E-MODUL
PEMERIKSAAN
RETIKULOSIT
ALIFA NURUL FITRAH
PO714203211006
DEFENISI &
TUJUAN
Retikulosit adalah sel eritrosit muda yang baru
dilepaskan ke peredaran darah tepi dari sumsum
tulang. Sel ini mempunyai karakteristik masih
memiliki sisa RNA ribosom.
DESKRIPSI RETIKULOSIT
Dalam proses pematangan eritrosit, sisa RNA ini
akan hilang. Sisa RNA pada sel retikulosit dapat
terwarnai dengan zat warna supravital, yaitu
brilliant cresyl blue (BCB) atau new methylene
blue (NMB).
Pada proses pewarnaan, RNA akan mengendap
dan terwarnai pada sediaan yang tidak terfiksasi,
dan tampak sebagai benang retikulum.
Semakin immature
retikulosit, benang retikulum
akan semakin banyak.
Sebaliknya semakin matang
usia retikulosit, sisa RNA akan
berubah menjadi beberapa
titik.
Hitung jumlah retikulosit
adalah pemeriksaan yang
digunakan untuk
menentukan jumlah
retikulosit dalam darah
melalui apusan darah,
satuan yang digunakan
adalah persen (%).
Tujuan pemeriksaan retikulosit adalah untuk
membantu mendiagnosis anemia dan sebagai
indikator aktivitas sumsum tulang (eritropoiesis)
PRINSIP PEMERIKSAAN
RETIKULOSIT
Sel darah yang masih hidup diwarnai dengan
pewarnaan supravital , sisa RNA dalam retikulosit
akan terwarnai dengan adanya zat warna BCB
atau NMB , sehingga RNA tampak seperti filamen
berwarna dalam sel . Sel retikulosit dihitung
dalam 1000 eritrosit pada sediaan basah atau
kering dan dinyatakan dalam persen ( % )
PROSEDUR PEMERIKSAAN
RETIKULOSIT SEDIAAN BASAH
Alat & Bahan Pipet Tetes
Tabung Reaksi Darah EDTA
Mikroskop Deck Glass
Objek Glass
BCB atau NMB
Cara Kerja Sediaan Basah
Campurkan 2 atau 3 tetes larutan BCB/NMB
dengan darah sama banyaknya dan
dihomogenisasi
Inkubasi selama 15 menit. Setelah inkubasi,
campuran di homogenisasi kembali dan
dibuat sediaan basah
Ambil 1 tetes campuran diatas dan diletakkan
diatas kaca objek, lalu tutup dengan deck
glass Amati sediaan di mikroskop
menggunakan perbesaran 1000 x dengan oil
imersion
PROSEDUR PEMERIKSAAN
RETIKULOSIT SEDIAAN KERING
Alat & Bahan Pipet Tetes
Tabung Reaksi Darah EDTA
Mikroskop Spreader
Objek Glass
BCB 1% atau NMB 1%
Cara Kerja Sediaan Kering
Campurkan 2 atau 3 tetes larutan BCB/NMB
dengan darah sama banyaknya dan
dihomogenisasi
Inkubasi selama 15 menit. Setelah inkubasi,
campuran di homogenisasi kembali dan
dibuat sediaan basah
Buat apusan dengan campuran di atas pada
kaca objek seperti pada pembuatan apus
darah tepi, lalu keringkan
Amati sediaan di mikroskop menggunakan
perbesaran 1000 x dengan oil imersion
PENGHITUNGAN
PEMERIKSAAN RETIKULOSIT
Penghitungan retikulosit harus dilakukan pada
area sediaan dengan pewarnaan dan kondisi sel
yang baik. Pada lapang pandang mikroskop
dengan pembesaran lensa 1000x, dapat dilihat
area eritrosit yang cukup banyak sehingga
kemungkinan terjadi kesalahan atau variasi
yang besar dalam penghitungan retikulosit dan
eritrosit dapat dihindari.
Penghitungan Retikulosit
Retikulosit dan eritrosit dihitung
tiap lapang pandang hingga
jumlah eritrosit mencapai 1000 sel.
% = /
%
Contoh : Pada lapang pandang ditemukan 7
retikulosit dan 1002 eritrosit maka persentase
retikulosit adalah :
% = / %
% = / %
% = , %
Nilai Normal : Retikulosit : 0,5 – 1,5%
RETIKULOSIT PRODUCTION
INDEX & RETIKULOSIT
ABSOLUT
Index Produksi Retikulosit
Waktu pematangan retikulosit dapat diketahui
dari nilai hematokrit (PCV). Pada nilai
hematokrit dikisaran normal (45%), retikulosit
bersirkulasi di darah tepi selama 1 hari
Semakin rendah nilai PCV, seperti pada kondisi
anemia, retikulosit akan banyak di produksi
sehingga bersirkulasi lebih lama di darah tepi.
Hitung retikulosit pada kondisi ini tidak akurat
yang menggambarkan produksi retikulosit
sesungguhnya . Oleh sebab itu, pada kasus ini
perlu dilakukan koreksi hitung retikulosit yang
dihitung dalam indeks produksi retikulosit (RPI)
RPI adalah angka yang mencerminkan indeks
sebenarnya dari produksi eritrosit di sumsum
tulang. Pada pasien anemia dengan jumlah
eritrosit menurun, diperlukan nilai hematokrit
untuk mengoreksi.
=
= / t
RPI <2 =Hipoproliferatif atau kegagalan
sumsum tulang dalam produksi eritrosit,
ataupun berkurangnya produksi
eritropoietin, vitamin B12 atau asam folat
RPI 2-3 = Normoploriferatif atau sesuai
dengan respon
RPI > 3 = Hiperproliferatif (adanya
peningkatan destruksi eritrosit, seperti pada
anemia hemolitik)
Retikulosit Absolute
Untuk akurasi metode, nilai retikulosit pada
pasien anemia dinyatakan dalam nilai retikulosit
absolute dengan rumus sebagai berikut:
= %
µ
Nilai Normal Retikulosit Absolute 25.000 –
75.000 /µl darah
Contoh : Pada pasien anemia dengan nilai
hematokrit 24% (normal 45%) dan jumlah
retikulosit 8% serta jumlah eritrosit 2.500.000
sel/µl, berapa nilai retikulosit terkoreksi,
retikulosit absolut dan RPI ?
Jawab : =
/
= /
= %
=
= % µL
= % . . /µL
= . /µL
=
=
/
= %
FAKTOR YANG
MEMENGARUHI HASIL
PEMERIKSAAN
JENIS KELAMIN
Jumlah retikulosit pada wanita umumnya
lebih tinggi daripada pria karena adanya
siklus haid yang dapat memicu terjadinya
eritropoiesis.
Kondisi Hipoksia. Kondisi lain yang
memicu eritropoiesis adalah jaringan
tubuh yang mengalami hipoksia
(kekurangan oksigen)
Usia. Pada usia lanjut, umumnya jumlah
retikulosit cenderung lebih rendah karena
aktivitas eritropoiesis mulai berkurang
Penanganan Sampel. Proses
pengumpulan, pengiriman, dan
penyimpanan sampel berkaitan dengan
stabilitas sampel
TEKNIK PEMBUATAN SEDIAAN
Sediaan untuk hitung jumlah retikulosit tidak
boleh difiksasi atau dipanaskan, karena dapat
merusak retikulum pada retikulosit. Selain itu
proses pengeringan sediaan apus dapat
membuat retikulum menjadi halus.
pH Zat. Warna Perubahan pH larutan zat
warna ke arah asam menyebabkan
retikulum berbentuk granula halus,
sedangkan larutan zat warna yang bersifat
alkalis menyebabkan retikulum berbentuk
noktah-noktah
Kondisi Eritrosit. Eritrosit yang mengerut
dapat menghambat masuknya zat warna ke
dalam sel sehingga sisa RNA tidak dapat
terwarnai
Skill Petugas. Skill petugas dalam
mengidentifikasi dan menghitung jumlah
retikulosit, jumlah sel yang dihitung,
kualitas sediaan dan penggunaan
mikroskop