PENDAHULUAN
Puisi merupakan salah satu karya sastra yang eksis di Indonesia. Puisi di Indonesia
berkembang dari mulai angkatan Balai Pustaka, Pujangga Baru (1933-1945), Angkatan 45 (1945-
1953), Periode 1953-1961, Angkatan 66 (1963-1970), dan Puisi Kontemporer (1970-sekarang).
Banyak penyair terkenal dari tiap-tiap angkatan tersebut yang telah mencurahkan pikiran serta
perasaanya dalam sebuah sajak puisi. Chairil Anwar dengan karyanya Cintaku Jauh di Pulau, W.S
Rendra dengan karyanya Surat Cinta, Armijn Pane dengan karyanya Kesadaran, Sapardi Djoko
Damono dengan karya Aku Ingin, Sutardji Calzoum Bachri dengan karyanya Tapi, dan masih
banyak penyair Indonesia yang terkenal dengan karya-karyanya.
MANFAAT PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari bab ini diharapkan kamu mampu:
1. Peserta didik mampu menjelaskan unsur pembangun/struktur puisi.
2. Peserta didik mampu menganalisis unsur pembangun/struktur puisi
3. Peserta didik mampu membacakan puisi dengan memperhatikan vokal, ekspresi dan
intonasi.
KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR
KD INDIKATOR
3.16 Mengidentifikasi suasana, tema, dan
makna beberapa puisi yang terkandung dalam 3.16.1 Menjelaskan unsur pembangun puisi
antologi puisi yang diperdengarkan atau dibaca (suasana, tema, dan makna)
4.16 Mendemonstrasikan (membacakan atau 3.16.2 Menganalisis unsur pembangun puisi
memusikalisasikan) satu puisi dari antologi (suasana, tema, dan makna)
puisi atau kumpulan puisi dengan
memerhatikan vokal, ekspresi, dan intonasi 4.16.1 Membaca Puisi dengan memerhatikan
(tekanan dinamik dan tekanan tempo) vokal, ekspresi dan intonasi.
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari bab ini diharapkan kamu mampu:
1. Setelah membaca materi dan berdiskusi peserta didik mampu menjelaskan unsur
pembangun/struktur puisi secara tepat.
2. Setelah membaca puisi peserta didik mampu menganalisis unsur pembangun/struktur
puisi dengan tepat
3. Setelah memilih puisi peserta didik mampu membacakan puisi dengan memperhatikan
vokal, ekspresi dan intonasi dengan baik.
2
PETUNJUK BELAJAR
1. Petunjuk Bagi Guru
a. Pada setiap kegiatan pembelajaran guru membantu peserta didik dalam proses belajar
b. Pada setiap kegiatan pembelajaran guru membimbing peserta didik memahami
konsep, Analisa dan menjawab pertanyaan peserta didik mengenai proses belajar
c. Pada setiap kegiatan pembelajaran guru mengorganisasikan peserta didik untuk
melakukan diskusi secara berkelompok
2. Petunjuk Bagi Peserta didik
a. Bagi peserta didik diharapkan membaca dan memahami materi pada setiap kegiatan
belajar
b. Jika belum jelas dengan materi maka pesserta didik bertanya kepada guru
c. Peserta didik wajib mengerjakan setiap tugas diskusi terhadap materi-materi yang
dibahas dalam setiap kegiatan
d. Jika mengalami kendala dalam belajar, peserta didik diwajibkan bertanya kepada
guru dan mengulangi materi yang belum dikuasai.
3
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ............................................................................................................... 1
PENDAHULUAN ................................................................................................................... 2
MANFAAT PEMBELAJARAN ............................................................................................. 2
KOMPTENSI DAN INDIKATOR.......................................................................................... 2
TUJUAN PEMBELAJARAN ................................................................................................. 3
PETUNJUK BELAJAR........................................................................................................... 3
DAFTAR ISI............................................................................................................................ 4
POKOK-POKOK MATERI .................................................................................................... 5
1. Hakikat Puisi ................................................................................................................ 5
2. Unsur-unsur atau Struktur Puisi ................................................................................... 5
3. Mahir Membaca Puisi .................................................................................................. 14
SOAL EVALUASI BAB VIII ................................................................................................. 18
KUNCI JAWABAN EALUASI BAB VIII ............................................................................. 23
RANGKUMAN ....................................................................................................................... 24
DAFTAR PUSTAKA
4
POKOK-POKOK MATERI
1. Hakikat Puisi Puisi merupakan karangan sastra
2. Unsur-unsur atau Struktur Puisi yang mengungkapkan pikiran dan
mengekspresikan perasaan, yang
merangsang imajinasi pancaindera
dalam susunan yang berirama secara
imajinatif dengan unsur musikal yang
rapi, padu dan harmonis sehingga
terwujud keindahan.
a. Struktur Fisik
Struktur fisik puisi adalah unsur pembangun puisi dari luar. Berikut unsur-unsur fisik puisi.
1. Tipografi
Tiprografi puisi merupakan bentuk visual yang bisa memberi makna tambahan dan
bentuknya bisa didapati pada jenis puisi konkret. Tipografi memiliki bermacam-macam
bentuk diantaranya berbentuk grafis, kaligrafi, kerucut dan sebagainya. Jadi tipografi
memberikan ciri khas puisi pada periode angkatan tertentu.
2. Diksi
Diksi merupakan pemilihan kata yang tepat, padat dan kaya akan nuansa makna dan
suasana yang diusahakan secermat dan seteliti mungkin, dengan mempertimbangkan
arti, baik makna denotatif, maupun makna konotatif, sehingga mampu mempengaruhi
imajinasi pembacanya. Selain itu diksi juga merupakan bagian dari ciri khas seorang
penyair. Karena di antara penyair yang satu dengan penyair yang lain berbeda dalam
pemilihan diksi. Maka jelaslah bahwa diksi itu sudah menjadi satu dengan penyairnya.
Sehingga penggunaan diksi dalam puisi kita seakan bisa mengenal orangnya
(penyairnya) atau namanya.
3. Imaji
Imaji merupakan susunan kata-kata yang dapat mengungkapkan pengalaman sensoris di
mana pembaca seolah-olah dapat melihat, mendengar, merasakan seperti apa yang
dilihat, didengar dan dirasakan penyair dalam puisinya secara imajinatif melalui
pengalaman dan rasa kita. Dalam puisi kita kenal bermacam-macam imaji yang
dihasilkan oleh indera pengihatan, pendengaran, pengecapan, rabaan, penciuman,
pemikiran dan gerakan.
5
4. Kata Konkret
Untuk membangkitkan imaji (daya bayang) pembaca, maka kata-kata harus diperjelas.
Maksudnya adalah bahwa kata-kata itu dapat mengarah pada arti secara keseluruhan.
Seperti halnya pengimajian, kata yang diperkonkret erat kaitannya dengan penggunaan
bahasa kiasan dan lambang. Jika seorang penyair mahir dalam memperkonkret kata-
kata, maka pembaca seolah dapat melihat, mendengar, atau merasa seperti apa yang
dilukiskan oleh penyair, sehingga konkret adalah kata yang dapat menyarankan kepada
arti yang menyeluruh, dengan demikian pembaca dapat membayangkan secara jelas
peristiwa, keadaan, maupun sesuatu yang digambarkan penyair sehingga pembaca
dapat memahami arti puisi.
5. Versifikasi (rima, ritma, dan metrum
a. Rima adalah pengulangan bunyi dalam puisi untuk membentuk musikalisasi atau
orkestrasi sehingga puisi menjadi menarik untuk dibaca. Rima memiliki banyak
macamnya seperti rima berangkai dengan pola aabb, ccdd; rima berselang dengan
pola abab, cdcd; rima berpeluk dengan pola abba, cddc; dan rima bebas.
b. Ritma, pertentangan bunyi, tinggi rendah, panjang pendek, keras lemah, dengan
teratur dan berulang-ulang sehingga membentuk keindahan. Ritma terdiri dari tiga
macam, yaitu:
− Andante : Kata yang terdiri dari dua vokal, yang menimbulkan irama lambat
− Alegro : Kata bervokal tiga, menimbulkan irama sedang
− Motto Alegro : kata yang bervokal empat yang menyebabkan irama cepat.
c. Nama metrum didapati dalam puisi sastra lama. Metrum merupakan perulangan kata
yang tetap bersifat statis. Peranan metrum sangat penting dalam pembacaan puisi
dan deklamasi. Ada bermacam tanda yang biasa diberikan pada tiap kata. Untuk
tekanan keras ditandai dengan ( / ) di atas suku kata yang dimaksudkan, sedangkan
tekanan lemah diberi tanda ( U ) di atas suku katanya.
6. Bahasa figuratif
Bahasa figuratif adalah cara yang gunakan oleh penyair untuk membangkitkan dan
menciptakan perumpamaan dengan mempergunakan gaya bahasa, gaya perbandingan,
gaya kiasan, gaya pelambang, sehingga semakin jelas makna atau lukisan yang hendak
dikemukakan penyair melalui puisinya. Bahasa figuratif juga dapat diartikan sebagai
majas yang terdapat dalam sebuah puisi. Berikut majas-majas yang sering digunakan
penyair-penyair Indonesia dalam setiap karyannya.
− Majas perbandingan/perumpamaan (simile) merupakan bahasa kiasan yang
menyamakan satu hal dengan hal yang lain dengan menggunakan kata-kata
6
pembanding seperti bagai, bak, semisal, seumpama, laksana dan kata-kata pembanding
lainnya.
− Majas metafora merupakan majas yang mengungkapkan ungkapan secara langsung
berupa perbandingan analogis. Dalam penerapannya majas metafora berupa pemakaian
kata atau kelompok kata bukan dengan arti yang sebenarnya, melainkan sebagai lukisan
yang berdasarkan persamaan atau perbandingan, misalnya tulang punggung dalam
kalimat pemuda adalah tulang punggung negara.
− Majas personifikasi merupakan majas yang membandingkan benda-benda tak bernyawa
seolah-olah mempunyai sifat seperti manusia. Benda-benda mati dibuat dapat berbuat,
berfikir dan sebagainya. Sebagai contoh badai mengamuk dan merobohkan rumah
penduduk, kata “badai” yang merupakan sebuah benda digambarkan “mengamuk”
seperti sifat manusia.
− Majas hiperbola merupakan majas yang berupa pernyataan berlebihan dari
kenyataannya dengan maksud memberikan kesan mendalam atau meminta perhatian.
Contoh: Suaranya menggelegar membelah angkasa.
− Majas metonimia merupakan majas yang menggunakan ciri atau lebel dari sebuah
benda untuk menggantikan benda tersebut. Pengungkapan tersebut berupa
penggunaan nama untuk benda lain yang menjadi merek, ciri khas, atau atribut. Contoh:
Setiap pagi Ayah selalu menghirup kapal api (maksudnya kopi kapal api).
− Majas sinekdoki merupakan majas yang menyebutkan bagian untuk menggantikan
benda secara keseluruhan atau sebaliknya. Sinekdoke terdiri dari dua macam yaitu pars
prototo (sebagian untuk keseluruhan) dan totum proparte (keseluruhan untuk sebagian)
b. Struktur Batin
Struktur batin puisi merupakan isi atau makna yang ingin diekspresikan penyair melalui puisi.
Struktur batin puisi adalah tema, perasaan, nada dan suasana, serta amanat.
1. Tema
Tema adalah sesuatu yang diciptakan atau digambarkan penyair melalui puisinya yang
mengandung suatu pokok persoalan yang hendak dikemukakan. Tema juga merupakan
latar belakang terciptanya sebuah puisi, yang tidak dapat dipisahkan dari pengarangnya.
Dengan latar belakang pengetahuan yang sama, penafsir-penafsir puisi akan
memberikan tafsiran tema yang sama bagi sebuah puisi, karena tafsir puisi bersifat
lugas, obyektif dan khusus
2. Perasaan
Perasaan adalah sikap penyair terhadap pokok persoalan yang ditampilkan dalam
puisinya, yang merupakan gambaran perasaan yang dialami penyair pada saat
menciptakan puisinya.
3. Nada dan Suasana
7
Nada adalah sikap penyair terhadap pembaca berkenaan dengan pokok persoalan yang
dikemukakan dalam puisinya.
Suasana adalah keadaan jiwa pembaca (sisskap pembaca) setelah membaca puisi, atyau
akibat psikologis yang ditimbulkan puisi terhadap pembaca. Misalnya : puisi yang
bernada duka menimbulkan suasana iba hati pada pembaca, nada khusuk dapat
menimbulkan suasana khusuk.
4. Amanat
Amanat adalah maksud yang hendak disampaikan atau himbauan,pesan, tujuan yang
hendak disampaikan penyair melalui puisinya. penyair tidak secara khusus dan sengaja
mencantumkan amanat dalam puisinya biasanya amanat diungkapkan secara tersirat di
balik kata dan juga di balik tema yang diungkapkan penyair
Latihan dan Pembahasan
Berikut adalah contoh soal dan pembahasan tentang sub bab mengidentifikasi unsur fisik dan
unsur batin dalam teks puisi.
Bacalah puisi berikut untuk menjawab soal nomor 1-3!
Tuhan, Aku Cinta Padamu
W.S Rendra
Aku lemas
Tapi berdaya
Aku tidak sambat rasa sakit
Atau gatal
Aku pengin makan tajin
Aku tidak pernah sesak nafas
Tapi tubuhku tidak memuaskan
Untuk punya posisi yang ideal dan wajar
8
Aku pengin membersihkan tubuhku
Dari racun kimiawi
Aku ingin kembali pada jalan alam
Aku ingin meningkatkan pengabdian
Kepada Allah
1. Tema yang tepat untuk penulisan puisi tersebut adalah. . .
a. Kesehatan tubuh yang semakin menurun
b. Kecintaan kepada Tuhan
c. Ketidakmampuan menanggung rasa sakit
d. Kematian yang sangat dekat
e. Kesakitan dan kematian yang sudah dekat
Pembahasan: puisi tersebut berisi tentang tokoh aku yang sedang tidak berdaya dan ingin
mulai meningkatkan ketaqwaannya kepada Allah, dengan selalu menictain-Nya, sehingga tema
yang sesuai dengan puisi di atas yaitu B. kecintaan kepada Tuhan.
Jawaban: B
2. Amanat yang terdapat dalam puisi tersebut adalah. . .
a. Meningkatkan kualitas ibadah
b. Ikhlas dengan cobaan yang diberikan
c. Selalu menjaga tubuh agar tetap sehat
d. Mensyukuri atas semua yang diberikan oleh Tuhan
e. Bertaubat atas segala dosa yang telah dilakukan selama masih diberi kesempatan
Pembahasan: puisi tersebut memiliki amanat kepada kita untuk segeralah bertaubat selama
masih diberi kesempatan hidup, atas segala dosa yang telah dilakukan atau perbuat, sehingga
jawaban yang paling tepat yaitu E.
Jawaban: E
3. Puisi tersebut dibacakan dengan nada. . . .
a. menasehati
b. memohon
c. memengaruhi
d. menyuruh
e. menceritakan
9
Pembahasan: puisi di atas dalam penyampaiannya penulis atau penyair lebih condong
menggunakan nada menceritakan walaupun ada beberapa diksi “ingin” yang merupakan nada
memohon, tetapi lebih banyak nada menceritakannya, sehingga jawaban yang tepat yaitu E.
Jawaban: E
Bacalah puisi berikut untuk menjawab soal nomor 4 dan 5!
Taubat
Abu Zaky
Tinggalkan daku duduk seorang,
Hatiku lah patah percuma daya,
Harapan muda hilang sekarang,
Bujuk cumbumu ‘kan sia-sia.
Tinggalkan daku termenung sunyi,
Akulah insaf akan salahku,
Angan-angan menyesatkan diri,
Cinta membawa lemah jiwaku.
.....
4. Struktur fisik yang paling menonjol pada puisi tersebut adalah. . . .
a. Tipografi
b. Ritme
c. Citraan
d. Rima
e. Diksi
Pembahasan: struktur fisik dari puisi di atas yang menonjol yaitu rima, dibuktikan dengan
adanya pengulangan rima berupa ABAB CDCD, sedangkan struktur fisik lainnya tidak begitu
menonjol, sehingga jawaban yang paling tepat yaitu D.
Jawaban: B
10
5. Rima yang terdapat dalam puisi diatas adalah. . . .
a. AAAA CCCC
b. ABAB DDDD
c. ABBB DCCC
d. ABAB CDDC
e. ABAB CDCD
Pembahasan: puisi di atas memiliki rima ABAB CDCD, sehingga jawaban yang tepat yaitu E.
Jawaban: E
Setelah kalian mendalami materi tentang unsur-unsur pembangun puisi, seperti unsur fisik dan
unsur batin, untuk lebih memperdalam keahlian kalian dalam mengidentifikasi unsur-unsur
tersebut kerjakanlah tugas berikut.
TUGAS 1
Baca dan cermatilah puisi yang berjudul “Antara Tiga Kota” karya Emha Ainun Najib berikut ini!
ANTARA TIGA KOTA
Oleh :
Emha Ainun Najib
di yogya aku lelap tertidur
angin di sisiku mendengkur
seluruh kota pun bagai dalam kubur
pohon-pohon semua mengantuk
di sini kamu harus belajar berlatih
tetap hidup sambil mengantuk
kemanakah harus kuhadapkan muka
agar seimbang antara tidur dan jaga ?
Jakarta menghardik nasibku
melecut menghantam pundakku
tiada ruang bagi diamku
matahari memelototiku
bising suaranya mencampakkanku
jatuh bergelut debu
kemanakah harus kuhadapkan muka
agar seimbang antara tidur dan jaga ?
11
surabaya seperti ditengahnya
tak tidur seperti kerbau tua
tak juga membelalakkan mata
tetapi di sana ada kasihku
yang hilang kembangnya
jika aku mendekatinya
kemanakah harus kuhadapkan muka
agar seimbang antara tidur dan jaga ?
Antologi Puisi XIV Penyair Yogya, MALIOBORO,
1997
Setelah kalian membaca puisi tersebut, apakah kalian dapat memahami dan meresapi makna
dari setiap diksi yang disajikan penyair? Atau kalian telah menemukan unsur-unsur puisi
tersebut?. Puisi Emha Ainun Najib yang berjudul “Antara Tiga Kota”, menceritakan seseorang
yang sedang berkelana ke tiga kota mencari kenyamanan dan yang bisa membuat hidupnya
tenang. Pada hakikatnya puisi memiliki dua unsur pembangun yaitu unsur fisik dan unsur batin.
Untuk mengetahui apa saja unsur fisik dan unsur batin dari puisi tersebut lakukanlah kegiatan
berikut!
Buatlah sebuah kelompok yang terdiri dari 2-3 orang! Kemudian identifikasilah dan
diskusikanlah unsur pembangun dari puisi yang berjudul “Antara Tiga Kota” karya Emha Ainun
Najib tersebut!
Unsur Unsur Fisik
Tipografi Hasil identifikasi
Diksi
Imaji
12
Kata Konkret
Versifikasi (rima, Rima:
ritma, dan metrum Ritma:
Metrum:
Bahasa figuratif
Unsur Unsur Batin
Tema Identifikasi
Perasaan
Nada dan Suasana
Amanat
13
3. Mahir Membaca Puisi
Dari semua kegiatan yang telah kalian pelajari tentang teks puisi, semuanya bermuara
pada keterampilan membaca puisi. Pada subbab ini kalian akan belajar suapaya mahir dalam
membaca puisi. bacalah puisi berikut semampu dan seekspresi kalian untuk menggambarkan
suasana yang terkandung didalamnya!
GERILYA
Oleh :W.S. Rendra
Tubuh biru
tatapan mata biru
lelaki berguling di jalan
Angin tergantung
terkecap pahitnya tembakau
bendungan keluh dan bencana
Tubuh biru
tatapan mata biru
lelaki berguling dijalan
Dengan tujuh lubang pelor
diketuk gerbang langit
dan menyala mentari muda
melepas kesumatnya
Gadis berjalan di subuh merah
dengan sayur-mayur di punggung
melihatnya pertama
Ia beri jeritan manis
dan duka daun wortel
Tubuh biru
tatapan mata biru
lelaki berguling dijalan
Orang-orang kampung mengenalnya
anak janda berambut ombak
ditimba air bergantang-gantang
disiram atas tubuhnya
Tubuh biru
tatapan mata biru
lelaki berguling dijalan
Lewat gardu Belanda dengan berani
14
berlindung warna malam
sendiri masuk kota
ingin ikut ngubur ibunya
Apakah kalian merasa ragu dan tidak yakin pembacaan puisi kalian sudah benar? Atau
kalian benar-benar bingung dalam memberikan pemenggalan atau penekanan dalam membaca
puisi yang berjudul “GERILYA” Karya W.S. Rendra tersebut?. Coba bandingkan pembacaan puisi
tersebut dengan keterangan pemenggalan atau penjedaan yang terdapat dalam teks berikut!
GERILYA
Oleh :W.S. Rendra
Tubuh biru /
tatapan mata biru /
lelaki berguling di jalan //
Angin tergantung /
terkecap pahitnya tembakau /
bendungan keluh dan bencana //
Tubuh biru /
tatapan mata biru /
lelaki berguling dijalan /
Dengan tujuh lubang pelor /
diketuk gerbang langit /
dan menyala mentari muda /
melepas kesumatnya //
Gadis berjalan di subuh merah /
dengan sayur-mayur di punggung /
melihatnya pertama /
Ia beri jeritan manis
dan duka daun wortel /
Tubuh biru /
tatapan mata biru
lelaki / berguling dijalan
Orang-orang kampung mengenalnya /
anak janda berambut ombak /
ditimba air bergantang-gantang
15
disiram atas tubuhnya //
Tubuh biru /
tatapan mata biru /
lelaki berguling dijalan /
Lewat gardu Belanda dengan berani /
berlindung warna malam /
sendiri masuk kota /
ingin ikut ngubur ibunya //
Dari percobaan pertama dan kedua, kalian pastinya tahu dalam membaca puisi tidak
hanya sekadar membaca biasa layaknya membaca teks lain, tapi ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan, seperti penghayatan, vokal, dan penampilan. Berikut adalah langkah-langkah
yang bisa dilakukan untuk mahir membaca puisi.
1. Memilih Puisi
Memilih puisi merupakan langkah awal dalam kegiatan membaca puisi. Pada tahap ini
yang harus dilakukan jika akan membaca puisi adalah memilih puisi yang akan dibaca.
Pemilihan puisi ini penting guna menentukan berhasil-tidaknya dalam membaca puisi.
Ada tiga hal yang harus dipertimbangkan dalam memilih puisi, yaitu pembaca, pendengar,
dan situasi
2. Memahami Puisi
Setelah memilih puisi, langkah selanjutnya yaitu memahami puisi. Pada langkah ini ada
dua hal yang harus ditemukan oleh pembaca dalam pemahaman puisi yang telah dipilih.
Pertama yaitu suasana puis. Suasana puisi akan dipakai oleh pembaca untuk memilih
bentuk atau lagu pembacaan puisi. Kedua yaitu makna puisi. Makna dan amanat akan
digynakan untuk mengkomunikasikan puisi.
3. Memberi Tanda Pemenggalan
Pada tahapan ini, pembaca dapat menentukan pemenggalan dengan menunjukkan
tempat-tempat yang tepat untuk memenggal dan mengambil nafas. Pemenggalan ini
merupakan inti dari penghayatan terhadap puisi.
4. Pelatihan Baca Puisi
Pada tahap pekatihan baca puisi, pembaca harus melakukan beberapa latihan, yaitu
pelatihan intonasi, pelatihan tampil di panggung. Pelatihan tampil di panggungpun
pembaca harus menguasi beberapa teknik berikut, teknik muncul, membaca judul puisi,
berdiri di atas dua kaki, memegang teks, dan pandangan mata.
Berikut adalah hal-hal yang harus diperhatikan ketika membaca puisi, yaitu
1. Penghayatan
Menghayati puisi berarti memahami secara penuh isi puisi. Penghayatan puisi terermin
dalam tiga hal, yaitu (1) pemenggalan, (2) nada serta intonasi, dan (3) ekspresi.
16
Pemenggalan dalam pembacaan puisi nukan hanya tentang pengambilan nafas, tetapi
juga berhubungan dengan pemaknaan baris-baris puisi. Nada dan intonasi pada
pembacaan puisi adalah pemunculan suasana isi puisi. Ekspresesi secara sempit dapat
terlihat pada wajah, tetapi seluruh anggota tubuh manusia juga mempengaruhinya. Kunci
dari ekspresi sebenarnya ada pada mata, akan sangat terlihat orang yang membaca puisi
memiliki penghayatan yang tinggi dengan melihat matanya. Dalam pengertian lebih luas,
ekspresi juga menyangkut gerakan tubuh manusia. Ukuran baik tidaknya gerakan tubuh,
disesuaikan dengan jiwa puisi yang dibaca.
2. Vokal
Pada vokal ada empat hal yang menjadi perhatian, yaitu (1) kejelasan ucapan, dalam
pembacaan puisi menjadi kriteria utama vokal pembaca puisi. Kunci kelancaran pembaca
ada pada hafal atau tidaknya pembaca terhadap puisi tersebut. (2) jeda, pembaca harus
dapat mengatur jeda secara tepat guna mengatur nafas, hal ini guna puisi yang dibacakan
sampai kepada pendengar atau penonton, (3) ketahanan, adalah kekuatan vokal dari awal
pembacaan sampai akhri pembacaan puisi, dan (4) kelancaran, adalah kebenaran
pengucapan baris-baris puisi dari awal sampai akhir.
3. Penampilan
Persoalan-persoalan yang menyangkut penampilan dalam membaca puisi, yaitu (1)
teknik muncul, merupakan cara yang ditempuh oleh pembaca puisi dalam
memperlihatkan diri untuk kali pertamanya, (2) blocking, merupakan cara pembaca
memposisikan tubuh ketika pembaca. secara umum blocking terbagi menjadi dua jenis,
yaitu blocking yang bersifat statis dan blocking yang bersifat dinamis, (3) teknik
pembacaan, menyakut beberapa hal, seperti cara berjalan, cara memegang teks, dan
sebagainya, hal-hal tersebut merupakan bagian dari teknik pembacaan, dan (4) cara
berpakaian, harus diperhatikan meskipun tidak terlalu penting ketika pementasan. Tetapi
estetika berpakaian yang sesuai dengan puisi yang dibacakan akan menambah suasana
dan tersampaikannya pesan dari puisi yang dibacakan.
Setelah kalian tahu bagaimana langkah-langkah untuk mahir membaca puisi dan hal-
hal yang harus diperhatikan ketika membaca puisi, lakukanlah tugas berikut!
Tugas 3
Pilihlah puisi yang sesuai dengan karakter vokal kalian, kemudian berlatihlah membaca
puisi tersebut sesuai dengan langkah-langkah yang telah kalian pelajarI!
Setelah kalian mulai mahir dan mantap dengan pembacaan puisi yang kalian lakukan,
ikutilah kompetisi membaca puisi! hal tersebut berguna untuk melatih mental dan
mengetahui kekurangan yang ada ketika kalian membaca puisi.
17
SOAL EVALUASI BAB VIII
1. Bacalah penggalan puisi berikut!
Karangan Bunga
Tiga anak kecil
Dalam langkah malu-malu
Datang ke salemba
Sore itu.
“Ini dari kami bertiga
Pita hitam pada karangan bunga
Sebab kami ikut berduka
Bagi kakak yang ditembak mati
Siang tadi.”
Puisi di atas memiliki pesan tentang….
a. membawa karangan bunga untuk kakak yang ditembak mati
b. kenanglah jasa para pahlawan
c. jadilah tiga anak kecil yang baik hati
d. berikanlah pita hitam dan karangan bunga untuk seseorang
e. selalu bersyukur dengan cara memberi
2. Bacalah kutipan puisi berikut!
AKU INGIN
Karya: Sapardi Djoko Damono
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu
kepada api yang menjadikannya abu.
kepada hujan yang menjadikannya tiada.
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan
Tema apakah yang tepat untuk kutipan puisi di atas….
a. pejuangan cinta
b. suka
c. kesederhanaan
d. kemanusiaan
e. religius
18
3. Bacalah kutipan puisi berikut !
TENTANG KEMERDEKAAN
Oleh :
Toto Sudarto Bahtiar
Kemerdekaan ialah tanah air dan laut semua suara
janganlah takut kepadanya
Kemerdekaan ialah tanah air penyair dan pengembara
janganlah takut padanya
Kemerdekaan ialah cinta salih yang mesra
Puisi di atas berisi tentang….
a. Kemerdekaan ialah cinta salih
b. kemerdekaan tanah air
c. perjuangan tentang kemerdekaan
d. keinginan untuk merdeka
e. kemerdekaan merupakan hal yang diidam-idamkan semua orang
4. Bacalah puisi berikut!
TENTANG KEMERDEKAAN
Oleh :
Toto Sudarto Bahtiar
Kemerdekaan ialah tanah air dan laut semua suara
janganlah takut kepadanya
Kemerdekaan ialah tanah air penyair dan pengembara
janganlah takut padanya
Kemerdekaan ialah cinta salih yang mesra
Bawalah daku kepadanya
Tema apakah yang tepat untuk kutipan puisi di atas….
a. kepahlawanan
b. perjuangan
c. kemerdekaan
d. percintaan
e. religius
5. Bacalah kutipan puisi berikut!
Kemerdekaan ialah tanah air dan laut semua suara
janganlah takut kepadanya
Kemerdekaan ialah tanah air penyair dan pengembara
19
janganlah takut padanya
Kemerdekaan ialah cinta salih yang mesra
Bawalah daku kepadanya
Imaji apakah yang terdapat dalam kutipan puisi di atas….
a. Imaji penciuman
b. Imaji pengecapan
c. Imaji perasaan
d. Imaji perabaan
e. Imaji penglihatan
6. Bacalah kutipan puisi berikut!
SAJAK SEBATANG LISONG
Oleh :
W.S. Rendra
Menghisap sebatang lisong
melihat Indonesia Raya,
mendengar 130 juta rakyat,
dan di langit
dua tiga cukong mengangkang,
berak di atas kepala mereka
Matahari terbit.
Fajar tiba.
Dan aku melihat delapan juta kanak-kanak
tanpa pendidikan.
Aku bertanya,
tetapi pertanyaan-pertanyaanku
membentur meja kekuasaan yang macet,
dan papantulis-papantulis para pendidik
yang terlepas dari persoalan kehidupan.
…
Tema apakah yang sesuai untuk puisi di atas….
a. sosial
b. kemanusiaan
c. percintaan
d. perjuangan
e. keagamaan
7. Bacalah kutipan puisi berikut !
20
PENERIMAAN
Karya: Chairil Anwar
Kalau kau mau kuterima kau kembali
Dengan sepenuh hati
Aku masih tetap sendiri
Kutahu kau bukan yang dulu lagi
Bak kembang sari sudah terbagi
Jangan tunduk! Tentang aku dengan berani
Kalau kau mau kuterima kembali
Untukku sendiri tapi
Sedang dengan cermin aku enggan berbagi.
Imaji perasaan dalam puisi di atas terdapat pada baris….
a. 1 dan 4
b. 2 dan 6
c. 3 dan 7
d. 5 dan 8
e. 2 dan 9
8. Untuk menemukan makna dalam sebuah puisi, pembaca harus membaca puisi dengan
saksama dan memperhatikan banyak faktor dalam puisi tersebut. Salah satunya adalah....
a. Nilai seni dari pembacaan puisi
b. Kemampuan seseorang membaca puisi
c. Penggunaan bahasa
d. Pendengar merasa terbawa dalam puisi yang dibacakan
e. Penggunaan kata dalam judul
9. Bacalah kutipan puisi berikut!
Amboi! Jalan sudah bertahun kutempuh !
Perahu yang bersama 'kan merapuh!
mengapa ajal memanggil dulu
sebelum sempat berpeluk dengan cintaku
Suasana dalam puisi di atas adalah....
a. gembira
b. marah
21
c. sedih
d. kecewa
e. senang
10. Bacalah kutipan puisi berikut!
Menyesal
pagiku hilang sudah melayang
hari mudaku sudah pergi
sekarang.... datang membayang
batang usiaku sudah tinggi
Diksi yang sesuai untuk mengisi bangian yang rumpang dalam larik puisi tersebut adalah ....
a. petang
b. tua
c. gerimis
d. sore
e. angin
22
KUNCI JAWABAN EVALUASI BAB VIII
1. b 6. b
2. a 7. b
3. e 8. c
4. c 9. c
5. c 10. a
23
Rangkuman
Puisi merupakan bentuk karangan kesusastraan yang mengungkapkan pikiran dan
mengekspresikan perasaan, yang merangsang imajinasi panca indera dalam susunan yang
berirama secara imajinatif, dengan menggunakan unsur musikal yang rapi, padu dan
harmonis sehingga terwujud keindahan.
1. Unsur-unsur atau Struktur Puisi
a. Struktur Fisik
Struktur fisik puisi adalah unsur pembangun puisi dari luar. Berikut unsur-unsur fisik puisi.
1. Tipografi 4. Versifikasi (rima, ritma, dan metrum)
2. Diksi 5. Bahasa figuratif
3. Kata Konkret
b. Struktur Batin
Struktur batin puisi merupakan isi atau makna yang ingin diekspresikan penyair melalui puisi.
Struktur batin puisi adalah tema, perasaan, nada dan suasana, serta amanat.
2. Kaidah Kebahasaan Puisi
a. Pemilihan kata atau diksi yang khas
Diksi khas dimiliki setiap penyair yang menghasilkan karya dengan bahasa yang indah.
b. Imaji dalam sebuah puisi
Pengimajian atau pencitraan berupa kata atau rangkaian kata yang melibatkan unsur
pancaindera. Pengimajian dapat dibagi menjadi 5 jenis, yaitu Imaji penglihatan, imaji
pendengaran, imaji perasa, imaji penciuman, dan imaji peraba.
c. Menggunakan kata konkret
Selain menggunakan kata kiasan, penyair juga menggunakan kata-kata konkret agar
pembaca lebih jelas dengan maksud yang ingin disampaikan penyair.
d. Memiliki rima dan irama
Rima (persajakan) merupakan bunyi-bunyi yang ditimbulkan oleh huruf atau kata-kata
dalam larik dan bait. Selain itu, irama (ritme) adalah pergantian tinggi rendah, panjang
pendek, dan keras lembut ucapan bunyi.
e. Bahasa figuratif (Majas)
Bahasa figuratif adalah cara yang gunakan oleh penyair untuk membangkitkan dan
menciptakan perumpamaan dengan mempergunakan gaya bahasa, gaya perbandingan,
gaya kiasan, gaya pelambang, sehingga semakin jelas makna atau lukisan yang hendak
dikemukakan penyair melalui puisinya. Berikut macam-macam majas:
• Majas perbandingan/perumpamaan (simile), yaitu menyamakan satu hal dengan
hal yang lain dengan menggunakan kata-kata pembanding seperti bagai, bak,
semisal, seumpama, laksana dan kata-kata pembanding lainnya. Contoh: adikmu
tampak sangat lapar, jalannya seperti singa kelaparan.
• Majas metafora, yaitu majas yang mengungkapkan ungkapan secara langsung
berupa perbandingan analogis. Contoh: mila adalah bunga desa yang
mengagumkan
• Majas personifikasi, yaitu majas yang membandingkan benda-benda tak bernyawa
24
seolah-olah mempunyai sifat seperti manusia. Contoh: Pensil itu menari-nari di
atas kertas
• Majas hiperbola, yaitu majas yang berupa pernyataan berlebihan dari
kenyataannya dengan maksud memberikan kesan mendalam atau meminta
perhatian. Contoh: Suaranya menggelegar membelah angkasa.
• Majas metonimia, yaitu majas yang menggunakan ciri atau lebel dari sebuah benda
untuk menggantikan benda tersebut. Contoh: Setiap pagi Ayah selalu menghirup
kapal api (maksudnya kopi kapal api).
• Majas sinekdok, yaitu majas yang menyebutkan bagian untuk menggantikan benda
secara keseluruhan atau sebaliknya. Sinekdoke terdiri dari dua macam yaitu pars
prototo (sebagian untuk keseluruhan) dan totem proparte (keseluruhan untuk
sebagian). Contoh: Dia hanya menampakkan batang hidungnya sebentar saja ( pars
prototo), sekolahku memenangkan lomba cerdas cermat di Bali ( totem Proparte)
• Majas Repetisi, yaitu mengulang kata-kata yang ada dalam kalimat. Contoh: Saya
ingin berubah, saya ingin rajin belajar, saya ingin pintar.
3. Langkah-langkah Mahir Membaca Puisi
a. Memilih Puisi : memilih puisi merupakan langkah awal dalam kegiatan membaca puisi.
Hal yang dipertimbangkan dalam memilih puisi, yaitu pembaca, pendengar, dan situasi.
b. Memahami Puisi : memahami puisi dengan memahami suasana puis (untuk memilih
bentuk atau lagu pembacaan puisi) dan makna puisi (untuk mengkomunikasikan puisi).
c. Memberi Tanda Pemenggalan : pembaca dapat menentukan jeda dengan menandai
bagian puisi untuk memenggal dan mengambil nafas. Pemenggalan untuk penghayatan
puisi.
d. Pelatihan Baca Puisi : Pada tahap pelatihan baca puisi, pembaca perlu latihan intonasi,
latihan tampil di panggung. Ketika latihan tampil di panggung pun, pembaca harus
menguasi beberapa teknik berikut, yaitu teknik muncul, membaca judul puisi, berdiri di
atas dua kaki, memegang teks, dan pandangan mata.
Hal-hal yang harus diperhatikan ketika membaca puisi.
1. Penghayatan
2. Vokal (artikulasi, intonasi, penjedaan, dan penekanan)
3. Penampilan
25
DAFTAR PUSTAKA
Anwar, Chairil. 1987. Deru Campur Debu. Jakarta: PT. Dian Rakyat
Damono, Sapardi Djoko. 2014. Hujan Bulan Juni. Jakarta: PT Gramedia Puataka Utama
Doyin, Mukh. 2010. Mengajarkan Baca Puisi. Semarang: Bandungan Institute
Ismail, Taufiq. 1993. Tirani dan Benteng (Dua Kumpulan Puisi Taufiq Ismail). Jakarta: Yayasan
Ananda.
Nadjib, Emha Ainun, Anggukan Ritmis Kaki Pak Kiai. Yogyakarta: Bentang, 2015.
Pradopo, Rachmat Djoko. 2007. Pengkajian Puisi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Rendra, W. S. 2013. Doa untuk Anak Cucu. Yogyakarta: PT Bentang Pustaka.
Semi, Atar. (2007).Dasar-dasar Keterampilan Menulis. Bandung: Angkasa.
Suharianto, S. 2009. Pengantar Apresiasi Puisi. Semarang:Bandungan Institute.
Waluyo, Herman J. 1987. Teori dan Apresiasi Puisi. PT Glora Aksara Pratama.
Widiatmi, Tri. 2010. Kajian Stilistika Kumpulan Puisi Tirani dan Benteng Karya Taufiq Ismail.
Tesis. Universitas Sebelas Maret
Widodo, C. dan Jasmadi. (2008). Buku Panduan Menyusun Bahan Ajar. Jakarta: PT Elex Media
Komputindo.
26