MPPoRRduOOl AJJjaEErKK IIPPAASS
MMAAKKHHLLUUKK HHIIDDUUPP
DDAANN LLIINNGGKKUUNNGGAANNNNYYAA
SMK S BUNGA PERSADA Cianjur EFase
SMK
Semester 1
Modul Ajar Projek IPAS – SMK S Bunga Persada Cianjur
Makhluk Hidup dan Lingkungannya
Fase : E ELEMEN
Menjelaskan fenomena secara ilmiah
KOMPETENSI AWAL
• Memahami komponen Biotik dan Abiotik MODEL PEMBELAJARAN
• Mengklasifikasikan gejala alam biotik dan abiotik Project Based Learning
KATA KUNCI PROFIL PELAJAR PANCASILA
Makhluk hidup, Biotik, Abiotik Mandiri, Bernalar Kritis dan Kreatif
TARGET PESERTA DIDIK PROGRAM KEAHLIAN
Peserta didik regular dengan 25 sampai 30 siswa • Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi
• Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis
CAPAIAN PEMBELAJARAN
Pada akhir fase E, peserta didik diharapkan dapat memahami dan membuat teks informasi, mendeskripsikan
kejadian dan fenomena, melaporkan percobaan, menyajikan dan mengevaluasi data, memberikan penjelasan, dan
menyajikan opini atau klaim sesuai dengan lingkup bidang keahliannya. Mereka juga dapat memahami serta
membuat teks multimedia seperti bagan, grafik, diagram, gambar, peta, animasi, dan media visual. Peserta didik
menggunakan struktur bahasa untuk menghubungkan informasi dan ide, memberikan deskripsi dan penjelasan,
merumuskan hipotesis, dan mengkonstruksi argumen yang didasarkan pada bukti-bukti sehingga dapat
mengekspresikan posisinya. Peserta didik memahami ketujuh aspek Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial yang
terdiri dari makhluk hidup dan lingkungannya; zat dan perubahannya; energi dan perubahannya; bumi dan
antariksa; keruangan dan konektivitas antar ruang dan waktu; interaksi, komunikasi, sosialisasi, institusi sosial
dan dinamika sosial; serta perilaku ekonomi dan kesejahteraan sesuai dengan karakteristik bidang keahliannya.
30 siswa
TUJUAN PEMBELAJARAN KEGIATAN PEMBELAJARAN UTAMA
Pada akhir pembelajaran, peserta didik mampu :
1. Menjelaskan ciri-ciri makhluk hidup Pengaturan Peserta Didik :
2. Mengidentifikasi Gejala Alam Biotik dan Abiotik • Individu
3. Menjelaskan hubungan dan interaksi Makhluk Hidup • Kelompok (terdiri dari 5 sampai 6 orang)
4. Menganalisis keanekaragaman hayati Metode :
5. Menganalisis Komponen Ekosistem • Diskusi, Tanya Jawab
• Penugasan, Presentasi
MATERI AJAR JENIS ASSESMEN
• Komponen Biotik dan Abiotik
• Ciri-ciri Makhluk Hidup • Sikap : Observasi
• Ekologi
• Keanekaragaman Hayati • Performa : Presentasi
• LKPD (terlampir)
• Tertulis : LKPD, Soal Pilihan Ganda (kuis)
Modul Ajar Projek IPAS – SMK S Bunga Persada Cianjur
PERTEMUAN ke-1 Durasi = 270 menit
1 Kegiatan Awal (20 menit)
1. Guru mengucapkan salam dan mengajak peserta didik berdoa untuk mengawali kegiatan
2. Guru menanyakan kabar/pemeriksaan kehadiran dan selalu mengingatkan peserta didik untuk menjaga protokol
kesehatan.
3. Peserta didik bersama dengan guru membahas tentang kesepakatan yang akan diterapkan dalam pembelajaran
4. Guru memberikan informasi mengenai tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran dan penilaian serta berdiskusi
melalui pertanyaan pemantik.
2 Kegiatan Inti (235 menit)
1. Peserta didik diberikan terlebih dahulu assesmen awal, jika tidak bisa menjawab dilakukan tutor sebaya
2. Peserta didik dibagi mejadi 5 kelompok.
3. Peserta didik diberikan stimulasi berupa gambar makhluk hidup.
4. Peserta didik dipersilahkan untuk mengamati ciri-ciri makhluk hidup.
3. Guru membimbing peserta didik berdiskusi untuk :
a. Ciri-ciri Makhluk hidup
b. Struktur kompleks Makhluk hidup.
3. Peserta didik secara berkelompok mempresentasikan hasil pengamatannya.
4. Peserta didik secara berkolaborasi melakukan tanya jawab mengenai bahasan setiap kelompok diskusi.
5. Peserta didik secara mandiri mencatat hal-hal yang mereka dapatkan dari pembelajaran hari ini.
6. Guru mengkonfirmasi peserta didik apakah masih ada yang belum dipahami tentang materi yang dipelajari hari ini.
7. Guru memfasilitasi peserta didik menyimpulkan hasil pembelajaran hari ini.
3 Kegiatan Penutup (15 menit)
1. Peserta didik dan guru melakukan refleksi kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan
2. Peserta didik mengomunikasikan kendala yang dihadapi selama kegiatan pembelajaran berlangsung.
3. Peserta didik arahan dari guru mengenai kegiatan pembelajaran selanjutnya.
4. Doa penutup
ASESMEN Referensi :
1. LKPD Ciri Makhluk Hidup
Miarsyah, Mieke, dkk. (2018). BIOLOGI. C1. Untuk SMK/MAK
Kelas X. Bidang Keahlian Kesehatan dan Pekerjaan Sosial.
Jakarta. Penerbit Erlangga.
Modul Ajar Projek IPAS – SMK Dharma Kusuma Cianjur
PERTEMUAN ke-2 Durasi = 270 menit
1 Kegiatan Awal (20 menit)
1. Guru mengucapkan salam dan mengajak peserta didik berdoa untuk mengawali kegiatan.
2. Guru menanyakan kabar/ pemeriksaan kehadiran dan selalu mengingatkan peserta didik untuk menjaga protokol
kesehatan.
3. Peserta didik dan guru membahas kembali (me-review) materi yang telah dibahas pada pertemuan sebelumnya.
4. Peserta didik menyimak informasi mengenai tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran dan penilaian serta berdiskusi
melalui pertanyaan pemantik yang diberikan guru.
2 Kegiatan Inti (235 menit)
1. Peserta didik dibentuk dalam 5 kelompok.
2. Peserta didik dipersilahkan untuk mengamati beberapa lingkungan dan mendiskusikan komponen serta interaksi yang
terbentuk di dalamnya.
3. Guru membimbing peserta didik berdiskusi untuk :
a. Komponen dalam suatu lingkungan
b. Interaksi yang terjadi dalam lingkungan tersebut.
3. Peserta didik secara berkelompok mempresentasikan hasil pengamatannya.
4. Peserta didik secara berkolaborasi melakukan tanya jawab mengenai bahasan setiap kelompok diskusi.
5. Peserta didik secara mandiri mencatat hal-hal yang mereka dapatkan dari pembelajaran hari ini.
6. Guru mengkonfirmasi peserta didik apakah masih ada yang belum dipahami tentang materi yang dipelajari hari ini.
7. Guru memfasilitasi peserta didik menyimpulkan hasil pembelajaran hari ini
3 Kegiatan Penutup (15 menit)
1. Peserta didik dan guru melakukan refleksi kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan
2. Peserta didik mengomunikasikan kendala yang dihadapi selama kegiatan pembelajaran berlangsung.
3. Peserta didik arahan dari guru mengenai kegiatan pembelajaran selanjutnya.
4. Doa penutup
ASESMEN Referensi :
1. LKPD Biotik dan Abiotik Miarsyah, Mieke, dkk. (2018). IPA Ilmu Pengetahuan Alam.
“Mengamati Keanekaragaman Hayati” C1. Untuk SMK/MAK Kelas X. Bidang Keahlian Bisnis dan
Menejemen. Jakarta. Penerbit Erlangga.
Modul Ajar Projek IPAS – SMK S Bunga Persada Cianjur
PERTEMUAN ke-3 Durasi = 270 menit
1 Kegiatan Awal (20 menit)
1. Guru mengucapkan salam dan mengajak peserta didik berdoa untuk mengawali kegiatan.
2. Guru menanyakan kabar/ pemeriksaan kehadiran dan selalu mengingatkan peserta didik untuk menjaga protokol
kesehatan.
3. Peserta didik dan guru membahas kembali (me-review) materi yang telah dibahas pada pertemuan sebelumnya.
4. Peserta didik menyimak informasi mengenai tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran dan penilaian serta berdiskusi
melalui pertanyaan pemantik yang diberikan guru.
2 Kegiatan Inti (235 menit)
1. Peserta didik diberikan stimulasi berupa gambar keanekaragaman hayati.
2. Peserta didik dipersilahkan untuk melakukan pengumpulan data dari berbagai sumber mengenai keanekaragaman
hayati
3. Peserta didik dipersilahkan mengamati teman sekelas (5 orang) untuk membuktikan adanya keanekaragaman hayati.
3. Guru membimbing peserta didik berdiskusi untuk :
a. Biodiversitas.
b. Contoh keanekaragaman hayati di sekitar.
3. Peserta didik secara berkelompok mempresentasikan hasil pengamatannya.
4. Peserta didik secara berkolaborasi melakukan tanya jawab mengenai bahasan setiap kelompok diskusi.
5. Peserta didik secara mandiri mencatat hal-hal yang mereka dapatkan dari pembelajaran hari ini.
6. Guru mengkonfirmasi peserta didik apakah masih ada yang belum dipahami tentang materi yang dipelajari hari ini.
7. Guru memfasilitasi peserta didik menyimpulkan hasil pembelajaran hari ini
3 Kegiatan Penutup (15 menit)
1. Peserta didik dan guru melakukan refleksi kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan
2. Peserta didik mengomunikasikan kendala yang dihadapi selama kegiatan pembelajaran berlangsung.
3. Peserta didik arahan dari guru mengenai kegiatan pembelajaran selanjutnya.
4. Doa penutup
ASESMEN Referensi :
1. LKPD Keanekaragaman Hayati Miarsyah, Mieke, dkk. (2018). BIOLOGI. C1. Untuk SMK/MAK
2. Kuis via Wordwall : Kelas X. Bidang Keahlian Kesehatan dan Pekerjaan Sosial.
Jakarta. Penerbit Erlangga.
https://wordwall.net/play/20085/283/595
Modul Ajar Projek IPAS – SMK S Bunga Persada Cianjur
KRITERIA PENGUKURAN KETERCAPAIAN
a. Guru membuat kriteria berhasil/ tidak dari instrument performance assessmen yang dibuat.
b. Guru membuat kriteria berhasil/ tidaknya penilaian normatif dari hasil laporan praktik siswa
PENGAYAAN DAN REMEDIAL
Pengayaan :
Pengayaan diberikan untuk menambah wawasan peserta didik mengenai materi pembelajaran yang dapat diberikan
kepada peserta didik yang telah tuntas mencapai tujuan pembelajaran dan dapat mengembangkan potensinya.
Berdasarkan hasil analisis penilaian, peserta didik yang sudah mencapai ketuntasan belajar diberi kegiatan
pembelajaran pengayaan untuk perluasan atau pendalaman materi.
Remedial :
Setiap peserta didik yang belum mencapai kriteria pencapaian kompetensi akan diberikan materi tambahan tentang
kompetensi yang belum dicapai dengan menggunakan teknik tutor sebaya
REFLEKSI GURU
Apakah dalam pemberian materi dengan metode yang telah dilakukan serta penjelasan teknis atau intruksi yang
disampaikan untuk pembelajaran yang akan dilakukan dapat dipahami oleh peserta didik?
Bagian manakah pada rencana pembelajaran yang perlu diperbaiki?
Bagaimana tanggapan peserta didik terhadap materi atau bahan ajar, pengelolaan kelas, latihan dan penilaian yang
telah dilakukan dalam pembelajaran?
Apakah dalam berjalannya proses pembelajaran sesuai dengan yang diharapkan?
Apakah arahan dan penguatan materi yang telah dipelajari dapat dipahami oleh peserta didik?
REKLEKSI SISWA
Apakah kamu memahami instruksi yang dilakukan untuk pembelajaran?
Apakah media pembelajaran, alat dan bahan mempermudah kamu dalam pembelajaran?
Materi apa yang kamu pelajari pada pembelajaran yang telah dilakukan?
Apakah materi yang disampaikan, didiskusikan, dan dipresentasikan dalam pembelajaran dapat kamu pahami?
Manfaat apa yang kamu peroleh dari materi pembelajaran?
Sikap positif apa yang kamu peroleh selama mengikuti kegiatan pembelajaran?
Kesulitan apa yang kamu alami dalam pembelajaran?
Apa saja yang kamu lakukan untuk belajar yang lebih baik?
Modul Ajar Projek IPAS – SMK S Bunga Persada Cianjur
LAMPIRAN
RENCANA ASSESMEN
Tujuan Kriteria Pencapaian Instrumen
Pembelajaran Proses
Awal Akhir
Kompetensi Awal
Peserta didik mempunyai Dilakukan dengan Cek pemahaman Memastikan
Menjelaskan pengetahuan awal cara diberikan peserta didik dalam ketercapaian
fenomena tentang Makhluk Hidup angket atau kuisioner melaksanakan pemahaman peserta
makhluk hidup pembelajaran didik bisa dengan
dan 1. Menjelaskan ciri-ciri Dilakukan dengan berkenaan dengan penugasan membuat
Lingkungannya makhluk hidup cara tanya jawab Makhluk hidup dan vidio menjelaskan
untuk mengecek Lingkungannya tentang Makhluk
2. Mengidentifikasi sejauh mana hidup dan
Gejala Alam Biotik pemahaman peserta Lingkungannya
dan Abiotik didik tentang Makhluk Pendokumentasian
hidup dan hasil pengamatan
3. Menjelaskan Lingkungannya guru terhadap
hubungan dan perkembangan sikap
interaksi Makhluk peserta didik
Hidup berkenaan dengan
profil pelajar
4. Menganalisis pancasila
keanekaragaman
hayati
5. Menganalisis
Komponen Ekosistem
ASSESMEN AWAL Y/T(Ya/Tidak) Keterangan
Nama :
Kelas :
No. Pertanyaan
1. Jelaskan apa yang kalian Ketahui tentang Makhluk
Hidup !
2. Kemukakan Pendapat kalian mengenai Biotik dan
Abiotik !
3. Kemukakan Pendapat kalian mengenai Interaksi
makhluk hidup !
4. Kemukakan Pendapat kalian mengenai Biotik dan
Apa itu keanekaragaman Hayati !
5. Sebutkanlah contoh dari ekosistem yang kalian
ketahui !
Modul Ajar Projek IPAS – SMK S Bunga Persada Cianjur
LAMPIRAN
ASESMEN DIAGNOSTIK NON-KOGNITIF
Untuk mengetahui gaya belajar Peserta Didik. Bentuk berupa angket melalui Google Form, berikut adalah formatnya:
Tandailah kotak yang sesuai untuk setiap pertanyaan dan jumlahkan nilainya
1) ( … ) Saya perlu satu ilustrasi dari apa yang diajarkan supaya bisa memahaminya.
2) ( … ) Saya tertarik pada obyek yang mencolok, berwarna, dan yang merangsang mata.
3) ( … ) Saya lebih menyukai buku-buku yang menyertakan gambar atau ilustrasi.
4) ( … ) Saya terkesan sedang “melamun”, saat membayangkan apa yang sedang saya dengar.
5) ( … ) Saya mudah mengingat apabila saya bisa melihat orang yang sedang berbicara.
6) ( … ) Apa yang harus saya ingat harus saya ucapkan dulu.
7) ( … ) Saya harus membicarakan suatu masalah dengan suara keras untuk memecahkannya.
8) ( … ) Saya akan mudah menghafal dengan mengucapkannya berkali-kali.
9) ( … ) Saya mudah mengingat sesuatu apabila itu didendangkan.
10) ( … ) Saya lebih suka mendengarkan rekamannya daripada duduk dan membaca bukunya.
11) ( … ) Saya tidak bisa duduk diam berlama-lama.
12) ( … ) Saya lebih mudah belajar apablla ada keterlibatan sejumlah anggota tubuh.
13) ( … ) Saya hampir selalu melakukan gerakan tubuh.
14) ( … ) Saya lebih suka membaca buku atau mendengarkan cerita-cerita action.
Link TES DIAGNOSTIK I : https://bit.ly/tesDIAGNOSTIK
Link TES DIAGNOSTIK II : https://bit.ly/tesDIAGNOSTIKprojekIPAS
Bila lebih banyak memilih pernyataan :
a. Nomor 1 s.d 5 : tipe Auditori
b. Nomor 6 s.d 10: tipe Visual
c. Nomor 11 s.d 14: tipe Kinetik
Modul Ajar Projek IPAS – SMK S Bunga Persada Cianjur
LAMPIRAN Pertemuan ke-1
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
Nama : “Ciri-Ciri Makhluk Hidup”
Kelas :
Anggota Kelompok : -
-
_
Tujuan :
Untuk mengetahui ciri-ciri makhluk hidup
Alat dan Bahan :
- Alat tulis
- Akses internet
Cara Kerja :
1. Tuliskan ciri-ciri makhluk hidup yang kalian ketahui !
…………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………………
2. Buatlah daftar masing-masing 10 benda yang menurutmu makhluk hidup dan benda yang tak hidup.
NO. Makhluk Hidup Benda Tak Hidup
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
Pertanyaan :
1. Mengapa benda-benda yang ada di kolom makhluk hidup dikatakan sebagai makhluk hidup?
2. Jelaskan bagaimana cara membedakan makhluk hidup dan makhluk tak hidup.
Modul Ajar Projek IPAS – SMK S Bunga Persada Cianjur
LAMPIRAN Pertemuan ke-2
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
Nama : “Mengamati Keanekaragaman Makhluk Hidup”
Kelas :
Anggota Kelompok : -
-
_
Tujuan :
Untuk mengetahui berbagai macam makhluk hidup disuatu tempat
Alat dan Bahan :
- Alat tulis
- Akses internet
Cara Kerja :
1. Pilih salah satu tempat berikut ini (Sawah/ Pasar/ Taman/ Gurun/ Pantai)
2. Carilah 1 foto tempat yang kalian pilih, kemudian amati tempat tersebut.
3. Tuliskan nama makhluk hidup yang kalian temui dan sertai ciri-ciri nya.
4. Catat hasil pengamatan pada table berikut !
NO. Nama Biotik/ Abiotik Ciri-ciri
1.
2.
3.
4.
5.
Dst.
Pertanyaan :
1. Apakah makhluk hidup yang kamu temui memiliki jenis yang berbeda? Jelaskan mengapa hal ini dapat terjadi?
2. Apakah antarmakhluk hidup yang satu dengan lainnya ada yang berinteraksi? Jelaskan bagaimana interaksinya.
3. Apakah ada makhluk hidup yang sejenis tetapi masih memiliki perbedaan? Jika ada, jelaskan perbedaannya.
4. Jelaskan kesimpulan yang kamu peroleh dari kegiatan ini!
Modul Ajar Projek IPAS – SMK S Bunga Persada Cianjur
LAMPIRAN Pertemuan ke-3
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
Nama : “Keanekaragaman Hayati Tingkat Gen”
Kelas :
Anggota Kelompok : -
-
_
Tujuan :
Untuk mengetahui keberagaman dan keseragaman makhluk hidup tingkat gen.
Alat dan Bahan :
- Alat tulis
- Teman-teman di kelas.
Cara Kerja :
1. Amatilah ciri-ciri beberapa temanmu dengan cermat.
2. Tuliskan nama teman yang kamu amati dan catatlah hasil pengamatan pada table berikut.
Bagian yang diamati
NO. Nama Bentuk Bentuk
Hidung Rambut
Warna Kulit Warna Mata Perawakan
1.
2.
3.
4.
5.
Dst.
Pertanyaan :
1. Ada berapa orang teman yang kamu amati?
2. Apakah ada perbedaan diantara eman yang kamu amati? Tuliskan.
3. Apakah ada persamaan diantara eman yang kamu amati? Tuliskan.
4. Mengapa terjadi persamaan dan perbedaan diantara kamu dan temanmu?
5. Buatlah kesimpulan dari hasil kegiatan diatas!
Modul Ajar Projek IPAS – SMK S Bunga Persada Cianjur
LAMPIRAN
ASESMEN SUMATIF
Rumpun Bidang Keahlian : Semua Kompetensi Keahlian
Mata Pelajaran : Projek IPAS
Aspek Materi : Makhluk Hidup dan Lingkungannya
No. Indikator Soal Bentuk Butir Soal Kunci Skor
Soal Soal Jawaban 1
1
1. Disajikan beberapa istilah, peserta PG Nama lain proses pernapasan A 1
didik dapat menentukan nama lain a. Respirasi 1
pernapasan. b. Resitori 1
1
c. Reparasi 1
d. Fotosintesis
2. Disajikan peristiwa, peserta didik PG Pengaturan kadar air contoh dari ciri makhluk hidup A
dapat menentukan contoh a. Regulasi
penjelasan ciri makhluk hidup. b. Adaptasi
c. Evolusi
d. Tubuh terstruktur
e. Tumbuh dan berkembang
3. Disajikan beberapa istilah, peserta PG Kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan B
didik dapat menentukan ciri disebut
makhluk hidup. a. Regulasi
b. Adaptasi
c. Evolusi
d. Tubuh terstruktur
e. Tumbuh dan berkembang
4. Disajikan beberapa istilah, peserta PG Proses perubahan makhluk hidup secara bertahap C
didik dapat menentukan ciri dalam waktu lama disebut
makhluk hidup. a. Regulasi
b. Adaptasi
c. Evolusi
d. Tubuh terstruktur
e. Tumbuh dan berkembang
5. Disajikan contoh ciri makhluk hidup, PG Bertambahnya ukuran sepatu merupakan contoh dari A
peserta didik dapat menentukan a. Tumbuh
ciri makhluk hidup. b. Berkembang
c. Adaptasi
d. Tubuh terstruktur
e. Evolusi
6. Disajikan beberapa istilah, peserta PG Nama lain keanekaragaman hayati C
didik dapat menentukan nama lain a. Biosfer
keanekaragaman hayati. b. Biodifersitas
c. Biodiversitas
d. Bioma
e. Biologi
7. Disajikan beberapa istilah, peserta PG Kumpulan makhluk hidup sejenis yang menempati suatu D
didik dapat menentukan ciri daerah dalam waktu tertentu
makhluk hidup. a. Individu
b. Ekosistem
c. Biosfer
d. Populasi
e. Kelompok
Modul Ajar Projek IPAS – SMK S Bunga Persada Cianjur
LAMPIRAN
No. Indikator Soal Bentuk Butir Soal Kunci Skor
Soal Soal Jawaban
8. Disajikan beberapa istilah, peserta PG Suatu organisme terkecil yang mendiami suatu habitat A 1
didik dapat menentukan tingkat a. Individu
organisasi dalam ekologi. b. Sel
c. Biosfer
d. Populasi
e. Kelompok
9. Disajikan beberapa istilah, peserta PG Kumpulan beberapa populasi yang hidup pada waktu A 1
didik dapat menentukan tingkat dan daerah tertentu yang saling berinteraksi dan
organisasi dalam ekologi. mempengaruhi satu sama lainnya
a. Komunitas
b. Biosfer
c. Ekosistem
d. Kelompok
e. Bioma
10. Disajikan beberapa istilah, peserta PG Kesatuan komunitas dan lingkungan yang saling B 1
didik dapat menentukan tingkat berinteraksi dan membentuk hubungan timbal balik
organisasi dalam ekologi. a. Populasi
b. Ekosistem
c. Biosfer
d. Bioma
e. Biologi
11. Disajikan beberapa istilah, peserta PG Kelompok hewan dan tumbuhan yang tinggal di suatu B 1
didik dapat menentukan tingkat lokasi geografis tertentu
organisasi dalam ekologi. a. Biosfer
b. Bioma
c. Biologi
d. Populasi
e. Komunitas
12. Disajikan beberapa istilah, peserta PG Seluruh makhluk hidup yang ada di bumi beserta A 1
didik dapat menentukan tingkat interaksinya dengan komponen abiotik
organisasi dalam ekologi. a. Biosfer
b. Bioma
c. Biologi
d. Populasi
e. Komunitas
13. Disajikan beberapa istilah, peserta PG Komponen Biotik E1
didik dapat menentukan komponen a. Suhu
biotik. b. Cahaya Matahari
c. Kelembaban
d. Air
e. Bakteri
14. Disajikan beberapa istilah, peserta PG Komponen Abiotik E1
didik dapat menentukan komponen a. Jamur
biotik. b. Virus
c. Bakteri
d. Pohon
e. Udara
15. Disajikan beberapa istilah, peserta Ikan tongkol, tenggiri, tuna dan ikan kebung contoh
didik dapat menentukan kcontoh keanekaragaman hayati tingkat
keanekaragaman hayati. a. Gen
b. Jenis
c. Ekosistem
d. Hewan
e. Tumbuhan
Link Kuis : https://wordwall.net/play/20085/283/595
LAMPIRAN Modul Ajar Projek IPAS – SMK S Bunga Persada Cianjur
KRITERIA PENILAIAN
1 PRODUK (LAPORAN)
Berilah tanda (√) pada kolom skor yang sesuai.
Pedoman pemberian skor dapat dilihat pada rubrik penilaian keterampilan.
NO. Rincian tugas kinerja Skor
1 23
1. Hasil pengamatan
2. Menjawab pertanyaan
3. Membuat kesimpulan
Penentuan nilai : N = skor yang diperoleh x 100
skor ma
Rubrik :
NO. Komponen Indikator yang dinilai Aspek yang dinilai
1. Hasil pengamatan 1. Hasil pengamatan ditulis dengan jelas
2. Hasil pengamatan ditulis lengkap
2. Menjawab pertanyaan 3. Hasil pengamatan ditulis dengan disertai gambar
3. Membuat kesimpulan 1. Semua pertanyaan dijawab
2. Semua pertanyaan diberikan alasan
3. Semua pertanyaan dijawab berdasarkan hasil pengamatan dan
pembahasan
1. Kesimpulan ditulis dengan jelas
2. Kesimpulan menjawab keterbuktian hipotesis
3. Kesimpulan dibuat berdasarkan hasil pengamatan dan
pembahasan
Ketentuan Penskoran :
Skor 3 : semua aspek terpenuhi
Skor 2 : 2 aspek terpenuhi
Skor 1 : 1 aspek terpenuhi
LAMPIRAN Modul Ajar Projek IPAS – SMK S Bunga Persada Cianjur
KRITERIA PENILAIAN
2 PRESENTASI
NO. Nama Peserta Didik (Kelompok) Substansi Skor Penampilan/
Wawasan Komunikasi Performance
1. Nayla (Kelompok 1)
2.
3.
4.
5.
Penentuan nilai : N = skor yang diperoleh x 100
skor ma
Rubrik :
NO. Aspek yang dinilai 1 Unsur Penilaian 3
Kurang 2 Mendalam
1. Substansi Kurang
2. Wawasan Terbata-bata Sedang Luas
3. Komunikasi Kurang Sedang Lancar dan Baik
4. Penampilan/ Performance Sedang
Sedang Baik
3 TES SUMATIF (KUIS)
Penentuan nilai : N = skor yang diperoleh x 100
skor ma
PENILAIAN AWAL
Aspek BELUM KOMPETEN CUKUP KOMPETEN KOMPETEN SANGAT KOMPETEN
(0-5) (6-7) (8-9) (10)
Hasil dari
lembar jawaban Tidak menjawab/ Menjawab kurang dari Menjawab kurang dari Menjawab semua soal
menjawab kurang dari 1 3 soal dengan benar 4 soal dengan benar yang diberikan
soal dengan jawaban dengan benar
benar
Modul Ajar Projek IPAS – SMK S Bunga Persada Cianjur
BAHAN BACAAN
CIRI-CIRI MAKHLUK HIDUP
Sesuatu dapat dikatakan sebagai makhluk hidup karena memenuhi semua ciri-ciri makhluk hidup.
CIRI-CIRI MAKHLUK HIDUP SMP CIRI-CIRI MAKHLUK HIDUP 4. TUBUH TERSTRUKTUR
1. Tumbuh dan berkembang 1. Tumbuh dan berkembang Makhluk hidup harus mempunyai tubuh yang
2. Berkembang biak 2. Berkembang biak terstruktur
3. Peka terhadap Rangsang 3. Peka terhadap Rangsang
4. Tubuh terstruktur 4. Bergerak Sederhana
5. Butuh energi 5. Bernapas
6. Kemampuan regulasi 6. Memerlukan makanan dan nutrisi Satu sel bakteri
7. Adaptasi dan evolusi 7. Mengeluarkan zat sisa
Kompleks
Bersel banyak manusia
Sel – Jaringan – Organ – Sistem Organ -
Organisme
5. BUTUH ENERGI 6. KEMAMPUAN REGULASI 7. ADAPTASi
Makhluk hidup butuh energi untuk aktivitas Makhluk hidup harus memiliki kemampuan pengaturan Kemampuan menyesuaikan diri
dengan lingkungannya
Respirasi Contoh : Pengaturan Kadar Air
EVOLUSI
Proses yang dilakukan semua Kelebihan
makhluk hidup untuk mengubah nutrisi air masuk sel = pecah Proses perubahan makhluk
menjadi energi agar dapat bertahan Kekurangan hidup secara bertahap dalam
hidup air dlm sel keluar = sel mengkerut waktu lama
Glukosa + Oksigen Co2 + Air + energi Kalau manusia contohnya pada urin
Contoh :
Dikeluarkan dari tubuh
evolusi kuda,
Autotrof
evolusi Kuda laut pigmi
Organisme yang membentuk molekul organik dari
molekul anorganik yang ada di lingkungan sekitarnya. Berkamuflase dengan terumbu karang
(Tumbuhan)
Heterotrof
Organisme yang menggunakan bahan organik yang
sudah ada di lingkungannya sebagai sumber makanan.
(Hewan, jamur, bakteri, Protista)
Berdasarkan cara memperoleh makanan :
SAPROFIT : organisme lain yang telah mati
(bakteri,fungi)
PARASIT : mendapat dari organisme lain/inang
Berdasarkan lokasi hidup :
EKTOPARASIT : diluar tubuh inang
ENDOPARASIT : di dalam tubuh inang
Berdasarkan makanannya :
HERBIVOR
KARNIVOR
OMNIVOR
Modul Ajar Projek IPAS – SMK S Bunga Persada Cianjur
BAHAN BACAAN
LINGKUNGAN BIOTIK DAN ABIOTIK
1 KOMPONEN BIOTIK DAN ABIOTIK
Secara bahasa, biotik berarti hidup, adapun dirunut dari istilahnya, pengertian komponen biotik diartikan sebagai
komponen-komponen penyusun ekosistem yang berupa makhluk hidup. Beberapa contoh komponen biotik misalnya hewan
tumbuhan, monera, fungsi, virus, bakteri dan manusia. Komponen biotik berkembang biak dan bertahan hidup dalam
lingkungan abiotik. Kebalikan dari pengertian biotik, pengertian komponen abiotik diartikan sebagai komponen-komponen
penyusun ekosistem yang berupa benda-benda mati. Beberapa contoh komponen abiotik misalnya tanah, suhu, sinar
matahari, air, udara dan lain sebagainya. Komponen abiotik sangat mempengaruhi jenis dan pola hidup komponen biotik
dalam suatu satuan ekosistem. Nah berikut ini penjelasan mengenai pengaruh interaksi komponen biotik dan abiotik
tersebut secara lebih lengkap.
2 KOMPONEN BIOTIK
Manusia ialah salah satu contoh komponen biotik. Selain manusia, hewan, tumbuhan dan mikroorganisme juga
tergolong ke dalam komponen ini. Asalkan suatu makhluk menunjukan ciri-ciri hidup, maka makhluk tersebut dikategorikan
sebagai contoh komponen biotik.Contoh keanekaragaman hayati di sekitar. Adapun berdasarkan kemampuannya dalam
memperoleh makanan, komponen biotik digolongkan menjadi 3 tingkatan yaitu tingkat autotrof “produsen”, heterotrof
“konsumen” dan pengurai “decomposer”.
Organisme Autotrof Organisme Heterotrof Organisme Pengurai
“PRODUSEN” “KONSUMEN” “DEKOMPOSER”
Organisme autotrof disebut juga Organisme heterotrof disebut juga Pengurai atau dekomposer ialah
produsen ialah organisme yang organisme yang merubah bahan-
dapat menghasilkan makanannya konsumen ialah organisme yang bahan organik dari organisme yang
sendiri. Produsen membuat sudah mati menjadi senyawa
makanan dengan menyerap menggunakan bahan-bahan anorganik melalui proses
senyawa dan zat-zat anorganik dekomposisi. Contoh komponen
untuk kemudian diubah menjadi organik yang berasal dari biotik ini misalnya jamur, bakteri,
senyawa organic melalui proses ganggang, cacing dan lain
fotosintesis. organisme lain sebagai sumber sebagainya. Beberapa pengurai
Ciri khusus organisme yang yang menggunakan sisa bahan
tergolong autotrof ialah adanya energi dan makanannya. Organisme organik hasil dekomposisi disebut
klorofil dalam tubuhnya, seperti juga detritivor, contoh organisme ini
pada tumbuhan tingkat tinggi. autotrof tidak dapat menghasilkan misalnya kutu kayu.
Dalam interaksi komponen biotik
dan abiotik, organisme autot rof makanannya sendiri. Contoh
merupakan awal dari terciptanya
keseimbangan ekosistem. komponen biotik misalnya manusia
dan hewan yang berperan baik
sebagai karnivora, herbivora
maupun omnivora.
Ketiga tingkatan komponen biotik mulai dari organisme autotrof, organisme heterotrof dan pengurai, semuanya saling berinteraksi
satu sama lain untuk membentuk suatu gejala alam abiotik seperti polar rantai makanan, piramida makanan dan lain sebagainya.
Referensi : https://www.ruangbiologi.co.id/komponen-biotik-dan-abiotik/ diakses pada 20 Agustus 2021.
Modul Ajar Projek IPAS – SMK S Bunga Persada Cianjur
BAHAN BACAAN
LINGKUNGAN BIOTIK DAN ABIOTIK
3 KOMPONEN ABIOTIK
Komponen abiotik ialah komponen penyusun ekosistem yang berupa makhluk mati. Komponen abiotik memiliki
pengaruh yang sangat besar terhadap kehidupan komponen biotik. Nah berikut ialah beberapa contoh komponen abiotik
serta penjelasannya.
Udara Air Cahaya Matahari
Contoh komponen abiotik yang Volume air di bumi mencapai jumlah Cahaya matahari, baik dari
pertama adalah udara. Udara 1,4 milyar km3. Volume tersebut intensitas maupun kualitasnya
merupakan sekumpulan gas yang berasal dari air laut (97%), air dapat sangat mempengaruhi
menyusun atmosfer bumi. tawar (0,75%), dan gunung es (2%). kehidupan suatu ekosistem.
Sekumpulan gas tersebut tersusun Volume air di bumi akan bersifat Intensitas cahaya matahari yang
atas oksigen (21,9%), Nitrogen tetap karena adanya siklus begitu tinggi pada daerah
(78,1%), karbon dioksida (0,03%), dan hidrologi. Air merupakan contoh ekosistem gurun misalnya, telah
gas lain dalam jumlah yang sedikit. komponen abiotik ekosistem yang memaksa organisme gurun untuk
Udara memiliki pengaruh yang perannya sangat vital bagi beradaptasi secara morfologi,
sangat besar bagi kehidupan kehidupan di bumi. fisiologi, dan tingkah laku. Selain itu,
komponen biotik, contohnya cahaya matahari juga membantu
kandungan oksigen di udara yang Air digunakan untuk berbagai organisme autotrof dalam
menunjang respirasi manusia atau keperluan mahluk hidup, mulai dari melakukan fotosintesisnya.
kandungan karbondioksida yang untuk fotosintesis, menunjang
menunjang fotosintesis bagi metabolisme jaringan, dan lain Tanah
organisme autotrof. sebagainya. Ketersediaan air
merupakan faktor yang sangat Tanah terbentuk dari proses
mempengaruhi keadaan komponen pelapukan batuan yang
biotik dan abiotik dalam ekosistem. berlangsung dalam jangka waktu
yang sangat lama. Tanah tersusun
Suhu atas 4 komponen utama, yaitu
bahan mineral, bahan organik, air,
Suhu merupakan komponen abiotik yang sering menjadi pembantas dan udara. Tanah menjadi media
keragaman hayati dari sebuah ekosistem. Perbedaan suhu antar suatu tumbuh bagi organisme autotrof.
tempat dipengaruhi banyak faktor. Faktor utamanya adalah radiasi sinar Tanah juga digunakan organisme
matahari, garis lintang, dan ketinggian tempat. heterotrof sebagai tempat
mencari makanan.
Pada suhu udara yang sangat rendah, organisme tertentu melakukan
adaptasi morfologi dengan menebalkan bulu tubuh serta adaptasi tingkah
laku dengan melakukan hibernasi.
Selain keempat contoh tersebut, masih ada banyak komponen abiotik lainnya yang berpengaruh besar terhadap keadaan suatu
ekosistem. Beberapa di antaranya antara lain kelembaban, pH, kandungan garam mineral, dan lain sebagainya.
Masing-masing komponen abiotik ini sebetulnya selain mempengaruhi kehidupan komponen biotik juga saling berinteraksi satu sama
lain. Komponen biotik dan abiotik membentuk suatu kesatuan ekosistem yang saling melengkapi.
Referensi : https://www.ruangbiologi.co.id/komponen-biotik-dan-abiotik/ diakses pada 20 Agustus 2021.
Modul Ajar Projek IPAS – SMK S Bunga Persada Cianjur
BAHAN BACAAN
TINGKAT ORGANISASI DALAM EKOLOGI
EKOLOGI
Secara umum, pengertian ekologi adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang hubungan timbal balik antara
organisme dengan lingkungan hidupnya. Ada juga yang menjelaskan pengertian ekologi adalah suatu cabang ilmu
pengetahuan yang mempelajari tentang interaksi mahluk hidup atau kelompok mahluk hidup dengan lingkungannya. Dengan
kata lain, ekologi adalah cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang ekosistem mahluk hidup.
Secara etimologis, istilah “Ekologi” berasal dari bahasa Yunani, yaitu “Oikos” yang artinya habitat dan “Logos” yang
artinya “Ilmu”. Sehingga secara bahasa, definisi ekologi adalah ilmu yang mempelajari tentang hubungan antara sesama
organisme dan juga antara organisme dengan lingkungannya.
TINGKAT ORGANISASI DALAM EKOLOGI
Secara umum, ekologi mempelajari mengenai interaksi organisme dengan lingkungan hidupnya. Adapun batasan pokok
bahasan atau ruang lingkup ekologi adalah sebagai berikut:
1. Individu 2. Populasi 3. Komunitas
Individu adalah satuan organisme Populasi adalah suatu kelompok Komunitas adalah suatu kelompok
dari setiap jenis atau species individu sejenis yang berada di mahluk hidup yang terdiri atas
tertentu. Misalnya; seorang suatu tempat dan waktu tertentu. beberapa populasi dan saling
manusia, seekor gajah, seekor Misalnya populasi manusia, populasi berinteraksi satu sama lainnya
burung, seekor ikan, dan burung, populasi rumput, dan pada suatu tempat dan waktu
sebagainya. sebagainya. tertentu. Misalnya komunitas
padang rumput yang di dalamnya
4. EKosistem terdapat populasi rumput, populasi
belalang, populasi burung, populasi
Ekosistem adalah suatu kondisi dimana terjadi hubungan timbal balik dan ular, dan lainnya.
saling ketergantungan antara mahluk hidup dengan lingkungannya. Misalnya
ekosistem hutan, ekosistem air laut, dan lainnya. 5. Bioma
Ekosistem Alamiah Ekosistem Buatan Kelompok hewan dan tumbuhan
yang tinggal di lokasi geografis
Ekosistem yang terbentuk secara alami Ekosistem yang terbentuk dengan tertentu. Contoh : Padang rumput,
tanpa bantuan manusia bantuan manusia dan tujuan tertentu hutan hujan tropis, tundra, dsb.
Contoh : gurun, sungai, hutan Contoh : kebun, kolam ikan, akuarium
6. Biosfer
Biosfer adalah tingkatan organisasi biologi yang paling besar dimana di dalamnya terdapat semua kehidupan yang ada di
bumi dan terdapat interaksi antara lingkungan fisik secara keseluruhan.
Referensi : https://www.maxmanroe.com/vid/umum/pengertian-ekologi-adalah.html diakses pada 20 Agustus 2021.
Modul Ajar Projek IPAS – SMK S Bunga Persada Cianjur
BAHAN BACAAN
KEANEKARAGAMAN HAYATI
BIODIVERSITAS
Biodiversitas merupakan sebutan lain dari keanekaragaman hayati. Keanekaragaman hayati merupakan kekayaan hidup di bumi,
yaitu jutaan tumbuhan, hewan, mikroorganisme, dan genetika yang ada di dalamnya, serta ekosistem yang dibangunnya menjadi
lingkungan hidup. Jadi keanekaragaman hayati bukan hanya makhluk hidup yang terlihat oleh mata telanjang saja, jasad renik dan
mikroorganisme pun sangat beragam.
Keanekaragaman Hayati tidak hanya terjadi antar jenis, tetapi dalam suatu jenis pun terdapat keanekaragaman. Adanya
perbedaan warna, bentuk dan ukuran dalam satu jenis disebut variasi.
1 KEANEKARAGAMAN HAYATI TINGKAT GEN 2 KEANEKARAGAMAN HAYATI TINGKAT JENIS
• Merupakan tingkat keanekaragaman paling rendah. • Suatu individu dapat dikatakan satu spesies dengan individu
• Gen adalah faktor pembawa sifat makhluk hidup yang lain jika dapat melakukan perkawinan dan mengasilkan anakan
yang fertil.
terdapat dalam kromosom.
• Ditunjukkan dengan perbedaan pada variasi bentuk • Keanekaragaman tingkat spesies merupakan tingkat
keanekaragaman yang mudah dilihat.
(fenotipe) dan fungsi gen (genotipe).
• Keanekaragaman gen menimbulkan variasi antarindividu • Keanekaragaman spesies terbentuk dari kesesuaian
kandungan genetik yang mengatur sifat-sifat dengan
yang sejenis (dalam satu spesies). lingkungan tempat hidupnya.
• Sifat-sifat dalam satu spesies yang bervariasi dikenal
• Proses keanekaragaman spesies terjadi perlahan-lahan dan
dengan istilah varietas. dapat memakan waktu ribuan tahun melalui perubahan
• Contoh kenaekaragaman gen: adanya perbedaan antara penyesuaian atau evolusi jenis lain yang sudah ada
sebelumnya.
warna hitam dan merah pada ikan koi, adanya perbedaan
rasa buah mangga yang manis dan asam. • Setelah bermilyar tahun melalui proses evolusi, terbentuk
jutaan spesies yang berbeda. Proses tersebut mengakibatkan
3 KEANEKARAGAMAN HAYATI TINGKAT EKOSISTEM adanya keterkaitan antara spesies satu dengan yang lainnya.
Keterkaitan tersebut disebut dengan kekerabatan.
• Ekosistem berasal dari kata oikos: rumah sendiri; systema:
terdiri dari bagian-bagian yang utuh atau saling • Secara kuantitatif, keanekaragaman jenis didefinisikan jumlah
mempengaruhi. jenis yang ditemukan pada komunitas, sedangkan ukurannya
disebut dengan kekayaan jenis.
• Ekosistem merupakan suatu lingkungan yang terdiri dari
unsur biotik (jenis-jenis makhluk hidup) dan unsur abiotik • Keanekaragaman spesies dapat diukur salah satunya dengan
(faktor fisika dan kimia) yang saling berinteraksi satu indeks keanekaragaman. Suatu lingkungan dapat dikatakan
sama lain. Unsur abiotik diantaranya adalah iklim, tanah, memiliki keanekaragaman yang tinggi apabila memiliki
air, udara, suhu, angin, kelembapan, cahaya, mineral, dan kekayaan jenis yang merata, misalnya pada suatu lingkungan
tingkat keasaman. yang memiliki keanekaragaman 3 jenis ikan dan satu jenis
burung dianggap secara taksonomi akan lebih beragam
• Aspek yang dapat digunakan sebagai ciri keseluruhan dibandingkan dengan lingkungan yang hanya memiliki 4 jenis
ekosistem adalah energitika (tingkat trofik atau makanan ikan saja.
seperti : produsen, konsumen, dan pengurai), pendauran
hara (peran pelaksana tingkat trofik), dan produktivitas • Contoh keanekaragaman spesies: keluarga kucing-kucingan
(hasil keseluruhan ekosistem). seperti harimau, singa, kucing, dan cheetah.
• Keanekaragaman ekosistem terbentuk karena adanya interaksi antara jenis makhluk hidup yang bervariasi dengan lingkungan yang
beranekaragam.
• Secara garis besar, terdapat dua ekosistem utama, yaitu ekosistem daratan (ekosistem terestrial) dan ekosistem perairan
(ekosistem aquatik).
• Ekosistem darat terbagi menjadi beberapa bioma, diantaranya bioma gurun, bioma padang rumput, bioma hutan gugur, bioma
hutan hujan tropis, bioma taiga, dan bioma tundra.
• Bioma sendiri ialah satu kesatuan antara iklim dominan dengan vegetasi dan hewan yang hidup di dalam iklim dominan tersebut.
• Adapun dalam ekosistem perairan terbagi menjadi ekosistem perairan tawar, ekosistem perairan laut, ekosistem pantai, ekosistem
hutan bakau, dan ekosistem terumbu karang
Referensi : https://www.studiobelajar.com/keanekaragaman-hayati/ diakses pada 20 Agustus 2021.
Modul Ajar Projek IPAS – SMK S Bunga Persada Cianjur
GLOSARIUM
Abiotik Faktor lingkungan dalam ekosistem.
Biotik Makhluk hidup dalam lingkungan
Ekologi Cabang ilmu pengetahuan tentang hubungan timbal balik antar makhluk hidup dan lingkungannya.
Ekosistem Suatu kondisi dimana terjadi hubungan timbal balik dan saling ketergantungan antara mahluk hidup
dengan lingkungannya,
Gen Unit instruksi untuk menghasilkan atau mempengaruhi suatu hereditas tertentu.
Habitat Tempat tinggal makhluk hidup.
Komunitas Populasi-populasi dari berbagai jenis organisme yang berinteraksi pada suatu tempat tertentu.
Populasi Sekumpulan makhluk hidup yang berjenis sama dan menempati suatu kawasan tertentu.
Spesies Makhluk hidup yang memiliki persamaan sifat morfologi dan fisiologi yang mampu kawin dengan
sesamanya dan menghasilkan keturunan yang fertil.
DAFTAR PUSTAKA
Miarsyah, Mieke, dkk. (2018). IPA Ilmu Pengetahuan Alam. C1. Untuk SMK/MAK Kelas X. Bidang Keahlian Bisnis dan
Menejemen. Jakarta. Penerbit Erlangga.
Miarsyah, Mieke, dkk. (2018). BIOLOGI. C1. Untuk SMK/MAK Kelas X. Bidang Keahlian Kesehatan dan Pekerjaan Sosial.
Jakarta. Penerbit Erlangga.
Capaian Pembelajaran Sekolah Menengah Kejuruan. (2021). Projek Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS).
Platform Ruang Guru.
https://www.ruangbiologi.co.id/komponen-biotik-dan-abiotik/ diakses pada 20 Agustus 2021.
https://www.maxmanroe.com/vid/umum/pengertian-ekologi-adalah.html diakses pada 20 Agustus 2021.
https://www.studiobelajar.com/keanekaragaman-hayati/ diakses pada 20 Agustus 2021.