The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Buku ini ditulis sebagai upaya untuk mendukung program pemerintah untuk memecahkan masalah kesehatan reproduksi remaja terkait angka perkawinan anak yang tinggi di Indonesia. <br><br>Pendewasaan Usia Perkawinan Anak kami singkat menjadi &quot;PENAK&quot; dalam bahasa jawa “PENAK” berarti “nyaman”. Hal ini memiliki makna tersirat bahwa dengan adanya Pendewasaan Usia Perkawinan Anak dapat membuat nyaman “PENAK” berbagai pihak sehingga dapat mewujudkan generasi keluarga yang sehat dan berkualitas. Hal ini dapat terwujud membutuhkan upaya dan kerjasama dari berbagai pihak. Salah satunya adalah melalui penyusunan buku ini sebagai sumber informasi untuk para remaja dalam upaya mendewasakan usia perkawinan.<br><br>Semoga buku ini dapat memberikan manfaat masyarakat khususnya bagi remaja dalam upaya pendewasaan usia perkawinan anak dan dapat terwujud generasi sehat dan berkualitas. Tentu penulis sadari bahwa buku ini tidak luput dari kekurangan, oleh karena itu saran dan masukan dari berbagai pihak sangat diharapkan untuk penyempurnaan buku ini.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by AZIZAH NURLITASARI TAMBULANA, 2023-11-07 20:02:24

(PENAK) Pendewasaan Usia Perkawinan Anak

Buku ini ditulis sebagai upaya untuk mendukung program pemerintah untuk memecahkan masalah kesehatan reproduksi remaja terkait angka perkawinan anak yang tinggi di Indonesia. <br><br>Pendewasaan Usia Perkawinan Anak kami singkat menjadi &quot;PENAK&quot; dalam bahasa jawa “PENAK” berarti “nyaman”. Hal ini memiliki makna tersirat bahwa dengan adanya Pendewasaan Usia Perkawinan Anak dapat membuat nyaman “PENAK” berbagai pihak sehingga dapat mewujudkan generasi keluarga yang sehat dan berkualitas. Hal ini dapat terwujud membutuhkan upaya dan kerjasama dari berbagai pihak. Salah satunya adalah melalui penyusunan buku ini sebagai sumber informasi untuk para remaja dalam upaya mendewasakan usia perkawinan.<br><br>Semoga buku ini dapat memberikan manfaat masyarakat khususnya bagi remaja dalam upaya pendewasaan usia perkawinan anak dan dapat terwujud generasi sehat dan berkualitas. Tentu penulis sadari bahwa buku ini tidak luput dari kekurangan, oleh karena itu saran dan masukan dari berbagai pihak sangat diharapkan untuk penyempurnaan buku ini.

Keywords: KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA,ANAK,PERNIKAHAN DINI,PERKAWINAN ANAK,KESPRO,KESEHATAN REPRODUKSI,PACARAN,ANEMIA,PERDARAHAN,KEMATIAN IBU DAN BAYI,AKI,AKB,PUTUS SEKOLAH,PENDIDIKAN,KESEHATAN,MASALAH

Dosen Pengampu: Dr. Ismarwati, SKM, SST.,MPH Penulis: Azizah Nurlitasari Tambulana, A.Md. Keb ““PENAK”” Pendewasaan Usia Perkawinan Anak Pendewasaan Usia Perkawinan Anak


Daftar Pustaka Langkah-langkah Pencegahan Perkawinan Anak Tinjauan Islam Perkawinan Anak Daftar Isi Halaman Sampul i Daftar Isi kata Pengantar ii iii Pembahasan I Anak adalah... Program Pendewasaan Usia Perkawinan Anak 1 Regulasi Perkawinan Anak 3 4 Pembahasan 2 Dampak Perkawinan Anak Dari Sisi Fisik, Emosional, Sosial & Ekonomi Dampak Perkawinan Anak Terhadap Fisik/Kesehatan Pembahasan 3 Program Pendewasaan Usia Perkawinan Anak Tujuan Pendewasaan Usia Perkawinan 5 6 8 Dampak Perkawinan Anak Terhadap Emosional/Psikologi Dampak Perkawinan Anak Terhadap Sosial Dampak Perkawinan Anak Terhadap Ekonomi Pencegahan Perkawinan Anak Faktor Penyebab Perkawinan Anak 30 10 13 15 17 19 20 22 25 Ilustrasi dampak perkawinan anak Akhir Kata 29 28


Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya untuk menyelesaikan PENAK "Pendewasaan Usia Perkawinan Anak". Buku ini ditulis sebagai upaya untuk mendukung program pemerintah untuk memecahkan masalah kesehatan reproduksi remaja terkait angka perkawinan anak yang tinggi di Indonesia. Pendewasaan Usia Perkawinan Anak kami singkat menjadi "PENAK" dalam bahasa jawa “PENAK” berarti “ nyaman ”. Hal ini memiliki makna tersirat bahwa dengan adanya Pendewasaan Usia Perkawinan Anak dapat membuat nyaman “PENAK” berbagai pihak sehingga dapat mewujudkan generasi keluarga yang sehat dan berkualitas. Hal ini dapat terwujud membutuhkan upaya dan kerjasama dari berbagai pihak. Salah satunya adalah melalui penyusunan buku ini sebagai sumber informasi untuk para remaja dalam upaya mendewasakan usia perkawinan. Semoga buku ini dapat memberikan manfaat masyarakat khususnya bagi remaja dalam upaya pendewasaan usia perkawinan anak dan dapat terwujud generasi sehat dan berkualitas. Tentu penulis sadari bahwa buku ini tidak luput dari kekurangan, oleh karena itu saran dan masukan dari berbagai pihak sangat diharapkan untuk penyempurnaan buku ini. ii Kata Pengantar


PembahasanI Program Pendewasaan Usia Perkawinan Anak 1


Halo teman-teman semua! Semoga teman-teman dalam keadaan sehat dan bahagia Pada Bab I ini akan kita bahas bersama tentang program pendewasaan usia perkawinan anak. Apakah teman-teman semua sudah tahu apa itu pendewasaan usia perkawinan? berapa ya batasan minimal umur perkawinan menurut Undang-Undang? Program pendewasaan usia perkawinan Apa itu? Disimak ya! 2


"Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun, termasuk anak dalam kandungan." Menurut teman-teman kalian saat ini tergolong masih anak-anak, remaja, atau sudah dewasa ya? 3 ANAK adalah.... Sehingga sebagai ANAK memiliki yang dilindungi berbagai peraturan, teman-teman Hak-hak anak UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan ANAK


Regulasi Usia Pada Pasal 7 menyatakan “Perkawinan hanya dizinkan jika pihak laki-laki dan perempuan mencapai umur 19 (sembilan belas) tahun ” 2019 yang merupakan perubahan atas UU No. 1 tahun 1974 Telah Disahkan Undang-Undang No. 16 Tahun 2019 tentang PERKAWINAN PERKAWINAN 4


Pendewasaan usia perkawinan (PUP) adalah upaya untuk meningkatkan usia pada perkawinan pertama yaitu usia minimal 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki, dimana pada batasan usia ini dianggap sudah siap menghadapi kehidupan keluarga dari sisi kesehatan dan perkembangan emosional. Perkawinan ialah ikatan lahir bathin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. 5 PROGRAM Pendewasaan Usia Perkawinan Anak


Meningkatnya kualitas pengasuhan anak dan perubahan mendasar pada hubungan orangtua dan anak. Meningkatkan angka partisipasi sekolah & turunnya drop out sekolah -> kesempatan aktualisasi diri; Meningkatnya status kesehatan dan gizi ibu dan anak; Menurunkan resiko kematian ibu dan anak, mencegah stunting; Turunnya jumlah pekerja anak; Turunnya kekerasan terhadap anak; 6 Tujuan Pendewasaan usia perkawinan 1 2 3 4 5 6


Kesimpulan Program ““PENAK”” “Anak adalah belum berusia 18 tahun” UU Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak “Perkawinan dizinkan jika pihak laki-laki & perempuan mencapai umur 19 tahun” UU Nomor 16 Tahun 2019 Tentang Perkawinan Terwujudnya Pendewasaan Usia Perkawinan Anak membuat nyaman “PENAK” berbagai pihak. Untuk mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas perkawinan dilakukan usia 21 tahun untuk wanita & 25 tahun untuk laki-laki. 7


Pembahasan 2 RISIKO DAN DAMPAK PERKAWINAN ANAK RISIKO DAN DAMPAK PERKAWINAN ANAK


9 Halo teman-teman semua! Pada Pembahasan 1 teman-teman sudah mengetahui, Apa itu Pendewasaan Usia Perkawinan bukan? Masih ingat umur berapa sebaiknya seorang laki-laki dan perempuan menikah? Mengapa usia perkawinan perlu diatur dan disiapkan? Karena perkawinan anak memiliki risiko dan dampak baik bagi kesehatan secara fisik dan mental. Mari Disimak Ya!


1. DampakPerkawinan AnakTerhadap Tiap anak berhak mendapatkan standar kesehatan dan perawatan medis yang terbaik, air bersih, makanan bergizi, dan lingkungan tinggal yang bersih, aman dan punya akses pada informasi kesehatan. Pasal 24 Konvensi PBB Hak-Hak Anak UU Kesehatan Nomor 36 tahun 2009 memberikan batasan 20 tahun menikah Karena Hubungan seksual yang dilakukan pada usia dibawah 20 th beresiko terjadi kanker serviks dan penyakit menular seksual. FISIK/KESEHATAN 10


11 Saat persalinan Ibu hamil Remaja berisiko persalinan lama, ketuban pecah dini, ketidak seimbangan kepala bayi dengan lebar panggul, persalinan prematur, berat badan bayi lahir rendah dan perdarahan bahkan kematian pada ibu atau bayinya 1 Kondisi sel telur pada gadis dibawah 20 tahun, belum begitu sempurna, sehingga dikhawatirkan bayi yang dilahirkan mengalami cacat fisik Kehamilan usia remaja berisiko mengalami abortus, anemia, urang gizi, preeklamsi dan eklamsi (kejang) 2 3


Kesimpulan Kebutuhan Gizi pada Kehamilan usia anak membuat ibu dan janin saling berebut nutrisi dikarenakan ibu masih dalam masa pertumbuhan Kehamilan Usia Anak dapat menyebabkan berbagai komplikasi dan berisiko tinggi MENGANCAM JIWA IBU DAN BAYI 12


(kesehatan mental dan identitas anak, krisis percaya diri, Perkembangan emosi tidak berkembang, tidak berani mengambil keputusan, kesulitan memecahkan masalah, dan terganggunya memori) 2. DampakPerkawinan AnakTerhadap Psikologi/Emosional 13 Perkawinan Anak akan menimbulkan POLA ASUH SALAH KE ANAK, Anak belum siap dan mengerti tentang hubungan seks, Jika dipaksakan justru akan terjadi trauma psikis berkepanjangan dalam jiwa anak yang sulit disembuhkan. 1 2


Dengan usia yang belum matang, akan sering terjadi percekcokan dan tidak jarang berujung pada kekerasan fisik, verbal dan risiko terjadinya perceraian. 14 kehamilan usia anak rawan mengalami depresi setelah melahirkan (depresi postpartum) karena perubahan hormon, kelelahan, tekanan mental, dan merasa kurangnya bantuan ketika melahirkan. 3 4


memungkinkan keluarga baru ini menjadi BEBAN TANGGUNGAN dan TAMBAHAN MASALAH BARU bagi keluarga dan masyarakat sekitar. 15 3. DampakPerkawinan Anak Permasalahan keluarga/masyarakat karena perkawinan anak yang disebabkan karena perjodohan ataupun bukan perjodohan


Masalah sosial khususnya bagi pernikahan dini yang disebabkan karena kehamilan di luar nikah yang dianggap menjadi AIB bagi masyarakat sehingga berisiko akan menerima stigma dan diskriminasi serta sanksi sosial lain. 16


Perkawinan anak membuat putus pendidikan sehingga menghasilkan pekerja anak dengan upah rendah dan berdampak pada ketidakmapanan ekonomi atau kategori ekonomi lemah. 17 4. DampakPerkawinan Anak Perkawinan anak dapat memperbesar peluang terjadinya kemiskinan antargenerasi. Generasi dari keluarga miskin kemudian lahir keluarga dan masyarakat miskin baru. Kemiskinan Antargenerasi Putus Sekolah - Ekonomi lemah


18 Perkawinan anak menjadi masalah dan beban sosial dan ekonomi baru. Perkawinan anak bukanlah solusi kemiskinan namun justru memperbesar peluang kemiskinan antar generasi dan meningkatkan kekerasan dalam rumah tangga. Kesimpulan


Pembahasan 3 Pencegahan Perkawinan Anak Perkawinan Anak Siap Menikah Siap Fisik, Mental, Finansial, Spiritual


20 FAKTORPENYEBAB PERKAWINAN ANAK Perkawinan anak sebagian besar disebabkan karena rendahnya pengetahuan kesehatan reproduksi dan kurangnya informasi tentang kesiapan dan konsekuensi dari perkawinan. Kurang optimalnya kedekatan dan komunikasi orang tua dan anak khususnya terkait pendidikan sexsualitas dalam lingkup keluarga 1 2


Tingginya tekanan dari teman / lingkungan pergaulan yang mendukung perkawinan anak adalah solusi dari segala permasalahan sehingga mendekatkan remaja pada memiliki perilaku berisiko untuk terjadinya perkawinan anak. Kemiskinan Terbatasnya akses dan layanan Pendidikan Norma-norma masyarakat tentang perkawinan, misalnya perkawinan dibawah tangan (Nikah Siri) adalah hal yang normal untuk perkawinan anak 21 3 4 5 6


22 Dilakukan PENDEKATAN SOSIO-KULTURAL dibandingkan pendekatan secara legal. Regulasi yang ada masih memiliki celah pemberian DISPENSASI PERKAWINAN ANAK. Sehingga Pendidikan agama, moral, dan kontrol yang ketat dari berbagai pihak menjadi solusi penyebab utama perkawinan anak yaitu Kehamilan Tidak Diinginkan. LANGKAH-LANGKAH PENCEGAHAN PERKAWINAN ANAK 1 2 Keterlibatan berbagai pihak yaitu ORANG TUA, GURU, TOKOH MASYARAKAT, AGAMA, PARA AKADEMISI, DAN MEDIA MASSA masih sangat diperlukan untuk saling bekerja sama dan bergotong-royong mencegah perkawinan anak.


23 Perkawinan Anak Siap Menikah Siap Fisik, Mental, Finansial, Spiritual Peningkatan partisipasi sekolah harus menjadi prioritas utama. Pemberian akses pendidikan dan beasiswa yang mudah dan tepat sasaran. 3 4 Memberikan edukasi kepada remaja untuk tidak tergesa-gesa berpacaran di usia muda dengan melakukan kampanye yang gencar tentang bahaya pernikahan anak dengan melibatkan semua pihak.


24 5 6 Membuat program kegiatan yang positif untuk kaum muda. Adanya keterlibatan remaja/anak muda dalam berbagai kegiatan sesuai bakat dan minat anak. Pembentukan lembaga konsultasi psikologis bagi remaja yang berpacaran, remaja yang hamil di luar nikah, remaja yang sudah menikah, serta remaja perempuan korban kekerasan dalam rumah tangga.


25 TINJAUAN ISLAM PERKAWINAN ANAK “Wahai para pemuda, barang siapa yang telah mampu, hendaklah menikah, sebab dengan menikah itu akan lebih menundukkan pandangan dan akan lebih menjaga kehormatan. Kalau belum mampu, hendaklah berpuasa, sebab puasa akan menjadi perisai bagimu ” (HR. BUKHARI DAN MUSLIM)


26 Kata "mampu" tersebut bukan hanya kemampuan fisik (biologis) tetapi juga kesiapan ilmu, kesiapan harta/materi juga. Hadits tersebut juga mengindikasikan bahwa ketika seseorang secara batin belum mempunyai kemampuan atau kematangan, sebaiknya menunda pernikahan dengan memperbanyak melakukan ibadah puasa, karena puasa dapat mencegah pengumbaran nafsu birahi.


Upaya pencegahan Perkawinan Anak harus dilakukan baik oleh remaja itu sendiri, keluarga, guru, tokoh masyarakat, agama, para akademisi, dan media massa yang memiliki peranan penting. Kesimpulan Remaja harus memiliki keyakinan yang kuat, mempergunakan waktu untuk belajar dan berkegiatan yang bermanfaat guna menyiapkan masa depan dan menghindari bahaya perkawinan usia anak. 27


28 Pekerja Anak Upah Rendah AKIBAT PERKAWINAN ANAK EKONOMI KESEHATAN Psikologi dan lainnya SOSIAL Pola Asuh Salah ke Anak Identitas Anak Trauma Psikis berkepanjangan Baby Blues/Depresi Postpartum KDRT-> Perceraian 1. 2. 3. 4. 5. Kemiskinan Antar Generasi Putus sekolah Ibu Bayi/Anak Kematian Ibu Kanker servik Perdarahan Anemia 1. 2. 3. 4. 1.Kematian Bayi 2. Stunting 3. Cacat fisik Kehamilan diluar nikah AIB, Sanksi sosial, diskriminasi sebaiknya tidak dilaksanakan Ilustrasikenapaperkawinananak


Akhir Kata Halo teman-teman semua! Tidak terasa sudah sampai pada akhir pembahasan. Akhir kata penulis ingin menegaskan kembali bahwa: “Pendewasaan usia perkawinan anak menjadi solusi untuk mewujudkan tujuan dari pernikahan dengan jiwa dan raga yang matang.” Penulis yakin teman-teman semakin mengetahui pentingnya Pendewasaan Usia Perkawinan. Penulis berharap teman-teman dapat mengambil keputusan yang bijak dalam perencanaan perkawinan. 29


Daftar Pustaka 30 DP3AP DIY. 2021. Pendewasaan Usia Perkawinan /Pencegahan Perkawinan Anak melalui Peraturan Desa. Diakses melalui https://dp3ap2.jogjaprov.go.id/berita/ detail / 579 - pendewasaan-usia-perkawinanpencegahan-perkawinananak-melalui-peraturan-desa pada 30 oktober 2023. DP3AP2. (2021).Dewasa Dulu Baru Menikah. Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk DIY. Diakses melalui https://dp3ap2.jogjaprov.go.id/infromasi/download/187 Hasan, M. T., & Muntazar , J. A. (2023). Presepsi Masyrakat Terhadap Pernikahan Dini dalam Tinjauan Hukum. In Journal of Students Research in Family Law (Vol. 1, Issue 1). Jl Veteran, U., & Timur, J. (2022). Seksualitas dan Negara: Permasalahan Dispensasi Perkawinan Anak di Indonesia Sexuality and the State: Dispensation of Child Marriage in Indonesia. Jurnal MasalahMasalah Sosial |, 13(2), 2614– 5863. https://doi.org/10.46807/aspirasi.v13i2.2988 Hendra Wahyudi, T., Juwita Hayyuning Prastiwi, dan, Brawijaya The Prevention Of Child Marriage. https://www.unicef.org/indonsia/sites/unicef.org.indones iafiles/2020-06/NationalStrategy-on-Child-Marriage-Prev ention-2020.pdf Kementerian BPB/ Bappenas. 2020. National Strategy on Hoiri, A. (2021). Pernikahan Dini Dalam Tinjauan Hukum Islam dan Psikologi.chrome.extension://efaidnbmnnnibpcajpcglclefin dmkaj/http://digilib.uinkhas.ac.id/2973/1/MAKALAH%20P ERNIKAHAN%20DINI.pdf


31 Pernikahan Usia Dini di Kepulauan Selayar’, Perilaku dan Promosi Kesehatan: Indonesian Journal of Health Promotion and Behavior, 2(2), p. 1. doi: 10.47034/ppk.v2i2.4127. Ningsih, A. P. et al. (2020) ‘Analisis Sosial Budaya terkait Shehzad Noorani. 2018. Konvensi PBB untuk Hak-Hak Anak. Diakses melalui https://www.unicef.org/indonesia/id /konvensi-hak-anak-versi-anak-anak. 03 November 2023 United Nations Emergency Children’s Fund. Child marriage. https:/ /www.unicef.org/ rosa/whatwedo/childprotection/child-marriage. Published 2019 Yoanes Litha. 2022. Angka Perkawinan Anak di Indonesia Turun Jadi 9,23 Persen pada 2021 diakses melalui https://www.voaindonesia.com/a/angka-perkawinan-anak -di-indonesia-turun-jadi-9-23-persen-pada-2021-/6688135. html pada 27 oktober 2023 Niken, et al. (2022). BUKU SAKU Pendewasaan Usia Perkawinan Anak. Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. https://www.myedisi.com/p/7407-azizah-nurlitasaritambulana


““PENAK”” PENDEWASAAN USIA PERKAWINAN ANAK PROGRAM STUDI KEBIDANAN PROGRAM SARJANA DAN PENDIDIKAN PROFESI BIDAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS ‘AISYIYAH YOGYAKARTA TAHUN 2023


Click to View FlipBook Version