BAHAN AJAR
PELAPUKAN
Maulidiya Rahma Prastiti, S.Pd.
SDN Sidoharjo I
Pernahkan kalian melihat padang pasir? Padang pasir merupakan
tempat yang tandus dan panas. Sebagian besar daerahnya
terdiri atas pasir. Coba, kalian renungkan. Bagaimana padang
pasir dapat terbentuk?
Padang pasir terbentuk akibat adanya perubahan batuan
menjadi serpihan-serpihan tanah. Perubahan ini disebabkan
karena pengaruh suhu. Perubahan tersebut sering disebut
pelapukan. Tahukah kalian apakah pelapukan itu?
PELAPUKAN
Kali ini kita akan belajar
tentang salah satu penyebab
perubahan pada benda, yaitu
pelapukan.
Pelapukan adalah proses alami yang terjadi di muka
bumi. Pelapukan dapat terjadi dalam waktu singkat
maupun lama. Pelapukan yang terjadi pada batuan
akan membentuk tanah.
Pernahkah kalian melihat batu yang ditumbuhi lumut?
Batu adalah salah satu benda yang mengalami
pelapukan. Apa yang terjadi pada batuan yang
ditumbuhi lumut? Batu itu lama-kelamaan akan
hancur. Selain lumut, tahukah kalian penyebab
pelapukan batuan yang lain?
Ada dua faktor yang
01. Pelapukan yang disebabkan
menyebabkan terjadinya
karena faktor alam
pelapukan, yaitu faktor alam
disebut pelapukan fisika.
dan faktor biologi. 02. Pelapukan yang disebabkan
karena faktor biologi
disebut pelapukan biologi
PELAPUKAN
FISIKA
Pelapukan fisika dapat disebabkan oleh
faktor alam. Misalnya angin, air, suhu,
dan tekanan. Pelapukan fisika umumnya
disebabkan oleh pengaruh sinar matahari
dan perubahan suhu berupa pemanasan
dan pendinginan.
Tahukah kalian, tanah yang kita pijak
terbentuk dari batuan?
Batuan yang mengalami pemanasan pada
siang hari akan memuai atau mengembang.
Pada malam hari, batuan akan menyusut
karena mengalami pendinginan. Apabila
keadaan demikian terjadi terus-menerus,
lama-kelamaan batuan menjadi lapuk,
retak, kemudian pecah dan hancur menjadi
tanah. Perubahan suhu menyebabkan
batuan mengalami keretakan ketika
batuan mengembang dan mengempis.
Air juga dapat menyebabkan pelapukan
batuan. Pernahkah kalian bertamasya ke
gua? Di dalam gua terkadang dijumpai batu
yang runcing yang disebut stalagmit dan
stalagtit. Batu kapur di dinding gua
mengalami pelapukan oleh air hujan yang
mengandung karbon dioksida. Batu kapur
perlahan-lahan terkikis dan mengalami
pelapukan. Tetesan air yang jatuh di lantai
gua dan meninggalkan timbunan kapur
membentuk stalagmit. Pengikisan batu kapur
pada atap gua akan membentuk stalagtit.
PELAPUKAN
BIOLOGI
Coba perhatikan bangunan
sekolah kalian! Apakah ada
banyak kayu yang berlubang di
sekolah kalian? Kayu yang
berlubang dan lapuk disebabkan
oleh rayap. Hewan ini memakan
kayu sehingga kayu menjadi
lapuk. Kayu yang lapuk lama-
kelamaan dapat roboh. Apabila
di sekolah kalian banyak
dijumpai kayu lapuk, ayo kalian
memberikan usulan untuk
mengganti kayu itu agar
bangunan tidak roboh.
Batuan juga dapat mengalami
pelapukan biologi. Pelapukan biologi
terjadi apabila batuan ditumbuhi lumut
atau pohon. Lumut dapat tumbuh pada
batuan karena di batu juga ada tanah
dan air. Lumut lama-kelamaan dapat
membuat batu menjadi retak dan lapuk.
Beberapa jenis lumut yang memiliki
rhizoid dapat masuk ke dalam batu
yang paling keras sekalipun.
Pohon juga dapat membuat batu menjadi
pecah. Akar tumbuhan masuk ke dalam
tanah melalui retakan-retakan yang ada
pada batuan. Seiring dengan membesar
dan menebalnya akar tumbuhan, retakan
batuan juga melebar dan saling terpisah.
Hal ini membuktikan bahwa pepohonan
membantu terjadinya pelapukan.
Selain tumbuhan, hewan juga
berperan dalam proses pelapukan.
Kumbang dan semut membuat lubang di
daerah batuan yang lapuk karena
batu padat bereaksi dengan
kelembapan udara. Hal ini
mempercepat tingkat pelapukan
karena menambah daerah permukaan
batuan.
TERIMA KASIH