The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Disusun Oleh: M Bisma Zakawali
Dosen Pendamping: Dra. Sani Safitri, M.Si.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by M Bisma Zakawali, 2023-09-27 21:29:39

E-MODUL BERBASIS CASE BASED LEARNING

Disusun Oleh: M Bisma Zakawali
Dosen Pendamping: Dra. Sani Safitri, M.Si.

PERUSAHAAN DAGANG VEREENIGDE OOSTINDISCHE COMPAGNIE (VOC) Disusun Oleh: M Bisma Zakawali Dosen Pendamping: Dra. Sani Safitri, M.Si. ELEKTRONIK MODUL ELEKTRONIK MODUL Berbasis Materi 2023


i Kata Pengantar Secara garis besar, elektronik modul ini membahas tentang terrbentuknya perusahaan dagang VOC, masa perkembangan VOC di Nusantara, sampai dengan berakhirnya perusahaan dagang VOC, pada setiap bab dalam elektronik modul ini, tersedia forum diskusi sebagai cara untuk bertukar pikiran antara peserta didik dan rangkuman untuk mengulas kembali materi yang sudah dibahas, pada akhir setiap bab juga disediakan tes formatif yang dapat dikerjakan oleh peserta didik secara mandiri, tidak hanya itu elektronik modul ini juga pada setiap bab menyediakan sebuah metode pembelajaran berbasis kasus yang dapat diselesaikan oleh peserta didik. Harapan dalam pembuatan elektornik modul ini dapat bermanfaat terhadap peserta didik, dan membantu para pendidik untuk menjadikan bahan ajar dalam proses pembelajaran, kritik dan saran sangat dinanti agar dapat memperbaiki kesalahan yang ada pada elektronik modul yang dikembangkan ini.


ii Daftar isi SAMPUL KATA PENGANTAR……………….,,………..………..………….i DAFTAR ISI…………………………………………....…………..ii BAB 1 TERBENTUKNYA PERUSAHAAN DAGANG VOC A. Terbentuknya VOC…………………………..…………………3 B. Masuknya VOC di Nusantara………………….……….………5 C. Tokoh-Tokoh VOC………………….…………….….….……..9 D. Forum Diskusi……………………………………..…….……15 E. Rangkuman……………………………………….……….…..15 F. Tes Formatif…………………………………………..……….16 G. Case-Based Learning………………………………...…..……16 H. Daftar Pustaka…………………………………………..……..17 BAB II PERKEMBANGAN PERUSAHAAN DAGANG VOC DI NUSANTARA A. Organisasi VOC di Nusantara………………………..……….20 B. Pengaruh VOC di Bidang Ekonomi…………………….…….23 C. Pengaruh VOC di Bidang Politik……………….……….……25 D. Pengaruh VOC di Bidang Sosial Budaya…………………......27 E. Forum Diskusi…………………………………………..…….30 F. Rangkuman…………………………………………...…….…31 G. Tes Formatif…………………………………….…………..…31 H.Case-Based Learning………………………………….....……32


iii I. Daftar Pustaka……………………………………..…….…….33 BAB III BERAKHIRNYA PERUSAHAAN DAGANG VOC A. Runtuhnya Kekuasaan VOC………………………..…..……..36 B. Dampak Positif Runtuhnya VOC……………..………………38 C. Dampak Negatif Runtuhnya VOC……………………...……..40 D. Forum Diskusi………………………………………….……..41 E. Rangkuman………………………………..…………..………41 F. Tes Formatif……………………………………….……..……42 G. Case-Based Learning…………………………..……..……….42 H. Daftar Pustaka…………………………………………..……..43


1 | V e r e e n i g d e O o s t i n d i s c h e C o m p a g n i e Bab pertama ini akan membahas mengenai bagaimana terbentuknya perusahaan dagang Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) dengan tujuan terhadap peserta didik sebagai objek penjelasan mengenai materi tersebut, adapun capaian pembelajaran dan pengalaman belajar pada bab satu ini sebagai berikut: CAPAIAN PEMBELAJARAN Dengan ditinjau melalui materi bab satu, pembaca akan bisa mendapatkan pemahaman materi pembelajaran tentang terbentuknya perusahaan dagang Vereenigde Oostindiche Compagnie (VOC) dengan lebih lengkap, serta para peserta didik akan memahami bagaimana terbentuknya VOC PENGALAMAN BELAJAR Pengalaman belajar yang akan didapatkan oleh pembaca: 1. Terbentuknya VOC 2. Masuknya VOC di Nusantara 3. Tokoh-Tokoh Penting terhadap terbentuknya VOC


2 | V e r e e n i g d e O o s t i n d i s c h e C o m p a g n i e Petunjuk Belajar Elektronik Modul ini terdiri dari 3 bab materi kegiatan belajar pada tiap bab materi pembelajaran saling berkaitan antara satu sama lain, sehingga diharapkan peserta didik mampu memahami materi setiap bab agar dapat melanjutkan materi ke bab berikutnya, pada bab pertama akan menguraikan tentang terbentuknya organisasi voc, pada bab kedua akan menguraikan tentang perkembangan voc di nusantara,dan pada bab tiga akan menguraikan tentang runtuhnya voc di nusantara Untuk membantu peserta didik dalam menguasai kemampuan di atas anda dapat mempelajari keseluruhan ini dengan cara yang berurutan jangan memaksakan diri sebelum benar benar menguasai bab demi bab dalam ini karna masing masing saling berkaitan, setiap kegiatan dilengkapi dengan latihan dan metode kasus yang menjadi alat ukur tingkat ppenguasaan anda setelah mempelajari materi dalam ini.


3 | V e r e e n i g d e O o s t i n d i s c h e C o m p a g n i e Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC). A.Terbentuknya VOC VOC terbentuk pada tahun 1602 dari penggabungan enam perusahaan kecil. Setelah Compagnie van Verre yang berpangkal di Amsterdam menyelenggarakan ekspedisi yang pertama ke Asia (1595-1597) (Peterson, 2016) dan dengan demikian membuktikan bahwa orang Belanda pun sanggup melakukan pelayaran ke Asia, langsung juga didirikan perusahaanperusahaan serupa diAmsterdam, Rotterdam, dan di provinsi Zeeland Perusahaan-perusahaan tersebut biasa memodali satu ekspedisi sekali. Kendati demikian ada kesinambungan dalam susunan direksi, sebab saudagar-saudagar atau anggota pengurus itu juga yang mengusahakan ekspedisi berturut-turut. Setiap kali kapal-kapal yang berlayar menuju Asia kembali maka para penanam modal, baik anggota pengurusnya maupun para pemegang saham atau partisipan lainnya, mendapatkan kembali modal yang mereka tanam, tentu ditambah sebagian keuntungan yang telah diraih. Para perusahaan ini saling menyaingi dengan seru, dengan akibat persentase laba menurun terus. Berkurangnya keuntungan ini membuat jera para penanam modal dan mengancam kelanjutan pelayaran menuju Asia. V


4 | V e r e e n i g d e O o s t i n d i s c h e C o m p a g n i e Perusahaan ini merupakan perintis kapitalisme modern yang menggunakan saham, dalam pengumpulan Perusahaan VOC didirikan oleh para tokoh Belanda sebagai cara untuk menghindari adu mekanik antara para pedagang ketika menemukan rute dagang ke kepulauan rempah. Jadi lah VOC sebagai alat untuk mengumpulkan cuan bagi Belanda dari perdagangan.VOC menjadi begitu besar. Bak negara dalam negara, perusahaan ini mampu mempunyai angkatan bersenjata dan mengadakan perjanjian. Keuntungan yang didapatkan VOC bahkan mampu menghidupkan ekonomi Belanda sehingga menjadi kaya raya. Pusat VOC di Amsterdam hidup dari penjualan saham yang di lakukan. Modal tersebut digunakan untuk mendanai kegiatan VOC. Saham VOC waktu itu menjadi buruan masyarakat, baik dari kalangan atas maupun bawah. Melalui penggalangan saham, kompeni sebutan orang-orang kolonial Belanda dapat membiayai beberapa pelayaran sekaligus. Penjualan ini mempelopori pembukaan salah satu bursa efek paling awal di Amsterdam (Schutte, 2002) Maka, dimulai lah masa keemasan Belanda dengan VOC sebagai perusahaan yang turut berkontribusi di dalamnya. Pengumpulan biaya dengan cara ini merupakan inovasi yang mampu mengalahkan kemampuan Portugis atau Spanyol dalam pengumpulan dana yang masih ditopang oleh negara (Boediono, 2017) pada saat itu, bursa efek di Amsterdam penuh dengan orang yang antri membeli saham VOC. Iklim politik Belanda yang cukup liberal dibanding negara tetangganya memungkinkan datangnya investor untuk menghidupi negeri ini. Bahkan, banyak pengungsi Yahudi yang berdatangan ke Belanda untuk


5 | V e r e e n i g d e O o s t i n d i s c h e C o m p a g n i e meminta perlindungan dari penganiayaan yang terjadi di seluruh Eropa, kemudian turut andil dalam pengembangan ekonomi negara tersebut. kompeni terus meluaskan kekuasaanya keseluruh nusantara sehingga mampu mengungguli bangsa Eropa lainnya di kawasan ini. Dari kota ini, VOC di jalankan bak kerajaan kecil lengkap dengan pasukan dan mata uang sendiri. Kerajaan demi kerajan jatuh ke tangan cengkeramannya. Monopoli dagang yang diterapkan terhadap perniagaan membuat deviden dari saham VOC cukup menggiurkan. Kapal dagang VOC pun selalu hilir mudik penuh membawa komoditas dagang yang laku di pasaran Eropa B. Masuknya VOC di Nusantara Tahun 1619 VOC di bawah pimpinan Jenderal Jan Pieterszoon Coen menduduki Jakarta (Batavia), Wilayah VOC meliputi daerah di antar Laut jawa dan Samudera Indonesia dengan batas-batas sebelah Barat: Sungai Cisadane, sebelah Timur, sungai Citarum. Kedudukan VOC pada waktu itu: 1) Sebagai pengusaha perniagaan; 2) Sebagai penguasa pemerintahan (Perwakilan Rakyat) (Arliman, 2018) Jenderal Jan Pieterszoon Coen


6 | V e r e e n i g d e O o s t i n d i s c h e C o m p a g n i e otif kedatangan pelancong asal Belanda ke wilayah Nusantara mulanya di latar belakangi kepentingan niaga Dari praktik perdagangan hingga monopoli serta blokade pelayaran, pihak Belanda yang direpresentasikan oleh Vereenigde Oost Indische Compagnie (VOC) beralih melakukan praktik penguasaan wilayah (S.l. Saitowitz', 1988) Datangnya orang Eropa melalui jalur laut diawali oleh Vasco da Gama, yang pada tahun 1497-1498 berhasil berlayar dari Eropa ke India melalui Tanjung Pengharapan (Cape of Good Hope) di ujung selatan Afrika, sehingga mereka tidak perlu lagi bersaing dengan pedagang-pedagang Timur Tengah untuk memperoleh akses ke Asia Timur, yang selama ini ditempuh melalui jalur darat yang sangat berbahaya. Pada awalnya, tujuan utama bangsabangsa Eropa ke Asia Timur dan Tenggara termasuk ke Nusantara adalah untuk perdagangan, demikian juga dengan bangsa Belanda. Misi dagang yang kemudian dilanjutkan dengan politik pemukiman (kolonisasi) dilakukan oleh Belanda dengan kerajaan-kerajaan di Jawa, Sumatera dan Maluku, sedangkan di Suriname dan Curaçao, tujuan Belanda sejak awal adalah murni kolonisasi (pemukiman). Dengan latar belakang perdagangan inilah awal kolonialisasi bangsa Indonesia (Hindia Belanda) berawal. Selama abad ke 16 perdagangan rempah-rempah didominasi oleh Portugis dengan menggunakan Lisbon sebagai pelabuhan utama. Sebelum revolusi di negeri Belanda kota Antwerp memegang peranan penting sebagai distributor di Eropa Utara, akan tetapi setelah tahun 1591 Portugis M


7 | V e r e e n i g d e O o s t i n d i s c h e C o m p a g n i e melakukan kerjasama dengan firma-firma dari Jerman, Spanyol dan Italia menggunakan Hamburg sebagai pelabuhan utama sebagai tempat untuk mendistribusikan barang-barang dari Asia, memindah jalur perdagangan tidak melewati Belanda. Galangan Kapal Perusahaan Hindia Timur Namun ternyata perdagangan yang dilakukan Portugis tidak efisien dan tidak mampu menyuplai permintaan yang terus meninggi, terutama lada. Suplai yang tidak lancar menyebabkan harga lada meroket pada saat itu. Selain itu Unifikasi Portugal dan Kerajaan Spanyol (yang sedang dalam keadaan perang dengan Belanda pada saat itu) pada tahun 1580, menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi Belanda. ketiga faktor tersebutlah yang mendorong Belanda memasuki perdagangan rempah-rempah Interkontinental. Akhirnya Jan Huyghen van Linschoten dan Cornelis de Houtman menemukan "jalur rahasia" pelayaran Portugis, yang membawa pelayaran pertama Cornelis de Houtman ke Banten, pelabuhan utama di Jawa pada tahun 1595-1597.


8 | V e r e e n i g d e O o s t i n d i s c h e C o m p a g n i e Pada tahun 1596 empat kapal ekspedisi dipimpin oleh Cornelis de Houtman berlayar menuju Indonesia, dan merupakan kontak pertama Indonesia dengan Belanda. Ekspedisi ini mencapai Banten, pelabuhan lada utama di Jawa Barat, disini mereka terlibat dalam perseteruan dengan orang Portugis dan penduduk lokal. Houtman berlayar lagi ke arah timur melalui pantai utara Jawa, sempat diserang oleh penduduk lokal di Sedayu berakibat pada kehilangan 12 orang awak, dan terlibat perseteruan dengan penduduk lokal di Madura menyebabkan terbunuhnya seorang pimpinan local Setelah kehilangan separuh awak maka pada tahun berikutnya mereka memutuskan untuk kembali ke Belanda namun rempah rempah yang dibawa cukup untuk menghasilkan keuntungan. Perusahaan ini mendirikan markasnya di Batavia (sekarang Jakarta) di pulau Jawa (Firmansyah, 2021) Pos kolonial lainnya juga didirikan di tempat lainnya di Hindia Timur yang kemudian menjadi Indonesia, seperti di kepulauan rempah-rempah (Maluku), yang termasuk Kepulauan Banda di mana VOC manjalankan monopoli atas pala dan fuli. Metode yang digunakan untuk mempertahankan monompoli termasuk kekerasan terhadap populasi lokal, dan juga pemerasan dan pembunuhan massal. Pos perdagangan yang lebih tentram di Deshima, pulau buatan di lepas pantai Nagasaki, adalah tempat satu-satunya di mana orang Eropa dapat


9 | V e r e e n i g d e O o s t i n d i s c h e C o m p a g n i e berdagang dengan Jepang. Tahun 1603 VOC memperoleh izin di Banten untuk mendirikan kantor perwakilan, dan pada 1610 Pieter Both diangkat menjadi Gubernur Jenderal VOC pertama (1610-1614), namun ia memilih Jayakarta sebagai basis administrasi VOC. Sementara itu, Frederik de Houtman menjadi Gubernur VOC di Ambon (1605 - 1611) dan setelah itu menjadi Gubernur untuk Maluku (1621 - 1623). Ilustrasi Belanda Mendarat di Nusantara C.Tokoh – Tokoh VOC 1. Johannes van den Bosch Johannes graaf van den Bosch (lahir di Herwijnen, Lingewaal, 1 Februari 1780 –meninggal di Den Haag, 28 Januari 1844 pada umur 63 tahun) adalah Gubernur-Jenderal Hindia Belanda yang ke-43. Ia memerintah antara tahun 1830 – 1834. Pada masa pemerintahannya Tanam Paksa (Cultuurstelsel) mulai direalisasi, setelah sebelumnya hanya merupakan konsep kajian yang dibuat untuk menambah kas pemerintah


10 | V e r e e n i g d e O o s t i n d i s c h e C o m p a g n i e kolonial maupun negara induk Belanda yang kehabisan dana karena peperangan di Eropa maupun daerah koloni (terutama di Jawa dan Pulau Sumatera) Sumber: Lukisan Raden Saleh Syarief Bustaman Van den Bosch dilahirkan di Herwijnen, Provinsi Gelderland, Belanda. Kapal yang membawanya tiba di Pulau Jawa tahun 1797, sebagai seorang letnan; tetapi pangkatnya cepat dinaikkan menjadi kolonel. Pada tahun 1810 sempat dipulangkan ke Belanda karena perbedaan pendapat dengan Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels. Setelah kepulangannya ke Belanda pada bulan November 1813, Van den Bosch beragitasi untuk kembalinya Wangsa Oranje. Dia diangkat kembali sebagai kolonel di ketentaraan dan menjadi Panglima Maastricht. Di Belanda karier militernya membuatnya terlibat sebagai


11 | V e r e e n i g d e O o s t i n d i s c h e C o m p a g n i e komandan di Maastricht dengan pangkat sebagai mayor jenderal. Di luar kegiatan karier, Van den Bosch banyak membantu menyadarkan warga Belanda akan kemiskinan akut di wilayah koloni. Pada tahun 1827, dia diangkat menjadi jenderal komisaris dan dikembalikan ke Batavia (kini Jakarta), hingga akhirnya menjadi Gubernur Jenderal pada tahun 1830. Van den Bosch kembali ke Belanda sesudah lima tahun. Dia pensiun secara sukarela pada tahun 1839. 2. Herman Willem Daendels Meester in de Rechten Herman Willem Daendels (lahir di Hattem, Gelderland, Republik Belanda, 21 Oktober 1762 – meninggal di Elmina, Belanda Pantai Emas, 2 Mei 1818 pada umur 55 tahun), adalah seorang politikus Belanda yang merupakan Gubernur-Jenderal Hindia Belanda yang ke-36. Ia memerintah antara tahun 1808 – 1811. Masa itu Belanda sedang dikuasai oleh Perancis. Setelah perjalanan yang panjang melalui Pulau Kanari, Daendels tiba di Batavia pada tanggal 5 Januari 1808 dan menggantikan GubernurJenderal Albertus Wiese. Daendels diserahi tugas terutama untuk melindungi pulau Jawa dari serangan tentara Inggris. Jawa adalah satusatunya daerah koloni Belanda-Perancis yang belum jatuh ke tangan Inggris setelah Isle de France dan Mauritius pada tahun 1807 Berbeda dengan apa yang dipercaya orang selama ini, Daendels selama masa pemerintahannya memang memerintahkan pembangunan jalan di Jawa tetapi tidak dilakukan dari Anyer hingga Panarukan.


12 | V e r e e n i g d e O o s t i n d i s c h e C o m p a g n i e Sumber: Lukisan Raden Saleh Syarief Bustaman Jalan antara Anyer dan Batavia sudah ada ketika Daendels tiba. Oleh karena itu menurut het Plakaatboek van Nederlandsch Indie jilid 14, Daendels mulai membangun jalan dari Buitenzorg menuju Cisarua dan seterusnya sampai ke Sumedang.Pembangunan dimulai bulan Mei 1808. Di Sumedang, proyek pembangunan jalan ini terbentur pada kondisi alam yang sulit karena terdiri atas batuan cadas, akibatnya para pekerja menolak melakukan proyek tersebut dan akhirnya pembangunan jalan macet. Akhirnya Pangeran Kornel turun tangan dan langsung menghadap Daendels untuk meminta pengertian atas penolakan para pekerja. Ketika mengetahui hal ini, Daendels memerintahkan komandan pasukan zeni Brigadir Jenderal von Lutzow untuk mengatasinya. Berkat tembakan artileri, bukit padas berhasil diratakan dan pembangunan diteruskan hingga Karangsambung. Sampai Karangsambung, proyek pembangunan


13 | V e r e e n i g d e O o s t i n d i s c h e C o m p a g n i e itu dilakukan dengan kerja upah. Para bupati pribumi diperintahkan menyiapkan tenaga kerja dalam jumlah tertentu dan masing-masing setiap hari dibayar 10 sen per orang dan ditambah dengan beras serta jatah garam setiap minggu. 3. Thomas Stamford Bingley Raffles Sir Thomas Stamford Bingley Raffles (lahir di Jamaica, 6 Juli 1781 meninggal di London, Inggris, 5 Juli 1826 pada umur 44 tahun) adalah GubernurJenderal Hindia Belanda yang terbesar. Ia adalah seorang warganegara Inggris. Ia dikatakan juga pendiri kota dan negara kota Singapura. Ia salah seorang Inggris yang paling dikenal sebagai yang menciptakan kerajaan terbesar di dunia


14 | V e r e e n i g d e O o s t i n d i s c h e C o m p a g n i e Raffles diangkat sebagai Letnan Gubernur Jawa pada tahun 1811, ketika Kerajaan Inggris mengambil alih jajahan-jajahan Kerajaan Belanda dan ia tidak lama kemudian dipromosikan sebagai Gubernur Sumatera, ketika Kerajaan Belanda diduduki oleh Napoleon Bonaparte dari Perancis. Sewaktu Raffles menjabat sebagai penguasa Hindia Belanda, ia telah mengusahakan banyak hal, yang mana antara lain adalah sebagai berikut: beliau mengintroduksi otonomi terbatas, menghentikan perdagangan budak, mereformasi sistem pertanahan pemerintah kolonial Belanda, menyelidiki flora dan fauna Indonesia, meneliti peninggalanpeninggalan kuno seperti Candi Borobudur dan Candi Prambanan, Sastra Jawa serta banyak hal lainnya. Tidak hanya itu, demi meneliti dokumen-dokumen sejarah Melayu yang mengilhami pencarian Raffles akan Candi Borobudur, ia pun kemudian belajar sendiri Bahasa Melayu. Hasil penelitiannya di pulau Jawa dituliskannya pada sebuah buku berjudul: History of Java, yang menceritakan mengenai sejarah pulau Jawa. Dalam melakukan penelitiannya, Raffles dibantu oleh dua orang asistennya yaitu: James Crawfurd dan Kolonel Colin Mackenzie. Istri Raffles, Olivia Mariamne, wafat pada tanggal 26 November 1814 di Buitenzorg dan dimakamkan di Batavia, tepatnya di tempat yang sekarang menjadi Museum Prasasti. Di Kebun Raya Bogor dibangun monumen peringatan untuk mengenang kematian sang istri.


15 | V e r e e n i g d e O o s t i n d i s c h e C o m p a g n i e D. Forum Diskusi Setelah kegiatan pembelajaran dengan melalui penjelasan materi diatas yang telah dibahas kepada peserta didik, selanjutnya silahakan kalian pahami dan berikan kesimpulan mengenai: 1. Latar belakang terbentuknya VOC 2. Masuknya VOC di Nusanatara 3. Peran Tiga Tokoh VOC E. Rangkuman Datangnya orang Eropa melalui jalur laut diawali oleh Vasco da Gama, yang pada tahun 1497-1498 berhasil berlayar dari Eropa ke India melalui Tanjung Pengharapan (Cape of Good Hope) di ujung selatan Afrika, sehingga mereka tidak perlu lagi bersaing dengan pedagang-pedagang Timur Tengah untuk memperoleh akses ke Asia Timur, yang selama ini ditempuh melalui jalur darat yang sangat berbahaya. Johannes van den Bosch Johannes graaf van den Bosch (lahir di Herwijnen, Lingewaal, 1 Februari 1780 –meninggal di Den Haag, 28 Januari 1844 pada umur 63 tahun) adalah Gubernur-Jenderal Hindia Belanda yang ke-43. Herman Willem Daendels Meester in de Rechten Herman Willem Daendels (lahir di Hattem, Gelderland, Republik Belanda, 21 Oktober 1762 – meninggal di Elmina, Belanda Pantai Emas, 2 Mei 1818 pada umur 55 tahun), adalah seorang politikus Belanda yang merupakan Gubernur-Jenderal Hindia Belanda yang ke-36.


16 | V e r e e n i g d e O o s t i n d i s c h e C o m p a g n i e Raffles diangkat sebagai Letnan Gubernur Jawa pada tahun 1811, ketika Kerajaan Inggris mengambil alih jajahan-jajahan Kerajaan Belanda dan ia tidak lama kemudian dipromosikan sebagai Gubernur Sumatera, ketika Kerajaan Belanda diduduki oleh Napoleon Bonaparte dari Perancis. F. Tes Formatif 1. Beri penjelasan bagaimana VOC terbentuk? 2. Sebutkan tujuan dari terbentuknya VOC? 3. Apa yang melatar belakangi VOC ke Nusantara? 4. Bagaiamana Peran Herman Willem Daendels pada saat berada di Nusantara G.Case-Based Learning Berdasarkan dengan materi yang disampaikan pada bab I, peserta didik diharapakan mampu untuk menyelesaikan kasus yang diberikan, silahkan untuk mencermti kasus dibawah ini: Pada saat masa terbentuknya perusahaan dagang VOC pada tahun 1602, sudah ada perusahaan dagang yang didirikan instansi swasta inggis yang bernama East Indies Company (EIC) pada tahun 1600, yang menyebabkan antara kedua perusahan dagang tersebut mengalami persaingan yang sangat hebat sehingga terjadinya sebuah kasus pembantaian Amboina pada tahun 1623, kasus tersebut disebutkan dikaranakan adanya penghianatan dan menjadi salah satu alasan persaingan Britani dan Belanda yang semakin kuat


17 | V e r e e n i g d e O o s t i n d i s c h e C o m p a g n i e Melalui dengan adanya sebuah kasus di atas peserta didk mampu menganalisis sebab dan akibat yang terjadi pada sebuah kasus yang diberikan tersebut H.Daftar Pustaka Arliman. (2018). HUKUM ADAT DI INDONESIA DALAM PANDANGAN PARA AHLI. JURNAL SELAT, 177-190. Boediono. (2017). Ekonomi Indonesia. Bandung: Mizan. Firmansyah. (2021). COLONIAL TOWN PONTIANAK: PROSES TERBENTUK DAN PERKEMBANGANYA PADA MASA VEREENIGDE OOST-INDISCHE COMPAGNIE (VOC) TAHUN 1779-1791. Jurnal Artefak, 111-118. Peterson, J. E.-B. (2016). The emergence of the Gulf States: studies in modern. London-Oxford-New York-New Delhi-Sydney: Bloomsbury. S.l. Saitowitz', R. H. (1988). The Vereenigde Oost-Indische Compagnie and inscribed glassware. South African Journal oj Science, 900-904. Schutte, G. J. (2002). Het Indisch Sion: de Gereformeerde kerk onder de Verenigde Oost-Indische Compagnie. Typografie: SPrePress, Hilversum.


18 | V e r e e n i g d e O o s t i n d i s c h e C o m p a g n i e Bab kedua ini akan membahas mengenai bagaimana Perkembangan perusahaan dagang VOC di Nusantara dengan tujuan terhadap peserta didik sebagai objek penjelasan mengenai materi tersebut, adapun capaian pembelajaran dan pengalaman belajar pada bab kedua ini sebagai berikut: CAPAIAN PEMBELAJARAN Dengan ditinjau melalui materi bab kedua, pembaca akan bisa mendapatkan pemahaman materi pembelajaran tentang terbentuknya perkembangan perusahaan dagang VOC di Nusantara dengan lebih lengkap, serta para peserta didik akan memahami bagaimana perkembangan VOC PENGALAMAN BELAJAR Pengalaman belajar yang akan didapatkan oleh pembaca: 1. Perkembangan VOC di Nusantara 2. Perkembangan VOC setiap bidang baik Ekonomi, Politik, Sosial Budaya


19 | V e r e e n i g d e O o s t i n d i s c h e C o m p a g n i e Petunjuk Belajar Elektronik Modul ini terdiri dari 3 bab materi kegiatan belajar pada tiap bab materi pembelajaran saling berkaitan antara satu sama lain, sehingga diharapkan peserta didik mampu memahami materi setiap bab agar dapat melanjutkan materi ke bab berikutnya, pada bab pertama akan menguraikan tentang terbentuknya organisasi voc, pada bab kedua akan menguraikan tentang perkembangan voc di nusantara,dan pada bab tiga akan menguraikan tentang runtuhnya voc di nusantara Untuk membantu peserta didik dalam menguasai kemampuan di atas anda dapat mempelajari keseluruhan ini dengan cara yang berurutan jangan memaksakan diri sebelum benar benar menguasai bab demi bab dalam ini karna masing masing saling berkaitan, setiap kegiatan dilengkapi dengan latihan dan metode kasus yang menjadi alat ukur tingkat ppenguasaan anda setelah mempelajari materi dalam ini.


20 | V e r e e n i g d e O o s t i n d i s c h e C o m p a g n i e A.Organisasi VOC di Nusantara Peta Nusanatara usantara dikenal sebagai salah satu Negeri yang memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah dan beranekaragam. Kekayaan yang dimiliki tersebut bersumber dari wilayah nusantara yang terdiri dari berbagai pulau - pulau yang dipisahkan oleh lautan. Sumber daya alam tersebut juga memiliki peranan penting dalam perkembangan kehidupan manusia (Angelina Sutanto et al., 2013) Dengan adanya kekayaan sumber daya alam yang cukup besar ini bangsa Eropa tertarik terhadap nusantara, khususnya rempah - rempah. Bangsa Eropa sama sekali belum pernah melihat tanaman rempah sehingga imajinasi mereka terurai liar. Sebagai contoh, mereka membayangkan lada dipanen seperti anggur, tumbuh di pohon, bukan di sulur seperti pada kenyataan. Rempah-rempah banyak diburu oleh bangsa Eropa, karena mengandung banyak manfaat bagi kehidupan, N


21 | V e r e e n i g d e O o s t i n d i s c h e C o m p a g n i e salah satunya sebagai bahan baku untuk membuat ramuan obat obatan yang berguna bagi kesehatan manusia, Kekayaan sumber daya alam nusantara tersebar di seluruh pulau pulau nusantara, dengan ciri khasnya masing masing, dan kemudian menjadi komoditas utama bagi pribumi maupun bangsa asing yang menguasai nusantara. Dibawah administrasi Belanda, identifikasi bangsa pribumi dan alam nusantara semakin berkembang dan tersistematis sehingga alam nusantara dapat menghasilkan komoditas yang dapat diandalkan Perkembangan VOC di Nusantara adalah salah satu aspek penting dari sejarah Indonesia. VOC, singkatan dari Vereenigde Oost-Indische Compagnie atau Perserikatan Perusahaan Hindia Timur, didirikan pada tahun 1602 oleh pemerintah Belanda untuk mengendalikan perdagangan rempah-rempah di wilayah Nusantara. Dalam bab ini, kita akan membahas perkembangan VOC di Nusantara, termasuk pengaruhnya terhadap ekonomi, politik, dan budaya di daerah tersebut. Salah satu alasan utama pendirian VOC adalah untuk mengamankan monopoli perdagangan rempah-rempah, terutama cengkih dan lada, yang sangat berharga pada saat itu. Dengan mendirikan pos perdagangan dan benteng di berbagai pulau di Nusantara, VOC berhasil menguasai jalur perdagangan rempahrempah dan mengendalikan produksi serta distribusinya. Hal ini memberikan keuntungan besar bagi Belanda dan memperkuat posisinya sebagai kekuatan ekonomi di Eropa.


22 | V e r e e n i g d e O o s t i n d i s c h e C o m p a g n i e Pengaruh VOC di Nusantara tidak hanya terbatas pada sektor ekonomi, tetapi juga mempengaruhi politik dan budaya. VOC mendirikan pemerintahan kolonial di wilayah Nusantara, dengan mengangkat gubernur dan membangun benteng-benteng untuk mempertahankan kekuasaannya. Mereka juga memanfaatkan sistem pribumi yang ada untuk memaksimalkan keuntungan mereka. Akibatnya, banyak wilayah di Nusantara menjadi bagian dari kolonial Belanda dan mengalami pengaruh budaya Eropa yang signifikan. Batavia pada masa penduduk VOC (1754) Namun, perkembangan VOC di Nusantara juga memicu perlawanan dan perjuangan dari masyarakat pribumi. Beberapa kerajaan lokal, seperti Mataram dan Banten, mencoba melawan kekuasaan VOC untuk mempertahankan kedaulatan mereka. Perangperang yang terjadi antara VOC dan pihak lokal sering kali berakhir dengan kekalahan dan penaklukan oleh VOC. Namun, perlawanan terus berlanjut dan memainkan peran penting dalam pembentukan pergerakan nasional di kemudian hari.


23 | V e r e e n i g d e O o s t i n d i s c h e C o m p a g n i e B. Pengaruh VOC bidang Ekonomi VOC atau Vereenigde Oost-Indische Compagnie adalah perusahaan dagang Belanda yang beroperasi di Asia pada abad ke-17 hingga abad ke-18 VOC memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan ekonomi di Nusantara, yang saat itu meliputi wilayah Indonesia yang sekarang. Koin VOC Salah satu dampak ekonomi VOC di Nusantara adalah masuknya sistem kolonialisme. VOC datang ke Nusantara dengan tujuan untuk mengendalikan perdagangan rempah-rempah yang melimpah di wilayah ini (Seprina & Wahyuni, 2021)Mereka mendirikan pos perdagangan di berbagai daerah, seperti Batavia (sekarang Jakarta), Ambon, dan Banda. Dalam rangka memperoleh monopoli perdagangan, VOC menggunakan kekerasan dan memaksakan kontrak yang tidak menguntungkan bagi penduduk lokal. Hal ini mengakibatkan eksploitasi sumber daya alam dan ekonomi di Nusantara. Namun, tidak dapat disangkal bahwa VOC juga membawa perubahan signifikan dalam sistem ekonomi di Nusantara. Mereka memperkenalkan sistem moneter yang stabil dan efisien dengan


24 | V e r e e n i g d e O o s t i n d i s c h e C o m p a g n i e menggunakan mata uang Belanda, seperti ducat dan gulden. Hal ini memfasilitasi pertukaran barang dan meningkatkan perdagangan antara Nusantara dan dunia luar. Selain itu, VOC juga membangun infrastruktur perdagangan, seperti pelabuhan, gudang, dan jaringan transportasi yang mempermudah distribusi barang. VOC juga berperan dalam mengembangkan sektor pertanian dan perkebunan di Nusantara. Mereka mengenalkan teknik pertanian modern, seperti penggunaan pupuk dan rotasi tanaman. Selain itu, VOC juga memperkenalkan tanaman baru, seperti kopi dan nilam, yang menjadi komoditas ekspor utama. Hal ini membantu meningkatkan produksi pertanian dan meningkatkan pendapatan petani di Nusantara (Rahmawati, 2022) Sektor Perkebunan Nusantara Namun, ada juga dampak negatif dari kehadiran VOC di Nusantara. Monopoli perdagangan yang diterapkan oleh VOC menghancurkan industri lokal yang ada sebelumnya. Banyak pengrajin


25 | V e r e e n i g d e O o s t i n d i s c h e C o m p a g n i e tradisional, seperti pengrajin kain, kerajinan perak, dan kerajinan kayu, kehilangan mata pencaharian mereka karena persaing C. Pengaruh VOC bidang Politik Perkembangan VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) di Nusantara memiliki pengaruh yang signifikan dalam politik di wilayah ini. VOC merupakan perusahaan dagang Belanda yang didirikan pada tahun 1602 dengan tujuan menguasai perdagangan rempah-rempah di Asia, terutama di Nusantara. Dalam bab ini, kita akan membahas bagaimana politik VOC mempengaruhi perkembangan Nusantara pada saat itu. Salah satu pengaruh politik VOC yang paling mencolok adalah dominasinya terhadap wilayah Nusantara. VOC berhasil menguasai sebagian besar perdagangan rempah-rempah di Nusantara, seperti cengkih, lada, dan pala. Dominasi ini terjadi melalui berbagai cara, termasuk penaklukan militer terhadap kerajaan-kerajaan lokal yang memegang kendali atas perdagangan rempah-rempah. VOC juga mendirikan pos perdagangan dan benteng-benteng di berbagai wilayah Nusantara sebagai bagian dari strategi pengendalian mereka. Rempah-Rempah Cengkeh, Lada, dan Pala


26 | V e r e e n i g d e O o s t i n d i s c h e C o m p a g n i e Pengaruh politik VOC juga terlihat dalam bentuk sistem pemerintahan yang mereka terapkan di Nusantara. VOC menerapkan sistem pemerintahan kolonial yang kuat dan otoriter Mereka mengangkat gubernur-gubernur jenderal yang memiliki kekuasaan mutlak atas wilayah Nusantara dan penduduknya. Sistem ini memungkinkan VOC untuk dengan mudah mengendalikan perdagangan dan mengeksploitasi sumber daya Nusantara (Sugiarnik, 2022) Selain itu, politik VOC juga mempengaruhi struktur sosial di Nusantara. Mereka memperkenalkan sistem monopoli perdagangan yang menguntungkan mereka sendiri. Hal ini menyebabkan para pedagang lokal kehilangan akses ke pasar dan merugikan ekonomi local (Zulfikar, 2021) Selain itu, VOC juga membawa banyak tenaga kerja asing ke Nusantara seperti orangorang Tionghoa dan Belanda. Hal ini mengubah komposisi demografis dan sosial di wilayah tersebut. Pengaruh politik di Belanda juga sangat memengaruhi kebijakan dan operasi VOC di Nusantara. VOC adalah perusahaan yang didirikan dan dikelola oleh pemerintah Belanda. Pemerintah Belanda memberikan monopoli perdagangan kepada VOC dan juga memberikan dukungan politik dan militer. Pengaruh politik ini memungkinkan VOC untuk


27 | V e r e e n i g d e O o s t i n d i s c h e C o m p a g n i e mengendalikan perdagangan di Nusantara dan melindungi kepentingan mereka dengan menggunakan kekuatan militer jika diperlukan. Misalnya, VOC menggunakan kekuatan militer untuk merebut kotakota penting seperti Malaka dan Jayakarta (kemudian menjadi Batavia, sekarang Jakarta). Selain itu, politik lokal di Nusantara juga memiliki pengaruh signifikan dalam perkembangan VOC. Di beberapa daerah, VOC bekerja sama dengan penguasa setempat untuk memperoleh akses ke sumber daya alam dan pasar lokal. Mereka menjalin hubungan dagang dengan penguasa lokal dan memberikan dukungan politik dalam bentuk perlindungan dan keamanan. Namun, di daerah lain, VOC juga terlibat dalam konflik politik dengan penguasa setempat. Mereka menggunakan kekuatan militer untuk menaklukkan dan mengendalikan wilayah yang tidak mau bekerja sama dengan mereka. Ini menciptakan ketegangan politik dan seringkali memicu perlawanan dari masyarakat setempat. Namun, pengaruh politik VOC juga memiliki dampak negatif bagi masyarakat Nusantara. Monopoli VOC atas perdagangan mengakibatkan eksploitasi sumber daya alam dan ekonomi di Nusantara. VOC mengendalikan harga komoditas seperti rempahrempah D. Pengaruh VOC bidang Sosial Budaya Perusahaan Hindia Timur Belanda (VOC) memiliki peran yang sangat penting dalam sejarah Nusantara. Selama lebih dari dua abad,


28 | V e r e e n i g d e O o s t i n d i s c h e C o m p a g n i e VOC memainkan peran dominan dalam perdagangan di wilayah ini. Namun, penting untuk dipahami bahwa VOC tidak hanya mempengaruhi aspek ekonomi, tetapi juga berdampak signifikan pada sosial budaya masyarakat Nusantara pada saat itu. Salah satu pengaruh sosial budaya VOC adalah perubahan dalam pola hidup dan kebiasaan masyarakat Nusantara. VOC membawa barang-barang baru ke wilayah ini, seperti pakaian, makanan, dan barang-barang mewah lainnya. Hal ini menyebabkan perubahan dalam gaya hidup masyarakat, dengan masyarakat Nusantara mulai mengadopsi gaya hidup Eropa yang lebih modern. Misalnya, pakaian tradisional digantikan oleh pakaian Barat, dan makanan Eropa mulai menjadi bagian dari pola makan sehari-hari. Penampilan Para Penguasa VOC Selain itu, VOC juga mempengaruhi bahasa dan budaya di Nusantara. Bahasa Belanda menjadi bahasa administrasi dan perdagangan yang dominan di wilayah ini. (Ramadhan Supratman, 2021)Banyak kata-kata Belanda yang diadopsi ke dalam bahasa lokal, dan banyak orang Nusantara yang mulai belajar bahasa Belanda. Hal ini tidak hanya mempengaruhi komunikasi antara VOC dan masyarakat


29 | V e r e e n i g d e O o s t i n d i s c h e C o m p a g n i e Nusantara, tetapi juga mengubah pola pikir dan cara berpikir masyarakat Nusantara. Pengaruh sosial budaya VOC juga terlihat dalam agama. VOC adalah perusahaan perdagangan yang didukung oleh pemerintah Belanda, yang pada saat itu adalah negara Protestan. Oleh karena itu, VOC membawa pengaruh Protestan ke Nusantara. Banyak orang Nusantara yang kemudian masuk agama Protestan dan mengadopsi kebiasaan dan praktik Protestan. Hal ini mengubah lanskap agama di Nusantara, dengan agama Kristen menjadi lebih dominan di beberapa daerah. Namun, pengaruh sosial budaya VOC tidak selalu positif. VOC juga terlibat dalam perdagangan budak di Nusantara, yang menyebabkan penderitaan yang tak terbayangkan bagi jutaan orang. Pendidikan di wilayah VOC Tidak hanya itu saja Perkembangan VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) di Nusantara memiliki pengaruh yang signifikan terhadap sosial dan budaya di wilayah ini. pengaruh VOC terhadap sosial budaya yang lain di Nusantara terlihat melalui perubahan dalam pola perdagangan. VOC membawa sistem perdagangan kapitalis baru yang didasarkan pada keuntungan ekonomi.


30 | V e r e e n i g d e O o s t i n d i s c h e C o m p a g n i e Mereka mengenalkan konsep monopoli perdagangan, di mana mereka menjadi satu-satunya perusahaan yang diizinkan untuk berdagang dengan negara-negara di wilayah tersebut. Hal ini mengubah pola perdagangan tradisional yang ada sebelumnya di Nusantara, di mana pedagang lokal bebas berdagang dengan negara-negara Eropa lainnya. Dalam sistem monopoli VOC, pedagang lokal harus berurusan dengan VOC dan menjual hasil bumi mereka melalui perusahaan tersebut. Hal ini mengakibatkan terjadinya pergeseran kekuasaan ekonomi dari pedagang lokal ke tangan VOC. Selain itu, VOC juga membawa pengaruh besar terhadap kehidupan sosial masyarakat di Nusantara. Kehadiran VOC membawa banyak imigran Belanda dan Eropa lainnya ke wilayah ini. Mereka membawa budaya dan kebiasaan mereka sendiri, yang secara bertahap mempengaruhi pola hidup dan budaya lokal. Misalnya, masyarakat di kota-kota pelabuhan seperti Batavia (sekarang Jakarta) dan Semarang mulai mengadopsi gaya hidup Eropa, seperti pakaian, makanan, dan arsitektur. Selain itu, VOC juga memperkenalkan sistem pendidikan Eropa di Nusantara, yang membawa perubahan signifikan dalam pendidikan dan pengetahuan di wilayah ini. E. Forum Diskusi Setelah kegiatan pembelajaran dengan melalui penjelasan materi diatas yang telah dibahas kepada peserta didik, selanjutnya silahakan kalian pahami dan berikan kesimpulan mengenai:


31 | V e r e e n i g d e O o s t i n d i s c h e C o m p a g n i e 1. Perkembangan Ekonomi VOC di Nusantara 2. Perkembangan Politik VOC di Nusantara 3. Perkembangan Sosial dan Budaya VOC di Nusantara F. Rangkuman Rempah-rempah banyak dicari oleh bangsa Eropa, karena mengandung banyak manfaat bagi kehidupan, salah satunya sebagai bahan baku untuk membuat ramuan obat obatan yang berguna bagi kesehatan manusia, Kekayaan sumber daya alam nusantara tersebar di seluruh pulau pulau nusantara, dengan ciri khasnya masing masing, dan kemudian menjadi komoditas utama bagi pribumi maupun bangsa asing yang menguasai nusantara. Dibawah administrasi Belanda, identifikasi bangsa pribumi dan alam nusantara semakin berkembang dan tersistematis sehingga alam nusantara dapat menghasilkan komoditas yang dapat diandalkan Perkembangan VOC di Nusantara adalah salah satu aspek penting dari sejarah Indonesia Dengan mendirikan pos perdagangan dan benteng di berbagai pulau di Nusantara, VOC berhasil menguasai jalur perdagangan rempah-rempah dan mengendalikan produksi serta distribusinya. G.Tes Formatif 1. Bagaimana VOC dapat menguasai jalur perdagangan rempah dengan sangat cepat di Nusantara? 2. Jelaskan pengaruh bidang Ekonomi terhadap perkembangan VOC di Nusantara?


32 | V e r e e n i g d e O o s t i n d i s c h e C o m p a g n i e 3. Jelaskan pengaruh bidang Politik terhadap perkembangan VOC di Nusantara? 4. Jelaskan pengaruh bidang Ekonomi terhadap perkembangan VOC di Nusantara? H.Case-Based Learning Berdasarkan dengan materi yang disampaikan pada bab II, peserta didik diharapakan mampu untuk menyelesaikan kasus yang diberikan, silahkan untuk mencermti kasus dibawah ini: Perkembangan VOC di Nusantara tidak lepas dengan adanya sebuah eksploitasi terhadap daerah yang memiliki sumber daya alam yang melimpah, sehingga sering terjadinya kasus perlawanan antara VOC dan kerajaan di nusantara pada masa itu, perlawanan tersebut pernah terjadi antara VOC dan rakyat Makasar sehingga menyebabkan dipaksanya Sultan Hasanudin untuk menandatangani perjanjian Bongaya tahun 1667 Melalui dengan adanya sebuah kasus di atas peserta didk mampu menganalisis bagaiamana bentuk perlawan yang terjadi oleh rakyat makasar serta menganalasis bentuk dari perjanjian anatara voc dan rakyat makasar tersebut


33 | V e r e e n i g d e O o s t i n d i s c h e C o m p a g n i e I. Daftar Pustaka Angelina Sutanto, M., Riyanto, B., Christine Yuwono, E., Kristen Petra, U., Desain Komunikasi Visual, J., & Sastra dan Seni Rupa, F. (2013). PERANCANGAN PROMOSI UNTUK MENUNJANG POTENSI WISATA BAHARI KEPULAUAN KANGEAN, KABUPATEN SUMENEP, JAWA TIMUR. Rahmawati, R. (2022). PERKEMBANGAN KONDISI EKONOMI BANGSA INDONESIA PADA MASA HINDIA BELANDA TAHUN 1900-1940. Ramadhan Supratman, F. (2021). KOLEKSI SURAT KABAR LANGKA BERBAHASA ASING DI PERPUSTAKAAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA. Shaut Al-Maktabah : Jurnal Perpustakaan, Arsip Dan Dokumentasi, 13(1), 14–27. https://doi.org/10.37108/shaut.v12i2.314 Seprina, R., & Wahyuni, A. (2021). STUDY PERKEMBANGAN PEREKONOMIAN JAMBI MASA HINDIA-BELANDA (1906-1942) SEBAGAI BAHAN AJAR PEMBELAJARAN SEJARAH BERBASIS LOKAL. Edu Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial FKIP Universitas Jambi, 1(1), 84–93. Sugiarnik, I. (2022). GUBERNUR JENDERAL HINDIABELANDA DAN KEBIJAKANNYA PADA TAHUN 1900- 1945 SERTA KONDISI SOSIAL, BUDAYA DAN EKONOMI. SINDANG: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH DAN KAJIAN SEJARAH, 4, 150–163. Zulfikar. (2021). Sejarah Tanpa Manusia: Historiografi Abad VII‒ XXI : Jejak Pustaka. Yogyakarta: Jejak Pustaka.


34 | V e r e e n i g d e O o s t i n d i s c h e C o m p a g n i e Bab ketiga ini akan membahas mengenai berakhirnya perusahaan dagang VOC di Nusantara dengan tujuan terhadap peserta didik sebagai objek penjelasan mengenai materi tersebut, adapun capaian pembelajaran dan pengalaman belajar pada bab ketiga ini sebagai berikut: CAPAIAN PEMBELAJARAN Dengan ditinjau melalui materi bab ketiga, pembaca akan bisa mendapatkan pemahaman materi pembelajaran tentang runtuhnya oerusahaan dagang VOC di Nusantara dengan lebih lengkap, serta para peserta didik akan memahami bagaimana perkembangan VOC PENGALAMAN BELAJAR Pengalaman belajar yang akan didapatkan oleh pembaca: 1. Berakhirnya Perusahan Dagang VOC di Nusantara 2. Dampak Positif Runtuhhnya VOC di Nusantara 3. Dampak Negatif Runtuhhnya VOC di Nusantara


35 | V e r e e n i g d e O o s t i n d i s c h e C o m p a g n i e Petunjuk Belajar Elektronik Modul ini terdiri dari 3 bab materi kegiatan belajar pada tiap bab materi pembelajaran saling berkaitan antara satu sama lain, sehingga diharapkan peserta didik mampu memahami materi setiap bab agar dapat melanjutkan materi ke bab berikutnya, pada bab pertama akan menguraikan tentang terbentuknya organisasi voc, pada bab kedua akan menguraikan tentang perkembangan voc di nusantara,dan pada bab tiga akan menguraikan tentang runtuhnya voc di nusantara Untuk membantu peserta didik dalam menguasai kemampuan di atas anda dapat mempelajari keseluruhan ini dengan cara yang berurutan jangan memaksakan diri sebelum benar benar menguasai bab demi bab dalam ini karna masing masing saling berkaitan, setiap kegiatan dilengkapi dengan latihan dan metode kasus yang menjadi alat ukur tingkat ppenguasaan anda setelah mempelajari materi dalam ini.


36 | V e r e e n i g d e O o s t i n d i s c h e C o m p a g n i e A. Runtuhnya Kekuasaan VOC OC, atau Vereenigde Oost-Indische Compagnie (Perusahaan Hindia Timur Belanda), adalah salah satu perusahaan dagang paling berpengaruh dalam sejarah dunia. Didirikan pada tahun 1602, VOC menjadi kekuatan dominan di perairan Hindia Timur dan mendominasi perdagangan rempah-rempah seperti cengkeh, lada, dan pala. Namun, kejayaan VOC tidak bertahan selamanya. Keruntuhan VOC, yang terjadi pada akhir abad ke-18, menandai akhir era kekaisaran dagang Belanda dan mengirimkan gelombang kejutan melalui dunia perdagangan. Dalam artikel ini, kita akan menggali penyebab keruntuhan VOC, dampaknya, dan pelajaran yang dapat dipetik dari kejadian ini (Ito, 2007) Salah satu penyebab utama keruntuhan VOC adalah korupsi dan manajemen yang buruk. Selama bertahun-tahun, VOC mengalami penyalahgunaan kekuasaan dan tindakan korupsi oleh para petinggi di perusahaan ini. Banyak pegawai VOC yang memanfaatkan posisinya untuk memperkaya diri sendiri, mengabaikan kepentingan perusahaan dan investor. Hal ini mengakibatkan penurunan kualitas manajemen dan merusak reputasi VOC di mata para pedagang. Selain itu, VOC juga terkena dampak Perang Inggris-Belanda yang berkecamuk pada pertengahan abad ke-18. Perang ini menguras sumber daya dan keuangan VOC, dan menghancurkan infrastruktur perdagangan mereka. V


37 | V e r e e n i g d e O o s t i n d i s c h e C o m p a g n i e Pasar rempah-rempah yang sebelumnya menguntungkan mulai berkurang karena persaingan dari negara-negara lain seperti Inggris dan Prancis (Samhina et al., 2023) VOC juga mengalami kesulitan dalam mempertahankan monopoli perdagangan mereka, terutama setelah hilangnya Batavia (sekarang Jakarta) kepada Inggris pada tahun 1811 VOC juga menghadapi masalah internal yang serius. Manajemen yang buruk, korupsi, dan kebijakan yang tidak efektif telah merusak reputasi perusahaan. VOC juga mengalami kesulitan keuangan yang serius. Beban hutang yang tinggi dan biaya operasional yang besar membuat perusahaan sulit untuk bertahan. Keruntuhan VOC tidak hanya memiliki dampak ekonomi, tetapi juga politik dan sosial. Kehilangan monopoli perdagangan oleh VOC mengubah dinamika kekuasaan di Hindia Belanda. Kekuasaan Belanda di wilayah ini mulai melemah, dan kolonialisme mereka digantikan oleh kekuatan baru, seperti Inggris dan Prancis. Namun, keruntuhan VOC juga membuka pintu bagi perubahan dan kemajuan. Setelah VOC jatuh, Belanda mulai mengembangkan industri lain dan mencari sumber daya ekonomi baru. Mereka fokus pada industri manufaktur


38 | V e r e e n i g d e O o s t i n d i s c h e C o m p a g n i e dan memperluas perdagangan dengan negara-negara lain di luar wilayah Asia B. Dampak Positif Runtuhnya VOC Suasana Perdagangan VOC Keruntuhan VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) pada abad ke-18 dianggap sebagai salah satu peristiwa penting dalam sejarah kolonialisme. Meskipun keruntuhan ini mengakibatkan dampak negatif yang signifikan, ada beberapa dampak positif yang dapat dilihat dari kejadian ini. Salah satu dampak positif yang terjadi akibat keruntuhan VOC adalah perubahan dalam sistem perdagangan dunia. Sebelum keruntuhan VOC, perusahaan ini memiliki monopoli atas perdagangan rempah-rempah di wilayah Hindia Timur. Namun, setelah keruntuhan ini, perdagangan rempah-rempah menjadi lebih terbuka dan beragam. Negara-negara lain seperti Inggris, Prancis, dan Belanda merambah ke wilayah-wilayah yang sebelumnya dikuasai VOC dan memperluas perdagangan mereka. Hal ini mengarah pada pertumbuhan ekonomi dan perdagangan internasional yang lebih luas.


39 | V e r e e n i g d e O o s t i n d i s c h e C o m p a g n i e Selain itu, keruntuhan VOC juga membawa dampak positif terhadap perkembangan sistem politik di wilayah Hindia Timur. Sebagai perusahaan dagang, VOC memiliki kekuatan politik yang besar dan mempengaruhi pemerintahan di wilayah-wilayah yang mereka kuasai (Rochwulaningsih, 2007) Setelah keruntuhan VOC, kekuasaan politik berpindah ke tangan pemerintah kolonial baru. Meskipun kolonialisme tetap menjadi masalah yang kontroversial, pemerintahan baru ini membawa perubahan dalam sistem administrasi dan hukum yang lebih terorganisir. Beberapa negara kolonial bahkan memperkenalkan reformasi sosial dan politik yang membawa dampak positif bagi penduduk setempat. Dampak positif lainnya yang dapat dilihat dari keruntuhan VOC adalah perkembangan ilmu pengetahuan dan budaya. Selama masa kekuasaan VOC, banyak penjelajah dan ilmuwan datang ke wilayah Hindia Timur untuk melakukan penelitian dan mengumpulkan Pengetahuan baru Keruntuhan VOC membuka pintu bagi penelitiandan pertukaran ilmu pengetahuan yang lebih bebas antara berbagai negara. Banyak penemuan botani, zoologi, dan geologi berasal dari penjelajahan di wilayah Hindia Timur setelah keruntuhan VOC.


40 | V e r e e n i g d e O o s t i n d i s c h e C o m p a g n i e C. Dampak Negatif Runtuhnya VOC Kruntuhan VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie) pada abad ke-18 memiliki dampak yang signifikan, bukan hanya terhadap kejatuhan kerajaan kolonial Belanda di Indonesia, tetapi juga terhadap sejarah, ekonomi, dan politik di wilayah tersebut. Dalam artikel ini, kita akan membahas dampak-dampak ini secara rinci. Pertama- tama, keruntuhan VOC mengakhiri dominasi Belanda di wilayah Indonesia VOC adalah perusahaan dagang Belanda yang memiliki kekuasaan besar dan mengendalikan perdagangan rempah-rempah di wilayah tersebut. Namun, karena kebijakan yang korup dan penyalahgunaan kekuasaan, perusahaan ini mengalami kebangkrutan dan berakhir pada tahun 1799. Hal ini membuka jalan bagi kekuatan kolonial lain untuk masuk ke Indonesia, seperti Inggris dan Belanda, yang kemudian mengambil alih kekuasaan dari VOC. Selain itu, keruntuhan VOC juga memiliki dampak ekonomi yang signifikan. Perusahaan ini memiliki monopoli atas perdagangan rempah-rempah, seperti cengkeh dan lada, yang sangat berharga pada waktu itu. Setelah kejatuhan VOC, monopoli ini terpecah dan pasar rempah-rempah menjadi lebih terbuka bagi negara-negara lain. Ini


41 | V e r e e n i g d e O o s t i n d i s c h e C o m p a g n i e mengakibatkan penurunan harga rempah-rempah dan mengubah struktur ekonomi di wilayah tersebut (Muzhiat, 2021) Di sisi politik, keruntuhan VOC juga mempengaruhi pergeseran kekuasaan di Indonesia. Setelah kejatuhan VOC, Belanda secara langsung mengambil alih kendali atas wilayah tersebut dan mendirikan Hindia Belanda. Keberadaan VOC yang korup dan otoriter telah menyebabkan ketidakpuasan di kalangan penduduk pribumi, yang pada gilirannya memicu perlawanan dan perjuangan kemerdekaan. Dengan kruntuhan VOC, semangat nasionalisme dan perjuangan kemerdekaan semakin menguat. D. Forum Diskusi Setelah kegiatan pembelajaran dengan melalui penjelasan materi diatas yang telah dibahas kepada peserta didik, selanjutnya silahakan kalian pahami dan berikan kesimpulan mengenai: 1. Runtuhnya Kekuasaan VOC di Nusantara 2. Dampak Positif Runtuhnya VOC di Nusantara 3. Dampak Positif Runtuhnya VOC di Nusantara E. Rangkuman Didirikan pada tahun 1602, VOC menjadi kekuatan dominan di perairan Hindia Timur dan mendominasi perdagangan rempah-rempah seperti cengkeh, lada, dan pala. Keruntuhan VOC, yang terjadi pada akhir abad ke-18, menandai akhir era kekaisaran dagang Belanda dan mengirimkan gelombang kejutan melalui dunia perdagangan.Perang ini


42 | V e r e e n i g d e O o s t i n d i s c h e C o m p a g n i e menguras sumber daya dan keuangan VOC, dan menghancurkan infrastruktur perdagangan mereka. VOC juga mengalami kesulitan dalam mempertahankan monopoli perdagangan mereka, terutama setelah hilangnya Batavia (sekarang Jakarta) kepada Inggris pada tahun 1811 VOC juga menghadapi masalah internal yang serius. F. Tes Formatif 1. Apa yang menyebabkan berakhirnya perdagang VOC di Nusantara? 2. Dampak Positif runtuhnya VOC? 3. Dampak Negatif runtuhnya VOC? G.Case-Based Learning Berdasarkan dengan materi yang disampaikan pada bab II, peserta didik diharapakan mampu untuk menyelesaikan kasus yang diberikan, silahkan untuk mencermti kasus dibawah ini: Dengan Berakhirnya kekuasaan dagang VOC di Nusantara dikarnakan adanya kasus yang terjadi pada masa itu yaitu terjadinya kasus korupsi yang melibatkan gubernur gubernur jendral sehingga terjadinya kerugian yang sangat besar bagi pihak VOC


43 | V e r e e n i g d e O o s t i n d i s c h e C o m p a g n i e Melalui dengan adanya sebuah kasus di atas peserta didk mampu menganalisis bagaiamana Kasus Korupsi tersebut dapat terjadi dan praktik Korupsi yang seperti apa sehingga dapat menyebabkan runtuhnya kekuasaan dagang VOC itu sendiri. H.Daftar Pustaka Ito, E. S. (2007). Rahasia Meede: Misteri Harta Karun VOC. Jakarta Selatan: Penerbit Hikmah (PT Mizan Publika). Muzhiat, A. (2021). Menelusuri Jejak Jalur Rempah di Banten (Awal Interaksi Niaga Kesultanan Banten). Guepedia . Rochwulaningsih, Y. (2007). Petani Garam dalam Jeratan Kapitalisme: Analisis Kasus Petani Garam di Rembang, Jawa Tengah. Samhina, L., Nurmalina, R., & Tinaprilla, N. (2023). Daya Saing Biji Pala Indonesia di Pasar Internasional. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 28(2), 209–221. https://doi.org/10.18343/jipi.28.2.209


Terima Kasih Tidak ada yang baru di dunia ini kecuali sejarah yang tidak kamu ketahui." - Harry S TrumanTidak ada yang baru di dunia ini kecuali sejarah yang tidak kamu ketahui." - Harry S Truman-


Click to View FlipBook Version