang menganggap konflik
antarkelas sosial menjadi inti sari perubahan dan perkembangan masyarakat.
Ø Emile Durkheim
Ia memperkenalkan pendekatan fungsionalisme yang berupaya menelusuri fungsi
berbagai elemen sosial sebagai pengikatsekaligus pemelihara keteraturan sosial.
Ø Max Weber
Memperkenalkan pendekatan verstehen (pemahaman), yang berupaya menulusuri
nilai, kepercayaan, pemahaman, dan sikap yang menjadi penentu perilaku manusia.
3. Perkembangan Sosiologi di Indonesia
Sejak jaman kerajaan di Indonesia sebenarnya para raja dan pemimpin di Indonesia
sudah mempraktikkan unsur-unsur Sosiologi dalam kebijakannya begitu pula para
pujangga Indonesia. Misalnya saja Ajaran Wulang Reh yang diciptakan oleh Sri
PAduka Mangkunegoro dari Surakarta, mengajarkan tata hubungan antara para
anggota masyarakat Jawa yang berasal dari golongan-golongan yang berbeda, banyak
mengandung aspek-aspek Sosiologi, terutama dalam bidang hubungan antar golongan
(intergroup relations).
Ki Hajar Dewantoro, pelopor utama pendidikan nasional di Indonesia, memberikan
sumbangan di bidang sosiologi terutama mengenai konsep-konsep kepemimpinan dan
kekeluargaan di Indonesia yang dengan nyata di praktikkan dalam organisasi
pendidikan Taman Siswa.
Pada masa penjajahan Belanda ada beberapa karya tulis orang berkebangsaan belanda
yang mengambil masyarakat Indonesai sebagai perhatiannya seperti Snouck
Hurgronje, C. Van Vollenhoven, Ter Haar, Duyvendak dll. Dalam karya mereka
tampak unsur-unsur Sosiologi di dalamnya yang dikupas secara ilmiah tetapi
kesemuanya hanya dikupas dalam kerangka non sosiologis dan tidak sebagai ilmu
pengetahuan yang berdiri sendiri.
Sosiologi pada waktu itu dianggap sebagai Ilmu pembantu bagi ilmu-ilmu
pengetahuan lainnya. Dengan kata lain Sosiologi ketika itu belum dianggap cukup
penting dan cukup dewasa untuk dipelajari dan dipergunakan sebagai ilmu
pengetahuan, terlepas dari ilmu-ilmu pengetahuan lainnya.
Kuliah-kuliah Sosiologi mulai diberikan sebelum Perang Dunia ke dua
diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Hukum (Rechtshogeschool) di Jakarta. Inipun
kuliah Sosiologi masih sebagai pelengkap bagi pelajaran Ilmu Hukum. Sosiologi yang
dikuliahkan sebagin besar bersifat filsafat Sosial dan Teoritis, berdasarkan hasil karya
Alfred Vierkandt, Leopold Von Wiese, Bierens de Haan, Steinmetz dan sebagainya.
Pada tahun 1934/1935 kuliah-kuliah Sosiologi pada sekolah Tinggi Hukum tersebut
malah ditiadakan. Para Guru Besar yang bertaggung jawab menyusun daftar kuliah
berpendapat bahwa pengetahuan dan bentuk susunan masyarakat beserta proses-
proses yang terjadi di dalamnya tidak diperlukan dalam pelajaran hukum.
Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945, seorang sarjana
Indonesia yaitu Soenario Kolopaking, untuk pertama kalinya member kuliah
sosiologi (1948) pada Akademi Ilmu Politik di Yogyakarta (kemudia menjadi
Fakultas Sosial dan Ilmu Politik UGM . Beliau memberika kuliah dalam bahasa
Indonesai ini merupakan suatu yang baru, karena sebelum perang dunia ke dua semua
perguruan tinggi diberikan da;am bahasa Belanda.
Pada Akademi Ilmu Politik tersebut, sosiologi juga dikuliahkan sebagai ilmu
pengetahuan dalam Jurusan Pemerintahan dalam Negeri, hubungan luar negeri dan
publisistik. Kemudian pendidkikan mulai di buka dengan memberikan kesempatan
kepara para mahasiswa dan sarjana untuk belajar di luar negeri sejak tahun 1950,
mulailah ada beberapa orang Indonesia yang memperdalam pengetahuan tentang
sosiologi.
Buku Sosiologi mulai diterbitkan sejak satu tahun pecahnya revolus fisik. Buku
tersebut berjudul Sosiologi Indonesai oleh Djody Gondokusumo, memuat tentang
beberapa pengertian elementer dari Sosiologi yang teoritis dan bersifat sebagai
Filsafat.
Selanjutnya buku karangan Hassan Shadily dengan judul Sosilogi Untuk Masyarakat
Indonesia yang merupakan merupakan buku pelajaran pertama yang berbahasa
Indonesia yang memuat bahan-bahan sosiologi yang modern.
Para pengajar sosiologi teoritis filosofis lebih banyak mempergunakan terjemahan
buku-bukunya P.J. Bouman, yaitu Algemene Maatschapppijleer dan Sociologie,
bergrippen en problemen serta buku Lysen yang berjudul Individu en Maatschapppij.
Buku-buku Sosiologi lainnya adalah Sosiologi Suatu Pengantar Ringkas karya Mayor
Polak, seorang warga Negara Indonesia bekas anggota Pangreh Praja Belanda, yang
telah mendapat pelajaran sosiologi sebelum perang dunia kedua pada universitas
Leiden di Belanda. Beliau juga menulis buku berjudul Pengantar Sosiologi
Pengetahuan, Hukum dan politik terbit pada tahun 1967. Penulis lainnya Selo
Soemardjan menulis buku Social Changes in Yogyakarta pada tahun 1962. Selo
Soemardjan bersama Soelaeman Soemardi, menghimpun bagian-bagian terpenting
dari beberapa text book ilmu sosiologi dalam bahasa Inggris yang disertai dengan
pengantar ringkas dalam bahasa Indonesia dirangkum dalam buku Setangkai Bunga
Sosiologi terbit tahun 1964.
Dewasa ini telah ada sejumlah Universitas Negeri yang mempunyai Fakultas Sosial
dan politik atau Fakultas Ilmu Sosial. Sampai saat ini belum ada Universitas yang
mngkhususkan sosiologi dalam suatu fakultas sendiri, namun telah ada Jurusan
Sosiologi pada beberapa fakultas Sosial dan Politik UGM, UI dan UNPAD.
Penelitian-penelitian sosiologi di Indonesai belum mendapat tempat yang sewajarnya,
oleh karena masyarakat masih percaya pada angka-angka yang relative mutlak,
sementara sosiologi tidak akan mungkin melakukan hal-hal yang berlaku mutlak
disebkan masing-masing manusia memiliki kekhususan. Apalagi masyarakat
Indonesai merupakan masyarakat majemuk yang mencakup berates suku.
Konsep Dasar Sosiologi
Hakikat sosiologi
Sosiologi adalah ilmu sosial
Dilihat dari penerapannya sosiologi tergolong ilmu pengetahuan murni
Sosiologi adalah ilmu yang abstrak
Sosiologi bertujuan menghasilkan pengertian-pengertian dan pola-pola umum
Sosiologi merupakan pengetahuan umum yang membahas gejala-gejala umum
Ciri-ciri Sosiologi
Bersifat empiris yaitu ilmu pengetahuannya didasarkan pada observasi
terhadap kenyataandan akal sehat serta hasilnya tidak spekulatif (menduga-
duga)
Bersifat Teoritis ( Berusaha menyusun abstraksi dari hasil pengamatan yang
merupakan kesimpulan logis )
Bersifat komulatif (Disusun berdasarkan teori-teori yang sudah ada atau
memperbaiki, memperluas, dan memperkuat teori-teori lama.
Bersifat non etis ( (mempersoalkan baik / buruk suatu masalah melainkan
menjelaskan masalah secara analitis
Objek Study Sosiologi
Secara materil objek studi sosiologi adalah manusia , baik sebagai individumaupun
sebagai bagian dari kelompok sosial. Dari segi formalnya sosiologi memandang
manusia sebagai perwujudan dari hubungan sosial antar manusia dan proses yang
timbul dari hubungan sosial tersebut sehingga membentuk struktur sosial
Pokok Bahasan Sosiologi
Fakta sosial ( menurut Emille durkheim)
Yaitu pola-pola atau sistem yang mempengaruhi cara manusia bertindak,
berfikir, dan merasa. Dan berada diluar individu serta mempunyai kekuatan
memaksa dan mengendalikan individu.
Tindakan sosial (menurut Max Weber)
Yaitu tindalan manusia yang dilakukan dengan mempertimbangkan
keberadaan orang lain
Khayalan sosiologis (Menurut Wright Mills)
Yaitu kemampuan untuk memahami sejarah masyarakat, riwayat hidup pribadi
dan hubungan antara keduanya
Realitas sosial (menurut peter L Berger)
Yaitu sebuah bentukan dan bukan merupan sesuatu yang begitu saja ada atau
kenyataan sosial
Metode-Metode Sosiologi :
Dalam sosiologi terdapat dua metode penelitian yang umum yakni ;
Metode Kualitatif
Metode ini mengutamakan cara kerja dengan mendeskripsikan hasil penelitian
berdasarkan penilaian-penilaian terhadap data yang diperoleh. Metode ini
dipakai apabila data hasil penelitian tidak dapat diukur dengan angka.
Menurut soerjono ada bebrapa metode yang termasuk dalam metode kualitatif
yakni ;
o Metode historis (Menganalisis peristiwa masa silam untuk
merumuskan prinsip umum)
o Metode komparatif ( membandingan bermacam-macam masyarakat
dengan bidang-bidangnya untuk memperoleh persaman dan perbedaan
prilaku masyarakat)
o Metode studi kasus (Mengamati tentang keadaan suatu masyarakat /
kelompok / lemaga ataupun individu
Metode kuantitatif
Metode ini mengutamakan keterangan berdasrkan angka-angka atau gejala-
gejala yang diukur dengan skala, indeks, tabel atau uji statistik
Disamping itu sosiologi dalam mempelajari gejala-gejala ilmiah menggunakan
beberapa metode ilmiah. Menurut Paul B Horton terdapat 3 teknik riset yakni :
Study cross-sectinal dan longitudinal
Study cross-sectinal Yaitu pengamatan yang meliputi daerah yang luas dalam
jangka waktu tertentu
Longitudinal yaitu study yang berlangsung sepanjang waktuyang
menggambarkan kecensrungan pengamatan sebelum dan sesudah.
Eksperimen laboratorium dan lapangan
Eksperimen laboratorium yaitu subjek dikumpulkan dalam suatu tempat dan
diberi pengalaman sesuai dengan yang diinginkan peneliti
Eksperimen lapangan yaitupengamatan dilakukan diluar dengan memberikan
pengalaman baru pada objek secara umum
Penelitian pengamatan yaitu pengamatan dilakukan tanpa memberikan
pengaruh / pengalaman pada objek yang diamati
Peran dan fungsi sosiologi
Kegunaan sosiologi bagi masyarakat adalah :
Dalam Pembangunan
Memberikan data sosial yang diperlukan dalam perencanaan, pelaksanaan
maupun dalam penilaian pembangunan
o Dalam perencanaan , diperlukan untuk melihat kebutuhan sosial
o Dalam tahap pelaksanaan digunakan untuk melihat kekuatan sosial
dalam masyarakatserta proses perubahan sosialnya
o Dalam tahap penilaian digunakan untuk melihat dampak sosial dari
pemabngunan tersebut.
Dalam Penelitian
Memberikan data sosial untuk membuat suatu perencaranaan atau pemecahan
masalah dan untuk mengambil suatu keputusan tentang masalah sosial.
Contoh :
Terjadinya kerusuhan akibat demonstrasi , sosiologi dapat berperan dalam
meneliti mengapa masyarakat begitu mudah diprovokasi untuk membuat suatu
kerusuhan.
Mengidentifikasi fenomena budaya dalam masyarakat ( perencanaan social )
Dengan menelaah berbagai budaya , sosiologi akan memberikan pandangan
mengenai keragaman budaya manusia, nilai-nilai sosial yang berbeda, hal-hal
yang berlaku umum dan faktor yang mempengaruhi keragaman antar
kebudayaan manusia
Menghadapi fenomena budaya dalam masyarakat ( masalah social dalam
masyarakat )
Menyadarkan bahwa pentingnya memahami latar belakang keragaman budaya
masyarakat.
Pemecahan masalah sosial adalah masalah yang ditimbulkan oleh masyarakat
itu sendiri yang gejala dan peristiwa tidak dipahami oleh masyarakat
tersebut,maka perlu kajian dari sosiolog untuk menanggulangi masalah sosial
dengan mengunakan metode preventif dan represif
konsep tentang realitas sosial
Konsep tentang Realitas sosial
Manusia sebagai makhluk sosial tak dapat hidup tanpa bantuan manusia lain,
karena manusia memiliki gregariousness (naluri hidup bersama), makanya manusia
selalu hidup berkelompok / bermasyarakat. Kehidupan berkelompok inilah yang
merupakan realitas sosial atau kenyataan sosial yang dijalankan manusia dalam
kehidupan sehari-hari.
1. Keluarga
Keluarga merupakan satuan sosial terkecil yang terdiri dari ayah, ibu dan anak
,ketiga unsur itu dipersatukan oleh ikatan perkawinan, pertalian darah dan adopsi,
yang membentuk satu rumah tangga, dan satu sama lain berinteraksi sesuai peran
masing-masing sebagai anggota keluarga serta mereka mempertahankan sekaligus
menciptakan kebudayaan
Keluarga terbagi dalam 2 bentuk
Keluarga batih/somah/inti/umpi yang terdiri dari ayah,ibu dan anak yang
belum kawin dam tempat tinggal yang sama
Keluarga besar/extended family, dalam jenis ini keluarga terdiri dari beberapa
keluarga inti dan menggabungkan diri dan memiliki satu keturunan / nenek
moyang
2. Masyarakat
Masyarakat dalam bahasa arab “Syaraka” yang artinya ikut serta / berpartisipasi,
dan dalam bahasa inggris “ Society” berari rasa kebersamaan
Jadi masyarakat itu merupakan sekumpulan manusia yang relatif mandiri,hidup
bersama dalam waktu yang lama , mendiami wilayah tertentu dan memiliki
kebudayaan serta melakukan sebagian besar kegiatan dalam kelompok itu.
Masyarakat terbentuk karena manusia menggunakan pikiran, perasaan dan
keinginan dalam menanggapi lingkungannya.
3 unsur masyarakat ;
Sekumpulan orang
Bermukim dlam suatu wilayah dalam waktu yang lama
Menghasilkan budaya berupa sistem nilai, ilmu pengetahuan serta
budaya materi
Disamping itu masyarakat juga terdiri dari elemen-elemen sosial seperti tindakan
yang dilakukan individu dan bersosialisai sehingga tercipta hubungan sosial yang
membentuk struktur sosial. Makanya masyarakat disebut sebagai suatu sistem
3. Komunitas
Yaitu : Satuan sosial yang didasarkan pada lokalitas , oleh sebsb itu ciri utama
dari komunitas yaitu mempunyai ikatan solidaritas yang kuat antar anggota akibat
kesatuan tempat tinggal.
Disamping itu komunitas juga dibangun oleh faktor perasaan saling memerlukan
satu sama lain serta keyakinan bahwa tanah tempat mereka tinggal memberikan
kehidupan pada mereka seluruhnya.
Unsur-unsur komunitas ;
Unsur seperasaan
Unsur sepenanggungan
Unsur saling memerlukan
4. Perkumpulan
Merupakan unit sosial yang dilandasi adanya kesamaan kepentingan seperti hobi,
ideologi, minat dsb. Dalam kehidupan sehari-hari lebih populer dikenal dengan
“organisasi” dan kadang disebut juga dengan ‘kelompok”.
Koentjaraningrat (1985) menyatakan istilah perkumpulan digunakan untuk
association, dengan dasar organisasinya adalah organisasi buatan sedangkan
kelompok adalah sebagai sebutan dai istilah group (bhs Inggria) dasar
organisasinya adalah adat atau tradisi.
5. Ketetanggan
Yaitu unit sosial yang terdiri atas beberapa orang yang bertempet tinggal saling
berdekatan, karena faktor kedekatan ini hubungan antar tetangga menjadi sangat
dekat dan bahkan melebihi hubungan kekerabatan.
6. Kekerabatan
Yaitu unit sosial yang orang-orangnya mempunyai hubungan keturunan /
hubungan darah. Dalam kekerabatan terdapat 2 pola garis keturunan yakni ;
Bilateral (keanggotaan dihitung dari keturunan ayah dan ibu) dan unilateral
(keanggotaannya dihitung berdasarkan keturunan ayah / patrilineal atau dari
keturunan ibu / matrilineal).
7. Suku Bangsa
Yaitu golongan sosial yang dibedakan dari golongan sosial lainya berdasarkan
ciri-ciri yang paling mendasar dan umum yang berkaitan dengan asal usul, tempat
asal serta kebudayaan..
Suku bangsa dapat juga diartikan sebagai suatu golongan yang terikat oleh
kesadaran dan jati diri akan kesatuan kebudayaan.
Hubungan berbagai konsep tentang realitas sosal
Berbagai konsep realitas sosial yang ada dalam masyarakat saling berhubungan,
ini terlihat melalui penelalaahan tentang perubahan sosoal yang ada dan menjadi fakta
sosal yang dinamakan dinamika sosial. Yakni :
1. Pengendalian sosial / pengawasan sosial yaitu cara atau proses yang digunakan
anggota masyarakat agar anggotanya bertindak sesuai dengan aturan yang
diinginkan
2. Penyimpangan sosial yaitu tindakan anggota masyarakat yang bertentangan
dengan keinginan / aturan dalam masyarakat
3. Mobilitas sosal yaitu Gerak peralihan individu/kelompok dari satu golongan
kegolongan lain dan atau dari satu lapisan ke lapisan lain
4. Perubahan sosial yaitu Perubahan yang terjadi dalam masyarakayt yang
menyangkut nilai, norma, pola prilaku, dll
Data–data tentang realitas social
Dalam mempelajari sosiologi pada umumnya dibahas tentang berbagai gejala-
gejala sosial atau fenomena sosial. gejala sosial yang tidak sesuai antara keinginan
dengan apa yang terjadi dinamakan Masalah sosial.
Masalah sosial merupakan fenomena yang sering terjadi di sekeliling kita yang
disebabkan oleh beberapa hal diantaranya oleh perubahan-perubahan
yang terjadi secara terus menerus sehingga menimbulkan kerusakan dan
keretakan kelompok.
Soerjono Soekanto mengatakan bahwa masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian
antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat yang membahayakan
kehidupan sosial
1. Klasifikasi Masalah sosial
Soerjono Soekanto membedakan masalah sosial menjadi 4 yakni :
Masalah sosial dari faktor ekonomis seperti kemiskinan dan
pengangguran
Masalah sosial dari faktor biologis seperti penyakit menular
Masalah sosial dari faktor psykologis seperti bunuh diri dan penyakit
saraf
Masalah sosial dari faktor kebudayaan seperti perceraian
2. Kriteria masalah sosial
Kriteria umum
Masalah sosial terjadi karena perbedaan mencolok antara nilai-nilai
dalam masyarakat dengan kondisi nyata kehidupan, artinya ketidak
cocokan antara anggapan masyarakat dengan apa yang seharusnya
terjadi
Sumber masalah
Masalah bersumber dari proses-proses sosial yang ada dalam
masyarakat dan bencana alam
Pihak yang menetapkan maslah sosial
Untuk menentukan sesuatu yang terjadi dalam masyarakat dikatakan
masalah sosial adalah kelompok pemerintah,tokoh masyarakat,
organisasi sosial dewan dan musyawarah masyarakat.
Masalah nyata dan masalah laten
Maslah yang timbul akibat terjadi kepincangan yang disebabkan tidak
sesuainya tindakan dengan noema dan nilai yang berlaku disebut
masalah nyata sedangkan masalah laten adalah masalah yang ada
dalam masyarakat tapi tidak diakui sebagai masalah sosial karena
ketidak berdayaan masyarakat untuk mengatasinya. Seperti korupsi
Perhatian masyarakat terhadap masalah sosial
Suatu rentetan peristiwa berubah menjadi masalah sosial ketika hal itu
menarik perhatian masyarakat., namun demikian tidak semua masalah
sosial menjadi perhatian masyarakat
Beberapa contoh masalah sosial yakni
i. Kemiskinan yaitu suatu keadaan seseorang tidak sanggup
memelihara dirinya sendiri sesuai dengan taraf kehidupan
kelompok dan tidak mampu memanfaatkan tenaga, mental
maupun fisik dalam kelompok tersebut
ii. Kejahatan yaitu tindakan yang menggaggu dan merugikan
orang lain / masyarakat karena prilaku yang berbeda dengan
nilai dan norma
iii. Disorganisasi keluarga yaitu situasi keluarga dimana hubungan
antar anggota tidak lagi harmonis seperti perceraian.
iv. Masalah generasi muda yaitu masalah yang dialami diamasa
remaja
v. Peperangan yang merupaka sebuah bentuk pertentangan antar
kelompok yang biasanya diakhiri dengan penyesuaian
vi. Pelanggaran norma seperti pelacuran, alkoholisme
Kesimpulan :
1. Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan dan sebagai metode. Sosiologi sebagai
ilmu berarti sosiologi
merupakan kumpulan pengetahuan mengenai kajian masyarakat dan
kebudayaan yang disusun
secara sistematis dan logis.
3. Masalah sosial merupakan fenomena yang sering terjadi di sekeliling kita yang
disebabkan oleh
4. beberapa hal diantaranya oleh perubahan-perubahan yang terjadi secara terus
menerus
sehingga menimbulkan kerusakan dan keretakan kelompok
5. Kegunaan sosiologi bagi masyarakat adalah :
6. Dalam Pembangunan
7. Memberikan data sosial yang diperlukan dalam perencanaan, pelaksanaan
maupun dalam penilaian pembangunan
8. Dalam perencanaan , diperlukan untuk melihat kebutuhan sosial
Dalam tahap pelaksanaan digunakan untuk melihat kekuatan sosial dalam
masyarakatserta proses perubahan sosialnya
o Dalam tahap penilaian digunakan untuk melihat dampak sosial dari
pemabngunan tersebut
Dalam Penelitian
Memberikan data sosial untuk membuat suatu perencaranaan atau pemecahan
masalah dan untuk mengambil suatu keputusan tentang masalah sosial.
Mengidentifikasi fenomena budaya dalam masyarakat ( perencanaan social )
Menghadapi fenomena budaya dalam masyarakat ( masalah social dalam
masyarakat )
Pemecahan masalah sosial adalah masalah yang ditimbulkan oleh masyarakat
itu sendiri yang gejala dan peristiwa tidak dipahami oleh masyarakat
tersebut,maka perlu kajian dari sosiolog untuk menanggulangi masalah sosial
dengan mengunakan metode preventif dan represif.
Mengetahui, Sintuk, Juli 2021
Kepala MAN Insan Cendekia PaPar Guru Mata Pelajaran,
Hendrisakti Hoktovianus, S.Pd, M.Pd Surya Ningsih, S.Pd
NIP.196910032006041001 NIP.