RESUME MATERI
NAMA : FERNIYANI MAIYO
NIM : 751540120043
KELAS : IB DIII KEBIDANAN
DOSEN PENGAJAR : SITI CHOIRUL DWI ASTUTI, M,TR.KEB
A. Resume Materi Kelompok 1
1. Pengertian Asfiksia Neonatorum
Asfiksia neonatorum merupakan suatu kondisi di mana bayi tidak
dapat bernapas secara spontan dan teratur segera setelah lahir.
2. Faktor Asfiksia Neonatorum
Asfiksia neonatorum dapat disebabkan oleh beberapa faktor, di
antaranya adalah adanya :
a. penyakit pada ibu sewaktu hamil seperti hipertensi, gangguan
atau penyakit paru, dan gangguan kontraksi uterus;
b. pada ibu yang kehamilannya berisiko;
c. faktor plasenta, seperti janin dengan solusio plasenta;
d. faktor janin itu sendiri, seperti terjadi kelainan pada tali
pusat, seperti tali pusat menumbung atau melilit pada leher
atau juga kompresi tali pusat antara janin dan jalan lahir;
e. faktor persalinan seperti partus lama atau partus dengan
tindakan tertentu.
3. Klasifikasi Asfiksia Neonatorum
Asfiksia diklasifikasikan menjadi 4 yaitu : asfiksia berat dengan
nilai APGAR 0-3, asfiksia ringan dengan nilai APGAR 4-6, bayi
normal atau sedikit asfiksia dengan nilai APGAR 7-9, bayi normal
dengan nilai APGAR 10.
A Appereace (warna kulit)
P Pulse (frekuensi jantung)
G Grimace (kemampuan refleks)
A Activity (tutonus otot)
R Respirasion (Usaha bernapas).
4. Penatalaksanaan Asfiksia Neonatorum
Penatalaksanaan asfiksia neonatorum sebaiknya sebagai berikut:
a. pada pelayanan primer direkomendasikan ketersediaan alat-
alat/bahan resusitasi berupa oksigen, balon mengembang
sendiri, sungkup oksigen, penghangat, pipa orogastrik, kateter
penghisap, kateter umbilikal dan obat-obat resusitasi seperti
cairan kristaloid dan epinefrin.
b. pada pelayanan sekunder direkomendasikan ketersediaan
alat-alat/bahan resusitasi sesuai dengan tingkat pelayanan
dasar ditambah obat-obatan koloid, dekstrosa, natrium
bikarbonat, nalokson dan antibiotika, serta alat kesehatan
berupa pulse oksimeter, infant warmer, blender oksigen,
laringoskop, selang endotrakeal, dan Neopuff.
c. Pada pelayanan tersier direkomendasikan ketersediaan alat-
alat/bahan resusitasi sesuai dengan tingkat pelayanan
sekunder ditambah continuous positive arway pressure (CPAP).
SOAL TANYA JAWAB KELOMPOK 1
1. Pertanyaan dari : Miftahunnisa D. Djafar
Yang menjawab : Nur indah Wartabone
Assalamualaikum warramatullahi wabarakatuh, saya
miftahunnisa djafar dari kel 6 ingin bertanya kepada kel 1
yaitu, jika bayi mengalami Asfiksia penanganan / pengobatan
seperti apa yang diberikan dan berapa lama bayi tersebut
harus menjalani pengobatan tersebut, terimakasih
Jawaban :
Terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan kepada
saya. Langsung saja jawabannya Asfksia yang terjadi pada
bayi harus segera di tangani dengan melakukan teknik
muscle pumping . Teknik muscle pumping merupakan salah
satu tindakan untuk meningkatkan aliran balik darah vena
menuju ke jantung, yaitu untuk mengalirkan darah yang
berada di ekstremitas inferior bayi menuju ke atrium kanan
sehingga terjadi sirkulasi darah yang teratur, maka
berpengaruh terhadap antibiotik pernafasan.Teknik muscle
pumping dapat digambarkan dengan cara menggerakan
kedua kaki bayi, posisi kedua lutut dilipat menuju kearah
dada bayi. Sloane (2003) menjelaskan bahwa curah jantung
adalah volume darah yang dikeluarkan oleh kedua ventrikel
per menit, dan hal ini di pengaruhi antibiotik sirkulasi yang
merupakan penghubung antara lingkungan eksternal dan
lingkungan cairan internal tubuh. Sistem ini membawa
nutrisi ke semua sel, jaringan, organ, serta membawa produk
akhir antibiotik keluar. Melalui teknik muscle pumping
mampu meningkatkan curah jantung dan aliran balik vena ke
jantung.
2. Pertanyaan dari : meilia septi nur rohmah
Yang menjawab : avia dwi ananda
baik terima kasih, pertanyaan saya bagaimana cara kita
sebagai bidan untuk mencegah bayi yang baru lahir agar
tidak menderita asfiksia ?
Jawaban :
baik terima kasih kepada moderator, saya akan menjawab
pertanyaan dari meilia, langsung saja jawabannya,
Penggunaan alat bantu pernapasan untuk mengalirkan udara
ke paru-paru bayi. Sebagian bayi mungkin akan
membutuhkan tambahan gas nitric oxide melalui tabung
pernapasan. Pemberian obat-obatan untuk mengendalikan
tekanan darah dan meredakan kejang apabila terjadi.
3. Pertanyaan dari : yeni eka musdalifah
Yang menjawab : Divya sarapang
Langsung saja pertanyaan saya mengapa keadaan ibu
merupakan faktor penyebab asfiksia ? dan bagaimana
tindakan bidan jika terjadi asfiksia berat pada bayi ?
Jawaban :
baik terimakasih kepada moderator saya akan menjawab
pertanyaan dari yeni musdalifah, Faktor yang menyebabkan
asfiksia antara lain keadaan ibu, ntibi keadaan bayi, aktor
plasenta dan persalinan. Berdaasarkan hasil penelitian yang
dilakukan, angka kejadian asfiksia yang disebabkan oleh
penyakit ibu di antaranya preeklamsia dan eklamsia sebesar
(24%), anemia (10%), infeksi berat (11%), sedangkan pada
persalinan meliputi partus lama atau macet sebesar (2,8-
4,9%), persalinan dengan penyulit (seperti letak sungsang,
kembar, distosia bahu, vakum ekstraksi, forsep) sebesar (3-
4%). Berdasarkan data tersebut mengenai jenis persalinan
bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara jenis
persalinan spontan dan tidak spontan dengan kejadian
asfiksia. Seringkali bayi yang baru lahir tidak dapat
diantisipasi akan mengalami kesulitan dalam bernafas,
sehingga akibatlebih lanjut ini dapat menyebabkan epilepsi
dan keterbelakangan mental.
Penanganan bidan yang terjadi asfksia berat:
Kesulitan Bernafas Berat:
a. Pasang slang lambung untuk mengosongkan lambung dari
udara dan sekresi.
b. Atasi sepsis
c. Pantau dan catat frekuensi pernapasan bayi, adanya
starikan dinding dada ke dalam atau grunting saat
ekspirasi, dan episode apnea setiap tiga jam sampai bayi
tidak lagi memerlukan oksigen dan selama 24 jam
kemudian.
d. Pantau respons bayi terhadap oksigen.
e. Saat bayi mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan:
1) Berikan perasaan ASI melalui slang lambung.
2) Saat oksegen tidak lagi dibutuhkan, izinkan bayi mulai
menyusu. Jika bayi tidak dapat menyusu, berikan
perasaan ASI dengan menggunakan metode
pemberian makan alternatif dan segera rujuk bayi ke
rumah sakit tersier atau pusat spesialis yang mampu
membantu ventilasi, jika memunginkan.
B. Resume Materi Kelompok 2
A. Pengertian Apgar Skor
Apgar score adalah saran untuk menilai kondisi bayi Anda di
menit pertama setelah bayi lahir. Ada lima parameter mudah
untuk menilai kondisi bayi secara umum. Skor ini digunakan
oleh dokter untuk menentukan tindakan apa yang perlu
dilakukan begitu bayi Anda lahir. Apgar score meliputi
sebagai berikut :
1. Denyut Jantung Janin
Denyut jantung bayi dihitung dan dinilai iramanya. 100
kali per menit sekornya 2, kurang dari 100 kali permenit
skornya 1 dan jika tidak berdenyut skornya 0.
2. Napas
Napas bayi untuk menilai kematangan dan kesehatan
orang pernapasan bayi Anda. Napas yang teratur skornya
2, napas ireguler (tidak teratur) skornya 1, dan tidak
bernapas sekornya 0.
3. Gerakan
Untuk menilai kekuatan oto bayi Anda. Gerak secara aktif
skornya 2, gerakan sedikit (pasif) skornya 1, lemas
skornya 0.
4. Warna kulit
Ini untuk menilai seberapa baik paru-paru bayi Anda
dalam memompa oksigen ke seluruh tubuhnya. Kulit
tubuh semua berwarna merah (pink) skornya 2, tangan
dan kaki kebiruan skornya 1, semua kulit tubuh berwarna
kebiruan skornya 0.
5. Refleks
Menangis dan merintih digunakan untuk menilai respons
bayi Anda terhadap rangsangan. Menangis kuat skornya
2, merintih skornya 1, tidak menangis skornya 0.
B. Kriteria Penilaian Apgar Score
Apgar Score memiliki nilai tertentu untuk menunjukkan
kondisi bayi yang baru lahir . Nilai - nilai yang muncul ini akan
berbeda-beda pada setiap bayi. Seperti yang sudah
dijelaskan diatas, penilaian dilakukan berdasarkan denyut
jantung, pernapasan, aktivitas otot, refleksgerak, dan warna
kulit bayi. Kriteria nilai dari masing-masing kriteria Apgar
Score adalah:
Activity (aktivitas otot)
1. Activity (aktivitas otot)
a. Jika bayi menggerakkan kedua kaki dan tangannya
secara spontan begitu lahir, maka skoryang diberikan
adalah 2
b. Jika bayi hanya melakukan sedikit gerakan begitu
lahir, maka skor yang diberikan adalah 1
c. Jika bayi tidak bergerak sama sekali begitu ia lahir ,
maka skor yang diberikan adalah 0
2. Pulse (denyut jantung)
a. Jika jantung bayi berdenyut setidaknya 100 kali per
menit, maka skor yang diberikanadalah 2
b. Jika jantung bayi berdenyut kurang dari 100 kali per
menit, maka skor yang diberikan adalah1
c. Jika jantung bayi tidak berdenyut sama sekali, maka
skor yang diberikan adalah 0
3. Appearance (warna kulit)
a. Jika seluruh kulit di tubuhnya berwarna kemerahan,
maka skor yang diberikan adalah 2
b. Jika kulit tubuh bayi berwarna kemerahan, tetapi
tangan dan kakinya berwarna kebiruan,maka skor
yang diberikan adalah 1
c. Jika seluruh kulit bayi berwarna kebiruan, keabu-
abuan, atau pucat pasi, maka skor yangdiberikan
adalah 0
4. Grimace (reflek gerak)
a. Jika bayi menangis, batuk atau bersin, serta menarik
diri ketika dokter memberikanrangsangan, maka skor
yang diberikan adalah 2
b. Jika bayi meringis, menangis lemah ketika ketika
dokter memberikan rangsangan, makaskor yang
diberikan adalah 1
c. Jika bayi tidak menangis atau bahkan merespons
sama sekali ketika dokter memberikanrangsangan,
maka skor yang diberikan adalah 0
5. Respiration ( pernapasan)
a. Jika bayi langsung menangis dengan kencang dan
kuat, maka skor yang diberikan adalah 2
b. Jika bayi hanya merintih, maka skor yang diberikan
adalah 1
c. Jika bayi tidak menangis sama sekali alias diam
membisu, maka skor yang diberikan adalah 0
C. Interpretasi Skor
Jumlah skor rendah pada tes menit pertama dapat
menunjukan bahwa bayi yang baru lahir memutuhkan
perhatian lanjut. Akan getapi,hal ini belum tentu
mengidinkasikan akan terjadi masalah jangka panjang
khususnya jika terdapat peningkatan skor pada tes menit
kelima. Jika skor apgar tetap dibawah tiga dalam tes
berikutnya(10,15 atau 30menit) maka ada resiko bahwa
anak tersebut dapat mengalami kerusakan saraf jangka
panjang. Selain itu juga ada, resiko kecil tetapi signifikan
,yaitu adanya kerusakan otak. Namun demikian, tes apgar
juga adalah tes untuk menunujukan dengan cepat apakah
bayi baru lahir tersebut membutuhkan penanganan medis
segera dan tidak desaian untuk memberikan prediksi jangka
panjang akan kesehatan bayi tersebut.
SOAL TANYA JAWAB KELOMPOK 2
1. Penanya : Rahmayani Adjij
Apakah penilaian apgar skore termasuk dalam pemeriksaan pada
bayi ketika kondisi kritis setelah melahirkan ?
Di jawab: Frita Fatika Laisa
Iyaa karena Pada kasus tertentu, seperti ketika kondisi bayi kritis
setelah dilahirkan, maka akan dilakukan penilaian Apgar score
kembali pada menit ke-10, menit ke-15, dan menit ke-20 untuk
memantau perkembangan kondisi bayi.
Kondisi kritis bayi bisa dilihat dari hasil total penilaian Apgar score
yang rendah, yaitu 0-3. Rendahnya nilai ini juga dikaitkan dengan
meningkatnya risiko kematian bayi, cacat otak, dan epilepsi pada
bayi di kemudian hari, terutama jika Apgar score tidak mengalami
perbaikan pada 20 menit pertama sejak dilahirkan.
2. Penanya :Susanti Bioto
Bagaimana bila bayi memiiiki apgar skor yang rendah?
Di jawab: Riyani Oka
Banyak bayi dengan Apgar skor rendah justru sangat sehat dan baik-
baik saja setelah menyesuaikan diri dengan kehidupan di luar
rahim. Bila dokter khawatir dengan Apgar skor bayi, ia akan
memberi tahu Ibu dan menjelaskan bagaimana kondisi bayi, apa
yang mungkin menjadi penyebabnya, dan perawatan yang perlu
diberikan. Apgar skor tidak dirancang untuk memprediksi kondisi
kesehatan jangka panjang bayi, perilakunya, intelegensinya,
maupun kepribadiannya. Apgar skor digunakan untuk membantu
dokter mengetahui kondisi fisik bayi secara keseluruhan agar bisa
dengan cepat memutuskan apakah bayi membutuhkan perawatan
medis darurat. Setelah beberapa lama menyesuaikan dengan
lingkungan yang baru dan menerima perawatan medis yang
dibutuhkan, kebanyakan bayi akan baik-baik saja.
3. Penanya: Ni luh Sulistiani
Bagaimana cara menentukan kebutuhan resusitasi pada bayi yang
baru lahir?
Di jawab: Novita Agustin
Untuk menentukan kebutuhan resusitasi pada bayi yang baru lahir,
digunakan Neonatal Resuscitation Algorithm. Persiapan dimulai dari
sebelum bayi lahir yakni dengan menilai risiko perinatal. Komponen
dari Neonatal Resuscitation Algorithm adalah:
a. Apakah kehamilan aterm?
b. Apakah bayi memiliki tonus otot yang baik?
c. Apakah bayi bernapas atau menangis?
Tiga komponen ini dinilai dalam 30 detik pertama kelahiran bayi.
Jika bayi butuh resusitasi, skor APGAR kemudian digunakan untuk
menilai respons bayi terhadap resusitasi. Pedoman dari Neonatal
Resuscitation Program menyatakan bahwa jika skor APGAR
berjumlah di bawah 7 setelah menit ke-5, penilaian dengan skor
APGAR perlu diulang setiap 5 menit sampai menit ke-20. Skor
APGAR yang menetap di angka 0 setelah menit ke-10 dapat menjadi
pertimbangan untuk melanjutkan atau menghentikan resusitasi.
Sangat sedikit bayi dengan skor APGAR 0 setelah menit ke-10 dapat
bertahan hidup tanpa kelainan neurologis. Pedoman resusitasi
neonatus dari American Heart Association tahun 2015 menyatakan
jika dapat dikonfirmasi bahwa tidak ada denyut jantung setelah
paling tidak 10 menit, resusitasi dapat dihentikan.