The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by cafridaleanita20, 2022-11-24 22:23:11

BAHASA INDONESIA

BAHASA INDONESIA

Keywords: Puisi

Bahasa
Indonesia

Puisi

Kelas : 4

DAFTAR ISI

Pengertian Puisi................................1
Jenis Puisi...........................................2
Struktur Puisi.....................................8
Unsur Puisi........................................10
Bahasa dan makna puisi.................11
Jenis-jenis majas...............................12
Langkah-langkah menulis puisi......13
Hal yang perlu diperhatikan dalam
menulis puisi.....................................14
Cara mendeklamasikan puisi..........15
Contoh puisi.....................................16
Latihan Soal......................................17
Glosarium.........................................18
Profil Pengembang..........................19

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami haturkan kehadirat Tuhan Yang
Maha Esa. yang telah melimpahkan rahmat dan

karunia-Nya sehingga kami bisa
menyelesaikan buku materi "Puisi" dengan baik dan

tepat waktu. Tidak lupa juga kami mengucapkan
terima kasih kepada semua

pihak yang telah turut memberikan kontribusi
dalam penyusunan buku ini. Tentunya, tidak akan
bisa maksimal jika tidak mendapat dukungan dari
berbagai pihak. Sebagai penyusun, kami menyadari

bahwa masih terdapat kekurangan, baik dari
penyusunan maupun tata bahasa penyampaian
dalam buku ini. Oleh karena itu, kami dengan
rendah hati menerima saran dan kritik dari pembaca
agar kami dapat memperbaiki buku kni. Kami

berharap semoga buku yang kami susun ini
memberikan manfaat dan juga inspirasi untuk

pembaca.



Yogyakarta, 5 November 2022



Penulis

Pengertian Puisi

Puisi merupakan suatu bentuk karya sastra yang
mengungkapkan pikiran serta perasaan dari penyair dan secara
imajinatif serta disusun dengan mengonsentrasikan kekuatan
bahasa dengan pengonsentrasian struktur fisik serta struktur
batinnya. Penekanan pada segi estetik pada suatu bahasa serta
penggunaan sengaja pengulangan, meter dan rima merupakan
hal yang membedakan pada puisi dari prosa.

Puisi umumnya lebih singkat dan padat,
sedangkan pada prosa lebih mengalir
seperti pada mengutarakan cerita.

Menurut KBBI, puisi adalah ragam sastra yang bahasanya
terikat oleh irama, mantra, rima, serta penyusunan larik dan
bait. Puisi disajikan dalam bahasa yang indah dan bersifah
imajinatif

1

Jenis-jenis Puisi

Puisi dibedakan menjadi 2 yaitu
:

1 Puisi Lama

Pengertian Puisi Lama

Puisi lama merupakan puisi yang masih terikat oleh
aturan-aturan. Aturan puisi lama seperti jumlah kata
yang terdapat dalam 1 baris, jumlah baris yang
terdapat dalam 1 bait, persajakan atau rima, banyak
suku kata pada tiap baris, dan irama.
Jenis Puisi Lama

Mantra merupakan sebuah ucapan-ucapan yang
masih dianggap memiliki sebuah kekuatan gaib
Pantun merupakan salah satu puisi lama yang
mempunyai ciri bersajak a-b-a-b, tiap baris
terdiri atas 8 hingga 12 suku kata, 2 baris pada
awal pantun disebut sampiran, 2 baris
berikutnya disebut sebagai isi, tiap bait 4 baris.
Karmina merupakan salah satu jenis pantun
yang kilat seperti sebuah pantun tetapi sangat
pendek.

2

Seloka adalah pantun yang berkait.
Gurindam adalah puisi yang terdiri dari tiap bait
2 baris, bersajak a-a-a-a, dan biasanya berisi
nasihat.
Syair merupakan puisi yang bersumber dari
negara Arab dan dengan ciri pada tiap bait 4
baris, bersajak a-a-a-a, biasanya berisi nasihat
atau sebuah cerita.
Talibun adalah pantun genap yang tiap bait
terdiri dari bilangan genap seperti 6, 8, ataupun
10 baris.

3

CIri-ciri Puisi Lama

Puisi lama bisanya berupa puisi rakyat dan tidak
diketahui nama pengarangnya.
Puisi lama masih terikat oleh berbagai aturan-
aturan seperti dari jumlah baris pada setiap
baitnya, sajak serta jumlah suku kata pada
setiap barisnya.
Disampaikan dari mulut ke mulut dan dapat
disebut juga dengan sastra lisan.
Menggunakan majas atau gaya bahasa tetap dan
klise.
Biasanya berisikan tentang kerajaan, fantastis,
serta istanasentris

4

2 Puisi Baru

Puisi baru merupakan puisi yang sudah tidak terikat
oleh aturan, berbeda dengan puisi lama. Puisi baru
memiliki bentuk yang lebih bebas dibandingkan
puisi lama baik dalam jumlah baris, suku kata,
ataupun rima.

Jenis Puisi Baru

Balada merupakan salah satu jenis puisi baru.
Balada merupakan puisi tentang cerita. Balada
terdiri dari 3 bait dan masing-masing dengan 8
larik serta dengan skema rima a-b-a-b-b-c-c-b.
Lalu skema rima berubah menjadi a-b-a-b-b-c-
b-c. Pada larik terakhir dalam bait pertama
digunakan refren dalam bait-bait selajutnya.
Himne merupakan puisi yang digunakan
sebagai pujaan untuk Tuhan, tanah air, atau
seorang pahlawan.
Ode adalah puisi sanjungan bagi orang yang
telah berjasa. Nada serta gayanya sangat resmi,
bernada sangat anggun, dan membahas sesuatu
yang mulia, memiliki sifat yang menyanjung
baik itu terhadap pribadi tertentu atau suatu
peristiwa umum.
Epigram adalah puisi yang memiliki isi berupa
tuntunan atau ajaran hidup.

5

Elegi adalah puisi yang memiliki isi tentang
kesedihan.
Satire adalah puisi yang berisi tentang sindiran
atau suatu kritikan.
Distikon adalah suatu puisi yang tiap baitnya
terdiri dari 2 baris (puisi 2 seuntai).
Terzinaa adalah puisi yang pada tiap baitnya
terdiri dari 3 baris (puisi 3 seuntai).
Kuatrain adalah puisi yang pada tiap baitnya
terdiri dari 4 baris (puisi 4 seuntai).
Kuint adalah puisi yang pada tiap baitnya terdiri
dari 5 baris (puisi 5 seuntai).
Sektet adalah puisi yang pada tiap baitnya
terdiri dari 6 baris (puisi 6 seuntai).
Septime, adalah puisi yang pada tiap baitnya
terdiri dari 7 baris (puisi 7 seuntai).
Oktaf atau Stanza merupakan puisi yang pada
tiap baitnya terdiri 8 baris (double kutrain atau
dapat disebut juga dengan puisi 8 seuntai).
Soneta merupakan salah satu jenis puisi yang
terdiri dari 14 baris yang terbagi menjadi 2, 2
bait pertama masing-masing terdiri dari 4 baris
dan 2 bait kedua masing-masing 3 baris.

6

Ciri-Ciri Puisi Baru

Ciri-Ciri Puisi Baru
Ciri-ciri puisi baru antara lain:
1. Diketahui nama pengarangnya, berbeda dengan
puisi lama yang tidak diketahui nama pengarangnya
2. Perkembangannya secara lisan serta tertulis.
3. Tidak terikat oleh berbagai aturan-aturan seperti
rima, jumlah baris dan suku kata.
4. Menggunakan majas yang dinamis atau berubah-
ubah.
5. Biasanya berisikan tentang kehidupan.
6. Biasanya lebih banyak memakai sajak pantun dan
syair.
7. Memiliki bentuk yang lebih rapi dan simetris.
8. Memiliki rima akhir yang teratur.
9. Pada tiap-tiap barisnya berupa kesatuan sintaksis.

7

Struktur Puisi

Struktur Fisik Puisi
Rima atau Irama adalah persamaan bunyi yang
terdapat pada puisi, baik itu di awal, tengah,
atau di akhir baris puisi.
Imaji merupakan suatu kata atau susunan kata-
kata yang mampu untuk dapat mengungkapkan
pengalaman indrawi, seperti perasaan,
penglihatan, dan pendengaran.
Diksi yaitu pemilihan beberapa kata-kata yang
dilakukan penyair dalam karya puisinya.
Kata konkret adalah kata yang dapat ditangkap
dengan menggunakan indera yang dapat
memungkinkan munculnya imaji.
Gaya bahasa adalah penggunaan bahasa yang
dapat menghidupkan efek serta menimbulkan
konotasi tertentu.
Tipografi adalah bentuk puisi seperti pada
halaman yang tidak dipenuhi dengan kata-kata,
tepi kanan-kiri, pengaturan barisnya, hingga
baris pada tiap puisi yang tidak selalu dimulai
dengan menggunakan huruf kapital serta
diakhiri dengan tanda titik. Hal-hal tersebut
menentukan dalam pemaknaan terhadap puisi.

8

Struktur Batin Puisi
Tema atau makna; media puisi adalah bahasa.
Tataran bahasa adalah suatu hubungan tanda
dengan makna, maka puisi harus memiliki suatu
makna baik itu tiap kata ataupun keseluruhan.
Rasa merupakan sikap penyair terhadap suatu
pokok permasalahan yang ada dalam puisinya.
Nada atau tone adalah sikap penyair terhadap
pembacanya serta nada berhubungan dengan
tema dan rasa.
Amanat merupakan pesan yang ingin
disampaikan dari penyair kepada pembaca puisi
tersebut.

9

Unsur Puisi

Adapun unsur-unsur puisi adalah sebagai berikut:
1.Kata: kata merupakan unsur utama dalam
penyusunan puisi, sangat menentukan kesatuan
dan keindahan makna puisi secara keseluruhan.
2.Larik atau baris: merupakan paduan kata-kata
yang dituliskan dalam kalimat berbentuk baris.
3.Kalimat dalam puisi tidak menggunakan aturan
baku; hal ini dikarenakan bisa berupa satu kata,
frase, atau kalimat lengkap.
4.Bait: diartikan sebagai kumpulan larik yang
tersusun harmonis, dimana bait mengandung
makna puisi.
5.Rima: bunyi yang ditimbulkan oleh huruf atau
kata untuk memperindah puisi, umumnya
berada di suku kata akhir setiap larik. Rima bisa
berupa pengulangan bunyi (sajak a-a-a-a atau a-
b-a-b) atau bunyi bebas tanpa pola.
6.Irama: pergantian tinggi rendah, panjang
pendek, dan keras lembut bunyi bacaan puisi.
7.Makna/Isi: informasi utama yang disampaikan
dalam puisi.
8.Amanat: pesan yang disampaikan oleh penulis
puisi kepada pembaca, tersirat di balik kata-kata
dan berada di balik tema yang diungkapkan

10

Bahasa dan Makna Puisi

1.Bahasa Puisi: bahasa puisi mengandung makna
tersembunyi dan cenderung imajinatif
(merupakan khayalan)

2.Bahasanya singkat, padat, namun kaya akan
makna

3.Menggunakan gaya bahasa (majas) yang kaya
4.Memiliki rima (persamaan bunyi) yang dapat

menambah keindahan, memberikan efek
musikal, dan memberi kesan sehingga puisi
mudah diingat
5.Menggunakan pilihan kata (diksi) yang tepat,
sesuai dengan tema yang disampaikan, agar
mudah diingat, indah didengar/dibaca, dan
menciptakan kekaguman
6.Tidak selamanya menggunakan kata kiasan, ada
kalanya menggunakan kata bermakna lugas.
Semua bergantung pada tema puisi yang dibuat

11

Jenis-jenis Majas (Gaya Bahasa) dalam Puisi:

Terdapat berbagai jenis majas yang biasanya digunakan
dalam puisi, diantaranya adalah sebagai berikut:

1.Personifikasi: merpakan majas yang
mengumpamakan benda mati seakan berperilaku
seperti manusia. Contoh: Pucuk-pucuk daun yang
menggeliat

2.Metafora:merupakan majas yang memiliki tujuan
menjadikan suatu benda memiliki sifat baru di luar
kebiasaan. Contoh: Batang usiaku sudah tinggi

3.Pengulangan (Repetisi): merpakan proes penjajaran
beberapa kata, frasa, atau kalimat yang sama.
Contoh: Tak perlu sedu sedan itu

4.Hiperbola: merupakan majas yang memberikan
pernyataan yang berlebihan dan menciptakan kesan
lebih, dan daya pengaruh yang tinggi. Contoh:
Pekik merdeka berkumandang di angkasa.

5.Litotes: merupakan kebalikan dari majas hiperbola,
sebab litotes justru mengecilkan atau mengurangi
keadaan sebenarnya. Contoh: Aku bukanlah
manusia yang berada. (padahal aslinya berada,
digunakan untuk merendah)

6.Ironi: menyatakan makna yang bertentangan untuk
mengolok-olok/menyindir. Contoh: Bagus benar
kelakuanmu, adikmu sendiri kau sakiti.

12

Langkah-langkah Menulis Puisi:
Beberapa langkah dalam menulis puisi diantaranya
adalah sebagai berikut:

1.Tentukan terlebih dahulu topik utama dan judul
2.Tentukan kata kunci yang akan digunakan

dalam menulis puisi
3.Tentukan ide pokok untuk setiap bait
4.Tuangkan ide pokok-ide pokok ke dalam bait-

bait dengan memperhatikan gaya bahasa, diksi,
dan rima
5.Kembangkan puisi seindah mungkin

13

Hal yang harus Diperhatikan dalam Menulis Puisi:
Bahasa yang digunakan harus menggunakan
kata-kata yang ringkas, padat, dan indah
Kata-kata yang dipilih mempunyai bunyi yang
indah dan merdu saat dibaca
Makna kata bisa memberikan kesan dan banyak
arti, harus disesuaikan dengan pesan yang ingin
disampaikan
Mengandung imajinasi mendalam tentang topik
yang dibicarakan

14

Cara Mendeklamasikan Puisi

1.Deklamasi Puisi: Membaca puisi tanpa
membawa teks dengan diiringi lagu, dikuatkan
dengan ekspresi dan gerak tubuh yang sesuai
dengan makna puisi tersebut.

2.Hal yang Perlu Diperhatikan dalam
Mendeklamasikan Puisi:

3.Ekspresi Wajah: penghayatan isi puisi yang
digambarkan melalui raut wajah untuk
menunjukkan perasaan.

4.Lafal: penyebutan atau pengejaan kata-kata
harus jelas agar mudah dipahami.

5.Intonasi: tinggi rendahnya nada baca untuk
memberi penekanan pada kata tertentu.

6.Irama: panjang pendek, keras lembut, kuat
lemahnya suara.

7.Gerak Tubuh: penggambaran perasaan yang
terkandung dalam puisi melalui gerak tubuh,
melengkapi ekspresi wajah.

15

Contoh Puisi

Guruku



Ketika mentari pagi
Bersinar terang

Ku bergegas tuk ke sekolah
Demi mendapatkan ilmu
Guruku

Kau mengantarku menuju kesuksesan
Kau yang memberiku ilmu
Kau pemberi motivasiku

Kau yang selalu membimbingku



Guruku
Tanpamu aku tak bisa apa
Hanya terimakasih yang terucap
Atas semua jasamu yang mulia

Kaulah pahlawanku





(Mengutip dari Untukmu Guru oleh I
Kadek Agus Sudiandika)



16

Latihan Soal

1.Puisi merupakan suatu bahasa yang indah terikatt oleh
rima dan irama.Puisi termasuk ke dalam jeniks.....

a. karya sastra
b. legenda
c. cerita
d. sajak

2. Hal yang harus diperhatikan dalam membaca puisi adalah....
a. teks,intonasi, suara
b. lafal, cerita, teks
c. intonasi, lafal, ekspresi
d. teks, suara, penampilan

3. Perhatikan penggalan puisi berikut ini!
Kau pahlawan tanpa tanda jasa
Semangatmu mengajar setiap hari
Demi kepandaian kami
Puisi di atas menceritakan seorang ....
a. polisi
b. guru
c. tentara
d. pahlawan

4. Puisi ditulis dalam bentuk ....
a. bait
b. paragraf
c. prosa
d. alinea

17

Glosarium

Imajinatif : mempunyai atau menggunakan
imajinasi; bersifat khayal
Karakteristik : mempunyai sifat khas sesuai
dengan perwatakan tertentu
Majas : bahasa yang indah yang digunakan
dalam mempercantik sususnan kalimat agar
memperoleh kesan imajinatif atau efek
tertentu bagi pembacanya.
Syair : puisi lama yang terdiri atas 4 larik isi
dengan sajak sama (a-aa-a)
Struktur teks : bagian-bagian sebuah teks
yang mencirikan suatu teks

18

Profil Pengembang

Nama : Cafrida Leanita Ifah Hasan
Email : [email protected]
TTL : Gunungkidul, 20 Desember 2002
Profesi : Mahasiswa
Hobi : Membaca

19

Bahasa Indonesia Kelas 4
Materi Puisi


Click to View FlipBook Version