The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

KELOMPOK PENGAMAT BURUNG BIONIC UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA (1)

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by kpbbionic, 2022-12-14 08:50:12

KELOMPOK PENGAMAT BURUNG BIONIC UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA (1)

KELOMPOK PENGAMAT BURUNG BIONIC UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA (1)

DESEMBER 2022

BULETIN KICAU

KELOMPOK PENGAMAT BURUNG BIONIC UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

PROGRAM BIONIC

kuliah burung dengan
memberikan pandangan baru
mengenai konservasi burung

dan potensi ekowisata | 01

TIPS
KERUMAHTANGGAAN

Beberapa tips dapat
membantu dalam menjaga

binokuler anda | 39

PRESTASI BIONIC

Kompetisi Petungkriyono
Bird Race 2022

mengantarkan KPB BIONIC
menjadi juara 3 | 54

KIP8 BIONIC

MENG UDARA
EMBARA


SALAM REDAKSI aktivitas Pengamatan Kepengurusan 2022
Kegiatan Pergam XX
Halo Bionicers! Apa kabar
semuanya? Semoga semua tetap
sehat dan baik-baik saja, ya! Puji
syukur kita panjatkan sehingga pada
penutup tahun ini, kita dapat
menerbitkan kembali buletin kicau.
Dengan tema "Sepak Terjang

Bionic", kami menampilkan
informasi tentang burung dan
kabar-kabar kegitan Bionic.
Kami juga ingin mengungkapkan
rasa terima kasih kepada semua
pihak yang sudah mendukung
penerbitan buletin ini. Semoga
buletin ini bisa bermanfaat bagi kita
semua. Selamat membaca!

TIM REDAKSI

PENANGGUNG JAWAB

David Suharjanto

PIMPINAN REDAKSI

Haqqul Fata

PENULIS

Tisha Purwestri
David Suharjanto
Distya Ratnaningrum
Fauzia Kintanwida N.
Sholeh Wahyu Nugroho
Cicilia Mega Gevita

EDITOR

Aghnan Pramudihasan

TATA LETAK

Haqqul Fata
Yasri Abdillah
Rahma Fanidia Rahayu

KICAU | 2


KULIAH BURUNG PROGRAM BIONIC

KONSERVASI

&E K O W I S A T A
AVIFAUNA
. Beliau memapaparkan mengenai ekowisata yang

DITULIS OLEH TISHA PURWESTI dapat dimanfatkan dengan baik di samping konservasi
burung. Pengembangan ekowisata merupakan upaya

KPB Bionic UNY menyelenggarakan kuliah penting yang tidak hanya melindungi satwa, tetapi juga
burung sebagai proker tahunan dari bidang melindungi habitat yang menjadi tempat tinggal satwa
Pemberdayaan Anggota (PA). Kuliah Burung kali tersebut dan keanekaragaman hayati keseluruhan. Selain
ini mengangkat tema “Mengenal Konservasi itu, ekowisata juga dapat membuka lapangan pekerjaan
Burung dan Potensi Ekowisatanya” pada Sabtu, 16 baru bagi masyarakat disekitarnya, karena masyarakat
April 2022 secara daring. Peserta Kuliah Burung tersebut diberikan tempat dan peran strategis untuk turut
pun berasal dari berbagai institusi, latar belakang, serta dalam pelestarian lingkungan terutama dalam hal
dan juga umur yang berbeda. konservasi burung.

Kuliah Burung dimulai dengan pidato sambutan Selesai pemaparan materi, dilanjutkan sesi tanya
oleh Ketua Panitia, Tisha Purwestri. Kemudian jawab yang dibantu oleh Desti Rohmawati. Ada beberapa
sambutan yang kedua oleh Ketua Bionic, David peserta yang mengangkat tangan lewat zoom ada juga
Suharjanto. Lalu sambutan yang ketiga oleh yang langsung menuliskan pertanyaannya di kolom
Pembina KPB Bionic, Drs. Sudarsono, M.Si. Lalu komentar. Banyak sekali peserta yang mencoba bertanya.
dilanjutkan dengan pematerian yang pertama oleh Setelah dibacakan oleh moderator, kedua pemateri
Shaim Basyari. menjawab bergantian sesuai dengan pertanyaan yang
diajukan. Setelah termin pertama selesai dijawab
Dipaparkan mengenai pentingnya konservasi dibukalah termin kedua yang ternyata juga banyak yang
burung sebagai salah satu upaya pelestarian alam. masih ingin bertanya. Ternyata memang antusiasnya luar
Hal ini guna menjaga kelestarian dan biasa.
keseimbangan ekosistem alam yang semakin lama
kian rusak akibat ulah manusia yang tidak Banyak yang merasa Kuliah Burung kali ini memberikan
bertanggung jawab. Selain itu dipaparkan juga cara pandangan baru mengenai konservasi burung dan potensi
untuk melakukan konservasi terutama konservasi ekowisata. Hal ini juga karena ada beberapa peserta yang
burung agar manusia sadar sebenarnya upaya memang merupakan warga dari desa yang memiliki
konservasi bisa dimulai dari hal kecil juga. potensi untuk dikembangkan ekowisatanya tapi masih
belum tahu bagaimana, dan testimoninya mengatakan
Materi disampaikan secara ceramah dengan bahwa setelah mengikuti kuliah burung ini mereka
sangat asik karena diselingi oleh candaan yang menjadi memiliki gambaran untuk mengembangkan
membuat peserta tertawa desanya menjadi ekowisata.

4 | KICAU


PERGAM XX PROGRAM BIONIC

KPB BIONIC UNY 2022

OLEH : DAVID SUHARJANTO

Pergam XX merupakan salah satu kegiatan KPB BIONIC Setelah dua tahun, Pergam sebelumnya (XVIII
UNY yang bertujuan untuk merekrut calon anggota muda. dan XIX) dilaksakan secara daring karena keadaan
Pergam sendiri merupakan akronim dari Perekrutan yang tengah dilanda pandemi. Akhirnya Pergam
Anggota Muda. Pergam juga diambil dari salah satu jenis XX dapat terlaksana secara luring dengan lancar.
burung Suku Columbidae, mudahnya, seperti merpati. Dalam Pergam ini sangat spesial karena dapat
bertemu dengan senior-senior yang mampir dan
Dengan Tema “Mengembara, Berkarya, dan Mengudara” ikut serta memeriahkan acara yaitu Mas Imam,
Pergam XX kali ini dilaksanakan pada tanggal 7-9 Oktober Mas Kiir, Mas Adin, Mas Kukuh, Mas Raden, Mas
2022, di Desa Ramah Burung yaitu Desa Wisata Jatimulyo, Panji, Mbak Ratih, Mbak Ajeng, Mas Yono, Mas
Kulon Progo. Pergam XX diikuti sejumlah 18 peserta dari Aghnan, Mas Andri, Mas Arif, Mas Lutfi, Mas
berbagai program studi. Acara Pergam XX pun dimulai Damar, Mbak Yuning dan Mbak Waryati. Terima
dengan sambutan-sambutan yang dilanjutkan pematerian kasih dan sehat selalu.
1 oleh Mbak Yuning dengan membawakan “Pengamatan
Burung dan Alat Pengamatan yang sangat menarik”.
Kemudian acara “lebih dekat dengan Bionic” oleh Mas Kiir
dan Mas David.

Dipagi harinya, kegiatan dimulai dengan ibadah dan
senam pagi. Selanjutnya dilaksanakan pengamatan burung
dengan didampingi oleh para pemandu, tak lupa pula
kegiatan diskusi usai pengamatan burung. Terdapat pula
agenda games antara lain tebak-tebakan burung,
pengamatan gambar burung, estafet karet, dan menyusun
puzzle. Selanjutnya ishoma. para Cikalang beristirahat dan
mengisi tenaga untuk melanjutkan kegiatan selanjutnya
yaitu pematerian 2 “All About Bionic” oleh Mas Aghnan.
Setelahnya dilaksanakan sharing-sharing oleh Mas Kiir,
Mas Aghnan, Mas Arif, Mas Lutfi, Mas Andri, dan Mas
Damar yang sangat seru dan mengundang tawa.

Di hari ketiga Pergam XX, sama seperti sebelumnya
Cikalang melakukan pengamatan burung dan dilanjutkan
dengan diskusi hasil pengamatan. hal tersebut merupakan
pengamatan terakhir pada acara pergam kali ini. Sebelum
Pergam XX usai, dilaksanakan penentuan nama angkatan
dan koordinator Angkatan XX, hasilnya diputuskan nama
Angkatan XX adalah Dicaeum trigonostigma yang
merupakan nama ilmiah dari burung Cabai Bunga-Api dan
untuk koordinator Angkatan XX Laki-laki yaitu Pentanius
Miko Arnando sedangkan koordinator Angkatan XX
Perempuan adalah Valda Sadina Istiazah.

4 | KICAU


KPB Bionic Data Burung di UNY, Sejumlah
Spesies Mulai Jarang Ditemukan

Kelompok Pengamat Burung Bionic Universitas Negeri Yogyakarta (KPB Bionic UNY) melalukan pengamatan
burung di lingkungan kampus. Kegiatan ini sebagai bentuk kampanye pelestarian burung, pendidikan
lingkungan, serta riset ornitologi. KPB Bionic UNY merupakan sebuah kelompok studi yang mengkhususkan
diri dalam mempelajari segala sesuatu tentang burung. KPB Bionic berada di bawah Fakultas Matematika dan
Ilmu Pengetahuan Alam dengan status sebagai Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas MIPA (UKM FMIPA).
Ketua KPB Bionic David Suharjanto mengatakan pendataan burung kampus merupakan pengamatan yang
meliputi menganalisis jenis, jumlah serta persebaran burung yang dilakukan di beberapa titik yang mencakup
semua wilayah kampus UNY Karangmalang. "Dengan kegiatan ini diharapkan dapat terdata burung-burung
yang berada di wilayah Kampus UNY Karangmalang. Selain itu juga memberdayakan anggota KPB Bionic
UNY dalam kegiatan eksplorasi burung dan habitatnya” katanya dalam siaran pers yang diterima iNews.id,
Rabu (23/11/2022).
Dari hasil pendataan itu diketahui tahun ini ada sebanyak 33 spesies burung di kampus UNY. Setelah diukur
dengan indeks keanekaragaman Shannon Wienner maka diperoleh data keanekaragaman burung di kampus
UNY sebesar 2,65. “Hal ini menunjukkan bahwa keanekaragaman burung di kampus UNY tergolong sedang”
kata salah satu anggota Bionic, Desti Rohmawati.
Menurut desti terdapat beberapa spesies burung yang sulit dijumpai di kampus UNY. Seperti burung
Kepodang Kuduk Hitam (Oriolus chinensis), Gelatik Jawa (Padda oryzivora), Elang-alap Cina (Accipiter
soloensis), dan Serak Jawa (Tyto alba). "Kepodang adalah burung berkicau yang mempunyai bulu yang indah
dan juga terkenal sebagai burung pesolek yang selalu tampil cantik, rapi, dan bersih termasuk dalam
membuat sarang," ujarnya .
Gelatik Jawa adalah sejenis burung pengicau berukuran kecil, dengan panjang lebih kurang 15 cm, dari suku
Estrildidae. Burung gelatik Jawa memiliki kepala hitam, pipi putih dan paruh merah yang berukuran besar.

5 | KICAU


Elang-alap Cina merupakan jenis burung pemakan
kodok, belalang, kadal, burung kecil yang memiliki
habitat di hutan dataran rendah, hutan pegunungan,
pesisir. Tersebar sampai ketinggian 900 m dpl. Elang-
Alap Cina termasuk burung migran yang seringnya
bertengger dipepohonan yang rimbun dimana dulu
banyak di kebun laboratorium biologi, sekarang sudah
tidak pernah ditemukan lagi.

Sementara, Serak Jawa atau burung Hantu Lumbung
atau burung Hantu Gudang merupakan spesies
burung berukuran besar, mudah dikenali sebagai
burung hantu putih. Wajah berbentuk jantung, warna
putih dengan tepi cokelat. Mata menghadap ke
depan, merupakan ciri yang mudah dikenali. "Burung
Serak Jawa dulu biasanya ditemukan di asbes
bangunan yang berlubang, sekarang sudah sangat
jarang dijumpai," ujarnya.

"Kepodang Kuduk Hitam dulu lumayan mudah
dijumpai di Fakultas Ilmu Sosial, Fakultas MIPA,
Rektorat, dan Fakultas Teknik tapi sekarang sudah
sangat jarang, kemungkinan tertangkap pemburu
karena termasuk burung kicau untuk lomba. Sekarang
hanya bisa dijumpai di seputaran Fakultas Ilmu
Pendidikan” kata Aghnan Pramudihasan, anggota
Bionic yang lain.

Untuk diketahui terbentuknya kelompok Bionic UNY
ini berasal dari keinginan beberapa orang mahasiswa
biologi yang mempunyai ketertarikan pada satwa
burung untuk mendirikan sebuah kelompok yang bisa
mewadahi hobi mereka. Salah satu kegiatan yang
diadakan KPB Bionic adalah Pendataan Burung
Kampus (PBK). Selain mengadakan PBK, KPB Bionic
juga banyak berpartisipasi dalam berbagai hal baik
dalam lingkup regional, nasional, maupun
internasional. Di regional Yogyakarta, KPB Bionic
tergabung dalam sebuah jaringan yang bernama
Paguyuban Pengamat Burung Jogja (PPBJ) bersama
organisasi-organisasi pemerhati burung lainnya.

Artikel dapat diakses pada
https://yogya.inews.id/berita/kpb-bionic-data-burung-di-
uny-sejumlah-spesies-mulai-jarang-ditemukan

5 | KICAU


KPB BIONIC JUARA 3
Petungkriyono Bird Race 2022

OLEH : DAVID SUHARJANTO

Kelompok Pengamat Burung BIONIC Universitas Dalam perlombaan ini terbagi menjadi 2 kategori, yaitu
Negeri Yogyakarta (KPB Bionic UNY) kembali umum dan mahasiswa dengan total peserta sebanyak 14
menorehkan prestasi dalam "Petungkriyono Bird Race tim di kategori Mahasiswa dan 8 tim di kategori Umum.
2022", sebuah kompetisi yang menguji keterampilan dan Perwakilan dari KPB BIONIC UNY, yaitu “Bionic” mengikuti
pengetahuan perburungan dan konservasinya. ketegori mahasiswa. Sebelum perlombaan bird race,
Perlombaan ini dilaksanakan di Dusun Tinalum, Desa peserta memperoleh Technical Meeting (TM) mengenai
Kayupuring, Petungkriyono, Pekalongan, Jawa Tengah lokasi dan aturan perlombaan. Dengan format lomba
pada 21-23 Oktober 2022. Perlombaan ini pengamatan burung yang berbeda, dengan berbagai soal
diselenggarakan oleh Yayasan SwaraOwa dan didukung dan tantangan pada tiap pos yang ditemukan, saling adu
oleh ASAP, Oriental BIRD CLUB, Perhutani, Burungnesia, kecepatan, ketepatan, dan juga strategi untuk meraih poin-
BIRDPACKER, Black Canyon, Welo Asri, Dinas poin.
Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jawa Tengah, dan
masih banyak lagi. Kemudian hasil dari Petungkriyono Bird Race 2022,
yaitu kategori umum Juara 1: MuLia (Karang Taruna
Bertemakan “Konservasi untuk semua” perlombaan ini Tlogoguwo, Purworejo), Juara 2: Butuh Pendamping Hidup
juga menghadirkan acara sarasehan yang sangat menarik, (Simpul Indonesia, Jakarta), dan Juara 3: Finding Burung
disampaikan dalam 3 tema besar, yaitu sarasehan Dulu (Finding Orchid, Jakarta). Sementara kategori
konservasi di Petungkriyono, ekowisata Burung, dan mahasiswa Juara 1: Ngalor-ngidul (PPBJ, Yogyakarta), Juara
peran masyarakat dalam konservasi burung. Sarasehan 2: Haliaster (Haliaster Undip, Semarang), dan Juara 3:
tersebut dilaksanakan sebelum dan sesudah perlombaan Bionic (KPB Bionic UNY, Yogyakarta).
dilaksanakan.

5 | KICAU


Penelitian 70 Judul
FMIPA 2022

TIM 1 Desti Rohmawati (Pend.Bio C 2019)
Rahma Fanidia Rahayu (Pend. Bio C 2019)
Sinta Kusuma Dewi (Bio E 2020)

"Peran Pohon Beringin (Ficus Sp.) terhadap
Keanekaragaman Burung di Kampus
Karangmalang Universitas Negeri Yogyakarta"

Keanekaragaman tumbuhan pada suatu area dapat memberikan
pengaruh terhadap jumlah serta jenis burung yang ada. Salah satu tumbuhan
yang memiliki peran penting bagi burung adalah pohon beringin (Ficus sp.).
Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk dapat menilai peran pohon
beringin (Ficus sp.) terhadap keanekaragaman burung yang ada di Kampus
Karangmalang Universitas Negeri Yogyakarta. Dengan menggunakan metode
observasi concentration count, didapatkan hasil adanya 13 jenis burung (179
individu) dengan nilai indeks keanekaragaman sedang. Pohon beringin (Ficus
sp.) ini berperan terhadap berbagai perilaku burung berupa perilaku makan,
sosial, resting, moving dan berkembangbiak yang dapat ditemukan pada
periode pengambilan data.

Sholeh Wahyu Nugroho (Pend. Bio A 2020) TIM 2
David Suharjanto (Fisika 2020)

Khansa Aqila Hasnarani (Bio B 2020)

"Distribusi Pemetaan Keragaman Burung di
Kampus UNY

Karangmalang"



7 | KICAU


Pengadaan fasilitas yang cukup gencar dilakukan oleh Universitas Negeri
Yogyakarta dapat mengganggu keanekaragaman hayati, salah satunya dapat
menyebabkan ancaman bagi habitat burung liar yang ada di lingkungan
kampus UNY. Keberadaan burung dapat menjadi indikator lingkungan
mendukung kehidupan suatu organisme atau tidak. Sebagai salah satu
komponen ekosistem, burung mempunyai hubungan timbal balik dan saling
tergantung dengan lingkungannya maka dari itu, kehadiran burung dalam
suatu ekosistem perlu dipertahankan. Hasil observasi lapangan yang
dilakukan terdapat 33 jenis burung yang ada di Kampus Karangmalang UNY.

TIM 3 David Suharjanto (Fisika 2020)
Dhanu Sancoko (Pend.Bio C 2019)
Sholeh Wahyu Nugroho (Pend. Bio A 2020)

"Analisis Spektogram dalam Rekaman Suara
Burung Menggunakan Fft untuk Menyusun
Metode Klasifikasi Berdasarkan Suara"

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode klasifikasi berdasarkan
suara melalui analisis spektogram dalam rekaman suara burung. Penelitian ini
menggunakan metode analisis kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada
bulan Mei – Agustus 2022. Berdasarkan hasil penelitian yang menggunakan 10
jenis burung berbeda kemudian dibentuk tabel karakteristik yang
mengindentifikasikan burung dari spektrum suaranya menggunakan FFT pada
matlab didapatkan bahwa terdapat beberapa cara untuk pengelompokan
burung tersebut dengan melihat kesamaan parameter suaranya, seperti jumlah
element dalam satu syllabe, jumlah peak frekuensi, frekuensi dominan, dan
frekuensi masimum.

5 | KICAU


KPI8 BIONIC

MENGUDARA MENGEMBARA

SEPAK TERJANG KPB BIONIC UNY SELAMA 18 TAHUN

Momen terbaik di tahun pertama Momen terbaik pada tahun ini saat Momen penting Bionic pada tahun
Bionic ini tentu saja pada 25 Bionic mampu menyabet gelar Juara ini yaitu penyelenggaraan BW for
Desember, saat ketokan palu dalam I Jogja Bird Race yang diadakan Kids yang pertama. Kegiatan
Sidang Umum HIMABIO menandai Kelompok Studi Satwa Liar (KSSL) dijalankan sebagai bagian dari
resminya Bionic masuk dalam Fakultas Kedokteran Hewan UGM di program KKN yang tahun itu
jajaran struktur organisasi itu. Kaliurang, TNGM. sepenuhnya mengarahkannya untuk
penanganan gempa.

Momen terbaik di tahun ini yaitu Momen terbaik tahun ini ada saat Bionic memulai kegiatan Monitoring
saat Mas Uya dan Mas Imam berlangsungnya Mersi Expo di Tlogo Burung Pantai Indonesia (MoBuPI).
berangkat ke Australia mengikuti Putri, Taman Nasional Gunung Pemilihan Pantai Trisik yang
The 5th Australasian Ornithological Merapi. Kegiatan memasyarakatkan menjadi lokasi pengambilan data,
Conference. Inilah kali pertama pengamatan burung di kawasan diputuskan melalui proses
kesertaan orang Indonesia di forum wisata ini terinspirasi dari yang pemungutan suara.
ilmiah itu. dilakukan Bicons (Bandung).

Bionic melakukan kegiatan gelaran Di tahun ini, Balai Konservasi Gelaran Sewindu Bionic menjadi
Ekspedisi Trulek Jawa dengan grant Sumberdaya Alam (BKSDA) DIY satu momen penting. Tidak hanya
dari Oriental Bird Club, sebuah mempercayai Bionic untuk mengikuti menandai delapan tahun perjalanan
organisasi pemerhati burung yang Lomba Penghijauan dan Konservasi organisasi, namun juga jadi pintu
berbasis di Inggris. alam “Wana Lestari” tingkat nasional. pembuka akses Bionic memasuki
Kepercayaan itu dibalas dengan jenjang organisasi yang lebih tinggi.
manis. Bionic menjadi Juara III.

5 | KICAU


Untuk menghindari debu yang Untuk menghindari debu yang Di tahun ini, Bionic resmi naik
berlebihan, gunakan penutup berlebihan, gunakan penutup kelas, menjadi Unit Kegiatan
lensa. sebelum ditutup pastikan lensa. sebelum ditutup pastikan Mahasiswa tingkat fakultas
lensa dan penutup lensa bersih. lensa dan penutup lensa bersih. (UKMF).

Untuk menghindari debu yang Untuk menghindari debu yang Untuk menghindari debu yang
berlebihan, gunakan penutup berlebihan, gunakan penutup berlebihan, gunakan penutup
lensa. sebelum ditutup pastikan lensa. sebelum ditutup pastikan lensa. sebelum ditutup pastikan
lensa dan penutup lensa bersih. lensa dan penutup lensa bersih. lensa dan penutup lensa bersih.

Untuk menghindari debu yang Untuk menghindari debu yang Untuk menghindari debu yang
berlebihan, gunakan penutup berlebihan, gunakan penutup berlebihan, gunakan penutup
lensa. sebelum ditutup pastikan lensa. sebelum ditutup pastikan lensa. sebelum ditutup pastikan
lensa dan penutup lensa bersih. lensa dan penutup lensa bersih. lensa dan penutup lensa bersih.

Untuk menghindari debu yang berlebihan, gunakan
penutup lensa. sebelum ditutup pastikan lensa dan
penutup lensa bersih.

5 | KICAU


SEPUTAR TIPS KERUMAHTANGGAAN

BINOKULER

DITULIS OLEH DISTYA RATNANINGRUM

Bukan hanya tubuh kita saja yang perlu dirawat
namun binokuler anda juga perlu dilakukan perawatan.
Binokuler merupakan salah satu perlengkapan
terpenting yang harus dibawa saat melakukan
pengamatan di alam seperti saat kita melakukan
pengamatan burung. penemuan binokuler merupakan
perkembangan dari teleskop dan lensa yang ditemukan
di abad 3000 sebelum masehi.

Ketika akan menggunakan binokuler, pastikan
pengamat telah mengalungkan tali strap ke leher. Hal ini
ditujukan agar binokuler tidak langsung jatuh apabila
terlepas dari genggaman. Selanjutnya, bagian penutup
lensa baik lensa okuler maupun objektif harus dibuka
agar dapat digunakan. Penggunaan teropong binokuler
diawali dengan pengaturan jarak antara lensa satu
dengan lainnya agar dapat menyesuaikan jarak kedua
mata pengamat. Selanjutnya dilakukan pengaturan
fokus lensa. Ada dua cara yang dapat dilakukan untuk
mengatur fokus pada binokuler. Engsel pada bagian
tengah antara dua lensa digunakan sebagai pengatur
fokus utama. Fokus lensa okuler juga dapat disesuaikan
dengan cara memutar pengatur dioptri yang terdapat
pada lensa okuler sebelah kanan. Setelah dilakukan
pengaturan, binokuler siap digunakan untuk kegiatan
pengamatan burung kalian!

Binokular merupakan alat yang membutuhkan
perawatan rutin. Jika binokular kotor, tentu saja akan
merasa tidak nyaman apalagi jika lensa dengan keadaan
buram atau kurang jelas. Maka dari itu kita harus
membersihkan binokular dengan rutin dengan langkah
cara perawatan yang baik dan benar. Jika tidak rutin
membersihkan binokular maka lensa binokuler akan
berkurang, sama halnya juga ketika lensa yang terlalu
sering dilap kualitasnya tentu akan berkurang juga.
Berikut beberapa tips perawatan binokular.

5 | KICAU


5 Tips Sumber : https://life.hawkeoptics.com/binocular-care/
Merawat
Binokuler

1. GUNAKAN PENUTUP LENSA
Untuk menghindari debu yang berlebihan, gunakan
penutup lensa. sebelum ditutup pastikan lensa dan
penutup lensa bersih.

2. BERSIHKAN LENSA 1-2 MINGGU SEKALI
untuk membersihkan lensanya atau menyesuaikan
keadaan binokuler. Binokular yang rutin dipakai perlu
dibersihkan secara berkala setelah digunakan untuk
menjaga kualitas pandangan lensa.

3. MENGGUNAKAN KAIN KHUSUS
Cara membersihkan lensa gunakan kain khusus
pembersih lensa. Bersihkan dengan melakukan gerakan
memutar dengan halus dan jangan ditekan.

4. GUNAKAN STRAP ATAU TALI BINOKULAR
Pasangkan tali binokuler secara baik dan benar saat
binokuler digunakan, dengan tujuan menjaga keamanan
agar binokuler tidak terkena benturan benda keras saat
digunakan.

5. PERBAIKI PADA AHLINYA
Jika terjadi kerusakan atau kesalahan pada binokuler,
jangan perbaiki binokuler sendiri, karena akan
menyebabkan kerusakan yang lebih parah. Maka dari itu
hubungilah pihak yang lebih ahli misalnya saja seperti
produsen atau toko khusus adventure terdekat untuk
memperbaikinya.

6 | KICAU


TTIIPPPSSENGAMATAN

Oleh: Sholeh Wahyu Nugroho & Cicilia Mega Gevita

Pakaian Pengamatan

Menggunakan pakaian dengan warna
earth tone atau warna yang tidak
mencolok untuk berkamuflase dengan
lingkungan
Pakaian berlengan panjang agar
terhindar dari sengatan nyamuk dan
serangga lain

Menggunakan pakaian dengan bahan
menyerap keringat

Menggunakan pakaian yang memiliki
kantong untuk menyimpan buku catatan

Perlengkapan Pengamatan

Buku Saku
Buku ini digunakan untuk mencatat ciri-ciri
burung, jumlah burung, tingkah laku burung,
cuaca saat pengamatan, dan lain-lain.

Buku Panduan Lapangan
Buku ini digunakan untuk patokan bagi
pengamat burung untuk mengidentifikasi burung
yang ditemukan.

Teropong
Teropong digunakan untuk melihat objek yang
jaraknya jauh. Terdapat 2 jenis teropong, yaitu
monokuler dan binokuler.

Kamera
Kamera digunakan untuk mengabadikan
kegiatan maupun mendokumentasikan burung
yang teramati. Disarankan menggunakan
kamera dengan lensa panjang.

Tape Recorder
Tape recorder digunakan untuk merekam
suara burung.

5 | KICAU


Hal Penting dalam

Pengamatan Burung

Oleh: Sholeh Wahyu Nugroho & Cicilia Mega Gevita

Hal penting yang harus diingat adalah bahwa Apa yang dicatat……?
burung sangat sensitif dengan kehadiran manusia. 1.Gunakan tally Sheet atau tabel catatan untuk
Sebagian burung mempunyai penglihatan dan memudahkan pencatatan dan apabila tidak
pendengaran yang tajam, sehingga biasanya membawa maka yang dicatat adalah. tanggal
burung lebih dahulu mengetahui kehadiran kita dan waktu pengamatan, lokasi, keadaan
karena posisinya yang berada di atas pohon. cuaca, tipe habitat, aktivitas burung selama
diamati, dan tipe terbang.
Apa yang harus dilakukan…….? 2.Seperti yang telah dijelaskan di atas
1.Untuk memperlancar pengamatan berdirilah gambarlah sketsa burung untuk
di balik semak atau pohon yang rindang. Jika memudahkan.
burung berada dalam jangkauan sinar
matahari, berdirilah dimuka pepohonan atau Apa yang diamati…………?
semak sehingga kita berada dalam pepohonan 1.Yang terpenting terutama bagi para pemula
atau semak tersebut. bagaimana cara mengidentifikasi burung
2.Jika tempat tersebut tidak terdapat adalah, ciri khas burung tersebut, ukuran
pepohonan dan hanya terdapat semak yang tubuhnya, dan warna bulunya.
dapat melindungi, maka berharaplah di semak 2.Pola terbang, setiap burung mempunyai pola
tersebut dan usahakan untuk tidak banyak terbang yang berbeda-beda
bergerak. 3.Jenis kelamin, apabila untuk pemula mungkin
3.Lakukan pengamatan sehening mungkin, sulit membedakan jenis kelamin burung
tidak berisik atau membuat kegaduhan, dan tersebut karena antara jantan dan betina dari
jangan terlalu banyak membawa peralatan jenis burung yang sama sering berbeda
yang dapat mengganggu kebebasan bergerak. warnanya.
4.Untuk melakukan pengamatan, waktu yang 4.Apabila mempunyai tape recorder rekamlah
paling efektif adalah saat pagi dan sore hari. suara burung yang diamati.
Pagi sebelum burung melakukan aktivitasnya
sore ketika burung itu kembali ke sarangnya. Sumber: tncbe
5.Usahakan pada saat pengamatan arah berdiri
berlawanan dengan arah angin dimana
burung itu berada tepat tepat lurus
dihadapan kita.

5 | KICAU


Cabak
Baca dan Tebak

MENURUN

1. Hewan asli yang berhabitat di suatu daerah tertentu merupakan hewan ....
4. Bulunya hijau-biru, jantannya memiliki ekor yang indah (burung)
5. Pengamatan burung (inggris)
7. Burung/unggas (latin)
9. Kabar burung (ungkapan)

MENDATAR

2. Burung penyanyi berekor panjang; kucica hutan
3. Burung cantik dari Papua
5. Taman Nasional di Jambi untuk konservasi hutan rawa terluas di Asia Tenggara
6. Mirip bebek tapi lehernya panjang
8. Burung liar seperti itik; Dendrocygna javanica

5 | KICAU
Jawab: (mendatar) 2. Murai, 3.Cendrawasih, 5.Berbak, 6. Angsa, 8.Belibis (menurun) 1. Endemik, 4. Merak, 5. Birdwatching, 7. Aves, 9. Isu


5 | KICAU


5 | KICAU


5 | KICAU


5 | KICAU


5 | KICAU


5 | KICAU


5 | KICAU


sumber: www.iucnredlist.org

Di Indonesia terdapat 1.818 jenis burung atau 17% dari seluruh jenis
burung yang ada di dunia Keragaman bentuk, keindahan warna bulu rupa
dan suara serta keunikan perilakunya adalah sesuatu yang
mengagumkan, yang kesemuanya itu bisa kita rasakan dari melakukan
kegiatan pengamatan burung di alam atau birdwatching. (Burung
Indonesia, 2022)

Dengan mengamati burung di alam, berarti kita juga beraktivitas olahraga
sekaligus benekreasi karena dengan melakukan kegiatan in kita
mengunjung berbagai objek alam, berkegiatan ilmiah dan melakukan
upaya konservasi Yang terpenting, mengamati burung adalah upaya kita
untuk menghargai alam dan mencintai Indonesia sebagal ungkapan
syukur kita atas segala kebesaran Sang Pencipta.

KEPEDULIAN DI HARI INI
KELESTARIAN DI MASA DEPAN


Click to View FlipBook Version