The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

325_WINDA FITRIA S.P_SIKLUS AIR
E-BOOK Siklus Air
Satuan Pendidikan : Sekolah Dasar
Kelas / Semester : V / II
Tema : 8
KD. 3.7 Menganalisis siklus air dan dampaknya pada peristiwa dibumi serta kelangsungan makhluk hidup

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by fitriawinda70, 2022-06-08 12:17:13

325_WINDA FITRIA S.P_SIKLUS AIR

325_WINDA FITRIA S.P_SIKLUS AIR
E-BOOK Siklus Air
Satuan Pendidikan : Sekolah Dasar
Kelas / Semester : V / II
Tema : 8
KD. 3.7 Menganalisis siklus air dan dampaknya pada peristiwa dibumi serta kelangsungan makhluk hidup

Keywords: SIKLUS,AIR

E-BOOK “ SIKLUS AIR “
Satuan Pendidikan : Sekolah Dasar
Kelas / Semester : V / II
Tema : 8
KD. 3.7 Menganalisis siklus air dan dampaknya pada peristiwa dibumi serta
kelangsungan makhluk hidup

SIKLUS AIR

Disusun Oleh :
Winda Fitria Supriyanto Putri

A5102000325
4E

Materi :
SIKLUS AIR

Manusia selalu membutuhkan air dalam kehidupan sehari-hari. Kegunaan air antara
lain untuk keperluan rumah tangga, pertanian, industry, dan untuk pembangkit listrik. Begitu
besarnya kebutuhan manusia akan ai. Kita bersyukur, air senantiasa tersedia di bumi. Oleh
karena itu, manusia seharusnya senantiasa bersyukur kepada Tuhan pencipta alam.

Mengapa air selalu tersedia di bumi? Air selalu tersedia di bumi karena air mengalami
siklus. Siklus air merupakan (perputaran)air secara terus menerus dari bumi ke atmosfe, lalu
kembali lagi ke bumi. Siklus air ini terjadi melalui proses penguapan, pengendapan, dan
pengembunan.
Perhatikan skema proses siklus air berikut ini !

Air di laut, sungai dan danau menguap akibat panas dari sinar matahari. Proses
penguapan ini disebut evaporasi. Tumbuhan juga mengeluarkan uap air ke udara. Uap air
dari permukaan bumi naik dan berkumpul di udara. Lama-kelamaan, udara tidak dapat lagi
menampung uap air (jenuh). Proses ini disebut Presipitasi (pengendapan). Ketika suhu udara
turun, uap air, akan berubah menjadi titik-titik air. Titik-titik air ini membentuk awan. Proses
ini disebut kondensasi (pengembunan).

Titik-titik air di awan selanjutnya akan turun menjadi hujan. Air hujan akan turun di
darat maupun di laut. Air hujan itu akan jatuh ke tanah atau perairan. Air hujan yang jatuh di
tanah akan meresap menjadi air tanah. Selanjutnya, air tanah akan keluar melalui sumur.

Air tanah juga akan merembes ke danau atau sungai. Air hujan yang jatuh ke perairan,
misalnya sungai atau danau, akan menambah jumlah air di tempat tersebut. Selanjutnya air
sungai akan mengalir ke laut. Namun, sebagian air sungai dapat menguap kembali. Air sungai
yang menguap membentuk awan bersama dengan uap dari air laut dan tumbuhan. Proses
siklus air pun terulang lagi.

Air tanah juga akan merembes ke danau atau sungai. Air hujan yang jatuh ke perairan,
misalnya sungai atau danau, akan menambah.

Dari proses siklus air itu dapat disimpulkan bahwa sebenarnya jumlah air dibumi secara
keseluruhan cenderung tetap. Hanya wujud dan tempatnya yang berubah.

DAUR AIR DAN PENGARUHNYA BAGI MANUSIA

Pentingnya Air

Manfaat air bagi kehidupan makhluk hidup, yaitu :

1. Untuk sumber kehidupan makhluk hidup
2. Untuk sarana transportasi misalnya perahu dan kapal
3. Untuk pembangkit tenaga listrik
4. Untuk melarutkan bermacam- macam zat Untuk kegiatan industry
5. Untuk kegiatan pertanian

Proses Daur Air

Berikut adalah proses daur air :

1. Air di permukaan ( di laut, sungai, danau, rawa ) yang terkena panas matahari akan
menguap (evaporasi)

2. Uap air akan naik ke udara membentuk awan
3. Awan naik ke atas menjadi mendung
4. Semakin keatas, udara semakin dingin sehingga awan menjadi embun, disebut

kondensasi

5. Embun berubah menjadi titik-titik air
6. Titik-titik air jatuh ke bumi menjadi hujan. Sebagai air hujan meresap ke tanah dan

sebagai mengalir ke laut, sungai, danau, atau rawa.
Gambar Siklus Air

Siklus hidrologi atau siklus air adalah rangkaian atau tahapan yang dilalui oleh air
dari bumi ke atmosfer, dan kembali lagi ke bumi. Siklus air tidak pernah berhenti dari atmosfer
melalui kondensasi, presipitasi, evaporasi, dan transpirasi. Artinya, air yang ada di bumi
menguap, jadi awan terus turun lagi sebagai hujan atau embun. Hal irulah, yang menyebabkan
volume air dibumi itu relative sama dari tahun ke tahun. Hal ini terjadi terus menerus,
mengikuti tahapan dalam siklusnya.

Tahapan dan Urutan Siklus Air :
1. Evaporasi : proses dimana air yang ada dilaut, rawa, sungai dan lainya menguap karena
adanya pemanasan dari sinar matahari. Dalam hal ini air diubah menjadi uap air atau
gas sehingga bisa naik ke atmosfer
2. Transpirasi : proses ini srupa dengan evaporasi, hanya saja proses penguapanya ini
terjadi pada jaringan makhluk hidup seperti tumbuhan.
3. Kondensasi : Proses dimana berubahnya uap air di atmosfer menjadi partikel es yang
sangat kecil di suhu yang rendah. Partikel es tersebut saling mendekat satu sama lain
sehingga akan menggumpal sebagai awan

4. Presipitasi : ketika terlalu banyak air yang terkondensasi maka tetesan air diawan akan
menjadi besar dan berat untuk menahan di udara sehingga jatuh sebagai hujan, salju,
hujan es

5. Ifiltrasi : proses meresapnya air kedalam tanah. Ifiltrasi jadi salah satu faktor dalam
siklus hidrologi yang memainkan peranan penting dalam mendistribusikan air hujan
sangat berpengaruh terhadap limpasan permukaan banjir, erosi, ketersediaan air untuk
tanaman, air bawah tanah, dan ketersediaan air untuk irigrasi di musim kemarau.
Ifiltrasi secara umum dipengaruhi oleh berbagai sifat tanah dan vegetasi.

Beberapa faktor yang berpengaruh pada kelangsungan daur air adalah cahaya matahari,
suhu udara, arah angin, dan kelembapan udara :



Lalu, mengapa intensitas hujan disetiap wilayah didunia berbeda-beda?

Pada daerah gurun pasir hujan sangat jarang terjadi, sehingga jumlah air sedikit. Hal
ini, terjadi karena resapan yang diterima pada daerah tersebut sedikit dan iklim cenderung
panas. Adapun di daerah hujan tropis, hujan dapat berlangsung sepanjang tahun, maka banyak
air yang diserap. Daur air merupakan proses yang terus menerus terjadi setelah ada lautan di
bumi. Jika manusia senantiasa menjaga keseimbangan alam maka air tidak akan pernah habis
karena kelangsungan daur juga terkait dengan iklim.

Aktivitas yang Merusak Siklus Air :

1. Merusak alam.
Manusia sering kali merasa berkuasa terhadap alam sehingga mengeksploitasinya
dengan semena-mena. Misalnya, penebangan hutan berlangsung terus-menerus dan
berdampak buruk terhadap kelangsungan daur air karena area resapan air yang
berkurang. Selain itu, pencemaran air, Air sungai atau laut tercemar akan berdampak
buruk pada siklus air. Pencemaran udara dapat berdampak buruk pada daur air. Air
hujan yang turun ke bumi dan meresap ke tanah dan mengandung asam, dapat
mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Efek hujan asam dipengaruhi oleh gas-gas di
atmosfer. Gas-gas menjadi polutan dapat menghambat proses evaporasi atau
penguapan pada daur air.

2. Pembangunan yang berlebihan.
Banyaknya yang dan jalan beraspal menyebabkan berkurangnya area resapan air yang
dapat mengganggu kelangsungan daur air. Maka dari itu, perlu ada usaha-usaha untuk
menyeimbangkan daur air. Contohnya pembuatan bak-bak resapan air, waduk,
bendungan, saluran air, dan wilayah resapan air yang ditumbuhi pepohonan.

3. Boros air.
Kebiasaan menghemat air adalah sikap yang bijaksana untuk menjaga keseimbangan
alam dari hal kecil. Beberapa cara menghemat air antara lain : menutup kram dengan
rapat setelah selesei menggunakan, mandi dan mencuci pakaian d engan air
secukupnya. Maka dari itu, pentingnya mengingat menggunakan air secukupnya.

Media Vidio Pembelajaran Siklus Air : https://youtu.be/rt36F2Q-u4I

Kegiatan Siswa :

Kamu telah membaca teks “Siklus air”. Bersama kelompokmu, gambarlah bagan sederhana
karyamu sendiri untuk menjelaskan siklus air. Tambahkan kalimat-kalimat untuk menjelaskan
proses siklus air. Presentasikan hasil diskusi kelompokmu !


Click to View FlipBook Version