cerita
Rakyat
Subhan Jundi W.
MATERI AJAR BAHASA INDONESIA
CERITA RAKYAT
Nama Oleh:
: Subhan Jundi Wiguna
UPTD SPF SD NEGERI ROWOBONI 02
KABUPATEN SEMARANG
2020
DAFTAR ISI................................................................................................. ii
A. PENDAHULUAN................................................................................... 1
1
1. DESKRIPSI SINGKAT..................................................................... 1
2. CAPAIAN PEMBELAJARAN ......................................................... 1
B. URAIAN MATERI................................................................................... 2
1. Pengertian cerita rakyat.............................
2. Ciri-ciri umum cerita rakyat 4
8
3. Jenis-jenis cerita rakyat 14
4. Unsur pembangun cerita rakyat 16
16
5. Fungsi cerita rakyat
6. Nilai-nilai cerita rakyat
7. Tugas Terstruktur............................................................................... 18
8. Forum Diskusi.................................................................................... 18
C. PENUTUP................................................................................................. 18
1. Rangkuman......................................................................................... 18
2. Tes Formatif....................................................................................... 19
DAFTAR PUSTAKA..................................................................................... 22
ii
MATERI AJAR
CERITA RAKYAT
A. PENDAHULUAN
1. Deskripsi Singkat Materi
Materi ini berisi uraian tentang kegiatan belajar yang menyajikan
bahasan mengenai cerita rakyat. Secara rinci materi ajar ini menyajikan
tentang (1) Pengertian cerita rakyat (2) Ciri-ciri cerita rakyat (3) Jenis-
cerita rakyat (4) Unsur pembangun cerita rakyat (5) Fungsi cerita rakyat
(6) Nilai-nilai dalam cerita rakyat.
Materi ajar cerita rakyat membahas tentang cerita-cerita yang
berkembang dikalangan masyarakat, unsur intrinsic cerita rakyat,
memaknai isi dari cerita rakyat. Materi ajar ini disusun secara cermat
sesuai dengan tujuan yang harus dicapai dalam implementasi
kurikulum 2013 mata pelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar. Isi
materi ajar relevan dengan kompetensi yang harus dimiliki guru SD
terutama kompetensi professional
2. Capaian Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ajar ini, diharapkan anda mampu:
a. Menguraikan pengertian cerita rakyat.
b. Mengidentifikasi ciri-ciri cerita rakyat
c. Menguraikan unsur pembangun dalam cerita rakyat
d. Mengkategorikan jenis-jenis cerita rakyat
e. Menemukan nilai-nilai terkandung dalam cerita rakyat.
B. URAIAN MATERI
1. Pengertian Cerita Rakyat
Folklor adalah pengindonesiaan kata Inggris Folklore. Kata folklore
adalah kata majmuk yang berasal dari dua kata dasar folk dan lore.
Folk yang sama artinya dengan kata kolektif. Menurut Alan Dundes,
1
folk adalah sekelompok orang yang memiliki ciriciri pengenal fisik atau
kebudayaan yang sama serta mempunyai kesadaran kepribadian
sebagai kesatuan masyarakat. Dengan kata lain folk bisa diartikan
sebagai Rakyat Bangsa. Sedangkan lore berarti tradisi atau adat
(Endraswara, S, 2013: 1). Definisi Folklor secara keseluruhan adalah
Kebudayaan suatu kolektif,yang yang tersebar dan diwariskan secara
turun temurun secara tradisional dalam versi yang berbeda
(Danandjaja, J, 1984: 2).
Cerita rakyat dapat diartikan sebagai ekspresi budaya suatu
masayarakat lewat bahasa tutur yang berhubungan langsung dengan
berbagai aspek budaya seperti agama dan kepercayaan, undang-
undang kegiatan ekonomi sistem kekeluargaan dan susunan nilai
social masyarakat tersebut (Isnain,2007).
Dari beberapa pendapat para ahli dapat kita tarik kesimpulan
pengertian dari cerita rakyat adalah cerita yang berkembang di tengah-
tengah kehidupan masyarakat dan disampaikan secara turun-
temurun. Selain sebagai media hiburan, cerita rakyat berfungsi
sebagai sarana pendidikan, menyampaikan pesan-pesan moral. Cerita
rakyat bersifat anonim atau tidak jelas pengarangnya.Karena
masyarakat pada waktu itu memiliki sifat gotong royong yang sangat
kuat.
Latar dan penokohan cerita rakyat bersifat khas, yakni lebih
banyak menggambarkan latar belakang atau kondisi kehidupan dan
budaya masyarakat tertentu. Misalnya, cerita Sangkuriang yang
menggambarkan kehidupan masyarakat setempat dengan nama tokoh
dan tempat yang ada di daerah tempat cerita itu berkembang (Sunda).
Meskipun demikian, walaupun tema cerita tersebut memiliki
kemiripan dengan cerita dari daerah lain. Akan tetapi, dalam hal
2
penamaan tokoh dan latar, cerita tersebut menjadi identitas tersendiri
bagi masyarakat Sunda.
Cerita rakyat memiliki struktur sebagai berikut.
a) Orientasi, berisi pengenalan tokoh ataupun latar cerita.
b) Komplikasi, berisi cerita tentang masalah yang dialami tokoh
utama. Wujudnya dapat berupa konflik atau pertentangan dengan
tokoh lain.
c) Resolusi, menceritakan penyelesaian dari masalah yang dialami
tokoh.
d) Evaluasi
Contoh:
“Engkau pantas mendapatkan ini. Ini adalah balasan bagi anak
kelinci yang keras kepala dan tidak mau mematuhi nasihat ibunya.”
e) Koda, berisi bagian akhir cerita atau penutup pada suatu cerita.
Contoh:
Judul Serigala dan Kelinci yang Keras Kepala.
1) Orientasi
Pada zaman dahulu, hiduplah seekor serigala. Ia mempunyai kebun
mentimun yang sekelilingnya dipagari duri. Hal itu dimaksudkan agar
manusia dan hewan-hewan lain tidak bias memasuki kebunnya.
2) Komplikasi
3
Tidak jauh dari kebun itu, terdapat seekor Kelinci kecil bersama
ibunya yang tinggal di sebuah lubang. Kelinci ini selalu keluar dari
lubangnya dan menunggu sampai serigala pergi meninggalkan lading
untuk mencari ayam atau yang lainnya untuk dimakan. Setelah
merasa yakin serigala telah pergi, Kelinci keluar dari lubang, lalu
melompat dan masuk ke kebun dengan melewati bawah pagar duri. Ia
memakan mentimun dan memotongnya. Setelah itu, ia kembali ke
lubang. Ibunya selalu mengingatkannya agar waspada dari ancaman
serigala.
“Janganlah engkau pergi ke kebun mentimun, Annaku. Dengarkan
nasihat ibu. Jangan kau pergi ke kebun itu. Jika serigala
menangkapmu, ia akan memakanmu,” kata ibunya. Sementara itu,
setiap kali serigala pulang, ia menemukan buah mentimunnya telah
dimakan dan terpotong. Ia heran dan berpikir, siapa gerangan yang
masuk dari pagar dan memakan mentimunnya. Suatu hari serigala
bermaksud melakukan pengintaian untuk mengetahui siapa yang
selalu memasuki kebunnya. Ia bersembunyi di balik pohon dan
menunggu siapa gerangan yang datang. Tiba-tiba, seperti biasa,
Kelinci kecil keluar dari lubangnya dan melompat-lompat, masuk dari
bawah kawat berduri. Setelah sampai di kebun, ia mulai memakan
mentimun. Mengetahui hal itu, Serigala segera menyerangnya. Ia
berlari dengan cepat dan memasuki kebunnya. Namun demikian,
Serigala tidak berhasil menangkap Kelinci kecil itu. Kemudian Kelinci
kecil masuk ke lubangnya dan mendatangi ibunya dengan terengah-
engah. “Apa yang terjasi?” tanya ibunya. Lalu kelinci menceritakan apa
yang terjadi dengan serigala. “Bukankah telah aku peringatkan jangan
kau pergi ke kebun itu?’ kata ibunya lagi. Tetapi kelinci itu keras
kepala dan tidak pernah mendengar ucapan ibunya. Setiap hari ia
masih selalu datang ke kebun itu di saat Serigala pergi. Akhirnya,
Serigala mencari siasat untuk menjebak dan menangkap Kelinci yang
4
keras kepala itu. Ia pergi dan mengumpulkan getah dari pohon karet
yang ada di sekelilingnya. Getah ini dijadikan sebuah patung kelinci
buatan yang mirip dengan Kelinci keras kepala itu dan melatakannya
di tengah lading. Ketika Kelinci keluar dari lubang dan masuk dari
pagar berduri seperti biasanya, ia melihat ada yang menyerupainya di
tengah kebun. Ia mengira itu kelinci lain. Kemudian Kelinci Kecil
menghampiri kelinci buatan yang berdiri di hadapannya. “Apa yang
kau lakukan di kebun ini? Apa yang kau inginkan? Kau kira kau lebih
kuat dari diriku? tanya Kelinci Kecil kesal. Ia memukulnya dengan
tangan kanannya. Tangannya menyentuh kelinci getah itu, dan tentu
saja ia tidak dapat melepaskannya. Kelinci buatan itu seolah
menggerakkan tangannya dan menangkap tangan kanan Kelinci Kecil
sehingga ia tidak dapat melapaskan tangannya. “Ugh! Kau memegang
tanganku?” hardik Kelinci Kecil sambil memukul dengan tangan
kirinya. Kelinci nakal itu berusaha melepaskan tangannya. Ia bergerak
ke kiri dan ke kanan, tetapi tetap tidak berhasil. Karena gerakannya
itu, kelinci getah menyentuh bulu dan ekornya. Pada saat itu,
keluarlah Serigala dari balik pohon. “Sekarang kau terkena tipuanku,
aku akan meninggalkanmu agar kau tersiksa oleh getah ini,” kata
serigala sambil menyeringai puas. “Aku senang seperti ini. Getah ini
tidak menyakitiku. Aku akan merasa sakit jika kau lemparkan aku ke
atas duri itu,” kata Kelinci Kecil sambil matanya mengerling kea rah
duri pagar. “Baik, jika duri membuatmu sakit, aku akan
melemparkanmu ke sana,” ujar Serigala kesal. Kemudian ia
menangkap Kelinci dan melemparkannya ke arah duri. Sebenarnya
ucapan Kelinci tadi hanya siasat saja, agar ia dapat melepaskan diri
dari getah itu. Ketika Serigala melemparkannya ke duri, ia segara
melompat dan melompat, lalu berlari jauh, masuk lubang untuk
menemui ibunya kembali.
3) Resolusi
5
Ketika sang ibu melihatnya, ia kaget melihat bulu-bulu anaknya
rontok, kulitnya terkena getah, dan ekornya terkelupas. “Apa yang
terjadi padamu? tanya ibunya. Kelinci menceritakan apa yang telah
dialaminya.
4) Koda
Sejak saat itu Kelinci tidak pernah lagi ke kebun Serigala. (Abdul
Majis dalam Kosasih, 2019) (Sumber: Kosasih, 2019)
2. Ciri-Ciri Umum Cerita Rakyat
Menurut Danandjaya (1991:2-4) ciri-ciri pengenal utama cerita
rakyat pada umumnya yaitu:
(1) disebarkan melalui tutur kata dari mulut kemulut atau secara
lisan;
(2) disebarkan di antara kolektif tertentu dalam waktu yang cukup
lama;
(3) mudah mengalami perubahan dan berada dalam versi-versi
yang berbeda; (
4) penciptaanya sudah tidak diketahui orang lagi;
(5) mempunyai bentuk berumus dan berpola;
(6) mempunyai fungsi dalam kehidupan bermasyarakat,
(7) mempunyai logika sendiri yang tidak sesuai dengan logika
umum;
6
(8) dimiliki secara bersama, karena, penciptaanya sudah tidak
diketahui lagi; dan
(9) bersifat polos dan lugu.
Dilihat dari segi kebahasaan cerita rakyat mempunyai ciri-ciri
sebagai berikut.
a) Menggunakan kata-kata yang menyatakan urutan waktu, seperti
pada suatu ketika, pada zaman dahulu, kemudian, akhirnya.
b) Menggunakan kata kerja tindakan, seperti mengembara, menggigit,
menerjang, melompat, memanjat, memangsa.
c) Menggunakan kata kerja yang menggambarkan sesuatu yang
dipikirkan atau dirasakan para tokohnya. Misalnya, membisu,
mengeluh, mengerang, tertunduk lesu.
d) Menggunakan kata-kata yang menggambarkan keadaan atau sifat
tokohnya, seperti bingung, lapar, kurus, kuat, licik, sombong.
e) Menggunakan kata saudarang, sepeti si, sang pada jenis cerita fable.
f) Menggunakan sudut pandang tokoh ketiga. Pencerita tidak terlibat
dalam cerita yang disampaikannya.
g) Menggunakan dialog.
Contoh:
Seekor anak anjing bertana, “Mengapa kamu selalu berlari ke sana-
kemari dengan loncengmu?”“Ya aku bangga pada lonceng di leherku.
Tidak setiap anjing punya lonceng sepertiku.” Pada suatu ketika anjing
tua berkata kepada anjing berlonceng, “Mengapa kamu selalu
7
memamerkan diri dengan loncengmu?”“Ya, karena tidak setiap anjing
memiliki lonceng sepertiku.” “Sebenarnya kamu harus malu pada
loncengmu. Lonceng itu tidak patut kamu banggakan. Bahkan, itu aib.
Sebenarnya majikanmu memberi lonceng itu agar orang berhati-hati
dengan kehadiranmu. Lonceng itu adalah pemberitahuan kepada
semua orang agar hati-hati dan waspada akan kedatanganmu karena
kamu anjing yang tak tahu aturan dan sering menggigit tumit orang,”
kata anjing tua.
3. Jenis Cerita Rakyat
Cerita rakyat merupakan genre folklor lisan yang diceritakan secara
turun temurun (Endraswara, S, 2013: 47). Ada sangat banyak sekali
katagori daripada cerita rakyat. Namun pada dasarnya, cerita rakyat
dapat dibagi menjadi tiga golongan besar diantaranya: Mite (myth),
legenda (legend), dan dongeng (folktale) (Bascom, 1965, terjemahan,
Danandjaja, J, 1984: 50)
a. Fabel
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2017, hlm. 311)
dijelaskan, “Fabel adalah cerita yang menceritakan kehidupan hewan
yang berperilaku menyerupai manusia. Cerita jenis ini bersifat
khayalan dan tidak mungkin kisah nyata”. Artinya, fabel merupakan
cerita yang menceritakan kehidupan hewan yang menyerupai perilaku
manusia. Cerita ini bersifat khayalan tidak mungkin terjadi.
Berdasarkan pemaparan di atas, dapat disimpulkan bahwa fabel
merupakan cerita kehidupan binatang yang menyerupai tingkah laku
seperti manusia dan cerita ini bersifat khayalan dan tidak mungkin
8
kisah ini nyata. Nah, dalam cerita fabel tokoh-tokoh binatang tersebut
bisa melakukan aktifitas layaknya manusia seperti, bekerja, berbicara,
dan berpikir layaknya manusia. Fabel juga termasuk kedalam kategori
cerita fiksi atau yang biasa kita kenal sebagai cerita khayalan belaka.
Teks cerita fabel memiliki kesamaan dengan teks-teks lain, yaitu
memiliki sesuatu ciri tertentu. Namun setiap ciri dari suatu teks tidak
selalu sama, baik dari segi urutan maupun jenis dari ciri itu sendiri.
Teks cerita fabel memiliki ciri-ciri tersendiri. Kosasih dan Restui (2013,
hlm. 3) mengemukakan tentang ciri-ciri dari teks fabel sebagai berikut.
1. Tokohnya hewan.
2. Hewan yang sebagai tokoh utama dapat berpikir, berbicara, dan
bertingkah laku seperti manusia.
3. Menunjukkan penggambaran moral, karakter manusia, dan
kritik tentang kehidupan.
4. Menggunakan latar alam.
5. Menggunakan pilihan kata-kata yang mudah.
6. Penceritaan yang pendek dan langsung ke pokokCerita Kancil
dan Buaya
Contoh cerita fable:
Kancil dan Buaya
Kura-kura dan Kelinci
Gajah dan Semut
Bebek Buruk Rupa
9
Gambar 1. Kancil dan Buaya
Gambar 2. Kura-kura dan Kelinci
b. Mitos / Myth / Mite
Pengertian mitos atau myth adalah jenis cerita rakyat yang isinya
bercerita tentang dewa-dewi atau cerita yang berbau mistis.
Didalam ceritanya terkandung kepercayaan animisme dan banyak
juga bercerita tentang Dewa, Dewi, kahyangan.
10
Ciri-ciri Mitos
- Ceritanya syarat akan nuansa mistis dan hal-hal yang berabau
gaib (kadang ngebahas tentang hantu-hantu juga).
- Berlatarbelakang masa lampau.
- Diceritakan secara berlebihan. Cerita asli sudah terdistorsi.
- Kebenaran ceritanya sulit di buktikan.
Contoh cerita mitos
Nyi Roro Kidul
Kisah dewi Dri
Timun Emas
Gambar 3. Kisah Nyi Roro Kidul Gambar 4. Timun Mas
c. Legenda
Pengertian legenda adalah sebuah cerita yang isinya bercerita tentang
asal-usul suatu daerah.
Ciri-ciri Legenda
- Memiliki versi cerita yang berbeda-beda.
- Cerita rakyat yang di percayai oleh masyarakat sebagai sebuah
cerita yang benar-benar terjadi.
11
- Diceritakan dari mulut ke mulut.
Contoh Cerita Legenda
Legenda Danau Toba
Legenda Rawa Pening
Legenda Kawah Sikidang
Asal Usul Kota Surabaya
Gambar 5. Legenda Danau Toba
Gambar 6. Legenda Kawah Sikidang
12
d. Cerita Jenaka
Cerita jenaka merupakan cerita yang mengandung unsur kelucuan
dan bertujuan untuk menghibur para pembaca, cerita ini menjadi
salah satu jenis cerita yang paling digemari masyarakat .
Contoh cerita jenaka misalnya: Lebai Malang, Pak Pandir, Si Kabayan
dan lain sebagainya.
Gambar 7. Cerita Pak Pandir Gambar 8. Cerita Si Kabayan
e. Hikayat
Hikayat adalah cerita yang menceritakan kehidupan bangsawan serta
keluarga istana ataupun orang yang terkenal pada zaman dahulu.
Cerita ini umumnya mengandung hal-hal yang tidak masuk akal,
seperti memiliki kekuatan, kekuatan, atau mendadak saja ada
mukjizat muncul.
Contoh cerita hikayat misalnya: Hikayat Panji Semirang, Hikayat Abu
Nawas, Hikayat Hang Tuahdan lain sebagiannya.
13
Gambar 9. Hikayat Abu Nawas Gambar 10. Hikayat Hang Tuah
4. Unsur pembangun cerita rakyat
Sebuah cerita rakyat mempunyai dua unsur pembangun,
yaitu:
a. Unsur Intrinsik
Merupakan unsur yang mebangun atau mempengaruhi cerita dari
dalam. Unsur Intrinsik terdiri dari:
1) Tema, Merupakan inti permasalahan dari sebuah cerita.is cerita
rakyat
2) Alur/Plot, Merupakan jalan suatu cerita dari awal sampai akhir.
Alur dibagi menjadi tiga, yaitu:
a) Alur maju, merupakan peristiwa-peristiwa yang disajikan secara
berurutan dari peristiwa pertama ke peristiwa selanjutnya.
b) Alur mundur, merupakan peristiwa yang diceritakan secara
terbalik, yaitu dari akhir menuju ke awal.
c) Alur gabungan/ zik-zak
14
Merupakan gabungan dari alur maju dan alur mundur.
3) Latar, Tempat terjadinya suatu cerita yang meliputi waktu, tempat dan
suasana.
4) Sudut Pandang, Pemosisian si pengarang ketika mengisahkan cerita.
Sudut pandang juga di klasifikasikan menjadi 3 bagian.
Sudut pandang orang pertama, Cirinya penulisan ceritanya
menggunakan kata “Aku”
Sudut pandang orang kedua, Cirinya dalam penulisan ceritanya
menggunakan kata “Kamu” atau “Anda”
Sudut pandang orang ketiga, Cirinya pada ceritanya menggunakan
kata ganti orang ketiga seperti, “Mereka” atau “Dia”
5) Penokohan, Semua pemeran yang ada di dalam sebuah cerita yang
meliputi, nama tokoh, peran serta wataknya.
Secara sifat bisa di klasifikasikan menjadi 2 bagian.
Protagonis, (Tokoh baik / pemeran utama)
Antagonis, (Tokoh jahat / yang memberi konflik)
6) Amanat, Pesan yang terdapat dalam sebuah cerita.
B. Unsur Ekstrinsik
Yaitu unsur yang membangun cerita dari luar. Unsur Ekstrinsik
terdiri dari luar :
- Latar belakang kehidupan penulis, Meliputi agama, sosial budaya
dan lain sebagainya.
- Biografi penulis.
- Adat istiadat yang berlaku saat itu.
15
5. Fungsi Cerita Rakyat
Banyak sekali fungsi yang menjadikan Fungsi folklore terutama yang
lisan dan sebagian lisan sangat menarik serta penting untuk
diselidiki ahli-ahli ilmu masyarakat dan psikologi kita dalam rangka
meleksanakan pembangunan bangsa kita.
Fungsi-fungsi itu menurut William R.Bascom ada empat, yaitu : (a)
Sebagai sistem proyeksi,yakni sebagai alat pencermin angan-angan
suatu kolektif ; (b) Sebagai alat pengesahan pranata-pranata dan
lembaga-lembaga kebudayaan; (c) sebagai alat pendidikan anak (d)
Sebagai alat pemaksa dan pengawas agar norma-norma masyarakat
akan selalu dipatuhi anggota kolektifnya (Danandjaja, J, 1984: 18-
19). Sementara jika dikaji lebih mendalam, cerita Rakyat tidak hanya
berfungsi sebagai hiburan tapi juga merupakan sarana untuk
mengetahui (1) asal usul nenek moyang, (2) Teladan para pendahulu
kita, (3) hubungan kekerabatan(silsilah), (4) Asal mula tempat, (5)
Adat istiadat (6) Sejarah benda pusaka (Rukmini, D, 2009: 43).
6. Nilai-Nilai Dalam Cerita Rakyat
Cerita Rakyat pada dasarnya mengandung nilai-nilai yang perlu
ditanamkan kepada anak-anak atau genersi muda.
Dalam penelitian tesis (Rukmini, D, 2009: 5561) terdapat beberapa
nilai-nilai penting dalam cerita rakyat yaitu: (1) Nilai moral, (2) Nilai
Adat/tradisi, (3) Nilai Pendidikan Agama, (4) Nilai Pendidikan Sejarah.
(a). Nilai Moral
Nilai Moral merupakan suatu ajaran berupa petunjuk yang sengaja
diberikan oleh pengarang tentang berbagai hal yang berhubungan
dengan masalah kehidupan. Dalam cerita rakyat,moral atau hikmah
yang dipeoleh pembaca selalu dalam pengertian baik. Jika dalam
sebuah cerita rakyat ditampilkan sikap dan tingkah laku yang
16
kurang terpuji oleh tokoh cerita tidak berarti pengarang
menyarankan kepada pembaca untuk bersikap,mencontoh, dan
bertindak seperti itu.
(b) Nilai adat/tradisi
Adat merupakan wujud ideal dari kebudayaan. Secara lengkap,
Wujud itu disebut adat tata kelakuan. Adat berfungsi sebagai
pengatur kelakuan.
(c) Nilai Pendidikan Agama
Agama memiliki beberapa fungsi social yang penting. Pertama, agama
merupakan sanksi untuk perilaku yang luas yang memberi
pengertian tentang baik dan jahat. Kedua, agama membebaskanj
manusia dan baban untuk perbuatan perbuatan yang direstui.
Ketiga, agama membebaskan manusia dan beban untuk mengambil
keputusan dan menempatkan tanggung jawabnya ditangan dewa-
dewa. Keempat,agama memegang penting dalam pemeliharaan
solidaritas sosial.
(d) Nilai Pendidikan Sejarah
Melalui cerita rakyat setidaknya dapat dirunut kejadian-kejadian
atau peristiwaperistiwa yang pernah terjadi pada masa lampau. Kita
dapat mengetahui apa yang pernah dialami atau dilakukan seorang
tokoh atau kelompok masyarakat pada masa tertentu.Kita juga dapat
mengetahui apa saja yang ditinggalkan seorang tokoh atau kelompok
masyarakat tertentu pada suatu daerah. Dengan demikian, dapat
diketahui hubungan antara benda-benda peninggalan sejarah dengan
perjalanan hidup seorang tokoh. Kejadian masa silam memang tidak
mungkin terulang kembali tapi,peristiwa masa lampau dapat
ditemukan hikmah atau nilai pada kehidupan masa kini atau pada
17
hari esok. Inilah bukti bahwa cerita rakyat dapat memberikan nilai
sejarah (historis) kepada generasi berikutnya.
7. Tugas Terstruktur
Setelah Anda membaca dan memahami uraian materi di atas, coba
Anda kerjakan tugas terstruktur berikut ini:
Berdasarkan pengalaman Anda mengajarkan Bahasa Indonesia,
bagaimanakah rancangan dan penerapan pembelajaran Bahasa
Indonesia pada materi cerita rakyat?
8. Forum Diskusi
Untuk menambah penguasaan materi Anda, silakan selesaikan forum
diskusi mengenai materi berikut ini:
Sebagai seorang guru, apakah Saudara pernah mengalami kesulitan
dalam mengajarkan cerita rakyat di SD kelas tinggi? Jika pernah, coba
ceritakan pengalaman Anda dan bagaimana caranya mengatasinya?
Jika belum pernah, coba rancang cara mengajarkan cerita rakyat!
C. PENUTUP
1. Rangkuman
Setelah Saudara mengerjakan tugas dan melaksanakan diskusi
mantapkan pemahaman saudara dengan mencoba menganalisis
rangkuman dan menjawab soal tes formatif. Hal ini berguna untuk
mengetahui apakah Saudara sudah memahami materi ini dengan benar
atau tidak.
Pengertian cerita rakyat itu sendiri adalah cerita yang berkembang di
tengah-tengah kehidupan masyarakat dan disampaikan secara turun-temurun.
Strukturnya terdiri dari orientasi, komplikasi, resolusi, evaluasi dan koda.
Mempunyai ciri- ciri beikut: disampaikan secara turun-temurun, tidak
diketahui siapa yang pertama kali membuatnya, kaya akan nilai-nilai
18
luhur dan sejarah, bersifat tradisional, memiliki banyak versi dan variasi,
mempunyai bentuk-bentuk klise dalam susunan atau cara
pengungkapanya, berkembang dari mulut ke mulut.
Menurut jenisnya cerita rakyat dibagi menjadi beberapa, yaitu:
1. Fable, cerita dimana tokohnya adalah hewan yang berperilaku
layaknya manusia
2. Legenda, cerita terjadinya sutau tempat.
3. Mite, cerita tentang makhluk halus, jin, dan peri perayangan.
4. Cerita jenaka, cerita yang bersifat lucu dan menghibur.
5. Hikayat, cerita yang menceritakan kehidupan bangsawan di istana.
Cerita rakyat itu sendiri mempunyai dua unsur pembangun, yaitu
unsur intriksik dan unsur ekstrinsik. Unsur intrinsik merupakan unsur
yang membangun atau mempengaruhi cerita dari dalam, yang terdiri dari:
tema, alur, latar/setting, penokohan, sudut pandang dan amanat.
Sedangkan unsur ekstrinsik terdiri dari latar belakang penulis, biografi
penulis dan adat istiadat pada saat itu.
Cerita memiliki fungsi sebagai berikut: a) Sebagai sistem
proyeksi,yakni sebagai alat pencermin angan-angan suatu kolektif ; (b)
Sebagai alat pengesahan pranata-pranata dan lembaga-lembaga
kebudayaan; (c) sebagai alat pendidikan anak (d) Sebagai alat pemaksa
dan pengawas agar norma-norma masyarakat akan selalu dipatuhi
anggota kolektifnya. Selain fungsi, cerita rakyat juga mempunyai nilai-
nilai penting, diantaranya: (a). Nilai Moral (b) Nilai adat/tradisi (c) Nilai
Pendidikan Agama dan (d) Nilai Pendidikan Sejarah.
2. Tes Formatif
1) Dari materi diatas, coba uraikan pengertian cerita rakyat sesuai
dengan pemahaman anda !
19
Rawa Pening
Pada zaman dahulu, hiduplah seorang anak yang sakti. Kesaktiannya ini
membuat seorang menyihir jahat iri. Penyihir jahat menyihir anak itu,
sehingga tubuhnya penuh luka dengan bau yang sangat menyengat. Luka-
luka baru akan muncul begitu luka lama mulai kering. Keadaannya kondisi
tubuhnya itu, tidak ada seorang pun yang mau berhubungan dengannya.
Jangankan bertegur sapa, berdekatan saja orang tidak mau. Mereka takut
tertular.
Suatu hari, anak ini bermimpi ada seorang perempuan tua yang dapat
menyembuhkan penyakitnya. Ia pun berkelana mencari perempuan tua dalam
mimpinya tersebut. Di setiap kampung yang ia datangi, ia selalu ditolak oleh
penduduk. Mereka merasa jijik dan mengusir anak ini.
Akhirnya, sampailah ia di sebuah kampung yang sebagian besar penduduknya
adalah orang-orang yang sombong. Tidak banyak orang yang miskin di desa
itu. Mereka akan diusir atau dibuat tidak nyaman kalau tinggal di sana. Hal
ini mengusik hati anak kecil ini.
Pada sebuah pesta yang diselenggarakan di kampung itu, anak kecil ini
berhasil masuk. Namun, orang-orang segera mengusirnya dan mencaci-
makinya. Ia langsung diseret keluar.
Pada saat terseret, ia berpesan kepada orang-orang itu supaya lebih
memerhatikan orang tak punya. Mendengar kata-kata anak itu, beberapa
orang makin marah, bahkan meludahinya sambil berkata, “Dasar anak setan,
anak buruk rupa!”
Anak itu merasa terluka dengan perlakuan orang-orang tersebut. Lalu, ia
menancapkan sebuah lidi di tanah don berkata, “Tak ada satu pun yang bisa
mencabut lidi ini dari tanah, hanya aku yang bisa melakukannya!”
Orang-orang meragukan ucapan anak tersebut. Mereka pun mencoba
mencabut lidi tersebut. Namun, tak seorangpun dapat melakukannya. Dalam
beberapa hari, lidi itu tak bisa tercabut. Suatu hari, secara diam-diam, anak
itu datang don mencabut lidi itu. Tanpa sepengetahuannya, ada seorang warga
yang melihatnya dan melaporkannya kepada warga yang lain.
Dari tempat lidi itu dicabut, mengalirlah mata air. Semakin lama, air itu
semakin deras. Air menenggelamkan daerah tersebut, sehingga menjadi
sebuah telaga yang kini bernama Telaga Rawa Pening.
20
Tidak ada yang selamat dari musibah itu kecuali seorang perempuan tua yang
berbaik hati memberinya tempat tinggal dan merawatnya. Secara ajaib
penyakit kulit anak itu sembuh.
Namun, penyihir jahat yang telah menyihir si anak itu tidak terima dengan
kesembuhan itu. Kemudian, ia menyihir anak itu menjadi seekor ular besar
dengan sebuah kalung genta di lehernya.
Konon, ular ini sering keluar dari sarangnya pada tengah malam. Setiap kali
bergerak, dentingan kalung di lehernya selalu berbunyi klentang-klenting.
Bunyi inilah yang kemudian membuatnya dinamakan Baru Klinting.
Kemunculan ular itu diyakinin masyarakat sebagai tando keberuntungan bagi
nelayan nelayan yang tidak mendapat ikan.
Kini, Telaga Rama Pening adalah objek wisata yang sangat populer di Jawa
Tengah. Tempat ini terletak di Desa Bukit Cinta, Kabupaten Ambarawa.
(2) Cerita di atas masuk ke dalam jenis cerita rakyat apa ? jelaskan !
(3) Uraikan unsur pembangun dalam cerita di atas !
(4) Nilai apa yang dapat diambil dari cerita di atas ? bisakah diterapkan dalam
kehidupan sehari-hari ? jelaskan !
21
9. DAFTAR PUSTAKA
Danandjaja, James. (2007). Folklor Indonesia, Ilmu Gosip, Dongeng, dan
Iain-lain. Jakarta: Grafiti.
Endraswara, Suwandi. 2013. Folklor Nusantara Hakikat, Bentuk dan
Fungsi. Yogyakarta: Penerbit Ombak.
Parmini, Ni Putu. 2015. “Eksistensi Cerita Rakyat dalam Pendidikan
Karakter Siswa SD di Ubud. Jurnal Kajian Bali. 5(2) : 441-460
Subekti, Ari. 2016. Tema 8 Daerah Tempat Tinggalku untuk SD Kelas IV
Wicaksono, Angga. 2004. Kumpulan Cerita Rakyat Nusantara.
Surakarta: Nusantara
https://fatasama.com/jenis-jenis-cerita-rakyat/#Ciri-ciri_Cerita_Rakyat.
Diakses pada tanggal 4 Juni 2021.
22