Cholifah Juni Ihtiarni 20120168 Elma Nugraheni 20120171 Andin Putri Ayyuni (20120221) Yekti Munfaati (20120259) Dita Septian (20120232)
A. Definisi Remaja atau adolescence berasal dari bahasa latin “adolescence” yang berarti tumbuh kearah kematangan. Kematangan yang dimaksud adalah bukan hanya kematangan fisik saja, tetapi juga kematangan sosial dan psikologis (Widyastuti, 2009). Masa remaja merupakan masa peralihan antara masa kanak-kanak dan masa dewasa, yang dimulai pada saat terjadinya kematangan seksual yaitu antara usia 11 atau 12 tahun sampai dengan 20 tahun yaitu menjelang masa dewasa muda (Soetjiningsih, 2004: 45). Fase remaja merupakan segmen perkembangan individu yang sangat penting, yaitu diawali dengan matangnya organ-organ fisik (seksual) sehingga mampu bereproduksi (Syamsu Yusuf, 2004: 184) Masa remaja menunjukkan masa transisi dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Tahap transisi remaja ini akan memberikan masa yang lebih Panjang untuk mengembangkan berbagai keterampilan serta untuk mempersiapkan masa depan tetapi mas itu cenderung menimbulkan masa pertentangan sehingga dianggap sebagai masa topan badai dan stress (Storm and Stress). dalam masa remaja akan terdapat perubahan baik secara fisik maupun psikologis.
B. Ciri-Ciri perkembangan masa remaja Masa remaja mempunyai ciri-ciri tertentu yang membedakannya dengan periode sebelum dan sesudahnya. Ciri-ciri tersebut diantaranya adalah: 1) Masa remaja sebagai periode yang penting 2) Masa remaja sebagai periode peralihan 3) Masa remaja sebagai periode perubahan 4) Masa remaja sebagai usia bermasalah 5) Masa remaja sebagai masa mencari identitas 6) Masa remaja sebagai usia yang menimbulkan ketakutan 7) Masa remaja sebagai masa yang tidak realistic 8) Masa remaja sebagai ambang masa dewasa Ciri-ciri khusus masa remaja 1) Pertumbuhan fisik secara cepat 2) Emosinya tidak stabil 3) Perkembangan seksual sangat menonjol 4) Cara berpikirnya bersifat kausalitas 5) Terikat erat dengan kelompoknya Terdapat faktor internal dan eksternal yang memengaruhi ciri-ciri pada masa remaja, diantaranya: b) Factor internal 1) Keluarga 2) Kematangan 3) Bentuk tubuh 4) Jenis kelamin 5) Gangguan emosional a) Factor eksternal 1) Kesehatan 2) Gizi 3) Stimulasi lingkungan 4) Status sosial ekonomi
C. Tahapan perkembangan masa remaja Berdasarkan sifat dan ciri perkembangnya, masa remaja ada tiga tahap menurut widyastuti (2009), yaitu: 1) Masa remaja awal (10-12 tahun) a. Tampak dan memang merasa lebih dekat dengan teman sebaya b. Tampak dan merasa ingin bebas c. Tampak dan memang lebih banyak memperhatikan keadaan tubuhnya dan mulai berpikir dan berkhayal 2) Masa remaja tengah (13-15 tahun) a. Tampak dan merasa ingin mencari identitas diri b. Ada keinginan untuk berkencan atau tertarik pada lawan jenis c. Timbul perasaan cinta yang mendalam d. Mampu berpikir abstrak makin berkembang berkhayal mengenai hal-hal yang berkaitan dengan seksual 3) Masa remaja akhir (16-19 tahun) a. Menampakkan pengungkapan kebebasan diri b. Dalam mencari teman sebaya lebih selektif c. Memiliki citra terhadap dirinya d. Dapat mewujudkan perasaan cinta e. Memiliki kemampuan berpikir khayal atau abstrak
D. Pubertas 1. Definisi Pubertas Pubertas adalah masa ketika seorang anak mengalami perubahan fisik, psikis, dan pematangan fungsi seksual. Masa pubertas biasanya dimulai saat berumur 8 hingga 10 tahun dan berakhir lebih kurang di usia 15 hingga 16 tahun. Pada masa ini pertumbuhan dan perkembangan berlangsung dengan cepat. Pada perempuan pubertas ditandai dengan menstruasi pertama (menarche), sedangkan pada laki-laki ditandai dengan mimpi basah. Karakteristik anak puber antara lain: merasa diri sudah dewasa sehingga anak sering membantah atau menentang, emosi tidak stabil sehingga anak puber cenderung merasa sedih, marah, gelisah, khawatir, mengatur dirinya sendiri sehingga terkesan egois, dan sangat mengutamakan kepentingan kelompok atau genk sehingga mudah terpengaruh oleh teman sekelompoknya. Anak mudah terpengaruh oleh lingkungan dan budaya baru yang sering bertentangan dengan norma masyarakat, serta memiliki rasa keingitahuan yang besar pada hal-hal baru yang mengakibatkan perilaku coba-coba tanpa didasari dengan informasi yang benar dan jelas.
2. Ciri-ciri masa pubertas a. Periode tumpeng tindih b. Periode yang singkat c. Masa puber dibagi dalam tahap-tahap d. Masa pertumbuhan dan perubahan yang pesat e. Masa negative f. Terjadi pada berbagi usia 3. Tahapan masa pubertas a. Tahap pra puber Dalam tahap pra puber ciri-ciri seks sekunder mulai tampak tetapi organ reproduksi belum sepenuhnya matang b. Tahap puber Kriteria kematangan seksual mulai muncul, terjadi haid pada anak perempuan dan pengalaman mimpi basah pada anak laki-laki c. Tahap pasca puber Ciri-ciri seks sekunder telah berkembang baik dan organ-organ seks mulai berfungsi secara matang. 4. Ciri-ciri seks primer dan sekunder
a. Ciri-ciri seks primer 1) Ciri seks primer pada laki-laki Testis yang terletak pada scrotum pada usia 14 tahun baru sekitar 10% dari ukuran matang. Testis sudah berkembang penuh pada usia 20 atau 21 tahun. Setelah pertumbuhan testis meningkat maka pertumbuhan penis meningkat pesat. Yang mula-mula meningkat adalah panjangnya kemudian berangsurangsur dengan besarnya. Kalau fungsi organ reproduksi pria sudah matang maka biasanya mulai terjadi mimpi basah. 2) Ciri seks primer pada perempuan. Remaja perempuan, terjadi pertumbuhan cepat pada organ rahim dan ovarium yang memproduksi ovum dan hormone untuk kehamilan. Akibatnya terjaidinya siklus menstruasi pertama. Sikluas awal menstruasi sering diiringi dengan sakit kepala, pinggang, kelelahan, depresi dan mudah tersinggung. b. Ciri-ciri seks sekunder 1) Ciri-ciri seks sekunder pada laki-laki a. Tumbuhnya rambut pada beberapa bagian anggota tubuh. b. Kulit lebih kasar, tidak jernih, warnanya pucat dan pori-pori meluas. c. Kelenjar minyak semakin membesar dan menjadi lebih aktif sehingga dapat menimbulakan jerawat. Kelenjar keringat di ketiak mulai berfungsi dan keringat bertambah banyak.
d. Otot bertambah besar dan kuat sehingga member bentuk bagi lengan, tungkai kaki dan bahu. e. Suara berubah menjadi serak. f. Benjolan kecil di sekitar susu pria. 2) Ciri-ciri seks sekunder pada perempuan. a. Pinggul menjadi bertambah lebar dan bulat. b. Payudara mulai berkembang, puting susu membesar dan menonjol, dan dengan berkembangnya kelenjar susu payudara menjadi lebih besar dan lebih bulat. c. Tumbuhnya rambut pada beberapa bagian anggota tubuh d. Kulit menjadi lebih kasar, lebih tebal, agak pucat, dan lubang pori-pori bertambah besar. e. Kelenjar lemak dan kelenjar keringat menjadi lebih aktif. Sumbatan kelenjar lemak dapat menyebabkan jerawat. Kelenjar keringat di ketiak mengelurkan banyak keringat dan baunya menusuk sebelum dan selama masa haid. f. Otot semakin besar dan semakin kuat. g. Suara menjadi lebih penuh dan semakin merdu.
E. Perkembangan perilaku pada remaja 1. Perkembangan perilaku kognitif remaja Terdapat beberapa perkembangan yang terjadi pada remaja terkait perilaku kognitif diantaranya: a. Secara intelektual remaja mulai dapat berfikir logis tentang gagasan abstrak. b. Berfungsinya kegiatan kognitif tingkat tinggi yaitu remaja mampu membuat rencana, strategi, mengambil keputusan, serta memecahkan masalah. c. Mampu berfikir mengenai masa depan dan membuat perencanaan. d. Memiliki wawasan berfikir yang semakin luas 2. Perkembangan perilaku sosioemosional Masa remaja merupakan masa yang penuh gejolak. Pada masa ini suasana hati bisa berubah dengan sangat cepat. Perkembangan emosi remaja awal menunjukkan sifat sensitif yang sangat kuat. Emosinya bersifat negatif dan tempramental (mudah tersinggung, marah, sedih, dan murung). Sedangkan remaja akhir sudah mulai mampu mengendalikan emosinya.
Akibat perubahan masa puber pada sikap dan perilaku remaja adalah sebagai berikut: a. Ingin menyendiri Kalau perubahan pada masa puber mulai terjadi, remaja biasanya menarik diri dari teman-teman dan dari keluarga. Remaja puber kerap melamun, sering tidak dimengerti dan diperlakukan dengan kurang baik, dan ia juga mengadakan ekperimen seks melalui masturbasi. Gejala menarik diri ini mencakup ketidakinginan berkomunikasi dengan orangorang lain. b. Bosan Remaja puber bosan dengan permainan yang sebelumnya amat digemari, tugas-tugas sekolah, kegiatan-kegiatan sosial, dan kehidupan pada umumnya. Akibatnya, remaja sedikit sekali bekerja sehingga prestasinya diberbagai bidang menurun. c. Inkoordinasi Pertumbuhan pesat dan tidak seimbang mempengaruhi pola koordinasi gerakan, dan remaja akan merasa kikuk dan janggal selama beberapa waktu. Setelah pertumbuhan melambat, koordinasi akan membaik secara bertahap.
d. Antagonisme sosial Remaja seringkali tidak mau bekerja sama, membantah, dan menentang. Permusuhan terbuka antara perbedaan dalam kritik, dan komentar-komentar yang merendahkan. Dengan berlanjutnya masa puber, remaja kemudian menjadi lebih ramah, lebih dapat bekerja sama dan lebih sabar kepada orang lain. e. Emosi yang meninggi Kemurungan, merajuk, ledakan amarah dan menangis merupakan ciri-ciri bagian awal masa puber. Pada masa ini remaja merasa khawatir, gelisah, cepat marah, sedih, mudah marah, dan suasana hati yang negative sering terjadi selama masa pra haid dan awal periode haid. Dengan semakin matangnya keadaan fisik remaja, remaja mulai mampu mengendalikan emosinya. f. Hilangnya kepercayaan diri
Remaja merasa kurang percaya diri dan takut akan kegagalan karena daya tahan fisik menurun dan karena kritik yang bertubitubi datang dari lingkungan sekitar. Banyak remaja setelah masa puber mempunyai perasaan rendah diri. g. Terlalu sederhana Perubahan tubuh yang terjadi selama masa puber menyebabkan remaja menjadi sangat sederhana dalam segala penampilannya karena takut orang lain akan memperhatikan perubahan yang dialaminya dan memberi komentar yang buruk. 3. Perkembangan perilaku seksual remaja a. Berpacaran Berpacaran dikalangan remaja bukanlah merupakan hal yang biasa. Sebagian remaja berpendapat bahwa pacaran juga memberikan dampak yang positif, misalnya seperti untuk lebih giat dalam belajar. Usia pertama berpacaran berkisar 14-17 tahun.
b. Mengenali media pornografi Sebagian besar remaja menggunakan atau melihat media pornografi pada saat berusia 14-17 tahun. Pada masa tersebut remaja memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Dan sepatutnya remaja memperoleh informasi seks yang benar sehingga tidak salah dalam bertingkah laku. Informasi tersebut sangat diperlukan oleh remaja, khususnya mengenai kesehatan reproduksi. c. Mengalami masalah masturbasi dan hubungan seksual Pemahaman remaja mengenai masturbasi atau onani masih sangatlah rendah. Dan dikalangan remaja berpendapat bahwa jika melakukan hal tersebut berarti melakukan perbuatan yang melanggar norma. Hubungan seksual merupakan perilaku seksual tertinggi, karena jika berani melakukan hal tersebut berarti telah dan harus siap menerima resiko yang akan dihadapi. Pada umumnya usia pertama kali melakukan hal tersebut berkisar 15-19 tahun.
d. Mengalami berbagai permasalahan remaja Apabila remaja dihadapkan dalam suatu kondisi yang tidak diinginkan seperti jika terjadi kehamilan, kebanyakan mereka memilih akan meneruskannya dan menikah, karena menurut mereka bahwa pengguguran kandungan merupakan perbuatan yang tercela. Dan jika pengguguran yang dipilih maka akan dilakukan dengan seorang dokter kandungan. F. Tugas-tugas perkembangan masa remaja Menurut Havigurst (Hurlock, 1999), setiap tahap perkembangan memiliki tugas-tugas perkembangan. Tugas-tugas perkembangan memiliki peranan penting untuk menentukan arah perkembangan yang normal. Remaja harus mampu untuk mengendalikan perilakunya sendiri.
Tugas-tugas perkembangan masa remaja diantaranya adalah: 1. Memperoleh sejumlah norma-norma dan nilai 2. Belajar memiliki peran sosial sesuai dengan jenis kelaminnya masingmasing 3. Menerima kenyataan jasmaniah serta dapat menggunakannya secara efektif dan merasa puas terhadap keadaan tersebut 4. Mencapai kebebasan dari keberuntungan terhadap orangtua dan orang dewasa lainnya 5. Mencapai kebebasan ekonomi 6. Mempersiapkan diri untuk untuk menentukan seatu pekerjaan yang sesuai dengan bakat dan kesanggupannya 7. Memperoleh informasi tentang perkawinan dan mempersiapkannya 8. Mengembalikan kecakapan intelektual dan konsep-konsep tentang kehidupan masyarakat 9. Memiliki konsep-konsep tentang tingkahlaku sosial untuk hidup bermasyarakat (Sofyan S. Willis, 2005:8-15).
Husna, Risa Asmaul. (2021). "Perkembangan Remaja", https://www.materikonseling.com/2021/05/pptperkembangan-remaja.html?m=1. Diakses pada 9 Mei 2023. Pratama, Andhika. (2013). "Masa Remaja", https://www.slideshare.net/AndhikaFrancisco/masa -remaja. Diakses pada 9 Mei 2023. Purwanto, Kriesna Kharisma. (2020). Tahap-tahap perkembangan manusia (Perkembangan masa remaja), http://repository.billfath.ac.id/kriesna/2020/05/kries na_bab_iv_3_tahap_tahap_perkembangan_manusi a__masa_remaja_.pdf. Diakses pada 9 Mei 2023. Setianingsih, Eka Sari., & Riris Setyo Sundari. (2023). Buku Ajar Perkembangan Peserta Didik. https://online.flippingbook.com/view/525020774/. Diakses pada 9 Mei 2023.