The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by anitahasanah11807, 2023-05-23 11:30:18

MODUL KERAJAAN MAJAPAHIT

MODUL KERAJAAN MAJAPAHIT

MODUL KERAJAAN MAJAPAHIT Untuk kelas X


MODUL KERAJAAN MAJAPAHIT DINAMIKA DALAM SEJARAH NUSANTARA Untuk Kelas X Disusun Oleh : Alimatul Sa'ada Anita Viananda Dwiki Riski Darmawan


Pemdahuluan Identitas Modul a. Nama Mata Pelajaran : Sejarah Indonesia b. Kelas/Semester : X/2 (Genap) c. Alokasi waktu : 2 x 40 menit d. Materi pokok : Kerajaan Hindu-Budha di Nusantara Kopetensi dasar Fase E mengenai kerajaan Hindu Budha sesuai dengan kurikulum merdeka. Dimana memahami konsep dasar kerajaan Hindu-Buddha; menganalisis serta mengevaluasi manusia dalam kerajaan HinduBuddha; menganalisis serta mengevaluasi kerajaan Hindu-Buddha dalam ruang lingkup lokal, nasional, dan global. Menganalisis serta mengevaluasi kerajaan Hindu-Buddha dalam dimensi masa lalu, masa kini, dan masa depan; menganalisis serta mengevaluasi kerajaan Hindu-Buddha dari pola perkembangan, perubahan, keberlanjutan, dan keberulangan; menganalisis serta mengevaluasi kerajaan Hindu-Buddha secara diakronis (kronologi) dan/atau sinkronis.


Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu menganalisis berbagai informasi mengenai kerajaan Singasari. serta mampu merekontruksikan kebudayaan-kebudayaan dari kerajaan Singasari, baik itu bentuk politik dan pemerintahan, serta bidang keagamaan. Pastikan dan fokuskan apa yang akan anda pelajari hari ini. Bacalah materi dalam modul dan fahami isinya. Pelajari konsepan penyelesaian secara seksama dengan pemahaman bukan dengan hafalan. Selesaikan semua tugas-tugas yang ada didalam modul untuk menguji pemahaman yang diterima. Konsultasikan dengan pendidik apabila terdapat kesulitan dalam pemahaman materi dalam modul. Semoga bermanfaat. 1. 2. 3. 4. 5. 6. Petunjuk penggunaan


Kata Pengantar Seiring berjalannya waktu perkembangan teknologi semakin maju. Sehingga setiap masyarakat harus bisa mengimbangan kemajuan tersebut. hal ini dikarenakan setiap aspek dalam kehidupan masyarakat selalu mengelami perubahan. Perubahan tersebut juga mempengaruhi aspek pendidikan. Sehingga membuat pendidikan di Indonesia harus selalu menyesuaikan diri dengan perkembangan. Sehingga kurikulum atau kebijakan pemerintah sangat bergantung terhadap kemajuan pendidikan. Oleh karena itu pendidikan harus terus ber inofasi untuk menghasilkan sebuah masyarakat yang mampu mengimbangan kemajuan zaman. Hal tersebut berlaku untuk semua mata pelajaran yang ada di setiap jenjang pendidikan. Salah satunya sejarah Indonesia. Sejarah Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran yang berperan penting bagi peserta didik. Dimana pelajaran sejarah Indonesia sendiri mampu menumbuhkan rasa nasionalisme pada peserta didik. Oleh karena itu pendidik terus berupaya untuk mengembangkan bahan ajar, media, dan metode dalam pembelajaran yang dilakukan untuk menarik minat belajar peserta didik. Hal tersebut dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi untuk terus mengembangkan kegiatan pembelajaran. Modul elektronik ini disusun untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran sejarah Indonesia. Dimana Modul ini berbentuk elektronik yang dianggap lebih praktis dalam penerapanya. Dimana dapat diakses dimana saja dan kapan saja melalui media elektronik seperti Handphone, Tablet, dan Komputer.


Tau Kah Kamu? Kerajaan Majapahit adalah kerajaan hindu-budha terbesar yang pernah berdiri di wilayah nusantara dengan masa periode yang terlama di antara kerajaan hindu-budha lainya. Sejarah Kerajaan Majapahit berawal dari sejarah Kerajaan Singhasari (Wahyudi, 2013: 88). Sesudah Kerajaan Singhasari berhasil merebut kekuasaan Kerajaan Sriwijaya dari Jawa secara keseluruhan pada tahun 1290, kekuasaan Singhasari menjadi perhatian oleh Kubilai Khan di Cina. Kubilai Khan mengirimkan duta untuk meminta upeti kepada Kertanegara selaku penguasa Kerajaan Singhasari menolak permintaan upeti tersebut sehingga Membuat Kubilai Khan marah dan mengirimkan pasukan ekspedisi dengan tujuan menghukum Kerajaan Singhasari, sayangnya ketika itu bersamaan dengan terjadinya pemberontakan Kerajaan Kadiri dipimpin oleh Jayakatwang dan berhasil membunuh Kertanegara. Kertarajasa atau Raden Wijaya selaku anak menantu Kertanegara, bersekutu dengan orang mongol untuk melawan Jayakatwang, persekutuan tersebut menghasilkan kekalahan Jayakatwang (Setiawan, 2022: 108). Pembahasan


Ternyata setelah berhasil mengalahkan Jayakatwang, Raden Wijaya menyerang sekutu mongolnya dan memaksa mereka menarik pasukannya dari nusantara. Pada tahun 1293 Raden Wijaya membangun kekuasaan di tanah perdikan tepatnya daerah Trowulan, Mojokerto. Penamaan Majapahit didasarkan pada nama buah maja yang banyak ditemukan di wilayah Trowulan serta memiliki rasa yang pahit. Lanjut...... a. Pemberontakan Ranggalawe Ranggalawe merupakan salah satu pengikut setia Raden Wijaya yang turut merintis pendirian Kerajaan Majapahit pada 1293 Masehi, selain beberapa tokoh penting lainnya seperti Arya Wiraraja, Nambi, Kebo (Mahisa) Anabrang, juga Lembu Sora. Perlawanan Ranggalawe yang merupakan pemberontakan pertama di Kerajaan Majapahit diperkirakan terjadi pada 1295 atau ketika Raden Wijaya alias Kertarajasa Jayawardhana (1293-1309) masih bertahta sebagai Raja Majapahit. Peperangan dalam pemberontakan Ranggalawe terjadi di sekitar Sungai Tambak Beras, Jombang. Dinamika Pemerintahan dan Pemberontakan Di Majapahit


Penyebab pemberontakan Ranggalawe tidak puas karena merasa ia seharusnya mendapatkan posisi yang lebih tinggi. Ranggalawe semakin kesal setelah Nambi diangkat sebagai rakryan patih, jabatan paling tinggi dalam struktur pemerintahan kerajaan di bawah raja. Dalam pemberontakan ini, Ranggalawe dan Kebo Anabrang tewas di Sungai Tambak Beras yang banjir darah akibat duel dua ksatria. Akhir dari pemberontakan Ranggalawe adalah Raden Wijaya mengampuni semua anggota pasukan Ranggalawe dari Tuban yang terlibat pertempuran tersebut dan keturunan Ranggalawe masih diberi wewenang untuk memimpin Tuban. Kemudian, masyarakat Tuban menganggap Ranggalawe bukanlah seorang pemberontak, melainkan sebagai pahlawan. Pengangkatan Ranggalawe sebagai Adipati Tuban pada 12 November 1293 hingga kini diperingati sebagai hari jadi Kota Tuban. b.Pemberontakan Lembu Sora Pemberontakan lembu sora adalah pemberontakan kedua yang terjadi di Majapahit, Hal ini masih ada kaitannya dengan peristiwa Pemberontakan Ranggalawe, dimana lembu suro menikam anabrang hingga tewas saat kebo anabrang mencekik Ranggalawe. Status Ranggalawe adakan keponakan lembu sora dan lembu sora adalah paman yang mencintai keponakannya, Ranggalawe. Penyebab terjadinya pemberontakan adalah Mahapatih membisikkan kepada Raden wijaya


untuk menghukum lembu sora yang telah membunuh kebo anabrang selain itu mahapatih juga memfitnah lembu sora akan berkhianat kepada majapahit dan terjadilah pemberontakan. c. Pemberontakan Nambi Pada saat Jayanagara menduduki tahta menggantikan ayahnya Raden Wijaya, Jayanegara merasa bahwa pengikut ayahnya tidak setia sehingga fitnah yang dikatakan Mahapatih seolah-olah benar dan sampailah fitnah itu terhadap Nambi. Nambi adalah mahapatih atau menteri pertama Kerajaan Majapahit yang mati karena fitnah keji dan dituduh merencanakan pemberontakan sehingga harus dihabisi. Berdasarkan serat pararaton, bermula dari Mahapatih yang meminta nambi untuk cuti dan menyingkir dari ibu kota majapahit, peristiwa itu juga bersamaan dengan ayah nambi yang tengah sakit sehingga nambi menyetujui untuk cuti. Kemudian ketika ayahnya meninggal, nambi ingin memperpanjang masa cutinya sayangnya mahapatih menyampaikan hal yang berbeda kepada Raja Jayanegara dengan mengatakan bahwa nambi tengah membangun benteng dan pasukan untuk memberontak kepada majapahit. Hal ini memperkuat fitnah yang terjadi pada nambi karena setelah kematian nambi sang mahapatih menggantikan posisi nambi sebagai patih amangkubumi.


d. Pemberontakan Kuti Pemberontakan kuti atau Ra kuti adalah pemberontakan yang di dasari oleh ketidakpuasan atas keputusan raja jayanagara yang saat itu menjabat. Ra kuti bersama beberapa dharmaputra menilai raja jayanagara adalah seorang yang lemah mudah di pengaruhi. Pada peristiwa pemberontakan ra kuti inilah muncul sosok Gajah Mada dan pasukan Bjayangkara yang mengamankan raja jayanagara ke desa badander, setelah memastikan raja jayanagara aman gajaha mada kembali ke pusat ibu kota Kerajaan Majapahit dan menjalankan taktik agar rakyat tidak mendukung pemberontakan ra kuti. Pada akhirnya istana kembali dapat diamankan oleh Gajah Mada dan ra kuti tewas dalam pemberontakan itu, Gajah Mada pun muncul sebagai sosok yang dapat memadamkan pemberontakan yang ada. e.Pemberontakan Tanca Ra Tanca adalah sosok tabib yang terlibat dalam peperangan ra kuti. Ia diberi kesempatan oleh raja jayanagara untuk hidup dan mengabdi pada Kerajaan Majapahit. Namun ra tanca memiliki dendam tersendiri kepada Raja Jayanegara, ia merasa sikap Jayanagara jauh dari sosok seorang pemimpin dan mencoreng nama baik serta masa depan Kerajaan Majapahit. Pada suatu kesempatan Raja Jayanagara menderita luka parah akibat serangan gajah liar saat berburu di hutan.


saat dibawa ke istana dan mendapatkan pengobatan dari Ra Tanca, Ra Tanca dengan sengaja menikam raja jayanagara dengan sengaja dan menyebabkan Raja Jayanagara meninggal dunia. Kematian Raja Jayanagara menggemparkan seluruh kerajaan hingga ra tanca dipanggil dan langsung dieksekusi oleh Gajah Mada dan mulai saat itu sosok Gajah Mada mulai menorehkan sejarahnya pada kejayaan Kerajaan Majapahit. f.Pemberontakan Sadeng-Keta Pemberontakan sadeng melawan Kerajaan Majapahit merupakan aksi balas dendam atas kematian nambi. Bersama keta, orang-orang sedang melakukan serangan dan tokoh Gajah Mada memiliki peran yang cukup kuat dalam memadamkan perlawanan ini. Sadeng, keta, dan lamajang adalah daerah pelabuhan yang terhubung lewat jalur-jalur sungai. Ketiganya berperan penting sebagai bandar dagang sekaligus pemasok stok pangan untuk majapahit. Selain itu bagi orang-orang sadeng dan keta memiliki hubungan yang sagat erat dengan nambi, orang-orang sadeng dan keta menganggap Nambi adalah orang yang mengangkat derajat orang-orang sadeng dan keta. Tidak begitu jelas akhir dari peperangan ini namun adanya pemberontakan ini melapangkan dan memperkuat jalan Gajah Mada untuk menempati posisi prestisius sebagai mahapatih Kerajaan Majapahit.


Kerajaan Majapahit mencapai masa kejayaan ketika masa kepemimpinan Hayam Wuruk (1350-1389 M). Masa kejayaan Majapahit tidak terlepas dari peran Gajah Mada yang berhasil menumpas pemberontakan serta mampu menyatukan Nusantara. Sumpah Palapa yang dicetuskan oleh Gajah Mada memiliki arti untuk menaklukkan Nusantara dibawah Majapahit. Tercatat wilayah Majapahit meliputi Sumatera, Semenanjung Malaya, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, Papua, Tumasik (Singapura) dan Filipina. Selain memperluas wilayah, Majapahit juga menjalin hubungan dengan kerajaan di sekitar Asia Tenggara. Kejayaan Majapahit tidak terlepas dari armada laut dibawah Mpu Nala. Berkat strategi dan kekuatan militernya Majapahit mampu menstabilkan wilayahnya serta memperluas wilayah. Selama berjaya Kerajaan Majapahit menjadi pusat perdagangan dengan komoditas ekspor yaitu lada, garam dan lengkeng. Tau nggak Fakta Kejayaan Kerajaan Majapahit?...


Selain Masa Kejayaan Kerajaan Majaphit juga mengalami masa keruntuhan Loh.... Banyak wilayah taklukkan yang melepaskan diri Terdapat konflik perebutan takhta Meletusnya Perang Paregreg Semakin berkembangnya pengaruh Islam di Jawa Pasca meninggalnya Gajah Mada dan Hayam Wuruk Kerajaan Majapahit mengalami kemunduran. Hal ini diakibatkan oleh kurang cakapnya penerus Hayam Wuruk untuk mengelola wilayah kekuasaan Majapahit. Berikut adalah faktor runtuhnya Majapahit: Kerajaan Majapahit berakhir pada tahun 1527 setelah mendapatkan serangan dari pasukan Sultan Trenggana dari Demak. Sejak saat itu wilayah kekuasaan Majapahit berpindah ke Kerajaan Demak Seiring dengan itu, muncul pula kekuasaan kerajaan-kerajaan Islam di daerah pesisir (Setiawan, 2022: 115).


Siapa saja raja yang pernah memimpin Majapahit? Raja-raja Kerajaan Majapahit Raden Wijaya (1293-1309 M) Sri Jayanagara (1309-1328 M) Tribhuwana Tunggadewi (1328-1350 M) Hayam Wuruk (1350-1389 M) Wikramawardhana (1389-1429 M) Dyah Ayu Kencana Wungu (1429-1447 M) Prabu Brawijaya I (1447-1451 M) Prabu Brawijaya II (1451-1453 M) Prabu Brawijaya III (1456-1466 M) Prabu Brawijaya IV (1466-1468 M) Prabu Brawijaya V (1468 -1478 M) Prabu Brawijaya VI (1478-1489 M) Prabu Brawijaya VII (1489-1527 M) 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. Prasasti Prasasti Kudadu, Prasasti Sukamerta, Prasasti Prapancasapura, Prasasti Waringin Pitu, Prasasti Wurare, Prasasti Balawi, Prasasti Parung, Prasasti Biluluk, Prasasti Karang Bogem, Prasasti Katiden, dan Prasasti Canggu Prasasti Jiwu. Candi Candi Tikus, Candi Bajang Ratu, Candi Wringin Lawang, Candi Brahu, Candi Pari, Candi Penataran, Candi Jabung, Candi Sukuh, Candi Cetho, Candi Wringin Branjang, Candi Surawana Candi Minak Jinggo, Candi Rimbi, Candi Kedaton, dan Candi Sumberjati. Peninggalan Prasasti Kerajaan Majapahit


Info Pedia gaiss.... Prasasti kudadu ditemukan angka tahun 1216 Saka atau 1294 M. Berisi cerita Raden Wijaya yang dibantu Rama Kudadu dalam pelarian dari ancaman Jayakatwang yang telah membunuh Raja Singasari, Kertanegara. Prasasti sukamerta Bertuliskan tahun 1208 Saka atau 1296 M. Menceritakan Raden Wijaya ketika memperistri 4 putri Kartanegara. Terdapat juga cerita penobatan Jayanegara, putra mahkota Raden Wijaya, sebagai raja muda di daerah Daha (Kediri) pada 1295 M. Prasasti prapanca sapura Memiliki rangka tahun 1320 M dan dibuat oleh Tribhuwana Tunggadewi, Ratu Majapahit periode 1328-1350 M dan ibunda Hayam Wuruk. Prasasti ini menceritakan Hayam Wuruk yang memiliki nama lain Kummaraja Jiwana. Prasasti waringin pitu Prasasti Waringin Pitu dibuat pada 1477 M dan menceritakan tentang aturan administrasi pemerintahan Kerajaan Majapahit beserta kerajaan-kerajaan di bawahnya. Saat itu, Kerajaan Majapahit mempunyai 14 kerajaan bawahan. Prasasti Wurare Tertulis tahun 1211 Saka atau 1289 Masehi, menceritakan kisah seorang Brahmana bernama Aryya Bharad yang membagi tanah Jawa menjadi dua bagian karena terdapat dua raja yang hampir berperang, yakni Kerajaan Panjalu dan Jenggala.


Prasasti Balawi Bertuliskan tahun 1305 M. Di dalamnya tidak ditemukan penggambaran cerita yang jelas. Prasasti ini ditemukan di Desa Balawi, Lamongan, Jawa Timur. Prasasti Parung Di dalamnya tertulis angka tahun 1350 M. Pada prasasti ini, dikisahkan bahwa seorang pengadil harus punya pertimbangan matang sebelum memberikan keputusan. Prasasti Biluluk Ditemukan tiga prasasti yang masing-masing berangka tahun 1366, 1393, dan 1395 Masehi. Tiga prasasti ini berisi mengenai otonomi kekuasaan daerah Desa Bluluk dan Tanggulan, ada juga mengenai peraturan tentang pajak serta hal lain yang menyangkut penggunaan air asin. Prasasti Karang Bogem Bertuliskan angka tahun 1387 M dan berbahan logam. Prasasti ini ditemukan di Bungah, Gresik, Jawa Timur. Isinya mengenai legalisasi wilayah tempat mencari sumber daya alam berupa ikan. Prasasti Katiden Prasasti ini dibuat pada 1392 M, lokasi penemuannya di Malang dan berisi mengenai pembebasan beberapa wilayah di Desa Katiden. Lanjut Kuyy......


Masih Lanjut yaaa...... Prasasti Canggu Dituliskan tanggal pembuatannya pada 1358, prasasti ini berisi peraturan melintas di wilayah sekitar sungai Bengawan Solo dan Sungai Brantas. Prasasti Jiwu Terrtulis angka tahun 1416 Saka atau 1486 M. Menceritakan tentang pemberian tanah kepada seorang brahmana bernama Sri Brahmana Ganggadara. Peninggalan Candi Kerajaan Majapahit Candi Tikus Peninggalan Kerajaan Majapahit pertama adalah Candi Tikus. Candi ini pertama kali ditemukan pada tahun 1914 di Desa Temon, kecamatan Trowulan, kabupaten Mojokerto, Jawa timur. Candi ini diperkirakan merupakan peninggalan Majapahit yang dibangun pada masa pemerintahan Hayam Wuruk abad ke-14. Candi Penataran Candi Penataran merupakan candi Hindu peninggalan Kerajaan Majapahit di Desa Penataran, Kecamatan Nglegok. Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Tidak hanya berupa bangunan candi, di tempat ini juga ditemukan sebuah prasasti yang diberi nama Prasasti Palah. Prasasti ini diperkirakan memiliki angka tahun 1197 Masehi. Isi Prasasti Palah memberikan kabar tentang pembangunan Candi Penataran. Candi Penataran diketahui dikeluarkan oleh Raja Hayam Wuruk ketika melakukan kirab di wilayah Jawa Timur.


Dikit lagi yaaa...... Candi Jabung Selanjutnya, Candi Jabung adalah peninggalan Kerajaan Majapahit yang juga penting untuk diketahui. Candi Jabung merupakan candi yang ditemukan di Desa Jabung, Probolinggo, Jawa Timur. Candi ini diketahui pernah didatangi oleh Raja Hayam Wuruk pada tahun 1359 Masehi. Candi yang disebut sebagai Sajabung dalam Kitab Pararaton ini merupakan tempat pemakaman Bhre Gundal, yaitu salah satu keluarga kerajaan. Candi ini dihiasi dengan motif sulur dan bercorak agama Buddha. Candi Sukuh Candi Sukuh merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit yang bercorak agama Hindu. Candi ini secara administrasi terletak di wilayah Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Candi Sukuh terdiri dari tiga teras dan lima panel. Candi ini pertama kali ditemukan pada tahun 1815 oleh Johnson. Pada teras pertama Candi Sukuh ini terdapat angka tahun yang bertuliskan 1437 Masehi. Angka tahun ini dianggap sebagai angka tahun pembuatan candi ini. Candi Bajangratu atau Gapura Bajangratu Sebuah gapura yang juga disebut sebagai candi ini adalah peninggalan Kerajaan Majapahit yang terletak di Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jatim.


Candi Bajangratu ini diperkirakan dibangun pada abad ke-14 dan dikategorikan sebagai salah satu gapura terbesar pada zaman keemasan Majapahit. Candi yang awalnya dipakai untuk pintu belakang kerajaan ini, setelah wafatnya Raja Jayanegara kemudian beralih fungsi menjadi bangunan suci untuk memperingati wafatnya Jayanegara yang disebut kembali ke dunia Wisnu. Peninggalan Kitab-kitab Kerajaan Majapahit Kitab Nagarakertagama Kitab Negarakertagama termasuk salah satu kakawin 'puisi Jawa kuno' . Kitab ini merupakan kitab yang ditulis oleh Mpu Prapanca dan merupakan salah satu kitab yang termasyhur di Jawa. Kitab ini ditulis pada tahun 1365 dan pertama kali ditemukan pada tahun 1895. Kitab peninggalan Kerajaan Majapahit ini menguraikan keadaan di Keraton Majapahit dalam masa pemerintahan Hayam Wuruk serta beberapa wilayah kekuasaannya. Kitab Sutasoma Kitab Sutasoma merupakan karya sastra yang ditulis pada sekitar tahun 1365 sampai 1369. Kitab karya sastra ini memaparkan tentang timbulnya gejala-gejala pertentangan antara keraton barat dan keraton timur Majapahit. Kamu hampir selesai mempelajarinya....


Potret pengetahuan Candi Bajang Ratu Candi Jabung Candi Sukuh Candi Panataran Candi Tikus Candi Cetho Kitab Negarakartagama Kitab Sutasoma


Penugasan Mandiri Apa yang dapat kamu petik dari pembelajaran tentang perkembangan Kerajaan Majapahit? Bagaimana Gajah Mada dapat menyatukan wilayah Nusantara? Bagaimana penilaianmu tentang Sumpah Amukti Palapa dari Gajah Mada? Buatlah peta wilayah Nusantara pada abad ke-10 sampai ke15 Masehi? Jelaskan peran Sriwijaya dan Majapahit dalam proses integrasi antar oulau oada masa Hindu-Buddha! 1. 2. 3. 4. 5. Peta Wilayah Kekuasaan Kerajaan Majapahit Wah kamu berhasil mempelajarinya sekarang latihan soal ya...


Click to View FlipBook Version