The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Buku panduan tentang materi Teori Warna.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by endangsurya00, 2021-07-08 09:38:20

Teori Warna

Buku panduan tentang materi Teori Warna.

Keywords: Teori Warna

Page 1 of 48

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena rahmat
dan hidayah-Nya sehingga saya bisa menyelesaikan paper ini dengan baik dan juga
tepat pada waktunya.
Adapun tujuan dari penulisan dari paper ini adalah untuk memenuhi tugas dari ibu
Cholilawati dan ibu Sri Listiani pada mata kuliah Teori Warna. Selain itu, paper ini
juga bertujuan untuk menambah wawasan ilmu pengetahuan.
Paper ini sebagai syarat untuk memenuhi agar bisa mengikuti Ujian Akhir Semester
pada mata kuliah Teori Warna dan juga saya berterima kasih kepada :

1. Dosen pengajar mata kuliah Teori Warna yang telah mengajar dengan
baik.

2. Orang Tua yang selalu mensupport saya dalam mengerjakan paper ini
3. Teman program studi Perdagangan Mode 2020 yang telah mendukung

pembuatan paper ini.
Saya menyadari, paper yang saya tulis ini masih jauh dari kata sempurna.
Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun akan saya nantikan demi
kesempurnaan paper ini.

Jakarta, 17 Mei 2021

Endang Surya Ningsih

Page 2 of 48

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ……………………………………………………. 2

DAFTAR ISI ……………………………………………………. 3

BAB 1
PSIKOLOGI WARNA ……………………………………………………. 4

BAB II ………….. 13
KARAKTERISTIK DAN PERLAMBANGAN WARNA

BAB III
KOMPOSISI WARNA ………………………………………………….... 17

BAB IV
IDENTITY COLOUR …………………………………………………… 25

4 BAB V …………………………………………………… 34
WARNA & USIA

BAB VI …………………………………………………… 41
WARNA & STYLE …………………………………………………… 47
DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………… 48
RIWAYAT HIDUP

BAB I

Page 3 of 48

PSIKOLOGI WARNA

Psikologi warna merupakan cabang dari ilmu psikologi yang
mempelajari tentang warna sebagai faktor yang mempengaruhi perilaku
manusia. Ilmu ini mempelajari tentang pengaruh warna terhadap emosi dan
juga perilaku manusia.
Semua warna memiliki efek tersendiri terhadap psikologi seseorang, karena
setiap warna memancarkan panjang gelombang energi tertentu dan berbeda
satu sama lain.
Seorang psikolog bernama Carl Gustav menggunakan warna sebagai alat
psikoterapi. Jung, seorang psikolog lainnya juga percaya bahwa setiap
warna memiliki potensi dan kekuatan untuk mempengaruhi psikologi
seseorang.
Hal ini disebabkan karena setiap warna memiliki efek emosi, perubahan
suasana hati bahkan dapat mempengaruhi produktivitas seseorang.
Dalam branding dan marketing bisnis, psikologi warna difokuskan pada
bagaimana warna tersebut mempengaruhi kesan konsumen terhadap suatu
produk.

Page 4 of 48

PSIKOLOGI WARNA
Menurut Para Ahli

1. Menurut Max Luscher

Seorang psikolog dari Basel University pada abad ke-10 menjelaskan bahwa
pengertian psikologi warna adalah bisa menunjukkan kondisi pikiran dan
ketidakseimbangan kelenjar dalam tubuh seseorang. Argumen tersebut
sebagai landasan bahwa warna dapat dijadikan untuk diagnosa baik secara
fisik maupun psikis.

2. Menurut Johannes Itten

Dalam buku The Elements of Color, Johannes Itten menyatakan bahwa
setiap warna memiliki kesan dan efek yang berbeda pada seseorang.
Seperti warna merah yang memberikan kesan kekuatan, warna biru berarti
keyakinan, kuning memberi kesan ceria, orange adalah kesombongan, hijau
adalah kasih sayang dan ungu adalah kesucian.

SEJARAH PSIKOLOGI WARNA
Warna merupakan suatu proses yang terjadi ketika cahaya mengenai

suatu benda. Hadirnya warna tersebut mampu memberikan keindahan dan
juga nila estetika. Bahkan keberadaannya bisa berpengaruh terhadap
psikologi manusia.

Fakta ini kemudian mendorong munculnya beberapa teori yaitu teori Sir
Isaac Newton, teori Brewster dan teori Munsell.

Ketiga teori tersebut kemudian mendorong munculnya psikologi warna yang
berpengaruh pada emosi, perilaku dan tindakan manusia.

KONSEP DASAR PSIKOLOGI WARNA

Page 5 of 48

Warna dipercaya bisa memberikan pengaruh pada psikologi, emosi
dan juga tindakan manusia. Tidak hanya itu saja, warna juga menjadi bentuk
komunikasi non verbal sehingga bisa mengungkapkan pesan secara instan
dan lebih bermakna.
Seorang psikolog ternama dari Swiss yang bernama Carl Gustav Jung
menjadikan warna sebagai alat penting dalam psikoterapi yang dilakukan.
Carl Gustav meyakini jika setiap warna memiliki makna, potensi dan juga
kekuatan untuk mempengaruhi. Bahkan warna tersebut menghasilkan efek
tertentu pada emosi, produktivitas hingga mood.

TEORI PSIKOLOGI WARNA

Salah satu teori psikologi warna yang terkenal di dunia adalah teori
Brewster. Teori warna Brewster memiliki definisi dalam mengelompokkan
warna menjadi empat golongan atau kelompok.
Keempat golongan tersebut yaitu warna primer, sekunder, tersier dan juga
warna netral. Adapun yang termasuk warna primer yaitu merah, biru dan
kuning.
Warna-warna dalam ilmu psikologi warna yang memiliki kekuatan dan ciri
khas serta kemudian mempengaruhi psikologi manusia dan bisa
dimanfaatkan dalam bisnis.

Page 6 of 48

JENIS DAN ARTI WARNA DALAM PSIKOLOGI WARNA

Setiap warna memiliki arti emosional. Sejak dulu, keterkaitan warna
dalam bidang psikologi sudah diteliti. Berikut ini arti warna pada psikologi
warna:
1. Merah

Dalam psikologi warna, warna merah memiliki arti simbol keberanian,
kekuatan, melambangkan kegembiraan serta memberikan gairah dan
memberikan energi untuk melakukan suatu tindakan.

2. Orange

Warna orange merupakan perpaduan antara warna merah dan kuning.
Warna orange memberikan kehangatan dan semangat, symbol
petualangan, optimisme, kemampuan bersosialisasi dan kepercayaan diri.

3. Kuning

Warna kuning secara psikologi memiliki arti paling bahagia yakni
kehangatan, optimisme, semangat, ceria dan rasa bahagia. Warna kuning
biasanya digunakan oleh orang yang memperoleh perhatian, tampil di depan
umum.
4. Biru

Warna biru mampu mengatasi insomnia, kecemasan, migrain dan tekanan
darah tinggi. Sedangkan dalam bisnis, warna biru mampu memberikan
kesan professional, kepercayaan dan simbol kekuatan.

5. Hijau

Warna hijau identik dengan warna alam. Dalam dunia psikologi, warna hijau
digunakan untuk membantu seseorang agar memiliki kemampuan
menyeimbangkan emosi dan keterbukaan dalam berkomunikasi. Warna
hijau memberikan efek relaksasi dan ketenangan.

Page 7 of 48

6. Hitam
Warna hitam memiliki arti keanggunan, kemakmuran, kecanggihan dan
penuh misteri.
7. Putih
Warna putih berarti suci dan bersih. Warna putih memiliki arti kebebasan
dan keterbukaan. Dalam dunia kesehatan warna putih memberikan kesan
steril atau tidak tercampur dengan apapun.
8. Cokelat
Warna coklat mengandung unsur tanah atau bumi. Warna Cokelat memberi
kesan hangat, nyaman dan aman.
9. Pink
Warna pink atau merah muda merupakan perpaduan dari warna merah dan
putih. Namun secara keseluruhan warna Pink memiliki arti yang berbeda
dengan warna dasarnya.
10. Ungu
Warna ungu melambang kan kemewahan, keanggunan dan kebijaksanaan.
Warna Ungu mampu memberikan penggambaran dengan sifat kesenangan
dan kemewahan dalam hidup.

Page 8 of 48

PENGARUH PSIKOLOGI WARNA
TERHADAP PSIKOLOGI MANUSIA

Pengaruh psikologi warna terhadap psikologi kepribadian manusia dalam
kehidupan sehari-hari, Sebagai berikut :

1. Warna memiliki pengaruh bagi psikologi manusia yakni dapat
menciptakan agar semakin bergairah terhadap sesuatu.

2. Apabila digunakan dan memilih warna yang tepat maka warna dapat
memberikan efek ketenangan, lebih berkonsentrasi dan kesan
gembira.

3. Warna juga dapat memberikan energi, membangkitkan mood agar
manusia lebih aktif dalam melakukan suatu kegiatan.

4. Warna dapat digunakan sebagai alat bantu komunikasi non verbal,
yakni digunakan untuk mengungkapkan sebuah pesan dengan makna
yang mudah diserap secara instan.

MERAH
Warna yang diasosiasikan dengan api dan darah

Positif :
• Menunjukkan pribadi yang bersifat ekstrover, integratif dengan dunia,
penuh vitalitas,
• lebih dikuasai oleh dorongan hatinya (love&passion)
• dapat juga melambangkan energi, semangat dan kekuatan,

Negatif :
• melambangkan keagresifan, kemarahan, revolusi dan kekejaman •
dapat dikatakan warna yang paling arogan diantara warna lain karena
sifatnya yang lebih menonjol ketika dilihat mata telanjang.
• Orang yang mengenakan pakaian merah kelihatan “lebih berat”.
• Untuk penyakit mental/jiwa, merah diasosiasikan dengan
kecenderungan yang berlebih-lebihan (maniak).

Page 9 of 48

KUNING
Kuning adalah warna matahari, emas, spiritual dan inspirasi
Positif :

 kebijaksanaan, optimisme, cahaya, keceriaan, hasrat dan cinta
Negatif :

 cemburu, pengecut, penipuan, kebohongan dan peringatan
 Menurut Faber Birren, diasosiasikan dengan gangguan jiwa yang

ekstrem, genius atau lemah pikiran. Dengan kata lain bahwa warna
kuning adalah warna intelektual.
 Menyebabkan mata cepat lelah (mudah iritasi), karena lebih
cemerlang dari putih.
 Di Burma dan Mesir – lambang duka cita, Jepang diasosiasikan
keberanian, Di India – lambang pedagang dan petani.

HIJAU
Warna dari tumbuh-tumbuhan yang mengesankan kesegaran dan alami
Positif :

 Kehidupan, harapan, kesuburan, kesuksesan, alami, harmoni, muda
dan kelahiran.

 Pilihan orang yang mempunyai kedudukan sosial yang tinggi,
mempunyai kesempatan banyak bicara, dan selera makan tinggi.

Negatif :
 Selain itu warna hijau juga melambangkan ketamakan, cemburu/iri,
racun, kerusakan dan kurang berpengalaman.
 Di rumah sakit digunakan untuk membuat pasien rileks.
 Di Arab – warna religi dan di Cina – lambang laki-laki.

Page 10 of 48

BIRU
Diasosiasikan ke dalam warna yang dingin, tenang dan sabar seperti langit
dan laut
Positif :

• Lambang dari pengetahuan, ketenangan, sejuk, kedamaian, maskulin,
kesetiaan, keadilan dan kecerdasan.

Negatif :
• melambangkan sifat depresi, lesu dan apatis. Juga dapat
diasosiasikan.
• Biru adalah simbol dari surga dan ketuhanan.
• Di Cina, simbol dari anak kecil (gadis) dan di Iran lambang duka cita.

Secara mutlak tentu tidak ada warna yang mempunyai nilai intrinsik,
walaupun sifat pribadi seseorang dapat diteliti. Beberapa ahli menaksir sifat-
sifat kepribadian seseorang dihubungkan dengan nilai simbolis warna, yang
lainnya menganalisis nilai simbolisnya dalam istilah tingkah laku.
Sifat kewanitaan dan kejantanan seseorang juga dapat diungkapkan melalui
warna. Wanita lebih menyukai warna hangat, warna pastel dan warna
lembut. Pria lebih menyukai warna-warna yang tegas, tua, sejuk dengan
intensitas yang kuat.
Menggunakan warna dengan baik dan tepat merupakan masalah desain
yang rumit. Macam-macam individu ataupun budaya mempunyai standar
serta kriteria yang berbedabeda dalam menentukan warna yang baik dan
tepat.

Page 11 of 48

PSIKOLOGI WARNA UNTUK BRANDING DAN MARKETING BISNIS
Menurut seorang pakar bisnis digital Neil Patel , banyak pelaku bisnis

dengan brand top yang secara terus-menerus meningkatkan pengetahuan
mereka terkait dengan hal psikologi warna ini. Mengapa bisa begitu, Hal ini
karena warna dapat berdampak pada peningkatan penjualan atau sales.
Sebelum lebih jauh lagi mempelajari tentang psikologi warna ini, Perlu
mengetahui bahwa teori ini tidak berarti kita memanipulasi customer atau
pelanggan kita agar mereka mau membeli apa yang sebenarnya tidak
mereka perlukan.
Sebaliknya, justru dengan memilih warna yang tepat, Kita bisa mendapat
keuntungan yang lebih dibandingkan dengan kompetitor bisnis Kita.
Penerapan teori ini juga bisa memberikan kesempatan bagi kita dalam
menyampaikan pesan secara efektif dan memenuhi kebutuhan
audiens/pasar kita. Sebenarnya yang paling utama adalah kita bisa
meningkatkan branding bisnis Anda.

Page 12 of 48

BAB II

KARAKTERISTIK DAN PERLAMBANGAN WARNA

Warna bukan hanya menciptakan keindahan. Kuatnya pengaruh
warna bahkan pernah diungkapkan oleh Darwis Triadi, seorang fotografer
Indonesia dalam bukunya “Color Vision” Dengan warna kita bisa
menciptakan suasana teduh dan damai.

Dengan warna pula kita dapat menciptakan keberingasan dan kekacauan.
Adapun pernyataan tersebut berkaitan dengan konsep psikologi warna,
yang kelak menjelaskan hubungan antara manusia dan cara mereka
memersepsikan warna-warna di sekitar.

Banyak penelitian mencoba mengungkap korelasi warna dengan manusia,
terutama dalam segi karakter dan psikologis. Warna menjadi simbol penting
dalam Logo Perusahaan atau partai dan dapat menciptakan nuansa tertentu
di tempat-tempat seperti rumah sakit, institusi pendidikan, hingga rumah
makan.

Dengan mengetahui sifat dan karakter masing-masing warna, anda tidak
akan salah pilih dalam menentukan warna favorit yang sesuai dengan
kepribadian. Untuk itu, kita lihat karakter warna berikut ini:

1. Merah

Memiliki karakter membangkitkan energi, aktif, agresif hangat, komunikatif,
aktif, optimis, antusias, dan bersemangat. Warna merah berkaitan dengan
ambisi dan Memberi kesan sensual, mewah, berkemauan keras, dan penuh
semangat. Terlalu banyak warna merah bisa merangsang kemarahan dan
agresivitas.

2. Oranye

Sifat atau karakter warna oranye hampir memiliki kesamaan dengan warna
merah. Warna ini melambangkan sosialisasi, kekuatan, percaya diri,
membangkitkan semangat, vitalitas, dan kreativitas. Menimbulkan perasaan

Page 13 of 48

positif, senang, gembira, bisa mengurangi perasaan tertekan. Tetapi bila
berlebihan dapat merangsang perilaku hiperaktif.

3. Kuning

warna yang sifatnya menonjol, cerah, membangkitkan energi, komunikatif,
dan merangsang kemampuan berpikir serta memberi kesan semangat untuk
maju dan toleransi tinggi. Pengaruh warna ini antara lain riang, dermawan,
dan sukses. Penggunaan yang kurang tepat justru akan menimbulkan kesan
menakutkan.

4. Biru

Memberi kesan perasaan yang mendalam. Menimbulkan perasaan tenang,
dan dingin, melahirkan perasaan sejuk, memberi kenyamanan dan
perlindungan. Selain itu warna biru juga memberikan pengaruh lemah
lembut, bijaksana, cepat puas, pangasih dan penyayang, tidak mudah
tersinggung dan banyak kawan. Warna biru yang kuat bisa merangsang
kemampuan intuitif dan memudahkan meditasi. Namun berhati-hatilah,
terlalu banyak biru dapat menimbulkan kelesuan.

5. Hijau

Warna yang melambangkan elastisitas keinginan. Cenderung pasif,
bertahan, mandiri, posesif, susah menerima pemikiran orang lain. Pengaruh
dari warna ini antara lain teguh dan kokoh, mempertahankan miliknya, keras
kepala, dan berpendirian tetap. Nuansa hijau dapat meredakan stress,
memberi rasa aman, dan perlindungan..Tapi warna hijau juga dapat
menimbulkan perasaan terperangkap.

6. Coklat

Coklat merupakan warna yang netral, natural, hangat, membumi, dan stabil,
menimbulkan kenyamanan. Warna yang bersifat akrab, menenangkan, dan
bisa mendorong komitmen. Jika terlalu banyak memberi kesan berat dan
kaku.

Page 14 of 48

7. Putih
Sebuah warna yang melambangkan kemurnian, kepolosan, memberikan
kesan perlindungan, ketenteraman, kenyamanan, dan memudahkan
refleksi. Penggunaan warna putih yang berlebihan bisa menimbulkan
perasaan dingin, steril, kaku, dan terisolir.

8. Ungu
Warna ini berkesan sensual, feminim, antik, yang juga anggun, dan hangat.
Bersifat kurang teliti namun penuh harapan. Ungu yang gelap mampu
menambah kekuatan intuisi, fantasi, dan imajinasi, kreatif, sensitif, memberi
inspirasi, dan obsesi.
9. Abu – Abu
Bersifat netral dan serius. Menimbulkan perasaan damai, menciptakan
keheningan dan kesan luas. Selain itu, warna ini juga terkesan dingin, kaku,
dan tidak komunikatif.
10. Hitam
Warna ini memiliki karakter yang kuat, penuh percaya diri, perlindungan,
elegan, megah, dramatis, dan misterius. Warna hitam juga melambangkan
duka dan menimbulkan perasaan tertekan.

Page 15 of 48

Selain karakter-karakter di atas, warna juga dapat digolongkan menjadi 4
golongan warna antara lain yaitu:
1. Warna-warna tenang, yang termasuk di dalam golongan ini adalah biru
muda, biru pucat, biru laut, ungu, hijau daun, hijau muda, dan hijau pupus.
2. Warna-warna hangat, antara lain merah,coklat, kuning, terakota, oranye,
dan emas metalik.
3. Warna-warna segar, yaitu putih kebiru-biruan, kuning muda, kuning
lemon, hijau daun, hijau lumut, biru laut, merah cerah, dan merah muda.
4. Warna-warna berani, yang termasuk dalam golongan warna ini adalah
kuning menyala, hijau tua, biru tua kehijaun, biru menyala, biru gelap pekat,
merah cerah, oranye menyala, pink tua, hitam, dan putih.

Page 16 of 48

BAB III

KOMPOSISI WARNA

Pengertian Komposisi Warna

Menurut KBBI ( Kamus Besar Bahasa Indonesia ) Komposisi adalah
tata susun, susunan, atau teknik menyusun karangan agar diperoleh cerita
yang indah dan selaras. Maka dari itu Komposisi warna merupakan susunan
atau pencampuran unsur – unsur warna sehingga menjadi harmonis ( serasi,
selaras, dan seimbang ).
Komposisi warna adalah susunan warna-warna yang diatur untuk tujuan-
tujuan seni, baik seni rupa murni seperti lukisan, patung dll maupun untuk
seni terpakai atau desain.

Pengertian Skema Warna

Skema Warna adalah penggabungan dua atau lebih warna yang berbeda-
beda ke dalam sebuah komposisi. Fungsi skema warna adalah untuk
melihat efek yang akan dihasilkan saat sebuah warna yang berbeda di
campur dengan warna yang lainnya.

Teori Brewster pertama kali dikemukakan pada tahun 1831. Teori ini
menyederhanakan warna-warna yang ada di alam menjadi 4 kelompok
warna, yaitu warna primer, sekunder, tersier, dan warna netral.

Dengan dasar teori warna serta aplikasinya dalam menghasilkan suatu
kombinasi yang harmonis seperti dipaparkan di atas, diharapkan pembaca
telah mengerti prinsip teori yang akan diterapkan dalam padu padan busana.
Harus dijadikan catatan, beberapa dasar teori warna yang telah dibahas
akan terdapat sedikit perkembangan dan perbedaan dalam padu padan
busana menggunakan color wheel. Kelompok warna ini sering disusun
dalam lingkaran warna brewster. Lingkaran warna brewster mampu
menjelaskan teori kontras warna (komplementer), split komplementer, triad,
dan tetrad.

Page 17 of 48

Warna Monochromatic dalam Busana
Skema warna monokromatik adalah warna yang diperoleh dari hasil gradasi
warna yang kita pilih terhadap warna gelap ataupun warna terang dari warna
tesebut. Penggunaan warna monokromatik dirasakan lebih “aman” karena
dapat menghindari kesalahan pemilihan warna dan mempermudah dalam
pemilihan komposisi warna. Satu warna yang sama, tapi berbeda turunan
warna (tints, tones, shades). Kombinasi ini menciptakan suasana sesuai
dengan persepsi warna dasar yang akan digunakan.

Warna Akromatis dalam Busana
Warna akromatis adalah gradasi warna dari hitam ke putih. Warna putih
(warna terang) dan warna hitam (warna gelap) menghasilkan sesuatu yang
sangat jelas, kontras yang tajam. Warna akromatik (achromatic colors)
adalah hitam, putih dan abu-abu diantaranya. Dengan kata lain, warna
akromatik adalah warna gradasi dari hitam ke putih, dimana terdapat
tahapan abu-abu diantaranya.

Page 18 of 48

Warna Polikromatik dalam Busana
Warna Polikromatik adalah warna sekunder yang dicampur dengan putih
dan hitam sehingga akan menghasilkan intensitas berbeda-beda. jadi warna
sekunder ini adalah warna hasil campuran warna-warna primer.

Warna Netral dalam busana
Warna-warna yang disebut netral dalam busana adalah warna hitam, putih,
abu-abu, dan termasuk dalamnya adalah warna cokelat, perak, dan emas.
Warna-warna tersebut tidak bisa dianggap warna utama dalam padu padan
busana karena warna netral tidak akan pernah salah jika dikombinasikan ke
semua hue yang ada dalam color wheel. Warna netral bisa berdiri sendiri
dengan penerapan warna monochromatic, sehingga warna akan terlihat
harmonis dan menyenangkan di mata.

Page 19 of 48

Warna Komplementer dalam Busana
Merupakan perpaduan warna yang paling terang dan menarik perhatian.
Perpaduan warna terang yang berseberangan langsung dalam color wheel
akan menciptakan kombinasi warna yang menarik. Tetapi tidak semua orang
berani untuk melakukan kombinasi color blocking seperti ini. Oleh karena itu,
perpaduan warna terang tersebut bisa dikombinasikan dengan salah satu
warna yang dicampurkan dengan penurunan/penaikan warna (tints, tone,
shades) untuk menghindari skema warna yang sangat vibrant.

Warna Analogous dalam Busana
Perpaduan warna busana menggunakan warna analogous dianggap
merupakan cara teraman untuk tampil menarik tanpa terlihat membosankan.
Warna yang dipadupadankan menggunakan turunan warna utama sehingga
keseluruhan penampilan busana akan terlihat harmonis. Dalam permainan
kombinasi warna analogous diperlukan intuisi pemahaman warna desain
untuk menentukan warna dominan yang akan menjadi warna utama dalam
satu gaya penampilan.

Page 20 of 48

Warna Triadic dalam Busana
Pemilihan warna dalam color wheel menggunakan jarak yang sama dan
menerapkannya dalam busana akan menghasilkan campuran warna-warni
yang berani dan terang. Akan tetapi, warna triadic juga bisa merusak
penampilan secara keseluruhan jika porsi penempatan warna yang
dilakukan terlalu berlebihan. Seperti yang disinggung sebelumnya, dalam
permainan warna busana, untuk mendapatkan warna yang lebih dinamis,
diperlukan kombinasi warna yang dipadankan dengan tints, tone dan
shades.

Warna Split Komplementer dalam Busana
Dengan menggunakan satu warna utama dan dua warna sekunder yang
berseberangan dengannya, sehingga membentuk bentuk huruf Y. Untuk
mengomposisikan kombinasi warna split komplementer, kita harus memilih
satu warna yang akan dijadikan warna dominasi dan dua lainnya sebagi
aksen. Bisa menggunakan baju atasan, bawahan, tas maupun aksesoris
sebagai warna utamanya.

Page 21 of 48

Warna Tetradic dalam Busana
Sering kali dihindari kebanyakan orang dikarenakan warna yang digunakan
walaupun terlihat harmonis di dalam lingkaran warna, akan tetapi ke empat
warna yang ditampilkan sangat menarik perhatian dan cenderung dihindari.
Biasanya hanya digunakan untuk keperluan pemotretan majalah fashion
ataupun pagelaran busana oleh para perancang. Tidak semua orang berani
menggunakan warna yang terang terlebih warna yang digunakan langsung
4 sekaligus. Warna tetradic adalah kombinasi dua warna komplementer. Jika
tetap ingin menggunakan warna tetradic, disiasati dengan menyeimbangkan
komposisi busana dan aksesoris sehingga tidak terlihat berlebihan.

Warna Selaras dalam Busana
Warna selaras merupakan kombinasi warna yang menyenangkan untuk
suatu kegunaan, walaupun benda yang dipakai berlainan dan memiliki unsur
keharmonisan. Warna selaras dapat dicapai dengan menggunakan
komposisi warna monokromatis atau analogus dengan tambahan unsur
putih.

Page 22 of 48

Warna Perulangan dalam Busana
Pengulangan warna adalah penggunaan warna yang sama lebih dari sekali
atau secara berulang, yang diatur pada tempat yang berbeda pada sebuah
komposisi. Efek pengulangan warna akan membuat mata bergerak
mengikuti arah pengulangan tersebut. Pengulangan warna bisa teratur
menurut jarak yang tetap, pengulangan yang teratur akan memperkuat arah
pengulangan.

Page 23 of 48

Kombinasi Warna Pakaian dengan Rona Kulit Asli (undertone)
Tidak semua warna-warna terang bisa diaplikasikan ke semua orang, begitu
pula dengan warna gelap. Inti dari mencari warna pakaian yang cocok
dengan warna kulit ialah untuk mendukung intensitas warna secara
keseluruhan dan dampaknya ke penampilan seseorang. Semua orang
memiliki rona kulit asli (undertone). Undertone adalah lapisan warna
dibawah kulit yang memancarkan rona pada permukaan kulit. Warna kulit
bisa berubah karena banyak hal, tetapi undertone tidak akan pernah
berubah. Dengan memahami undertone, kita bisa mengetahui warna-warna
yang dapat mengimbangi skintone kita, hasilnya adalah penampilan yang
segar,cerah dan lebih cantik tentunya. Karena jika kita memilih warna yang
salah, wajah kita akan terlihat kusam dan lelah. Undertone dibagi secara
general menjadi tiga: cool/pink, warm/yellow, netral. Walaupun bukan
merupakan hal yang gampang untuk menentukan paduan warna dengan
warna kulit kita, ada beberapa cara yang digunakan untuk menganalisis
tingakatan warna kulit kita dan penerapan teori warna pun masih diterapkan
untuk mencari undertone.

Page 24 of 48

BAB IV
IDENTITY COLOUR

IDENTITY
Identitas selalu menjadi subjek penelitian yang populer untuk berbagai

disiplin ilmu, seperti psikologi, filsafat, sosiologi, humangeografi, dan
antropologi. Namun, proses urbanisasi dan globalisasi telah menyebabkan
perubahan cepat dalam lingkungan perkotaan, menempatkan konsep
identitas dalam agenda perencana dan perancang kota dalam beberapa
dekade terakhir. Peneliti seperti Kevin Lynch (1960) dan Edward Relph
(1976) pernah mengungkap pentingnya identitas yang berkaitan dengan
lingkungan perkotaan.

COLOUR
Warna adalah salah satu aspek terpenting dari kehidupan kota: itu adalah
salah satu faktor utama dalam deskripsi efek dekoratif kota. Beberapa
sampel yang diberikan menyarankan warna tertentu membantu kita
mengidentifikasi suatu tempat. Agar sepenuhnya efektif, dekorasi kota
memerlukan kebijakan strategis yang menetapkan agenda warna kota dan
elemen utamanya. Citra kota dari sudut pandang warna seringkali terbentuk
dalam sejarah yang panjang dan juga sangat dipengaruhi oleh pengaturan
lingkungannya.
Pengalaman warna secara konstan dan bersamaan dimodifikasi oleh
pengalaman tambahan dari semua elemen visual lainnya dalam persepsi
visual. Dengan kata lain, warna adalah tekstur, bentuk dan ruang, untuk
memahami setiap elemen ini sebagai faset dari yang lainnya. Sumber warna
di kota dapat berasal dari berbagai aspek, misalnya, London: merah
(transportasi / furnitur jalan), Santorini (Yunani): biru dan putih (arsitektur),
dll. Elemen warna ini membedakan kota satu sama lain. Contoh lebih lanjut

Page 25 of 48

adalah Verona, di mana warna arsitektur kuning berasal dari sumber daya
lokal dan tertanam dengan cita rasa dan gaya historis.

IDENTITY COLOUR

Dengan memfokuskan pada gagasan tentang warna sebagai identitas,
penelitian ini memperhatikan pendekatan apa yang diperlukan untuk
mencakup hubungan antara warna dan lingkungan perkotaan. Bagian
berikut mengulas terlebih dahulu identitas dalam etimologi, yang dilanjutkan
dengan menemukan konsep-konsep yang relevan di bidang terkait, seperti
desain grafis, desain perkotaan, sosiologi, dan antropologi. Kedua, banyak
konsep serupa dapat ditemukan dalam teori warna, seperti warna yang
berbeda, warna identitas, identitas kromatik. Ini dapat memberikan petunjuk
untuk menentukan identitas warna dan mengeksplorasi kerangka kerja yang
mungkin untuk studi lebih lanjut. Terakhir, melihat contoh identitas warna
tempat yang ada yang mendukung konsep warna yang dapat diartikan
sebagai identitas lingkungan perkotaan.

Page 26 of 48

Gambaran Umum Tentang Identity

Konsep identitas memiliki konteks yang luas. Istilah ini lebih umum
dalam Ilmu Sosial dan telah digunakan untuk menggambarkan 'keunikan'
seseorang atau sesuatu dari perspektif dan tujuan yang sangat berbeda,
seperti identitas pribadi, etika, sosial, dan tempat. Ketika berkonsultasi
dengan Oxford English Dictionary, kata itu menghasilkan akar Latin
(identitas, berarti 'kesamaan') dan dua arti dasar. Yang pertama adalah
konsep kesamaan absolut: ini identik dengan itu, sedangkan yang kedua
adalah konsep kekhasan yang mengandaikan konsistensi atau kontinuitas
dari waktu ke waktu.
Dengan menelaah istilah-istilah di bawah, definisi-definisi tersebut
menunjukkan variasi minat identitas dari berbagai bidang. Ini
mengungkapkan sebagian besar definisi berbagi dua makna dasar yang
umum: kesamaan (kesatuan) dan perbedaan (perbedaan, kekhasan). Untuk
memahami karakteristik identitas yang kontradiktif, Edward Relph (1976)
berpendapat bahwa identitas sesuatu mengacu pada kesamaan dan
kesatuan yang terus-menerus yang memungkinkan hal itu dibedakan dari
yang lain. Namun makna dialektikanya perlu digali lebih jauh, pembagian
kesamaan-perbedaan setidaknya memberikan dasar untuk pembahasan
lebih lanjut tentang pengertian identitas warna.

Page 27 of 48

Konsep Identity Colour

Banyak istilah telah ditemukan untuk mendeskripsikan warna yang
memperoleh fungsi identifikasi: colordistinguish (Faulkner, 1972), warna
identitas (Billger, 1999), warna aksen (Arnkil, 2013), dan identitas kromatik
(Zybaczynski, 2014). Sebagian besar konsep mendefinisikan identitas
warna dari aspek kromatik untuk mendeskripsikan karakteristik warna
persepsi visual. Mereka kemungkinan merujuk pada teori warna tentang hal-
hal seperti kontras warna, klasifikasi warna, dll.
Salah satu definisi yang terkait dengan konteks perkotaan adalah apa yang
Zybaczynski (2014) ajukan sebagai identitas kromatik, yang membahas
perhatian identitas warna dan harus dibahas dalam ruang lingkup yang lebih
luas dan mendekati perspektif multidisiplin. Meskipun semua konsep
menunjukkan bahwa warna dapat berfungsi sebagai identitas, istilah
tersebut tidak memiliki pemahaman yang komprehensif dan belum
dikembangkan sebagai prinsip dalam desain perkotaan.

Page 28 of 48

Persepsi Visual Tentang Identity Colour

Persepsi visual adalah reaksi pertama dan langsung dari orang yang
melihat objek berwarna dalam ruang tertentu. Seperti yang dikemukakan
oleh Frank Mahnke (1996), tingkat dasar pengalaman warna adalah reaksi
biologis terhadap rangsangan warna. Dengan demikian, bagian ini hanya
memprioritaskan fokusnya pada lingkungan visual, yang menyarankan
kerangka hubungan stimulus warna fisik dan kognisi warna yang dirasakan
manusia. Literatur persepsi identitas warna berpusat pada makna mendasar
dari definisi identitas: kesamaan dan perbedaan. Identitas warna dalam
persepsi visual dapat didefinisikan baik dari segi perbedaan maupun
kontinuitas dalam makna perseptual. Penelitian ini juga bertujuan untuk
menjawab pertanyaan penelitian tentang bagaimana mengidentifikasi
identitas warna di lingkungan perkotaan. Anomali penglihatan warna seperti
buta warna dan persepsi warna penuaan tidak akan dipertimbangkan dalam
penelitian ini.

Memadukan Dari Lingkungan Warna

Dalam persepsi visual, 'figur' dan 'latar belakang' adalah dua komponen
visual penting untuk pengenalan dan identifikasi warna lingkungan. Masalah
'Target-background' (Gambar-tanah) sering dipelajari dalam aplikasi warna
praktis, yaitu tingkat interaksi visual antara 'gambar' dan 'latar belakang'
yang disebabkan oleh hubungan yang bervariasi dalam warna bentuk fisik
dan warna alaminya. pengaturan. Juga Jack Nasar (1988) memberikan
informasi empiris tentang pengaruh fitur tanda warna buatan pada penilaian
visual perseptual dan kognitif. Konsep 'Target-background' membantu untuk
membedakan warna objek dan pengaturan lingkungannya.

Page 29 of 48

Harmoni Warna atau Kontras

Gagasan membaur dan/atau menonjol setidaknya menyiratkan makna
ganda identitas: kesamaan dan perbedaan. Dan kesamaan serta kekhasan
warna mengarahkan studi pada teori warna tentang harmoni warna dan
kontras warna.
Harmoni warna sering kali mengacu pada atribut warna dan kesatuan
pengalaman visual yang serupa. Johannes Itten menafsirkan warna analog
dengan cara yang disebut sebagai 'harmonis', yang terdiri dari kroma yang
sangat mirip, atau warna berbeda dalam naungan yang sama. Mereka
adalah kombinasi warna yang bertemu tanpa kontras yang tajam, yang
mengimplikasikan bahwa warna yang harmonis memiliki arti yang
berlawanan dengan kontras. Josef Albers setuju dan berkomentar lebih
lanjut bahwa semua warna harmoni biasanya muncul dalam jumlah, nilai,
dan ukuran bentuk yang sama. Dengan kata lain, harmoni warna tidak hanya
berbagi rona, saturasi, dan kecerahan yang setara, tetapi juga bentuk dan
ukuran warna.
Dengan kombinasi warna hue, lightness dan volume yang berbeda, warna
kontras akan menghasilkan efek visual yang dapat dibedakan. Kontras
warna dapat dianggap memberikan perbedaan nyata yang paling jelas
dalam hal persepsi lingkungan. Namun, dengan mengontraskan dua warna
atau lebih dalam skala yang sama, perbedaan warna tidak mengidentifikasi
warna tertentu sebagai fokus dalam persepsi visual. Warna dapat dipasang
di area dengan berbagai ukuran. Dengan demikian, proporsi kombinasi
warna memainkan peran kunci dalam menghasilkan identitas warna.

Page 30 of 48

Makna Warna Merek Terhadap Psikologi Manusia

Biru

Biru merupakan warna yang membawa kepercayaan dan profesionalisme.
Warna ini sangat populer digunakan pada perusahaan keuangan, keamanan
dan teknologi. Oleh sebab itu jika kamu melihat bahwa sebagian besar logo
aplikasi di smartphone kamu ada kombinasi warna biru, mungkin karena
warna biru terkait maknanya dengan dunia teknologi.

Orange

Orange adalah warna sekunder hasil dari penggabungan warna merah dan
warna kuning. Orange membawa kesan kreatif, bahagia, kebebasan dan
kepercayaan diri. Umumnya perusahaan yang mempunyai budaya kerja
atau semangat kerja kreativitas dan kebebasan akan memilih warna ini
sebagai salahsatu warna identitas perusahaannya.

Merah

Merah membawa kesan semangat, menarik, energi, dan kemarahan. Warna
merah juga melambang emosi yang kuat seperti romantisme cinta dan dapat
pula menggambarkan atau memicu nafsu makan, warna ini sering
digunakan pada perusahaan/ penyedia makanan cepat saji.

Kuning

Kuning merupakan warna yang membawa kesan bahagia dan optimis.
Pengunaan warna kuning mudah menarik perhatian karena menyolok jika
dibandingkan dengan warna primer lainnya. Warna kuning sering
dipergunakan oleh perusahaan perusahaan yang berjiwa muda, kreativitas.

Ungu

Ungu membawa kesan kemakmuran. Selain itu jika warna ungu
digabungkan warna emas dapat menampilkan unsur kemewahan dan
kekayaan.

Hijau

Page 31 of 48

Hijau sering dikatikan dengan alam. Warna hijau merupakan warna yang
membawa kesan sehat dan alami/natural. Umumnya warna ini menjadi
pilihan untuk menggambarkan kesan alami atau kesan yang ramah
lingkungan.
Hitam
Hitam membawa kesan elegan, klasik, kepuasan, kekuatan. Merek mereka
fashion ternama international sering menggunakan warna hitam yang
membuat produknya semakin eksklusif. Namun warna hitam dapat memiliki
konotasi negatif karena mengisyaratkan kematian, ketakutan, dan duka.
Putih
Putih membawa kesan kemurnian, kepolosan dan menciptakan estetika
minimalis. Putih juga merupakan warna paling netral dari semua dan bisa
dideskripsikan sebagai dasar untuk warna lain yang lebih menarik. Putih
biasa digunakan pada merek kesehatan dan kecantikan untuk
menyampaikan sesuatu yang murni.

Page 32 of 48

Makna Warna Dalam Brand Terkenal, yaitu :

Pada gambar di atas, beberapa brand terkenal memakai warna merah pada
brand atau logo mereka. Sebagai contoh ada Marlboro, memakai warna
merah sesuai dengan apa yang dipasarkan yaitu rokok, merah pada logo
dan kemasannya menandakan sebuah kejantan dan sebuah hal yang kuat
atau kokoh, begitu pula dengan isi dari kemasannya yaitu rokok bila di
konsumsi laki-laki maka sangat bisa terlihat kejantanannya.

Page 33 of 48

BAB V

WARNA & USIA

WARNA

Mewarnai dan membentuk sebuah benda bagi anak sangatlah mereka
senangi. Aktivitas ini merupakan kemampuan motorik halus yang harus
dibiasakan dan dilatih terus sehingga potensi seni mereka menjadi tumbuh.
Kemampuan mewarna, membentuk, mencoret, dan menarik garis bila telah
dimiliki anak usia dini, jelas akan sangat bermanfaat bagi mereka dan akan
menumbuhkan rasa estetika yang semakin baik. Aktivitas seperti ini dapat
dibiasakan dengan kegiatan lomba mewarna, lomba melukis dan lomba
mengkonstruk balok-balok maupun plastisin. Kegiatan lomba ini sekaligus
akan membentuk dan membiasakan serta memupuk kemampuan anak
dalam mewarna dan membentuk, baik mencoret maupun menarik garis.

Warna merupakan salah satu unsur yang tidak bisa berdiri sendiri, warna
merupakan tampilan fisik pertama yang sampai ke mata guna membedakan
ragam sesuatu, baik benda mati atau benda hidup. Dari berbagai macam
warna yang ada, yang paling dasar adalah warna merah, biru dan kuning.
Dari ketiga warna tersebut dapat diubah menjadi beribu-ribu macam warna
dengan mencampurkannya dalam perbandingan macam warna dengan
mencampurkannya dalam perbandingan-perbandingan tertentu sesuai
dengan macam warna yang diinginkannya.

USIA

Istilah usia diartikan dengan lamanya keberadaan seseorang diukur
dalamsatuan waktu di pandang dari segi kronologik, individu normal yang
memperlihatkanderajat perkembangan anatomis dan fisiologik sama
(Nuswantari, 1998). Usia pada manusia adalah waktu yang terlewat sejak
kelahiran. Semisal, umur manusia dikatakan lima belas tahun diukur sejak
dia lahir hingga waktu umur itu dihitung. Maka dari itu, umur diukur dari tahun
lahirnya hingga tahunnya sekarang. Manakala usia pula diukur dari tahun
kejadian hingga tahun sekarang (masa kini).

Page 34 of 48

MASA BALITA & BATITA
( 0 – 5 Tahun )

Anak di Bawah Lima Tahun atau sering disingkat sebagai Balita
merupakan salah satu periode usia manusia setelah bayi dengan rentang
usia dimulai dari dua sampai dengan lima tahun, atau biasa digunakan
perhitungan bulan yaitu usia 24-60 bulan. Periode usia ini disebut juga
sebagai usia prasekolah. Pada masa ini Terjadi perubahan yang cukup
drastis dari kemampuan psikomotor balita yang mulai terampil dalam
pergerakannya (lokomotion). Mulai melatih kemampuan motorik kasar
misalnya berlari, memanjat, melompat, berguling, berjinjit, menggenggam,
melempar yang berguna untuk mengelola keseimbangan tubuh dan
mempertahankan rentang atensi.
Pada akhir periode balita kemampuan motorik halus anak juga mulai terlatih
seperti meronce, menulis, menggambar, menggunakan gerakan pincer yaitu
memegang benda dengan hanya menggunakan jari telunjuk dan ibu jari
seperti memegang alat tulis atau mencubit serta memegang sendok dan
menyuapkan makanan kemulutnya, mengikat tali sepatu.

Page 35 of 48

MASA KANAK - KANAK
( 6 – 11 Tahun )

Masa anak-anak merupakan masa dimana anak mengalami proses
pertumbuhan dan perkembangan yang pesat dalam berbagai aspek bagi
kehidupan selanjutnya. Masa peka terhadap masing-masing anak berbeda-
beda seiring dengan laju pertumbuhan anak secara individual. Masa anak-
anak merupakan masa peletak dasar pertama untuk mengembangkan
kemampuan kognitif, bahasa, gerak-motorik, dan sosial emosional pada
anak usia dini.
Pertumbuhan dan perkembangan anak terjadi mulai dari fisik, intelektual,
maupun emosional. Pertumbuhan dan perkembangan secara fisik dapat
berupa perubahan ukuran besar kecilnya fungsi organ mulai dari tingkat sel
hingga perubahan organ tubuh. Pertumbuhan dan perkembangan intelektual
anak dapat dilihat dari kemampuan secara simbolik dan abstrak seperti
berbicara, bermain, berhitung, serta membaca (Hidayat, 2008).

Page 36 of 48

MASA REMAJA

( 12 – 25 Tahun )

Masa remaja awal merupakan masa transisi, dimana usianya berkisar
antara 13 tahun sampai 16 tahun atau yang biasa disebut dengan usia
belasan yang tidak menyenangkan, dimana juga terjadi juga perubahan
pada dirinya baik secara fisik, psikis maupun social (Hurlock,2010). Masa
remaja merupakan salah satu fase perkembangan dalam kehidupan individu
yang ditandai dengan ciri-ciri pencarian identitas diri. Menjalani hubungan
akrab dengan teman sebaya, dibandingkan dengan orangtua dan menjalani
perubahan secara tiba-tiba dan cepat pada aspek fisik, psikologis, seksual,
kognitif, sosial. Beberapa ciri yang terjadi pada remaja seperti yang telah
disebutkan tadi dapat menimbulkan kesulitan dan masalah bagi remaja yang
mengalaminya (Hurlock,2010).

Wagner (dalam Sarwono, 2010), menyatakan bahwa dalam menghadapi
masatransisi itu, keluarga, sekolah dan lembaga agama harus memberikan
pengertian dan pendidikan akan pengenalan diri remaja tentang siapa
dirinya, pengetahuan seksualitas, pendidikan norma, etika, dan estetika,
namun dalam masa transisi tersebut apabila tidak didukung oleh lingkungan
yang kondusif dan sifat kepribadian yang baik akan menjadi pemicu
timbulnya berbagai penyimpangan perilaku yang melanggar aturan dan
norma yang ada dimasyarakat yang biasanya disebut dengan kenakalan
remaja. Kenakalan remaja dalam studi masalah social dapat dikategorikan
ke dalam perilaku menyimpang.

Berdasarkan teori tahapan perkembangan individu menurut Erickson dari
masa bayi hingga masa tua, masa remaja dibagi menjadi tiga tahapan yaitu
remaja awal, remaja pertengahan, serta remaja akhir. Rentang usia remaja
awal pada perempuan yaitu 13-15 tahun dan pada laki-laki yaitu 15-17
tahun. Rentang usia remaja pertengahan pada perempuan yaitu 15-18 tahun
dan pada laki-laki yaitu17-19 tahun. Sedangkan rentang usia remaja akhir
pada perempuan yaitu 18-21 tahun dan pada laki-laki 19-21 tahun
(Thalib,2010). Berdasarkan survei tahun 2002 mengenai perilaku berisiko

Page 37 of 48

yang memiliki dampak pada kesehatan reproduksi remaja terdapat bahwa
remaja yang tercakup adalah mereka yang berusia 10-24 tahun (Maryatun,
2013).

MASA DEWASA
( 25 – 50 Tahun )

Masa dewasa ialah masa awal dan masa sulit seseorang individu dalam
menyesuaikan dirinya terhadap kehidupan baru dan harapan soaial
barunya. Pada masa ini, seorang individu dituntut untuk melepaskan
ketergantungan kepada orang tua dan berusaha untuk mandiri sebagai
seorang manusia dewasa.
Istilah dewasa merupakan organism yang telah matang. Tetapi lazimnya
merujuk pada manusia. Dewasa ialah orang yang bukan lagi anak-anak dan
telah menjadi pria atau wanita seutuhnya. Setelah mengalami masa kanak-
kanak dan remaja yang panjang seorang individu akan mengalami masa
dimana ia telah menyelesaikan pertumbuhannya dan mengharuskan dirinya
untuk berkecimpung dengan masyarakat bersama dengan orang dewasa
lainnya. Dibandingkan dengan masa sebelumnya, masa dewasa ialah waktu
yang paling lama dalam rentang kehidupan.

Page 38 of 48

Masa dewasa biasanya dimulai dari usia 18 tahun hingga kira-kira usia 50
tahun dan biasanya ditandai dengan selesainya pertumbuhan pubertas dan
organ kelamin anak yang telah berkembang dan mampu berproduksi. Pada
masa ini, individu akan mengalami suatu perubahan fisik dan psikologis
tertentu bersamaan dengan masalah-masalah penyesuaian diri dan
harapan-harapan terhadap perubahan tersebut.

Page 39 of 48

MASA LANSIA
( 51 – 65 Tahun )
Usia lanjut adalah fase menurunnya kemampuan akal dan fisik,yang di mulai
dengan adanya beberapa perubahan dalam hidup. Sebagaimana di ketahui,
ketika manusia mencapai usia dewasa, ia mempunyaikemampuan
reproduksi dan melahirkan anak. Ketika kondisi hidupberubah, seseorang
akan kehilangan tugas dan fungsi ini, dan memasukiselanjutnya, yaitu usia
lanjut, kemudian mati. Bagi manusia yang normal,siapa orangnya, tentu
telah siap menerima keadaan baru dalam setiap fasehidupnya dan mencoba
menyesuaikan diri dengan kondisi lingkunganya (Darmojo, 2004).

Page 40 of 48

BAB VI
WARNA & STYLE
CLASSIC ELEGANT
Classic elegant adalah tipe penyuka barang branded dengan warna
casual dan gaya yang simple. Biasanya penyuka style ini lebih memilih
bahan-bahan yang memberi kesan formal. Gaya classic elegant adalah
identik dengan personal yang rapih, terorganisir, dan terkendali. Mereka
tidak berlebihan, tidak suka bereksperimen, sangat memperhatikan kualitas
yang sempurna. Motif yang cocok untuk style ini adalah motif geometris yang
teratur.
Warna yang dipakai busana dengan style Classic Elegant :
Warna Netral ( Krem, Hitam, Abu – Abu dan Corak Putih), Warna Biru Muda,
Hijau Tua dan Cokelat Muda

Page 41 of 48

FEMINIM ROMANTIC
Feminin romantis suka dengan bunga, benda-benda kuno dan sesuatu

hal yang bersifat abstrak. Tipe feminin romantis cenderung lebih menyukai
warna-warna lembut seperti warna merah muda. Tipe pribadi ini ramah,
lembut, penuh kasih sayang, sedikit manja dan agak pemalu. Ciri berpakaian
mereka yaitu memiliki garis desain lembut seperti gamis dengan garis leher
tinggi yang dihiasi renda, kerut, bunga atau pita. Bahan yang digunakan
bahan yang halus dan lembut. Motif yang dipakai cenderung motif tumbuhan
dengan warna pastel.
Warna yang dipakai busana dengan style Feminim Romantic :
Warna Pastel ( Pink, Putih & Nuansa Tint ) dengan perpaduan corak atau
motif tumbuhan dan bunga

Page 42 of 48

SPORTY CASUAL
Sporty casual adalah type yang simple, apa adanya, menyukai hal

yang membuatnya nyaman, dan memiliki pribadi yang cuek dan aktif. Tipe
ini biasanya lebih menyukai tas berbentuk besar yang praktis untuk
menunjang keseharian mereka. Mereka menyukai warna natural dan sportif.
Mereka juga memiliki ciri pribadi yang modern dan gaya yang dinamis. Ciri
berpakaian mereka praktis dan nyaman dengan bahan yang lentur dan tidak
mudah kusut, dan memakai aksesoris yang sederhana.
Warna yang dipakai busana dengan style Sporty Casual :
Warna Netral ( Putih, Hitam, Abu – Abu dan Coklat )

Page 43 of 48

EXOTIC DRAMATIC
Exotic dramatic adalah unsur yang memiliki budaya dan drama.

Mereka cenderung menyukai hal-hal yang berbeda, unik, etnik, dan originial.
Mereka memiliki kepribadian yang mantap dan memiliki selera yang
berbeda. Ciri berpakaian tipe ini adalah atasan dengan potongan classic dan
rok berbentuk longgar. Tipe ini lebih menyukai kombinasi warna seperti
magenta, hitam, dan warna tanah. Mereka suka memadukan antara warna
terang dengan warna gelap.
Warna yang dipakai busana dengan style Exotic Dramatic :
Warna Magenta, Hitam, Hijau Lumut, Warna Tanah/Autum, Warna gelap
dipadukan dengan warna cerah

Page 44 of 48

SEXY ALLURING
Sexy Alluring populer di kalangan wanita dewasa dan juga remaja,

mereka sama seperti casual dan formal namun mereka lebih menonjolkan
suasana sexy atau menggoda dari gayanya. Kepribadian orang yang
menyukai gaya ini biasanya cenderung berani, agresif dan selalu ingin
menjadi pusat perhatian orang banyak. Karena menonjolkan keseksian,
gaya ini biasanya menggunakan bahan-bahan yang ketat atau sedikit
terbuka, untuk menampilkan lekuk tubuh yang dimiliki si pengguna. Warna-
warna yang digemari gaya ini biasanya seperti warna merah dan emas.
Warna yang dipakai busana dengan style Sexy Alluring :
Warna Merah, Warna Hitam, Warna Putih, Warna panas dengan motif
dramatis

Page 45 of 48

ARTY OFF BEAT
Bisa dibilang gaya Arty Off Beat paling eksentrik dibandingkan gaya

dasar lainnya, biasanya populer di kalangan para remaja di Harajuku,
Jepang. Mereka juga menjadi pola utama dalam menciptakan gaya-gaya
unik dalam dunia fashion Harajuku yang memiliki banyak macam campuran
gaya, Art of Beat biasanya memiliki style yang unik, quirky, sulit ditebak, dan
si pemakainya cenderung gemar menjadi seorang trendsetter. Mereka yang
menyukai gaya ini biasanya memiliki kepercayaan diri yang tinggi, daya
kreativitas yang juga tinggi dan jiwa seni yang kuat. Gaya ini lebih cocok
menggunakan paduan-paduan warna yang mencolok dan juga aksesoris
yang tidak biasa, seperti warna neon, dan menggunakan aksesoris seperti
gelang warna warni.
Warna yang dipakai busana dengan style Arty Off Beat :
Warna gelap dengan aksen cerah, Merah Ungu muda, Merah Ungu tua,
Kuning Curry dan Biru Ungu

Page 46 of 48

DAFTAR PUSTAKA

https://epsikologi.com/psikologi-warna/
https://www.dewaweb.com/blog/psikologi-warna/
https://repository.dinus.ac.id/docs/ajar/PSIKOLOGI_WARNA.pdf
https://salamadian.com/arti-warna/
http://edupaint.com/warna/224-read-110404-karakter-warna
file:///C:/Users/User/AppData/Local/Temp/3443-Article%20Text-9015-1-10-
20170523.pdf, Diakses Kamis, 22 April 2021 Pukul 16.00 WIB
https://www.academia.edu › Komposisi_Warna, Diakses Kamis, 22 April 2021 Pukul
16.10 WIB
http://dvs412.weblog.esaunggul.ac.id/wp-
content/uploads/sites/6889/2017/08/Semiotika-Desain-Pertemuan-9.ppt, Diakses Kamis,
22 April 2021 Pukul 17.00 WIB
https://id.pinterest.com/
file:///C:/Users/User/AppData/Local/Temp/FirstYearReport-Johnny23.09.16ed.pdf
bpptik.kominfo.go.id/2020/12/23/8500/arti-warna-pada-logo/
file:///C:/Users/User/AppData/Local/Temp/6.%20Gaya%20Busana%20Wanita.pdf
file:///C:/Users/User/AppData/Local/Temp/9432-18865-1-SM.pdf
file:///C:/Users/User/Downloads/T1_272012015_BAB%20II.pdf
file:///C:/Users/User/Downloads/249455-none-23b6a822.pdf
file:///C:/Users/User/Downloads/BAB%201.pdf
file:///C:/Users/User/Downloads/73288af89e84432f35a27ecbcf04f0c2.pdf
file:///C:/Users/User/Downloads/151573572.pdf

Page 47 of 48

PROFIL PENULIS

Endang Surya Ningsih, Lahir di Jakarta, 29 Maret
2002. Merupakan anak keempat dari empat
bersaudara dari pasangan Bapak Sahiran dan Ibu
Atminah.
Beralamat di Jalan Cipulir No,35, Jakarta Selatan.
Riwayat pendidikan, Sebelum menjadi Mahasiswa
saya bersekolah di SD Negeri Cipulir 06 Petang, SMP
Negeri 267 Jakarta dan SMA Triguna 1956 Jakarta.
Saat ini sedang menempuh pendidikan di Universitas
Negeri Jakarta jurusan D3 Tata Busana 2020.
Buku ini adalah karya pertama saya dan buku ini mejelaskan tentang Teori Warna secara
luas dan lengkap. Buku ini dibuat untuk memudahkan pembaca untuk memahami Teori
Warna secara ringkas dan mudah dimengerti. Saya berharap buku ini dapat menjadi
sebuah acuan dalam pembelajaran tentang Warna dan keseluruhannya.

Page 48 of 48


Click to View FlipBook Version