The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Bab 4 Sub Tema 2Kondisi Masyarakat Indonesia pada masa penjajahan

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by shantyfabregas, 2023-04-07 12:15:48

Bab 4 Sub Tema 2Kondisi Masyarakat Indonesia pada masa penjajahan

Bab 4 Sub Tema 2Kondisi Masyarakat Indonesia pada masa penjajahan

BAB 4 SUB TEMA 2 KONDISI MASYARAKAT INDONESIA PADA MASA PENJAJAHAN 8th Grade


TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Mengidentifikasi kebijakan-kebijakan pemerintah kolonial 2. Mengidentifikasi pengaruh yang ditimbulkan oleh kebijakan-kebijakan pemerintah kolonial di berbagai daerah 3. Mendeskripsikan bentuk-bentuk perlawanan rakyat dalam menentang kolonialisme barat di berbagai daerah


01 Pengaruh Monopoli Pengaruh Kerja Paksa 02 Pengaruh Sistem 03 Sewa Tanah PETA KONSEP Pengaruh Sistem 04 Tanam Paksa 05 Perlawanan rakyat


Pengaruh Monopoli dalam Perdagangan 01


Monopoli adalah suatu kodisi pasar di mana hanya satu saja penjual yang menjadi penguasa yang menyediakan barang atau pun jasa. Apa itu Monopoli Perdagangan https://www.menti.com/h3np5t4gaq


1 Cornelis de Houtman merupakan orang Belanda pertama yang memimpin rombongan pedagang Belanda sampai di Banten tahun 1512. Sejak itu berdatangan pedagang Belanda lainnya. Mereka berhasil mengalahkan pedagang Eropa lainnya. 2 Untuk menghindari terjadinya persaingan antar sesama pedagang Belanda, mereka kemudian mendirikan Vereenigde Oostj Indische Compagnei (VOC) pada tgl. 20 Maret 1602 di Ambon. Gubernur pertama VOC bernama Pieter Both.


SIAPA SAJA GUBERNUR VOC? Pieter Both Carel Reyniersz Herman Willem Daendels Cornelis Speelman Pieter de Carpentier Jan Pieterszoon Coen Jan Willem Janssens Thomas Stamford Raffles Johannes van den Bosch


Hak Istimewa VOC 3 Sejak itu, VOC secara bertahap berhasil menguasai wilayah Indonesia dengan politik divide et impera (adu domba). VOC memiliki hak-hak istimewa yaitu: a. Hak monopoli perdagangan b. Hak mendirikan benteng. c. Hak mencetak uang dan mengedarkannya. d. Hak memiliki angkatan perang (tantara) e.Hak mengadakan perjanjian dengan raja-raja di Indonesia


VOC Dibubarkan 4. Setelah berkuasa hampir selama 198 tahun, akhirnya VOC dibubarkan pada tgl 1 Januari 1800 Sebab-sebab VOC dibubarkan : a. terjadi korupsi dikalangan pegawai b. banyak menanggung hutang. c. wilayah kekuasaan terlalu luas d. Banyak perlawanan rakyat yang membutuhkan biaya. e. mendapat saingan dari pedagang Eropa yang lain.


Pengaruh Kebijakan Kerja Paksa 02


Apa itu Kerja Paksa Pernahkah kalian mendengar istilah Rodi/Kerja paksa ? Bagaimana rasanya apabila bekerja karena terpaksa? - Hasilnya ga baik - Malas saat mengerjakannya - Membuat mood jadi gak bagus - dan lain-lain


Setelah VOC dibubarkan, wilayah kekuasaannya di Indonesia diserahkan kepada Pemerintah Belanda dan menjadi jajahan Pemerintah Belanda. Pada saat itu Belanda berada dibawah kekuasaan Prancis. Kaisar Prancis yang bernama Napoleon Bonaparte mengutus adiknya- Louis Napoleonuntuk memerintah Belanda. Louis Napoleon mengangkat Herman Willem Daendels menjadi gubernur Jenderal di Indonesia.


Sumber : Kompas.com


Daendels menerapkan berbagai kebijakan Tugas utama Daendles di Indonesia adalah mempertahankan Pulau Jawa dari serangan Inggris. Yang dilakukan Daendels adalah : - Membangun jalan dari Anyer-Panarukan sepanjang 1000 km. - Membangun pabrik senjata - Membangun pangkalan angkatan laut - Memperbanyak prajurit - Membangun benteng pertahanan. TUGAS UTAMA DAENDELS


Tugas Daendels adalah mempertahankan Tanah Jawa dari serangan Inggris, untuk itu salah satu yang dilakukannya adalah Membangun Jalan Anyer-Panarukan. Daendels memaksa rakyat Indonesia untuk mengerjakan proyek tersebut. Pemaksaan rakyat Indonesia untuk bekerja inilah yang disebut Kerja Paksa atau Rodi. Mereka tidak digaji dan tidak menerima makanan yang layak. Akibatnya banyak rakyat Indonesia yang meninggal karena kelaparan maupun penyakit yang diderita. KERJA PAKSA


Kebijakan Daendels dibidang Ekonomi memberatkan rakyat Indonesia khususnya di Pulau Jawa adalah : ❑Memberlakukan pajak (contingenten), pajak dibayar dengan hasil bumi. ❑Memberlakukan verplichte leverantie (penyerahan wajib) hasil bumi dengan harga murah ❑Memberlakukan Preanger Stelsel (tanam wajib kopi di Priangan) ❑Menjual tanah negara kepada swasta.


SISTEM SEWA TANAH 03


➢ Kebijakan Daendels sangat memberatkan dan menyengsarakan rakyat Pulau Jawa. Maka timbul perlawanan-perlawanan. ➢ Kebijakan Daendels diketahui oleh Pemerintah Belanda sehingga ia diganti oleh Jan Willem Jansen. ➢ Pada tgl. 11 Agustus 1811 datang serangan Inggris (EIC) dibawah pimpinan Lord Minto dan mendarat di Batavia. ➢ Pasukan Belanda tidak mampu menghadapi serangan Inggris dan menyerah di daerah Tuntang Salatiga Jawa Tengah. ➢ Pemerintah Belanda kemudian menyerahkan wilayah Indonesia kepada Inggris. ➢ Lord Minto menugaskan Thomas Stamford Raffles sebagai gubernur EIC di Indonesia. ➢ Selama berkuasa di Indonesia, Raffles menjalankan berbagai kebijakan, salah satunya adalah andrent System (Sistem Pemungutan Sewa Tanah).


Sistem Sewa Tanah (Landrent System) Aturan pokok Landrent System adalah : a. Menghapus penyerahan wajib. b. Menghapus wajib kerja c. Semua tanah menjadi milik pemerintah,petani wajib membayar sewa tanah. d. Sewa tanah dibayar dengan uang e. Sewa tanah langsung dibayarkan ke pemerintah. f. Sistem kekuasaan tradisional dihapuskan,sebagai gantinya penguasa pribumi diangkat sebagai aparat negara.


❑ Sistem Sewa tanah (landrent system) ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Petani bebas menanam dan menjual hasil pertanian. ❑ Sayangnya sistem sewa tanah tidak berhasil dijalankan di Indonesia. Kegagalan ini disebabkan oleh faktor: - Rakyat pulau Jawa masih menganutfeodalisme. - Rakyat Pulau Jawa masih menganut sistem ekonomi tertutup. - Rakyat belum mengenal ekonomi uang. - Tidak tersedia tenaga terampil dalam bidang pertanian dan penghitungan pajak ❑ Oleh karena itu, Raffles kembali menjalankan wajib kerja dan pembayaran pajak.


Sistem Tanam Paksa 04 Van den Bosch


SISTEM TANAM PAKSA ❖ Pemerintah kerajaan Belanda mengalami krisis keuangan akibat perlawanan rakyat Indonesia. ❖ Untuk menyelamatkan Belanda dari kebangkrutan, Van den Bosch ditugaskan menjadi gubernur jenderal di Indonesia. ❖ Tugas utama Van den Bosch adalah memperbanyak pemasukan dari daerah jajahan. Untuk itu Van den Bosch memberlakukan Sistem tanam Paksa (Cultuur Stelsel) di Pulau Jawa.


Van den Bosch ❖ Tanam Paksa adalah aturan yang memaksa petani Indonesia terutama di Pulau Jawa untuk menanam tanaman ekspor yang laku dipasaran dunia. ❖ Tanaman ekspor yang dimaksud adalah kopi, tebu, tembakau dan nila. ❖ Aturan pokok tanam paksa adalah : 1. Petani wajib menyediakan 1/5 tanahnya untuk menamam tanaman yang laku dipasaran dunia. 2. Hasil panen dijual kepada pemerintah dengan harga ditetapkan pemerintah. 3. Tanah tanam paksa bebas pajak 4. Tenaga dan waktu untuk mengggarap tanaman wajib, tidak melebihi tenaga dan waktu untuk menanam padi. 5. Kerusakan dan gagal panen menjadi tanggungan pemerintah. 6. Rakyat yang tidak memiliki tanah, wajib kerja selama 66 hari di perkebunan pemerintah. ❖


➔ Akibat tanam paksa bagirakyat Pulau Jawa : a.menguras sumber daya alam dan tenaga rakyat. b.menimbulkan kelaparan kesengsaraan, kemiskinan dan kematian. ➔ Reaksi terhadap tanam paksa : 1. Douwes Deeker mengarang buku berjudul “Max Havelaar” yang berisi kritikan dan penderitaan rakyat Lebak banten.’ 2. Baron Van Hoevel anggota parlemen Belanda, menuntut penghapusan tanam paksa. 3. Frans van de Putte, pemilik perkebunan menuntut penghapusan tanam paksa 4. Kaum kapitalis Belanda juga menuntut penghapusan tanam paksa.


Click to View FlipBook Version