Pengaruh Kebudayaan luar
Terhadap Kebudayaan
Indonesia
Hindu-Budha, Islam, dan Barat
Dosen IPS: Kirana Prama Dewi, S.Sos, M.Pd
Kelompok 3
FKIP/PGSD/H:
1. Rika Khoerunisa/2000005335
2. Sandy Lukman Hakim/2000005338
3. Nunung Purwanti/2000005341
4. Rashika Ardafa Sahila/2011005216
5. Catur Rohmiati/2015005208
A. Pengaruh kebudayaan Hindu-Budha
1. Manifact (gagasan) b. Sistem Kalender
Sistem penanggalan (kalender)
a. Kepercayaan dan filsafat Kepercayaan Hindu- Budha turut berpengaruh
Kepercayaan dan filsafay yang berkembang di dalam kebudayaan Indonesia, yaitu
Indonesia sebelum dikenalnya agama Hindu-Budha digunakannya kalender Saka di
adalah kepercayaan yang bercorak animism dan Indonesia, juga ditemukan
dinamisme. Seiring masuknya pengaruh Hindu-Budha candrasangkala dalam usaha
maka masyarakat Indonesia pun mulai menganut kedua memperingati suatu peristiwa
agama tersebut. dengan tahun atau kalender Saka.
Tahun Saka dimulai tahun 78 M.
Kalender Hindu-BudhaSumber :
https://www.pustakapengetahuan.com/20
19/03/sejarah-masuknya-agama-hindu-
budha-di.html?m=1
Kepercayaan dan filsafatSumber : 1
https://apaperbedaan.com/agama-hindu-dan-
budha/
c. Cerita wayang
Cerita wayang filsafat wujud akulturasi Indonesia dan
Hindu—Budha di bidang filsafat dapat ditemukan
dalam cerita wayang. Isi cerita tersebut mengandung
nilai filosofis, yaitu bahwa kebenaran dan kejujuran
akan berakhir dengan kebahagiaan dan kemenangan.
Sebaliknya, keserakahan dan kecurangan akan
berakhir dengan kehancuran.
Cerita wayangSumber :
https://images.app.goo.gl/GjmSAbSsPWEdoJ7z9
2
2. Sosiofact (tindakan)
a. Sistem pemerintahan
Sistem pemerintahan struktur pemerintahan monarki berlaku
umum disemua kerajaan Hindu-Budha yang pernah muncul di
Indonesia mulai dari Kutai sampai Majapahit, artinya pemimpin Pemerintahan (kerajaan
tertinggi pemerintahan adalah raja. Majapahit)Sumber :
https://www.google.com/imgres
?imgurl=https%3A%2F%2Faw
simages.detik.net.id%2Fcomm
unity%2Fmedia%2Fvisual%2F
2019%2F12%2F18%2Fca5543
c7-d358-40bf-bb87-
817bdc61af60_169.jpeg%3Fw
%3D780%26q%3D90&imgrefu
rl=https%3A%2F%2Ftravel.deti
k.com%2Ftravel-news%2Fd-
4828962%2Fsejarah-kerajaan-
majapahit-mulai-dari-kejayaan-
hingga-raja-
seni tari (Lakshmana , Rama dan raja&tbnid=ziz8tsmKDMX21M
Shinta dalam sendratari Ramayana &vet=1&docid=jswPS46ekdCfy
di Prambanan , Jawa)Sumber : M&w=780&h=439&hl=in-
https://www.wikiwand.com/id/Tarian_ ID&source=sh%2Fx%2Fim
b. Seni tari Indonesia
berdasarkan relief-relief yang terdapat pada candi-candi memperlihatkan adanya bentuk tari-tarian yang berkembang sampai
sekarang. Seperti tarian perang, tuwung, bungkuk, ganding, matapukan (tari topeng) yang diiringi dengan gamelan seperti
gendang, kecer, gambang, saron, kenong, beberapa macam bentuk kecapi, seruling dan gong. 3
c. Pendidikan
Pendidikan membawa pengaruh bagi munculnya lembaga-lembaga
pendidikan walaupun masih sangat sederhana dan mempelajari satu bidang
saja, yaitu keagamaan.
d. Seni wayang
Pertunjukan wayang pada masa ini selalu dikaitkan dengan fungsi
magisreligius yaitu sebagai bentuk upacara pemujaan pada arwah
nenek moyang yang disebut Hyang
Pendidikan keagamaanSumber : 4
https://www.google.com/imgres?imgurl=http%3A%2F%2Fph
di.or.id%2Fimages%2Fartikel%2F382.jpg&imgrefurl=https%
3A%2F%2Fphdi.or.id%2Fartikel%2Fpendidikan-agama-
hindu-di-luar-bali-haruskah-bali-
sentris&tbnid=q9na9yEHqYb4rM&vet=1&docid=x6rfBu3P4h
YWdM&w=780&h=450&hl=in-ID&source=sh%2Fx%2Fim
Seni wayangSumber :
https://images.app.goo.gl/zhGE6LFrTbKDnq9C8
b. Kesasteraan 3. Artefact (benda)
Kesasteraan dalam perkembangannya, budaya tulisan
melahirkan karya-karya sastra berupa kitab buah karya a. Seni bangunan
para pujangga Nusantara. Kitab ini berupa kumpulan Pengaruh Hindu-Budha secara fisik paling jelas tampak pada
kisah, catatan, atau laporan tentang suatu peristiwa, bangunan candi.
kadang di dalamnya juga terdapat mitos.
Kesasteraan (Kitab kuno)Sumber : Candi BorobudurSumber :
https://www.google.com/imgres?imgurl=https%3A%2 https://id.m.wikipedia.org/wiki/Borobudur
F%2F1.bp.blogspot.com%2F-
agxJP6k2r8Q%2FXr98ZlWBDII%2FAAAAAAAAKfw% 5
2FZ2KL8kwV5Gsic5lL2650HC4e8gCLiVXiwCLcBGAs
YHQ%2Fs640%2Fkitab%252Bkuno.jpg&imgrefurl=htt
ps%3A%2F%2Fwww.katailmu.com%2F2020%2F05
%2Fkitab-kuno-nusantara-zaman-hindu-
buddha.html&tbnid=dXHkvKwt2mnmiM&vet=1&docid
=-aPIvIASha81oM&w=448&h=250&hl=in-
ID&source=sh%2Fx%2Fim
c. Bahasa dan tulisan
Budaya tulis menggunakan bahasa
sansekerta dengan huruf Pallawa atau
jenis tulisan yang digunakan di bagian
selatan India.
Bahasa dan tulisanSumber : 6
https://agooddaytolearnhistory.wordpress.com/2016/02/12/peninggala
n-hindu-buddha-di-indonesia/amp/
d. Arca dan patung
Sebagai akibat akulturasi budaya pemujaan arwah leluhur dengan
agama Hindu-Buddha maka beberapa keluarga raja diperdewa
dalam bentuk arca yang ditempatkan di candi makam. Patung Hindu dewa SiwaSumber :
https://pixabay.com/id/photos/dewa-siwa-patung-dewa-hindu-agama-
1800672/
Arca Dhyani Buddha Amithaba sumber :
https://spkt.kemdikbud.go.id/arca-dhyani-buddha-amithaba-a31-1
7
B. Pengaruh kebudayaan Islam
1. Manifact ( wujud gagasan) https://www.slideshare.net
• Sistem Kalender 8
Masyarakat Indonesia sudah mengenal Kalender
Saka (kalender Hindu) sejak tahun 78M. Dalam
kalender Saka ini ada nama-nama pasaran hari
seperti legi, pon, pahing, kliwon, dan wage. Setelah
berkembangnya Islam Sultan Agung dari Mataram
menciptakan kalender Jawa, dengan memakai
perhitungan bulan (Komariah) tahun Hijriah (Islam).
2. Artefact ( wujud Benda )
• Seni Bangunan
Wujud akulturasi dalam seni
bangunan bisa dilihat pada
bangunan masjid, makam, dan
istana atau kraton. Contohnya
masjid kuno diantaranya Masjid
Agung Demak, Masjid Gunung Jati
(Cirebon), Masjid Kudus dan
sebagainya.
1. Contoh- contoh dalam seni bangunan
ISLAM
Gambar Masjid Agung Demak sebagai
warisan Budaya Islami oleh Wali Songo
https://cagarbudaya.kemdikbud.go.id/
Masjid Agung Demak terletak di Jalan Sultan Fatah, Kelurahan Bintoro/Kauman,
Kecamatan Demak, Kota Demak, Provinsi Jawa tengah. Masjid dibangun diatas
lahan seluas 12.752,74 m2 dengan luas bangunan utamanya yaitu 537,5 m² dan
luas serambinya 497 m2. Disamping sebagai pusat pemerintahan, Demak
sekaligus menjadi pusat penyebaran agama Islam di pulau Jawa. Bukti peninggalan
sejarah yang masih berdiri dengan kokoh sampai sekarang yaitu Masjid Agung
Demak. Sebagai salah satu bangunan masjid tertua di negeri ini, Masjid Agung
Demak dibangun dengan gaya khas Majapahit, yang membawa corak kebudayaan
Bali. Bentuk ini diyakini merupakan bentuk akulturasi dan toleransi masjid sebagai
sarana penyebaran agama Islam di tengah masyarakat Hindu.
9
2. Masjid Agung Sang Cipta Rasa dibangun pada tahun 1498 oleh Gambar Masjid Gunung Jati diCirebon
atau disebut dengan Masjid Sang Cipta
Wali Sanga atas prakarsa Sunan Gunung Jati. Rasa
Pambangunannya dipimpin oleh Sunan Kalijaga dengan arsitek https://www.indonesiakaya.com/
Raden Sepat (dari Majapahit) bersama dengan 200 orang
pembantunya (Demak). Masjid ini dinamai Sang Cipta Rasa 10
karena merupakan pengejawantahan dari rasa dan
kepercayaan.Masjid Sang Cipta Rasa dibangun pada zaman
Sunan Gunung Jati tahun 1408. Saat itu, Sunan Kalijaga dan
Raden Sepat ditugaskan untuk menjadi arsitektur dalam
pendirian masjid. Lima ratus pekerja dari Majapahit, Demak, dan
Cirebon, dikerahkan untuk menyelesaikan pembangunan yang
konon dikerjakan hanya dalam rentang waktu semalam. Gaya
arsitektur masjid mengambil perpaduan gaya Jawa dan Hindu
Majapahit. Hal ini bisa dilihat dari gapura di bagian halaman
masjid dan serambi, serta atap masjid yang menyerupai rumah
Joglo, yaitu rumah adat masyarakat Jawa.
3.
Gambar makam sebagai wujud
akulturasi kebudyaan Islam.
http://e-
repository.perpus.iainsalatiga.ac.i
d/
Makam-makam kuno dibangun di atas bukit atau tempat-tempat yang keramat seperti
kepercayaan Hindu bahwa para Dewa bersemayam di tempat yang tinggi.Makamnya
terbuat dari bangunan batu yang disebut dengan Jirat atau Kijing,nisannya juga terbuat
dari batu. Dilengkapi dengan tembok atau gapura yang menghubungkan antara makam
dengan makam atau kelompok-kelompok makam.
11
4.
Gambar kraton
http://e-repository.perpus.iainsalatiga.ac.id/
Bangunan istana arsitektur yang dibangun pada awal perkembangan Islam,juga
memperlihatkan adanya unsur akulturasi dari segi arsitektur ataupun ragam hias,
maupun dari seni patungnya contohnya istana Kasultanan Yogyakarta dilengkapi
dengan patung penjaga Dwarapala (Hindu).
12
• Seni Rupa
Agama dan kebudayaan Islam membawa pengaruh dan
perubahan pada bidang seni rupa, terutama seni lukis, seni ukir,
dan kaligrafi. Di antara semua itu, seni kaligrafi yang paling
menonjol. Tradisi Islam tidak menggambarkan bentuk manusia
atau hewan. Seni ukir relief yang menghias Masjid, makam Islam
berupa suluran tumbuh-tumbuhan tapi terjadi pula Sinkretisme
(hasil perpaduan dua aliran seni logam), agar terdapat
keserasian.
https://wordpress.com/seni-kaligrafi
https://lenteramata.com/pengertian-seni-ukir
https://www.berbagaireviews.com
• Aksara dan Seni Sastra
Seni sastra dan seni Aksara pada masa Islam di Nusantara
banyak dipengaruhi dari Persia Hasil seni sastra diantaranya :
1. Suluk, yaitu kitab yang membahas ajaran tasawuf. Karya
sastra yang dekat dengan suluk adalah primbon yang isinya
bercorak kegaiban dan ramalan penentuan hari baik dan buruk,
pemberian makna kepada sesuatu kejadian dan sebagainya.
2.Hikayat, yaitu saduran cerita pewayangan.
3. Babad, yaitu hikayat yang menggambarkan sejarah. Seperti
Babad Tanah Jawi
Gambar seni aksara dan seni sastra pada zaman dulu 13
https://www.islamcendekia.com
3. Sosiofact ( Tindakan/Aktivitas manusia)
• Seni Musik dan Tari
Kesenian pada saat itu dimanfaatkan sebagai sarana
penyebaran agama Islam. Akulturasi antara kebudayaan lokal
dan kebudayaan islam dalam bidang kesenian dapat ditemukan
dalam seni tari, musik, dan wayang.
a. Seni tari : tari Seudati, dan debus
Tari Seudati adalah tarian masyarakat Aceh yang berkembang
terutama di daerah pesisir. Tari Seudati termasuk jenis tari
perang (tribal war dance). Seudati berasal dari kata syaidati yang
artinya permainan orang-orang besar. Sering disebut juga saman
yang artinya delapan.
Istilah debus berasal dari kata tembus. Debus adalah nama
sebuah alat yang terbuat dari besi sepanjang 40 sentimeter
dengan ujung runcing.Permainan debus diawali dengan
pembacaan ayat-ayat dalam Al Quran dan salawat nabi. Dalam
permainan debus, besi ditusukkan ke bagian-bagian tubuh.
Anehnya, pemain tidak merasakan sakit atau cedera padahal
dalam keadaan sadar. Artikel di Kompas.com dengan judul
"Akulturasi dan Perkembangan Budaya Islam.
14
b. Seni wayang : wayang https://kebudayaanindonesia.net/halal-bihalal-tradisi-
budaya-asli-indonesia/
Wayang diperkirakan sudah ada sejak 1500 SM
Kesenian Wayang menjadi bukti akulturasi antara budaya pra-
Islam dengan budaya Islam. Tokoh yang berperan adalah para
ulama seperti Wali Songo dan penguasa lokal yang memeluk
agama Islam. Terutama Sunan Kalijaga. Artikel di Kompas.com
dengan judul "Akulturasi dan Perkembangan Budaya Islam”
•Tradisi Halal Bihalal
Halal bi Halal diartikan sebagai hal maaf-memaafkan
setelah menunaikan ibadah puasa Ramadhan, biasanya
diadakan di sebuah tempat oleh sekelompok orang. Saling
memaafkan dan menyambung tali silaturrahmi merupakan
ajaran luhur dalam Islam.
15
• Grebeg besar di Demak
Perayaan yang dilakukan setahun sekali pada bulan
Zulhijah oleh masyarakat Muslim di Masjid Agung
Demak. Bentuk kegiatannya adalah ziarah ke makam
para sultan Kesultanan Demak dan ke makam Sunan
Kalijaga. Setelah itu, dilakukan ritual utama dalam
Grebeg Besar Demak berupa penyucian benda
pusaka yang disebut dengan uborampe. Grebeg Besar
Demak digunakan sebagai upacara adat, hiburan,
media komunikasi, penyatuan nilai-nilai
kemasyarakatan dan objek pariwisata.
• Sekaten di Yogyakarta https://jogja.suara.com
Sekaten adalah rangkaian kegiatan tahunan yang umunya
diadakan umat Islam sebagai peringatan hari kelahiran Nabi
Muhammad SAW.Sekaten diadakan oleh Keraton Surakarta https://id.wikipedia.org/wiki/Grebeg_Besa
r_Demak
dan Yogyakarta.Tradisi Sekaten telah berlangsung sejak
masa pemerintahan Kerajaan Demak.
16
• Kerobok Maulid di Kutai dan Pawai obor di
Manado
https://www.bacaanmadani.com/2018/02/
10-contoh-tradisi-islam-di-nusantara.html Tradisi Kerobok Maulid dipusatkan di halaman Masjid Jami’ Hasanuddin,
Tenggarong. Tradisi ini dilaksanakan dalam rangka memperingati
kelahiran Nabi Muhammad saw., tanggal 12 Rabiul Awwal. Kegiatan
Kerobok Maulid ini diawali dengan pembacaan Barzanji di Masjid Jami’
Hasanudin Tenggarong. Obor yang dibawa berpawai oleh ribuan warga
membuat jalan-jalan di Kota Manado terang. Bagi warga muslim
setempat pawai obor sudah jadi tradisi dan dilaksanakan turun- temurun
sebagai simbol penerangan. Lebih lanjut simbol penerangan itu
bermakna bahwa kelahiran Nabi Muhammad saw. adalah membawa
ajaran yang menjadi cahaya penerang iman saat manusia hidup dalam
kegelapan dan kemusyrikan.
17
C. Pengaruh kebudayaan asing
1. Artefact ( wujud Benda ) https://images.app.goo.gl/h2BpuRyjmWx6pEG58
Setiap suku bangsa memiliki Masuknya kebudayaan asing dengan membawa bentuk
sistem pengetahuan yang sistem pengetahuan yang lebih modern telah mengubah cara
membentuk unsur kebudayaan pandang masyarakat terhadap keadaan alam sekitarnya.
lokal. Sebelum unsur pengetahuan Pengetahuan tradisional yang cenderung berlandaskan pada
kebudayaan asing memengaruhi kemampuan intuitif yang irasional berubah ke pola pemikiran
kebudayaan lokal, nenek moyang yang lebih rasional. Misal: penemuan obat-obatan tradisional
kita telah mengenal pengetahuan merupakan bentuk pengembangan pengetahuan tradisional
tentang kemaritiman, gejala alam, terhadap khasiat tumbuhan yang dipadukan dengan
perubahan musim, berburu, pengetahuan modern (ilmu farmasi), sehingga menghasilkan
bercocok tanam sampai kepada obat yang alami dan bebas dari bahan kimia.
pengetahuan tentang pengobatan
tradisional.
18
https://images.app.goo.gl/poa5b9uBLGioioZw6 Masuknya kebudayaan asing banyak memengaruhi
teknologi tradisional yang berdampak pada
peningkatan kesejahteraan manusia. Mekanisasi
dalam pertanian, telah menggeser peralatan
tradisional dengan alat modern dalam pengolahan
tanah. Hal itu membawa dampak terhadap
peningkatan produksi pertanian.
19
https://images.app.goo.gl/XaKabCUsd7rHaEMcA
Dari waktu ke waktu kesenian tradisional sebagai salah satu unsur kebudayaan lokal mulai ditinggalkan
oleh masyarakatnya terutama para generasi muda. Masuknya kesenian mancanegara yang dirasa lebih
menarik dan mewakili jiwa muda, banyak menggeser ruang gerak kesenian tradisional.
Salah satu upaya untuk mempertahankan kesenian tradisional agar tetap lestari adalah dengan
memadukan unsur-unsur kebudayaan asing ke dalam kesenian tradisional tersebut. Misal: kesenian musik
campur sari, merupakan bentuk kesenian yang memadukan unsur-unsur kesenian tradisional dengan
unsur-unsur kesenian modern. Pementasan seni pertunjukan tradisional, seperti: lenong dan wayang kulit,
banyak menyisipkan unsur-unsur kesenian modern untuk menarik penonton khususnya kalangan anak
muda.
20
2. Sosiofact ( Tindakan/Aktivitas manusia) https://images.app.goo.gl/Uw2nTKdxz1bL6QxLA
Pengaruh kebudayaan asing atau barat terhadap masyarakat (DosenPendidikan.com)
Indonesia khususnya kalangan remaja sudah sampai tahap
memprihatinkan karena ada kecenderungan para remaja sudah https://images.app.goo.gl/8S2S2TW26x6fwRiq7
melupakan kebudayaan bangsanya sendiri. Budaya ikut-ikutan atau
latah terhadap cara berpakaian. misalnya. Para remaja tidak ingin ingin 21
dikatakan kuno, kampungan kalau tidak mengikuti cara berpakaian ala
barat karena dinilai modern, tren dan mengikuti perkembangan zaman
meski memperlihatkan auratnya yang dilarangan oleh ajaran agama
maupun bertentangan dengan adat istiadat masyarakat secara turun
temurun
Selain cara berpakaian dan mode, pergaulan bebas dan cara berhura-
hura di kalangan remaja yang di lihat sebagi prilaku yang menyimpang
baik secara agama maupun sosial juga menjadi masalah bagi
kebudayaan di Indonesia. Umumnya kalangan remaja Indonesia
berperilaku ikut-ikutan tanpa selektif sesuai dengan nilai-nilai agama
yang di anut dan adat kebiasaan yang mereka miliki.
Para remaja juga merasa bahwa kebudayaan di negerinya sendiri
terkesan jauh dari moderenisasi. Sehingga para remaja merasa gengsi
kalau tidak mengikuti perkembangan zaman meskipun bertentangan
dengan nilai-nilai ajaran agama dan budayanya. Sehingga pada
akhirnya para remaja lebih menyukai kebudayaan barat, dibandingkan
dengan kebudayaan kita sendiri.
TERIMA KASIH