Dwi Mingguan MODUL 1.1 Filosofi Pemikiran KHD Journal REFLECTION AHMAD SOFYAN CGP A.10 Fasilitator : ROMIYATUN Pengajar Praktik : SARI MULYANI
Date : Sabtu, 30 Maret 2024 AHMAD SOFYAN CALON GURU PENGGERAK ANGKATAN 10 SDN RAGUNAN 05 PAGI JAK-SEL KELAS 10.64. BBGP DIY. ROMIYATUN Secara umum jurnal adalah sebuah tulisan yang dibuat oleh orang-orang yang ahli dalam suatu bidang. sementara itu, dalam kamus besar bahasa Indonesia kata ‘Refleksi” masuk dalam kategori kelas kata benda dan memiliki makna gerakan atau pantulan di luar kesadaran sebagai reaksi atas suatu hal atau kegiatan yang datang dari luar. Dengan demikian maka bisa dikatakan bahwa jurnal refleksi dwimingguan adalah sebuah tulisan tentang refleksi diri setelah mengikuti sebuah kegiatan pelatihan (upgrading skill) yang ditulis secara rutin setiap dua mingguan. Dan ini sudah menjadi kewajiban yang harus dilakukan oleh para Calon guru penggerak untuk membuatnya. Jadi penulis akan merefleksikan kegiatan-kegiatan yang sudah dilakukan, khususnya pada modul 1.1 tentang Pemahaman Ki Hajar Dewantara yang berpedoman pada model 4F (Fact, Feeling, Findings, dan Future).
FACT (Peristiwa) Secara bahasa fact bermakna fakta. Jadi pada sub bagian ini penulis akan menceritakan secara objektif tentang rangkaian peristiwa yang telah di alami selam dua minggu ini. Adapun beberapa rangkaian peristiwa yang penulis alami adalah : Penulis mendaftar guru penggerak pertama kali pada angkatan 9, namun belum ada nama penulis saat pengumuman lulus beredar pada tahap setelah wawancara, namun tetap optimis bahwa penulis bisa mendaftar lagi di angkatan 10 dan belajar dari kesalahan. Alhamdulillah lulus di angkatan 10 untuk bisa mengikuti pendidikan guru penggerak. Pada tanggal 10 Maret 2024 seluruh peserta di masukkan ke dalam grup masing-masing sesuai dengan fasilitator dan pengajar praktik yang sudah di tentukan. Alhamdulillah penulis mendapatkan kelas 10.64.BBGPDIY dengan fasilitator hebat ibu Romiyatun dan pengajar praktik ibu Sari Mulyani. Rangkaian guru penggerak angkatan 10 diawali dengan dikirimnya undangan untuk melanjutkan pelaksanaan program pendidikan guru penggerak. Sebelum pembukaan dan orientasi pada tanggal 15 Maret 2024 melalui media zoom dan youtobe secara daring,
FACT (Peristiwa) Agenda selanjutnya yaitu pre-test yang dilaksanakan secara melalui LMS di PMM dan di ikuti oleh seluruh calon peserta Program Pendidikan Guru Penggerak (PPGP). Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 15 Maret 2024. Setelah pre-test penulis membaca-baca modul 1.1 untuk dipahami sebelum memasuki aktivitas pembelajaran. Pada tanggal 18 Maret 2024 mulai aktivitas pembelajaran yaitu “mulai dari diri dan Eksplorasi konsep mandiri, kami sudah mulai mengerjakan tugas dengan mengisi LMS yang disediakan oleh penyelenggara Program Pendidikan Guru Penggerak (PPGP). Kegiatan ini penulis menjawab pertanyaan-pertanyaan refleksi kritis di antaranya : ’Apa yang ada Anda ketahui tentang pemikiran Ki Hajar Dewantara (KHD) mengenai pendidikan dan pengajaran? ’relevansi pemikiran KHD dengan konteks pendidikan Indonesia saat ini dan konteks pendidikan di sekolah Anda secara khusus? ’Apakah Anda merasa sudah melaksanakan pemikiran KHD dan memiliki kemerdekaan dalam menjalankan aktivitas sebagai guru? On the next day, penulis sudah mulai bergelut
FACT (Peristiwa) On the next day, penulis sudah mulai bergelut dengan materi 1.1.f Eksplorasi konsep. yakni konsep-konsep pemikiran Ki Hajar Dewantara. Penulis disajikan video, tulisan-tulisan dan juga manuskrip pidato KHD pada saat penganugerahan honoris causanya di Universitas Gajah Mada. Penulis membaca, memahami, dan menganalisis semua konsep-konsep pemikiran KHD khususnya dalam hal pendidikan. Kegiatan pendalaman materi ini juga merupakan sesi persiapan agar kita sudah cukup punya pemahaman untuk melaksanakan rangkaian kegiatan berikutnya. Rangkaian kegiatan selanjutnya adalah forum diskusi, pada kesempatan ini penulis mengikuti sesi diskusi seru dan bahagia sesama semua peserta calon guru penggerak angkatan 10 yang dipandu oleh ibu fasilitator hebat yakni ibu Romiyatun. Kami mendiskusikan tentang konsep pemikiran KHD yang sebelumnya penulis pelajari. Tepat pada hari rabu 20 maret 2024 penulis mengikuti kegiatan RuKol (Ruabg Kolaborasi. Sesi ini dijalankan dengan diskusi dalam kelompokkelompok kecil yaitu 4 orang tiap kelompoknya.
FACT (Peristiwa) Penulis berdiskusi mengenai implementasi nilai sosiokultural yang sejalan dengan pemikiran KHD. pada sesi ini penulis tergabung dalam kelompok 1 dan mengangkat tema ‘Budaya di daerah DKI Jakarta’ yaitu sepakat memilih permainan galasin (gobak sodor) salah satu budaya betawi yang terdapat nilai-nilai budaya dalam permainan tersebut. sementara dari kelompok 2 membahas tentang ‘Edisi Lebaran Betawi’ . Kelompok penulis diberikan tugas untuk berkolaborasi dengan rekan kelompok untuk memberikan ide atau pengalaman konteks sosiokultural yang dituangkan dalam bentuk bahan presentasi sehari sebelumnya untuk di presentasikan. Pada kesempatan ini, kami masing-masing antar kelompok saling mengkritisi, menanggapi dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan serta ide atau masukan. Dengan kegiatan kolaborasi ini kami menemukan apa-apa dan bagaimana kita akan bisa mengimplementasikan “budaya betawi’ ke dalam kelas pembelajaran kita.
FACT (Peristiwa) Selanjutnya tibalah hari sabtu, tanggal 23 Maret 2024 yang merupakan agenda dilaksanakanya Lokakarya Orientasi pertama mendapatkan penjelasan mengenai Program Guru Penggerak (PGP), mengenai LMS dan juga tatap muka secara langsung pertama kali dengan teman, keluarga baru di acara ini. Pada kesempatan ini, juga di hadiri oleh perwakilan dari BBGP DIY, beliau berpesan CGP angkatan 10 generasi berikutnya yang akan menjadi pemimpin pembelajaran masa depan. Ketika ingin membangun kebiasaan pada siswa, agar mereka juga memiliki pemikiran kritis, maka sebagai ing ngarsa sung tulodonya kita sebagai guru harus juga membaca buku. Selain itu juga kehadiran perwakilan dari kepala suku dinas Jakarta Selatan yang banyak memberikan motivasi kepada CGP angkatan 10. Sesi berikutnya dari kegiatan lokakarya ini di bersamai oleh para bapak ibu Pengajar Praktik hebat yang kebetulan mereka semua lulusan dari CGP angkatan 5 dan 7, dan kebetulan penulis dibawah bimbingan ibu Sari Mulyani, S.Pd. Kegiatan ini berlangsung sampai sore hari.
FACT (Peristiwa) Kami juga sangat asyik menikmati lokakarya dengan ibu Pengajar Praktik sampai tak terasa tiba waktunya selesai. pembahasan saat lokakarya yaitu Kesepakatan guru dan kepala sekolah, evaluasi diri dan rencana guru penggerak ke depannya. Selanjutnya yaitu menuntaskan tagihan-tagihan tugas LMS seperti : Tugas Demonstrasi kontekstual, Tugas elaborasi pemahaman dan aksi nyata, serta refleksii dua mingguan yang ini.
Feeling (Perasaan) Feeling secara harfiah bermakna perasaan, jadi selama kurang lebih dua minggu mengikuti program PGP ini banyak sekali yang penulis rasakan. Haru, senang, galau, bahagia, semua bercampur baur menjadi satu dan konvergen dengan keinginan dan tekad yang kuat untuk dapat menyelesaikan Program Guru Penggerak ini. Penulis jujur sangat antusias namun ada kekhawatiran, apakah penulis mampu mengikuti jadwal yang padat ini. Tetapi ternyata setelah dua minggu penulis lalui, penulis merasa senang karena bisa mengikuti dan mendapatkan banyak ilmu yang bermanfaat tentang filosofi Ki Hajar Dewantara dalam dunia pendidikan. Selain itu penulis merasa beruntung mendapat fasilitator yang baik yaitu Ibu Romiyatun. Beliau selalu mengingatkan kegiatan dan tugas yang harus dikerjakan. Dari keseluruhan rangkaian modul, penulis menyadari bahwa apa yang penulis miliki dan pahami tentang pendidikan masih sangat jauh dari apa yang diharapkan yang sesuai dengan tujuan konsep pemikiran Ki Hajar Dewantara. KHD menerangkan kita harus memanusiakan manusia, menuntun murid dapat bertumbuh dan berkembang sesuai kodratnya (kodrat alam dan kodrat zaman)
Finding (Pembalajaran) Banyak pembelajaran yang penulis dapatkan dalam pendidikan guru penggerak terutama dalam memahami filosofi Ki hajar Dewantara yang penulis dapat terapkan di kelas. Pemikiran Ki Hajar Dewantara mengatakan bahwa tugas guru adalah menuntun anak sesuai dengan kodratnya yaitu kodrat alam dan kodrat zaman sehingga anak dapat hidup secara mandiri dan memiliki budi pekerti yang luhur. Selain itu Ki Hajar Dewantara mengatakan bahwa pendidikan harus menghamba pada murid artinya pembelajaran harus berpihak pada murid, serta guru harus mampu menerapkan semboyan yang fenomenal adalah reaktualisasi konsep “Ing ngarsa sung tuladha, Ing madya mangun karsa, dan Tut wuri handayani” yang memiliki makna di depan atau sebagai guru mampu memberikan contoh dan teladan yang baik, di tengah-tengah murid mampu membangun kehendak, keinginan, dan atau ide, serta di belakang mereka (para murid) maka kita bisa memberikan tenag dan dorongan kepada kemajuan mereka
Future (Penerapan) Dalam bahasa inggris future bermakna masa yang akan datang. jadi ini terkait planning atau rencana kedepan bagaimana supaya lebih baik dengan berpijak pada pengalaman-pengalaman dan hasil refleksi ini. Kedepannya penulis akan : Student centered Pembelajaran yang menempatkan murid sebagai pusat dari proses belajar mengajar, sehingga akan mengembangkan minat, motivasi, dan kemampuan individu menjadi lebih aktif, kreatif, dan inovatif serta bertanggung jawab terhadap proses belajarnya sendiri. Menggunakan model dan media pembelajaran yang inovatif Guru hendaknya terus meningkatkan profesionalisme dengan menggunakan model dan media pembelajaran yang inovatif untuk menarik dan meningkatkan kemampuan murid dengan cara menemukan pengetahuannya sendiri. Mengembangkan bakat minat murid setiap anak ‘unik’ dengan bakat dan potensinya. Tujuan mengembangkan bakat dan minat adalah menyediakan lingkungan yang memungkinkan individu untuk mengembangkan minat bakat secara optimal dan sesuai dengan kebutuhan kepribadian dan kebutuhan manusia
DOKUMENTASI DUA MINGGU TERIMA KASIH SALAM GURU PENGGERAK