The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Berisi materi Protein dalam Biologi Molekuler

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by sitizubaidah63, 2022-06-10 08:49:29

PROTEIN

Berisi materi Protein dalam Biologi Molekuler

PROTEIN

(BIOLOGI MOLEKULER)

SITI ZUBAIDAH (1120210002)

PENDAHULUAN

Dalam kehidupan sehari-hari, protein dapat kita jumpai di dalam tahu,
tempe, kacang-kacangan, buah-buahan (misal pisang, durian, apokat),
beras, jagung yang sering kita kenal sebagai protein nabati karena berasal
dari tumbuh-tumbuhan. Selain itu kita juga mengenal protein hewani yaitu
protein yang berasal dari hewan seperti ikan laut, ikan air tawar, daging
(daging ayam, kerbau, kambing, sapi, kelinci dan hewan yang lain, baik
hewan berkaki empat maupun berkaki dua) dan juga yang berasal dari
produk hewan seperti susu, telur, keju. Protein akan dijumpai pada semua
bagian dari bahan pemeriksaan laboratorium, seperti pemeriksaan yang
menggunakan serum untuk pemeriksaan antibodi maupun untuk pemeriksaan
antigen, darah untuk pemeriksaan hemoglobin, pemeriksaan HIV, DB, jaringan
untuk pemeriksaan cancer dan masih banyak lagi.

Protein sebagai salah satu

makromolekul yang dibutuhkan

oleh organisme termasuk

dibutuhkan oleh manusia,

sebagai enzym, hormon, protein

transmembran, antibodi,

hemoglobin, myoglobin dsb.

Protein merupakan polimer dari

asam amino. Asam amino satu

dengan asam amino yang

lainnya dihubungkan oleh ikatan

peptida. Ikatan peptida terbentuk

antara gugus amino dari satu

asam amino dengan gugus

karboksil dari asam amino yang Gambar Protein transmembran pada membran sel
(G. B. Waite 2007)
lain dengan dihasilkan molekul

H2O sebagai sampingannya.

Protein barasal dari kata protos atau proteos A).Terbentuknya ikatan peptida
yang berarti utama. Protein merupakan dari dua asam amino, dan
salah satu dari 4 makromolekul komponen membebaskan H2O, B). Ikatan
utama penyusun kehidupan di dunia, baik peptida sudah terbentuk, C)
manusia, hewan, tumbuhan serta Terbentuknya N terminal dan C
mikroorganisme seperti bakteri, jamur, virus terminal (Coady 2010)
dan parasit. Protein merupakan polimer dari
asam-asam amino di mana asam amino
satu dengan asam amino lain dihubungkan
dengan suatu ikatan yang disebut sebagai
ikatan peptida.

Protein adalah senyawa PROTEIN
terpenting penyusun sel
hidup protein merupakan polimer
dari sekitar 20 jenis asam
α-amino

Fungsi biologis protein sangat Massa molekul relatifnya
beragam, antara lain sebagai berkisar dari sekitar 6.000
pembangun, pengatur,
pertahanan, dan sebagai sumber hingga beberapa juta.
energi

Unsur utama penyusun protein
adalah C, H, O, dan N.

Banyak juga protein yang mengandung
belerang (S) dan dalam jumlah yang
lebih sedikit, fosforus (P).

Beberapa protein mengandung besi,
mangan, tembaga, dan iodin.

ASAM AMINO

Asam amino adalah suatu golongan
senyawa karbon yang
setidak-tidaknya mengandung satu
gugus karboksil (–COOH) dan satu
gugus amino (–NH2).

Gugus R adalah gugus pembeda antara asam amino yang satu dengan
asam amino yang lainnya.

1.hidrofob (seperti 4. bersifat basa
glisin dan alanin) (misalnya lisin)

2. hidrofil karena mengandung 5. mengandung
gugus polar seperti —OH, belerang (misalnya

—COOH atau —NH2 (misalnya sistein)
tirosin, lisin dan asam glutamat),
6. cincin aromatik
3. bersifat asam (misalnya tirosin).
(misalnya asam

glutamat)

Beberapa Contoh
Asam AminO

Molekul asam amino dapat ION ZWITTER
mengalami reaksi asam-basa
intramolekul membentuk
suatu ion dipolar yang disebut
ion zwitter. Oleh karena
mempunyai gugus asam dan
gugus basa, maka asam
amino bersifat amfoter (dapat
bereaksi baik dengan asam
maupun dengan basa).

ASAM AMINO ESENSIAL DAN NONESENSIAL

ASAM AMINO ESENSIAL ASAM AMINO NONESENSIAL

Asam-asam amino yang tidak Asam-asam amino yang
dapat disintesis dalam tubuh. dapat disintesis dalam

Contoh: fenilalanin, valin, tubuh. Contoh asam
leusin, isoleusin, triptofan, dan amino esensial yaitu
lisin. Arginin dan histidin juga
valin, leusin, dan
esensial untuk bayi. isoleusin.

IKATAN PEPTIDA

Ikatan peptida adalah ikatan yang Senyawa yang terbentuk
mengaitkan dua molekul asam
amino. disebut dipeptida.

STRUKTUR PROTEIN TERSIER

PRIMER Struktur tersier protein merupakan
Urut-urutan asam amino bentuk tiga dimensi dari suatu protein.
dalam rantai polipeptida Bagaikan seutas mie yang diletakkan di
yang menyusun protein
dalam cawan, suatu rantai polipeptida
SEKUNDER dapat melipat atau menggulung sehingga
mempunyai bentuk tiga dimensi tertentu.
Struktur sekunder berkaitan dengan
bentuk dari suatu rantai polipeptida. Sebagian protein hanya mengandung
Oleh karena adanya ikatan hidrogen rantai tunggal polipeptida, tetapi yang
antara atom hidrogen dengan atom oksigen
dalam satu rantai, suatu rantai polipeptida lain, yang disebut protein oligomer,
menggulung seperti spiral (alfa heliks) atau terdiri dari dua atau lebih rantai.
seperti lembaran kertas continues form
(beta-pleated sheet), atau bentuk triple KUARTENER
helix.olipeptida yang menyusun protein.
Susunan subunit-subunit
dalam protein oligomer

HIDROLISIS PEPTIDA

Suatu polipeptida atau protein dapat mengalami
hidrolisis jika dipanaskan dengan asam klorida pekat,
sekitar 6 M.

DENATURASI PROTEIN

Jika suatu larutan protein, misalnya albumin telur, dipanaskan

01 secara perlahan-lahan sampai kira-kira 60°–70°C, lambat-laun

larutan itu akan menjadi keruh dan akhirnya mengalami koagulasi.

02 Protein yang telah terkoagulasi itu tidak dapat larut lagi pada
pendinginan.

03 Perubahan seperti itu disebut denaturasi protein.

Denaturasi juga dapat disebabkan oleh perubahan pH yang ekstrim, oleh

04 beberapa pelarut seperti alkohol atau aseton, oleh zat terlarut seperti

urea, oleh detergen, atau oleh pengguncangan yang intensif.

05 Protein terdenaturasi hampir selalu kehilangan fungsi
biologisnya.

PENGGOLONGAN PROTEIN

Enzim PROTEIN TRANSPOR Protein nutrien dan
penyimpan
Yaitu protein yang berfungsi Yaitu protein yang mengikat
sebagai biokatalisator dan memindahkan molekul Protein yang berfungsi sebagai
cadangan makanan
atau ion spesifik

Protein kontraktil Protein pengatur
Protein yang memberikan
kemampuan pada sel dan Protein yang berfungsi mengatur
organisme untuk mengubah bentuk aktivitas seluler atau fisiologi

dan gerakan

Protein struktur Protein pertahaan (antibodi)
Protein yang melindungi organisme
Protein yang berperan sebagai terhadap serangan organisme lain
penyangga untuk memberikan struktur (penyakit)

biologi kekuatan atau perlindungan

REAKSI PENGENALAN PROTEIN

Uji Ninhidrin Uji Biuret Uji Xantoproteat Uji Belerang

Uji umum untuk Uji umum untuk Uji terhadap protein Adanya unsur
protein dan asam protein (ikatan yang mengandung belerang dalam
peptida) tetapi tidak gugus fenil (cincin protein dapat
amino dapat menunjukkan ditunjukkan dengan
asam amino bebas benzena)
uji ini


Click to View FlipBook Version
Previous Book
TOOLMASTER ORDER FORM
Next Book
DEMONSTRASI KONTEKSTUAL MODUL 3.3