The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

perjalan jepang di Sumatra Utara

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Gita Veronika Sinaga Gita, 2024-01-22 19:58:49

MASUKNYA JEPANG DI SUMUT

perjalan jepang di Sumatra Utara

Keywords: PPT GITA04

Jepang MASA PENDUDUKAN Di Sumatra utara


Keberhasilan Jepang menghancurkan pangkalan laut Amerika di Pearl Harbour merupakan awal keterlibatan Jepang di Perang Dunia Kedua. Pecahnya Perang Dunia Kedua yaitu antara Jerman, Jepang dan Italia melawan Sekutu membawa pengaruh terhadap perubahan situasi negara-negara jajahan di asia. Hal ini dikarenakan pertempuran tidak hanya terjadi di Eropa saja melainkan diseluruh dunia, ini terbukti dengan pecahnya perang Asia-Pasifik atau Perang Asia Timur Raya. Dengan Pecahnya perang Asia-Pasifik ini Jepang sebagai lawan pihak sekutu di Asia bermaksud untuk menguasai negaranegara kawasan Asia-Pasifik, termasuk Indonesia. Langkah awal yang dilakukan oleh Pemerintahan Militer Jepang untuk menduduki wilayah Indonesia adalah dengan menyerang semenanjung Malaka ke arah Singapura kemudian serangan dilanjutkan ke arah Sumatera. la ta r b e lak a ng Pendudukan atas pulau Sumatera juga dimaksudkan oleh Jepang untuk dijadikan pangkalan pengawasan terhadap kapalkapal milik Sekutu di Samudera Hindia bagian barat, juga sebagai daerah pemasok bahan makanan, minyak bumi, serta tenaga manusia guna keperluan bantuan perang Pada masa pendudukan Jepang, Pulau Sumatera dibagi menjadi 10 karesidenan. Karesidenan Aceh, Sumatera Timur, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Jambi, Palembang, Bangka Belitung dan Lampung.


Jepang berpropaganda bahwa jepang adalah saudara tua yang membebaskan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda. Tetapi setelah mendapatkan Simpati dari bangsa Indonesia, mulailah dijalankan politik penjajahan yang sangat kejam. Pengerahan tenaga rakyat sebagai romusha, pemuda sebagai gyugun, heiho, seinendan, keibodan, wanita sebagai fujin kai dan penghibur, dan termasuk penyerahan hasil bumi, ternak, perhiasan dan kekayaan lainya. Menyerahnya Jepang maka di Indonesia terjadi kekosongan kekuasaan. Hal inimenyebabkan para pejuang kemerdekaan Indonesia untuk segera mengambil alih kekusaan. Maka pada tanggal 17 Agustus 1945 Soekarno membacakan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Setelah Proklamasi dibacakan oleh Soekarno-Hatta, Jepang terus berusaha agar berita proklamasi kemerdekaan tidak sampai kepelosok-pelosok tanah air. Hal ini dapat di buktikan dengan usaha Jepang mempersulit komunikasi yaitu dengan penyegelan radio-radio dan pemerintahan militer Jepang masih berkuasa di Indonesia. Hal ini yang menyebabkan berita kemerdekaan tidak menyebar secara menyeluruh di Indonesia. . Jepang berpropaganda bahwa jepang adalah saudara tua yang membebaskan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda. Tetapi setelah mendapatkan Simpati dari bangsa Indonesia, mulailah dijalankan politik penjajahan yang sangat kejam. Pengerahan tenaga rakyat sebagai romusha, pemuda sebagai gyugun, heiho, seinendan, keibodan, wanita sebagai fujin kai dan penghibur, dan termasuk penyerahan hasil bumi, ternak, perhiasan dan kekayaan lainya. Menyerahnya Jepang maka di Indonesia terjadi kekosongan kekuasaan. Hal inimenyebabkan para pejuang kemerdekaan Indonesia untuk segera mengambil alih kekusaan. Maka pada tanggal 17 Agustus 1945 Soekarno membacakan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Setelah Proklamasi dibacakan oleh Soekarno-Hatta, Jepang terus berusaha agar berita proklamasi kemerdekaan tidak sampai kepelosok-pelosok tanah air. Hal ini dapat di buktikan dengan usaha Jepang mempersulit komunikasi yaitu dengan penyegelan radio-radio dan pemerintahan militer Jepang masih berkuasa di Indonesia. Hal ini yang menyebabkan berita kemerdekaan tidak menyebar secara menyeluruh di Indonesia. .


Untuk tentara diambil dari bekas-bekas pemuda yang dilatih oleh Tentara Jepang. Untuk menyatukan para pemuda itu dibentuk organisasi-organisasi ke militeran, salah satu organisasi yang didirikan adalah Penjaga Keamanan Rakyat (PKR). Sedangkan untuk mendapatkan senjatanya diperoleh melalui pelucutan senjata milik tentara Jepang dan membuat senjata sendiri.Usaha-usaha yang pada mulanya bersifat perseorangan untuk merebut senjata tentara Jepang kemudian meningkat menjadi gerakan massa yang teratur untuk melucuti kesatuan-kesatuan tentara Jepang setempat. Kemudian gerakan itu lebih meningkat lagi dengan pengambilalihan kekuasaan sipil dan militer beserta alat-alat perlengkapannya, yang diikuti dengan gerakan menaikkan sang merah putih


ROMUSHA Romusha adalah istilah yang merujuk pada warga negara Indonesia yang dipaksa oleh pemerintah pendudukan Jepang untuk bekerja secara paksa dalam proyek infrastruktur. Mereka diperintahkan untuk membangun jalan, pelabuhan, landasan pacu, dan proyek konstruksi lainnya. Pengerahan romusha ini tercatat sebagai bagian kelam dari sejarah Indonesia, karena banyak korban tewas, hilang, dan cacat akibat kondisi kerja yang berat dan perlakuan yang tidak manusiawi. Kondisi kerja romusha di Sumatra Utara pada masa itu sangat berat dan penuh tantangan. Mereka dipaksa untuk bekerja dalam kondisi yang ekstrem, termasuk cuaca yang panas, medan yang sulit, dan kurangnya perlindungan dan perawatan kesehatan yang memadai. Mereka sering kali diperintahkan untuk melakukan pekerjaan fisik yang berat dan melelahkan, seperti membawa beban berat, menggali parit, dan membangun jalan.


Dampaknya terhadap romusha sangat besar. Mereka mengalami kelelahan fisik yang ekstrem, kelaparan, dehidrasi, dan kekurangan gizi. Banyak romusha yang sakit dan mengalami cedera serius akibat kecelakaan kerja atau perlakuan kasar dari penjaga Jepang. Beberapa bahkan kehilangan nyawa mereka dalam kondisi yang tidak manusiawi. Selain itu, romusha juga menghadapi tekanan psikologis yang berat. Mereka hidup dalam ketakutan, stres, dan trauma akibat perlakuan yang tidak manusiawi. Beban kerja yang berat dan kondisi hidup yang sulit juga membuat mereka rentan terhadap penyakit dan kondisi kesehatan yang serius. Dampak jangka panjang dari pengalaman sebagai romusha juga bisa meliputi trauma psikologis, gangguan kesehatan fisik, dan dampak sosial yang berkepanjangan. Banyak romusha yang mengalami kesulitan dalam memulihkan diri setelah masa kerja paksa mereka berakhir. Romusha di Sumatra Utara pada masa itu diperintahkan untuk melakukan berbagai jenis pekerjaan fisik yang berat dan melelahkan. Beberapa jenis pekerjaan yang harus dilakukan oleh romusha di Sumatra Utara antara lain: Pekerjaan-pekerjaan ini dilakukan dengan kondisi yang sangat sulit dan tanpa adanya perlindungan atau perawatan kesehatan yang memadai. Romusha menghadapi tekanan fisik dan psikologis yang besar dalam menjalankan tugas-tugas ini. 1.Membangun jalan 2.Membangun landasan pacu 3.Pekerjaan pertanian 4.Membangun pelabuhan Pekerjaan lainnya; seperti membersihkan area, mengangkut barang, dan melakukan tugas-tugas lain yang diperlukan oleh pemerintah pendudukan Jepang 5.


Dampak dari masa pendudukan Jepang di Sumatra A.Bidang Ekonomi antara lain: • Pembentukan barisan romusha dengan panitia pengarahan (romukyokai) di setiap daerah. • Pengerahan tenaga kerja dari sukarela menjadi paksaan. • Masyarakat wajib melakukan pekerjaan yang dinilai berguna bagi masyarakat luas. • Obyek vital dan alat-alat produksi dikuasai dan diawasi ketat oleh pemerintah Jepang B.Bidang pendidikan • Para pelajar wajib mempelajari bahasa Jepang. • Para pelajar harus mempelajari adat istiada Jepang, lagu kebangsaan Jepang Kimigayo, dan gerak badan sebelum pelajaran dimulai. • Bahasa Indonesia mulai digunakan sebagai bahasa pengantar di semua sekolah dan menjadi mata pelajaran wajib. • Perkembangan perguruan tinggi mengalami kemunduran, banyak perguruan tinggi yang ditutup pada 1943


C.Bidang Pemerintahan Kepemerintahan jepang di sumatera utara,Jepang mulai menduduki Sumatera Utara pada tahun 1942 selama Perang Dunia II.Pendudukan Jepang di wilayah ini merupakan bagian dari perluasan kekuasaan Jepang diAsia Tenggara selama perang. Berikut penjelasan lebih lengkap:Pada tahun 1942, Jepang secara militer menginvasi Indonesia yang saat itu masih menjadi jajahan kolonial Belanda. Hal ini terjadi karena Jepang ingin mengendalikan sumberdaya alam strategis di wilayah tersebut, terutamaminyakbumi,karet,dan logam-logamberharga, yang sangat dibutuhkan untuk mendukung upaya perang Jepang di Pasifik.


PENINGGALAN PADA MASA PENDUDUKAN JEPANG D.Bidang sosial budaya Beberapa akibat pendudukan Jepang bidang sosial budaya antara lain: 1. Kesulitan proses komunikasi antarpulau dan dunia luar karena semua saluran komunikasi dikendalikan Jepang. 2. Semua nama-nama kota yang menggunakan bahasa Belanda diganti Bahasa Indonesia seperti Batavia menjadi Jakarta dan Buitenzorg menjadi Bogor. 3. Kebijakan Kinrohoshi yaitu tradisi kerja bakti secara massal pada masa pendudukan Jepang. 4. Mendirikan pusat kebudayaan Keimin Bunka Shidoso pada 1 April 1943 untuk mengawasi karya para seniman agar tidak menyimpang dari tujuan Jepang. Beberapa peninggalannya yang teridentifikasi adalah Lubang Jepang di Batu Bara, Sungai Buatan di Deli Serdang, dan Benteng Jepang di Kota Medan


Gita veronika sinaga XI MIPA 4 SMAN 21 MEDAN


Hari Senin bersih bersih hari Jumat memungut kerang cukup sekian terimakasih mohon maaf jika ada yang kurang


Terimakasih


Click to View FlipBook Version