Oksigen di Rumahku
tidak berbentuk tabung keren
juga tidak berbentuk pipa bening
apalagi selang panjang
hanya makhluk hidup yang biasa dipanggil
tanaman
iya...tanaman itu yang memberikan oksigen
di rumahku
mereka tidak cerewet
mereka tidak banyak menuntut
hanya air untuk sehari‐harinya
hanya pupuk sekali dalam sebulan
terimakasih telah menjadi oksigen gratis
untukku dan keluargaku
(2019)
Jangan Panggil Aku ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) | 41
Kuraih Bulan Bersama Bu Guru
kudekati dia yang sedang serius menunduk
apa yang dilakukannya
memegang pensil di atas kertas gambar
penghapus duduk manis di dekat kertas
tangan bergerak dengan lunglainya
tanpa ragu menggoreskan garis dan lengkungan
dan tak kulihat penghapus digunakan
kuberdiri di samping mejanya
kutepuk pundaknya
kutanya, “Sedang menggambar apa anak pintar?”
dia kaget
berkata, “Menggambar aku sedang meraih bulan di
langit ditemani Bu Guru.”
mataku berkaca....
syukurlah dia tidak melihatnya
gejolak dalam hatiku
Ya Allah begitu besar harapannya
ada di pundakku
Ya Allah permudahkanlah hamba
membimbingnya
walalu dia memang tidak sama dengan teman‐
temannya
tapi keinginan meraih bulan begitu besar
(2017)
42 | Shinta Kurniawati
Penantian Penuh Harapan
bukan suara yang keluar dari mulutnya yang lucu
lucu karena selalu memperlihatkan giginya
tidak pernah sedih
bernyanyi yang terkadang tanpa makna
tapi selalu siap bila kumulai mengajar
gigi itu bersembunyi di balik bibir
saat teman temannya mulai mengerjakan latihan
dia sudah menantikanku berdiri di sampingnya
dengan senyum indah di giginya
untuk mulai materi khusus untuknya
dan aku...
tidak ingin moment itu hilang dalam setiap hariku
(2019)
Jangan Panggil Aku ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) | 43
Bukan Hati yang Plastik
bunga merah ini memang tidak hidup
bunga kuning ini memang tidak hidup
bunga ungu ini memang tidak hidup
bunga merah jambu ini memang tidak hidup
daun‐daun inipun tidak hidup
tapi cukup kamu tahu
walau yang kupegang ini
adalah bunga plastik yang tidak hidup
tapi hati ini selalu berusaha
untuk tidak menjadi sebuah hati yang plastik
(Postingan di Instagram milik penulis, Februari 2017)
44 | Shinta Kurniawati
8 Menit Kemudian
ayo pulang sudah sore
jawab mereka, “Nanti Bu Guru, lagi asyik main bola.”
1 menit
2 menit
3, 4, 5, 6, 7,
8 menit kemudian
ibu mau pulang sudah sore dan akan turun hujan
jawab mereka, “Sebentar Bu, tanggung.”
8 menit kemudian akupun kehabisan alasan untuk buat
mereka meninggalkan sekolahan
kalian sayang bu guru????????????
tanpa jawaban hanya kaki‐kaki yang berlari mendekatiku
dan mencium tanganku sambil senyum dengan keringat
yang membasahi wajah mereka
aku tahu mereka masih ingin tetap main
karena di sekolah mereka bisa bermain bola
dengan kondisi lingkungan padat penduduk
sangat membatasi hobi mereka
yang penting mereka dan aku sudah bisa pulang
dan memberi kesempatan tubuh untuk mendapatkan
haknya untuk istirahat
(Januari, 2019)
Jangan Panggil Aku ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) | 45
Profil Penulis
Shinta Kurniawati, S.S., S.Pd lahir di
Jakarta pada 9 Juni 1978. Ia adalah putri
kedua dari empat bersaudara dari
pasangan alm. H.Kurnaen dan Hj. Sri
Hastuti.
Ia menyelesaikan studi di SDN
Pondok Cempaka II, Pondok Gede tahun
1990, SMP N 109 Jakarta Timur 1990‐1993, SMA N 61 Jakarta
Timur tahun 1993‐1996, dan merupakan Alumni Universitas
Indonesia Jurusan Fakultas Sastra program studi S1 Sastra
Daerah pada tahun 2000 dan mengambil Akta IV sebagai
syarat untuk menjadi seorang guru di Universitas Asyafiiyah
Jakarta tahun 2010. Selanjutnya menyelesaikan S1 Pendidikan
Guru Sekolah Dasar di Universitas Terbuka pada tahun 2018.
Setelah tamat dari Universitas Indonesia tahun 2000, ia
menjadi penerjemah naskah‐naskah Jawa di Perpustakaan
Fakultas Sastra Universitas Indonesia hingga tahun 2002. Ia
diterima bekerja di WFP sebagai Nutrition Educator pada
tahun 2002 ‐ 2004. Munculnya keinginan mengajar pada salah
satu sekolah membuat ia menerima tawaran mengajar di
salah satu sekolah swasta yaitu YPAM di Jakarta Timur hingga
tahun 2009 sambil terus belajar dan kuliah di Assyafiiyah dan
Univeritas Terbuka. Ditahun 2009 mengajar di SDN Duren
sawit 18 Pagi hingga sekarang.
46 | Shinta Kurniawati