Kisah Nabi Musa AS
Diya Prastiti
Nabi Musa AS termasuk
nabi yang bergelar Ulul
Azmi, karena kesabarannya
menghadapi Bani Israel.
Kaum tersebut dikenal
sebagai kaum yang
membangkang aturan-
aturan Allah SWT.
Nabi Musa AS menghadapi
Raja Firaun, yaitu Raja yang
mengaku dirinya Tuhan.
Raja Firaun sangat kejam.
Dia memerintahkan
prajuritnya untuk
membunuh bayi laki-laki
dari keturunan Bani Israel.
Ibu Nabi Musa AS merasa
takut jika anaknya akan
dibunuh Raja Firaun. Ibu
Nabi Musa AS
menghanyutkan bayi Musa
tersebut ke sungai Nil.
Bayi Musa ditemuka oleh
istri raja Firaun yang
bernama Asiyah. Bayi Musa
dirawat dan diangkat anak
oleh istri Raja Firaun
hingga dewasa.
Musa diangkat menjadi nabi dan
diutus untuk berdakwah kepada
Bani Israel.
Firaun yang menganggap dirinya
Tuhan, merasa cemas atas
keberadaan Nabi Musa. Firaun
menganggap Musa membahayakan
kedudukannya sebagai Raja dan
menentang Firaun.
Firaun menantang Nabi
Musa untuk adu kekuatan.
Raja Firaun kalah, salah
satunya karena mukjizat
Nabi Musa berupa tongkat
dari Allah SWT.
Akhirnya, Firaun memerintahkan
prajuritnya untuk menangkap Nabi
Musa AS. Saat sampai di tepi laut, Nabi
Musa dan pengikutnya kebingungan.
Atas izin Allah SWT, Nabi Musa
mendapat mukjizat untuk memukulkan
tongkatnya ke laut, dan laut terbelah.
Laut terbelah dan dapat dilewati Nabi
Musa dan pengikutnya sebagai jalan.
Firaun dan pengikutnya ikut mengejar
Nabi Musa hingga melewati lautan yang
terbelah. Namun ditengah-tengah
pengejarannya. Firaun dan prajuritnya
ditenggelamkan oleh Allah SWT.
Nabi Musa AS bersama
pengikutnya selamat dan
melanjutkan dakwah agar
umatnya beriman kepada
Allah SWT.
TERIMA KASIH