1
2
3
KATA PENGANTAR
Puji syukur Kami panjatkan kehadirat
Tuhan Yang Maha Esa. Berkat limpahan karunia-
Nya, sehingga buku antologi pelajar berliterasi
yang berjudul “Lingkunganku Sahabatku” karya
guru dan murid SDN Sidoharjo I ini dapat
diselesaikan dengan baik. Buku ini sebagai wujud
partisipasi dan upaya menyukseskan Program
GELIS (Gerakan Literasi Senori). Program ini
bertujuan untuk meningkatkan kemampuan
literasi guru dan murid di wilayah Kecamatan
Senori Kabupaten Tuban serta sebagai wadah
ekspresi dan berkreasi.
Buku ini berisikan kumpulan karya sastra
berupa cerita yang bertemakan lingkungan
sekitar guru dan murid. Buku antologi ini
diharapkan menjadi sebuah sumber inspirasi dan
penambah wawasan bagi pembacanya.
Penulis menyadari bahwa buku ini masih
jauh dari kata sempurna, oleh karenanya penulis
mengharapkan kritik dan saran yang bersifat
membangun untuk perbaikan pada waktu yang
4
akan datang. Akhir kata, penulis mengucapkan
terima kasih kepada seluruh pihak yang turut
berperan serta dalam penulisan, penyusunan,
hingga penerbitan buku antologi ini.
Senori, Februari 2022
Penyusun
5
DAFTAR ISI
SAMPUL LUAR 1
SAMPUL DALAM 2
KATA PENGANTAR 3
DAFTAR ISI 5
TAMAN SANSEVIERIA 7
KARENA SAMPAH 18
HUTANKU SAYANG, HUTANKU MALANG 23
RIWAYAT SUNGAIKU KINI 26
JAGALAH KEBERSIHAN LINGKUNGAN 28
LINGKUNGAN DI SEKITAR RUMAH 30
KEBERSIHAN LINGKUNGAN RUMAH 32
KEBERSIHAN SEKOLAH 35
LINGKUNGAN SEKOLAH 37
KERJA BAKTI DI DESAKU 39
KEBERSIHAN SEKOLAHKU 41
CINTAI LINGKUNGAN 43
CARA MENJAGA LINGKUNGAN 45
CINTAI LINGKUNGAN 47
6
7
TAMAN SANSEVIERIA
Karya: Maulidiya Rahma Prastiti, S.Pd.
Jam dinding ruang makan menunjukkan
pukul 06.00 WIB. Gadis cilik berkepang dua telah
selesai sarapan bersama ayah dan ibunya. Ya, ia
adalah Salma. Murid kelas V sekolah dasar ini
sudah siap berangkat ke sekolah.
“Ayah, Ibu, Salma pamit berangkat
sekolah, ya?”, izin Salma kepada orang tuanya
sambil mencium tangan mereka.
“Iya, Salma, hati-hati jika bersepeda
menuju sekolah”, pesan ayah.
“Baik, Ayah. Hari ini Salma berangkat
bersama Farah. Sebentar lagi ia menjemput
Salma”, cerita Salma.
Ibu lalu mengantar Salma menuju halaman
rumah untuk menemani Salma menunggu Farah.
Mereka duduk di kursi taman. Tempat ini menjadi
favorit Salma, karena begitu sejuk dan rindang.
Di taman itu ditanami pohon kelengkeng dan
mangga oleh ayah Salma. Tak hanya itu, berbagai
jenis bunga koleksi ibu Salma tumbuh subur dan
8
terawat. Ibu dan Salma memang senang
berkebun. Mereka menata pot-pot bunga dengan
rapi sehingga sedap dipandang.
Tak lama kemudian, muncullah gadis
manis berhijab mengayuh sepeda biru menuju
rumah Salma.
Kriingg… kriiiingg… kriiiiinggggg.
Begitu nyaring bunyi bel sepeda Farah.
Gadis berlesung pipit ini memberikan senyum
termanis ketika mengetahui sahabatnya sudah
menunggu di halaman rumah. Segera ia turun dari
sepedanya.
“Assalamualaikum, Tante”, sapa Farah
kepada ibu Salma.
“Waalaikumsalam, Farah”, jawab ibu
Salma.
“Hai, Salma, sudah lama menunggu, ya?”,
sapa Farah.
“Enggak, kok, baru saja. Ayo kita
berangkat. Ini kan hari senin. Kita harus datang
lebih awal karena hari ini upacara bendera”, jawab
Salma.
9
Setelah berpamitan kepada ibu, kedua
sahabat ini berangkat ke sekolah dengan
mengendarai sepeda masing-masing. Ibu berpesan
agar mereka tidak ngebut dan mematuhi rambu
lalu lintas.
Salma dan Farah bersekolah di SD
Lestari, sebuah sekolah dasar yang berjarak
sekitar dua kilometer dari rumah Salma. Mereka
harus melewati jalan yang lumayan ramai, karena
sekolah mereka berada di pinggir jalan raya.
Uuhhkk… uuuhhkk.. uuhk.
Tiba-tiba Salma terbatuk-batuk.
“Kamu sakit, Salma?” tanya Farah.
“Enggak, ini karena asap kendaraan yang
lewat itu, sangat mengganggu dan mencemari
udara, jadi aku terbatuk-batuk, dech”, jawab
Salma.
Memang benar apa yang dikatakan Salma.
Meskipun mereka tinggal di kota kecil, tetapi
udara kota ini kurang sehat. Hal ini disebabkan
banyaknya asap kendaraan yang berlalu-lalang,
ditambah pula kurangnya penghijauan di
sepanjang jalan. Banyak pohon yang tumbang pada
10
musim hujan lalu. Sepanjang jalan terasa panas
karena kurangnya pohon peneduh dan tanaman
untuk penghijauan. Apalagi saat ini sudah
memasuki musim kemarau. Sinar matahari panas
menyengat siapa pun yang lewat.
Waktu telah menunjukkan pukul 06.30.
Salma dan Farah telah sampai di sekolah. Setelah
memarkir sepedanya, mereka menuju kelas untuk
meletakkan tas. Suasana di kelas sudah ramai,
sebagian besar teman-teman sudah sampai. Ada
yang masih bertugas piket membersihkan kelas
dan halaman, ada juga yang membaca buku di
pojok baca kelas mereka.
Tak lama kemudian bel masuk berbunyi.
Itu tandanya seluruh murid harus berada di
halaman sekolah untuk mengikuti upacara
bendera. Mereka berbaris rapi berdasarkan kelas
masing-masing. Salma dan Farah juga sudah
berada dalam barisan. Upacara pun segera
dimulai.
Hari Senin ini, Bu Rahma, wali kelas V
bertindak sebagai pembina upacara. Beliau
memberikan nasehat-nasehat kepada seluruh
11
murid. Bu Rahma berpesan agar seluruh murid
menjaga kebersihan lingkungan sekolah, selalu
menerapkan pola hidup bersih, dan merawat
tanaman yang ada di taman sekolah. Bu Rahma
juga memberi pengumuman bahwa akan diadakan
kegiatan kerja bakti pada hari Sabtu.
Upacara pun telah usai, semua murid
masuk ke kelas masing-masing dan siap mengikuti
pelajaran. Di dalam kelas V, Salma dan teman-
teman membicarakan tentang kegiatan kerja
bakti. Tiba-tiba Bu Rahma masuk kelas.
“Assalamualaikum anak-anak, selamat
pagi”, sapa Bu Rahma.
Salam dan teman-teman dengan penuh
semangat menjawab salam dari Bu Rahma. Mereka
mengawali kegiatan di kelas dengan doa. Setelah
berdoa, Bu Rahma mengajak kelas V berdiskusi
terkait kegiatan kerja bakti hari Sabtu.
Bu Rahma menjelaskan bahwa Salma dan
teman-teman akan mengisi taman depan kelas
dengan tanaman-tanaman baru. Taman di depan
kelas V terlihat gersang. Bu Rahma akan
mengajak murid kelas V untuk menanam tanaman
12
Sansevieria. Selain itu, tanaman Sansevieria ini
akan menjadi hiasan di dalam kelas dan teras
kelas. Murid kelas V sangat antusias berdiskusi
terkait kegiatan ini.
Farah terlihat bingung dengan nama
tanaman yang disebutkan Bu Rahma tadi.
“Bu, apakah tanaman Sansevieria itu?
Namanya terdengar aneh. Saya baru
mendengarnya kali ini”, tanya Farah.
Bu Rahma lalu menjelaskan kepada anak-
anak, apa itu tanaman Sanseviera.
Sansevieria atau lidah mertua adalah tanaman
hias yang cukup populer sebagai penghias bagian
dalam rumah karena tanaman ini dapat tumbuh
dalam kondisi yang sedikit air dan cahaya
matahari. Sansevieria memiliki daun keras, tegak,
dengan ujung meruncing. Sanseviera dikenal
dengan sebutan tanaman lidah mertua karena
bentuknya yang tajam.
Tumbuhan ini berdaun tebal dan memiliki
kandungan air, sehingga tahan kekeringan. Namun
dalam kondisi lembap atau basah, sansiviera bisa
tumbuh subur.
13
Warna daun Sansevieria beragam, mulai
hijau tua, hijau muda, hijau abu-abu, perak, dan
warna kombinasi putih kuning atau hijau kuning.
Motif alur atau garis-garis yang terdapat pada
helai daun juga bervariasi, ada yang mengikuti
arah serat daun, tidak beraturan, dan ada juga
yang zig-zag.
“Waaahh, ternyata bagus ya tanaman
Sansevieria ini jika ditanam di taman kelas dan
sebagai hiasan pot dalam kelas”, kata Salma.
“Benar sekali, Salma, selain itu, tanaman
ini mudah tumbuh dan mudah didapat. Kita tidak
perlu membeli bunga yang mahal sebagai hiasan
kelas dan pengisi taman depan kelas”, jawab Bu
Rahma.
“Bu, apa lagi kelebihan dari tanaman
Sansevieria ini?”, tanya Aldo, sang ketua kelas.
“Aldo, masih banyak kelebihan tanaman
Sansevieria ini. Sanseviera tak hanya sebagai
tanaman hias, tetapi juga dapat mengurangi
polusi”, jawan Bu Rahma.
Ya, memang benar. Ada beberapa
keistimewaan dari tanaman ini, sehingga Bu
14
Rahma menganjurkan anak-anak untuk
menanamnya di taman depan kelas. Keistimewaan
lidah mertua adalah memiliki daya adaptasi yang
tinggi terhadap lingkungan. Peneliti NASA
bekerja sama dengan ALCA telah menemukan
bukti-bukti bahwa tanaman ini secara alami
mampu mengurangi polusi.
Berdasarkan hasil kajian yang dilakukan
oleh NASA (National Aeronautics and Space
Administration) Amerika Serikat, menunjukkan
bahwa Sansevieria mampu menyerap lebih dari
107 unsur polutan berbahaya yang ada di udara.
Menurut NASA, polusi udara menyebabkan
penyakit yang dikenal dengan nama sick building
syndrome, yaitu suatu keadaan akut dari polusi
udara yang terdapat dalam ruangan (indoor) yang
terjadi dalam lingkungan rumah atau perkantoran
dalam kondisi tertutup atau minim ventilasi.
Kondisi tersebut menyebabkan mata dan hidung
panas seperti terbakar, tenggorokan panas dan
kering, kelelahan kronis, menurunkan kemampuan
konsentrasi, gemetar, mual, otot kram, kulit kasar
15
dan kering, sakit kepala, hati berdebar, batuk,
pilek, dan napas tersengal.
Penyerapan gas polutan oleh tanaman
Sansevieria mempunyai kemampuan memberikan
kesegaran udara pada ruangan yang terkena
polusi gas beracun seperti karbon monoksida
(CO), yang dikeluarkan oleh asap rokok.
Keistimewaan lain sansevieria adalah mampu
menyerap bahan-bahan beracun, seperti karbon
dioksida (CO2), benzene, formaldehyde, dan
trichloroethylene.
Di Jepang tanaman ini dimanfaatkan
masyarakat untuk menghilangkan bau dari
perabotan rumah tangga. Korea juga
memanfaatkan tanaman ini sebagai penghalau
polusi hingga radiasi. Sedangkan di Thailand,
ekstrak Sansevieria dikembangkan untuk menjadi
obat kanker. Bahkan Sansevieria juga menjadi
obyek penelitian Badan Antariksa Amerika
Serikat (NASA) untuk penyaring dan pembersih
udara di stasiun angkasa luar. NASA
merekomendasikan untuk menempatkan sekitar
16
15-18 tanaman dalam wadah berdiameter 6–8 inch
di setiap 1.800 kaki persegi ruangan atau rumah.
Anak-anak sangat puas mendengar
penjelasan dari Bu Rahma. Mereka sepakat untuk
menanam tanaman Sansevieria. Tidak hanya di
taman depan kelas, tetapi meletakkannya di dalam
pot di kelas, teras kelas, dan semua bagian di
lingkungan sekolah.
Hari Sabtu telah tiba, seluruh murid telah
membawa peralatan kerja bakti, berbagai jenis
tanaman, serta pot bunga. Tak ketinggalan juga
semua murid kelas V. Mereka telah menyiapkan
peralatan kerja bakti dan menanam bunga. Tak
lupa mereka membawa tanaman Sansevieria untuk
ditanam di pot-pot dan taman sekolah.
Jam dinding kelas V menunjukkan pukul
11.00 WIB. Kegiatan kerja bakti dan menanam
bunga telah selesai. Aldo, Salma, Farah, dan
teman-teman yang lain sudah merasa lelah. Meski
merasa lelah, mereka sangat puas dengan hasil
kerja bakti hari ini. Lingkungan sekolah menjadi
bersih, taman-taman terlihat indah dan rindang,
17
ruang kelas juga sejuk karena telah dihiasi oleh
tanaman Sansevieria dalam pot.
Bu Rahma memberikan pujian atas kerja
sama yang dilakukan seluruh murid. Berkat kerja
sama ini, tugas kerja bakti cepat selesai dan
terasa ringan. Bu Rahma bangga kepada murid-
uridnya, karena upaya melestarikan lingkungan
dengan tanaman Sansevieria telah berhasil.
Harapan beliau, anak-anak selalu menjaga
kebersihan lingkungan dan menyayangi tanaman.
Tak lupa beliau berpesan untuk menjaga tanaman
Sansevieria yang telah ditanam agar tetap lestari.
Maulidiya Rahma Prastiti, S.Pd.
merupakan guru kelas V di
SDN Sidoharjo I Kecamatan
Senori Kabupaten Tuban.
18
KARENA SAMPAH
Karya: Is Srikah, S.Pd.SD.
“Hai jangan buang sampah sembarangan!”
kata seorang anak laki-laki yang bernama Renald
kepada temannya yang sedang membuang sampah
plastik bungkus snack ke sungai, namanya Miko.
“Memangnya kenapa!, suka-suka aku mau
buang sampah di mana, itu bukan urusanmu.” Anak
laki-laki yang diperingatkan itu tak mau kalah dan
tetap membuang sampah di sungai.
“Perbuatanmu itu bisa merusak
lingkungan, bukankah lebih baik membuang
sampah pada tempatnya!” Renald tetap
menasehati Miko agar membuang sampah pada
tempatnya.
Malam harinya hujan turun sangat lebat
disertai angin kencang. Saat itu Miko sedang
sendirian di rumah. Miko ketakutan di rumah, tapi
tidak ada yang bisa ia lakukan. Miko memutuskan
untuk tidur.
Dalam tidurnya Miko bermimpi. “Hai, Nak,
apa yang kamu lakukan di sini?” seorang berbaju
19
hitam bertanya kepada Miko. “Pak, mengapa
banyak sampah di sini. Apa tidak ada tempat
sampah sehingga orang membuang sampah
sembarangan?”. Miko bertanya kepada orang itu.
“Orang-orang lebih suka membuang
sampah di sembarang tempat dari pada di tempat
sampah, jadi beginilah keadaannya sekarang.”
orang itu menjelaskan.
“Oohhhh”, Miko menganggukkan kepalanya
tanda mengerti
“Memangnya ini di mana pak?” Miko
bertanya kepada orang itu.
“Kamu tidak tau ini dimana? Kamu sedang
berada di Desa Sidoharjo, Nak.” Orang tua itu
berkata sambil menatap sungai di depannya.
“Desa Sidoharjo, Pak? kenapa namanya
sama dengan desa Saya ya?” Miko kebingungan.
“Ini memang Desa Sidoharjo, setahu saya
yang bernama Sidoharjo hanya desa ini. Nama
desa saya juga Desa Sidoharjo pak, tapi
keadaannya tidak seperti di sini.”
Miko berfikir keras sedang berada
dimana dirinya sekarang. Miko berfikir apa dia
20
mimpi, ini benar-benar mustahil. Tapi desa yang ia
lihat sekarang benar-benar berbeda. Sangat
hancur dengan banyak sampah dimana-mana.
Kemudian ia teringat dengan perkataan Renald
tempo hari yang melarangnya membuang sampah
sembarangan. Ada penyesalan dalam hati Miko. Ia
tidak pernah berfikir kalau desa ini akan kotor
karena sampah.
“Mikooooooo..” suara itu, suara berat yang
pernah membuat Miko lari tunggang langggang.
Seketika Miko berbalik dan melihat monster
sampah di depannya. Miko ketakutan.
“Haaaaaa jangaaaaaannn” .
„brukkk‟ ..
Miko terjatuh dari tempat tidur.
“Aduhh sakit”.
Miko mengaduh kesakitan. Miko segera
berlari menuju jendela kamarnya. Hari sudah pagi,
Miko melihat sekeliling rumahnya, masih sama
seperti kemarin. Miko lalu berlari keluar kamar.
Ia melihat ibunya sedang menyiapkan sarapan.
“Miko, sudah bangun, mandi sana kamu kan
sekolah.” kata ibu menghentikan langkah Miko.
21
“Iya bu”.
Di kamar, Miko duduk di tepi tempat
tidurnya.
“Semalam hanya mimpi, huhhh
menyeramkan sekali. Syukurlah itu hanya mimpi”.
Miko pun bangkit dan mandi. Miko
berangkat sekolah dengan berjalan kaki seperti
biasanya.
“Renaaaaaald..” teriak Miko saat melihat
Renald di depannya.
“Hei, Miko, ada apa?”, tanya Renald.
“Renald, semalam aku bermimpi aneh”
Miko menceritakan mimpinya semalam
kepada Renald.
“Oooooohh jadi begitu. Kamu harusnya
belajar dari mimpimu, Miko, bukankah aku sudah
memperingatkanmu.” kata renald saat Miko
selesai bercerita.
“Iya Renald, sekarang aku sadar
membuang sampah sembarangan itu tidak baik.
Aku tidak akan mengulanginya lagi.”
Miko menyesal karena selama ini tidak
pernah mendengar nasehat Renald dan ia berjanji
22
tidak akan membuang sampah sembarangan lagi.
Ia bertekad untuk selalu menjaga kebersihan
lingkungan dan kelestariannya. Tak lupa ia juga
mengajak teman-temannya untuk selalu hidup
bersih, agar terhindar dari penyakit.
Is Srikah, S.Pd.SD.
merupakan guru kelas IV
di SDN Sidoharjo I
Kecamatan Senori
Kabupaten Tuban.
23
HUTANKU SAYANG, HUTANKU MALANG
Karya: Ari Rahayuningtyas, S.Pd.
Dahulu hutan kami sangat lestari dan
indah. Pepohonannya tumbuh subur dan
dedaunannya rimbun. Di sanalah terdapat
beberapa jenis tumbuhan dan binatang yang hidup
saling berdampingan. Selain menjadi tempat
tinggal tumbuhan dan binatang, hutan juga
merupakan sumber utama bagi kehidupan manusia.
Hutanlah yang menyediakan sumber makanan bagi
kita. Binatang dan tumbuhan yang ada di sana
menjadi sumber makanan yang tidak terbatas
bagi kita.
Selain menyediakan sumber makanan,
hutan juga menjadi sumber mata pencahariaan
bagi sebagian penduduk. Warga desa biasanya
pergi mencari kayu dan bercocok tanam di sekitar
hutan. Kayu dan sebagian tumbuhan yang ada di
dalam hutan biasanya dimanfaatkan oleh mereka
untuk dijual bahkan hutan berperan penting
sebagai pemasok udara bersih bagi manusia,
sehingga hutan juga disebut dengan paru-paru
24
dunia yang memberikan oksigen kepada kita
semua untuk bernafas.
Namun, kini hutan telah kehilangan
kelestariannya. Mereka telah hancur dan bahkan
telah hilang dengan beralih fungsi menjadi kebun
dan pemukiman penduduk. Hal ini disebabkan oleh
manusia-manusia yang rakus. Mereka dengan
membabi buta mengeksploitasi hutan, menebang
pohon dan memburu binatang-binatang demi
kepentingan pribadi mereka.
Akibat dari perbuatan keji itu, saat ini
hutan sudah kehilangan fungsinya. Hutan sudah
tidak lagi menjadi tempat hidup para tumbuhan
dan binatang. Bahkan sebagian dari mereka ikut
punah akibat kehilangan tempat tinggalnya. Hutan
yang kini tidak bisa lagi menyediakan sumber
makanan bagi manusia. Habislah sudah sumber
daya di dalam hutan, sehingga kini manusia tidak
bisa lagi memanfaatkannya.
Sumber-sumber air pun kini ikut
menghilang karena rusaknya pohon di dalam
hutan, sehingga menciptakan kekeringan dimana-
mana. Bahkan kini hutan sudah bukan lagi menjadi
25
paru-paru dunia untuk menyediakan udara bersih
bagi kita karena habis sudah pohon-pohon dalam
hutan.
Kini hutan bahkan marah kepada manusia.
Mereka tidak mau lagi bersahabat. Akibatnya
terjadilah bencana alam yang mengerikan seperti
tanah longsor dan kekeringan. Tidaklah kita
mendengar jeritan mereka, tidaklah kita peduli
dengan mereka. Marilah kita bersahabat kembali
dengan mereka, demi keberlangsungan hidup kita
dan anak cucu kita kelak.
Ari Rahayuningtyas,
S.Pd. merupakan guru
kelas VI di SDN
Sidoharjo I Kecamatan
Senori Kabupaten Tuban.
26
RIWAYAT SUNGAIKU KINI
Karya: Mei Handayani, S.Pd.
Bersih, jernih dan asri itulah sungaiku
dahulu. Disanalah tempatku bermain bersama
teman-temanku. Kami sangat senang berenang,
memancing dan mencari ikan bersama-sama.
Sungaiku juga menjadi tempat tinggal beberapa
jenis ikan yang berengang-renang dengan
bebasnya. Jernihnya sungaiku dahulu bahkan
sering kami gunakan untuk mandi. Setiap sore,
para ibu dan gadis desa mencuci pakaian di sana.
Tak hanya itu, sungaiku juga sering digunakan
sebagai irigasi untuk mengairi sawah.
Namun, kini sungaiku telah tercemar.
Tercemar oleh orang-orang yang mencari ikan
dengan obat. Obat-obatan tersebut telah
merusak sungai dan meracuni semua kehidupan di
sana. Jernih dan bersihnya sungai kini telah
tercemar. Tak ada lagi, tempat bermain bagi
kami, tak ada lagi ikan-ikan di sungai kami.
Semuanya telah hilang tergantikan oleh bau yang
tidak sedap.
27
Marilah kita selamatkan sungai kita
dengan menghentikan mencari ikan dengan cara
mengobati dalam sungai. Sehingga sungai kita
biasa bersih kembali.
Mei Handayani, S.Pd.
merupakan guru kelas VI
di SDN Sidoharjo I
Kecamatan Senori
Kabupaten Tuban.
28
JAGALAH KEBERSIHAN LINGKUNGAN
Karya: Awik Afifah, S.Pd.
Kebersihan adalah suatu keadaan dimana
tak ada sampah yang berserakan dimana-mana.
Kebersihan sangatlah penting untuk dilakukan
karena dengan kebersihanlah yang akan menjaga
kita dari ancaman-ancaman penyakit yang datang.
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk
mendapatkan kebersihan.
Yang pertama yaitu menjaga kebersihan
diri sendiri. Menjaga kebersihan diri sendiri
seperti mandi dua kali dalam sehari, memotong
kuku dan menggosok gigi akan membuat tubuh
kita selalu bersih. Sehingga jika kebersihan telah
didapat, maka tubuh kita akan menjadi sehat dan
tidak akan mudah terserang penyakit.
Selain menjaga kebersihan tubuh,
menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal
juga sangat penting untuk dilakukan.
Membersihkan seisi rumah dan lingkungan sekitar
akan membuat lingkungan menjadi bersih dan
29
tidak menjadi sarang bagi penyakit untuk tumbuh
dan berkembang.
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan
untuk menjaga kebersihan lingkungan kita
seperti, mengubur barang-barang bekas,
menguras bak mandi, dan menutup semua sumber
air sehingga nyamuk tidak bisa berkembangbiak di
sana.
Awik Afifah, S.Pd.
merupakan guru kelas II
di SDN Sidoharjo I
Kecamatan Senori
Kabupaten Tuban.
30
LINGKUNGAN DI SEKITAR RUMAH
Karya: Andi Noerwitanto, S.Pd.
Di lingkungan sekitar rumah saya sangat
nyaman dan tentram, warganya sangat baik.
Setiap hari ramai dengan orang lewat. Entah itu
orang mau ke pasar dan juga ada yang mau pergi
bertugas, selain itu pula tak ketinggalan alat
transportasi manusia yaitu, mobil angkutan umum
yang setiap harinya melewati depan rumah saya.
Adapun rumah saya sering kerkena polusi
kendaraan mobil dan motor, tetapi kami waspada
untuk mengantisipasinya dengan tidak membuka
pintu disiang hari, kecuali apbila keluarga kami
ada yang keluar rumah. Itupun langsung ditutup
kembali agar polusi tidak mudah masuk ke dalam
rumah.
Namun ada pula kekurangan di lingkungan
rumah sekitar, yaitu tidak enaknya setiap hari
sering mau limbah kotoran seperti air got,
sampah, dll. Apa yang menimbulkan bau itu
menyengat kepada hidung kami adalah sampah
yang sudah berserakan di got lalu membusuk dan
31
akhirnya menimbulkan bau yang tidak enak,
apalagi apabila turun hujan kebat air suka cepat
naik ke atas, sehingga sering terjadi banjir di
daerah saya, yang disebabkan oleh sampah yang
berserakan di got yang tak mampu mengalir
airnya karena terlalu banyak sampah yang
berserakan dan mampet pada salurannya. Untuk
mengatasi hal tersebut agar tidak terkena banjir
di daerah kami, kami semua warga sering
membersihkan saluran air dimana nanti apabila
turun hujan lebat air akan mengalir ke arahnya.
Sampah yang berserakan kami angkat dan
kami buang pada tempatnya, selain itu pula sering
diadakannya penyemprotan untuk pembasmian
nyamuk demam berdarah. Itulah hal yang sering
warga kami lakukan untuk menghindari segala
bencana ataupun musibah.
Andi Noerwitanto, S.Pd.
merupakan guru kelas
III di SDN Sidoharjo I
Kecamatan Senori
Kabupaten Tuban.
32
KEBERSIHAN LINGKUNGAN RUMAH
Karya: Yulida Isto Resmiana, S.Pd.
Lingkungan yang bersih akan menjauhkan
sumber penyakit untuk berkembang disekitar
kita. Hal itu tentu berkaitan dengan kesehatan.
Selain itu, dengan lingkungan yang bersih pula,
kita kan merasa nyaman dan betah untuk berada
di rumah.
Sebenaranya bukan hanya terbatas pada
lingkungan rumah, tetapi juga lingkungan sekitar
tempatnya berada. Jadi, sudah selayaknya
menjaga kebersihan serta kebersihan lingkungan
rumah menjadi tanggung jawab masing-masing
individu.
Lingkungan dengan kondisi bersih yang
bebas dari timbunan sampah, juga akan terhindar
dari bencana seperti banjir pada musim hujan.
Salah satu penyebab banjir adalah karena
banyaknya sampah yang berserakan sehingga
menghambat aliran air.
Budaya membuang sampah di sungai dan
selokan, menyebabkan lingkungan yang bersih
33
sulit dicapai. Namun, untuk mengubah kebiasaan
tersebut bukan hal yang mudah dilakukan.
Keterbatasan lahan untuk membuat tempat
sampah, menjadi alasan masyarakat untuk
membuang sampah secara sembarangan.
Yulida Isto Resmiana,
S.Pd. merupakan guru di
SDN Sidoharjo I
Kecamatan Senori
Kabupaten Tuban.
34
35
KEBERSIHAN SEKOLAH
Karya: Elsa
Menjaga kebersihan lingkungan sekolah
adalah salah satu faktor terpenting untuk
menciptakan kenyamanan. Setiap sekolah selalu
mengajarkan anak didiknya untuk menjaga
kebersihan lingkungannya. Kebersihan sekolah
banyak dilombakan untuk menarik minat agar
mereka peduli untuk membersihkannya. Cara
untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah
diantaranya, membuang sampah pada tempatnya,
menghapus tulisan di papan tulis, menyapu ruang
kelas.
Pembagian piket kelas menjadi salah satu
cara untuk menjaga kebersihan. Petugas piket
biasanya melakukan tugas membersihkan ruangan
kelas seperti menyapu kelas, menghapus tulisan di
papan tulis, dan menyiapkan kapur tulis. Yang
tidak piket kelas membersihkan halaman sekolah.
Selain itu setiap hari jum‟at selalu digunakan
untuk melakukan kerja bakti membersihkan
sekolah.
36
Kebersihan lingkungan sekolah adalah hal
yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sekolah
dan merupakan faktor yang sangat penting untuk
menciptakan suasana asri.
………... merupakan murid
di SDN Sidoharjo I
Kecamatan Senori
Kabupaten Tuban.
37
LINGKUNGAN SEKOLAH
Karya: Erni
Lingkungan sekolah merupakan tempat
dimana para murid belajar dan bermain.
Lingkungan sekolah merupakan salah satu faktor
yang dapat mempengaruhi kegiatan belajar murid.
Maka harus dijaga kebersihannya agar tetap
nyaman dan tidak menjadi sarang penyakit.
Kebersihan merupakan faktor yang paling
menunjang dalam pembentukan lingkungan sehat.
Lingkungan yang sehat merupakan lingkungan yang
bebas dari sampah, polusi dan segala macam bibit
penyakit. Kebersihan lingkungan sekolah
meninggalkan dampak yang dapat bermanfaat bagi
seluruh murid. Dampak positif dari kebersihan
lingkungan yaitu, lingkungan menjadi bersih,
lingkungan aman dari penyakit, terciptanya
kenyamanan, keindahan dan ketenangan,
menambah kadar keimanan terhadap Tuhan Yang
Maha Esa, dapat beerkonsentrasi dengan baik.
Begitupun sebaliknya, jika kebersihan
lingkungan sekolah tersebut tidak dapat
38
dicanangkan dengan baik, maka lingkungan akan
menjadi kotor dan berpolusi, baik polusi air
maupun polusi udara. Adapun dampak negatif dari
lingkungan sekolah yang kotor, diantaranya:
lingkungan menjadi kotor dan berbau tidak sedap,
terciptanya ketidak nyamanan dalam
melaksanakan aktifitas di sekolah, mengganggu
konsentrasi dalam belajar, rusaknya ekosistem
alam.
Oleh karena itu, marilah kita menjaga
lingkungan sekolah. Mari kita terapkan prinsip
hidup bersih mulai dari sekarang. Sudah saatnya
bagi kita untuk menyelamatkan lingkungan sekolah
kita dari berbagai macam polusi dan kotoran.
………... merupakan murid
di SDN Sidoharjo I
Kecamatan Senori
Kabupaten Tuban.
39
KERJA BAKTI DI DESAKU
Karya: Jesika
Adzan subuh menggema, dan langsung aku
bangun pada waktu itu juga. Setelah sholat subuh,
aku langsung ganti pakaian dan berolahraga pagi.
Setelah tadi malam hujan deras, pagi ini udaranya
sangat dingin dan sejuk. Pagi yang cerah tanda
adanya polusi udara membuat udara semakin
segar.
Waktu sudah menunjukkan pukul 05.00,
aku langsung pulang kerumah. Bertepatan hari ini
adalah hari minggu, aku dan teman-temanku akan
bersepeda menikmati minggu pagi yang indah.
Sekarang sudah menunjukkan pukul 08.00, aku
bersepeda sudah selesai. Setelah sampai di
rumah ternyata warga kampungku melakukan
kerja bakti membersihkan lingkungan. Aku dan
teman-teman langsung membantu kerja bakti.
Ternyata sampah-sampah banyak
menyumbat selokan, sampahnya langsung diambil.
Setelah sampah dibersihkan, aliran sungai
40
menjadi lancar dan tidak akan menyebabkan
banjir.
Di kampungku, juga dilaksanakan
penghijauan dengan menanam tumbuhan di dalam
pot, setiap rumah diharuskan minimal mempunyai
satu tanaman agar kampung menjadi hijau.
………... merupakan murid
di SDN Sidoharjo I
Kecamatan Senori
Kabupaten Tuban.
41
KEBERSIHAN SEKOLAHKU
Karya: Zia
Hai nama saya Zia, saat ini saya
bersekolah di salah satu sekolah dasar negeri
Sidoharjo I. Sekolah ini tidak jauh dari rumah
saya, jaraknya kurang lebih 450 m. Saya
berangkat sekolah menggunakan sepeda.
Di sekolah saya terdapat 6 kelas, kantor
guru, perpustakaan, mushola, kamar mandi murid
dan guru. Selain itu ada kantin yang menjual
berbagai macam makanan dan minuman.
Pada suatu hari, saya dan teman-teman
saya merasa bosan melihat pemandangan sekolah,
karena di halaman sekolah terdapat tanaman dan
bunga yang sedikit. Akhirnya saya dan teman-
teman mengusulkan keguru saya. Setelah itu bu
guru mengumumkan ke semua murid, bahwa besok
akan diadakan kerja bakti di sekolah. Murid-siswi
disuruh membawa alat kebersihan dan tanaman.
Keesokan harinya semua murid berkumpul
di halaman sekolah. Setiap kelas diberi tugas
masing-masing untuk membersihkannya. Ada yang
42
membersihkan kelas, halaman sekolah, menanam
tanaman dan membersihkan toilet. Semua murid
bersemangat membersihkan sekolahnya.
Setelah semua selesai, saya dan teman-
teman istirahat. Salah satu teman saya ada yang
mengatakan “capek ya, membersihkan ini saya”
terus saya jawab “capek tidak apa-apa, yang
penting sekolahan kita kelihatan lebih indah,
segar, bersih dan asri”. Semua murid sangat
senang melihat sekolahnya sekarang bersih dan
indah. Lingkungan yang bersih, dapat menciptakan
suasana belajar lebih menyenangkan, maka dari
itu, kita harus membersihkan dan melestarikan
lingkungan.
………... merupakan murid
di SDN Sidoharjo I
Kecamatan Senori
Kabupaten Tuban.
43
CINTAI LINGKUNGAN
Karya: Javin
Kita semua harus menjaga kebersihan
lingkungan, agar lingkungan menjadi bersih. Jika
lingkungan bersih, lingkungan menjadi nyaman,
sehat dan juga enak dilihat. Kita harus
melaksanakan kerja bakti agar lingkungan menjadi
bersih dengan cara membuang sampah di
tempatnya, tidak menebang pohon sembarangan,
melakukan reboisasi atau penanaman pohon
kembali.
Kegiatan menjaga lingkungan sekitar
menimbulkan dampak positif slah satunya,
lingkungan menjadi asri dan bersih, tidak
menyebabkan polusi udara, tidak menimbulkan bau
busuk dari sampah dan tidak menyebabkan banjir.
Dampak dari tidak menjaga lingkungan sekitar,
dapat menimbulkan penyakit. Sampah yang tidak
dibuang pada tempatnya biasanya akan membusuk
dan menjadi tempat berkembangnya bibit
penyakit. Hewan seperti lalat, kecoa dan tikus
yang menyentuh sampah dapat membawa bibit
44
penyakit dan dapat menularkan penyakit kepada
manusia. Oleh karena itu, kita harus menjaga
kebersihan lingkungan sekitar.
………... merupakan murid
di SDN Sidoharjo I
Kecamatan Senori
Kabupaten Tuban.
45
CARA MENJAGA LINGKUNGAN
Karya: Rafa
Lingkunganku adalah tempat dimana kita
semua memulai aktifitas sehari-hari. Karena itu,
kita semua harus menjaga kebersihan lingkungan
di sekitar kita. Kita harus menjaga lingkungan
agar tetap bersih, jangan pernah membuang
sampah sembarangan karena sama saja merusak
lingkungan.
Lingkungan tempat tinggal kita semua.
Salah satu contoh cara menjaga lingkungan adalah
membuang sampah pada tempatnya. Jangan
pernah melakukan penebangan pohon secara liar.
Jika lingkungan kita masih kotor tentu saja kita
tidak bisa hidup dengan nyaman. Kalau lingkungan
kita kotor, maka kita harus kerja bakti
membersihkan agar nyaman untuk ditinggali.
Kita harus menjaga lingkungan agar tetap
bersih untuk kehidupan di masa yang akan datang
dan untuk anak cucu kita. Kita bisa merawat
lingkungan dengan cara menanam banyak pohon
46
dan membiarkan pohon itu tumbuh agar menjadi
indah.
………... merupakan murid
di SDN Sidoharjo I
Kecamatan Senori
Kabupaten Tuban.
47
CINTAI LINGKUNGAN
Karya: Syahara Kirania Putri
Sion dan Sachi adalah kakak dan adik yang
mencintai lingkungan. Sion berumur 10 tahun,
sedangkan Sachi berumur 9 tahun. Pada pagi hari
Sion yang akan bermain dengan temannya, melihat
sampah berserakan di jalan. Namun Sion tidak
membiarkannya begitu saja. Dia mengajak adiknya
dan teman-temannya membersihkan lingkungan
yang kotor itu.
Pada saat itu, Sion, Sachi, dan teman-
temannya memulai membersihkan lingkungan. Saat
Sachi membersihkan jalannya, Sachi bertemu
dengan Pak Romi yang merupakan ketua RT. Pak
Romi yang melihat pekerjaan yang dilakukan
teman-teman Sion dan Sachi akhirnya
mengumpulkan semua warga untuk membantu
membersihkan lingkungan.
Pada akhirnya lingkungan rumah dan desa
Sion dan Sachi bersih dari sampah. Berkat usaha
Sion dan Sachi, mulai sekarang warga seda mulai
sadar untuk menjaga kebersihan lingkungan
48
sekitar, melestarikan tanaman, dan membuang
sampah pada tempatnya.
Syahara Kirania Putri
merupakan murid di
SDN Sidoharjo I
Kecamatan Senori
Kabupaten Tuban.
49