PASHNADLUAATN
Oleh Jonson Harianto, S.Pd.I
DAFTAR ISI
BAB I: WUDU
A. Makna Wudu
B. Rukun Wudu
C. Syarat Wudu
D. Sunnah Wudu
E. Hal-hal yang membatalkan
wudu
F. Tata cara wudu
BAB II: Shalat
A. Dalil Wajib shalat
B. Syarat-syarat shalat
C. RukunShalat
BAB I WUDU
A. Makna Wudu
Secara bahasa wudu artinya bersih, indah. Secara istilah, wudu artimya mebersihkan
anggota wudu untuk menghilangkan hadas kecil.
B. Rukun Wudu
Adapun rukun wudu adalah urutan pelaksanaan wudu yang harus dilaksanakan.
adapun rukun wudu sebagai berikut:
1. niat
niat di lafalkan sebelum berwudu. dan dibaca di dalam hati ketika membasuh muka.
adapun lafal niat adalah sebagai berikut:
nawaitul wudu'a li raf'il hadatsil fardlulillahi ta'ala
Aku niat berwudu untuk menghilangkan hadas kecil karena Allah ta'ala
2. membasuh muka
3. membasuh tangan sampai siku
4. mengusap sebagian kepala
5. membasuh kaki sampai mata kaki
6. Tertib
C. Syarat Wudu
1. Islam
2. Tamyiz
3. Tidak berhadas besar
4. Dengan air suci mensucikan
5. Tidak ada sesuai yang menghalangi air ke anggota wudu. misalnya getah, tinta
atau cat.
6. Mengetahui mana yang wajib dan mana yang sunnah
D Sunnah Wudu
1. Membaca basmalah
2. Membasuh kedua telapak tangan dan sela-sela jari sampai pergelangan tangan
3. Berkumur-kumur
4. Membasuh lubang hidup sebelum berniat
5. Menyapu seluruh kepala dengan air
6. Mendahulukan anggota kanan daripada kiri
7. Menyapu kedua telinga luar dan dalam
8. Membasuh tiga kali anggota wudu.
E. Hal-hal yang membatalkan wudu
1. Keluar sesuatu dari qubul dan dubur. misalnya buang ari kecil atau air besar atau keluar
angin.
2.hilang akal sebab gila, pingsan, mabok dan tidur nyenyak.
3. Tersentuh kulit laki-laki dengan perempuan yang bukan muhrim tanpa menggunakan
tutup.
4. Tersentuh kemaluan sendiri tanpa tutup atau jari atau telapak tangan langsung.
F. Tata cara berwudu
sumber gambar: https://pin.it/3MryffJ
Bisa belajar
langsung dari
video
G. Doa Sesudah Wudu
asyhadu an la ilaaha illallahu wa asyhadu anna muhammadan 'abduhu wa
rasuuluhu.
Allahummaj'alni mina attawwaabiina, waj'alni minal mutathahhiriina, waj'alni
min 'ibaadikash shaalihiiina.
Artinya:
Aku bersaksi bahwa tidak tuhan selain Allah tuhan yang maha esa. dan
bahwasanya aku bersaksi nabi muhammad adalah hamba dan utusan Allah.
ya Allah jadikan aku dari golongan orang-orang yang bertaubat, dan
jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang suci dan jadikanlah aku dari
golongan hamba-hamba-Mu yang shaleh.
BAB II SHALAT
A. Dalil Wajib shalat
Shalat merupakan rukun islam yang kedua setelah syahadat. Shalat
merupakan tiang agama. Shalat juga merupakan amalan yang pertama akan
ditimbang diakhir nanti.
Perintah shalat diturunkan pada saat nabi Muhammad SAW di isra mi'rajkan
oleh Allah. Melalui peristiwa tersebut, akhirnya datanglah perintah shalat
lima waktu.
Adapun dalil al-qu'ran yang berisi perintah shalat sangat banyak sekali, di
antaranya adalah Q.S Al-Baqarah ayat 43
َوَاِقْيُم وا الَّص ٰلوَة َوٰاُتوا الَّزٰك وَة َواْرَكُعْو ا َم َع الَّراِكِع ْيَن
Wa aqimush-shalata wa atuz-zakaata warka'u ma'ar-raki'iin.
artinya:
"dan dirikanlah shalat, dan kelaurkanlah zakat dan tunduklah/rukuk bersama-
sama orang-orang yang rukuk".
B. Syarat-syarat shalat
1. Islam
2.Baligh dan berakal
3.Suci dari hadats
4. Suci seluruh anggota badan, pakaian dan tempat
5. Menutup aurat,
6. Telah masuk waktu yang telah ditentukan untuk masing-masing shalat.
7.Menghadap kiblat
8. Mengetahui mana yang rukun dan mana yang sunah
C. RukunShalat
1. Berdiri tegak (bagi yang mampu)
2. Takbiratul ihram
3. Niat (ketika takbiratul ihram dalam hati)
3. Bersedakap
4. Membaca doa iftitah
5. Membaca surat Al-Fatihah dan surat pendek
6. Ruku
7. Bangun dari ruku (i'tidal)
8.Sujud
9. Duduk di antara dua sujud
10. Tuma'ninah (jedah sejenak/tidak terburu-buru dalam gerakan shalat)
11. Duduk tahiyatul awal (sampai kalimat shalawat nabi muhammad)
12. Duduk tahiyatul akhir
13. Salam
14. Tertib
C. Niat-niat Shalat Fardhu
1. niat
Shalat Subuh
Ushalli fardha subhi rak'ataini mustakbilal qiblati ada'an/ma'muman/ imaman
lillahi ta'ala.
aku niat shalat subuh dua raka'at menghadap kiblat saat ini (menjadi
makmum/imam) wajib atasku karena Allah ta'ala.
Shalat Zuhur
Ushalli fardhal zuhri arba'a raka'aatin mustakbilal qiblati adaa'an/ma'muman/
imaman lillahi ta'ala.
aku niat shalat zuhur empat raka'at menghadap kiblat menjadi makmum/imam
wajib atasku karena Allah ta'ala.
Shalat Ashar
Ushalli fardhal ashri arba'a raka'aatin mustakbilal qiblati ada'an/ma'muman/
imaman lillahi ta'ala.
aku niat shalat asar empat raka'at menghadap kiblat saat ini (menjadi
makmum/imam) wajib atasku karena Allah ta'ala.
Shalat Magrib
Ushalli fardhal maghribi tsalaatsa raka'aatin mustakbilal qiblati ada'an/
ma'muman / imaman lillahi ta'ala.
aku niat shalat magrib tiga raka'at menghadap kiblat saat ini (menjadi
makmum/iman) wajib atasku karena Allah ta'ala.
Shalat Isya
Ushalli fardhal isyaa'i arba'a raka'aatin mustakbilal qiblati ada'an/ma'muman/
imaman lillahi ta'ala.
aku niat shalat isya empat raka'at menghadap kiblat saat ini (menjadi
makmum/imam) wajib atasku karena Allah ta'ala.
D. Niat Shalat Dhuha
Ushalli sunnatadh dhuhaa ra'ataini mustakbilal qiblati saat ini (menjadi
makmum/imam) karena Allah ta'alaa .
E. Doa shalat Dhuha
D. Doa Qunut
doa qunut dibaca pada waktu shalat subuh. adapun doa qunut sebagai
berikut:
allâhummahdinî fî man hadait, wa ‘âfinî fî man ‘âfait, wa tawallanî fî man
tawallait, wa bâriklî fî mâ a‘thait, wa qinî syarra mâ qadhait, fa innaka taqdlî
wa lâ yuqdhâ ‘alaik, wa innahû lâ yazillu man wâlait, wa lâ ya‘izzu man ‘âdait,
tabârakta rabbanâ wa ta‘âlait, fa lakal ḫamdu a’lâ mâ qadhait, wa
astaghfiruka wa atûbu ilaik, wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muḫammadi-nin-
nabiyyil ummiyyi wa ‘alâ âlihî wa shaḫbihî wa sallam.
Artinya, “Ya Allah tunjukanlah aku sebagaimana mereka yang telah Engkau
beri petunjuk. Berilah kesehatan kepadaku sebagaimana mereka yang telah
Engkau berikan kesehatan. Peliharalah aku sebagaimana orang-orang yang
telah Engkau lindungi. Berikanlah keberkahan kepadaku pada apa yang telah
Engkau berikan. Selamatkanlah aku dari bahaya kejahatan yang telah Engkau
tentukan. Engkaulah yang menghukum dan bukan dihukum. Tidak hina
orang yang Engkau jadikan pemimpin. Tidak mulia orang yang Engkau
musuhi. Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha Tinggi Engkau. Bagi-
Mu segala pujian di atas apa yang Engkau tentukan. Aku memohon ampun
kepada-Mu dan bertaubat kepada-Mu. Semoga Allah mencurahkan rahmat
dan karunia atas junjungan kami Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan para
sahabatnya.”