MENGENAL TUMBUHAN
YANG BERKEMBANG BIAK
DENGAN AKAR TINGGAL
By: Maulidiya Rahma Prastiti
Musim pancaroba telah tiba. Banyak
penyakit yang menjangkit anak-anak,
salah satunya adalah batuk. Begitu pula
yang dialami Dodi. Ia hari ini tidak
masuk sekolah karena sejak tadi malam
batuk-batuk. Dodi tidak ingin sakit
batuknya semakin parah. Ia ingin
segera masuk sekolah dan bermain
bersama teman-teman.
Ibu sangat mengkhawatirkan kondisi
Dodi. Ibu segera menuju kebun
belakang rumah untuk mengambil
beberapa rimpang tanaman jahe.
Jahe dipercaya dapat meredakan sakit batuk.
Ibu mencuci bersih jahe yang baru diambilnya
dari kebun TOGA (Tanaman Obat Keluarga).
Kemudian mengiris-iris tipis dan merebusnya.
Ibu juga menambahkan madu ke dalam jamu
ini agar terasa enak ketika diminum Dodi
Dodi ingin segera sembuh. Ia minum
jamu tradisional buatan ibu dengan
rutin. Ternyata jamu jahe buatan ibu
tidak hanya dapat meredakan batuk
Dodi, tapi rasanya juga nikmat.
Dodi ingin tahu jamu ini terbuat dari
apa. Ibu menjelaskan kepada Dodi
bahwa jamu ini dari jahe yang diambil
dari kebun TOGA di belakang rumah.
Rasa ingin tahu Dodi semakin besar
tentang tanaman jahe ini. Ia banyak
bertanya tentang jahe kepada ibunya.
Jahe merupakan tanaman yang
termasuk rempah-rempah. Jahe sangat
bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari,
terutama di bidang kesehatan. Jahe
diketahui berasal dari Asia Pasifik yang
tersebar dari India sampai Cina. Di
Indonesia, tanaman jahe relatif mudah
ditemukan dan penggunaannya sudah
meluas bukan hanya untuk keperluan
memasak, tetapi juga untuk kesehatan.
Jahe mudah ditemui dan ditaman di
rumah sebagai TOGA.
Jahe berkembang biak secara vegetatif.
Perkembangbiakan jahe dilakukan dengan
membentuk rhizoma atau akar tinggal. Rhizoma
adalah batang bawah tanah horizontal yang
mengeluarkan akar dan tunas dari ruasnya. Jahe
memiliki batang yang dimodifikasi untuk tumbuh
ke arah samping (horizontal) di bawah tanah.
Batang tersebut memiliki ruas-ruas seperti buku-
buku jari. Dari setiap ruas tersebut akan muncul
tunas dan akar.
Tunas jahe kemudian akan
tumbuh menjadi tumbuhan baru.
Oleh sebab itu, tumbuhan jahe
memiliki perkembangbiakan
secara vegetatif alami.
Perkembangbiakan jahe termasuk
vegetatif alami karena tumbuhan
baru dapat dihasilkan dari bagian
tubuh induknya tanpa bantuan
manusia.
Berikut adalah contoh tumbuhan
akar tinggal selain jahe.
lengkuas kunyit kencur
Manfaat
jahe
obat bumbu membersikan
batuk masakan jerawat