LK 3.1 BEST PRACTICE
Terampil Nulis Aksara Murda Melalui Media
KAPIJA
Penyusun :
Nama : Laila Fatmawati
NIM : 22001039317466054
Kelas : Bahasa Jawa 03 KEMENAG
Kelompok : B
PENDIDIKAN PROFESI GURU
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
2023
LK 3.1 Menyusun Best Practices
Terampil Nulis Aksara Murda Melalui Media KAPIJA
Lokasi MTsN Gresik
Lingkup Pendidikan Sekolah Menengah Pertama
Tujuan yang ingin dicapai 1. Melalui kegiatan mengamati KAPIJA (Kartu Pintar
Jawa), peserta didik mampu menganalisis bentuk aksara
murda dengan benar(C4-analaisis)
2. Melalui kegiatan mengamati Powerpoint, peserta didik
mampu menganalisis tujuan penggunaan dan syarat
penulisan aksaraMurda dengan benar. (TPACK) (C4-
Analisis)
3. Melalui diskusi kelompok , peserta didik mampu menulis
nama-nama pahlawan sesuai dengan kaidah penulisan
aksara murda(P3/ PPP-Gotong royong)
Penulis Laila Fatmawati
Tanggal 22 – 6 - 2023
Situasi: A. Kondisi yang menjadi latar belakang masalah
Kondisi yang menjadi latar Kurangnya kemampuan peserta didik kelas VIII MTsN
belakang masalah, mengapa Gresik dalam menulis aksara Jawa (aksara murda). Kondisi
praktik ini penting untuk yang melatar belakangi permasalahan dilakukannya praktik
dibagikan, apa yang menjadi ini, adalah sebagai berikut:
peran dan tanggung jawab anda
dalam praktik ini. 1. Pengajaran yang diterapkan dalam pembelajaran aksara
Jawa masih bersifat konvensional. Hal ini dikarenakan
guru hanya memberikan ceramah yang monoton.
2. Kurangnya penggunaan media dalam pembelajaran,
sehingga peserta didik kurang tertarik dan pasif dalam
mengikuti pembelajaran.
3. Peserta didik tidak dibiasakan dan kurang dikenalkan
dengan aksara Jawa sejak kecil, sehingga siswa kesulitan
dalam menulis aksara Jawa. Sehingga menimbulkan
anggapan aksara Jawa adalah budaya yang kuno.
4. Peserta didik masih kesulitan menghafalkan aksara Jawa,
serta kesulitan membedakan aksara, pasangan, dan
sandhangan.
5. Guru belum menemukan cara yang efektif dalam
menghafal aksara Jawa.
6. Kurangnya melibatkan game dalam pembelajaran yang
bertujuan untuk menimbulkan minat dan konsentrasi siswa
dalam belajar aksara Jawa.
B. Mengapa praktik ini penting untuk dibagikan
Praktik pembelajaran ini penting untuk dibagikan,
dikarenakan:
1. dapat menjadi inspirasi bagi sesama guru bahasa Jawa
yang mengalami permasalahan yang sama, yaitu
tentang aksara Jawa.
2. Dapat memotivasi diri guru sendiri dan juga
diharapkan bisa memotivasi bagi rekan guru yang lain.
3. Metode pembelajaran menjadi lebih bervariasi.
4. Media, alat, dan bahan pembelajaran yang lebih
inovatif.
5. Proses pembelajaran yang lebih terstruktur.
6. Pembelajaran berpusat kepada peserta didik (students
center) dan guru berperan sebagai fasilitator.
7. Pembelajaran yang lebih menarik sehingga peserta
didik lebih fokus dan tercapainya tujuan pembelajaran
sesuai apa yang direncanakan
C. Apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda
dalam praktik ini?
Peran saya sebagai guru dalam praktik ini adalah
memfasilitasi peserta didik untuk meningkatkan
kemampuan peserta didik dalam pembelajaran bahasa
Jawa khususnya materi aksara murda.
Tanggung jawab saya sebagai guru dalam praktik
pembelajaran ini adalah melakukan identifikasi masalah
sebelum mengawali pembelajaran, menyusun perangkat
pembelajaran modul materi aksara murda menggunakan
metode, model dan TPACK yang sesuai dengan
permasalahan peserta didik. mendesain pembelajaran
yang aktif, kreatif, inovatif dengan menggunakan media,
pendekatan, model, dan metode pembelajaran yang
inovatif dan sesuai dengan pembelajaran Abad 21, untuk
mencapai tujuan pembelajaran yang efektif agar dapat
meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi
menulis aksara Jawa aksara murda. Media yang saya
gunakan dalam pembelajaran ini adalah KAPIJA (Kartu
Pintar Jawa), PPT, dan googleform.
Tantangan : Berdasarkan kajian literatur
Apa saja yang menjadi tantangan Jurnal Ilmiah
untuk mencapai tujuan tersebut? “ Menurut Sardiman dalam Kusuma dan Subhan (2015:166)
Siapa saja yang terlibat, mengatakan, motivasi belajar adalah dorongan dalam
kegiatan belajar, sehingga motivasi dapat dikatakan sebagai
daya penggerak dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan
belajar supaya tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar
dapat dicapai”.
Menurut Sudaryono dalam Moslem, dkk (2019:259-260),
faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa
diantaranya:
a. Faktor Internal yaitu faktor yang bersumber dari dalam diri
siswa seperti kondisi jasmani dan rohani, cita-cita atau
aspirasi, kemampuan siswa dan perhatian.
b. Faktor Eksternal yaitu faktor yang bersumber dari luar diri
siswa seperti kondisi lingkungan siswa, unsur-unsur dinamis
dalam belajar dan upaya guru dalam mengelola.
http://journal.lpts.ac.id/index.php/MathEdu
(diakses pada tanggal 15 mei 2023, 13:55 WIB)
dan hasil wawancara tantangan yang menjadi penyebab
rendahnya kemampuan peserta didik dalam menulis aksara
Jawa aksara murda bersumber dari beberapa faktor, yaitu
faktor peserta didik, faktor keluarga dan lingkungan, faktor
guru, dan juga faktor perkembangan kemajuan tekhnologi.
1. Faktor dari keluarga dan lingkungan, peserta didik tidak
difasilitasi orang tua dengan buku-buku bacaan yang
dibutuhkan khususnya kebutuhan buku yang berkaitan
dengan aksara Jawa. Selain itu kurangnya kesadaran orang
tua dan masyarakat untuk melestarikan aksara Jawa,
sehingga berdampak pada peserta didik.
2. Faktor dari peserta didik, yaitu bahwa peserta didik tidak
ada keinginan mempelajari aksara Jawa dengan sungguh-
sungguh, karena mereka beranggapan bahwasannya
aksara Jawa itu sudah ketinggalan jaman/ kuno dan tidak
penting di era modern ini.
3. Faktor dari guru, yaitu kurangnya kreatifitas guru dalam
mengajar, pembelajaran yang masih berpusat pada guru,
media kurang inovatif sehingga peserta didik kurang
semangat dalam menerima pembelajaran.
4. Faktor perkembangan tekhnologi informatika, di era saat
ini, guru dituntut untuk memahami TIK agar bisa
menyajikan pembelajaran yang kreatif dan inovatif..
Siapa saja yang terlibat?
Yang terlibat pada tantangan di atas adalah:
1. Guru berperan sebagai pengajar di kelas, yang harus
menguasai kemampuan pedagodik dan profesional
2. Rekan guru berperan sebagai partner, korektor dan
motivator dalam kemajuan pembelajaran di madrasah
yang juga membantu pada saat pelaksaan pembelajaran
3. Kepala Madrasah berperan sebagai penanggung jawab
dan penasehat
4. Peserta didik berperan sebagai objek.
Aksi : Terdapat beberapa langkah yang dilakukan oleh Guru dalam
Langkah-langkah apa yang menghadapi tantangan tersebut yaitu dengan penerapan
dilakukan untuk menghadapi pendekatan dalam pembelajaran, pemilihan model
tantangan tersebut/strategi apa pembelajaran, metode pembelajaran, dan media pembelajaran
yang digunakan/bagaimana
prosesnya, siapa saja yang untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam materi
terlibat /Apa saja sumber daya menulis aksara murda. Strategi yang dilakukan dengan
atau materi yang diperlukan menerapkan pendekatan Saintifik. Sedangkan strategi yang
untuk melaksanakan strategi ini dilakukan Guru dalam menentukan model pembelajaran ini
adalah memahami karakteristik peserta didik dan karakteristik
materi, sehingga terpilih model pembelajaran Problem Based
Learning (PBL). Metode pembelajaran yang digunakan yaitu
Metode Diskusi, Tanya Jawab. Media pembelajaran yang
sesuai dengan karakter peserta didik dan materi menggunakan
power point (PPT) dan KAPIJA (Kartu Pintar Jawa) dan
google form. Media kartu dapat menumbuhkan minat belajar
siswa, melatih ketelitian siswa dalam menyusun dan
mengotak-atik kartu aksara Jawa menjadi sebuah kata, media
kartu secara tidak langsung dapat memudahkan siswa dalam
mengingat bentuk aksara Jawa (Hidayati,dkk., 2019).
https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-penelitian-
pgsd/article/view/33614
(diakses pada tanggal 20 Mei 2023, 20:00 WIB)
Strategi yang dilakukan Guru tersebut dapat meningkatkan
kemampuan peserta didik dalam pembelajaran yang berpusat
pada peserta didik yang dituangkan dalam bentuk modul ajar
yang menarik. Proses yang sudah dilakukan oleh Guru dalam
penerapan praktik pembelajaran ini adalah menuangkan
pendekatan, model, metode, dan media pembelajaran dan
motivasi peserta didik dalam modul ajar yang didalamnya
mencakup solusi atas tantangan tersebut. Dari modul ajar
yang sudah dikembangkan tadi diaplikasikan dalam praktik
pembelajaran di kelas.
Berikut ini proses pembelajaran yang sudah saya laksanakan
dengan materi aksara murda.
Langkah-langkah Pembelajaran
Kegiatan Pendahuluan (10 menit)
Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam dan
peserta didikmenjawab salam. (PPP-Beriman, bertaqwa
kepa Tuhan Yang Maha Esa, danberakhlak mulia)
Guru menanyakan kabar peserta didik.
Peserta didik diminta untuk memimpin doa (PPP-
Beriman, Bertaqwa kepadaTuhan YME, dan
berakhlak mulia) (mandiri-PPP)
Guru memeriksa kehadiran peserta didik
Peserta didik bersama guru membangkitkan/ memotivasi
suasana hati peserta didik, dan membimbing peserta didik
untuk tetap semangat dan fokus belajar dengan
memberikan yel-yel (Pembelajaran Sosial Emosional).
Peserta didik diberikan appersepsi dengan merespon
pertanyaan dari guru tentang materi yang sudah
disampaikan minggu lalu (aksara Jawa legena
lanpasangan) dengan materi yang akan dipelajari.
(Communication-4C)
Peserta didik merespon pertanyaan guru.
(Communication-4C)
Pertanyaan pemantik:
- Ing ngendi awakmu tau maca tulisan nganggo aksara
Jawa?
- Kapan terahir awakmu nulis nganggo aksara Jawa?
Peserta didik menerima informasi tentang tujuan
pembelajaran yang akandicapai, manfaat untuk kehidupan
sehari-hari, cakupan materi, uraian kegiatanyang akan
dilakukan, serta lingkup penilaian yang akan digunakan
(Mengomunikasikan)
Kegiatan Inti (25 menit)
Mengorientasikan masalah pada peserta didik
peserta didik diberikan pretest dengan menggunakan
media kartu pintar Jawabertuliskan (aksara murda) yang
ditampilkan dalam powerpoint untuk mengetahui sejauh
mana pengetahuan peserta didik tentang aksara
murda(Mengamati) (PPP-Bernalar kritis) (TPACK)
Peserta didik menyimak materi pada powerpoint tentang
aksara murda, dan kaidah penulisan aksara murda.
(Mengamati) (TPACK)
Dengan bimbingan guru, peserta didik bertanya jawab
mengenai bentuk-bentuk aksara murda, kaidah penulisan
aksara murda. (Comunication,Collaboration-4C)
Peserta didik diberi kartu pintar Jawa (ukara Jawa)
Peserta didik menganalisis kartu pintar Jawa (ukara Jawa)
yang sudah dibagikan oleh guru (C4-Analisis) (PPP-
Bernalar kritis)
Peserta didik mencocokkan kartu yang didapat dengan
kartu berhuruf latin yang sudah ditempelkan guru di papan
tulis
Peserta didik dapat menganalisis aksara murda yang ada
pada kartu (C4-Analisis) (Critical Thinking-4C)
Peserta didik diberikan apresiasi setinggi-tingginya bagi
peserta didik yang bisa menjawab dengan benar
Mengorganisasi Peserta Didik
Peserta didik dibagi ke dalam kelompok yang terdiri dari
4 orang.
Peserta didik dalam kelompok diberikan gambar pahlawan
dan LKPD
Peserta didik dalam kelompok diberikan penjelasan
tentang langkah-langkah dalam pengerjaan LKPD
Peserta didik berdiskusi dengan kelompoknya tentang
pengerjaan LKPD (PPP-
Bergotongroyong)(Communication, Collaboration-4C)
Peserta didik dalam kelompok dapat dipastikan sudah
memahami tugasnya
Membimbing Penyelidikan Individu mapun Kelompok
Peserta didik dalam kelompok menuliskan nama pahlawan
dengan huruf latin dan aksara Jawa yang memuat aksara
murda dengan tepat. (PPP-Bergotongroyong).
Peserta didik dibimbing dan dipantau oleh guru jika ada
kesulitan dalam pengerjaan LKPD
Peserta didik diberikan kartu projek
Peserta didik dalam kelompok menempelkan gambar
pahlawan ke dalam kartu projek serta menuliskan nama
pahlawan dalam huruf latin dan aksara Jawa.
Mengembangkan dan Menyajikan hasil karya
Peserta didik bersama kelompoknya menyiapkan hasil
diskusi yang sudah ditulis dengan rapi di lembar LKPD
Perwakilan dari masing-masing kelompok maju untuk
menuliskan hasil kerja kelompoknya di papan tulis
Peserta didik dalam kelompok yang lain menganalisis
kebenaran pemakaian aksara murda dalam penulisan nama
pahlawan. (C4-Analisis)
Peserta didik menempelkan hasil pengisian kartu projek
pada papan mading.
Menganalisis dan Mengevaluasi
Guru membantu peserta didik untuk melakukan evaluasi
penguatan terhadap hasil pekerjaan yang telah dikerjakan
oleh peserta didik dalam kelompok. (C5-Mengevaluasi)
Guru memberikan penghargaan terhadap proses dan hasil
kerja dari peserta didik secara berkelompok.
Penutup (5 menit)
Peserta didik bersama guru menyimpulkan hasil
pembelajaran yang telah dilalui. (mengomunikasikan)
Peserta didik bersama guru melakukan refleksi dengan
membagikan post test pada link googleform
https://forms.gle.bVE4WJpdxxAEfW7 guna menarik
kesimpulan terhadap materi yang telah dipelajari hari ini
berkaitan aksara murda, untuk mengetahui sejauh mana
pemahaman peserta didik tentang aksara murda dan
kaidah penulisan aksaramurda (TPACK)
(mengomunikasikan)
Peserta didik diberikan tugas mandiri sebagai rencana
tindak lanjut (RTL) untuk membuat paragraf sederhana
menggunakan aksara Jawa yang memuat aksara murda
dari gambar pahlawan yang sudah ditempelkan di papan
mading. (P5) (Penugasan)
Guru meminta peserta didik untuk memimpin do’a
sebelum mengakhiri pembelajaran. (PPP-Beriman dan
bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan
berakhlak mulia)
Yang terlibat dalam kegiatan ini diantaranya:
1. Guru : mengajar di kelas
2. Kepala Madrasah yang memberikan fasilitas kepada
guru dalam pembelajaran.
3. Rekan guru : merekam kegiatan pembelajaran
4. Peserta didk : objek dalam pembelajaran
Sumber daya atau materi yang diperlukan untuk
melaksanakan strategi ini diantaranya:
1. Alat dan bahan :
a. 1 laptop
b. 3 Hp
c. LCD
d. LKPD
e. Tripod
f. Jaringan internet
g. Papan tulis
h. Alat tulis
2. Biaya : tidak banyak biaya yang dikeluarkan karena
menggunakan alat dan bahan yang ada
3. Waktu : jam pelajaran sekolah
Refleksi Hasil dan dampak A. Dampak dari aksi langkah-langkah dapat diikuti dengan
Bagaimana dampak dari aksi dari baik, peserta didik sangat antusias dan sangat bersemangat
Langkah-langkah yang dalam menerima pembelajaran, lebih memudahkan peerta
dilakukan? Apakah hasilnya didik dalam memahami pembelajaran materi aksara
efektif? Atau tidak efektif? murda
Mengapa? Bagaimana respon B. Hasil dari pembelajaran ini sangat efektif. Pemilihan
orang lain terkait dengan strategi pendekatan, model, metode, media pembelajaran oleh
yang dilakukan, Apa yang guru sangat efektif. Peserta didik sangat antusias dan
menjadi faktor keberhasilan atau bersemangat dalam kegiatan pembelajaran karena tidak
ketidakberhasilan dari strategi monoton, dan pembelajaran berpusat pada siswa (students
yang dilakukan? Apa center). Media KAPIJA, PPT serta penggunaan aplikasi
pembelajaran dari keseluruhan googleform menjadikan pembelajaran bahasa Jawa materi
proses tersebut menulis aksara murda lebih menarik perhatian, sehingga
menambah motivasi belajar peserta didik. Hasil belajar
peserta didik juga meningkat yang berarti bahwa
kemampuan peserta didik dalam menulis aksara Jawa
aksara murda juga meningkat. Hal itu terbukti dari hasil
evaluasi yang diberikan oleh guru semua peserta didik
mendapat nilai di atas KKM (KKM mapel 75), jumlah
peserta didik sebanyak 12 anak, dengan rincian, 5 anak
mendapatkan nilai maksimal, yaitu 100, 4 anak
mendapatkan nilai 90, dan 3 anak mendapatkan nilai 80.
Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan peserta didik
mengalami peningkatan dalam materi menulis aksara
murda. Pada LKPD berkelompok semua siswa juga sudah
mencapai KKM, yaitu dengan rincian perolehan nilai
masing-masing kelompok dari kelompok 1 dan 2
mendapatkan nilai maksimal 100, sedangkan kelompok 3
mendapatkan nilai 90.
C. Respon terhadap strategi yang dilakukan adalah sangat
positif, dari pihak yang terlibat mengungkapkan bahwa
strategi yang dilakukan sudah efektif serta dapat dilakukan
secara berkelanjutan mengingat proses pembelajaran yang
telah dilalui peserta didik sangat memberikan dampak
positif pada mereka.
RENCANA TINDAK LANJUT (RTL)
PENDIDIKAN PROFESI GURU (PPG) DALAM JABATAN
LPTK UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA KATEGORI 1
TAHUN 2023
Nama : Laila Fatmawati, S.Pd
No. UKG : 0855880070070
NIM : 22001039317466054
Prodi : Pendidikan. Bahasa Jawa
Kelas : 3
Instansi : MTsN Gresik
CURAH GAGASAN DAN PENGALAMAN TERKAIT PENYUSUNAN RTL
1. Berdasarkan pengalaman, apakah RTL itu? Perlukah kita menyusun RTL setelah mengikuti suatu kegiatan/diklat?
Rencana Tindak Lanjut adalah rencana tindak lanjut dari tindakan yang sudah kita laksanakan.
Perlu , karena setelah mengikuti suatu kegiatan/diklat supaya mengetahui kelebihan dan kekurang dalam proses pembelajaran.
Pembuatan rencana tindak lanjut (RTL) penting dilaksanakan untuk membagikan dampak positif yang dapat memberikan inspirasi
dan motivasi kepada rekan guru yang lain untuk perbaikan pembelajaran selanjutnya
2. Berdasarkan pengalaman, hambatan apa saja yang muncul saat menyusun RTL?
Hambatan dalam menyusun RTL adalah menentukan jadwal kegiatanya, menentukan rencana kegiatan selanjutnya, sarana dan
prasarana sekolah yang kurang memadai, memerlukan waktu tambahan, kuota internet, susahnya sinyal.
3. Menurut analisis, komponen apa saja yang perlu ada dalam menyusun suatu RTL?
Komponen yang perlu ada dalam menyusun RTL adalah:
1. Jenis kegiatan yang akan dilakukan,
2. Waktu pelaksanaan
3. Tempat kegiatan yang telah direncanakan,
4. Pihak-pihak terkait yang diharapkan terlibat dalam kegiatan.
RENCANA TINDAK LANJUT (RTL)
PENDIDIKAN PROFESI GURU (PPG) DALAM JABATAN
LPTK UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA KATEGORI 1
TAHUN 2023
Nama : Laila Fatmawati, S.Pd
No. UKG : 0855880070070
NIM : 22001039317466054
Prodi : Pendidikan. Bahasa Jawa
Kelas : 3
Instansi : MTsN Gresik
CURAH GAGASAN DAN PENGALAMAN TERKAIT PENYUSUNAN RTL
1. Berdasarkan pengalaman, apakah RTL itu? Perlukah kita menyusun RTL setelah mengikuti suatu kegiatan/diklat?
Rencana Tindak Lanjut adalah rencana tindak lanjut dari tindakan yang sudah kita laksanakan.
Perlu , karena setelah mengikuti suatu kegiatan/diklat supaya mengetahui kelebihan dan kekurang dalam proses pembelajaran.
Pembuatan rencana tindak lanjut (RTL) penting dilaksanakan untuk membagikan dampak positif yang dapat memberikan inspirasi
dan motivasi kepada rekan guru yang lain untuk perbaikan pembelajaran selanjutnya
2. Berdasarkan pengalaman, hambatan apa saja yang muncul saat menyusun RTL?
Hambatan dalam menyusun RTL adalah menentukan jadwal kegiatanya, menentukan rencana kegiatan selanjutnya, sarana dan
prasarana sekolah yang kurang memadai, memerlukan waktu tambahan, kuota internet, susahnya sinyal.
3. Menurut analisis, komponen apa saja yang perlu ada dalam menyusun suatu RTL?
Komponen yang perlu ada dalam menyusun RTL adalah:
1. Jenis kegiatan yang akan dilakukan,
2. Waktu pelaksanaan
3. Tempat kegiatan yang telah direncanakan,
4. Pihak-pihak terkait yang diharapkan terlibat dalam kegiatan.
4. Apa kriteria RTL yang baik dan efektif?
Kriteria RTL yang baik dan efektif adalah sesuai dengan tujuan, berdampak positif, tepat sasaran, dan membawa
perubahan yang semakin baik bagi semuanya setelah melaksanakan rencana tindak lanjut (RTL).
A. LATAR BELAKANG
Penulis adalah peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan tahun 2023 dimana selama mengikuti PPG penulis telah banyak
mendapatkan informasi, pengetahuan dan pengalaman dalam melaksanakan praktik pembelajaran yang inovatif.
Saat penulis melaksanakan praktik pembelajaran yang inovatif terjadi banyak perubahan yang baik terhadap perilaku penulis. Penulis sangat matang
dalam merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran yang telah dilaksanakan. Selain itu praktik pembelajaran yang dilaksanakan oleh
penulis juga sangat berpengaruh terhadap peserta didik ini dibuktikan dengan meningkatnya keterampilan dan hasil belajar peserta didik.
Saat merencanakan praktik pembelajaran penulis menganalisis materi pembelajaran dan menyesuaikannnya dengan model pembelajaran
inovatif misalnya model Problem based Learning (PBL). Selain model pembelajaran penulis juga menyesuaikan dengan alat dan media pembelajaran
yang lebih kontekstual dengan peserta didik, dan menyesuikan dengan latar belakang, minat peserta didik yang cenderung tertarik dengan
penggunaan teknologi. Setelah praktik pembelajaran penulis juga akan menganalisis proses dan hasil belajar peserta didik yang ternyata menunjukkan
peningkatan. Selama praktik pembelajaran penulis juga merekam kegiatan pembelajaran di kelas dan ini menjadi bahan refleksi penulis untuk memperbaiki
bagian yang masih perlu perbaikan. Dari serangkaian praktik pembelajaran yang dilaksanakan penulis menuangkannya dalam bentuk tulisan Best
Practices yang penulis harapkan dapat menjadi referensi bagi rekan sejawat agar termotivasi menjadi guru yang profesional dengan melakukan praktik
pembelajaran yang lebih tertata, terstruktur sehingga tujuan pembelajaran yang direncanakan dapat tercapai dan lebih bermakna sehingga berdampak baik
bagi peserta didik kita.
4. Apa kriteria RTL yang baik dan efektif?
Kriteria RTL yang baik dan efektif adalah sesuai dengan tujuan, berdampak positif, tepat sasaran, dan membawa
perubahan yang semakin baik bagi semuanya setelah melaksanakan rencana tindak lanjut (RTL).
A. LATAR BELAKANG
Penulis adalah peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan tahun 2023 dimana selama mengikuti PPG penulis telah banyak
mendapatkan informasi, pengetahuan dan pengalaman dalam melaksanakan praktik pembelajaran yang inovatif.
Saat penulis melaksanakan praktik pembelajaran yang inovatif terjadi banyak perubahan yang baik terhadap perilaku penulis. Penulis sangat matang
dalam merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran yang telah dilaksanakan. Selain itu praktik pembelajaran yang dilaksanakan oleh
penulis juga sangat berpengaruh terhadap peserta didik ini dibuktikan dengan meningkatnya keterampilan dan hasil belajar peserta didik.
Saat merencanakan praktik pembelajaran penulis menganalisis materi pembelajaran dan menyesuaikannnya dengan model pembelajaran
inovatif misalnya model Problem based Learning (PBL). Selain model pembelajaran penulis juga menyesuaikan dengan alat dan media pembelajaran
yang lebih kontekstual dengan peserta didik, dan menyesuikan dengan latar belakang, minat peserta didik yang cenderung tertarik dengan
penggunaan teknologi. Setelah praktik pembelajaran penulis juga akan menganalisis proses dan hasil belajar peserta didik yang ternyata menunjukkan
peningkatan. Selama praktik pembelajaran penulis juga merekam kegiatan pembelajaran di kelas dan ini menjadi bahan refleksi penulis untuk memperbaiki
bagian yang masih perlu perbaikan. Dari serangkaian praktik pembelajaran yang dilaksanakan penulis menuangkannya dalam bentuk tulisan Best
Practices yang penulis harapkan dapat menjadi referensi bagi rekan sejawat agar termotivasi menjadi guru yang profesional dengan melakukan praktik
pembelajaran yang lebih tertata, terstruktur sehingga tujuan pembelajaran yang direncanakan dapat tercapai dan lebih bermakna sehingga berdampak baik
bagi peserta didik kita.
Karena itu agar rekan sejawat dapat melaksanakan praktik baik seperti yang telah penulis laksanakan selama mengikuti PPG, penulis
merencanakan Rencana Tindak Lanjut(RTL) sebagai desiminasi kepada rekan guru di MTs Negeri Gresik. Pada RTL ini penulis akan melakukan
kegiatan diantaranya :
1. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran(RPP) yang baik
2. Pembuatan video pembelajaran yang professional dan inovatif
3. Pembuatan praktik baik (best practices) yang ilmiah sebagai perwujudan guru yang profesional.
B. JADWAL PELAKSANAAN
Berikut ini jadwal rencana tindak lanjut yang akan dilaksanakan penulis sebagai bentuk pengimbasan (desiminasi) pada teman sejawat di MTsN
Gresik.
Persiapan Rencana Tindak Lanjut (RTL)
Persiapan Waktu Tempat Kegiatan PihakTerkait Jam
Berkonsultasi dan koordinasi dengan 10 Juni 2023 Ruang kepala Madrasah Kepala Madrasah 11.30–Selesai
Kepala madrasah
Pembentukan 11 Juni 2023 Ruang Waka Kurikulum Kepala Madrasah, 10.00–Selesai
Panitia kegiatan Waka Kurikulum,
Menyusun Jadwal
Menyiapkan Bahan Materi : 12–19 Juni 2023 Ruang Waka Kurikulum Waka Kurikulum, 10.00–15.00
Panitia
Contoh dan template RPP/modul ajar,
Bahan ajar,Media, LKPD, Instrumen
penilaian dan contoh video
pembelajaran
Karena itu agar rekan sejawat dapat melaksanakan praktik baik seperti yang telah penulis laksanakan selama mengikuti PPG, penulis
merencanakan Rencana Tindak Lanjut(RTL) sebagai desiminasi kepada rekan guru di MTs Negeri Gresik. Pada RTL ini penulis akan melakukan
kegiatan diantaranya :
1. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran(RPP) yang baik
2. Pembuatan video pembelajaran yang professional dan inovatif
3. Pembuatan praktik baik (best practices) yang ilmiah sebagai perwujudan guru yang profesional.
B. JADWAL PELAKSANAAN
Berikut ini jadwal rencana tindak lanjut yang akan dilaksanakan penulis sebagai bentuk pengimbasan (desiminasi) pada teman sejawat di MTsN
Gresik.
Persiapan Rencana Tindak Lanjut (RTL)
Persiapan Waktu Tempat Kegiatan PihakTerkait Jam
Berkonsultasi dan koordinasi dengan 10 Juni 2023 Ruang kepala Madrasah Kepala Madrasah 11.30–Selesai
Kepala madrasah
Pembentukan 11 Juni 2023 Ruang Waka Kurikulum Kepala Madrasah, 10.00–Selesai
Panitia kegiatan Waka Kurikulum,
Menyusun Jadwal
Menyiapkan Bahan Materi : 12–19 Juni 2023 Ruang Waka Kurikulum Waka Kurikulum, 10.00–15.00
Panitia
Contoh dan template RPP/modul ajar,
Bahan ajar,Media, LKPD, Instrumen
penilaian dan contoh video
pembelajaran
Rencana Tindak Lanjut (RTL) Ke-1 : Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Tabel 1:Jadwal Kegiatan Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Rencana Kegiatan Waktu Tempat Kegiatan Pihak yang Terkait Keterangan
RPP/ Modul ajar 12 Juni 2023 Ruang guru Kepala Madrasah Pukul. 08.00-selesai
WAKA Kurikulum
Guru/ Teman Sejawat
Bahan ajar 15 Juni 2023 Ruang Lab. Komputer WAKA Kurikulum Pukul. 08.00 – 15.00
Guru/ Teman Sejawat
Media 17-19 Juni Ruang Lab. Komputer WAKA Kurikulum Pukul. 07.00 - selesai
LKPD 2023 Guru/ Teman Sejawat
Instrumen
Rencana Tindak Lanjut (RTL) ke-2 : Pembuatan Video Pembelajaran
Tabel 2 : Jadwal Kegiatan Pembuatan Video Pembelajaran
Rencana Kegiatan Waktu Tempat Kegiatan Pihak yang Terkait Keterangan
Pembuatan skenario 04 Juli 2023 Ruang kelas VII-J WAKAMAD Pukul. 07.30-13.00
Video Guru/ Teman Sejawat
Modul
Latihan Buat Video 05 Juli 2023 Ruang Kelas VII-J Guru/ Teman Sejawat Pukul. 08.00 – 12.00
Peserta didik
Rekaman Video 06 Juli 2023 Ruang Kelas VII-J Guru/ Teman Sejawat Pukul. 08.10 – 08.50
Peserta didik
Editing Video 07-08 Juli 2023 Ruang Lab. Komputer Guru/ Teman Sejawat Pukul. 09.00 – 15.00
Peserta didik
Finalisasi Video 09 Juli 2023 Ruang Guru Guru/ Teman Sejawat Pukul. 09.00 – 12.00
Peserta didik
Rencana Tindak Lanjut (RTL) Ke-1 : Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Tabel 1:Jadwal Kegiatan Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Rencana Kegiatan Waktu Tempat Kegiatan Pihak yang Terkait Keterangan
RPP/ Modul ajar 12 Juni 2023 Ruang guru Kepala Madrasah Pukul. 08.00-selesai
WAKA Kurikulum
Guru/ Teman Sejawat
Bahan ajar 15 Juni 2023 Ruang Lab. Komputer WAKA Kurikulum Pukul. 08.00 – 15.00
Guru/ Teman Sejawat
Media 17-19 Juni Ruang Lab. Komputer WAKA Kurikulum Pukul. 07.00 - selesai
LKPD 2023 Guru/ Teman Sejawat
Instrumen
Rencana Tindak Lanjut (RTL) ke-2 : Pembuatan Video Pembelajaran
Tabel 2 : Jadwal Kegiatan Pembuatan Video Pembelajaran
Rencana Kegiatan Waktu Tempat Kegiatan Pihak yang Terkait Keterangan
Pembuatan skenario 04 Juli 2023 Ruang kelas VII-J WAKAMAD Pukul. 07.30-13.00
Video Guru/ Teman Sejawat
Modul
Latihan Buat Video 05 Juli 2023 Ruang Kelas VII-J Guru/ Teman Sejawat Pukul. 08.00 – 12.00
Peserta didik
Rekaman Video 06 Juli 2023 Ruang Kelas VII-J Guru/ Teman Sejawat Pukul. 08.10 – 08.50
Peserta didik
Editing Video 07-08 Juli 2023 Ruang Lab. Komputer Guru/ Teman Sejawat Pukul. 09.00 – 15.00
Peserta didik
Finalisasi Video 09 Juli 2023 Ruang Guru Guru/ Teman Sejawat Pukul. 09.00 – 12.00
Peserta didik
Rencana Tindak Lanjut (RTL) ke-3 : Pembuatan Best Practices
Tabel 3 : Jadwal Kegiatan Pembuatan Video Pembelajaran
Rencana Kegiatan Waktu Tempat Kegiatan Pihak yang Terkait Keterangan
Koordinasi Persiapan Best Practice 17 Juli 2023 Ruang Guru WAKAMAD Pukul. 07.30-13.00
Guru/ Teman Sejawat
Pelaksanaan Best Practice 20 Juli 2023 Ruang Lab. Komputer Guru/ Teman Sejawat Pukul. 08.00 – 12.00
Peserta didik
Analisa Data 21 Juli 2023 Ruang Lab. Komputer Guru/ Teman Sejawat Pukul. 08.10 – 08.50
Peserta didik
Pembuatan Best Practice 22 Juli 2023 Ruang Lab. Komputer Guru/ Teman Sejawat Pukul. 09.00 – 15.00
Peserta didik
REFLECTION
1. Pengalaman apa yang diperoleh dalam mengembangkan RTL?
Dalam pengembangan RTL ini pengalaman yang saya peroleh adalah saya bisa berbagi ilmu dan pengalaman yang saya peroleh selama mengikuti
PPG daljab 2023 ini bisa bermanfaat bagi orang lain terutama kepada rekan guru yang ada disekolah saya. Dengan diadakan diseminasi ini bisa menambah
wawasan tentang penyusunan perangkat pembelajaran, pembuatan dan edit video praktik, serta penyusunan best practice atau pengalaman baik saya serta seluruh
rangkaian kegiatan selama saya mengikuti pelatihan PPG ini akan saya sampaikan kepada rekan guru, yang bisa untuk dijadikan referensi dalam penyusunan
perangkat pembelajaran tahun ajaran baru. Melihat respon dari rekan guru yang ada disekolah sangatlah positif dan diterima dengan sangat baik dalam
melaksanakan diseminasi ini. Pengalaman lain yang saya dapatkan dalam persiapan pada saat menyiapkan segala berkas-berkas yang akan digunakan dalam
pelaksanakan diseminasi, menyusun jadwal dalam pelaksanaan, menyiapkan tempat yang digunakan dalam diseminasi dan mengkoordinasi segala pihak yang
berkaitan dengan berjalannya diseminasi mulai dari yang membantu bagian sarana prasarana, konsumsi, dokumentasi, dan instruktur yang membantu saya dalam
membuat video pembelajaran.
2. Menurut analisis, apakah penyusunan RTL dari suatu kegiatan perlu?
Sangat perlu karena RTL merupakan kegiatan berkelanjutan dari suatu kegiatan yang telah dilakukan untuk didiseminasikan kepada stake holders
MTsN Gresik dan guru/ teman sejawat, karena RTL merupakan langkah awal kita untuk mengajak teman guru / sejawat untuk bisa belajar tentang dunia
pendidikan guna meningkatkan keprofesionalannya karena sekarang ini dalam dunia pendidikan sudah sangat maju dengan pesat mulai dari penerapan dalam
Rencana Tindak Lanjut (RTL) ke-3 : Pembuatan Best Practices
Tabel 3 : Jadwal Kegiatan Pembuatan Video Pembelajaran
Rencana Kegiatan Waktu Tempat Kegiatan Pihak yang Terkait Keterangan
Koordinasi Persiapan Best Practice 17 Juli 2023 Ruang Guru WAKAMAD Pukul. 07.30-13.00
Guru/ Teman Sejawat
Pelaksanaan Best Practice 20 Juli 2023 Ruang Lab. Komputer Guru/ Teman Sejawat Pukul. 08.00 – 12.00
Peserta didik
Analisa Data 21 Juli 2023 Ruang Lab. Komputer Guru/ Teman Sejawat Pukul. 08.10 – 08.50
Peserta didik
Pembuatan Best Practice 22 Juli 2023 Ruang Lab. Komputer Guru/ Teman Sejawat Pukul. 09.00 – 15.00
Peserta didik
REFLECTION
1. Pengalaman apa yang diperoleh dalam mengembangkan RTL?
Dalam pengembangan RTL ini pengalaman yang saya peroleh adalah saya bisa berbagi ilmu dan pengalaman yang saya peroleh selama mengikuti
PPG daljab 2023 ini bisa bermanfaat bagi orang lain terutama kepada rekan guru yang ada disekolah saya. Dengan diadakan diseminasi ini bisa menambah
wawasan tentang penyusunan perangkat pembelajaran, pembuatan dan edit video praktik, serta penyusunan best practice atau pengalaman baik saya serta seluruh
rangkaian kegiatan selama saya mengikuti pelatihan PPG ini akan saya sampaikan kepada rekan guru, yang bisa untuk dijadikan referensi dalam penyusunan
perangkat pembelajaran tahun ajaran baru. Melihat respon dari rekan guru yang ada disekolah sangatlah positif dan diterima dengan sangat baik dalam
melaksanakan diseminasi ini. Pengalaman lain yang saya dapatkan dalam persiapan pada saat menyiapkan segala berkas-berkas yang akan digunakan dalam
pelaksanakan diseminasi, menyusun jadwal dalam pelaksanaan, menyiapkan tempat yang digunakan dalam diseminasi dan mengkoordinasi segala pihak yang
berkaitan dengan berjalannya diseminasi mulai dari yang membantu bagian sarana prasarana, konsumsi, dokumentasi, dan instruktur yang membantu saya dalam
membuat video pembelajaran.
2. Menurut analisis, apakah penyusunan RTL dari suatu kegiatan perlu?
Sangat perlu karena RTL merupakan kegiatan berkelanjutan dari suatu kegiatan yang telah dilakukan untuk didiseminasikan kepada stake holders
MTsN Gresik dan guru/ teman sejawat, karena RTL merupakan langkah awal kita untuk mengajak teman guru / sejawat untuk bisa belajar tentang dunia
pendidikan guna meningkatkan keprofesionalannya karena sekarang ini dalam dunia pendidikan sudah sangat maju dengan pesat mulai dari penerapan dalam
penyusunan perangkat pembelajaran mulai dari KURTILAS (Kurikulum Tiga Belas) ke KURMER (Kurikulum Merdeka), tentang media pembelajaran yang
kreatif dan inovatif, materi pembelajaran dengan adanya unsur TPACK, penyusunan soal-soal HOTS, serta variasi berbagai model pembelajaran, dll.
3. Apa hambatan yang dialami dalam kegiatan menyusun RTL?
Hambatan yang dialami dalam kegiatan menyusun RTL yaitu:
1. Menyesuaikan jadwal kegiatan sekolah agar semua pihak terkait diharapkan bisa hadir.
2. Masih adanya guru yang belum lancar penggunaan perangkat IT terutama yang hampir memasuki masa purna bakti sehingga perlu pendampingan
khusus dari guru yang lebih terampil penggunaan IT.
4. Apa yang dilakukan untuk mewujudkan keterlaksanaan RTL yang disusun?
1. Mengkoordinasikan dengan berbagai pihak, baik kepada kepala madrasah selaku pimpinan tertinggi dan penangung jawab untuk melaksanakan kegiatan
diseminasi.
2. Menyusun rencana yang baik dan matang sehinga pada pelaksanaannya sesuai dengan yang diharapkan.
EXTENSION
1. Rencana tindak lanjut (RTL) merupakan suatu rancangan sebagai keberlanjutan dari suatu program yang sudah diikuti untuk
mewujudkan mutu pendidikan sekolah menjadi lebih baik.
2. Rencana tindak lanjut (RTL) merupakan suatu rancangan sebagai keberlanjutan dari suatu program yang sudah diikuti untuk mengetahui
kekurangan-kekurangan guru dalam proses pembelajaran.
3. Rencana tindak lanjut (RTL) merupakan suatu rancangan sebagai keberlanjutan dari suatu program yang sudah diikuti untuk
meningkatkan kemampuan keprofesionalan guru.
penyusunan perangkat pembelajaran mulai dari KURTILAS (Kurikulum Tiga Belas) ke KURMER (Kurikulum Merdeka), tentang media pembelajaran yang
kreatif dan inovatif, materi pembelajaran dengan adanya unsur TPACK, penyusunan soal-soal HOTS, serta variasi berbagai model pembelajaran, dll.
3. Apa hambatan yang dialami dalam kegiatan menyusun RTL?
Hambatan yang dialami dalam kegiatan menyusun RTL yaitu:
1. Menyesuaikan jadwal kegiatan sekolah agar semua pihak terkait diharapkan bisa hadir.
2. Masih adanya guru yang belum lancar penggunaan perangkat IT terutama yang hampir memasuki masa purna bakti sehingga perlu pendampingan
khusus dari guru yang lebih terampil penggunaan IT.
4. Apa yang dilakukan untuk mewujudkan keterlaksanaan RTL yang disusun?
1. Mengkoordinasikan dengan berbagai pihak, baik kepada kepala madrasah selaku pimpinan tertinggi dan penangung jawab untuk melaksanakan kegiatan
diseminasi.
2. Menyusun rencana yang baik dan matang sehinga pada pelaksanaannya sesuai dengan yang diharapkan.
EXTENSION
1. Rencana tindak lanjut (RTL) merupakan suatu rancangan sebagai keberlanjutan dari suatu program yang sudah diikuti untuk
mewujudkan mutu pendidikan sekolah menjadi lebih baik.
2. Rencana tindak lanjut (RTL) merupakan suatu rancangan sebagai keberlanjutan dari suatu program yang sudah diikuti untuk mengetahui
kekurangan-kekurangan guru dalam proses pembelajaran.
3. Rencana tindak lanjut (RTL) merupakan suatu rancangan sebagai keberlanjutan dari suatu program yang sudah diikuti untuk
meningkatkan kemampuan keprofesionalan guru.