FLIPBOOK
AMPHIBIA ( CAUDATA)
Dosen Pengampu Mata Kuliah :
Dra. Hj. Lilis Suhaerah, M.Kes
Fitri Aryanti, M.Pd
Saiman Rosamsi M.Pd
Disusun Oleh :
Kelompok 7
Syifa Aulia Deyanita (195040051)
Siti Nurhasanah (205040066)
Gina Afianti (205040067)
Indin Fernanda (205040091)
Bella Novia Kirani (205040097)
PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PASUNDAN
2021
A. Pengertian Amphibi
Amphibi merupakan hewan dengan kelembaban kulit yang tinggi, tidak tertutupi oleh
rambut dan mampu hidup di air maupun di darat. Amphibia berasal dari bahasa
Yunani yaitu Amphi yang berarti dua dan Bios yang berarti hidup. Karena itu amphibi
diartikan sebagai hewan yang mempunyai dua bentuk kehidupan yaitu di darat dan di
air.
Amfibi adalah kelompok terkecil di antara vertebrata, dengan jumlah hanya 3.000
spesies. Seperti ikan dan reptilia, amfibi adalah hewan berdarah dingin. Ini berarti
amfibi tidak dapat mengatur suhu badannya sendiri. Untuk itu, amfibi memerlukan
matahari untuk menghangatkan badan. Awalnya amfibi mengawali hidup di perairan
dan melakukan pernapasan menggunakan insang. Seiring dengan pertumbuhannya
paru-paru dan kakinya berkembang dan amfibi pun dapat berjalan di atas daratan.
Amfibia bertelur di air, atau menyimpan telurnya di tempat yang lembab dan basah.
Ketika menetas, larvanya yang dinamai berudu hidup di air atau tempat basah tersebut
dan bernafas dengan insang. Setelah beberapa lama, berudu kemudian berubah bentuk
(bermetamorfosa) menjadi hewan dewasa, yang umumnya hidup di daratan atau di
tempat-tempat yang lebih kering dan bernafas dengan paru-paru. Perubahan cara
bernafas yang seiring dengan peralihan kehidupan dari perairan ke daratan
menyebabkan hilangnya insang dan rangka insang lama kelamaan menghilang. Pada
anura, tidak ditemukan leher sebagai mekanisme adaptasi terhadap hidup di dalam
liang dan bergerak dengan cara melompat. (Zug, 1993).
Amphibia memiliki kelopak mata dan kelenjar air mata yang berkembang baik. Pada
mata terdapat membrana nictitans yang berfungsi untuk melindungi mata dari debu,
kekeringan dan kondisi lain yang menyebabkan kerusakan pada mata. Sistem syaraf
mengalami modifikasi seiring dengan perubahan fase hidup. Otak depan menjadi
lebih besar dan hemisphaerium cerebri terbagi sempurna. Pada cerebellum konvulasi
hampir tidak berkembang. Pada fase dewasa mulai terbentuk kelenjar ludah yang
menghasilkan bahan pelembab atau perekat. Walaupun demikian, tidak semua
amphibi melalui siklus hidup dari kehidupan perairan ke daratan. Pada beberapa
amphibi, misalnya anggota Plethodontidae, tetap tinggal dalam perairan dan tidak
menjadi dewasa. Selama hidup tetap dalam fase berudu, bernafas dengan insang dan
berkembang biak secara neotoni. Ada beberapa jenis amphibi lain yang sebagian
hidupnya berada di daratan, tetapi pada waktu tertentu kembali ke air untuk
berkembang biak. Tapi ada juga beberapa jenis yang hanya hidup di darat selama
hidupnya. Pada kelompok ini tidak terdapat stadium larva dalam air. (Duellman and
Trueb, 1986).
Amfibi dijumpai diseluruh dunia kecuali di kutub. Mereka menempati sejumlah
habitat yang berbeda-beda seperti hutan hujan, kolam, dan danau. Mereka juga ada di
daerah berumput di lereng pegunungan tinggi, bahkan juga di gurun. Meskipun amfibi
dewasa dapat bertahan hidup selama periode kemarau panjang, umumnya mereka
membutuhkan tempat-tempat lembab seperti sungai dan kolam. Di wilayah hutan
hujan tropis yang lembab, banyak katak dapat bertahan hidup tanpa memiliki sumber
air tetap. Sebagai hewan yang berdarah dingin, amfibi tidak aktif dalam kondisi
dingin.
Pada kondisi ini mereka melakukan hibernasi, biasanya dalam lumpur di dasar kolam.
Musim kawin amfibi sering berlangsung kacau. Amfibi jantan dan betina berkumpul
bersama dalam jumlah besar. Setelah membuahi telur, biasanya amfibi tidak lagi
mempedulikan telurnya. Hanya sedikit jenis amfibi yang melindungi telur. Umumnya
spesies amfibi kecil mengandalkan penyamaran atau melarikan diri saat terancam
pemangsa. Ada pula amfibi yang mengandalkan kulit yang mencolok untuk menakuti
musuh. Ada jenis amfibi yang mempunyai racun. Katak beracun dari Amerika Selatan
memiliki warna yang mencolok sebagai tanda bahaya pemangsanya. Racun katak
sangat kuat ‘racun emas’ yang dimiliki kodok dart dari kolombia misalnya, dapat
menewaskan sekitar 1.000 orang sekaligus.
Amfibia atau amfibi (Amphibia), umumnya didefinisikan sebagai hewan bertulang
belakang (vertebrata) yang hidup di dua alam, yakni di air dan di daratan. Amfibia
bertelur di air, atau menyimpan telurnya di tempat yang lembab dan basah. Ketika
menetas, larvanya yang dinamai berudu hidup di air atau tempat basah tersebut dan
bernapas dengan insang. Setelah beberapa lama, berudu kemudian berubah bentuk
(bermetamorfosa) menjadi hewan dewasa, yang umumnya hidup di daratan atau di
tempat-tempat yang lebih kering dan bernapas dengan paru-paru.
B. Pengertian Caudata
Caudata (Urodela) terdiri atas genus Salamander dan Newt ± 400 jenis. Ordo jenis ini
tidak terdapat di Indonesia. Daerah terdekat Persebaran salamander adalah Vietnam,
Laos dan Thailand Utara (Mistar, 2003). Ordo Caudata bentuk tubuhnya seperti
kadal, memiliki tungkai yang sama panjang dan ekor yang panjang. Genus
Salamandra adalah salah satu genus yang termasuk ordo ini.
Salamander adalah nama umum bagi sekitar 550 spesies amfibi. Mereka secara umum
dicirikan oleh penampilan mirip kadal, dengan tubuh ramping, hidung pendek, dan
ekor yang panjang. Semua fosil dan spesisnya yang telah punah dimasukkan ke dalam
ordo Caudata, sedangkan spesiesnya yang masih ada digolongkan bersama ke dalam
Urodela. Sebagian besar salamander memiliki empat jari pada kaki depan mereka dan
lima jari pada kaki belakang mereka. Kulit mereka yang lembap menjadikan mereka
lebih suka tinggal di habitat di atau dekat air, atau dalam tempat yang terlindung
(misalnya tanah lembap), sering kali di lahan basah. Beberapa spesies Salamander
sepenuhnya tinggal di air sepanjang hidup mereka, sebagian tinggal di air untuk
sementara, dan sebagian lagi tinggal di darat ketika dewasa. Mereka makhluk
vertebrata yang unik karena mereka dapat menumbuhkan kembali bagian tubuh yang
hilang.
C. Karakteristik Amphibi
Ciri-ciri amfibi atau amfibia antara lain ialah :
Penutup pada tubuhnya berupa kulit yang berlendir
Hewan tersebut berdarah dingin (poikiloterm)
Amfibi tersebut mengalami metamorfosis sempurna.
Hewan ‘berkaki empat’ (tetrapoda) yang dengan alat gerak berupa 2(dua)
pasang kaki. Kaki amfibi tersebut mempunyai selaput renang yang terdapat di
antara jari-jari kakinya tersebut. Kaki tersebut berfungsi juga untuk dapat
melompat serta berenang.
Jantung pada amfibi terdiri dari 3(tiga) ruangan yakni 2(dua) serambi dan
juga 1(satu) bilik.
Alat pernafasan pada amfibi setelah dan juga sebelum bermetamorfosis
berbeda. Saat masih larva (kecebong) alat pernapasannya ialah berupa insang.
Setelah dewasa bernafas menggunakan paru-paru dan juga kulit.
Mata pada amfibi mempunyai selaput tambahan disebut dengan membrana
niktitans. Selaput tersebut berguna disaat menyelam.
Amfibi tersebut berkembang biak dengan cara bertelur dan juga pembuahan
eksternal, yakni betina melepaskan telurnya dan juga kemudian dibuahi oleh
yang jantan di luar tubuh induknya.
D. Karakteristik Caudata
Salamander dan newt (kadal air) yang masuk dalam ordo Caudata mencakup jumlah
spesies yang jauh lebih sedikit daripada ordo Anura. Terdapat sekitar 420 spesies
Caudata yang dibagi menjadi 10 famili yang berbeda. Istilah ‘caudata’ berasal dari
kata Latin Cauda yang berarti ekor. Ini menyiratkan bahwa spesies di bawah kategori
ini memiliki ekor.
Ekor Caudata hampir sama dengan panjang tubuh, dan pada beberapa spesies
seperti Oedipina, memiliki ekor yang sangat panjang.
Ekor yang berkembang baik memungkinkan Caudata berenang dengan baik
pula.
Caudata juga memiliki empat kaki yang digunakan untuk berjalan dengan
pengecualian sirene yang tidak memiliki kaki belakang.
Berbeda dengan Anura, spesies ini tidak dapat melompat melainkan hanya
dapat berjalan.
Selain itu, keempat tungkai Caudata relatif pendek dan berukuran hampir
sama.
E. Morfologi Amphibi
Amfibi merupakan satu-satunya vertebrata yang mengalami metamorfosis
lengkap
Telur biasanya diletakkan di dalam air atau lingkungan lembap dan dibuahi
secara eksternal
Berkulit halus,tipis,berbulu,berpori. Kulit mengandung kelenjar lendir dan
kelenjar racun
Amfibi adalah hewan berdarah dingin. Tidak seperti hewan berdarah panas
yang mengatur suhu tubuh secara internal,amfibi mengatur suhu tubuh dari
luar tubuh mereka
Jantung terdiri dari 3 ruang,2 atrium,1 ventrikel
Respirasi dapat secara terpisah atau dalam kombinasi paru-paru,kulit, dan
insang
Memiliki peredaran darah tertutup
Kaki memiliki selaput
Anggota badan memiliki ukuran bervariasi dengan anggota bagian depan lebih
kecil dari anggota bagian belakang.
F. Morfologi Caudata
Caudata disebut juga urodela. Ordo ini mempunyai ciri bentuk tubuh memanjang,
mempunyai anggota gerak dan ekor serta tidak memiliki tympanum. Tubuh dapat
dibedakan antara kepala, leher dan badan. Beberapa spesies mempunyai insang dan
yang lainnya bernafas dengan paru-paru.
G. Anatomi Amphibi
1. Sistem Rangka
Rangka katak tersusun atas endoskeleton yang disokong oleh bagian-bagian yang
lunak. Fungsi rangka adalah untuk melindungi bagian-bagian tubuh yang vital,
melekatnya otot daging berguna untuk gerak dan berjalan. Pada fase cebong
(berudu) tulang-tulang masih lunak. Kemudian pada fase dewasa menjadi keras.
Tapi pada sambungan-sambungan tulang masih tetap lunak dengan permukaan
yang licin.Tempurung kepala,vertebrae dan sternum merupakan skeleton axiale
sedang kaki merupakan skeleton appendiculare.
Tempurung kepala yang besar serta pipih terdiri atas:
Cranium yang sempit
Beberapa pasang kapsula sensoris dari hidung kapsula pendengar dan
kapsula yang besar untuk
Tulang-tulang rahang, os hyoid dan tulang rawan dari larynx (skleton
viseral).
Bangsa amphibi merupakan Vertebrata yang pertama mempunyai sternum (tulang
dada) tetapi perkembangannya kurang sempurna. Tulang iga hanya pendek dan
kurang berkembang sehingga tidak berhubungan dengan sternum seperti yang terjadi
pada reptil, burung atau mamal.
Sebagian besar amfibi mempunyai dua pasang tungkai dengan empat jari kaki pada
kaki depan dan lima jari kaki belakang. Jumlah jari mungkin ada yang berkurang
seperti pada salamander, dan pasangan tungkai tidak ada pada Caecillia. Tungkai
biasanya tidak mempunyai kuku, tapi ada semacam tanduk pada jari-jarinya.
Tulang punggung yang bersambung dengan kepala dan extrimitas berfungsi
menyokong tubuh dan melindungi sumsum, terdiri atas 9 columna vertebralis dan
urostyl, yang merupkan silindris, masing-masing vertebrae merupakan satu segmen
pendek yang fleksibel seperti vertebrae lainnya. Tiap-tiap vertebrae terdiri atas
centrum atau corpus yang memiliki lengkung atas (archus neuralis) sebagai tempat
sumsum.Sebelah atasnya terdapat cuatan neuralis terdapat sepasang processus
articularis yang menyebabkan vertebrae dapat sedikit bergerak; tidak memunyai
tulang rusuk (costale).
Tempat tumpuan extemitas anterior berupa cingulum cranialis (pectoral gridle) yang
berbentuk sebagai rangka yang melingkari alat-alat dalam thorax. cingulum cranialis
melekat pada vertebrae dengan otot daging. Masing-masing setengahnya terdiri atas
tulang rawan lebar. Supra scapula sebelah dorsal, scapula kecil sebelah lateral dan
clavicula yang silindris dan coracoid yang lebar sebelah ventral.Coracoid bergabung
dengan sternum yang berupa tulang rawan besar, tersusun atas episternum,
omosternum,mesosternum,xiphisternum.Pada sternum bertemulah os scapula dan
carocoid, dan terbentuk mangkok cavitalis glenoidalis yang merupakan sendi tempat
kepala os humerus.
Tumuan extemitas posterior berupa cingulum posterior (pelvic gridle) merupakan
persatuan tulang yang mempunyai bentuk yanng terdiri atas os illium sebelah anterior,
os oschium sebelah posterior dan os pubis sebelah ventral. Pada ketiga tulang tersebut
bertemu teerdapat mangkokan yang disebut acetabulum tempat kepala os femur
melekat.Tiap-tiap bagian dari sepasang os illium yang merupakan tulang yang
memanjang sejajar dengan urostyl dan sejajar dengan sacrum.
Bentuk tulang mempunyai hubungan erat dengan tugasnya.Tulang tempurung kepala
bersenyawa, sedang cingulum anterior dengan cingulum posterior merupakan tulang-
tulang yang terangkai menjadi satu. Tulang yang bersenyawa tidak dapat digerak-
gerakkan terhadap satu sama lain. Pada humerus dan femur terdapat satu hubungan
bentuk bola dan mangkokan yang menyebabkan gerak putar. Hubungan engsel
terdapat pada siku dan lutut. Gerakan-gerakan itu dimungkinkan oleh adanya otot
ligamen dari jaringan ikat.
Kecuali itu juga disebabkan oleh otot- otot daging yang dapat memanjang dan
memendek, sebagai penggeraknya. Pada tulang yang panjang dibedakan atas bagian
central yang disebut diaphyse sedang kedua ujungnya disebut epiphyse. Pada tulang-
tulang yang bersenyawa terdapat hubungan satu sama lain, dan masing-masing
epiphyse dan diaphyse juga terdapat hubungan tidak teratur dan terkunci oleh sutura.
Pada katak sutura masih berupa tulang rawan, sehingga tulang itu dapat tumbuh
terus.Pada burung dan sebagian besar mamalia, masing-masing sutura menjadi tulang
keras pada saat tertentu. Dengan demikian pertumbuhan menjadi lebih besar lagi tidak
mungkin terjadi.
2. Sistem Otot
Sistem otot pada amfibi, seperti sistem-sistem organ yang lain, sebagai transisi
antara ikan dan reptil. Sistem otot paada ikan berpusat pada gerakana tubuh ke
lateral, membuka dan menutup mulut serta gill apertura (celah insang) dan
gerakan sirip yang relatif sederhana.Kebutuhan hidup di darat mengubah susunan
ini.
Sistem otot pada amfibi masih metamerik seperti pada ikan, tetapai tampak tanda-
tanda perbedaan. Sekat horizontal membagi otot dorsal dan ventral. Bagian dari
otot epeksial atau dorsal mempengaruhi gerakan kepala. Otot ventral adalah
menjadi bukti dalam pembagian otot- otot setiap segmen tubuh amfibi.
Selanjutnya otot hipaksial terlepas atau terbagi-bagi dalam lapisan-lapisan,
kemudian membentuk otot-otot oblique eksternal,oblique internal dan otot
tranversus, sedangkan otot dermal sangat kurang.Berbagai macam gerakan pada
amfibi yaitu, berenang,berjalan, meloncat atau memanjat, melibatkan
perkembangan berbagai tipe otot.Beberapa diantaranya terletak dalam tungkai itu
dan berupa otot intrinsik.
Tubuh katak dan vertebrata lainnya mengandung tiga macam otot daging, yaitu
otot daging berserat halus, otot daging jantung, dan otot daging berserat
melintang. Perbedaan itu berdasar susunan secara mikroskopis dan fisologis. Otot
daging sebelah luar tediri atas otot daging skletal atau otot daging yang melekat
pada tulang-tulang. Otot daging tersebut terkendalikan oleh kemauan pada
gerakannya. Masing-masing otot daging itu terdiri atas serat-serat yang satu sama
lain digabung oleh jaringan ikat. Kedua ujung biasanya melekat pada tulang yang
berlainan. Bagian central yang sedikit gerak disebut “origin” sedang bagian distal
yang merupakan bagian yang banyak gerak disebut “insertion”. Banyak otot
daging yang memiliki perluasan dengan jaringan ikat sehingga dapat
membungkus sebelah ujung tulang yang disebut “tendon”.
Otot daging mengadakan aktivitas dengan jalan kontraksi yakni memanjang-
memendekkan jari;dengan demikian kedua tulang yang terikat olehnya akan
bergerak.Otot daging secara umum dibagi atas dua kelompok yang berlawanan.
Dibawah ini akan disebutkan tipe umum dari otot-otot daging dengan model
aktivitasnya dengan masing-masing contoh:
Flexor : Mengikat satu bagian dengan bagian lain; contoh biceps sebagai
pengikat lengan bawah dengan lengan atas.
Extensor : Meluruskan atau memperluas suatu bagian; contoh triceps
meluruskan lengan bawah pada lengan atas.
Abductor : Menarik suatu bagian menjauh dari sumbu tubuh (atau
anggota); contoh deltoid menarik lengan ke samping.
Adductor : Menarik satu bagian menuju ke arah sumbu tubuh (atau
anggota); contoh atianus dorsi menarik lengan keatas dan kembali.
Depressor : Menurunkan suatu bagian; contoh depresor manbulae
menggerakkan kebawah rahang bawah untuk menggerakkan mulut.
Levator : Mengangkat atau meninggikan suatu bagian;contoh masseter
mengangkat rahang untuk menutup mulut.
Rotator : Memutar suatu bagian;contoh pyriformis, meninggikan dan
memutar femur.
Otot daging yang tunduk kepada kemauan dibagian atas tiga bentuk struktur
umum:
Otot daging lebar dan pipih misalnya obliqus externus dan transversus
yang membentuk didnding abdomen;
Otot daging gilik (silindris) dengan ujung yang menyisip, misalnya biceps
atau deltoid dan
Otot daging sphincter dengan serat melingkar, misalnya sphincter ini yang
berfungsi untuk menutup anus.
Dalam banyak gerakan berbagai tubuh beberapa otot daging bereaksi bersama-
sama dengan beberapa kontraksi. Koordinasi dalam hal tersebut dilaksanakan oleh
sistem saraf. Tiap- tiap serat atau berkas otot mempunyai akhir ujung saraf
motoris yang membawa perintah untuk merangsang kontraksi.
H. Fisiologi amphibia
1. Sistem Sirkulasi
Fungsi yang terpenting dari sistem sirkulasi yaitu:
Mengangkut oksigen dan karbon dioksida antara alat pernafasan dengan
jaringan-jaringan di seluruh
Mengangkut zat makanan dan air dari tractus digestivus ke organ
Mengangkut persediaan zat makanan dari satu tempat ke tempat
Mengangkut sisa-sisa zat organik dan garam mineral yang sudah tidak
berguna lagi ke alat ekskresi (ren).
Mengedarkan hormon dari kelenjar endokrin ke tempat-tempat yang
Jantung amfibi terdiri dari tiga ruang yaitu 2 atrium dan 1 ventrikel. Sebagian besar
amfibi mempunyai problem untuk mengisi jantung yang menerima darah oksi dari
paru-paru dan darah deoksi yang tidak mengandung oksigen dari tubuh. Untuk
mencegah banyaknya pencampuran dua jenis darah tersebut, amfibi telah
mengembangkan ke arah sistem sirkulasi transisional. Jantung mempunyai sekat
interatrial, kantong ventrikulur, dan pembagian konus arteriosus dalam pembuluh
sistemik dan pembuluh pulmonari.
Darah dari tubuh masuk ke atrium kanan dari sinus venosus kemudian masuk ke sisi
kanan ventrikel, dan dari sini dipompa ke paru-paru. Darah yang mengandung
oksigen dari paru-paru masuk ke atrium kiri lewat vena pulmonalis kemudian menuju
sisi kiri ventrikel untuk selanjutnya dipompa menuju ke seluruh tubuh. Beberapa
pengecualian terjadi pada salamander yang didak mempunyai paru-paru, di mana
celah interatrial tidak lengkap dan vena pulmonalis tidak ada.
2. Sistem Lymphatica
Terdiri dari banyak pembuluh-pembuluh yang bermacam-macam ukuran meliputi
berbagai organ dan sukar dilihat. Pada katak antara kulit dan tubuh terdapat saccus
lymphatic yaitu:
Saccus submaxillaris
Saccus pectolaris
Saccus abdominalis
Saccus lateralis
Saccus brachialis
Saccus femuralis
Saccus inter-femuralis
Saccus cruralis
Sistem lymphaticus ini pada beberapa tempat berhubungan dengan vena tubuh dan
antara lain vena vertebralis anterior dan vena illiaca transversa. Kecuali itu terdapat
jantung lympha yaitu sebelah caudal, sepasang, di sebelah cranial di sekitar vertebrae
cervicalis. Cairan lympha mengandung leukosit dan sedikit eritrosit dan beberapa
protein yang melayang dalam darah.
3. Sistem Pencernaan
Alat pencernaan makanan diawali oleh cavum oris dan di akhiri oleh anus. Pada
beberapa bagian dari trackus digestoria mempunyai struktur dan ukuran yang
berbeda. Mangsa yang berupa hewan kecil yang ditangkap untuk dimakan akan
dibasahi oleh air liur. Katak tidak begitu banyak mempunyai kelenjar ludah. Dari
cavum oris makanan akan melalui pharynx, oesophagus yang menghasilkan
sekresi alkalis dan mendorong makanan masuk ke dalam vetriculus yang
berfungsi sebagai gudang pencernaan.
Kontraksi dinding otot ventriculus meremas makanan menjadi hancur dan
dicampur dengan sekresi ventriculus yang mengandung enzim, yang merupakan
katalisator. Enzim yang dihasilkan oleh ventriculus dan intestinum terdiri atas
pepsin, tripsin, erepsin untuk protein, lipase untuk lemak. Di samping itu
ventrikulus menghasilkan asam klorida untuk mengasamkan bahan makanan.
Gerakan yang menyebabkan bahan makanan berjalan dalam saluran disebut gerak
peristaltik.
Makanan masuk ke dalam intestinum dari ventriculus melalui klep pyloris.
Kelenjar pencernaan yang besar ialah hepar dan pancreaticum yang memberikan
sekresinya pada intestinum. Hepar yang besar terdiri dari beberapa lobus dan bilus
(zat empedu) yang dihasilkan akan ditampung sementara dalam vesica felea, yang
kemudian akan dituangkan dalam intestinum melalui ductus Cystecus dahulu
kemudian melalui ductus cholydocus yang merupakan saluran gabungan dengan
dengan saluran yang dari pankreas. Fungsi bilus untuk mengemulsikan zat lemak.
Bahan yang merupakan sisa di dalam intestinum mayor menjadi feses dan
selanjutnya di keluarkan melalui anus.
Amfibi darat juga memiliki kelenjar intermaksilari pada dinding mulutnya. Ada
beberapa amfibi yang lidahnya tidak dapat bergerak, tetapi sebagian besar bangsa
Amfibi mempunyai lidah yang dapat dijulurkan ke luar serta katak dan kodok
lidah digulung ke lambung. Usus menunjukkan berbagai variasi. Pada Caecillia
menunjukkan ada gulungan kecil dan tidak dibedakan antara usus kecil dan usus
besar, pada katak dan kodok terdapat usus yang relatif panjang, menggulung yang
membuka kloaka.
4. Sistem Respirasi
Respirasi adalah suatu proses penyediaan oksigen bagi tubuh. Sistem ini terdiri
atas paru- paru (pulmo) dan cutan (kulit), serta lapisan rongga kulit. Alat-alat ini
mempunyai permukaan yang basah (lapisan epithelium yang banyak mengandung
pembuluh darah). Oksigen yang berasal dari udara larut dalam cairan permukaan
respirasi dengan jalan difusi masuk ke pembuluh darah. Dalam proses ini
hemoglobin memegang peranan dalam oksidasi yang selanjutnya akan dibawa ke
jaringan-jaringan tubuh yang memerlukan. Sebagian besar karbondioksida
diangkut oleh plasma darah dari jaringan ke alat respirasi.
Struktur paru-paru amphibi masih sederhana. Paru-paru katak terdiri atas dua
sakus yang elastis yang berisi lipatan yang membentuk kamar-kamar kecil yang
disebut alviola, yang masing-masing diliputi oleh pembuluh-pembuluh kapiler.
Masing-masing sakus paru-paru dihubungkan dengan saluran bronchi yang
pendek, kemudian kedua bronchi bersatu menuju larynx (kotak suara) dengan
lubangnya yang disebut glottis.
Dengan gerakan teratur, udara dapat masuk ke dalam cavum oris melalui nares
dan peristiwa ini disebut inspirasi. Kemudian dalam cavum oris ditekan masuk ke
dalam pulmo, karena adanya kontraksi otot daging dasar mulut. Selanjutnya udara
dari pulmo dikelurkan ke cavum oris dengan bantuan desakan dari dinding badan
dan juga karena elastisitas pulmo. Inilah yang disebut dengan ekspirasi dan pada
waktu itu klep nares interna terbuka sehingga udara keluar. Pada waktu inspirasi,
klep nares interna menutup.
Otot daging yang bekerja pada waktu pernafasan yaitu sepasang musculus sub
mandibularis, sepasang musculus sternohyoideus, musculus genio hyoideus,
kecuali pada waktu ekspirasi dibantu pula oleh musculus obliqus externa.
Pernafasan melalui kulit terutama dilakukan pada waktu hibernasi (tidur, misalnya
katak Eropa waktu “winter sleep”). Selama tahap larva dan berudu, sebagian besar
amphibi melakukan pernafasan dengan insang tipe eksternal yang merupakan
perluasan epithel larynx yang banyak mengandung pembuluh darah. Larynx
diperkuat oleh tulang rawan dan di dalamnya terentang tali suara yang menggetar
bila udara terhembus dari paru-paru. Nada suara diatur dengan mengencangkan
dan mengendorkan pita tersebut. Struktur insang luar adalah filamenous, tertutup
epithelium bersilia, umumnya mereduksi selama metamorfosis. Pada beberapa
amfibi berekor, insang luar ini ada selama hidupnya.
5. Sistem Urogenital
Organon Uropetricum
Ginjal amfibi, seperti pada ikan sejenis opistonefros. Amfibi berekor
ginjalnya berstruktur elongasi seperti pada Elasmobranchii tetapi pada
jenis Anura ada tendensi menjadi pendek. Banyak amphibi yang sebagian
atau seluruh hidupnya berada dalam air, korpuskel renalis nya berkembang
untuk membantu mencegah pengenceran yang berlebihan dari cairan
tubuh. Pembuluh arkinefrik amfibi jantan berupa genital ekskretori.
Pembuluh arkinefrik tersebut hanya melakukan transport sperma.
Sistem ini masih disebut sebagai suatu sistem gabungan karena masing-
masing sistem masih tergabung pada kloaka sebagai muara bersama baik
untuk sistem ekskresi maupun untuk sistem reproduksi, dan kecuali untuk
feses.
Sistem ekskresi sebagai sistem pembuangan zat-zat yang tidak berguna
pada amphibi dilakukan oleh kulit, paru-paru, dan beberapa zat yang tidak
berguna itu dilepaskan oleh hati berupa empedu dan yang terpenting
dilakukan oleh ren. Ren yang berbentuk bulat panjang, berwarna coklat
terpisah dari coelom di bawah vertebrae. Pemisahan ini disebut
“retroperitonial”. Ren merupakan alat filter selektif untuk membuang sisa-
sisa zat organis dan garam-garam mineral dari pembuluh darah. Proses
filtrasi terjadi pada capsula renalis. Sebuah capsula renalis terdiri atas:
Pembuluh darah kecil yang berlekuk-lekuk yang disebut
“glomerulus”
Dinding ganda yang berbentuk mangkokan yang disebut “capsula
bowman”
Tubulus uriniferus yang merupakan pembuluh lanjutan dari capsula
bowman dililiti oleh pembuluh darah arteri. Tubulus itu akan
menyalurkan isinya pada pembuluh pengumpul yang disebut
ductus Wolfian atau ureter, yang merupakan pembuluh sepanjang
dorsal menuju ke vesica urinaria sebagai penyimpan sementara.
Akhirnya urin sebagai bahan sampah dibuang ke kloaka dan
selanjutnya dikeluarkan dari
Organon Genitale
Organon ini terdiri atas:
Organon genitalis masculinus yang berupa sepasang testis berbentu
oval berwarna keputih-putihan, terletak di sebelah anterior dari ren;
diikat oleh alat penggantungnya yang kita sebut mesorchium yang
terjadi dari lipatan peritoneum. Di sebelah cranial testis melekatlah
corpus adiposum, suatu zat lemak yang berwarna kekuning-
kuningan, sedang di sebelah median dataran testis terdapat saluran-
saluran halus yang disebut vasa efferentia yang bermuara pada
saluran kencing, kemudian menuju ke kloaka. Akhir dariureter
mengalami pembesaran dan disebut vesicular seminalis, sebagai
tempat penampungan spermatozoa sementara.
Organon genitalis femimus yang terdiri atas sepasang ovarium
dilekatkan dengan bagian dorsal coelom oleh alat penggantung
yang disebut mesovarium, yang terjadi dari lipatan peritoneum.
Pada hewan yang telah dewasa kadang-kadang terdapat ova yang
berwarna hitam dan putih berbentuk bintik-bintik. Pada ovarium
juga terdapat corpus adiposum yang berwarna kekuning-kuningan.
Pada “breeding season” ova yang telah masak menembus dinding
ovarium untuk masuk ke dalam oviduct, yaitu suatu saluran yang
berkelok-kelok dengan ujung terbuka sehingga tidak berhubungan
dengan ovarium. Pada sebelah posterior saluran ini melebar dengan
dinding yang tipis, kadang-kadang ada yang menyebut sebagai
uterus. Selanjutnya ovum menuju ke kloaka pada suatu papilae.
Fertilisasi terjadi di luar tubuh, tapi walaupun demikian pada
“breeding season” katak jantan menempel di punggung katak
betina untuk memudahkan terjadinya.
6. Sistem Saraf
Terdiri atas sistem nervorum central dan sistem nervorum periforium. Dalam
Sistem nervorum central terdiri dari encephalon (otak) dan medulla spinalis
(nervecord). Encephalon terdapat dalam kotak otak (Cranium). Dari pandangan
sebelah dorsal akan tampak dua lobus olfactorius menuju saccus nasalis, dua
hemispherium cerebri atau cerebrum kanan kiri yang berbentuk ovoid yang
dihubungkan oleh comissura anterior sedang bagian anteriornya bergabung
dengan diencephalon medialis.
Di bagian belakang terdapat dua bulatan lobus opticus yang ditumpu otak tengah
(mesencephalon) sebelah bawah dan selanjutnya diikuti oleh cerebellum (otak
kecil) yang merupakan bagian kecil. Di belakangnya terdapat bagian yang terbuka
sebelah atas yaitu medulla oblongata yang selanjutnya berhubungan dengan
medulla spinalis, berakhir di sebelah caudal dengan felium terminale.
Diencephalon mempunyai badan sebelah dorsal yang disebut epiphyse atau
glandulae pinealis. Di bawah diencephalon terdapat chiasma opticua, yang
selanjutnya diikuti oleh infudibulum yang tumbuh keluar sebagai segitiga tumpul
dengan hypophyse atau glandulae pituitaria pada posteriornya.
Di dalam otak terdapat rongga-rongga yang disebut ventriculus. Cairan
cerebrospinalis mengisi ventriculus-ventriculus tersebut dan sekitar otak.
Pertukaran zat atau metabolism pada otak dilakukan oleh pembuluh- pembuluh
darah arteri dan venulae yang meliputi jaringan permukaan otak. Otak dan
medulla spinalis dibungkus oleh dua membran yang tebal yaitu duramater yang
berbatasan dengan tulang, dan membran halus yaitu piamater yang berbatasan
dengan jaringan saraf. System nervorum perivorum terdiri atas nervi Cranialis dan
nervi spinalis. Nervi spinalis berpusat pada otak di berbagai lobus.
7. Organ Indra
Perubahan yang terjadi pada lingkungan hewan merupakan rangsangan bagi
organon sensoris atau receptor tubuh. Organon sensoris mempunyai hubungan
dengan nervi sensori yang membawa rangsangan ke pusat (lobos pada otak). Tiap-
tiap rangsangan akan merangsang organon sensoris tertentu. Organon visus akan
menerima rangsangan yang berupa gelombang sinar, sedangkan reseptor kulit
menerima rangsangan yang berupa sentuhan. Pada lingua terdapat papil-papil
yang berupa tonjolan yang berisi reseptor perasa yang peka terhadap zat-zat kimia
yang larut dalam air. Saccus nasalis yang mengandung receptor yang peka
terhadap rangsangan yang berupa gas. Telinga yang berisi organon auditorius dan
alat kesetimbangan tubuh.
Lensa mata tetap dan tidak berubah kecembungannya untuk jarak pandangan yang
relative jauh. Kelopak mata kurang bagus bagi yang di air tetapi berkembang
bagus pada spesies yang di darat. Kelopak bagian bawah biasanya lebih mudah
bergerak daripada bagian atas karena kornea amphibi darat menjadi kering akibat
evaporasi, sehingga perlu dibasahi dengan cairan yang dihasilkan oleh kelenjar
Harderian.
Parietal dan pinael body berfungsi sebagai fotoreseptor, sensitive terhadap
gelombang panjang dan intensitas cahaya, berperan dalam termoregulasi dan
orientasi arah. Untuk alat pendengaran, salamander dan golongannya tidak
mempunyai pendengaran tengah, sedangkan katak dan kodok mempunyai
pendengaran tengah dan gendang telinga.
8. Sistem Kelenjar Endokrin
Sistem endokrin mirip dengan vertebrata tingkat tinggi. Pada dasar otak terdapat
glandula pituitari atau glandula hypophysa. Bagian anteriokelenjar ini pada larva
menghasilkan hormon pertumbuhan. Hormon ini mengontrol pertumbuhan tubuh
terutama panjang tulang. Bila seekor berudu diambil bagian anterior glandula
hypophysanya, berudu tersebut tak akan tumbuh menjadi katak. Tapi bila
potongan ini ditranspantasikan kembali, maka pertumbuhan akan terjadi
sebagaimana mestinya. Pemberian hormon yang dihasilkan oleh bagian anterior
glandula hypophysa ini baik secara oral maupun suntik mengakibatkan
pertumbuhan raksasa. Kelenjar paratiroid ada (tidak ada pada ikan), sebagai
regulator kalsium dalam sistem endokrin.
Pada katak dewasa bagian anterior glandula pituitaria ini menghasilkan hormon
yang merangsang gonad untuk menghasilkan sel kelamin. Jika dilakukan
inplantasi kelenjar ini dengan sukses pada seekor katak dewasa yang tak dalam
keadaan berkembangbiak , maka mulai saat itu segera terjadi perubahan.
Inplantasi pada katak betina menyebabkan hewan ini menghasilkan ovum yang
telah masak. Inplantasi pada katak jantan mengakibatkan hewan ini menghasilkan
sperma. Bagian tengah glandula pituitaria akan menghasilkan hormon intermidine
yang mempunyai peranan dalam pengatran chromorophora dalam kulit. Bagian
posterior glandula pituitaria menghasilkan suatu hormon yang mengatur
pengambilan air.
Glandula thyroidea yang terdapat di belakang tulang rawan hyoid menghasilkan
hormon thyroid yang mengatur metabolisme secara umum. Kelenjar ini menjadi
besar pada berudu sebelum metamorphose menjadi katak. Jika kelenjar ini di
ambil maka berudu tidak akan menjadi katak. Bila ekstrak ini disuntikan pada
berudu yang secara normal memerlukan waktu dua tahun (untuk katak yang diam
di daerah dingin ) untuk berubah menjadi dewasa maka waktu metamorphose ini
akan dipercepat. Kelenjar tiroid tidak hanyamengatur aktivitas metabolisme tubuh
tetapi dipercaya sangat penting dalam mempengaruhi periode pengelupasan
lapisan luar kulit.
Kelenjar pancreas di samping menghasilkan enzim juga menghasilkan hormon
insuline yang mengatur metabolisme zat gula. Hormon ini juga dihasilkan oleh
sekelompok sel dalam pulau Langerhans. Pada permukaan sebelah luar dari ginjal
terdapat glandulae supra renalis atau glandulae adrenalis yang menghasilkan
hormon adrenalin atau aphinephrine yang bekerja berlawanan dengan insuline
(hormon adrenalin mengubah glycogen menjadi glucosa, kecuali itu menyebabkan
pigmen mengumpul sehingga kulit berwarna lebih gelap. Kelenjar adrenal,
korteks dan medula bergabung tidak terpisah seperti pada ikan.
I. Klasifikasi
Ordo Caudata adalah kelompok amfibi yang ciri khasnya adalah mempunyai ekor.
Kata Cauda berasal dari bahasa latin yang artinya ekor. Tubuh ordo ini terdapat
bagian kepala, badan, ekor dan anggota gerak. Anggota dari ordo ini bisa mempunyai
ukuran tubuh bervariasi dan ekornya mempunyai panjang yang hampir sama dengan
tubuhnya, malahan ada yang lebih panjang dari tubuhnya. Beberapa spesies
mempunyai insang, sementara beberapa lainnya bernapas dengan memakai paru –
paru. Ordo Caudata terdiri atas beberapa ordo dan familia, yaitu sebagai berikut :
Subordo Cryptobranchoidea : Familia Cryptobranchidae, Familia
Hynobiidae.
Subordo Salamdroidea : Familia Salamandridae, Familia Proteidae,
Familia Ambystomatidae, Familia Amphiumidae, Familia
Dicamtodontidae, Familia Plethodontidae.
Subordo Meantes : Familia Sirenidae.
Klasifikasi Sub Ordo Caudata
Sirenidea
Sub ordo Sirenidae hanya memiliki 1 famili yaitu Sirenidae, memiliki ciri-
ciri :
Hanya dalam satu malam, ratusan hingga ribuan salamander dapat
membuat jalan ke kolam untuk kawin.
Betina biasanya menjaga sekitar 100 telur yang melekat pada
tanaman.
Telur berbentuk bulat, jelas, rumpun jeli seperti yang biasanya 2,5-
4 inci (6,3-10 cm).
Hewan dewasa hanya tinggal di dalam air selama beberapa hari,
maka telur menetas dalam 1 sampai 2 bulan.
Pelapisan Jelly mencegah telur salamander dari kekeringan, namun
menghambat oksigen difusi (diperlukan untuk perkembangan
embrio).
Habitat dan penyebaran : Amerika Utara dan sekitarnya.
Ambystoma maculatum
Cryptobranchoidea
Sub ordo Cryptobranchoidea memiliki 2 famili yaitu :
Famili Cryptobranchidae
Ciri-ciri : Ukuran tubuh mencapai hingga 1,44 meter (4.7 kaki), makan pada
ikan dan udang-udangan, dan telah dikenal hidup selama lebih dari 50 tahun di
penangkaran. Salamander Raksasa Cina (davidianus Andrias) dapat mencapai
panjang 1,8 meter.
Habitat dan penyebaran : Ditemukan di sungai-sungai dan kolam di
Amerika Serikat, Cina, dan Jepang.
Megalobatrachus sp
Famili Hynobiidae.
Ciri-ciri :
• Salamander dari keluarga Cryptobranchidae adalah memanjang (panjang
dapat melebihi 1,5 meter).
• Fosil mencapai ukuran yang lebih besar bahkan, panjang tubuhnya melebihi
2 meter.
• Metamorfosis sebagian, insang eksternal yang hilang pada hewan dewasa
dan ekor tetap lateral dikompresi dan finlike.
Habitat dan penyebaran : Umumnya ditemukan tinggal di cekungan di
bawah batu di sungai. Terseber di Florida dan utara Mexico sampai selatan
Kanada.
Hynobius kimurae
Salamandroidea
Sub ordo Salamandroidea memiliki 6 famili yaitu :
Famili Amphiumidae
Ciri-ciri : Tubuh memanjang, warna umumnya abu-abu-hitam. Memiliki kaki,
namun sangat kecil. Panjang tubuh bisa sampai 116 cm (46), panjang kaki
sampai sekitar 2 cm (0,79 in).
Habitat : Menghabiskan sebagian besar waktu di daerah bervegetasi badan
permanen air yang bergerak lambat, seperti rawa, kolam dan danau Amphiuma
tridactylum.
Amphiuma tridactylum
Famili Plethodontidae
Ciri-ciri:
• Warna bervariasi dari kuning ke perunggu.
• Ada tiga garis hitam yang jelas, yang menunjukkan panjang hewan.
Eurycea guttolineata
Famili Ambystomatidae
Ciri-ciri : Memiliki 3 pasang insang eksternal di belakang kepala mereka dan
di atas celah insang. Larva memiliki ekor sirip yang memanjang dari belakang
kepala ke ekor. Kaki tumbuh segera setelah menetas, dengan empat jari pada
lengan, dan lima jari di hindlegs. Mata sepasang yang lebar.
Selama metamorfosis, insang larva menghilang, seperti halnya sirip. Ekor,
kulit, dan anggota badan menjadi lebih tebal, dan mengembangkan kelopak
mata. paru-paru sepenuhnya dikembangkan, memungkinkan untuk keadaan
yang terestrial.
Habitat :
Setelah dewasa mereka menghabiskan sebagian besar hidup mereka bawah
tanah atau di gua.
Dicamptodon aterrimus
Famili Proteidae
Ciri-ciri : Bersifat nocturnal. Bentuk tubuh memanjang, penurunan jumlah
digit, mata berhenti berkembang dan kurangnya pigmentasi di kulit.
Habitat : Tinggal di gua-gua di Semenanjung Balkan.
Proteus bavaricus
Famili Dicamptodontidae
Ciri-ciri : Ukuran tubuh sampai 30 cm (12 in) panjang, dan ditemukan di
bagian barat Amerika Serikat dan Barat Selatan British Columbia. Ukuran
mirip dengan salamander (Ambystomatidae.
Habitat dan penyebaran : Anggota keluarga ini dapat di darat maupun di
perairan ketika telah dewasa. Ditemukan di bagian barat Amerika Serikat dan
Barat Selatan British Columbia.
Dicamptodon tenebrosus
Famili Salamandridae
Ciri-ciri : Umumnya memiliki pola warna-warna cerah dan kontras. Memiliki
empat anggota badan berkembang dengan baik, dengan empat jari kaki pada
forelimbs, dan (dalam banyak kasus) lima jari pada hindlimbs. Ukuran
berbeda-beda dari 7 cm (2,8 in) sampai 30 sentimeter (12 in) panjangnya.
Salamandra salamandra