Pasca Sarjana Biologi
PENGEMBANGAN KURIKULUM
FAKPTOERN-FGAKETSMOITRIBZYUAABNANIGDGAAHMN(11E2K0MU210PR0E2IK)NUGLAURMUHI
PENDAHULUAN PERMASALAHAN
PEMBAHASAN KESIMPULAN
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
Pengembangan kurikulum adalah istilah yang komprehensif, didalamnya
mencakup: perencanaan, penerapan dan evaluasi. Perencanaan kurikulum
adalah langkah awal membangun kurikulum ketika pekerja kurikulum membuat
keputusan dan mengambil tindakan untuk menghasilkan perencanaan yang
akan digunakan oleh guru dan peserta didik. Penerapan Kurikulum atau biasa
disebut juga implementasi kurikulum berusaha mentransfer perencanaan
kurikulum ke dalam tindakan operasional. Evaluasi kurikulum merupakan tahap
akhir dari pengembangan kurikulum untuk menentukan seberapa besar
hasil-hasil pembelajaran, tingkat ketercapaian program-program yang telah
direncanakan, dan hasil-hasil kurikulum itu sendiri.
Dalam pengembangan kurikulum, tidak hanya melibatkan orang yang terkait
langsung dengan dunia pendidikan saja, namun di dalamnya melibatkan banyak
orang, seperti: politikus, pengusaha, orang tua peserta didik, serta unsur-unsur
masyarakat lainnya yang merasa berkepentingan dengan Pendidikan
PENDAHULUAN
Keragaman sosial, budaya, aspirasi politik, dan kemampuan ekonomi
adalah suatu realita masyarakat dan bangsa Indonesia. Realita
tersebut memang berposisi sebagai objek periferal dalam proses
pengembangan kurikulum nasional. Posisi sebagai objek ini tidak
menguntungkan karena ia seringkali diabaikan oleh para otoritas
pengembang kurikulum. Sayangnya, kedudukannya yang menjadi
objek berubah menjadi subjek dan penentu dalam implementasi
kurikulum tetapi tetap tidak dijadikan landasan ketika guru
mengembangkan kurikulum. Padahal keragaman itu berpengaruh
langsung terhadap kemampuan guru dalam melaksanakan kurikulum,
kemampuan sekolah dalam menyediakan pengalaman belajar, dan
kemampuan siswa dalam berproses dalam belajar serta mengolah
informasi menjadi sesuatu yang dapat diterjemahkan sebagai hasil
belajar. Artinya, keragaman itu menjadi suatu variabel bebas yang
memiliki kontribusi sangat signifikan terhadap keberhasilan kurikulum
baik sebagai proses (curriculum as observed, curriculum as
experienced, curriculum as implemented, curriculum as reality) tetapi
juga kurikulum sebagai hasil.
PENDAHULUAN
posisi keragaman sebagai variabel bebas memang berada pada tataran
sekolah dan masyarakat di mana suatu kurikulum dikembangkan dan
diharapkan menjadi pengubah yang tangguh sesuai dengan kebutuhan
masyarakat yang dapat diperkirakan (perceived needs of a society). Secara
nyata pengaruh tersebut berada pada diri guru yang bertanggungjawab
terhadap pengembangan kurikulum dan pada siswa yang menjalani
kurikulum. Dengan perkataan lain, pengaruh tersebut berada pada tataran
yang tak boleh diabaikan sama sekali di mana studi kurikulum
memperlihatkan kerentanan, dan kemungkinan besar kurikulum berubah atau
bahkan berbeda sama sekali dengan apa yang telah direncanakan dan
diputuskan. Oleh karena itu, keragaman sosial, budaya, ekonomi, dan
aspirasi politik harus menjadi faktor yang diperhitungkan dan
dipertimbangkan dalam sosialisasi kurikulum, dan pelaksanaan kurikulum
PERMASALAHAN
Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi
pengembangan kurikulum?
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
A B c
Pengertian Faktor-faktor yang Hambatan-hambatan
Mempengaruhi yang Mempengaruhi
Kurikulum Pengembangan
Kurikulum Pengembangan
Kurikulum
A. Pengertian
Kurikulum
PENGERTIAN KURIKULUM MENURUT HAMID HASAN
kurikulum sebagai suatu ide; kurikulum sebagai suatu
yang dihasilkan melalui kegiatan, yang merupakan
pelaksanaan dari
teori-teori dan penelitian, kurikulum sebagai suatu
khususnya dalam bidang rencana tertulis; dalam
kurikulum dan pendidikan bentuk praktek
pembelajaran.
kurikulum sebagai suatu
rencana tertulis, sebagai kurikulum sebagai suatu hasil
perwujudan dari kurikulum yang merupakan konsekwensi
sebagai suatu ide; yang dari kurikulum sebagai suatu
kegiatan, dalam bentuk
didalamnya memuat ketercapaian tujuan kurikulum
tentang tujuan, bahan, yakni tercapainya perubahan
kegiatan, alat-alat, dan perilaku atau kemampuan
tertentu dari para peserta didik.
waktu
PENGERTIAN KURIKULUM MENURUT PURWADI
1 kurikulum 2 kurikulum formal 3 kurikulum
sebagai ide berupa dokumen yang menurut persepsi
dijadikan sebagai pengajar
pedoman dan
panduan dalam
melaksanakan
kurikulum
4kurikulum operasional 5 kurikulum 6 kurikulum yang
yang dilaksanakan experience yakni diperoleh dari
atau dioprasional kan kurikulum yang penerapan kurikulum.
oleh pengajar di kelas dialami oleh peserta
didik
PENGERTIAN KURIKULUM
rse“etnKurpctujaapeutrunmeacikjadnaubuo,radelaimunalsaymniapj,aandepnarnaeapgdndnneadignlbduaiaygainhkteuhutalusnaernekaannpnktgmpeeagmrerentaalneearnsncnajegaatagbukrpneaaa”anngtiaaii
Undang-Undang Sistem Pendidikan
Nasional No. 20 Tahun 2003
B. Faktor-faktor yang
Mempengaruhi
Pengembangan
Kurikulum
01 Perguruan Tinggi
02 Masyarakat
03 Sistem Nilai
1. PERGURUAN TINGGI
Pertama dari segi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan diperguruantinggi
umum. Pengetahuan dan teknologi banyak memberikan sumbangan bagi isi kurikulum sertaproses
pembelajaran. Jenis pengetahuan yang dikembangkan di perguruan tinggi akanmempengaruhi isi
1 pelajaran yang akan dikembangkan dalam kurikulum. Perkembangan teknologi selain menjadi isi
kurikulumjuga mendukung pengembangan alat bantu dan media pendidikan.
Kedua dari segi pengembangan ilmu pendidikan dan keguruan serta penyiapan guru-guru Lembaga
Ketiga 2 Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK, seperti IKIP, FKIP, STKIP). Kurikulum Lembaga
Pendidikan Tenaga Kependidikanjuga mempengaruhi pengembangan kurikulum, terutama
melalui penguasaan ilmu dan kemampuan keguruan dari guru-guru yang dihasilkannya
Pengusaan keilmuan, baik ilmu pendidikan maupun ilmu bidang studi serta kemampuan mengajar dari guru-guru
akan sangat mempengaruhi pengembangan dan implementasi kurikulum di sekolah. Guru-guru yangmengajar
pada berbagaijenjang danjenis sekolah yang ada dewasa ni, umumnya disiapkan oleh LPTK melalui berbagai
3 program, yaitu program diploma dan sarjana. Pada Sekolah Dasar masih banyak guru berlatar belakang
pendidikan SPG dan SGO, tetapi secara berangsur-angsur mereka mengikuti peningkatan kompetensi dan
kualifikasi pendidikan guru melalui program diploma dan sarjana.
01 2. MASYARAKAT
02
03 Sekolah merupakan bagian dari masyarakat, yang
diantaranya bertugas mempersiapkan anak didik
untuk dapat hidup secara bermatabat di masyarakat
Isi kurikulum hendaknya mencerminkan kondisi
masyarakat penggunanya serta upaya
memenuhi kebutuhan dan tuntutan mereka.
Salah satu kekuatan yang ada dalam masyarakat adalah
dunia usaha. Perkembangan dunia usaha yang ada di
masyarkat akan mempengaruhi pengembangan kurikulum.
Jenis pekerjaan yang ada di masyarakat berimplikasi pada
kurikulum yang dikembangkan dan digunakan sekolah
3. SISTEM NILAI 3
12
Dalam kehidupan Sekolah sebagai Sistem nilai yang
bermasyarakat lembaga masyarakat akan dipelihara
terdapat sistem juga bertangung jawab dan diteruskan
nilai, baik nilai dalam pemeliharaan tersebut harus
terintegrasikan
moral, keagamaan, dan pewarisan dalam kurikulum
sosial, budaya nilai-nilai positif yang
tumbuh di masyarakat.
maupun nilai politis
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengakomodasi
berbagai nilai yang tumbuh di masyarakat dalam kurikulum sekolah:
Mengetahui dan memperhatikan semua nilai yang ada dalam masyarakat
Berpegang pada prinsip demokratis, etis, dan moral
Berusaha menjadikan dirinya sebagai teladan yang patut ditiru
Menghargai nlai-nilai kelompok lain
Memahami dan menerima keragaman budaya yang ada
Faktor-faktor lain yang mempengaruhi
pengembangan kurikulum
1. Filosofis 4. Politik
2. Psikologis 5. Pembangunan negara
dan perkembangan dunia
3. Sosial budaya
6. Ilmu dan teknologi
(IPTEK)
1. Filosofis
Perenialisme Essensialisme Eksistensialisme Progresivisme Rekonstruktivisme
Pendidikan yang Menekankan Menekankan pada Menekankan pada Merupakan elaborasi
individu sebagai pentingnya melayani lanjut dari aliran
menganut faham ini pentingnya pewarisan sumber perbedaan individual,
pengetahuan progresivisme. Pada
menekankan pada budaya dan tentang hidup dan berpusat pada rekonstruktivisme,
makna. Untuk peserta didik, variasi peradaban manusia
kebenaran absolut , pemberian memahami pengalaman belajar masa depan sangat
kehidupan ditekankan.
kebenaran universal pengetahuan dan seseorang mesti dan proses.
memahami dirinya Progresivisme
yang tidak terikat keterampilan pada sendiri. merupakan landasan
bagi pengembangan
pada tempat dan peserta didik agar belajar peserta didik
waktu. Aliran ini lebih dapat menjadi aktif.
berorientasi ke masa anggota masyarakat
lalu. yang berguna.
2. Psikologis
Psikologis Psikologis
Perkembangan Belajar
merupakan ilmu yang mempelajari tentang Psikologi belajar merupakan ilmu
perilaku individu berkenaan dengan yang mempelajari tentang
perkembangannya. Dalam psikologi
perkembangan dikaji tentang hakekat perilaku individu dalam konteks
perkembangan, pentahapan belajar. Psikologi belajar
perkembangan, aspek-aspek
perkembangan, tugas-tugas mengkaji tentang hakekat belajar
perkembangan individu, serta hal-hal dan teori-teori belajar, serta
lainnya yang berhubungan perkembangan
individu, yang semuanya dapat dijadikan berbagai aspek perilaku individu
sebagai bahan pertimbangan dan lainnya dalam belajar, yang
mendasari pengembangan kurikulum. semuanya dapat dijadikan
sebagai bahan.
5 Tipe Kompetensi
Motif sesuatu yang dimiliki seseorang untuk berfikir secara
Bawaan konsisten atau keinginan untuk melakukan suatu aksi.
karakteristik fisik yang merespons secara konsisten
berbagai situasi atau informasi.
Konsep Diri tingkah laku, nilai atau image seseorang.
Pengetahuan informasi khusus yang dimiliki seseorang.
Keterampilan
kemampuan melakukan tugas secara fisik maupun
mental.
Perbedaan dan karakteristik peserta didik yang perlu diperhatikan
dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi:
Perbedaan tingkat kecerdasan
Perbedaan kreativitas
Perbedaan cacat fisik
Kebutuhan peserta didik
Pertumbuhan dan perkembangan kognitif.
3. Sosial Budaya
Kurikulum dapat dipandang sebagai suatu rancangan pendidikan. Sebagai suatu rancangan,
kurikulum menentukan pelaksanaan dan hasil pendidikan. Kita maklumi bahwa pendidikan
merupakan usaha mempersiapkan peserta didik untuk terjun ke lingkungan masyarakat.
Pendidikan bukan hanya untuk pendidikan semata, namun memberikan bekal pengetahuan,
keterampilan serta nilai-nilai untuk hidup, bekerja dan mencapai perkembangan lebih lanjut di
masyarakat.
Peserta didik berasal dari masyarakat, mendapatkan pendidikan baik formal maupun informal
dalam lingkungan masyarakat dan diarahkan bagi kehidupan masyarakat pula. Kehidupan
masyarakat, dengan segala karakteristik dan kekayaan budayanya menjadi landasan dan
sekaligus acuan bagi pendidikan.
Israel Scheffer (dalam Sukmadinata, 2006: 60) mengemukakan bahwa melalui pendidikan
manusia mengenal peradaban masa lalu, turut serta dalam peradaban sekarang dan membuat
peradaban masa yang akan datang. Dengan demikian, kurikulum yang dikembangkan sudah
seharusnya mempertimbangkan, merespons dan berlandaskan pada perkembangan sosial –
budaya dalam suatu masyarakat, baik dalam konteks lokal, nasional maupun global.
4. Politik
Wiles Bondi (dalam Sudrajat, 2008) dalam bukunya
`Curriculum Development: A Guide to Practice’ turut
menjelaskan pengaruh politik dalam pembentukan dan
pengembangan kurikulum.
Hal ini jelas menunjukkkan bahwa pengembangan kurikulum
dipengaruhi oleh proses politik, kerana setiap kali tampuk
pimpinan sebuah negara itu bertukar, maka setiap kali itulah
kurikulum pendidikan berubah.
5. Pembangunan Negara dan Perkembangan Dunia
Pengembangan kurikulum juga dipengaruhi oleh faktor pembangunan negara dan
perkembangan dunia. Negara yang ingin maju dan membangun tidak seharusnya
mempunyai kurikulum yang statis. Oleh karena itu kurikulum harus diubah sesuai
dengan perkembangan zaman dan kemajuan sains dan teknologi.
Kenyataan tersebut jelas menunjukkan bahwa perkembangan teknologi telah
membawa perubahan yang pesat pada kehidupan manusia di muka bumi ini. Oleh
karena itu pengembangan kurikulum haruslah sejajar dengan pembangunan negara
dan dunia. Kandungan kurikulum pendidikan perlu menitikberatkan pada mata
pelajaran sains dan kemahiran teknik atau vokasional kerana tenaga kerja yang
mahir diperlukan dalam zaman yang berteknologi dan canggih ini.
6. Ilmu dan Teknologi (IPTEK)
Kemajuan cepat dunia dalam bidang informasi dan teknologi dalam dua dasa warsa terakhir telah
berpengaruh pada peradaban manusia melebihi jangkauan pemikiran manusia sebelumnya. Pengaruh ini
terlihat pada pergeseran tatanan sosial, ekonomi dan politik yang memerlukan keseimbangan baru antara
nilai-nilai, pemikiran dan cara-cara kehidupan yang berlaku pada konteks global dan lokal.
Selain itu, dalam abad pengetahuan sekarang ini, diperlukan masyarakat yang berpengetahuan melalui
belajar sepanjang hayat dengan standar mutu yang tinggi. Sifat pengetahuan dan keterampilan yang harus
dikuasai masyarakat sangat beragam dan canggih, sehingga diperlukan kurikulum yang disertai dengan
kemampuan meta-kognisi dan kompetensi untuk berfikir dan belajar bagaimana belajar (learning to learn)
dalam mengakses, memilih dan menilai pengetahuan, serta mengatasi situasi yang ambigu dan antisipatif
terhadap ketidakpastian.
Perkembangan dalam bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, terutama dalam bidang transportasi dan
komunikasi telah mampu merubah tatanan kehidupan manusia. Oleh karena itu, kurikulum seyogyanya
dapat mengakomodir dan mengantisipasi laju perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga
peserta didik dapat mengimbangi dan sekaligus mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk
kemaslahatan dan kelangsungan hidup manusia.
C.
Hambatan-hambatan
yang Mempengaruhi
Kurikulum
Hambatan yang Mempengaruhi Kurikulum
Datang dari Kurang Waktu Kekurangsesuaian
Masyarakat Pendapat (baik antara
3 sesama guru, kepala
24 sekolah, atau
administrator)
Kurangnya 1 5
Pertisipasi Guru Karena Kemampuan
dan Pengetahuan
Guru Sendiri
KESIMPULAN
KESIMPULAN
Proses perkembangan kurikulum sebagai sifatnya yang sentiasa berubah turut dipengaruhi oleh
faktor-faktor persekitaran yang merangsang reaksi manusia yang terlibat dalam kepentingannya.
Hasrat terhadap perubahan kurikulum itu menggambarkan keperluan pendidikan yang menjadi
wadah penerus kemajuan bangsa dan negara itu sendiri. Faktor-faktor yang mempengaruhi
pembentukan dan perkembangan kurikulum adalah elemen yang saling berkait antara satu sama
lain. Dapat dikatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan kurikulum itu
sendiri mencerminkan idealisme dan perubahan keperluan masyarakat dan negara, melalui
institusi persekolahan yang akan meneruskan kebudayaan.
Adapun beberapa faktor yang mempengaruhi pengembangan kurikulum, yaitu meliputi: Perguruan Tinggi,
Masyarakat, Sistem Nilai, Filosofis, Psikologis, Sosial-Budaya, Politik, Pembangunan Negara Dan
Perkembangan Dunia, Ilmu dan Teknologi (IPTEK)
Faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan kurikulum, harus menimaliskan faktor yang bersifat
A PICTURE IS WORTH A THOUSAND WORDSnegatif. Oleh karena itu bagi pengembang kurikulum diharapkan dapat bekerjasama dengan kelompok
lain dan adanya ujicoba agar faktor negatif dapat diminimaliskan.
TERIMA KASIH
TERIMA KASIH
THANKS