The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by hanumshinta20, 2023-11-04 03:48:00

LK kel 1

LK 01

Keywords: LKPD

TRAINING OF TRAINER CALON FASILITATOR PEMANDU PROGRAM PENDIDIKAN GURU PENGGERAK Halaman 1 SKENARIO SIMULASI PENDAMPINGAN LOKAKARYA Kelompok : 3 (Tiga) Lokakarya : 1 (Satu) Anggota Kelompok : 1. Supriyanto 4. Hansil Arianti 7. Ummu Sulaimah : 2. Yuni Utami 5. Ely Purwaningsih : 3. Sandi Aliffian 6. Ratnawati Operator/ time keeper dan Moderator : Yuni Utami Observer : Ely Purwaningsih PP : Sandi Aliffian, Hansil Arianti, Umu Sulaimah CGP : Ratnawati, Supriyanto Timer : Skenario Peran Waktu Pembukaan Supriyanto 5 Sesi 1 Sandi Aliffian 15 Sesi 2 Yuni Utami 15 Sesi 3 - Sesi 4 Ely Purwaningsih 20 Sesi 5 Ratnawati 15 Sesi 6 Umu Sulaimah 15 Penutup Hansil Arianti 5 Total 90’


TRAINING OF TRAINER CALON FASILITATOR PEMANDU PROGRAM PENDIDIKAN GURU PENGGERAK Halaman 2 Skenario. No Kegiatan Aktor Keterangan A Kegiatan Pembuka Pembukaan dan Ice Breaking Pelatihan dimulai dengan sapaan hangat dan bersemangat Memberikan ucapan: Selamat pagi, Bapak/Ibu! Apa kabarnya? Senang rasanya bisa melihat wajah Bapak/Ibu kembali di Lokakarya Pertama! Membaca Doa pembuka Memberikan pertanyaan yang dapat peserta terlibat dan membuat koneksi antar CGP Siapa di antara Bapak/Ibu yang sebelum ke tempat ini sudah sarapan? Siapa di antara Bapak/Ibu yang sebelum ke tempat ini sudah minum teh atau kopi? Siapa di antara Bapak/Ibu yang sudah berolahraga tadi pagi Ice breaking dengan judul tembak nama. Mari Bapak/Ibu kita berdiri melingkar. Siapa yang pernah ke Amerika Bapak/Ibu? Siapa yang tahu musuh Indian pada zaman dahulu? (koboi) Siapa yang tahu perlengkapan yang digunakan oleh koboi? (tali laso, senapan) Sekarang ceritanya saya akan menjadi koboi dan memiliki senapan. Saat ada orang yang saya tembak dengan berkata ‘dor’, Bapak atau Ibu tersebut silakan jongkok. Lalu orang yang berada di sebelah kiri dan kanan dari orang yang jongkok tersebut harus beradu cepat nama orang yang ada di sebelahnya. Contoh misalnya saya tembak Bapak Budi maka Pak Budi silakan jongkok. Lalu orang yang disebelah kiri dan kanannya misalnya bernama Bu Ais dan Pak Roy harus beradu cepat Supriyanto Supriyanto Pembukaan Membaca Doa Pembuka Ice Breaking Pengenalan Pengajar Praktik Tujuan Lokakarya Pembuatan kesepakatan belajar


TRAINING OF TRAINER CALON FASILITATOR PEMANDU PROGRAM PENDIDIKAN GURU PENGGERAK Halaman 3 memanggil lawannya. Jika Pak Roy lebih cepat, maka Bu Ais kalah dan lingkaran kita mengecil. Apakah ada pertanyaan Bapak/Ibu? Jika tidak, kita mulai ya permainannya. Minta calon guru penggerak kembali ke tempat duduknya masing-masing. Terimakasih sudah ikut bermain. Silakan Bapak/Ibu kembali ke tempat duduknya masing-masing. Perkenalan Pengajar Praktik Setelah Ice breaking dilakukan perkenalan dengan pengajar praktik dan peserta CGP untuk suasana lebih akrab dan terbuka Bapak/Ibu kita akan melakukan perkenalan kembali, karena mungkin saja kita lupa dengan peserta lain ataupun bahkan bisa lupa juga dengan saya atau pengajar praktik lainnya. Sebutkan nama Anda dan hal terbaik yang dialami sebagai guru di 1 bulan ini. Mulai dari saya, pengajar praktik yang lain, baru diikuti Bapak/Ibu. Saya mulai. Nama saya Niko (contoh). Hal terbaik yang saya alami sebagai guru adalah saat ada 1 murid saya yang memberitahukan bahwa saya telah menjadi guru yang lebih kreatif dibanding sebelumnya. Silakan dilanjutkan. (lanjut ke pengajar praktik dan peserta) Penjelasan Tujuan & Pembuatan Kesepakatan Belajar Pengajar praktik menjelaskan tujuan lokakarya 1


TRAINING OF TRAINER CALON FASILITATOR PEMANDU PROGRAM PENDIDIKAN GURU PENGGERAK Halaman 4 Di akhir lokakarya pertama ini, peserta dapat memetakan manfaat dan area kontrol di komunitas praktisi yang sudah ada di lingkungan Bapak/Ibu, serta peran Bapak/Ibu untuk memperbesar manfaat dari komunitas praktisi tersebut. Menu belajar pada tayangan slide 4 Untuk mencapai tujuan ini, ada beberapa agenda yang harus kita pelajari dan lakukan yaitu: … (tayangan slide 4). Semua materi belajar ini sudah ada juga di buku pembelajaran yang Bapak/Ibu punya


TRAINING OF TRAINER CALON FASILITATOR PEMANDU PROGRAM PENDIDIKAN GURU PENGGERAK Halaman 5 Setelah memberitahukan tujuan dan agenda belajar, beri kesempatan bertanya pada peserta. Setelah itu ajak peserta untuk membuat kesepakatan bersama. Untuk mencapai tujuan belajar dan membuat situasi belajar yang nyaman, mari kita membuat kesepakatan belajar untuk lokakarya pertama ini. Apakah ada ide atau saran dari Bapak/Ibu yang bisa kita masukkan sebagai kesepakatan belajar kita PP dapat memberikan salah satu saran untuk kesepakatan Bersama, lalu menggali saran kesepakatan belajar dari peserta. Pemandu membacakan kembali kesepakatan yang telah dibuat dan menyepakatinya bersama dengan peserta. Saya bacakan kembali kesepakatan bersama yang sudah dibuat. (bacakan kesepakatan bersama). Apakah Bapak/Ibu setuju kesepakatan belajar ini? Berikan tepuk tangan untuk meresmikan kesepakatan belajar ini. Ingat kesepakatan belajar ini sudah berlaku dari sekarang hingga proses belajar selesai di sore nanti


TRAINING OF TRAINER CALON FASILITATOR PEMANDU PROGRAM PENDIDIKAN GURU PENGGERAK Halaman 6 B Kegiatan Inti Sesi 1 : Kepemimpinan Dalam Diri (75’) Persiapan kegiatan Persiapan: Siapkan bola warna-warni untuk disebar ke sekeliling ruangan Siapkan slayer/penutup mata Pelaksanaan: Siapa diantara Bapak/Ibu yang suka naik kereta? Buku Pegangan Lokakarya Kesatu Siapa diantara Bapak/Ibu yang pernah main kereta-keretaan waktu masih kecil? Siapa yang ingin bermain kereta-keretaan sekarang? Berikan instruksi permainan. Sekarang kita akan bermain kereta-keretaan. Berikut prosedurnya:” 1. Peserta akan dibagi menjadi 5 kelompok. Tiap kelompoknya terdiri dari 3 orang. 2. Tugas tiap kelompok adalah mengumpulkan bola dari suatu yang warna yangakan ditentukan, di sekeliling ruangan ini. 3. Dalam mengumpulkan bola, kelompok perlu membuat sebagai kereta. Jadi 1kelompok akan berbaris. Semua orang akan memegang pundak orang yang didepannya, kecuali orang yang berada di paling depan barisan. 4. Orang yang dapat mengambil bola adalah orang yang ada di paling depanbarisan. 5. Jika saat mengumpulkan, barisan terputus atau tangan terlepas dari Pundak,maka pengajar praktik akan mengurangi 1 bola yang sudah dikumpulkan dan pengajar praktik akan menaruh bola tersebut di lokasi yang baru. 6. Kelompok tidak boleh mengambil warna bola yang berbeda. 7. Kelompok yang menjadi pemenang adalah kelompok yang Sandi Aliffian Sandi Aliffian Persiapan Aktivitas mencari benda Pembahasan Aktivitas Diskusi nilai, Peran, dan Kompetensi Guru Penggerak


TRAINING OF TRAINER CALON FASILITATOR PEMANDU PROGRAM PENDIDIKAN GURU PENGGERAK Halaman 7 paling cepatmengumpulkan seluruh bola dengan warna yang ditentukan. “Apakah ada pertanyaan?” Sekarang kita akan bermain kereta-keretaan. Bagi peserta menjadi 5 kelompok yang berisikan 3 anggota tiap kelompoknya, serta beritahukan warna bola yang perlu dikumpulkan kepada tiap kelompok. Kita akan berhitung 1-5. Orang yang mendapat angka 1 maka akan masuk kelompok pertama, dst. Kalau sudah berhitung, silakan berkumpul dengan kelompoknya. Berikut adalah pembagian warna bola yang perlu dikumpulkan tiap kelompok. 1. Kelompok 1 – warna merah 2. Kelompok 2 – warna kuning 3. Kelompok 3 – warna hijau 4. Kelompok 4 – warna biru 5. Kelompok 5 – warna orange Minta peserta untuk berbaris dan berikan aturan tambahan. Silakan tiap kelompok menentukan urutan barisannya dan berdiri sesuai dengan barisannya. Apakah sudah? Tambahannya, di permainan ini setiap kereta memiliki keterbatasan. Berikut keterbatasannya: 1) Orang pertama dan kedua paling depan akan ditutup matanya dengan slayer 2) Orang paling belakang tidak ditutup matanya, namun tidak boleh bersuara. Apakah ada pertanyaan?


TRAINING OF TRAINER CALON FASILITATOR PEMANDU PROGRAM PENDIDIKAN GURU PENGGERAK Halaman 8 Jika tidak ada pertanyaan, silakan tiap kelompok mengambil penutup mata/slayer dan orang pertama dan kedua paling depan memakainya. Di saat peserta sedang memakai penutup mata, Pengajar Praktik menyebarkan semua bola ke sekeliling ruangan. Halo Bapak/Ibu! Salam jumpa dengan saya … (beritahukan nama Anda). Kita akan membahas rencana program yang dibuat di lokakarya keenam serta progressnya. Sebelum bercerita, mari kita berkenalan kembali. Silakan perkenalkan nama Anda dan sekolah tempat Anda mengajar. Silakan dari sebelah kanan saya lalu bergantian. AKTIVITAS: MENCARI BENDA (20’) Mulai kegiatan bersama-sama. Kita akan mulai bersama-sama dalam hitungan ketiga. Siap? 1-2-3! Pengajar praktik perlu memastikan beberapa hal: Pastikan orang di paling belakang barisan tidak berbicara/berbisik Jika ada barisan yang terputus, maka ambil 1 bola yang sudah dipegang Pastikan warna bola yang diambil sesuai, jika tidak silakan dikembalikan Jika ada kelompok yang selesai duluan, biarkan kelompok lain menyelesaikannya. Jika semua kelompok sudah selesai di dalam 5 menit pertama, maka pengajar praktik bisa mengadakan ronde kedua dengan mengubah formasi barisan tiap kelompok.


TRAINING OF TRAINER CALON FASILITATOR PEMANDU PROGRAM PENDIDIKAN GURU PENGGERAK Halaman 9 PEMBAHASAN AKTIVITAS (15’) Ucapkan selamat kepada kelompok yang menang dan minta peserta duduk. Selamat kepada kelompok yang menang! Silakan duduk Bapak/Ibu. Mari kita membahas aktivitas yang tadi kita lakukan. Berikan pertanyaan-pertanyaan dengan mengikuti alur 4P untuk merefleksikan aktivitas barisan mencari bola. Pertanyaan Peristiwa: Apa kegiatan yang tadi dilakukan? Apa tugas dari tiap kelompok? Apakah terdapat tantangan atau kesulitan dalam menjalankan tugas tersebut? Apa hasilnya tadi? Kelompok mana yang menang? Pertanyaan Perasaan: Apa yang Bapak/Ibu rasakan saat menjadi orang paling depan, posisi tengah, dan posisi paling belakang? (jika ada) Apa rasanya saat barisan terlepas dan bola diambil Pengajar Praktik? Apa rasanya saat tidak berhasil mengumpulkan bola? Apa yang dirasakan setelah mengumpulkan semua bola tersebut? Pertanyaan Pembelajaran: Bagaimana cara bisa mengumpulkan seluruh bola dengan cepat? Apa cara yang dilakukan oleh kelompok pemenang?? Peran mana yang paling penting di dalam permainan tadi? Posisi mana yang memimpin di dalam permainan tadi? (Poin pembelajaran: semua peranan penting dalam mewujudkan semua upaya dan tiap peran adalah seorang pemimpin di areanya)


TRAINING OF TRAINER CALON FASILITATOR PEMANDU PROGRAM PENDIDIKAN GURU PENGGERAK Halaman 10 Apa kualitas seorang pemimpin yang bisa dipelajari dari aktivitas tadi? Pertanyaan Penerapan ke depan: Jadi apa hubungan peran Anda sebagai CGP dengan kualitas pemimpin? Jadi apa nilai-nilai dari CGP yang bisa membuat Anda menjadi lebih baik sebagai pemimpin? Apa yang bisa Anda lakukan sebagai CGP atau pemimpin di dalam sekolah sebagai organisasi pembelajaran? Apa yang perlu ditingkatkan dari diri Anda, jika ingin menjadi pemimpin yang efektif di organisasi pembelajaran? Apa kualitas yang sudah Anda punya sebagai pemimpin pembelajaran? DISKUSI NILAI, PERAN DAN KOMPETENSI GURU PENGGERAK (10’) Persiapan: PP menyiapkan plano dan spidol untuk diskusi kelompok PP menyiapkan lakban kertas untuk menempelkan lembar plano yang sudah selesai ditulis ke dinding Pelaksanaan: PP menanyakan kepada peserta jika mereka masih mengingat tentang nilai, peran, dan kompetensi guru penggerak. Siapa diantara Bapak/Ibu yang masih ingat nilai Guru Penggerak? Siapa diantara Bapak/Ibu yang masih ingat peran Guru Penggerak? Siapa diantara Bapak/Ibu yang masih ingat kompetensi Guru Penggerak? Minta peserta untuk kembali ke kelompoknya dan bagi topik yang perlu didiskusikan dan dituliskan oleh tiap kelompok.


TRAINING OF TRAINER CALON FASILITATOR PEMANDU PROGRAM PENDIDIKAN GURU PENGGERAK Halaman 11 Sekarang silakan Bapak/Ibu kembali ke kelompoknya. Tiap kelompok akan mendapatkan 1 topik untuk didiskusikan dan dituliskan di kertas plano. 1. Kelompok 1 akan membahas nilai Guru Penggerak 2. Kelompok 2 akan membahas peran Guru Penggerak 3. Kelompok 3 akan membahas kompetensi Guru Penggerak Silakan bahas tiap topiknya, apa yang sudah Bapak/Ibu pelajari dari topik tersebut, contoh-contohnya atau ada yang ingin ditambahkan berdasarkan pengalaman Bapak/Ibu. Setelah dibahas, silakan dituliskan di kertas plano. Di plano bisa dituangkan dalam bentuk tulisan atau gambar, serta bisa dihias ya Bapak/Ibu. Waktu berdiskusi adalah 10 menit, setelah itu setiap kelompok mempunyai waktu maksimal 4 menit untuk mempresentasikan hasil diskusinya kepada kelompok lain. Pengajar Praktik memastikan setiap kelompok mendiskusikan sesuai dengan topiknya dan memberhentikan waktu diskusi setelah 10 menit dan tiap kelompok bergantian mempresentasikan pembelajarannya terhadap tiap topik. Kita akan bergantian untuk presentasi. Waktunya adalah 4 menit. Kelompok lain silakan mendengarkan PP menutup kegiatan dengan menyatakan bahwa ketiga poin (nilai, peran, kompetensi) tersebut saling berhubungan dan berikan jembatan pembelajaran ke materi komunitas praktisi. Terimakasih tiap kelompok sudah berdiskusi dan presentasi. Apakah bisa dari ketiga poin tersebut berdiri sendiri Bapak/Ibu? Betul sekali!


TRAINING OF TRAINER CALON FASILITATOR PEMANDU PROGRAM PENDIDIKAN GURU PENGGERAK Halaman 12 Ketiga poin tersebut saling berhubungan dan kita sebagai Calon Guru Penggerak perlu menguasainya untuk membuat kita menjadi pemimpin organisasi pembelajaran yang lebih baik. Sebagai pemimpin organisasi pembelajaran, salah satu aktivitas yang bisa kita lakukan adalah memanfaatkan komunitas praktisi yang sudah ada untuk mengefektifkan serta meningkatkan kualitas pembelajaran. Setelah ini, kita akan masuk kepada penjelasan dan penerapan komunitas praktisi. Apakah Bapak/Ibu siap Sesi 2: DISKUSI KOMUNITAS PRAKTISI (75’) DISKUSI KOMUNITAS PRAKTISI: BERBAGI TANTANGAN 1 BULAN PERTAMA (45’) Persiapan: ● PP Menyiapkan papan plano dan spidol ● memasang laptop dan sambungkan ke proyektor ● Menyiapkan post-it berwarna kuning, biru, dan hijau ● Menempelkan kertas plano di dinding aula Pelaksanaan PP Minta peserta menuliskan permasalahan mereka di post-it berwarna kuning. Bapak/Ibu telah menjalankan pelatihan guru penggerak selama 2 bulan. Saya yakin masih terdapat beberapa permasalahan yang Bapak/Ibu alami sebagai guru di sekolah masing-masing. Sekarang, silakan Bapak/Ibu tuliskan masalah yang Bapak/Ibu alami sebagai guru di post-it berwarna kuning. 1 post-it berisi 1 masalah, sehingga Yuni Utami Yuni Utami: Aktivitas kelompok bersama pengajar praktik


TRAINING OF TRAINER CALON FASILITATOR PEMANDU PROGRAM PENDIDIKAN GURU PENGGERAK Halaman 13 jika Bapak/Ibu terdapat 3 masalah maka dituliskan di 3 postit yang berbeda. Silakan teman-teman! Pengajar praktik membagikan post-it dan spidol berwarna untuk peserta menulis. PP meminta peserta menuliskan permasalahan mereka di post-it berwarna kuning. Jika sudah dituliskan, silakan Bapak/Ibu menempelkan post-it tersebut ke plano yang bertuliskan masalah. Pengajar praktik melakukan kategorisasi permasalahan dengan mengatur post-it yang bertuliskan masalah yang sama atau setipe menjadi berdekatan lalu menuliskan judul kategori masalah tersebut di post it berwarna hijau di atas post-it post-it tersebut. Jika dilihat dari permasalahan yang Bapak/Ibu alami selama 2 bulan ini, terdapat 3 kategori masalah, yang adalah … (sebutkan kategorikategori masalah) Contoh kategori masalah: 1. Relasi guru dengan siswa 2. Relasi guru dengan pihak sekolah (rekan guru, kepala sekolah, atau staf sekolah) 3. Mengajar dengan cara yang menarik PP meminta perwakilan peserta yang menuliskan di tiap kategori masalah untuk bercerita.


TRAINING OF TRAINER CALON FASILITATOR PEMANDU PROGRAM PENDIDIKAN GURU PENGGERAK Halaman 14 Mari kita pahami permasalahan yang sudah Bapak/Ibu tuliskan. Minta tolong untuk perwakilan tiap kategori untuk menceritakan lebih dalam tentang masalah yang dialami. Kita mulai dari kategori 1 terlebih dahulu, Silakan bapak/Ibu yang menuliskan masalah di kategori tersebut boleh berbicara. Siapa yang mau menceritakan permasalahannya? … PP membagi peserta menjadi tiga kelompok dan menugaskan kelompok untuk membahas solusi dari 1 kategori masalah. Setelah mendalami tiap kategori masalah lebih dalam, sekarang kita akan membahas solusi untuk tiap kategori di dalam 3 kelompok. Bapak/Ibu silakan bilang ‘do’ , ‘re’ , ‘mi’ bergantian kemudian setelah ‘mi’ kembali lagi ke ‘do’. Silakan mulai … (minta peserta menyebutkan ‘doremi’). Silakan Bapak/Ibu yang mendapat ‘do’ bergabung dengan peserta lain mendapat ‘do’, begitu seterusnya. Jadi kita memiliki 3 kelompok yaitu kelompok ‘do’, kelompok ‘re’, dan kelompok ‘mi’. Setelah didiskusikan, silakan menuliskan tiap solusi di post-it berwarna biru, kemudian menempelkan di samping kategori masalah. Apakah ada pertanyaan? Silakan mendiskusikan dengan anggota kelompoknya dalam waktu 10 menit. Mulai! PP meminta tiap perwakilan kelompok untuk menceritakan solusi yang dihasilkan terhadap salah satu kategori masalah yang dibahas. Kita mulai dari kelompok 1, silakan … (perwakilan kelompok 1 bercerita. Selesai bercerita berikan apresiasi kepada kelompok 1)


TRAINING OF TRAINER CALON FASILITATOR PEMANDU PROGRAM PENDIDIKAN GURU PENGGERAK Halaman 15 Kita mulai dari kelompok 2, silakan … (perwakilan kelompok 1 bercerita. Selesai bercerita berikan apresiasi kepada kelompok 1) Kita mulai dari kelompok 3, silakan … (perwakilan kelompok 1 bercerita. Selesai bercerita berikan apresiasi kepada kelompok 1) PP menutup pembahasan permasalahan dan solusi. Minta peserta mengaplikasikan solusi terhadap permasalahan yang dimiliki Terimakasih Bapak/Ibu yang telah menceritakan permasalahannya dan juga bekerja keras memikirkan solusi untuk permasalahan yang dimiliki. Silakan menerapkan solusi yang disarankan oleh teman-temannya REFLEKSI MANFAAT KOMUNITAS PRAKTISI (10’) Pelaksanaan: PP melakukan refleksi praktek diskusi komunitas belajar. Berikan pertanyaan-pertanyaan dengan mengikuti alur 4P: Pertanyaan Peristiwa: Apa kegiatan yang baru kita lakukan? (identifikasi masalah dan solusi) Apa saja tahapan dalam kegiatan tadi? Apa saja permasalahan yang muncul? Apa saja solusinya? Pertanyaan Perasaan: Apa yang dirasakan saat menuliskan atau membahas permasalahan Bapak/Ibu? Apakah Bapak/Ibu merasa nyaman untuk bercerita di dalam proses diskusi? Apa yang Bapak/Ibu rasakan saat masalahnya dicarikan solusi bersama-sama?


TRAINING OF TRAINER CALON FASILITATOR PEMANDU PROGRAM PENDIDIKAN GURU PENGGERAK Halaman 16 Pertanyaan Pembelajaran 1: Apakah Bapak/Ibu mengetahui apa istilah kegiatan tadi? Poin Pembelajaran 1: Diskusi tadi adalah aplikasi dalam melakukan komunitas praktisi. Seperti yang Bapak/Ibu rasakan, dalam komunitas praktisi, harapannya para peserta merasa nyaman menceritakan permasalahannya dan menemukan solusinya bersama. Pertanyaan Pembelajaran 2: Apa saja manfaat dari diskusi komunitas praktisi seperti tadi? Poin Pembelajaran 2: Betul! Dalam komunitas praktisi, kita bisa dapat belajar satu sama lain dengan rekan seprofesi kita. Kita juga membagi beban permasalahan dengan orang yang mengerti kita. Pertanyaan Pembelajaran 3: Apa yang menjadi kunci penting dalam proses diskusi tadi? Apa yang Bapak/Ibu amati dari proses saya memfasilitasi diskusi? Poin Pembelajaran 3: Bapak/Ibu nantinya akan menjadi guru penggerak yang akan berperan menggerakan komunitas praktisi dan memfasilitasi diskusi seperti yang telah saya lakukan. Seperti yang Bapak/Ibu lihat dalam diskusi tadi, buat proses komunikasi positif. Dimana setiap orang dapat mengajukan idenya dan tidak merasa dihakimi. Ingat kembali proses tadi saat Bapak/Ibu memfasilitasi diskusi komunitas praktisi Pertanyaan Penerapan ke depan: Apa yang akan Bapak/Ibu lakukan jika diminta mengadakan diskusi komunitas praktisi? Apa yang perlu Bapak/Ibu tingkatkan kedepannya agar bisa mengadakan diskusi komunitas praktisi dengan baik? Berikan apresiasi kepada guru-guru tersebut yang telah mempelajari juga melakukan praktek diskusi komunitas praktisi.


TRAINING OF TRAINER CALON FASILITATOR PEMANDU PROGRAM PENDIDIKAN GURU PENGGERAK Halaman 17 Karena kita sama-sama mengapresiasi diri kita karena telah belajar diskusi komunitas praktisi dengan dua kali jentik jari! (minta peserta mengikuti) SEKILAS MATERI KOMUNITAS PRAKTISI (20’) Pelaksanaan: PP mengajak peserta untuk belajar filosofi komunitas praktisi. Sekarang, mari kita lihat sekilas tentang filosofi komunitas praktisi. Hal yang akan dijelaskan ini dapat Bapak/Ibu pelajari lebih jauh dari buku saku yang Bapak/Ibu punya. PP membacakan pengertian komunitas praktisi. Berikut adalah alasan pentingnya komunitas praktisi bagi guru termasuk Bapak/Ibu Calon Guru penggerak, yaitu …


TRAINING OF TRAINER CALON FASILITATOR PEMANDU PROGRAM PENDIDIKAN GURU PENGGERAK Halaman 18 Jadi apakah itu komunitas praktisi? PP membacakan tujuan komunitas praktisi Apa saja tujuan dari komunitas praktisi? Tujuan komunitas praktisi adalah … Jelaskan karakteristik komunitas praktisi. Terdapat tiga karakteristik komunitas praktisi, yaitu … Berikut contoh komunitas praktik guru di sekolah menengah pertama


TRAINING OF TRAINER CALON FASILITATOR PEMANDU PROGRAM PENDIDIKAN GURU PENGGERAK Halaman 19 Beritahukan contoh komunitas praktik. Domainnya adalah … Jadi, kira-kira apa saja jenis aktivitas yang ada di dalam komunitas praktisi dengan karakteristik seperti ini? PP membacakan jenis aktivitas. Jenis aktivitas di komunitas praktisi adalah … Sesi 3 : Ishoma (60’)


TRAINING OF TRAINER CALON FASILITATOR PEMANDU PROGRAM PENDIDIKAN GURU PENGGERAK Halaman 20 Sesi 4 : Komunitas Praktisi di Sekelilingku (60’) ENERGIZER (15’) Persiapan: Memastikan ruangan sudah kembali bersih dari istirahat makan siang Pelaksanaan: PP menyambut peserta kembali setelah istirahat makan siang. Berikan pertanyaan Siapa di antara Bapak/Ibu yang sudah makan siang? PP mempimpin energizer suit perkalian. Mari Bapak/Ibu kita melakukan suit perkalian setelah makan siang. Bagaimana caranya? Bapak/Ibu cari pasangan lalu berdiri berhadapan. Setelah berdiri berhadapan, lakukan suit. Namun suitnya diganti dengan berikan jumlah jari di tangan Bapak/Ibu. Contoh misalnya Bapak Udin menunjukkan jari berjumlah 3 dan pasangannya menunjukkan jari berjumlah 4. Setelah itu, kedua orang ini harus cepat-cepatan menebak total perkalian. Dalam contoh tadi, jawabannya adalah 12. Peserta yang menebak lebih cepat dan benar, maka dialah pemenang suit tersebut. Apakah ada pertanyaan Bapak Ibu? Nanti kita akan memainkan ini 3 ronde. Jadi setelah tiap ronde, Bapak/Ibu yang menang cari orang lain yang menang, sementara Bapak/Ibu yang kalah cari orang lain yang kalah juga. Silakan Bapak/Ibu mencari pasangannya dan berdiri berhadapan. Sudah siap semua? Kita mulai ronde pertama. Permainan dilanjutkan hingga 3 ronde. MENGIDENTIFIKASI KOMUNITAS PRAKTISI YANG SUDAH ADA (25’) Pelaksanaan: Ely Purwaningsih Mengidentifikasi komunitas praktisi yang ada Menganalisa pemetaan komunitas praktisi


TRAINING OF TRAINER CALON FASILITATOR PEMANDU PROGRAM PENDIDIKAN GURU PENGGERAK Halaman 21 PP mengajak peserta untuk belajar proses diskusi komunitas praktisi. Tadi kita sudah belajar tentang komunitas praktisi. Sekarang mari kita identifikasi komunitas praktisi yang sudah ada di lingkungan. Agar kita dapat mengidentifikasi dengan baik, peserta akan dibagi menjadi 3 kelompok. Setiap orang akan mengidentifikasi komunitas praktisi yang ada di lingkungannya masing-masing. Jika ada pertanyaan atau bingung, Bapak/Ibu bisa bertanya kepada anggota kelompok lain atau bertanya kepada pengajar praktik yang mendampingi kelompok Bapak/Ibu. PP membagi peserta menjadi 3 kelompok dan bagikan Lembar Identifikasi Komunitas Praktisi kepada setiap kelompok. Setiap orang sekarang sudah di kelompoknya dan sudah mendapat lembar identifikasi Komunitas Praktisi. Saya ingatkan bahwa ini adalah tugas individu karena Bapak/Ibu perlu mengetahui komunitas praktisi yang ada di lingkungannya, dimana bisa berbeda dengan komunitas praktisi di daerah lain, atau sama jika komunitas praktisi tersebut memiliki jangkauan kabupaten. Sampai sini, ada pertanyaan? Jika tidak ada silakan mengidentifikasi di lembar yang dibagikan, mulai dari nama komunitas praktisi, PIC, target peserta, tujuan kegiatan, aktivitas apa saja yang dilakukan, frekuensi kegiatan. Setelah itu, analisa apa peran Bapak/Ibu di dalam kegiatan tersebut, manfaat yang dirasakan, serta seberapa besar kontrol Bapak/Ibu di komunitas tersebut.


TRAINING OF TRAINER CALON FASILITATOR PEMANDU PROGRAM PENDIDIKAN GURU PENGGERAK Halaman 22 Apakah Bapak/Ibu bisa memberikan pengaruh atau mengontrol atau area kontrol hanya kecil karena hanya bisa terlibat sebagai peserta. Pengajar Praktik dapat membantu CGP mengerjakan lembar tersebut selama 15 menit. CGP secara berpasangan membagikan cerita hasil penulisannya dan melengkapi lembar tersebut jika ada saran dari pasangannya. Waktu habis! Sekarang silakan berpasangan dengan salah 1 atau 2 anggota di dalam kelompoknya. Tiap orang menceritakan secara sekilas hasil yang dituliskan di lembar identifikasi komunitas praktisi. Pasangannya dapat menambahkan komunitas praktisi atau memberikan saran terhadap komunitas praktisi yang sudah dituliskan. Waktu dalam berdiskusi dan melengkapi lembar identifikasi adalah 10 menit. Waktu dimulai dari sekarang!


TRAINING OF TRAINER CALON FASILITATOR PEMANDU PROGRAM PENDIDIKAN GURU PENGGERAK Halaman 23 MENGANALISA PEMETAAN KOMUNITAS PRAKTISI (20’) Pelaksanaan: Setelah CGP mengidentifikasi komunitas praktisi yang ada di lingkungannya, minta peserta untuk memetakan komunitas praktisi yang sudah tertulis ke matrix komunitas praktisi. Tadi kita sudah mengidentifikasi komunitas praktisi yang ada di lingkungan kita. Sekarang mari memetakan komunitas praktisi tersebut! Saya dan rekan pengajar praktik lain akan membagikan lembar pemetaan komunitas praktisi dahulu PP memastikan setiap peserta mendapat lembar pemetaan komunitas praktisi dan beritahukan cara mengisi lembar tersebut. Di dalam lembar yang Bapak/Ibu dapat, terdapat sumbu X dan Y untuk memetakan komunitas praktisi. Sumbu X menandakan seberapa besar kontrol Bapak/Ibu di Komunitas Praktisi tersebut, semakin besar maka posisi komunitas praktisi tersebut semakin kekanan. Sumbu Y menandakan seberapa besar manfaat yang Bapak/Ibu bisa dapatkan di Komunitas Praktisi tersebut, semakin besar maka posisi komunitas praktisi tersebut semakin keatas. Apakah ada pertanyaan? Jika tidak ada pertanyaan, dalam waktu 15 menit silakan tuliskan komunitas praktisi yang ada di lembar identifikasi berdasarkan posisi yang sesuai. Pengajar Praktik berkeliling memastikan peserta memahami instruksi dan mengerjakannya sesuai instruksi


TRAINING OF TRAINER CALON FASILITATOR PEMANDU PROGRAM PENDIDIKAN GURU PENGGERAK Halaman 24 Setelah 15 menit, PP memberikan apresiasi kepada para peserta dan berikan jembatan kepada materi selanjutnya. Waktu habis! Tepuk tangan untuk Bapak/Ibu yang sudah mengidentifikasi dan memetakan komunitas praktisi yang ada. Jika dilihat, ternyata banyak komunitas praktisi yang ada ya di sekeliling kita. Lalu, apakah peran kita sebagai Calon Guru Penggerak di Komunitas Praktisi ini terutama untuk Komunitas Praktisi yang dapat memberikan manfaat untuk kita. Mari kita lanjut ke materi selanjutnya!


TRAINING OF TRAINER CALON FASILITATOR PEMANDU PROGRAM PENDIDIKAN GURU PENGGERAK Halaman 25 C Sesi 5 : Peran guru penggerak dalam menggerakkan komunitas praktisi (60’) MEMAHAMI PERAN GURU PENGGERAK DALAM MEMBUAT KOMUNITAS PRAKTISI (40’) Pelaksanaan: [Tayangkan slide 12] PP mengajak peserta untuk belajar proses diskusi komunitas praktisi. Menurut Bapak/Ibu, apa saja peran Bapak/Ibu sebagai calon guru penggerak? Ratnawati Memahami peran guru penggerak dalam membuat komunitas praktisi Menganalisa peran dalam memaksimalkan komunitas praktisi


TRAINING OF TRAINER CALON FASILITATOR PEMANDU PROGRAM PENDIDIKAN GURU PENGGERAK Halaman 26 [ PP membacakan dengan singkat alur peranan guru penggerak. Diagram ini menjelaskan peran guru penggerak secara berurutan, dari persiapan, pelaksanaan diskusi komunitas praktisi, hingga tindak lanjut dan refleksi kegiatan. (baca poinpoin di slide) Sekarang kita akan belajar lebih detail tentang ketujuh peranan guru secara berurutan, namun kita akan belajar dengan cara berbeda. PP membagi peserta menjadi 3 kelompok. Tiap kelompok bertugas untuk mempelajari salah satu strategi untuk menciptakan lingkungan belajar yang positif setelah itu mereka akan sharing kepada anggota kelompok yang lain. Caranya adalah Bapak/Ibu akan dibagi menjadi 3 kelompok. Saya bagi dulu kelompoknya (bagi menjadi 3 kelompok). Tugas peserta di kelompok 1 mempelajari peran 1 dan peran 2: PP menganalisis kebutuhan belajar anggota


TRAINING OF TRAINER CALON FASILITATOR PEMANDU PROGRAM PENDIDIKAN GURU PENGGERAK Halaman 27 Memfasilitasi rencana kegiatan belajar berdasarkan hasil analisis kebutuhan Tugas peserta di kelompok 2 mempelajari peran 3 dan peran 4: Mencari narasumber yang relevan terkait kebutuhan belajar Menyelenggarakan kegiatan belajar di komunitas Tugas peserta di kelompok 3 mempelajari peran 5, peran 6, dan peran 7 Mendokumentasikan dan mempublikasikan kegiatan Mendampingi rekan sejawat dalam mempraktikkan hasil belajar di komunitas Memfasilitasi evaluasi dan refleksi pembelajaran dan penerapan kegiatan Silakan mempelajari tiap peran tersebut dari buku panduan yang Bapak/Ibu punya. Pastikan Bapak/Ibu mengerti tiap peran tersebut yang ditugaskan karena setelah ini Bapak/Ibu akan masuk ke kelompok baru dan menjelaskan peran guru penggerak yang telah dipelajari. Jika ada kebingungan dalam memahami peran tersebut, silakan bertanya kepada pemandu. Apakah ada pertanyaan? …(jawab pertanyaan jika ada) Mari masuk ke kelompok masing-masing. Waktu untuk belajar adalah 10 menit. Tiap pengajar praktik mengunjungi kelompok-kelompok. Memastikan tiap peserta mempelajari peran sesuai yang ditugaskan.


TRAINING OF TRAINER CALON FASILITATOR PEMANDU PROGRAM PENDIDIKAN GURU PENGGERAK Halaman 28 Para pengajar praktik dapat memberikan pertanyaan kepada peserta di kelompok untuk memastikan peserta memahami materi yang dipelajari. Beritahukan waktu untuk mempelajari peran sudah selesai, lalu bagi peserta ke tiga kelompok yang baru. Waktu selesai Bapak/Ibu. Sekarang kita akan bergabung menjadi 3 kelompok baru. Silakan Bapak/Ibu secara bergantian berhitung 1, 2, 3 dan kembali ke 1 lagi, di dalam kelompoknya. Peserta yang mendapat no 1 dari 1 kelompok akan bergabung bersama peserta lain yang mendapat no 1 dari tiga kelompok lainnya, begitu seterusnya. Silakan bergabung dengan kelompok yang baru dan tunggu instruksi selanjutnya. Di dalam kelompok yang baru terdapat peserta dari tiga kelompok materi peran guru penggerak. PP meminta tiap peserta menceritakan tentang peran yang telah dipelajari di kelompok sebelumnya, secara bergantian mulai dari peran pertama hingga ketujuh. Sudah bersama dengan anggota kelompok barunya? Di dalam kelompok, sudah terdapat perwakilan dari 3 kelompok awal betul? (pastikan tiap kelompok baru terdapat perwakilan 3 kelompok awal) Sekarang, tugas Bapak/Ibu menceritakan materi peran yang telah dipelajari di kelompok awal. Mulai dari perwakilan kelompok peran pertama hingga ketujuh. Kelompok diberikan waktu 15 menit sehingga tiap perwakilan mempunyai waktu sekitar 5 menit untuk menceritakan materi yang dipelajari. Saat 1 peserta sedang bercerita, peserta yang berasal dari kelompok awal berbeda boleh bertanya untuk memperjelas materi.


TRAINING OF TRAINER CALON FASILITATOR PEMANDU PROGRAM PENDIDIKAN GURU PENGGERAK Halaman 29 Sehingga di akhirnya, Bapak/Ibu dapat memahami 7 peran guru penggerak dalam membuat komunitas praktisi. Apakah ada pertanyaan? …(jawab pertanyaan jika ada) Jika tidak ada, waktu 15 menit mulai dari sekarang. Setiap pengajar praktik mengunjungi kelompok-kelompok. Pengajar praktik dapat memperjelas peran yang sedang dipresentasikan oleh seorang peserta di kelompok. MENGANALISA PERAN DIRI DALAM MEMAKSIMALKAN KOMUNITAS PRAKTISI (20’) Persiapan: Menyiapkan lembar peran diri dalam menggerakkan komunitas praktisi Menyiapkan pulpen Pelaksanaan: PP meminta peserta menganalisis dirinya dalam peran guru penggerak untuk membuat komunitas praktisi. Setelah mengenali peran-peran dari guru penggerak, mari kita menganalisa peran diri kita masing-masing terhadap komunitas praktisi yang sudah kita identifikasi dan petakan Hal yang perlu dituliskan ada 3, yaitu: 1) Komunitas praktisi, dituliskan urut berdasarkan yang paling memiliki manfaat dan area kontrol Bapak/Ibu cukup besar 2) Peran yang bisa Bapak/Ibu lakukan di dalam komunitas tersebut


TRAINING OF TRAINER CALON FASILITATOR PEMANDU PROGRAM PENDIDIKAN GURU PENGGERAK Halaman 30 3) Hal yang perlu ditingkatkan dari diri Bapak/Ibu secara umum untuk menjalankan perannya dengan baik Apakah ada pertanyaan Bapak/Ibu? Kita akan menganalisa 3 poin tersebut di lembar yang dibagikan oleh rekanrekan saya. Silakan Bapak/Ibu menyiapkan alat tulisnya untuk mengerjakan. Pengajar praktik membagikan lembar peran diri dalam menggerakkan komunitas. Pengajar praktik membagikan alat tulis kepada peserta yang tidak membawa alat tulis PP memberikan instruksi untuk peserta mulai mengerjakan. Apakah Bapak/Ibu sudah dapat lembarnya? Jika sudah, waktu untuk mengerjakan adalah 15 menit. Jika ada pertanyaan, Bapak/Ibu dapat memanggil pengajar praktik untuk membantu Bapak/Ibu mengerjakan tugasnya. Silakan dimulai. Pengajar praktik berkeliling dan memastikan peserta memahami instruksi dan mengerjakan lembar kerja yang telah dibagikan. Pengajar praktik dapat membantu memberikan contoh hal yang perlu ditingkatkan dari Calon Guru Penggerak. Setelah 15 menit, minta beberapa peserta untuk menceritakan komunitas, peran yang dilakukan, serta hal yang perlu ditingkatkan. Berikan apresiasi kepada guru-guru tersebut yang telah menganalisis peran dirinya.


TRAINING OF TRAINER CALON FASILITATOR PEMANDU PROGRAM PENDIDIKAN GURU PENGGERAK Halaman 31 Berikan tos siku kepada orang sebelahnya dan katakan kepada mereka ‘mantap’. D. Sesi 6 : Menggerakkan Komunitas Praktisi WISATA BELAJAR (25’) Persiapan: PP menempelkan poster tiga pos tahapan menggerakkan komunitas belajar di sudut ruangan POSTER TIAP POS TAHAPAN MENGGERAKKAN KOMUNITAS PRAKTIS Umu Sulaimah Wisata belajar Melihat potensi komunitas praktisi baru


TRAINING OF TRAINER CALON FASILITATOR PEMANDU PROGRAM PENDIDIKAN GURU PENGGERAK Halaman 32 Pelaksanaan: PP membangkitkan antusiasme peserta untuk belajar tahapan menggerakkan komunitas belajar. Setelah Bapak/Ibu mengetahui komunitas praktisi yang ada di lingkungannya, Siapa di antara Bapak/Ibu yang merintis komunitas praktisi baru? Siapa di antara Bapak/Ibu yang pingin tau caranya untuk menggerakkan orang mengikuti komunitas belajar? PP mengajak peserta untuk belajar tahapan menggerakkan komunitas belajar dengan cara berkeliling ruangan. Sekarang, kita akan belajar tahapan menggerakkan komunitas praktisi.


TRAINING OF TRAINER CALON FASILITATOR PEMANDU PROGRAM PENDIDIKAN GURU PENGGERAK Halaman 33 Kira-kira menurut Bapak/Ibu ada berapa tahapannya? … (tanya peserta) Betul sekali, ada 3! Apa saja? Ada tahapan merintis, menumbuhkan, dan merawat keberlanjutan. Kita akan memperdalam ketiga tahapan ini dengan jalan-jalan. Siapa yang suka jalan-jalan? … Kita akan memulai pembelajaran kita dari pos merintis, menumbuhkan, lalu merawat keberlanjutan. Di tiap pos terdapat pengajar praktik yang akan menjelaskan. Waktu belajar di setiap pos adalah 5 menit. Setelah 5 menit, kita akan lanjut ke pos selanjutnya. Saat saya bilang ‘keliling’, saya bilang apa? …(tanya peserta) Silakan menuju pos merintis. Keliling! Satu pengajar praktik yang memberikan instruksi akan menjadi pengingat waktu (timekeeper). Setelah 5 menit di 1 pos, pengajar praktik meminta peserta berpindah ke pos selanjutnya. Kedua pengajar praktik yang menjaga di pos menceritakan tentang materi tahapan tersebut. Pengajar praktik yang menjaga di pos merintis langsung bergerak ke pos merawat keberlanjutan, di saat peserta bergerak ke pos menggerakkan. Di tiap pos, pengajar praktik perlu menjelaskan dengan jelas dan padat karena durasi yang diberikan terbatas. Setelah pengajar


TRAINING OF TRAINER CALON FASILITATOR PEMANDU PROGRAM PENDIDIKAN GURU PENGGERAK Halaman 34 praktik menjelaskan, pastikan berikan waktu untuk peserta bertanya. Selesai di pos terakhir minta peserta untuk kembali ke tempatnya masing-masing PP memberikan apresiasi kepada guru-guru tersebut yang telah mempelajari materi. Itulah ketiga tahapan dalam menggerakkan komunitas belajar. Apa saja Bapak/Ibu? … (tanya kepada peserta) Karena Bapak/Ibu sudah belajar materi tahapan tersebut, berikan tepuk di bahunya sendirinya dan katakan kepada diri sendiri ‘kamu keren’. MELIHAT POTENSI KOMUNITAS PRAKTISI BARU (5’) Pelaksanaan: PP meminta peserta untuk lebih peka melihat potensi komunitas praktisi baru di lingkungannya. Setelah mengetahui langkah-langkah merintis, menumbuhkan, serta merawat keberlanjutan dari komunitas praktisi. Mari setelah lokakarya ini lebih peka melihat potensi komunitas praktisi baru di lingkungan Bapak/Ibu. Ingat tidak perlu dipaksa untuk membuat komunitas praktisi. Yang penting dan perlu diingat adalah komunitas praktisi yang di lingkungan Bapak/Ibu perlu bermanfaat bagi diri Bapak/Ibu dan lingkungannya. Apakah itu dengan memanfaatkan atau mengefektifkan komunitas praktisi yang sudah ada atau membuat komunitas praktisi baru.


TRAINING OF TRAINER CALON FASILITATOR PEMANDU PROGRAM PENDIDIKAN GURU PENGGERAK Halaman 35 Jadi untuk itu, tugas dari lokakarya ini adalah melihat apakah ada potensi komunitas praktisi baru di lingkungan Bapak/Ibu. Nantinya tugas ini akan dibahas di pendampingan individu dua. Apakah ada pertanyaan? E. Penutup Penutupan 30’ BENANG MERAH (10’) Persiapan: ● Menyiapkan pulpen Pelaksanaan: PP mengajak peserta mengingat kembali materi yang telah dipelajari selama lokakarya pertama ini. Dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan pemantik untuk peserta. Bapak/Ibu, kita telah tiba di penghujung lokakarya ini. Mari kita mengingat kembali materi yang telah kita pelajari. Apakah siap Bapak/Ibu? Kita mulai! Tanyakan kepada peserta: Apa pentingnya kita perlu komunitas praktisi? Apa artinya komunitas praktisi? Apa saja peranan kita sebagai guru penggerak di komunitas praktisi? Apa saja tahapan dalam menggerakkan komunitas praktisi? PP memberitahukan kepada peserta bahwa kegiatan lokakarya ini serta sharing yang dilakukan di grup facebook, grup whatsapp, juga merupakan komunitas praktisi. Bapak/Ibu, saya juga ingin memberitahukan bahwa lokakarya ini serta grup facebook antar guru, atau grup whatsapp merupakan komunitas praktisi yang telah kita pelajari hari ini. Karena komunitas praktisi memang digunakan untuk mengembangkan kompetensi Bapak/Ibu Hansil Benang Merah Materi Merefleksi Hasil Belajar Penutupan


TRAINING OF TRAINER CALON FASILITATOR PEMANDU PROGRAM PENDIDIKAN GURU PENGGERAK Halaman 36 guru, maka manfaatkanlah media tersebut serta lokakarya kedepannya untuk mengembangkan kompetensi Bapak/Ibu. PP memberikan apresiasi peserta karena telah mempelajari materi di lokakarya pertama ini. Luar biasa, Bapak/Ibu! Karena Bapak/Ibu sudah sangat keren dalam mempelajari materi di lokakarya ini. Berikan tepuk tangan kepada diri Bapak/Ibu yang telah berusaha mempelajari materi. Kita mulai! REFLEKSI HASIL BELAJAR (15’) Pelaksanaan: PP mempimpin refleksi hasil belajar dan membahas hal yang telah dipelajari dan hal yang ingin ditingkatkan dari diri. Ada pepatah yang mengatakan ‘guru terbaik adalah pengalaman’, namun kita tidak akan belajar dari pengalaman jika pengalaman tersebut tidak dimaknai. Oleh karena itu, mari kita memaknai pembelajaran 1 hari ini. Silakan Bapak/Ibu dan berdiri membuat lingkaran (jika dimungkinkan) Silakan dipikirkan 1 kalimat untuk menjelaskan hal yang telah Bapak/Ibu pelajari hari ini. Sudah dipikirkan? Mulai dari saya, kemudian dilanjutkan ke orang sebelah kanan saya, dan seterusnya hingga kembali ke saya. (proses refleksi) Silakan dipikirkan 1 kalimat untuk menjelaskan hal yang ingin Bapak/Ibu tingkatkan sebagai calon guru penggerak. Sudah dipikirkan? Mulai dari saya, kemudian dilanjutkan ke orang sebelah kiri saya, dan seterusnya hingga kembali ke saya. (proses refleksi) Terimakasih telah melakukan refleksi, boleh tepuk tangan kepada Bapak/Ibu.


TRAINING OF TRAINER CALON FASILITATOR PEMANDU PROGRAM PENDIDIKAN GURU PENGGERAK Halaman 37 PENUTUPAN DAN FOTO BERSAMA (5’) Persiapan: ● Menyiapkan kamera Pelaksanaan: PP memb erikan ucapan penutupan dan minta peserta foto bersama untuk dokumentasi lokakarya pertama. Dengan ini, saya menyatakan lokakarya pertama selesai! Terimakasih atas partisipasi dan keaktifan Bapak/Ibu selama proses lokakarya ini. Di zaman sekarang ini, tidak lengkap sebuah kegiatan jika tidak ada foto bersama. Mari kita foto bersama. Pengajar praktik mengarahkan posisi Bapak/Ibu guru untuk foto bersama. Selesai foto bersama, pengajar praktik mempersilakan Bapak/Ibu guru untuk meninggalkan lokasi. Lokakarya pertama selesai


Click to View FlipBook Version