E-MODUL MATERI IPS TEMA KEBERAGAMAN BUDAYA DI DAERAHKU NOVI DWI RAHMAWATI
Puji syukur senantiasa kita panjatkan atas kehadiran Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karuniaNya sehingga e-modul yang berjudul "E-Modul Pembelajaran Materi IPS Tema Keberagaman Budaya di Daerahku" ini dapat terselesaikan tepat waktu. E-modul ini berisikan materi mengenai keberagaman budaya peninggalan kerajaan hindu-buddha yang ada di wilayah Kabupaten Blitar. E-modul ini dirancang sebagai sarana belajar bagi siswa kelas IV SD. Dengan adanya e-modul ini diharapkan dapat menjadi sarana belajar yang dapat digunakan kapan saja dan dimana saja. Penulis ingin mengucapkan terimakasih atas bantuan, bimbingan, masukan, saran dan dukungan kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan e-modul ini. Penulis juga menyadari bahwa e-modul ini masih jauh dari kata sempurna dan masih banyak memiliki kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan untuk perbaikan selanjutnya. Semoga e-modul ini dapat bermanfaat bagi dunia pendidikan dan seluruh aspek kehidupan pada umumnya. Kata Pengantar i
Daftar Isi ii Kata Pengantar Daftar Isi Pendahuluan Petunjuk Penggunaan Peta Persebaran Keragaman Budaya Peta Konsep Candi Mleri Candi Kalicilik Candi Sumbernanas Candi Penataran i ii iv v 1 3 5 7 9 11
iii Arca Ganesha Boro Candi Sawentar Candi Simping Candi Plumbangan LKPD Evaluasi Glosarium Daftar Pustaka Profil Penulis 13 15 18 21 23 24 34 35 36 37 Upaya Pelestarian
Capaian Pembelajaran Pendahuluan Peserta didik mengenal keragaman budaya, kearifan lokal, sejarah (baik tokoh maupun periodisasinya) di sekitar tempat tinggalnya serta menghubungkan dengan kehidupan sehari-hari Tujuan Pembelajaran iv Menjelaskan Keberagaman Budaya Peninggalan Kerajaan Hindu-Buddha yang ada di Kabupaten Blitar
Petunjuk Pastikan perangkat elektronik smartphone atau perangkat komputer terhubung dengan jaringan internet Buka file e-modul berupa flipbook atau dapat diakses melalui link berikut Klik tanda panah (→) untuk melanjutkan ke halaman selanjutnya, dan (←) untuk kembali ke halaman sebelumnya v
Pemperbesar tampilan E-modul pada Smartphone atau perangkat komputer dengan klik fitur (+) dan (-) untuk memperkecil Klik pada ikon video untuk memulai menayangkan video materi Kuis dapat dikerjakan melalui website Quizziz Penggunaan vi
Peta Persebaran Ker Peninggalan Kerajaandi Kabupaten1
agaman Budaya Hindu-Buddha Blitar 2
Keragaman Budaya Peninggalan Kerajaan Hindu-Buddha di Kabupaten Blitar Peta Konsep 3
Candi Mleri Candi kalicilik Candi penataran Candi sawentar Arca ganesha boro Candi simping Candi plumbangan CANDI SUMBERNANAS 4
Candi Mleri Candi Mleri dipercaya sebagai tempat perdarmaan raja ketiga Singasari. Konon Candi Mleri merupakan candi paling tua di Blitar, didirikan pada abad 12. Situs ini berada di kaki Gunung Pegat Tepatnya di Desa Bagelenan, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Candi Mleri merupakan Candi yang bercorak Hindu. Hal ini ditandai dengan adanya patung Ganesha di bagian luar makam. Kekunaan Mleri diyakini sebagai makam raja Singasari lll yang bergelar Sri Wisnuwardhana yang bersebelahan dengan makam selirnya dan enam pengawalnya. Sri Wisnuwardhana bernama asli Ranggawuni, putra Anusapati atau cucu Tunggul Ametung dengan Ken Dedes. Menurut kitab Negarakertagama, Wisnuwardhana didharmakan dengan wujud arca Siwa di Weleri (Mleri). Terdapat prasasti yang berhuruf Pallawa dengan lambang kalamakara (raksasa), yang mendasarkan candi ini diperkirakan sudah ada sejak tahun 1222 M. Pembuktian lainnya terpahat di balik arca Durga dengan angka tahun 1102 saka. Prasasti yang terdapat di Candi Mleri seperti lencana Ganesha yang merupakan ciri khas Raja Aryeswara dari Kadhiri. Sehingga bisa jadi sejarahnya dari kerajaan Kadhiri. Selain makam dan tulisan, terdapat juga relief bergambar seorang ibu dan anak yang bermakna kasih sayang, relief berbentuk orang bertapa, dan terdapat beberapa patung dewa. Sedangkan di luar makam, terdapat batu relief kala, batu berlambang lingga (laki-laki) dan yoni (perempuan). 5
Lokasi Candi Mleri Video Penjelasan 6 Scan Qr-Code untuk mengetahui lokasi nya! Sumber : Youtube Kita Dolan-dolan
Candi Kalicilik Candi Kalicilik berada di Desa Candirejo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar. Candi Kalicilik berdiri di tanah seluas 166 m dengan ukurann candi 10 x 6,10 m dengan 10 m. Candi ini terdiri atas tiga bagian yaitu candi, tubuh candi dan atap candi. Pintu candi menghadap ke arah barat dan di atasnya terdapat hiasan berupa kala. Pada candi ini ditemukan dua arca yakni Arca Mahala dan Arca Syiwa Mahaguru. Melihat situs Candi Kalicilik terdapat arca sehingga muncul pernyataan bahwa situs ini dulunya difungsikan sebagai tempat memuja Dewa Syiwa. Melihat ornamen-ornamen serta pahatan yang ada pada candi menunjukkan bahwa candi ini merupakan rintisan Agama Hindu. Candi Kalicilik memiliki bentuk bangunan yang terdiri dari kaki dan tubuh candi yang masih lengkap. Atap candi sudah mengalami kerusakan dan tidak lengkap. Diperkirakan atap candi secara keseluruhan tersusun dari batu bata. Kronogram terkait candi ini dapat dijumpai di atas ambang pintu. Kronogram tersebut bertarik 1271 Saka atau 1349 M. Kronogram tersebut pada era Kerajaan Majapahit masa pemerintahan Tribhuwanattunggadewi Jayawisnuwardhani. 7
Lokasi Candi Kalicilik Video Penjelasan 8 Scan Qr-Code untuk mengetahui lokasi nya! Sumber : Youtube Hendra Irawan
Candi Sumbernanas Candi Sumbernanas ditemukan pada tahun 1919 ketika tanah sekitar candi mengalami longsor akibat letusan Gunung Kelud. Candi ini memiliki dua nama yaitu Candi Bubrah dan Candi Sumbernanas. Candi Sumbernanas merupakan struktur fondasi berbahan bata sebagai penyusun dinding struktur fondasi, berukuran Lebar 7,20 m dan panjang 7,40 m. Kondisi saat ini keberadaan Candi sumbernanas yang hampir sejajar dengan permukaan halaman. Pada bagian tengah candi terdapat ruang yang berbentuk persegi empat berukuran Panjang : 2,50 cm Lebar 2,50 cm dan tinggi 1,15 m. Di dalam ruang ini terdapat sumuran candi. Sumuran dan ruang candi berada lebih rendah dari permukaan halaman. Struktur Cagar Budaya di Candi Sumbernanas belum ditetapkan sebagai objek Cagar Budaya Berdasarkan keterangan juru pelihara lokasi ini memiliki toponim Candi Bubrah. Berdasarkan temuan Arca Brahma dan Arca Siwa Mahakala yang saat ini dipindahkan ke Museum Penataran dapat diketahui, bahwa Candi Sumbernanas merupakan candi yang dlatarbelakangi oleh agama Hindu. 9
Dilihat dari gaya bangunannya masih memperlihatkan gaya kompleks candi Jawa Tengah tetapi juga merupakan peralihan corak Jawa Tengah ke Jawa Timur. Berdasarkan hal tersebut diperkirakan bangunan Candi Sumbernanas diperkirakan dibangun pada abad ke-10-11 Masehi. Lokasi Candi Sumbernanas Video Penjelasan 10 Scan Qr-Code untuk mengetahui lokasi nya! Sumber : Youtube Mbah No Keramat
Candi Penataran Candi Penataran terletak di desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Candi Penataran merupakan salah satu candi di Blitar dengan corak relief, arca dan struktur bergaya Hindu. Candi Penataran berlokasi di Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kota Blitar, Provinsi Jawa Timur. Bukti bahwa candi ini bercorak Hindu adalah adanya pahatan Kala (raksasa menyeringai), Patung Dwarapala (Raksasa penjaga pintu gerbang), arca Ganesha (perlambang dewa ilmu pengetahuan dalam mitologi Hindu), dan relief Ramayana. Selain bernama Candi Penataran atau Panataran, beberapa ahli menganggap bahwa candi ini bernama Candi Palah. Candi Penataran dibangun pada tahun 1194 yang tergambar pada Prasasti Palah yang ada di area Candi Penataran yang menyebutkan bahwa candi ini mulai dibangun pada pemerintahan raja Syrenggra Kerajaan Kediri dan selesai pada masa pemerintahan Majapahit. Dengan begitu dapat dikatakan bahwa kerajaan ini dibangun pada tiga masa yaitu masa Kerajaan Kediri, masa Kerajaan Singosari, dan masa Kerajaan Majapahit. 11
Lokasi Candi Penataran Candi ini memiliki peran penting dalam ketiga kerajaan tersebut yaitu sebagai tempat pengangkatan raja serta sebagai tempat diadakannya upacara pemujaan bagi Sang Pencipta. Video Penjelasan 12 Scan Qr-Code untuk mengetahui lokasi nya! Sumber : Youtube Liputan Wisata Blitar
Candi Sawentar Candi Sawentar terletak di Desa Sawentar, Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar Jawa Timur. Di dalam Kitab Negarakertagama, Candi Sawentar disebut juga Lwa Wentar. Bangunan candi ini dahulu merupakan sebuah kompleks percandian, karena di sekitarnya masih ditemukan sejumlah pondasi yang terbuat dari bata. Candi Sawentar diduga dibangun pada awal berdirinya Kerajaan Majapahit. Candi yang terbuat dari batu andesit ini berukuran panjang 9,53 m, lebar 6,86 m dan tingginya 10,65 m. Pintu masuk menuju bilik berada di sebelah barat, dengan ornamen makara pada pipi tangga, sedangkan relung-relungnya terdapat pada setiap dinding luar tubuh candi. Di dalam ruangan bilik ditemukan akas arca dengan pahatan burung garuda, yang dikenal sebagai kendaraan Dewa Wisnu. Berdasarkan hal ini dapat diketahui bahwa Candi Sawentar merupakan bangunan suci yang berlatar belakang agama Hindu 13
Lokasi Candi Sawentar Video Penjelasan 14 Scan Qr-Code untuk mengetahui lokasi nya! Sumber : Youtube Bagus Satrio
Arca Ganesha Boro Arca Ganesha Boro terletak di Dusun Boro, Desa Tuliskriyo, Kecamatan Sanankulon. Pada arca ganesa ini dibagian belakang terpahat wujud mahakala. Arca tersebut terbuat dari batu andesit dengan ukuran tinggi 170 cm, lebar 113 cm, dan panjang 113 cm. Ganesa Boro digambarkan dengan posisi duduk bersila dengan kedua telapak kaki saling bertemu, diatas landasan bulat yang berhias untaian tengkorak. Penggunaan atribut tengkorak menunjukkan adanya aliran yang berkembang pada waktu itu yaitu tantrayana. Wajah Ganesha digambarkan dengan mata setengah terpejam dan salah satu gadingnya patah sehingga disebut dengan ekandata yaitu bergading satu. Belalainya sendiri menjulur kedalam mangkok modaka yang dipegang di tangan sebelah kiri depan. Ganesha boro memiliki tangan berjumlah empat. Kedua tangan depan berada di atas lutut, dengan tangan sebelah kiri memegang mangkok dan sebelah kanan membawa patahan gading. Sedangkan untuk tangan belakang sebelah kiri memegang kapak dan sebelah kanan memegang tasbih atau aksamala. 15
Di bawah arca terpahat kronogram berbunyi hana gana hana bumi. Kronogram tersebut ditulis menggunakan angka arab menjadi 1611. Namun karena tahun yang terpahat tahun saka maka angka dibaca dari kanan menjadi 1116 Saka. Berdasarkan kronogram tersebut diketahui bahwa arca ini berasal dari era Singosari masa pemerintahan Anuspati. Dalam mitologi agama hindu Ganesha sendiri merupakan anak dari Siwa dan Parwati. Lokasi Arca Ganesha Boro 16 Scan Qr-Code untuk mengetahui lokasi nya!
Video Penjelasan 17 Sumber : Youtube Desa Plumbangan
Candi Simping Candi Simping atau Candi Sumberjati berlokasi di Dusun Krajan, Desa Sumberjati, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar. Candi Simping ini hanya tersisa sebagian saja bahkan bisa dikatakan hampir rata dengan tanah. Namun, dari reruntuhan ini masih bisa dinikmati dan dipelajari sisa dari peradaban masa Kerajaan Majapahit. Yang tersisa di candi ini hanya bagian batur atau dasar dari struktur candi yang masih terlihat utuh di tempatnya. Sedangkan bagian lain seperti bagian tubuh dan atap candi tercecer di sekitar candi. Candi ini menghadap ke barat yang ditandai dengan adanya undak atau tangga masuk menuju ruang utama pada candi. Ukuran dari bagian bawah candi atau dinamakan batur candi adalah panjang 7,5 meter, lebar 6 meter dan tinggi 0,75 meter dengan hiasan relief di sisi – sisinya berupa binatang binatang seperti singa, angsa, merak, burung garuda, babi hutan dan kera. Di tengah bangunan candi terdapat sebuah batu tempat abu jenazah Raden Wijaya disemayamkan berbentuk kubus yang memiliki panjang, lebar dan tinggi 75 cm. Pada bagian atas batu kubus tersebut ada relief bulus dan naga yang saling mengaitkan seolah mengitari batu ini. 18
Lokasi Candi Simping Dulu di candi ini terdapat sebuah arca bernama Arca Hariharayang yang merupakan perwujudan dari raja Majapahit pertama. Arca ini memiliki ukuran dengan tinggi kurang lebih dua meter dan kini disimpan di Museum Nasional Republik Indonesia, Jakarta karena mempertimbangkan keamanan apabila di taruuh di Candi Simping. Reruntuhan Candi Simping sebagian ditempatkan di sebelah barat candi yang terlihat masih bagus dan terawat. Balok – balok tersebut merupakan batu andesit yang tertumpuk rapi dan sangat memungkinkan kalau batu – batu tersebut adalah tubuh dan atap candi simping. Sedangkan dibagian utara terdapat empat buah makara berupa kepalaraksasa. Sebagian tubuh dan atap candi diletakkan di timur lantai candi. Bagian selatan candi di dekat gapura terdapat sebuah lingga. 19 Scan Qr-Code untuk mengetahui lokasi nya!
Video Penjelasan 20 Sumber : Youtube Desa Plumbangan
Candi Plumbangan Candi Plumbangan terletak di Dusun Plumbangan, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar. Candi Plumbangan tersusun dari batu andesit, bentuknya berupa gapura paduraksa (gapura yang memiliki atap). Di sekitar candi ini ditemukan batu candi, yoni, umpak, pipi tangga, arca, jaladwara, bak air dan sebuah prasasti yang dikenal dengan Prasasti Plumbangan. Tinggalan tersebut tertata rapi dan indah di taman sekitar candi. Dilihat dari kurun waktunya, Candi Plumbangan dan prasasti Plumbangan diresmikan dalam waktu yang tidak sama. Di ambang pintu gapura terdapat kronogram yang dipahat terkait bangunan Candi Plumbangan. Kronogram tersebut menunjukkan tarik 1312 Saka atau 1390 Masehi yang merupakan era Kerajaan Majapahit. Sedangkan prasasti Plumbangan berasal dari era yang lebih awal yaitu pada era Kerajaan Kadiri masa pemerintahan Bameswara (1115-1130 M). Peresmian prasasti Plumbangan pada tahun 1042 Saka atau 1120 Masehi, prasasti Plumbangan berisi mengenai anugrah swatantra yang diberikan raja kepada penduduk daerah Plumbangan. 21
Selain itu, di halaman Candi Plumbangan terdapat beberapa yoni. Yoni merupakan simbol Dewi Parwati, salah satu dewa yang ada di dalam agama Hindu. Lokasi Candi Plumbangan Video Penjelasan 22 Scan Qr-Code untuk mengetahui lokasi nya! Sumber : Youtube Desa Plumbangan
Memelihara peninggalan bersejarah sebaikbaiknya 1. Melestarikan benda bersejarah agar tidak rusak, baik oleh faktor alam atau buatan 2. Tidak mencoret-coret benda peninggalan bersejarah 3. 4.Turut menjaga kebersihan dan keutuhan Wajib menaati tata tertib yang ada di setiap tempat peninggalan bersejarah 5. Wajib menaati peraturan pemerintah dan tata tertib yang berlaku 6. 7.Menjaga kebersihan dan keindahan Upaya Pelestarian Peninggalan Bersejarah 23
Tantangan Kerjakan LKPD secara individu 24 Klik Disini
Soal Evaluasi 1. Candi Penataran mulai dibangun pada pemerintahan Raja......... A B C Raja Syarengga Raja Hayam Wuruk Ken Arok 25
2. Latar belakang keagaman Hindu, ditandai dengan adanya peninggalan berupa...... A B C Nandi dan Yoni Batu dan Yoni Batu dan Nandi 26
3. Yoni merupakan simbol penggambaran dari....... A B C Dewi Sinta Dewi Parwati Dewi Durga 27
4. Apa yang disebut dengan ekandata...... A B C Bergading satu Bergading ganda Tidak memiliki gading 28
5. Dalam agama Hindu, Ganesha merupakan anak dari...... A B C Dewa Siwa dan Dewi Parwati Dewa Ramayana dan Dewi Sinta Dewa Krisna dan Dewi Radha 29
6.Salah satu upaya yang dapat kita lakukan untuk menjaga peninggalan bersejarah yaitu, kecuali....... A B C Tidak mencorat-coret tempat bersejarah Menaati peraturan yang berlaku Membuang sampah sembarangan 30
7. Candi Simping terdapat sebuah batu tempat disemayamkan abu....... A B C Raden Wijaya Ken Arok Jayabaya 31
8. Fungsi dari Candi Kalicilik yaitu sebagai..... A B C Tempat rekreasi Tempat pemakaman Tempat memuja Dewa Syiwa 32
9. Candi Kalicilik dibangun pada era kerajaan....... A B C Majapahit Singasari Kadiri 33
10. Candi Sawentar disebut juga Lwa Wentar yang ditulis dalam kitab...... A B C Sutasoma Negarakertagama Arjuna Wiwaha 34
Uji Kompetensi 35 Untuk mengetahui seberapa jauh pemahaman kalian, maka kerjakan soal yang ada di sini ya! UJI KOMPETENSI
Glosarium 36 Ganesha : Dewa yang perwujudannya campuran antara hewan gajah dan manusia. Relief : seni pahat dan ukiran 3-dimensi yang biasanya dibuat di atas batu Kronogram :huruf-huruf angka Romawi tertentu menyatakan tanggal atau zaman yang dijumlahkan dengan nilainya. Ekandata : bergading satu Yoni : digambarkan dalam wujud an-iconic yang umumnya berupa batu yang dipahat menyerupai meja dengan lubang ditengah pada sisi atas serta memiliki cerat. Nandi : sapi jantan kepercayaan dari Dewa Siwa dan merupakan simbol dari dharma.
Daftar Pustaka 37 Ahmad. (2018). Candi Kalicilik. https://budayaindonesia.org/Candi-Kalicilik-4 Wijaya, I. (2024). TROWULAN ’ S EXISTENCE IN THE ARCHIPELAGO: MAJAPAHIT DURING THE RAJASANAGARA GOVERNMENT, 8(1), 132–150. https://doi.org/10.36526/js.v3i2.3036 Sulistyo, W. D., Fintari, D. T., Febrianto, D., Putra, M. D. E., Afi, M. W., Hidayati, N., Fitriani, Y. (2019). Bakti Dan Pengenalan Situs Candi Kalicilik Pada Siswa Sd 1 Candirejo Ponggok Blitar. Jurnal Praksis Dan Dedikasi Sosial, 2(2), 54. https://doi.org/10.17977/um032v2i2p54-61 Penamaan Petilasan Pada Masa Kerajaan Di Kabupaten Blitar. Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 18(2), 236–250. https://doi.org/10.25134/fon.v18i2.5605
Profil Penulis Hai, perkenalkan nama saya kak Novi Dwi Rahmawati. Nama panggilan saya Kak Novi. Saya merupakan mahasiswa PGSD angkatan 2020 Universitas Negeri Malang. Asal saya dari Kabupaten Blitar. Salam kenal semua.......... 38
Semangat belajar ya! 39