1
Kingdom Animalia
(Dunia Hewan)
Berbasis Teknik Mnemonik
Untuk SMA/MA
Kelas X
SEMESTER 2
Pendidikan Biologi
Fakultas Sains dan Teknologi
UIN Walisongo Semarang
Shifa Fauziyah
Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik
HANDOUT DIGITAL
BERBASIS TEKNIK MNEMONIK PADA MATERI
ANIMALIA
UNTUK SMA/MA KELAS X
SEMESTER 2
Penulis : Shifa Fauziyah
Pembimbing : 1. Nisa Rasyida, M.Pd
2. Saifullah Hidayat, M.Sc
Pendidikan Biologi
Fakultas Sains dan Teknologi
UIN Walisongo Semarang
Tahun 2022
i
Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Illahi Robbi, atas bimbingan dan
petunjuk-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan
Handout Digital Berbasis Teknik Mnemonik.
Pengembangan handout digital ini terdiri dari materi Animalia
yang berisi materi pokok invertebrata dan vertebrata berbasis
teknik mnemonik yang bertujuan untuk melatih retensi peserta
didik kelas X SMA/MA. Diharapkan adanya handout digital ini,
khususnya peserta didik kelas X SMA/MA dapat mengaplikasikan
dengan tepat sehingga memudahkan peserta didik mengingat
materi yang telah disampaikan oleh pendidik dan juga dapat
tersimpan lebih lama di memori peserta didik.
Penulis menyadari bahwa pengembangan potensi peserta didik
bukan terletak pada handout digital, tetapi kuncinya terletak pada
pendidik dan peserta didik itu sendiri. Meskipun handout digital ini
adalah hasil penyempurnaan dari buku-buku (handout) yang telah
diterbitkan, namun dengan kerendahan hati, penulis mengharapkan
saran dan kritik konstruktif dari pembaca. Semoga handout digital
ini memberikan manfaat khususnya bagi pendidik dan juga peserta
didik.
ii
Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik
DAFTAR ISI
Halaman Judul ……………………………………………………………………i
Kata Pengantar ………………………………………………………………….ii
Daftar Isi ……………………………………………………………………….....iii
Capaian Kompetensi………………………………………………………….iv
Pengertian Teknik Mnemonik ………………………………..…………..1
Peta Konsep……………………………………………………………………….2
Materi Animalia
- Invertebrata …………………………………………………………..……..3
- Vertebrata …………………………………………………….……………42
Ringkasan Materi………………………………………………….………….56
Kuis Interaktif ……………………………………………………..…………..57
Daftar Pustaka …………………………………………………………….…..58
Tentang Penulis ………………………………………………………………60
iii
Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik
CAPAIAN KOMPETENSI
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian
Kompetensi
3.9. Mengelompokkan hewan 3.9.1. Membedakan hewan
ke dalam filum berdasarkan invertebrata berdasarkan
lapisan tubuh, rongga tubuh, lapisan tubuh, rongga tubuh,
simetri tubuh dan reproduksi. simetri tubuh dan reproduksi.
3.9.2. Membedakan hewan
vertebrata berdasarkan
rangka tubuh, ruang jantung,
reproduksi, suhu tubuh dan
penutup tubuh.
3.9.3. Mengidentifikasi ciri-
ciri Porifera, Coelenterata,
Platyhelminthes,
Nemathelminthes, Mollusca,
Annelida, Arthropoda,
Echinodermata bagi
kehidupan.
iv
Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik
CAPAIAN KOMPETENSI
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian
Kompetensi
3.9. Mengelompokkan hewan 3.9.4. Menjelaskan lapisan
ke dalam filum berdasarkan tubuh, rongga tubuh, simetri
lapisan tubuh, rongga tubuh, tubuh, dan reproduksi
simetri tubuh dan reproduksi. Porifera, Coelenterata,
Platyhelminthes,
Nemathelminthes, Mollusca,
Annelida, Arthropoda,
Echinodermata bagi
kehidupan.
3.9.5. Mengidentifikasi ciri-
ciri Pisces, Amphibi, Reptil,
Aves dan Mamalia.
3.9.6. Menjelaskan rangka
tubuh, ruang jantung,
reproduksi, suhu tubuh dan
penutup tubuh Pisces,
Amphibi, Reptil, Aves dan
Mamalia.
v
Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik
CAPAIAN KOMPETENSI
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian
Kompetensi
3.9. Mengelompokkan hewan 3.9.7. Mengidentifikasi ciri-
ke dalam filum berdasarkan ciri Pisces, Amphibi, Reptil,
lapisan tubuh, rongga tubuh, Aves dan Mamalia.
simetri tubuh dan reproduksi.
3.9.8. Menjelaskan rangka
tubuh, ruang jantung,
reproduksi, suhu tubuh, dan
penutup tubuh Pisces,
Amphibi, Reptil, Aves dan
Mamalia
vi
Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik
PENGERTIAN TEKNIK MNEMONIK
Teknik mnemonik adalah suatu teknik untuk
mempermudah mengingat materi yang telah disampaikan
dengan membuat ungkapan atau menghubungkan kata, ide,
dan khayalan. Teknik mnemonik yang digunakan oleh
pendidik bertujuan untuk mempermudah peserta didik
dalam mengambil kembali pengetahuan yang sudah lama
sehingga dapat dipanggil kembali ketika diperlukan.
Contohnya jika Anda diminta untuk menghafal sebuah
daftar yang berisi nama-nama tokoh penting Shepard,
Rumelhart, Anderson, Bower, Broadbent, Loftus, Estes,
Posner, Luria, Atkinson, Yarbus, Erickson, Rayner, Vygotsky,
Intons-Peterson, Piaget, Stenberg. Dapat dibentuk degan
anagram dari huruf-huruf pertama menjadi : SCRABBLE
PLAYER VIPS. Dengan menggunakan teknik mnemonik,
peserta didik mudah mengingat materi yang telah
disampaikan. Peserta didik dapat belajar dengan senang dan
lebih cepat mengingat apa yang telah diajarkan oleh pendidik
(Kumalasari, 2017).
1
Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik
2
Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik
MATERI ANIMALIA
Menurut Robert Harding Whittaker, dunia hewan
(Kingdom Animalia) dibedakan menjadi dua berdasarkan ada
tidaknya tulang belakang, yaitu invertebrata dan vertebrata.
1. INVERTEBRATA
Invertebrata (Latin, in = tidak, dan vertebrae = tulang
belakang). Jadi invertebrata merupakan hewan yang tidak
mempunyai tulang belakang.
Berdasarkan persamaan dan perbedaanya, hewan
invertebrata dapat dikelompokkan ke dalam beberapa filum,
diantaranya Porifera, Coelenterata, Platyhelminthes,
Nemathelmintes, Annelida, Mollusca, Artoproda,
Echinodermata, dan sebagian kecil ditempatkan ke dalam
filum Chordata yang dikenal dengan chordate invertebrate
(Simon et al., 2015).
3
Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik
a. Filum Porifera
Porifera berasal dari kata porus (lubang kecil) dan
ferre (membawa). Jadi, Porifera adalah kelompok hewan yang
mengandung lubang kecil atau hewan berpori-pori (Nurhadi
& Yanti, 2016).
Gambar Leucetta chagosensis
Sumber : freepik.com
Ciri filum Porifera : hewan metozoa yang paling
sederhana, terdiri atas banyak sel (multiseluler), simetri
radial, hidup di laut, tubuhnya melekat di dasar laut dan tidak
dapat berpindah tempat (sesil). Porifera belum memiliki
organ pencernaan, sistem saraf, dan sistem peredaran darah.
4
Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik
Terdapat mesoglea yang mempunyai macam-
macam sel, antara lain :
1) Ameboid, sel yang berfungsi mengedarkan zat-zat
makanan.
2) Skleroblas, sel yang membentuk spikula
3) Porosit, sel yang berfungsi membuka menutup pori.
4) Arkeosit, sel ameboid embrional yang tumpul dan
dapat membentuk sel-sel reproduktif.
5) Spikula, sel pembentuk tubuh.
*untuk melatih retensi melalui teknik mnemonik
sebagai berikut :
(Amee Senang main Prosotan karena Airnya Segar)
5
Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik
Porifera memiliki saluran air untuk mensirkulasi air di
dalam tubuhnya. Berdasarkan kompleksitasnya, sistem
saluran air Porifera dibedakan menjadi tiga, yaitu :
1) Tipe ascon, merupakan tipe yang paling sederhana dan
bentuknya seperti jambangan bunga. Contohnya:
Leucosolenia sp.
2) Tipe sycon/sypa, merupakan tipe saluran air yang
ostumnya dihubungkan dengan saluran air yang
bercabang-cabang ke rongga-rongga sel koanosit.
Misalnya : Sypa sp
3) Tipe leucon/rhagon, merupakan tipe saluran makan yang
sangat kompleks. Tipe saluran lubang-lubang ostiumnya
dihubungkan dengan saluran yang bercabang-cabang ke
rongga yang sudah tidak berhubungan langsung dengan
spongosol. Misalnya : Spongila sp (Lumowa, 2014).
*untuk melatih retensi melalui teknik mnemonik sebagai
berikut :
(Aska Suka Lelucon)
6
Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik
Klasifikasi Filum Porifera
Berdasarkan rangka pembentuk tubuh, Porifera dapat
dibedakan menjadi tiga kelas, yaitu :
a. Calcarea, rangka yang tersusun dari kalsium karbonat
(CaCO3). Contohnya, Leucosolenia, Sycon dan Scypha.
b. Hexatinellida, rangka yang tersusun dari zat kersik
(H2SiO3), dan spikula berduri enam. Contohnya,
Euplectella, Pheronema dan Hyalonema.
c. Demospongia, rangka yang tersusun dari serabut
sponging, zat kersik atau campuran keduanya. Contohnya
Euspongia, Spongilla, Cliona, dan Microciona.
*untuk melatih retensi melalui teknik mnemonik sebagai
berikut :
(Calca dan Hedi di Demo)
Peran Porifera dalam Kehidupan
Beberapa jenis Porifera seperti Spongia dan
Hippospongia dapat digunakan sebagai spons mandi dan alat
gosok.
7
Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik
a. Filum Coelenterata
Coelenterata (Yunani, koilos = rongga dan enteron =
usus). Jadi, coelenterata adalah invertebrata yang berongga
(Nurhadi & Yanti, 2016).
Gambar Anemon Laut
Sumber : freepik.com
Ciri Filum Coelenterata : bersifat dipoblastik, tubuh
tersusun atas dua lapisan yaitu ektoderm dan endoderm.
Coelenterata memiliki struktur tubuh yang lebih kompleks.
Sel-sel Coelenterata sudah terorganisasi membentuk jaringan
dan fungsinya dikoordinasi oleh sistem saraf sederhana.
Bentuk tubuh simetri radial. Coelenterata tidak memiliki anus
sehingga sisa makanan dikeluarkan melalui mulut dengan
cara dimuntahkan.
8
Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik
Bentuk tubuh coelenterata ada dua, yaitu polip dan
medusa.
*untuk melatih retensi melalui teknik mnemonik sebagai
berikut :
(Polisi Merdeka).
Polip, menempel di dasar perairan. Sedangkan medusa,
melayang didalam air (Lumowa, 2014).
Struktur Tubuh Coelenterata
Sumber : Yanuar, 2018
Klasifikasi Filum Coelenterata
Klasifikasi filum Coelenterata berdasarkan bentuk yang
dominan dalam siklus hidupnya dapat dikelompokkan
menjadi tiga kelas, yaitu :
9
Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik
1) Hydrozoa
Hydrozoa (Yunani, hydro = air, zoa = hewan). Kelas ini
memiliki pergiliran bentuk hidup (polip dan medusa) di
sepanjang hidupnya. Contohnya Hydra dan Obelia.
2) Scyphozoa
Scyphozoa (Yunani, scypho = mangkuk, zoa = hewan)
memiliki bentuk dominan berupa medusa dalam siklus
hidupnya. Contohnya, Aurelia aurita
3) Anthozoa
Anthozoa (Yunani, anthus = bunga, zoa = hewan).
Anthozoa tidak memiliki bentuk medusa, hanya memiliki
bentuk polip. Contohnya, Urticina (Anemon laut).
*untuk melatih retensi melalui teknik mnemonik sebagai
berikut :
(Hisam Suka Anthangin)
Peran Coelenterata dalam Kehidupan
Peran Coelenterata yang menguntungkan yaitu sebagai
objek wisata misalnya anemon laut dapat membentuk taman
laut yang indah (Aryulina et al., 2007).
10
Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik
Metagenesis Aurelia aurita
Sumber : (Nurhadi & Yanti, 2016)
Daur hidup Aurelia aurita : (Medusa-Zigot-Planula-Skifistoma
Strobila-Efira)
*untuk melatih retensi melalui teknik mnemonik sebagai
berikut : Mama-Ziga-Pengen-Sekali-ke Sungai
Eropa
11
Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik
c. Filum Platyhelminthes
Platyhelminthes (Yunani, platy = pipih, dan helminth =
cacing). Platyhelminthes merupakan kelompok hewan yang
tubuhnya berbentuk pipih. (Nurhadi & Yanti, 2016).
Gambar Fasiola hepatica
Sumber : freepik.com
Ciri Filum Platyhelminthes : tubuh Platyhelminthes
memiliki tiga lapisan sel tripoblastik (ektoderm, mesoderm,
dan endoderm), memiliki struktur tubuh pipih, lunak, dan
simetri bilateral, hewan yang tidak memiliki peredaran
darah dan respirasi. Pernapasan dilakukan secara difusi
oleh sel tubuhnya. Proses ini terjadi karena tubuhnya yang
pipih. Alat pencernaannya tidak sempurna, hanya
mempunyai mulut dan anus. Alat eksresi berupa sel api
(Nurhadi & Yanti, 2016).
12
Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik
Klasifikasi Filum Platyhelminthes
Pengelompokan filum Platyhelminthes dibedakan
menjadi tiga kelas, yaitu :
1) Turbellaria (cacing berambut getar)
Turbellaria, merupakan kelompok cacing pipih yang
memiliki bulu getar (silia) yang digunakan untuk bergerak.
Contohnya, Planaria sp (Dugesia).
2) Trematoda (cacing isap)
Trematoda, merupakan kelompok cacing pipih yang
bersifat parasit. Disebut cacing isap karena memiliki alat isap.
Contohnya, Fasiola hepatica (cacing hati).
3) Cestoda (cacing pita)
Cestoda, merupakan kelompok cacing pipih yang
berbentuk pita sehingga disebut cacing pita. Cestoda bersifat
parasit karena menyerap sari makanan dari usus halus
inangnya. Contohnya, Taenia solium dan Taenia saginata.
*untuk melatih retensi melalui teknik mnemonik sebagai
berikut :
(Turis Terbentur oleh Cermin)
13
Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik
Daur hidup Fasiola hepatica
Sumber : Lumowa, 2014
Daur hidup Fasiola hepatica : Telur Mirasidium-Sporosit-
Redia Cerkaria-MetaCerkaria
*untuk melatih retensi melalui teknik mnemonik sebagai
berikut :
Tante Mira-Sport-Renang Celananya-Merah Cerah
14
Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik
Di dalam tubuh inang, cacing dewasa hidup dalam hati
dan bertelur di usus, kemudian telur keluar bersama
dengan feses. Di air atau tempat lembab telur menetas
menjadi larva cilia (rambut getar) di seluruh permukaan
tubuhnya (mirasidium). Larva mirasidium kemudian
berenang mencari siput Lymnea. Didalam tubuh Lymnea,
cilia mirasidium akan hilang dan mengalami
metamorfosis menjadi sporocyst/sporosit. Selanjutnya
larva sporosit melakukan reproduksi aseksual dengan
cara paedogenesis menjadi beberapa redia, kemudian
larva redia melakukan paedogenesis menjadi cerkaria.
Larva cerkaria akan keluar dari tubuh Lymnea
kemudian menjadi metacercaria. Metacercaria akan
menempel pada rumput, kemudian metacerkaria akan
membungkus diri dan menjadi kista yang dapat bertahan
lama pada rumput. Apabila tumbuhan tersebut termakan
oleh hewan ruminansia, kista masuk ke dinding usus lalu
masuk ke dalam hati lalu ke saluran empedu dan menjadi
dewasa dalam beberapa bulan sampai bertelur.
15
Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik
d. Filum Nemathelminthes (Nematoda)
Nemathelminthes (Yunani, nematos = benang,
helmithes = cacing). Jadi, Nemathelminthes adalah kelompok
cacing benang (Nurhadi & Yanti, 2016).
Cacing tambang (Ancylostoma duodenale)
Sumber : freepik.com
Ciri Filum Nemathelminthes : memiliki tubuh
simetri bilateral, dinding tubuhnya terdapat tiga lapisan,
yaitu ektoderm, mesoderm, dan endoderm.
*untuk melatih retensi melalui teknik mnemonik sebagai
berikut : (Eko Meraih Emas).
Nemathelminthes memiliki sistem pencernaan yang lengkap
terdiri dari mulut, faring, usus, dan anus. Tidak memiliki
sistem peredaran darah dan sistem respirasi. Pernapasan
berlangsung secara difusi melalui permukaan tubuh.
16
Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik
Klasifikasi Filum Nemathelminthes
Nemathelminthes dibagi menjadi dua kelas, yaitu
Nematoda dan Nematophora. Beberapa contoh spesies yang
parasit pada manusia, diantaranya :
1) Cacing perut (Ascaris lumbricoides)
Cacing ini bersifat parasit di dalam usus halus
manusia sehingga dikenal sebutan cacing usus. Bentuk
tubuhnya bulat panjang panjang dengan bagian ujung-ujung
yang meruncing. Infeksi cacing ini dapat menyebabkan
penyakit Ascariasis atau cacingan. Infeksi terjadi jika
seseorang mengonsumsi makanan atau minuman yang
tercemar telur ascaris. (Aryulina et al., 2007).
2) Cacing tambang (Ancylostomata duodenale)
Cacing ini bersifat parasit dengan menyerap darah
dan cairan usus halus manusia. Memiliki ujung anterior kait
kitin, berfungsi untuk menempel pada usus inangnya. Ujung
posterior cacing terdapat bursa kopulasi, digunakan untuk
menangkap dan memegang cacing betina saat kawin.
17
Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik
3) Cacing kremi (Oxyuris vermicularis)
Cacing kremi hidup sebagai parasit didalam usus
besar manusia hingga sampai ke anus. Apabila di garuk
dengan kuku, telur akan melekat di kuku.
4) Cacing filaria (Wucheria bancrofti)
Cacing ini bersifat parasit pada pembuluh limfa
atau getah bening. Cacing ini menyebabkan penyakit kaki
gajah (elefantiasis), yaitu pembengkakan tubuh. Cacing
filaria masuk ke dalam tubuh melalui gigitan nyamuk culex
yang mengandung larva mikrofilaria (Pratiwi et al., 2012).
18
Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik
Siklus hidup Ascaris lumbricoides
Sumber : Lumowa, 2014
Cacing dewasa di Intestinum Tenue (Usus Halus)
manusia → Telur → Keluar bersama tinja → telur infektif
termakan manusia (infeksi) → di usus halus telur menetas →
Larva → Cacing dewasa
(Nurhadi & Yanti, 2016)
19
Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik
Infeksi terjadi ketika telur infektif (telur berisi larva)
yang belum menetas tertelan bersama air dan makanan yang
tercemar. Telur akan menetas di duodenum, menembus
mukosa dan submukosa, kemudian memasuki sirkulasi paru
dan menembus kapiler menuju daerah-daerah yang
mengandung udara. Pada paru, cacing tumbuh hingga
mencapai panjang 1,4-1,8 mm dalam 10 hari. Selanjutnya
cacing akan naik ke faring dan tertelan. Cacing yang tahan
terhadap asam lambung akan masuk ke usus halus dan
matang disana. Dalam 60-65 hari setelah tertelan, cacing
akan menjadi dewasa dan mulai bertelur. Cacing dewasa
memiliki panjang 20-40 cm dan hidup dalam usus halus
manusia hingga bertahun-tahun (Ariwati, 2017).
20
Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik
e. Filum Annelida
Kata Annelida (Yunani, annulus = gelang atau
segmen dan aidos = bentuk). Jadi Annelida adalah cacing
yang tubuhnya bersegmen-segmen menyerupai cincin atau
gelang sehingga disebut juga cacing gelang.
Gambar Lintah (Hirudo medicinalis)
Sumber : freepik.com
Ciri Filum Annelida : hewan tripoblastik yang
sudah memiliki rongga tubuh sejati. Bentuk tubuhnya
simetri bilateral dan bersegmen. Setiap segmen bersifat
metameri, (setiap segmen tubuh memiliki alat ekskresi, alat
reproduksi, otot, pembuluh darah, dan sebagainya). Pada
permukaan tubuh terdapat seta yang berfungsi sebagai alat
gerak (Pratiwi et al., 2012).
21
Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik
Klasifikasi Filum Annelida
Filum Annelida dapat dikelompokkan atas tiga kelas,
yaitu :
1. Kelas Polychaeta
Polychaeta (Yunani, poly = banyak, chaetae =
rambut). Jadi Polychaeta adalah kelompok cacing yang
mempunyai banyak rambut. Di setiap segmen terdapat
seta dan sepasang parapodia (kaki berdaging) yang
berfungsi sebagai alat gerak. Contoh cacing palolo (Eunice
viridis) (CaPa) dan cacing wawo (Lysidice oele) (CaWa)
2. Kelas Olygochaeta
Olygochaeta (Yunani, oligo = sedikit, chaetae =
rambut). Jadi Olygochaeta adalah kelompok cacing yang
mempunyai sedikit rambut. Habitat cacing ini di daratan
atau air tawar. Tubuhnya bersegmen namun tidak
memiliki parapodia. Contoh cacing tanah Amerika
(Lumbricus terrestris) dan cacing tanah Asia (Pheretima).
22
Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik
3. Kelas Hirudinea
Hirudinea (hirudo = lintah). Bentuk tubuhnya pipih,
tidak memiliki seta (rambut) dan parapodia. Di kedua ujung
tubuhnya terdapat alat isap. Alat isap di bagian posterior
lebih besar daripada bagian anterior. Hirudinea hidup
sebagai ektoparasit temporer, yaitu hidup menempel
sementara pada manusia atau mamalia lainnya untuk
mengisap darah. Contohnya lintah (Hirudo medicinalis)
(Lumowa, 2014).
*untuk melatih retensi melalui teknik mnemonik sebagai
berikut :
PoPa = Polychaeta ada Parapodia
OtaPa = Olygochaeta tanpa Parapodia
HitaPa = Hirudinea tanpa Parapodia
*untuk melatih retensi melalui teknik mnemonik sebagai
berikut :
Polychaeta, Olygochaeta, dan Hirudinea (Polisi Oleng telah
Hilang)
23
Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik
f. Filum Mollusca
Filum Mollusca (Latin, mollus = lunak, tidak beruas-
ruas dan tubuhnya ditutupi oleh cangkang yang terbuat dari
kalsium karbonat. Jadi, Mollusca adalah kelompok hewan
bertubuh lunak (Nurhadi & Yanti, 2016).
Gambar Achatina fulica
Sumber : freepik.com
Ciri Filum Mollusca : hewan tripoblastik selomata,
tubuhnya simetri bilateral, tubuhnya yang lunak dilindungi
oleh cangkang keras yang terbuat dari zat kalsium
bikarbonat (CaCO3). Memiliki sistem pencernaan, sistem
peredaran darah, sistem ekskresi, sistem saraf, sistem
reproduksi, dan sistem otot yang dibungkus oleh mantel
yang terbuat dari jaringan khusus (Pratiwi et al., 2012).
24
Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik
Klasifikasi Filum Mollusca
Berdasarkan simetri tubuh, bentuk kaki, cangkang,
mantel, insang, dan sistem sarafnya, Mollusca dibagi
menjadi lima kelas, yaitu :
1) Kelas Amphineura/ Polyplacophora
Bentuk tubuh Amphineura bulat telur, pipih, dan
simetri bilateral. Memiliki cangkang yang terdiri atas
delapan kepingan kapur. Habitat Amphineura hidup di laut,
melekat pada bebatuan. Contohnya, Chiton sp.
2) Kelas Gastropoda
Gastropoda (Yunani, gastros = perut, dan podos =
kaki). Jadi Gastropoda adalah kelompok hewan yang
menggunakan perutnya sebagai kaki. Tubuh dilindungi oleh
cangkang berbentuk kerucut. Habitat Gastropoda hidup di
laut, air tawar, atau daratan yang lembab. Contohnya, siput
air tawar (Helix pomata) dan bekicot (Achatina fulica).
3) Kelas Pelecypoda/Bivalvia
Pelecypoda tidak memiliki kepala dan juga tidak
25
Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik
tidak memiliki kepala dan juga tidak memiliki rahang
(radula). Contohnya kerang hijau (Mytilus viridis), tiram
(Ostrea sp), remis (Buccinus sp). Pelecypoda memiliki tiga
cangkang yang terdiri dari tiga lapisan, yaitu :
*untuk melatih retensi melalui teknik mnemonik sebagai
berikut : (Perintah Presiden untuk Nabung)
1) Periostrakum, lapisan terluar yang tersusun zat kitin
atau tanduk. Berfungsi sebagai lapisan pelindung.
2) Prismatik, lapisan tengah yang terdiri atas kristal-
kristal CaCO3
3) Nakreas, lapisan mutiara atau lapisan paling dalam
yang tersusun dari kristal CaCO3 halus.
4) Kelas Scaphopoda
Scaphopoda umumnya memiliki cangkang
berbentuk kerucut atau tanduk (terompet). Kedua ujung
cangkang terdapat lubang. Kaki terdapat pada mulut.
Tubuhnya diselubungi mantel yang berfungsi untuk
membantu bernapas. Contohnya Dentalium entale.
26
Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik
5) Kelas Cephalopoda
Cephalopoda (cephalo = kepala, polos = kaki). Jadi
Cephalopoda merupakan kelompok Mollusca yang memliki
kaki di kepala. Tubuh Cephalopoda berbentuk gelendong.
Memiliki tentakel sebagai alat isap untuk menangkap
mangsa. Memiliki sistem pencernaan yang cukup kompleks,
memiliki sistem peredaran darah ganda dan tertutup dan
mempunyai sistem saraf yang terdiri dari tujuh ganglion,
yaitu serebral, pedal, visceral, suprabukalis, intrabukalis,
stelata, dan optis.
*untuk melatih retensi melalui teknik mnemonik sebagai
berikut :
Siska Punya Villa Sangat Indah, Sekaligus Otentik.
Contohnya, cumi-cumi (Loligo indica) dan gurita (Octopus
sp) (Rusyana, 2011).
27
Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik
Peran Mollusca dalam Kehidupan
Peran menguntungkan : sebagai sumber bahan
makanan atau sumber protein hewani, contohnya kerang.
Sebagai perhiasan, contohnya tiram mutiara.
Peran merugikan : merusak berbagai tumbuhan
terutama tanaman budidaya. Contohnya bekicot (Aryulina
et al., 2007).
*untuk melatih retensi melalui teknik mnemonik sebagai
berikut :
Amphineura, Gastropoda, Pelecypoda, Scaphopoda dan
Cephalopoda. (Adik Gala Punya Sepeda yang Canggih)
28
Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik
g. Filum Arthropoda
Arthropoda (Latin, arthra = ruas, segmen dan podos
= kaki). Jadi Arthropoda merupakan kelompok invertebrata
yang memiliki kaki beruas-ruas.
Gambar Drosophila melanogaster
Sumber : freepik.com
Ciri Filum Arthropoda : tubuhnya simetri bilateral (terdiri
atas kepala/kaput, dada/toraks, dan abdomen/perut), dan
mempunyai kerangka luar, berfungsi sebagai pelindung dan
memberi bentuk pada tubuh. Arthropoda melakukan
pergantian kulit (eksdisis/molting). Memiliki sistem
pencernaan sempurna, peredaran darah terbuka. Bernapas
menggunakan trakea, insang, paru-paru buku, atau melalui
seluruh permukaan tubuhnya (Rusyana, 2011).
29
Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik
Klasifikasi Filum Arthropoda
Berdasarkan persamaan dan perbedaan struktur
tubuhnya, Arthropoda dibagi menjadi lima kelas, yaitu :
1) Kelas Crustacea
Crustacea (Latin, crusta = kulit). Memiliki ciri khusus
berupa sefalotoraks, yaitu susunan kepala, dada dan perut
(abdomen) bergabung menjadi satu. Bernapas menggunakan
insang dan ada juga yang menggunakan permukaan
tubuhnya. Sistem ekskresi menggunakan sepasang badan
green gland (kelenjar hijau) terletak pada bagian ventral dari
sefalotoraks di depan esofagus. Contohnya, plankton (Cylops)
dan udang sotong (Palaemon sp)
2) Kelas Insecta
Insecta (Latin, insect = serangga). Insecta memiliki
ciri khusus yaitu mempunyai kaki enam yaitu hexapoda (hexa
= enam, podos = kaki). Insecta hidup diberbagai habitat
diantaranya air tawar, laut, dan darat. Insecta mengalami
metamorfosis. Ada dua macam metamorfosis, yaitu
metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna.
30
Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik
Contoh metamorfosis sempurna diantaranya lebah madu
(Apis indica), lalat buah (Drosophila melanogaster), nyamuk
(Aedes sp) dan kupu-kupu ulat. Sedangkan contoh
metamorfosis tidak sempurna diantaranya belalang sembah
(Mantis religiosa) dan kecoak (Blattodea sp).
Metamorfosis Tidak Sempurna Kecoak
Sumber : freepik.com
Metamorfosis tidak sempurna kecoak bermula dari
telur. Lalu berubah menjadi nimfa atau kecoak muda. Setelah
kecoak muda berkembang, ia akan menjadi kecoak dewasa
yang memiliki tubuh yang sama dengan kecoak muda.
31
Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik
Metamorfosis Sempurna Nyamuk
Sumber : freepik.com
Telur menjadi awal terjadinya metamorfosis sempurna
pada nyamuk. Setelah telur menetas akan berubah menjadi
seekor larva. Larva ini akan beradaptasi untuk mencari
makan agar bisa melanjutkan hidupnya ke fase pupa. Setelah
fase larva sudah selelsai, tahap selanjutnya adalah fase pupa.
Fase terakhir dari metamorphosis pada nyamuk adalah
nyamuk menjadi dewasa.
32
Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik
3) Kelas Arachnida
Arachnida (Yunani, arachno = laba-laba). Tubuh
terdiri atas sefalotoraks dan abdomen, memiliki empat
pasang kaki, delapan mata namun tidak memiliki antena.
Memiliki dua pasang mulut, yaitu kelisera (untuk
melumpuhkan mangsa) dan pedipalpus (untuk menangkap
dan memegang mangsa). Contohnya kalajengking
(Thelyponus sp).
4) Kelas Chilopoda
Chilopoda dikenal dengan sebutan kaki seratus atau
sentipeda. Sebutan lain hewan ini adalah kelabang. Tubuh
berbentuk pipih, memanjang, serta bersegmen. Setiap
segmen terdapat sepasang kaki, kecuali pada segmen di
belakang kepala. Pasangan pertama kaki termodifikasi
menjadi pedes maksilaris berfungsi untuk membunuh
mangsa. Alat ekskresinya berupa saluran Malpighi.
Contohnya kelabang (Scolopendra heros).
33
Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik
5) Kelas Diplopoda
Diplopoda dikenal dengan sebutan kaki seribu atau
milipeda. Sebutan lain hewan ini adalah keluwing. Tubuh
Diplopoda bulat panjang dan beberapa segmen menyatu.
Tiap segmen tubuh terdapat dua pasang kaki. Habitat di
tempat lembab dan gelap. Gerakan Diplopoda sangat lambat
dengan kaki yang bergerak seperti gelombang. Apabila
diganggu, hewan ini akan menggulung tubuhnya dan pura-
pura mati. Contohnya, kaki seribu (Lulus sp).
Peran Arthropoda dalam Kehidupan
Peran menguntungkan : sebagai bahan makanan
contohnya kepiting dan udang. Membantu penyerbukan
tanaman, contohnya kupu-kupu dan tawon. Menghasilkan
madu, contohnya lebah madu.
*untuk melatih retensi melalui teknik mnemonik sebagai
berikut :
Crustacea, Insecta, Arachnida, Diplopoda, dan Chilopoda
(Cika Insecure pada Ara, Dila, dan Chila)
34
Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik
h. Filum Echinodermata
Echinodermata (Yunani, echinos = duri; dermal =
kulit). Jadi Echinodermata adalah kelompok hewan yang
memiliki kulit berduri (Nurhadi & Yanti, 2016).
Gambar Leptasterias hexactis
Sumber : Stimpson, 1862
Ciri Filum Echinodermata : hewan tripoblastik
selomata, bentuk tubuh Echinodermata seperti bintang,
bulat, pipih, bulat memanjang, dan seperti tumbuhan. Tubuh
simetris radial, sedangkan larvanya berbentuk simetris
bilateral. Memiliki sistem pencernaan sederhana, ada juga
yang tidak memiliki anus. Tidak memiliki sistem ekskresi dan
sistem sirkulasi belum berkembang dengan baik (Aryulina et
al., 2007).
35
Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik
Klasifikasi Filum Echinodermata
Berdasarkan bentuk tubuhnya Echinodermata, dapat
dikelompokkan menjadi lima kelas yaitu :
1) Kelas Asteroidea (Bintang laut)
Bentuk tubuh Asteroidea menyerupai bintang dengan
lima lengan. Permukaan tubuh bagian bawah dianggap oral
karena terdapat mulut. Sedangkan bagian permukaan atas
dianggap aboral karena terdapat anus. Asteroidea
mempunyai duri berukuran pendek dan tumpul. Contohnya
bintang laut merah (Asterias sp).
2) Kelas Echinoidea (Landak laut)
Bentuk tubuh Echinoidea bundar, tidak berlengan dan
memiliki duri yang dapat digerakkan. Contohnya landak laut,
bulu babi bentuk jantung (Echinos cardium).
3) Kelas Ophiuroidea (Bintang ular)
Bentuk tubuh Ophiuroidea bola cakram kecil dengan
lima lengan atau kelipatannya. Tiap lengan memiliki ruas
yang sama besar. Pada bagian lateral terdapat duri sedangkan
bagian dorsal dan ventral tidak memiliki duri.
36
Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik
Habitat Ophiuroidea hidup di laut yang dangkal hingga laut
yang dalam. Contohnya bintang ular (Ophiothrix sp).
4) Kelas Crinodea (Lilia laut)
Bentuk tubuh Crinodea seperti bunga lilia. Habitat
hidup di laut yang dalam. Tubuhnya tersusun dari lempeng
kapur dan berbentuk cangkir. Crinodea tidak memiliki duri.
Memiliki lengan panjang kelipatan lima menyerupai daun
yang disebut pinula. Contohnya lilia laut dengan lima lengan
atau kelipatannya (Ptilocrinus pinnatus).
5) Kelas Holothuroidea (Lilia laut)
Bentuk tubuh Holothuroidea lunak, memanjang
dengan garis oral ke aboral sebagai sumbu. Kulit tubuh
Holothuroidea terdapat kutikula sebagai pelindung epidermis
tidak bersilia. Holothuroidea dapat hidup di laut yang
dangkal. Contohnya teripang hitam (Holothuria atra)
(Rusyana, 2011).
37
Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik
*untuk melatih retensi melalui teknik mnemonik sebagai
berikut :
Asteroidea, Echinoidea, Ophiuroidea, Crinodea, dan
Holothuroidea (Asti, Echi, dan Ophi Cuka Holiday).
Peran Echinodermata dalam Kehidupan
Echinodermata pemakan detritus (sisa organisme mati).
Dimanfaatkan sebagai bahan makanan (kerupuk teripang)
dan sebagai hiasan (kerangka bintang laut). Termasuk hewan
pemakan sampah di laut sehingga laut menjadi bersih.
38
Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik
i. Filum Chordata
Chordata (Yunani, chorde = senar atau tali.
Anggota kelompok Chordata memiliki notokord (korda
dorsalis) memanjang sebagai kerangka tubuh.
Gambar Branchiostoma sp
Sumber : https://www.gramedia.com/literasi/chordata/
Ciri Filum Chordata : bentuk tubuh simetri
bilateral, memiliki susunan saraf pusat yang berbentuk
pembuluh. Filum Chordata memiliki sistem organ yang
sangat kompleks. Namun, ada juga yang belum
mempunyai jantung, yaitu Amphioxus (Aryulina et al.,
2007).
Klasifikasi Filum Chordata
Filum Chordata terdiri dari tiga subfilum
diantaranya, Urochordata (Tunicata), Cephalochordata,
Vertebrata
39
Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik
1) Subfilum Urochordata (Tunicata)
Urochordata digolongkan menjadi chordata yang
tidak bertengkorak (acrania). Hidup di dasar laut dan
memiliki tunik (selubung) yang membuat bentuk tubuh
pendek tebal dan gemuk. Contohnya Molgula sp.
2) Subfilum Cephalochordata
Cephalochordata digolongkan menjadi chordata yang
tidak bertengkorak (acrania). Bentuk tubuh umumnya
berukuran kecil, hidup terkubur di bawah pasir perairan
dangkal. Memiliki alat peraba pada mulutnya yang disebut
sirus. Pada ujung anterior terdapat bintik mata dan pembau.
Contohnya Branchiostoma sp.
3) Subfilum Vertebrata
Vertebrata digolongkan menjadi chordata tingkat
tinggi, yaitu hewan bertengkorak dan mempunyai otak
(craniata) (Lumowa, 2014).
*untuk melatih retensi melalui teknik mnemonik sebagai
berikut : Urochordata (Tunicata), Cephalochordata, Vertebrata
(Unsa Cerdas daripada Vera).
40
Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik
3) Subfilum Vertebrata
Vertebrata merupakan subfilum dari filum Chordata.
Vertebrata (Latin, vertebrae = tulang belakang). Jadi
Vertebrata adalah kelompok hewan yang memiliki tulang
belakang (Simon et al., 2015).
Ciri Subfilum Vertebrata : tubuh simetri bilateral.
Bagian organ dalam dilindungi oleh rangka dalam
(endoskeleton), bagian otak dilindungi oleh tulang-tulang
tengkorak (cranium). Vertebrata sudah memiliki alat tubuh
lengkap, antara lain sistem pencernaan yang memanjang
dari mulut hingga anus; sistem sirkulasi tertutup; alat
ekskresi berupa ginjal; alat pernapasan berupa paru-
paru/insang; sepasang alat reproduksi; sistem endokrin
sebagai penghasil hormon; sistem saraf yang terdiri atas
sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang) dan
susunan saraf tepi (serabut saraf). Semua anggota
vertebrata mempunyai rahang dua pasang, kecuali kelas
Aghnata.
41
Handout Digital Materi Animalia Berbasis Teknik Mnemonik
Klasifikasi Subfilum Vertebrata
Vertebrata terbagi menjadi beberapa kelas, yaitu kelas
Pisces, Amphibia, Reptilia, Aves, dan Mamalia.
*untuk melatih retensi melalui teknik mnemonik sebagai
berikut :
(Pisang Ambon Raja Akan Matang).
1) Kelas Pisces
Gambar Ameiurus melas
Sumber : Susanto, 2017
Ciri Kelas Pisces : hidup di air. Tubuh berbentuk
ramping terbagi atas kepala, badan dan ekor. Tubuh ditutupi
oleh sisik dan berlendir. Sepanjang sisi tubuh terdapat gurat
sisi yang berfungsi untuk mengetahui arus dan tekanan dalam
air. Respirasi menggunakan insang, memiliki sirip namun
tidak memiliki alat gerak, jantung memiliki dua ruangan,
42