The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Untuk memenuhi Tugas Uas Bahasa dan Sastra Indonesia kelas Tinggi

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by stevanitriharyati, 2021-06-18 13:03:53

Cerita Rakyat Sumba "Nyale"

Untuk memenuhi Tugas Uas Bahasa dan Sastra Indonesia kelas Tinggi

Keywords: cerita rakyat

DISUSUN OLEH :
STEVANI TRIHARYATI
NPM :
190401140046

“NYALE”
(Cacing Laut)

Dahulu kala didaerah Sumba Barat, tepatnya di Wanokaka kampung Weiwuang ada
seorang perempuan cantik Bernama Rabu Kaba yang menikah dengan Riada Teba, Riada Teba
adalah kepala suku dikampung tersebut. Pada saat itu, kampung waiwuang dilanda kelaparan ,
akhirnya suami dari Rabu Kaba yaitu Riada Teba pergi mengembara Bersama dengan para
kepala-kepala keluarga yang berada dikampung waiwuang mencari makan di seberang pulau
yang sangat jauh dari kampung Waiwuang .

setelah Riada Teba pergi mengembara berbulan-bulan , Rabu kaba selalu menunggu
kepulangan suaminya dipinggir pantai. Akan tetapi Riada Teba tak kunjung pulang, setiap
harinya ada perahu yang datang dan berhenti ditepi pantai, Rabu Kaba berharap itu adalah
suaminya, tapi kenyataanya bukan, melainkan orang yang datang dari pulau seberang yang
mengembara, dan mereka mengatakan bahwa ada sebuah perahu yang terbalik ditengah laut
karena dihantam badai, sehingga berita itu membuat Rabu Kaba bersedih dan berpikir kalau
suaminya dan orang-orang yang bersama Riada Teba sudah meninggal.

Setelah beberapa bulan kemudian, ada seorang lelaki dari pulau seberang ( Daerah Kodi), yang
mengembara ke kampung Waiwuang Bernama Ubu Dulla, dia sering melihat Rabu Kaba Lewat depan Rumah
Seorang penatua adat tempat ia tinggal, Ubu Dulla terpesona anak kecantikan Rabu kaba dan Rasa penasaran
dari Ubu Dulla pun timbul sehingga menanyakan terkait Rabu Kaba kepada penatua adat. Akhirnya Ubu Dulla
memberanikan diri menyatakan perasaannya kepada Rabu Kaba dan Rabu kaba menyetujui akan hal itu , dan
ikut bersama dengan Ubu Dulla untuk Pulang ke tempat asal Ubu Dulla di Kodi, mereka pergi bersama dan
melalui pantai Teitena .

Beberapa bulan kemudian Riada Teba pun Kembali ke kampung Waiwuang setelah mengambara
berbulan-bulan lamanya, orang Waiwuang menyambut kepulangan Riada Teba dengan sangat gembira .
Dengan membuat pesta keci-kecilan, mereka bahagia karena Riada Teba dan beberapa orang lainya masih
hidup, Riada Teba pun Bahagia bisa bertemu dengan keluarganya , Riada teba pun menanyakan soal istrinya
yang tidak kelihat semenjak ia sampai. Penatua adat pun menceritakan kepada Riada teba , bahwa Rabu Kaba
sudah mengikuti laki-laki lain yang bernama Ubu Dulla yang berasal dari kodi, cerita itu membuat Riada Teba
marah dan sakit hati .

Riada Teba pun mengutus seorang wunang ( Seorang Laki-laki yang biasa mengurus pernikahan adat
Orang Sumba), untuk ke Kodi menanyakan perihal istrinya yang sudah dibawah oleh pria lain. Sesampainya
wunang di daerah Kodi dan menyatakan maksud dan tujuan kesana yaitu untuk menanyakan keberadaan Rabu
Kaba dan benar Rabu Kaba berada disana bersama dengan suami barunya, wunang pun meminta belis (mahar)
atas Rabu kaba yang kini telah menjadi istri dari Ubu Dulla. Orang kodi pun memberikan mahar berupa Emas,
Hewan (kuda, kerbau), Ketika wunang dan Kepala adat sedang berbincang-bincang , wunag mencium aroma
harum dan si wuna ng bertanya “ apa yang berbau harum itu ?” dan kepala adat menjawab “nyale”. Wunang pun
meminta “nyale” sebagai mahar dari Rabu kaba, Orang kodi pun menyetujui akan hal itu, dan memberikan nyale
kepada wunang dengan membungkus dengan kayu ( Ro’u kaboru bahi).

Wunang pun Kembali Ke kampung Waiwuang, dengan melewati daerah Gaura, Orang
pun penasaran dengan harum nyale yang begitu semerbak dan bertanya apa yang berbau
harum itu ? Dan wunang pun menjawab “nyale”. Dan mereka meminta untuk diberikan nyale,
wunang pun memberikan sebagian dari nyale tersebut, setelah melewati daerah Gaura,
mereka juga melewati daerah lamboya, sama halnya dengan orang Gaura Ketika menyium
aroma harum nyale, mereka juga memintanya, akan tetapi wunang berkata dia tidak bisa
membagikannya lagi, dan nyale itu pun dibawah pulang sampai ke kampung Waiwuang.

Sesampainya di Waiwuang, wunang meberitahukan bahwa benar Rabu Kaba berada
disana dan orang Kodi sudah membayar mahar dari Rabu Kaba dengan menggunakan Emas,
hewan dan juga Nyale. Riada Teba Pun murka mendengar hal itu, dan menyusun strategi untuk
melawan Ubu Dulla dengan berperang menggunakan Kuda dan Tombak kayu yang disebut
dengan “ PASOLA”, setelah beberapa hari Riada Teba menunggu kedatang Ubu Dulla yang tak
kujung datang ia pun merela Rabu kaba bersama dengan suami barunya.

TAMAT

Dari cerita inilah tercipta Tradisi PASOLA dan NYALE disetiap Tahun, dibulan Februari-
Maret di pulau Sumba, Tepatnya Sumba Barat Dan Sumba Barat Daya. Pasola dan Nyale pun
dilambangkan untuk memperingati kisah dari Rabu Kaba, Pelaksanaan Pasola harus didahului
dengan tradisi Nyale tradisi ini dilakukan untuk mengetahui didaerah Sumba Khususnya
Wanokaka berlimpah atau tidak .


Click to View FlipBook Version