The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by alifanurulfitrah, 2022-10-04 05:18:29

pemeriksaan laju endap darah.

pemeriksaan laju endap darah.

E-MODUL

PEMERIKSAAN LAJU
ENDAP DARAH

ALIFA NURUL FITRAH
PO714203211006

DEFENISI & TUJUAN PEMERIKSAAN
LED

Laju endap darah (LED) adalah pemeriksaan laboratorium
yang mengukur kecepatan pengendapan sel darah merah
(eritrosit) dalam sampel darah (whole blood)
menggunakan antikoagulan natrium sitrat dengan
memakai alat tertentu yang hasilnya dinyatakan dalam
satuan mm/jam

ISTILAH LED

Beberapa istilah LED antara lain blood bezenking sneilhed
(BBS), blood sedimentation rate (BSR), erythrocyte
sedimentation rate (ESR), dan dalam Bahasa Indonesia
adalah kecepatan pengendapan darah (KPD).

TUJUAN PEMERIKSAAN LED

1.Menentukan seberapa cepat eritrosit
mengendap selama satu jam akibat
adanya perubahan komponen dalam
darah akibat masalah klinis

2.Untuk mendeteksi dan memantau
adanya kerusakan jaringan, inflamasi
dan skrining berbagai macam penyakit
infeksi, autoimun dan keganasan

PRINSIP PEMERIKSAAN LED

Laju endap darah terjadi melalui 3 fase yaitu fase
penggumpalan selama 15 menit, fase
pengendapan selama 30 menit dan fase
pemadatan selama 15 menit.

FASE FASE PENGENDAPAN ERITROSIT
PADA LED

Fase Penggumpalan : pembentukan rouleaux, sel-
sel eritrosit mengalami agregasi dan membentuk
tumpukan dengan kecepatan pengendapan
darah lambat yang berlangsung dalam waktu 15
menit
Fase Pengendapan : proses sedimentasi, eritrosit
akan mengalami pengendapan lebih cepat dan
konstan yang berlangsung selama 30 menit.
Fase Pemadatan : eritrosit yang mengendap akan
mengisi celah-celah atau ruang kosong pada
tumpukan eritrosit lain dibawah tabung hingga
eritrosit benar-benar memadat dan terakumulasi,
tahap ini berlangsung selama 15 menit dengan
kecepatan pengendapan lambat

METODE PEMERIKSAAN
LED

Pemeriksaan LED dapat dilakukan dengan

berbagai metode, yaitu Wintrobe,

Westergreen, dan Otomatis. International

Committee For Standardization in Hematology

(ICSH) merekomendasikan untuk menggunakan

Westergreen

METODE WINTROBE

Metode Wintrobe adalah satu dari metode
pengukuran LED menggunakan tabung Wintrobe.
Pada metode Wintrobe darah dan antikoagulan
yang tidak diencerkan, dibiarkan menetap selama
satu jam dalam sebuah tabung Wintrobe yang
diletakkan tegak lurus.

Tabung Wintrobe memiliki
tinggi 100 mm dan garis
tengahnya 2,8 mm.

METODE WESTERGREEN

Metode Westergreen adalah satu dari
metode pengukuran LED manual yang
dianjurkan oleh International Committee
For Standardization in Hematology
(ICSH).Pada pengukuran LED, metode

Westergreen menggunakan tabung Panjang yang
memudahkan pembacaan dan memungkinkan
pembaca untuk menghitung skala dengan rentang
yang lebih lebar sehingga mengurangi kesalahan
dalam pembacaan dan interpretasi nilai LED.

METODE OTOMATIS
Metode otomatis analyzer LED adalah variasi dari
Teknik Westergreen sebagai metode standar untuk
menentukan laju pengendapan eritrosit. Kesamaan
dengan metode Westergreen adalah antikoagulan
dan perbandingannya dengan darah. Sedangkan
perbedaannya terletak pada cara pembacaannya.

Keuntungan metode otomatis adalah

tidak ada pengisian darah secara

manual seperti pada metode

Westergreen dan hasil diperoleh lebih

cepat, data hasil pemeriksaan dari

sampel sebelumnya dapat disimpan, dan

alat dapat menganalisis beberapa

sampel secara bersamaan

METODE WESTERGREEN

Metode Westergreen adalah satu dari
metode pengukuran LED manual yang
dianjurkan oleh International Committee
For Standardization in Hematology
(ICSH).Pada pengukuran LED, metode

Westergreen menggunakan tabung Panjang yang
memudahkan pembacaan dan memungkinkan
pembaca untuk menghitung skala dengan rentang
yang lebih lebar sehingga mengurangi kesalahan
dalam pembacaan dan interpretasi nilai LED.

METODE OTOMATIS
Metode otomatis analyzer LED adalah variasi dari
Teknik Westergreen sebagai metode standar untuk
menentukan laju pengendapan eritrosit. Kesamaan
dengan metode Westergreen adalah antikoagulan
dan perbandingannya dengan darah. Sedangkan
perbedaannya terletak pada cara pembacaannya.

Keuntungan metode otomatis adalah

tidak ada pengisian darah secara

manual seperti pada metode

Westergreen dan hasil diperoleh lebih

cepat, data hasil pemeriksaan dari

sampel sebelumnya dapat disimpan, dan

alat dapat menganalisis beberapa

sampel secara bersamaan

PROSEDUR KERJA PEMERIKSAAN LED

METODE WINTROBE

Alat 
Tabung Wintrobe 
Rak Tabung
Wintrobe 
Pipet 
Kawat 
Kapas

Bahan 
Darah EDTA

Darah EDTA dalam tabung Wintrobe yang didiamkan
tegak lurus dalam waktu tertentu, maka sel -sel
darah akan mengendap karena perbedaan berat
jenis. Jumlah milimeter darah merah yang mengendap
selama 1 jam dinyatakan sebagai nilai LED dalam
satuan mm/jam.

1.Masukkan darah kedalam
tabung Wintrobe sampai
tanda batas 0 atau 10

2.Letakkan tabung Wintrobe
dengan posisi tegak lurus
pada rak tabung

3.Setelah 1 jam, ukur tinggi
plasma dalam mm. catat dan
laporkan sebagai nilai LED
dalam satuan mm/jam

METODE WESTERGREEN

Alat 
Pipet Westergreen 
Rak
Tabung Westergreen 
Bulb (karet penghisap)

Bahan 
Darah vena (Na Sitrat 3,8%)
dengan perbandingan 4 bagian
darah dan 1 bagian Na Sitrat 3,8%
Darah EDTA yang ditambahkan
NaCl 0,85% dengan perbandingan
4 bagian darah dan 1 bagian NaCl
0,85 %

Penambahan antikoagulan Na -Sitrat 3,8% dalam
darah atau NaCl 0,85% dalam darah EDTA dengan
perbandingan tertentu akan mengencerkan darah
dan dimasukkan dalam pipet Westergreen yang
diletakkan tegak lurus dalam waktu tertentu, maka
sel - sel darah akan mengendap karena perbedaan
berat jenis. Jumlah milimeter darah merah yang
mengendap selama 1 jam dinyatakan sebagai nilai
LED dalam satuan mm/jam

Pipet spesimen darah Na -Sitrat 3 , 8 % atau
darah EDTA dengan NaCl 0 ,85 % menggunakan
pipet Westergreen sampai tanda batas 0
Letakkan tabung pada rak tabung atau
penyangga pipet Westergreen dengan posisi
tegak lurus pada tempat rata dan jauh dari
getaran dalam suhu ruangan

Biarkan selama 1 jam
Ukur tinggi plasma dalam mm, dari tanda batas 0
sampai tanda batas eritrosit mengendap. Catat
dan laporkan sebagai nilai LED dalam satuan
mm/jam

METODE OTOMATIS

Alat 
Analyzer LED 
Tabung Vakum LED

Bahan 
Darah vena (Na Sitrat 3,8%)
dengan perbandingan 4 bagian
darah dan 1 bagian Na Sitrat 3,8%

Prinsip pemeriksaan LED metode otomatis adalah
sampel darah di homogenkan dan dimasukkan
kedalam tabung. Kemudian tabung tersebut
dimasukkan ke alat otomatis dan didiamkan selama
30 menit. Selanjutnya LED dibaca melalui sensor alat
tersebut, yang dapat menganalisis eritrosit yang
mengendap. Hasil pembacaan nilai LED
divisualisasikan ke layer monitor.

Darah dimasukkan ke dalam tabung vakum LED
dengan menggunakan vacutainer
Masukkan tabung ke dalam Analyzer LED dan
tunggu selama 30 menit
Hasil LED akan muncul pada layar Analyzer LED
atau dapat juga di print pada thermal paper

NILAI NORMAL LED

Nilai Normal LED 
Laki – Laki : 0 – 10 mm/jam 
Perempuan : 0 – 20 mm/jam

FAKTOR YANG MEMENGARUHI PEMERIKSAAN

FAKTOR ERITROSIT

Jumlah eritrosit/µl darah yang kurang dari normal,
rasio eritrosit dengan plasma yang meningkat,
ukuran eritrosit yang lebih besar dari normal,
eritrosit yang mudah beraglutinasi akan
menyebabkan peningkatan kecepatan pengendapan
eritrosit sehingga LED akan meningkat

FAKTOR PLASMA

Peningkatan komposisi protein plasma akan
memengaruhi viskositas plasma, selain itu kadar
fibrinogen yang tinggi juga akan memicu
terbentuknya rouleaux dan meningkatkan kecepatan
pengendapan eritrosit. Rouleaux adalah gumpalan
sel-sel eritrosit yang terjadi karena gaya tarik
permukaan dan bukan oleh antibodi atau ikatan
kovalen


Click to View FlipBook Version