E- MODUL
Pemeriksaan
Kadar
Hemoglobin
ALIFA NURUL FITRAH
PO714203211006
Metode Tallquist
Prinsip Pemeriksaan
“Metode Tallquist adalah metode
pemeriksaan hemoglobin dengan
membandingkan darah asli dengan suatu
skala yang bertingkat-tingkat (warna
standar yang tersedia pada buku tallquist),
yang dimulai dari warna merah muda
hingga merah tua (mulai 10% -100%).”
Pembacaan Hasil
Hasil yang dibaca menunjukkan
satuan % nilai Hb dengan metode
Tallquist. Sebagai konversi g/dL,
nilai 100 setara dengan 15,6g/dL.
Tingkat kesalahan dari
pemeriksaan ini adalah 25 - 50%.
Contoh Perhitungan
Diketahui : Perhitungan :
Kadar Hb 80%
→100% 15,6%
→80%
80/100x15,6
= 12,5 g/dL
Persiapan Alat dan Bahan
✘ Skala Tallquist dan kertas uji atau test paper
✘ SwabAlkohol
✘ Hemolet Steril
✘ Handscoon
✘ Tisue Kertas
✘ Tempat Sampah Medis
Cara Kerja
1.Ambil selembar tisu kertas dari
booklet Tallquist
2. Usap ujung jari tengah atau jari
manis yang akan diperiksa dengan
swab alkohol
3. Pegang ujung hemolet dengan
tangan yangtelah memakai
handscoon, lalu tusuk jari tersebut
4. Buang tetesan darah pertama,
lalu ambil tetesan darah kedua dan
teteskan ditengahkertas uji
5. Tunggu selama 15 detik, lalu
bandingkan sampel pada kertas uji
dengan skala Tallquist, catat
skalanya
Metode Tallquist memiliki tingkat ketepatan
pemeriksaan yang kurang tepat dengan
tingkat kesalahan 25-50%
Metode ini tidak dianjurkan untuk
digunakan karena tingkat akurasinya
yang rendah, kecuali dalam keadaan darurat
Metode CuSO4 (Falling Drop)
Prinsip Pemeriksaan
“Pemeriksaan Hemoglobin dengan cupri
sulfat adalah mengukur kadar
hemoglobin berdasarkan perbedaan berat
jenis darah dengan berat jenis suatu cupri
sulfat”.
Metode CuSO4
Metode ini digunakan pada skrining donor
darah untuk menentukan kadar
hemoglobin pendonor.
Dasar pemeriksaan ini adalah tetesan
darah dimasukkan kedalam larutan cupri
sulfat yang memiliki berat jenis (BJ) 1,053.
Kadar hemoglobin dalam darah dapat mempengaruhi
darah jika diteteskan pada larutan cupri sulfat (BJ
1,053) dengan ketinggian 2-3cm dari permukaan
larutan selama 15 detik. Selanjutnya kita dapat
mengamati secara fisika apakah tetesan darah
tenggelam, melayang atau terapung
Tetesan darah yang tenggelam
menunjukkan kadar Hb lebih dari 12,5
g/dL sehingga dapat dijadikan pendonor.
Mengingat ketelitian yang masih kurang,
metode ini hanya dapat digunakan
untuk pemeriksaan yang bersifat
massal, misalnya donor darah. Setiap
20-30 pemeriksaan, larutan cupri sulfat
harus diganti dengan yang baru.
Nilai Rujukan
Darah tenggelam Darah melayang
menunjukkan menunjukkan
kadar Hb diatas kadar Hb berkisar
80% (>12,5 g/dL) 80% (=12,5g/dL)
Darah terapung
menunjukkan
kadar Hb dibawah
80%
(<12,5g/dL)
Persiapan Alat dan Bahan
✘ Beaker Glass
✘ Pipet Pasteur
✘ Kapas
✘ Lanset
✘ CuSO4
✘ Alkohol 70%
Cara Kerja
1.Persiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan
2.Persiapkan larutan cupri sulfat dengan berat jenis
1,053
3.Lakukan sterilisasi pada area kulit yang akan
dilakukan pengambilan
4.Lakukan tusukan perifer, hapus tetesan darah
yang pertama keluar
5.Ambil darah dengan menggunakan pipet pasteur
6.Teteskan darah diatas larutan cupri sulfat dengan
ketinggian kurang lebih 2-3 cm
7.Perhatikan darah tersebut hingga 15 detik, baca
dan catat hasil yang didapatkan
Metode Sahli
Prinsip
“Hemoglobin diubah menjadi asam
hematin kemudian warna yang terjadi
dibandingkan secara visual
dengan standar dalam alat
(Hemoglobinometer)”.
Persiapan Alat dan Bahan
✘ Lancet
✘ Hemoglobinometer / Hemometer
✘ Tabung Pengencer
✘ Pipet Hb
✘ Pipet Tetes
✘ Selang Pengisap
✘ BatangPengaduk
✘ HCl 0,1N
✘ Aquadest
Cara Kerja
Masukkan HCl 0,1N ke dalam
tabung pengencer sampai tanda
2
Isap darah kapiler dengan pipet
Hb sampai tanda 20µl
Hapus darah yang melekat disisi
luar ujung pipet
Segera alirkan darah dari pipet
ke dasar tabung pengencer.
Catat waktu saatdarah
dicampurkan ke dalam HCl
Cara Kerja
Isap kembali isi tabung ke dalam pipet kemudian
alirkan kembali isi pipet ke dalam tabung.
Lakukan hal ini 2-3 kali agar sisa-sisa darah
terbilas ke dalam tabung
Tambahkan aquadest setetes demi setetes,
sambil terus mengaduk isi tabung hingga
diperoleh warna yang sama dengan warna
standar yang ada di komparator
Tiga menit setelah darah tercampur dengan HCl,
baca hasilnya dengan membandingkan dengan
warna standar dan dibaca pada miniskus bawah.
Kesalahan Yang Sering Terjadi
1 .Alat – Alat kurang bersih.
2. Ukuran pipet kurang tepat, perlu dikalibrasi
3. Warna standar pucat atau kotor 23
4. Pemipetan yang kurang akurat
5. Kemampuan untuk membedakan warna tidak sama
6. Sumber cahaya yang kurang baik
7. Kelelahan mata
8. Penyesuaian warna larutan yang diperiksa dalam
komparator kurang akurat
9. Mengisi larutan HCl 0,1N terlalu sedikit atau melebihi
dari prosedur yang diberikan
Alasan Metode Sahli Tidak Teliti
1.Asam hematin bukan larutan sejati.
Tidak semua jenis hemoglobin dapat diubah menjadi
asam hematin seperti karboksihemoglobin,
methemoglobin, dan sulfhemoglobin
2.Alat tersebut tidak dapat distandarkan.
Hemoglobinometer yang berdasarkan penetapan
asam hematin menurut sahli dibuat oleh banyak pabrik,
tabung pengencer berbeda diameternya, warna
standar berlainan intensitasnya dll.
3.Kolorimetri secara visual tidak teliti.
Kesalahan biasanya mencapai ± 10% kadar hemoglobin
yang sesungguhnya.
Metode Cyanmethemoglobin
“Prinsip dasar metode cyanmethemoglobin
adalah mengubah hemoglobin darah menjadi
sianmethemoglobin dalam larutan
drabkin, yang berisi kalium sianida dan kalium ferisianida.
Larutan drabkin yang digunakan
untuk mengubah hemoglobin, oksihemogolobin,
methemoglobin dan karboksihemoglobin
menjadi sianmethemoglobin sedangkan
sulfhemoglobin tidak berubah karena tidak diukur”.
Persiapan Alat dan Bahan
✘ Spektrofotometer atau fotometer dengan filter 540 nm
✘ Tabung reaksi
✘ Klinipet dan tip
✘ Larutan Drabkin
✘ Tissue
Cara Kerja
1.Ke dalam tabung reaksi dimasukkan 5 ml larutan drabkin
2.Diisap darah kapiler 20 µl dengan pipet mikro atau pipet sahli.
Kelebihan darah yang melekat pada bagian luar pipet dihapus
dengan kain kasa kering / tisue
3.Darah dalam pipet dimasukkan ke dalam tabung reaksi yang
berisi larutan drabkin
4.Pipet dibilas beberapa kali dengan larutan drabkin tersebut
5.Campur larutan ini dengan cara menggoyang-goyangkan
tabung secara perlahan-lahan hingga larutan menjadi
homogen, dan biarkan selama 3 menit
6.Baca dengan spektrofotometer pada Panjang gelombang
540 nm, sebagai blanko digunakan larutan drabkin.
7.Kadar Hb ditentukan dengan perbandingan antara absorban
sampel dengan absorban standar
Kesalahan Yang Sering Terjadi
Statis vena pada waktu pengambilan darah menyebabkan
kadar hemoglobin lebih tinggi dari seharusnya, sebaliknya
penggunaan darah kapiler menyebabkan kontaminasi cairan
jaringan sehingga kadar hemoglobin lebih rendah dari
seharusnya
Terbentuk bekuan darah
Tidak mengocok darah sewaktu mengambil bahan untuk
pemeriksaan
Menggunakan reagen atau larutan standar yang tidak baik atau
kadaluwarsa
Menggunakan pipet 20 µl atau 5 ml yang tidak akurat, untuk itu
perlu dilakukan kalibrasi pipet
Spektrofotometer yang kurang berfungsi baik, misalnya
pengaturan panjang gelombang yang tidak tepat sehingga
perlu dilakukan kalibrasi panjang gelombang
Perubahan tegangan listrik akan mempengaruhi pembacaan
serapan
Darah yang lipemik akan menyebabkan hasil yang lebih tinggi
dari seharusnya
Adanya leukositosis berat (lebih dari 50.000/µl )
meyebabkan hasil pengukuran kadar hemoglobin lebih tinggi
dari seharusnya
Metode POCT
POCT (Point Of Care Testing) adalah pemeriksaan
Kesehatan yang dilakukan didekat atau disamping
tempat tidur pasien dengan menggunakan sampel
darah atau urine dalam jumlah yang sedikit.
Pemeriksaan ini dilakukan dengan atau tanpa tahap
pra-analitik, dan dapat memberikan hasil yang cepat
sehinggapengambilan keputusan dapat segera dilakukan
untuk penanganan pasien yang lebih baik. POCT
bukanlah pengganti layanan laboratorium konvensional
melainkan layanan tambahan untuk
laboratorium klinik
Prinsip Pemeriksaan
“Prinsip pemeriksaan yang digunakan yaitu
dengan prinsip reflectance (pemantulan) yaitu
membaca warna yang terbentuk dari sebuah
reaksi antara sampel yang mengandung bahan
tertentu dengan reagen yang ada pada sebuah
strip, selanjutnya warna yang terbentuk dibaca
oleh alat”.
Cara Kerja
1 . Ambil 1 strip uji, masukkan ke dalam alat
pengukur dan secara otomatis alat akan hidup.
2. Layar akan menampilkan nomor kode strip, yaitu
nomor kode yang sama dengan kode pembungkus
strip. Kemudian akan terlihat gambar tetesan darah
3. Teteskan sampel darah pada zona reaksi strip uji
4. Setelah 30 detik, layer akan menampilkan hasil
pemeriksaan kadar hemoglobin
Kelebihan POCT
1.Penggunaan instrument sangat praktis, mudah dan
efisien Penggunaan jumlah sampel yang sedikit
2.Mengurangi atau meniadakan tahap pra analitik
sehingga mengurangi kemungkinan kesalahan pada
tahap ini
3.Hasil dapat diketahui dengan cepat
4.Mengurangi waktu kunjungan klinik rawat jalan, dan
penggunaan waktu tenaga kesehatan yang optimal.
5.Pemeriksaan dapat dilakukan secara mandiri tanpa perlu
mengunjungi laboratorium atau sarana pelayanan
kesehatan
Kekurangan POCT
1.Jenis pemeriksaan masih terbatas
2.Akurasi dan presisi hasil pemeriksaan POCT belum sebaik
hasil dari laboratorium klinik
3.Proses QC (Quality Control) belum baik
4.Proses dokumentasi hasil belum baik, karena biasanya alat
ini belum dilengkapi dengan sistem identifikasi pasien,
printer, dan belum terkoneksi dengan sistem informasi
laboratorium
5.Biaya pemeriksaan lebih mahal apabila dibandingkan
dengan biaya pemeriksaan di laboratorium klinik
6.Pemeriksaan masih menggunakan prosedur yang invasif
Elektroforesa Hemoglobin
“Elektroforesis hemoglobin adalah tes darah yang
digunakan untuk mengukur dan mengidentifikasi
jenis-jenis hemoglobin yang berbeda di dalam
aliran darah”
Prinsip Pemeriksaan
“Proses elektroforesis memanfaatkan muatan listrik
yang berbeda pada tiap jenis hemoglobin. Selama
prosedur berlangsung, sebuah aliran listrik dialirkan
melalui hemoglobin dari sampel darah yang diambil.
Hal ini menyebabkan jenis-jenis hemoglobin yang
berbeda akan terpisah dan membentuk kelompok
masing-masing.”.
Persiapan Pasien
Tidak ada persiapan khusus untuk melakukan tes ini,
namun jika pernah mendapatkan transfusi darah dalam 3
bulan terakhir, maka kadar hemoglobinnya bisa berubah.
Atau jika pasien mengkonsumsi obat zat besi maka wajib
diberitahukan ke dokter
Persiapan Alat Dan Bahan
✘ Minicap Capillary Electroforesis
✘ Buffer pH 9,4
✘ Homolysing Solution
✘ Wash Solution
✘ Sampel darah dengan Antikoagulan
(EDTA, Sitrat atau Heparin.
Cara Kerja
Buka pintu reagen bay, periksa apakah buffer, wash
solution, cup dan aqua destilata sudah tersedia dan
terpasang pada tempatnya.
Pilih program elektroforesis hemoglobin pada menu
Masukkan sampel dan control ke dalam rotating sampler.
Letakkan sampel pada posisi 1-26, posisi 27 diletakkan 5
ml hemolysing solution dan pada posisi 28 diletakkan
control normal HbA2
Tutup pintu MINICAP dan Analisis akan berjalan secara
otomatis.
Setelah semua rangkaian proses elektroforesis selesai,
keluarkan semua sampel dan kontrol
Langkah Otomatis
1.Pembacaan barcode pada tabung (jika ada).
2. Pengenceran sampel dengan buffer dan pencucian
probe
3.Pencucian kapiler
4.Sampel yang telah diencerkan dimasukkan ke dalam
kapiler
5.Proses migrasi berlangsung dengan tegangan yang
konstan selama 8 menit
6.Protein dibaca langsung pada Panjang gelombang 415
nm dan hasilnya muncul pada layer LCD