STEK BATANG
SINGKONG
Maulidiya Rahma Prastiti
Hari ini hari Minggu. Edo, ibu, dan ayah
berkumpul di rumah karena sedang libur. Tiba-
tiba Edo ingin makan kolak singkong buatan
ibu. Tetapi di rumah sedang tidak ada
persediaan singkong. Kemudian ayah segera
mengajak Edo pergi ke kebun belakang rumah
untuk mengambil singkong.
Kebun di belakang rumah keluarga Edo
ditanami berbagai tanaman. Ayah dan ibu Edo
gemar berkebun. Salah satu tanaman yang ada
di kebun itu adalah pohon singkong. Pohon
singkong tumbuh subur di kebun. Ayah senang
menanam singkong karena singkong tanaman
yang mudah untuk dikembangbiakkan.
Sesampainya di kebun, ayah mengamati pohon
singkong mana yang akan dicabutnya. Singkong
dapat dipanen pada saat pertumbuhan daun
bawah mulai berkurang. Warna daun mulai
menguning dan banyak yang rontok. Umur
panen singkong jika telah mencapai 6–8 bulan
untuk varietas Genjah dan 9–12 bulan untuk
varietas Dalam.
Ayah menyiapakan alat untuk mencabut
singkok. Ada pisau, cangkul, skop, dan
keranjang untuk tempat singkong nanti.
Edo membantu ayah mengumpulkan singkong yang
telah dicabut. Ia juga mengamati daun-daun singkong
ini. Ia teringat pelajaran yang disampaikan bu guru
kemaren tentang macam-macam bentuk tulang daun.
Bu guru menjelaskan bahwa salah satu jenis tulang
daun adalah menjari. Sekarang Edo menemukan salah
satu contohnya. Ya, daun singkong berbentuk seperti
jari-jari manusia. Daun singkong termasuk tanaman
yang memiliki tulang daun menjari.
Ayah, tanaman singkong
Tenang, Edo. Nanti
kita sudah habis karena
kita tanam singkong
dicabut tadi. Kita sudah
lagi. Ayah akan
tidak punya tanaman
menunjukkan
singkong lagi. kepadamu bagaimana
cara nenanam
singkong dengan cara
stek. Ini sangat
mudah. Kamu pasti
bisa membantu ayah.
Singkong atau ubi kayu atau yang dikenal juga dengan nama ketela
pohon merupakan tanaman sejenis umbi yang memiliki karbohidrat yang
tinggi. Bagian yang biasa dimanfaatkan pada tanaman ini adalah bagian
umbi dan daunnya. Umbinya dapat dikonsumsi dengan cara direbus
ataupun diolah menjadi keripik ataupun tepung, sedangkan daunnya
dapat diolah menjadi sayuran.
Singkong telah tersebar ke berbagai daerah yang memiliki iklim tropis.
Indonesia menjadi negara dengan peringkat ketiga sebagai negara
produksi singkong terbesar di dunia setelah Nigeria dan Brazil.
Langkah yang perlu dilakukan adalah memilih lahan di tempat yang terbuka
yang terkena paparan matahari sepanjang hari. Bersihkanlah tanah dari gulma-
gulma atau tanaman liar dan bebatuan yang ada di lahan tanam singkong.
Gemburkanlah tanah dengan mencangkul atau sedikit dibajak.
Langkah selanjutnya adalah
pemilihan bibit unggul. Bibit unggul
singkong bisa didapatkan dari
tanaman singkong yang memiliki
kualitas yang juga bagus melalui
metode stek batang. Pemilihan bibit
unggul bisa dilakukan dengan
tahapan memilih tanaman singkong
yang cukup tua dengan usia 10 – 12
bulan, untuk dijadikan sebagai
induk bibit tanaman singkong.
Pilihlah tanaman singkong yang memiliki
batang yang besar, terbebas dari penyakit,
dan memiliki mata tunas yang rapat. Pilihlah
batang bagian tengah, tepatnya 30 cm dari
pangkal batang dan 30 cm dari di bawah daun
terbawah. Potonglah batang tanaman induk
singkong dengan ukuran sekitar 20 cm dengan
sedikit miring. pemotongan batang dapat
dilakukan secara mendatar ataupun sedikit
miring. Dalam hal ini, lebih dianjurkan untuk
memotong miring karena akan menunjang
pertumbuhan akar yang lebih banyak
mengingat penampangnya yang cukup luas.
Penanaman singkong sangat dianjurkan untuk dilakukan saat awal musim hujan,
mengingat sifat bibit yang masih memerlukan pasokan air yang cukup banyak
untuk pertumbuhan awal. Buatlah lubang tanam dengan mencangkul tanah
sedalam 5 sampai 10 cm. Masukkan batang ke dalam lubang tanam sedalam 1/3
dari panjang keseluruhan batang.
Perhatikan mata tunas, hindari
untuk meletakkan dengan terbalik.
Pastikan posisi batang tegak lurus
jika batang dipotong secara
mendatar, atau posisikan batang
sedikit miring jika batang dipotong
miring. Timbun lubang dengan
tanah, padatkan tanah dengan
perlahan, dan siramlah dengan
intensitas yang teratur.
Bibit singkong yang ditanam sangat
rentan dengan cuaca panas atau kondisi
tanah yang kering, sehingga penyiraman
harus dilakukan dengan teratur. Setelah
mengetahui cara menanam singkong,
lakukanlah perawatan tanaman singkong
dengan metode penyiraman dengan
frekuensi dua kali sehari, yaitu setiap
pagi dan sore hari pada masa 0 – 5 bulan
sejak bibit singkong ditanam. Hal ini
perlu dilakukan untuk menjaga
kelembapan tanah serta pasokan air yang
diserap oleh tanaman singkong.
Lakukanlah penyulaman pada lahan tanam singkong. Penyulaman ini dilakukan
dengan memeriksa apakah terdapat tanaman singkong yang mati atau gagal
tumbuh. Jika terdapat tanaman singkong yang tidak tumbuh atau mati,
segeralah bersihkan dari lahan tanam dan hal ini mulai perlu diperhatikan pada
usia 7 – 10 hari tanam.
Lakukanlah penyiangan atau pemberantasan terhadap gulma atau tanaman
pengganggu yang terdapat di sekitar tanaman singkong. Penyiangan dapat
dilakukan dengan manual dalam skala kecil, yaitu dengan mencabut tanaman
tersebut. Solusi penyiangan dalam skala besar dapat dilakukan dengan
menyemprotkan herbisida di lahan sekitar tanaman singkong.
Lakukanlah pemupukan susulan saat usia tanaman singkong sudah mencapai usia
2 – 3 bulan. Taburkanlah pupuk dengan jarak 25 – 30 cm dari batang singkong.
Lakukanlah pembubunan atau penggemburan tanah di sekitar tanaman singkong
dengan membawa tanah dari sekitar bedengan ke sekitar tanaman singkong
agar buah yang dihasilkan berkualitas.
Usia panen singkong beragam sesuai dengan varietas singkong yang ditanam.
Biasanya, perkiraan usia panen singkong berkisar 6 sampai 12 bulan. Secara
spesifik, juga dapat melihat beberapa karakteristiknya, seperti pertumbuhan
daun di bagian bawah yang sudah mulai berkurang dan warna daun yang
menguning dan banyak rontok.
Tips proses panen singkong yang baik adalah
cabutlah batang tanaman singkong hingga ke
umbinya. Jika masih ada umbi yang tertinggal di
tanah, ambillah dengan garpu tanah atau
cangkul.
Lakukanlah penyortiran atau pemilahan terhadap singkong berdasarkan ukuran
dan kualitas umbinya. Pisahkan singkong yang cacat atau busuk dengan singkong
yang segar. Singkong dikenal memiliki sifat yang tidak tahan lama, sehingga
diperlukan rentang waktu yang singkat dari proses memanen singkong hingga
proses pengolahannya.
Ayah dan Edo sudah mendapatkan singkong.
Mereka segera pulang, agar singkong-singkong
ini dapat dimasak ibu menjadi makanan
kesukanan Edo, yaitu kolak singkong.
Sesampainya di rumah, ibu langsung
menyambut ayah dan Edo. Ibu segera
mengupas dan mencuci bersih singkong
tersebut. Lalu memasaknya menjadi kolak.