The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

RESUME MATERI 5 DAN 6 MIFTAHUNNISA D. DJAFAR

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by miftahunnisad.djafar01, 2021-04-05 01:32:20

RESUME MATERI 5 DAN 6 MIFTAHUNNISA D. DJAFAR

RESUME MATERI 5 DAN 6 MIFTAHUNNISA D. DJAFAR

“ RESUME KELOMPOK 5 DAN 6
DAN SOAL JAWAB “

DOSEN PENGAMPUH : Ibu Siti Choirul Dwi Astuti, M. Tr. Keb
ASUHAN PRE OPERASI DAN PASCA OPERASI

DISUSUN OLEH :

NAMA : MIFTAHUNNISA D.DJAFAR
NIM : 751540120052

PRODI D-III KEBIDANAN
JURUSAN KEBIDANAN
POLTEKKES KEMENKES GORONTALO
TAHUN AJARAN 2021

SOAL JAWAB KELOMPOK 5

ASUHAN PRE OPERASI

1. Penanya : Meilia Septi Nur Rohmah

Pertanyaan : Bagaimana cara mengatasi dan mempersiapkan

mental jika pasien tidak siap atau labil? dijelaskan

Menjawab : Cindriwati Rahman

Jawaban :

dapat dilakukan dengan memberikan informasi, gambaran,
penjelasan, dan memberikan kesempatan bertanya kepada pasien
tentang prosedur operasi dengan tujuan agar mengurangi
kecemasan pasien. Juga menjelaskan apabila pesiapan tidak
dilakukan dengan baik maka akan menimbulkan kecemasan dan
ketakutan yang akan berpengaruh terhadap kondisi fisiknya.

2. Penanya : Ni Luh Sulistiani

Pertanyaan : Apa bisa mengatasi cemas menjelang operasi

dengan obat penenang?

Menjawab : Mutiansi Harun

Jawaban :

Bisa, karena asien yang mengalami cemas yang berlebihan biasanya

harus diberikan obat penenang. Memang, tidak ada ketentuan khusus

mana obat yang dapat mengatasi cemas sebelum operasi, namun

obat jenis benzodiazepine adalah obat yang sering digunakan. Obat

benzodiazepine akan membuat pasien menjadi rileks dan dapat tidur

dengan nyaman di malam sebelum hari operasi.

3. Penanya : Yuni Agustriani

Pertanyaan : Tadi pemateri kalian menjelaskan bahwa pasien

yang akan menjalani operasi sangat perlu perlu diperhatikan dalam

mengatasi kecemasan yang dialami. Nah pertanyaan saya, jika

pasien mengalami kecemasan secara terus menerus apakah akan
menghambat jalannya operasi? Dan bagaimana jika sudah melewati
waktu lahirnya, apakah tidak akan berdampak pada bayinya?jelaskan
Menjawab : Nurmila E. Yasin
Jawaban :
Ya, akan menghambat jalannya operasi. Jadi kita harus memahami
dengan memahami bagaimana cara memberikan laporan secara tepat
dan juga memberikan informasi yang adekuat pada klien yang akan
dilakukan tindakan pembedahan umumnya mampu mengurangi
tindakan yang dirasakan klien. Lalu untuk dampak bayi yaitu
meningkatkan risiko persalinan prematur karena peningkatan
hormon stres pada ibu, dan juga meningkatkan risiko bayi terlahir
dengan berat badan lahir rendah karena emosi dari ibu yang sulit
terkontrol

RESUME KELOMPOK 5
ASUHAN PRE OPERASI

A. Difinisi Pre Operasi
Pre operasi merupakan tahap awal dari keperawatan perioperatif,
dimana kesuksesan tindakan pembedahan secara keseluruhan
bergantung pada fase ini (Mirianti, 2011).
Persiapan operasi dilakukan terhadap pasien dimulai sejak pasien
masuk ke ruang perawatan sampai saat pasien berada di kamar
operasi sebelum tindakan pembedahan dilakukan. Pasien yang akan
menjalani operasi sangat perlu diperhatikan dalam mengatasi
kecemasan yang dialami.

B. Persiapan yang diperlukan pada saat tahap pre operasi yaitu :
1. Persiapan Mental
Persiapan mental merupakan hal yang tidak kalah pentingnya
dalam proses persiapan operasi karena mental pasien yang tidak
siap atau labil dapat berpengaruh terhadap kondisi fisiknya.
2. Persiapan Fisik
Berbagai persiapan fisik yang harus dilakukan terhadap pasien
sebelum operasi antara lain :
a. Status kesehatan fisik secara umum
b. Status nutrisi
c. Keseimbangan cairan dan elektrolit
d. Kebersihan lambung dan kolon

e. Pencukuran daerah operasi

f. Personal Hygine

g. Pengosongan kandung kemih

h. Latihan Pra Operasi

i. Pemeriksaan Penunjang

3. Persiapan Penunjang
a. Persiapan penunjang merupakan bagian yang tidak dapat
dipisahkan
b. dari tindakan pembedahan. Tanpa adanya hasil pemeriksaan
penunjang,maka dokter bedah tidak meungkin bisa
menentukan tindakan operasi
c. yang harus dilakukan pada pasien.
d. Sebelum dokter mengambil keputusan untuk melakukan
operasi pada
e. pasien, dokter melakukan berbagai pemeriksaan terkait
dengan keluhan penyakit pasien sehingga dokter bisa
menyimpulkan penyakit yang
f. diderita pasien. Setelah dokter bedah memutuskan untuk
dilakukan
g. operasi maka dokter anstesi berperan untuk menentukan
apakan kondisi pasien layak menjalani operasi atau tidak.

4. Persiapan Keluarga
a. Kehadiran dan keterlibatan keluarga sangat mendukung
b. persiapan mental pasien. Keluarga hanya perlu mendampingi
pasien
c. sebelum operasi, memberikan doa dan dukungan pasien
dengan

d. kata-kata yang menenangkan hati pasien dan mempersiapkan
diri

e. pasien untuk menjalani operasi. Keluarga pasien yang akan
dilakukan prosedur operasi wajib bertanggung jawab
membaca dan

f. menandatangani surat ijin operasi.

SOAL JAWAB KELOMPOK 6

ASUHAN PASCA OPERASI

1. Penanya : Ditya Kasim
Menjawab : Fatmawati Humolungo

jelaskan faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi tingkat
kecemasan ibu yang akan menghadapi operasi?

Jawaban:

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kecemasan pasien antara lain:

a. Faktor-faktor intrinsik, antara lain:
1) Usia Gangguan kecemasan dapat terjadi pada semua usia,
lebih sering pada usia dewasa dan lebih banyak pada wanita.
Sebagian besar kecemasan terjadi pada umur 21-45 tahun.
2) Paritas Paritas dapat mempengaruhi kecemasan, karena
terkait dengan aspek psikologis. Pada ibu yang baru pertama
kali melahirkan,belum ada bayangan mengenai apa yang akan
terjadi saat bersalin dan ketakutan karena sering mendengar
cerita mengerikan dari teman atau kerabat tentang pengalaman
saat melahirkan seperti sang ibu atau bayi meninggal dan ini
akan mempengaruhi mindset ibu mengenai proses persalinan
yang menakutkan .
3) Pengalaman pasien menjalani pengobatan Pengalaman awal
pasien dalam pengobatan merupakan bagian penting dan bahkan
sangat menentukan bagi kondisi mental individu di kemudian
hari.

b. Faktor-faktor ekstrinsik, antara lain:
1) Kondisi medis (diagnosis penyakit) Terjadinya gejala
kecemasan yang berhubungan dengan kondisi medis sering
ditemukan walaupun insidensi gangguan bervariasi untuk

masing-masing kondisi medis, misalnya: pada pasien sesuai
hasil pemeriksaan akan mendapatkan diagnosa pembedahan, hal
ini akan mempengaruhi tingkat kecemasan klien. Sebaliknya
pada pasien yang dengan diagnosa baik tidak terlalu
mempengaruhi tingkat kecemasan.
2) Tingkat pendidikan Pendidikan bagi setiap orang memiliki
arti masing-masing. Pendidikan pada umumnya berguna dalam
merubah pola pikir, pola bertingkah laku dan pola pengambilan
keputusan. Tingkat pendidikan yang cukup akan lebih mudah
dalam mengidentifikasi stresor dalam diri sendiri maupun dari
luar dirinya. Tingkat pendidikan juga mempengaruhi kesadaran
dan pemahaman terhadap stimulus.
3) Pekerjaan Pekerjaan responden dapat mempengaruhi
kecemasannya dalam menjalani operasi, hal ini disebabkan
karena responden yang tidak bekerja merasa menjadi beban
tangungan keluarga, dan merasa cemas kerena tidak dapat
langsung melakukan aktivitas pekerjaannya (Ahsan, Lestari,
Sriati, 2017).
4) Proses adaptasi Tingkat adaptasi manusia dipengaruhi oleh
stimulus internal dan eksternal yang dihadapi individu dan
membutuhkan respon perilaku yang terus menerus. Proses
adaptasi sering menstimulasi individu untuk mendapatkan
bantuan dari
5) Jenis tindakan Klien yang akan menjalani pembedahan
mungkin merasa khawatir atau gelisah. Sebagian mereka merasa
takut akan merasa nyeri. Beberapa khawatir akan kehilangan
kesadaran, beberapa lainnya takut mereka akan meninggal
(Rosdahl dan Kowalski, 2014).
6) Komunikasi terapeutik

Komunikasi sangat dibutuhkan baik bagi perawat maupun
pasien. Terlebih bagi pasien yang akan menjalani pembedahan.
Hampir sebagian besar pasien yang menjalani pembedahan
mengalami kecemasan. Pasien sangat mem butuhkan penjelasan
yang baik dari perawat. Klien perlu membicarakan perasaan
mereka, untuk mendapatkan pendidikan kesehatan pre operasi
yang memadai, dan untuk mengetahui bahwa mereka penting
sebagai individu.

2. Penanya : Siti Nuraina Tuliabu

Menjawab : Cindy Anantasia Dano

sudah dijelaskn pada asuhan ibu post seksio sesaria (SC) di hari

ketiga pada tahap ini ibu sangat rentan terhadap infeksi akibat

perlukaan karena persalinan.nah yang ingin saya tanyakan infeksi

seperti apa yang terjadi akibat luka pada persalinan

Jawaban :
Infeksi luka yang terjadi pasca operasi caesar dapat menyebabkan
hal yang berbahaya. Hal tersebut dapat terjadi ketika bakteri masuk
ke luka sayatan yang terjadi. Sekitar 3 hingga 15 persen wanita yang
mengalami operasi caesar mengalami infeksi ini. Gangguan ini juga
dapat menyebabkan komplikasi.salah satu komplikasi yang
berhubungan dengan infeksi pada operasi caesar yaitu
Osteomielitis,adalah salah satu infeksi yang dapat terjadi pasca
operasi caesar dilakukan. Gangguan ini terjadi ketika infeksi dan
peradangan pada tulang atau sumsum tulang. Penyakit ini terjadi
ketika infeksi tersebut masuk ke aliran darah. Gejala dari gangguan
ini dapat menyebabkan kejang otot pada area yang radang.

3. Penanya : Rahmayani Ajiji
Menjawab : Miftahunnisa D. Djafar

Kenapa ibu yang direncanakan permainannya melalui SC tidak bisa
bisa melakukan persalinan normal! Bisa jelaskan komplikasi apa yg
akan terjadi jika ibu memaksa untuk melakukan persalinan normal?

Jawaban :
Proses lahiran normal yang dipaksakan dapat menyebabkan bahaya
fatal pada ibu atau pun bayi. Untuk bumil, melahirkan secara normal
dapat menyebabkan kulit dan jaringan di sekitar vagina meregang
hingga robek. Jika peregangan dan robek pada vagina parah, maka
perlu dijahit. Ini bisa menyebabkan tubuh ibu jadi lemah dalam
mengontrol fungsi otot urin atau ususnya cedera panggul saat
melahirkan normal. Lalu, melahirkan normal yang dipaksakan bisa
menyebabkan bahaya fatal pada bayi. Ibu harus mengejan dalam
waktu yang lama. Namun, bayi tak kunjung keluar. Misalnya,
mengakibatkan kulit kepala memar atau tulang selangka ibu patah
karena si kecil berusaha keluar dari rahim. Bayi yang terlalu lama di
perut ibu yang mengejan juga dapat berisiko kekurangan napas dan
meninggal di dalam kandungan.

RESUME KELOMPOK 6
ASUHAN PASCA OPERASI
A. Asuhan Pada Ibu Post Seksio Sesaria (SC)
Seksio Sesarea (SC) adalah proses persalinan dengan
melaluipembedahan di mana irisan dilakukan di perut ibu
(laparatomi) dan rahim(histerektomi) untuk mengeluarkan bayi.
Seksio Sesarea umumnya dilakukan ketika proses persalinan
normal melalui vagina tidak memungkinkan karenaberesiko
kepada komplikasi medis lainya.
Perawatan pasca bedah :
1. Hari pertama
a. Lochea : lochea berwarna merah kehitaman : lochea
lubra
b. Rawat luka
c. Latihan mobilisasi miring kanan,miring kiri
d. Pemeriksaan TTV, Jumlah urin,pendarahan pasca bedah
/ operasi.
2. Hari kedua
a. Pemeriksaan TTV
b. Rawat luka
c. Pemeriksaan lochea lubra,berwarna merah kehitaman
d. Latihan mobilisasi
e. berdiri,berjalan sedikit demi sedikit

3. Hari ketiga

a. Pemeriksaan TTV

b. Rawat luka

c. Pemeriksaan lochea lubra,berwarna merah kehitaman

d. Latihan mobilisasi berdiri,berjalan-jalan

Setelah pasca operasi, ada hal-hal yang perlu diperhatikan
karena pada tahap ini ibu sangat rentang terhadap infeksi
akibat perlukaan karena persalinan.

1) Pemberian cairan intravena. Kebutuhan cairan
intravena, termasuk darah selama dan setelah seksio
sangat bervariasi.

2) Ruang pemulihan. Di ruang pemulihan, jumlah
perdarahan dari vagina harus dipantau dengan ketat, dan
fundus harus sering diperiksa dengan palpasi, dengan
palpasi untuk memastikan bahwa uterus tetap
berkontraksi kuat.

3) Pemberian analgesik (Anti nyeri). Untuk ibu dengan
ukuran tubuh rata-rata,diberikan meperidin 75 mg, atau
morfin 10 mg secara intramuskulus sampai sesering tiap
3 jam untuk menghilangkan rasa nyaman.

4) Tanda Vital. Tekanan darah, nadi, jumlah urin, dan
fundus uteri diperiksa paling tidak setiap jam selama 4
jam. Setiap kelainan dilaporkan.

5) Terapi Cairan Dan Makanan. Secara umum, 3 liter
cairan, termasuk Ringer Laktat seyogianya adekuat
untuk pembedahan dan 24 jam pertama sesudahnya.

6) Kandung Kemih Dan Usus. Kateter umunya dapat
dilepas dari kandung kemih 12 jam setelah operasi atau,
yang lebih menyenangkan, pagi hari setelah operasi.

7) Ambulasi. Umumnya, sehari setelah pembedahan,
pasien harus turun sebentar dari tempat tidur dengan
bantuan paling tidak dua kali.

8) Pemeriksaan Laboratorium. Hematokrit secara rutin
diukur pada pagi hari setelah pembedahan.

9) Perawatan Payudara. Menyusui dapat dimulai sehari
setelah pembedahan.

10) Pemulangan Dari Rumah Sakit. Ibu dapat dipulangkan
dengan aman pada hari keempat atau kelima pasca
persalinan, kecuali jika terjadi penyulit selama Masa
Nifas.

11) Pemberian Antimikroba Profilaksis. Suatu Penelitian
mengevaluasi intervensi terapi pada kelompok
perempuan nulipara beresiko tinggi yang menjalani
seksio sesarea akibat disproporsi sefalopelvik.

B. Asuhan Ibu Pada Masa Nifas dengan Post Seksio Sesaria (SC)

Setelah pasca persalinan, ibu tidak boleh ditinggalkan begitu
saja,Sebagai bidan perlunya memberikan beberapa asuhan
lanjutan dirumah untuk memastikan ibu dan bayinya sehat.

Beberapa hal yang akan dilakukan dalam memberikan asuhan
kebidanan pada Masa Nifas dengan Post Seksio Sesarea (SC),
yaitu :

1. Memeriksa Tanda-tanda vital

2. Membersihkan badan ibu dan merawat luka jahitan

3. Memberikan penyuluhan mengenai pola makanan yang
sehat dan memperbanyak mengkonsumsi sayur dan buah-
buahan.

4. Istrahat. Istirahat yang cukup banyak memberikan manfaat
bagi ibu setelah menghadapi ketegangan dan kelelahan saat
melahirkan.

5. Perhatikan gejala infeksi Pada Ibu. Suhu tubuh ibu yang
baru melahirkan biasanya ggi dari pada suhu normal,
khususnya jika cuaca saat itu sangat panas.


Click to View FlipBook Version