KERAJAAN KUTAI Oleh : Theophania Elppa Evony X AKL 3 Kerajaan tertua di wilayah Nusantara yang bercorak Hindu-Buddha adalah Kerajaan Kutai. Kerajaan yang didirikan oleh Kudungga pada abad ke-4 ini letak geografisnya berada di tepi sungai Mahakam, Kutai, Kalimantan Timur. Pusat Pemerintahannya diperkirakan di hulu Sungai Mahakam dengan wilayah kekuasaan meliputi hampir seluruh wilayah Kalimantan Timur. Sejarah Kerajaan Kutai diawali dengan datangnya pengaruh kebudayaan India, terutama kebudayaan Hindu. Meski Kutai tidak terletak dalam jalur perdagangan internasional, tetapi hubungan dagangnya dengan India telah berkembang sejak awal . Saat itu ada Brahmana yang ingin menyebarkan agama Hindu di Indonesia, meskipun hanya dapat dipelajari kalangan atas saja. Brahmana yang menyebarkan agama Hindu ini diangkat sebagai penasehat raja oleh Kudungga karena dipercaya memiliki kesaktian. Masuknya kebudayaan Hindu menyebabkan Kutai yang semula merupakan kelompok masyarakat yang berbentuk suku berubah sistem pemerintahannya. Kepala pemerintahan yang semula seorang kepala suku berubah menjadi raja. Kemudian agama Hindu terus diturunkan hingga cucunya yang bernama Mulawarman ini. Mulawarman adalah seorang penganut Hindu-Syiwa yang setia dan taat, dia membangun tempat suci bernama Waprakeswara. MASA KEJAYAAN KERAJAAN KUTAI MARTAPURA Kerajaan Kutai mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Raja Mulawarman yang terkenal sangat dermawan. Kenaikan tahta Mulawarman ini dibuktikan dengan pemberian 20 ribu ekor sapi kepada brahmana yang bertempat di Waprakecvara. Waprakecvra adalah tempat suci (keramat) yang merupakan sinkretisme antara
kebudayaan Hindu dengan Indonesia. Di bawah kekuasaan Raja Mulawarman, kehidupan ekonomi Kerajaan Kutai Martapura semakin berkembang pesat, mulai dari sektor pertanian dan perdagangan karena letaknya yang sangat strategis dan banyak pedagang yang berdatangan untuk berbisnis. Dalam salah satu Yupa tersebut juga telah dikatakan bahwa pada Raja Mulawarman telah melakukan sebuah upacara korban emas yang sangat banyak. RUNTUHNYA KERAJAAN KUTAI MARTADIPURA Kerajaan Kutai mengalami keruntuhan pada masa pemerintahan raja terakhirnya yang bernama Maharaja Dharma Setia. Faktor penyebab keruntuhan kerajaan Kutai adalah adanya perebutan kekuasaan antara kerajaan Kutai Martapura yang memeluk agama Hindu dengan kerajaan Kutai Kertanegara yang sudah memeluk Islam. Pada saat itu Maharaja Dharma Setia terlibat peperangan dengan raja Kutai Kertanegara ke13 yang bernama Aji Pangeran Anum Panji Mendapa. Kutai Kertanegara berhasil memenangkan peperangan tersebut dan menguasai wilayah Kutai Martapura. Sejak saat itu kerajaan Kutai Martapura mengalami masa keruntuhannya dan kemenangan tersebut menjadi sejarah baru dengan berdirinya Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura yang telah menganut agama Islam. BUKTI ARKEOLOGIS Bukti arkeologis keberadaan kerajaan ini adalah temuan prasa yang ditulis di atas tujuh buah Yupa (tugu batu) tetapi baru 4 yang berhasil dibaca dan diterjemahkan. Prasasti tersebut ditemukan antara tahun 1879 dan 1940 di daerah hulu Sungai Mahakam Prasasti tersebut ditulis dengan huruf Pallawa (huruf yang banyak digunakan di wilayah India selatan) dan berbahasa Sansekerta. Isi Yupa : menceritakan Raja Mulawarman yang memberikan sumbangan kepada para kaum Brahmana berupa sapi yang banyak. Mulawarman disebutkan sebagai cucu dari Kundungga, dan anak dari Aswawarman. Prasasti ini merupakan bukti peninggalan tertua dari kerajaan yang beragama Hindu di Indonesia. Nama Kutai umumnya digunakan sebagai nama kerajaan ini meskipun tidak disebutkan dalam
prasasti, sebab prasasti ditemukan di Kabupaten Kutai, Kalimantan Timur, tepatnya di hulu Sungai Mahakam. Dalam salah satu Yupa tersebut juga telah dikatakan bahwa pada Raja Mulawarman telah melakukan sebuah upacara korban emas yang sangat banyak. Kemajuan dari kerajaan kutai ini juga terlihat dari tanda adanya golongan terdidik. Mereka terdiri dari para golongan ksatrian dan brahmana yang kemungkinan telah bepergian ke India atau pada pusat-pusat penyebaran agama Hindu yang ada di Asia Tenggara. Masyarakat tersebut mendapat kedudukan yang terhormat dalam kerajaan kutai. KESIMPULAN Kutai adalah kerajaan bercorak Hindu di Nusantara yang memiliki bukti sejarah tertua. Berdiri sekitar abad ke-4. Kerajaan ini terletak di Muara Kaman, Kalimantan Timur, tepatnya di hulu sungai Mahakam. Raja pertama adalah Kudungga dan Raja yang paling terkenal adalah Mulawarman Maladewa. Lalu runtuh karena peperangan yang dikarenakan perebutan kekuasaan antara Kerajaan Kutai Martapura dengan Kerajaan Kutai Kertanegara. Bukti arkiologis keberadaan kerajaan kutai adalah penemuan prasasti Yupa (tugu batu) Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Kutai_Martapura https://brainly.co.id/tugas/21518406 https://www.kompas.com/stori/read/2021/05/21/123432279/sejarah-berdirinya-kerajaan-kutai https://roboguru.ruangguru.com/question/raja-terkenal-di-kerajaan-kutai-_QU-OZ6WNQ28 https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5854955/jatuh-pada-masa-raja-terakhir-ini-faktorpenyebab-runtuhnya-kerajaan-kutai https://www.viva.co.id/gaya-hidup/inspirasi-unik/1398329-kerajaan-kutai-sejarah-berdirinyamasa-kejayaan-runtuh-dan-rajanya?page=2 Buku paket sejarah kurikulum merdeka penerbit Erlangga halaman 118