Jurnal Refleksi
Modul 2.3
Pembelajaran sosial
dan emosional
Oleh: Anis Septiani, S.Pd.
CGP Angkatan 5 Kab. Banyumas
Refleksi Six Thinking Hats (Teknik 6
Topi) Model Six Thinking Hats
diperkenalkan oleh Edward de Bono
pada tahun 1985
1. Facts
What do we know?
Materi yang dipelajari dan didalami pada modul 2.2
adalah tentang pembelajaran sosial dan emosional.
Pembelajaran sosial dan emosion. al berdasarkan kerangka CASEL
(Collaborative for Academic, Social, and Emotional Learning)
menyangkut 5 kompetensi sosial-emosional yaitu kesadaran diri,
pengelolaan diri, kesadaran sosial, keterampilan sosial, dan
pengambilan keputusan yang bertanggung jawab.
Mempelajari PSE membawa pengaruh tersendiri
bagi saya. Materi tentang pembelajaran sosial
dan emosional ini merubah mindset saya selama
ini. Sebelumnya saya beranggapan bahwa
kondisi emosional murid tidak mempunyai
pengaruh terhadap aktivitas akademik dan non
akademik di sekolah. Namun, anggapan ini
ternyata tidak sepenuhnya benar karena
kondisi emosional murid berperan penting dalam
keberhasilan akademik maupun kehidupannya.
2. Feelings
Intuitions, hunches, gut
instinct.
Mempelajari hal baru selalu menyenangkan bagi
saya karena ada motivasi dari dalam diri untuk
berupaya menguasai serta memahami materi
yang sedang dipelajari dengan baik. Saat
mempelajari materi PSE ini, saya optimis dapat
mengaplikasikannya terhadap kelas yang saya
ampu dan juga kepada rekan sejawat (PTK) di
dalam maupun di luar lingkungan sekolah.
Current
Feelings
3. Benefits
Positive points.
Why an idea may be useful?
Educating the mind, without educating
the heart, is not education at all
(Aristoteles)
Bahwa dalam Pembelajaran Sosial dan Emosional juga perlu menerapkan
pendekatan berkesadaran penuh (mindfulness).
Salah satu cara yang dapat diterapkan adalah teknik STOP: Stop/ Berhenti, Take a
deep Breath/ tarik napas dalam, dan keluarkan, Observe/ Amati yang dirasakan pada
tubuh, Proceed/ lanjutkan kembali aktivitas dengan perasaan yang lebih tenang,
pikiran yang lebih jernih, dan sikap yang lebih positif.
4. Cautions
(Weakness, risks, difficulties,
dangers)
Kendala dalam mengimlementasikan PSE berbasis
Mindfullness melalui pengajaran eksplisit, integrasi dalam
praktik mengajar dan kurikulum akademik, penciptaan
iklim kelas dan budaya sekolah, dan penguatan kompetensi
sosial emosional pendidik dan tenaga kependidikan di
sekolah memerlukan waktu dan juga proses yang harus
didukung oleh semua team work yang berada dalam satu
lingkungan.
Belum terbentuknya support system dalam lingkungan
sekolah.
5. Creativity
(Ideas, possibilities, pie in the sky
alternatives)
Bahwa guru perlu belajar memahami, mengelola, dan
menerapkan pembelajaran sosial dan emosional dalam dirinya
untuk menghadapi berbagai situasi yang kompleks
menyangkut kepentingan dan kebutuhan murid. Seorang
pendidik juga membutuhkan kemampuan dasar untuk
merawat dirinya (self care) agar dapat mengelola kehidupan
profesional maupun personalnya sehingga dapat mengambil
tindakan yang lebih responsif, bukan reaktif.
6. Process (Planning for action)
What type of thinking is needed?
Pembelajaran Sosial Emosional (PSE) merupakan pembelajaran
dalam memahami, menghayati, mengelola emosi, dan mencapai
tujuan positif.
PSE juga mengajarkan bagaimana kita merasakan dan
menunjukkan empati kepada orang lain serta membangun dan
mempertahankan hubungan yang positif atau terampil dalam
mengambil keputusan yang bertanggung jawab.
6. Process
(Planning for action)
What type of thinking is needed?
Pembelajaran Sosial dan Emosional dilakukan secara
kolaboratif oleh seluruh komunitas sekolah. Proses kolaborasi
tersebut memungkinkan anak dan orang dewasa di sekolah
untuk dapat memperoleh dan menerapkan pengetahuan,
keterampilan serta sikap positif mengenai aspek sosial dan
emosional.
Jadi, diperlukan team work yang solid untuk bersama-sama
mewujudkan tujuan tersebut.
Terima Kasih