The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by febri1323.ysan, 2022-12-31 11:45:55

JURNAL REFLEKSI DWIMINGGUAN MODUL 2.3

JURNAL REFLEKSI DWIMINGGUAN MODUL 2.3

Keywords: #gurupenggerak

JURNAL REFLEKSI
DWIMINGGUAN MODUL 2.3




SA'DIYATUL FEBRIYATI, S.Pd.
cgp angkatan 6

kabupaten barito kuala

MENGGUNAKAN MODEL DEAL

Description, Examination and Articulation of Learning

jurnal refleksi

model DEAL

Description, Examination and Articulation of Learning

Description: Deskripsikan pengalaman yang dialami dengan
menceritakan unsur 5W1H (apa, siapa, di mana, kapan,
mengapa, bagaimana);
Examination: Analisis pengalaman tersebut dengan
membandingkannya terhadap tujuan/rencana yang telah
dibuat sebelumnya;
Articulation of Learning: Jelaskan hal yang dipelajari dan
rencana untuk perbaikan di masa mendatang.

Description

Pertanyaan Pemantik:
1.Apa materi dan kegiatan yang terjadi?
2.Siapa yang melaksanakan kegiatan?
3.Dimana dilaksanakan kegiatan?
4.Kapan waktu pelaksanaannya?
5.Mengapa kegiatan tersebut dilaksanakan?
6.Bagaimana hasil kegiatan tersebut?

Description

Modul kali ini mempelajari mengenai
Coaching. Seperti pada modul-modul
sebelumnya, pada pembelajaran modul 2.3
inipun menggunakan siklus MERDEKA yaitu:
Mulai dari diri, Eksplorasi konsep, Ruang
kolaborasi, Demonstrasi kontekstual,
Elaborasi pemahaman, Koneksi antar materi
dan Aksi nyata.

Description

Kegiatan awal yang saya lakukan pada modul 2.3 ini adalah kegiatan mandiri
dengan mempelajari pembelajaran Mulai dari diri dan Eksplorasi konsep di LMS
pada tanggal 28 Nopember sampai 1 Desember 2022. Kemudian kegiatan
selanjutnya adalah Ruang kolaborasi pada tanggal 2 Desember 2022 di room G-
Met, pada sesi ini kami secara berpasangan (bergantian menjadi coach dan
coachee) melakukan praktik latihan kegiatan coaching, yang mana kegiatan ini
selanjutnya dinilai pada sesi praktik kegiatan coaching secara berpasangan
pada tanggal 5 Desember 2022, setelah kegiatan-kegiatan coaching itu selesai
maka dilakukan refleksi secara bersama-sama. Pada Demonstrasi kontekstual
yang diberikan waktu dari tanggal 6 s.d12 Desember 2022 kami kembali
melakukan coaching secara online, kali ini kami dibagi menjadi kelompok-
kelompok kecil yang terdiri dari 3 orang, kami secara bergantian menjadi coach,
coachee dan pengamat, hasil rekaman kegiatan saat menjadi pengamat
kemudian diunggah di LMS.

Description

Kegiatan Elaborasi pemahaman tentang materi coaching yang dilaksanakan
pada tanggal 8 Desember 2022 di room G-Met diisi oleh Bapak Simon Rafael
sebagai instruktur sangat menambah wawasan saya mengenai coaching.
Kegiatan selanjutnya adalah membuat Koneksi antar materi, dimana pada
kegiatan ini saya menghubungkan materi coaching dengan materi-materi
sebelumnya dalam bentuk persentasi video yang kemudian link nya dikirim ke
LMS paling lambat tanggal 15 Desember 2022. Kegiatan terakhir pada modul ini
adalah Aksi nyata, kegiatan aksi nyata ini diisi dengan melakukan praktik
dengan rekan sejawat yang dihadiri pengajar praktik pada sesi pasca observasi
di Pendampingan Individu 5 nanti. Sebelum melakukan kegiatan aksi nyata
tersebut sebelumnya saya sudah melakukan latihan-latihan coaching dengan
rekan CGP dengan harapan saat kegiatan praktik pada aksi nyata nanti dapat
berjalan dengan baik sehingga kedepannya kegiatan coaching ini menjadi
kebiasaan bersama di sekolah.

Description

Kegiatan coaching untuk supervisi akademik ini dilakukan untuk memberikan
ruang bagi kami CGP agar berlatih membangun komunikasi yang empatik dan
memberdayakan sebagai pemimpin pembelajaran dan kepala sekolah dalam
membuat perubahan strategis yang mampu menggerakkan komunitas sekolah
pada ekosistem belajar kami.
Dari mempelajari materi coaching secara mandiri kemudian praktik secara
berpasangan serta berkelompok sampai pendalaman materi kembali oleh
instruktur pada elaborasi pemahaman, pemahaman saya tentang materi
coaching mengalami peningkatan. Ini akan menjadi modal saya dalam
melakukan aksi nyata pada pendampingan 5 akan datang, selain itu saya akan
terus berusaha agar menambah pemahaman saya tentang materi coaching ini
dengan sering praktek coaching dan refleksi agar menjadi sebuah kebiasaan
baik di komunitas sekolah saya.

Examination

Pada praktik-praktik coaching yang telah diakukan
dengan rekan CGP, dimana sebelumnya dibuat
skenarionya memang tidak 100% sesuai dengan
harapan tetapi paling tidak saya sudah mendapatkan
pengalaman secara langsung dalam melakukan
kegiatan coaching. Secara keseluruhan praktik
tersebut berjalan dengan lancar sehingga tugas-
tugas praktik tersebut dapat dikumpulkan sebelum
batas waktunya.

Articulation of Learning

HAL YANG DIPELAJARI

Pada modul ini saya belajar tentang supervisi akademik yang dilakukan dengan prinsip
dan paradigma berpikir coaching. Sebelum kita membantu rekan sejawat untuk
mengembangkan kompetensi diri mereka menjadi otonom maka kita perlu memiliki
paradigma berpikir coaching terlebih dahulu, paradigma tersebut adalah: fokus pada
rekan yang akan dikembangkan, bersikap terbuka dan ingin tahu, memiliki kesadaran
diri yang kuat, mampu melihat peluang baru dan masa depan. Ketika kita melakukan
percakapan coaching maka kita harus memperhatikan kompetensi inti coaching seperti:
kehadiran penuh, mendengarkan aktif dan mengajukan pertanyaan berbobot
(mendengarkan dengan RASA). Dalam melakukan percakapan berbasis coaching kita
dapat menggunakan Alur TIRTA (Tujuan, Identifikasi masalah, Rencana aksi, TAnggung
jawab). Siklus dalam supervisi klinis pada umumnya meliputi 3 tahap yakni: Pra-
observasi, Observasi dan Pasca-observasi. Kemudian semua itu dipraktikkan dalam
kegiatan coaching dengan rekan CGP.

Articulation of Learning

RENCANA UNTUK PERBAIKAN DI MASA MENDATANG

Setelah dilakukan refleksi mulai dari materi-materi yang sudah
dipelajari pada modul ini serta praktik-praktik coaching yang telah
dilakukan, ada beberapa hal yang perlu diperbaiki untuk akan
datang. Rencana perbaikan itu ada pada praktik coaching yang
kedepannya bisa lebih baik dan natural lagi, tentunya untuk
mendapatkan hasil tersebut diperlukan latihan berulang-ulang agar
bisa lebih lancar lagi dalam melakukan coaching menggunakan alur
TIRTA. Latihan tersebutpun dilakukan secara natural tanpa skenario
yang dibuat sebelumnya (nyata tanpa rekayasa) agar saya bisa
benar-benar melakukan coaching sesungguhnya sebagai bekal
dalam melakukan supervisi akademik dilingkungan komunitas saya.

Terima Menggerakkan
Kasih

Tergerak
Bergerak


Click to View FlipBook Version